HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

of 64 /64
HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN YANG BERKUNJUNG DI RUMAH SAKIT SANTA ANNA KOTA KENDARI KARYA TULIS ILMIAH Di ajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari Jurusan Analis Kesehatan Oleh : LILIS APRIANI P00320013116 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI JURUSAN ANALIS KESEHATAN 2016

Transcript of HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Page 1: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ

PADA PASIEN YANG BERKUNJUNG DI RUMAH SAKIT

SANTA ANNA KOTA KENDARI

KARYA TULIS ILMIAH

Di ajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan

Diploma III Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari

Jurusan Analis Kesehatan

Oleh :

LILIS APRIANI

P00320013116

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI

JURUSAN ANALIS KESEHATAN

2016

Page 2: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 3: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 4: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 5: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

v

RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama : Lilis Apriani

NIM : P00320013116

Tempat, Tgl Lahir : Bone Rombo, 14 April 1995

Suku/ Bahasa : Buton/ Indonesia

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

B. Pendidikan

1. SD Negeri 5 Kulisusu, tamat pada tahun 2007

2. SMP Negeri 4 Kulisusu, tamat pada tahun 2010

3. SMA Negeri 2 Kulisusu, tamat pada tahun 2013

4. Sejak tahun 2013 melanjutkan pendidikan di Politeknik Kesehatan

Kemenkes Kendari Jurusan Analis Kesehatan

Page 6: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

vi

MOTTO

Keberhasilan Adalah Sebuah Proses.

Niat Adalah Awal Keberhasilan.

Peluh keringat Adalah Penyedapnya.

Tetesan Air Mata Adalah Pewarnanya.

Doa Adalah Bara Api yang Mematangkanya.

Kegagalan Adalah Pengawetnya.

Bersabar! Adalah Kunci Utamanya

Allah Selalu Menyertai Orang-orang yang Penuh Kesabaran dalam Proses Menuju

Keberhasilan.

Sesungguhnya Kesabaran akan Membuatmu Mengerti Bagaimana Cara

Mensyukuri Arti Sebuah

KEBERHASILAN.

Karya Tulis Ini Kupersembahkan Untuk Almamaterku

Ayah Dan Ibunda Tercinta

Page 7: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

vii

ABSTRAK

Lilis Apriani (P00320013116) Hubungan Tekanan Darah dengan Kadar

Kreatinin Pada Pasien yang Berkunjung Di Rumah Sakit Santa Anna Kota

Kendari. Di Bimbing Ibu Nurhayani dan Ibu Supiati (xiii + 35 halaman + 8

lampiran + 5 tabel). Gangguan tekanan darah dapat meningkatkan risiko terjadinya

gangguan pada ginjal, dimana gangguan tekanan darah dapat menyempitkan dan

menebalkan aliran darah yang menuju ginjal, yang berfungsi sebagai penyaring

kotoran tubuh. Dengan adanya gangguan tersebut, ginjal menyaring lebih sedikit

cairan dan membuangnya kembali ke darah. Hubungan ginjal dan sirkulasi adalah

salah satu hasil metabolisme yang akan di buang oleh ginjal yaitu ureum dan

kreatinin. Ini sebagai indikator derajat kesehatan untuk menilai fungsi ginjal tertentu.

Dan apabila keduanya meningkat, hal ini menunjukan fungsi ginjal tidak baik, jika

tekanan darah meningkat, maka filtrasi meningkat sehingga berkemih

meningkat/poliuria, jika tekanan darah menurun maka filtrasi menurun sehingga

berkemih sedikit/poliuria sampai anuria. Penelitian bertujuan untuk mengetahui

hubungan antara tekanan darah dengan kadar kreatinin pada pasien yang berkunjung

di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari. Jenis penelitian deskriptif analitik yang di

lakukan pada tanggal 16-29 Juni 2016. Populasi berjumlah 216 dan sampel

berjumlah 32 sampel yang di ambil dengan metode accidental sampling. Data di olah

dengan uji korelasi. Analisis hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin di

dapatkan hasil dimana hipotesis di terima antara hubungan tekanan darah dengan

kadar kreatinin dimana korelasi positif dengan keeratan hubungan sangat kuat

dengan nilai r = 0,727. Saran bagi akademik agar bisa dijadikan sebagai sumbangan

informasi dan ilmiah dalam memperkaya ilmu pengetahuan khususnya di bidang

kesehatan. Dan bagi peneliti selanjutnya agar bisa di jadikan sebagai bahan masukan

atau perbandingan, tentang penelitian hubungan tekanan darah dengan kadar

kreatinin.

Kata Kunci : Tekanan Darah dengan Kadar Kreatinin

Daftar Pustaka : 18 (2005-2015)

Page 8: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan

Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan

judul “Hubungan Tekanan Darah Dengan Kadar Kreatinin pada Pasien yang

Berkunjung Di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari”. Penelitian ini di susun

dalam rangka melengkapi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program

Diploma III (D III) pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari Jurusan Analis

Kesehatan.

Rasa hormat, terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada

Ayahanda dan Ibunda tercinta atas semua bantuan moril maupun materil, motivasi,

dukungan dan cinta kasih yang tulus serta doanya demi kesuksesan studi yang

penulis jalani selama menuntut ilmu sampai selesainya Karya Tulis Imiah ini.

Proses penulisan karya tulis ini telah melewati perjalanan panjang, dan penulis

banyak mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu

pada kesempatan ini penulis juga menghanturkan rasa terima kasih kepada Ibu Hj.

St. Nurhayani, S.Kep,Ns.,M.Kep selaku pembimbing I dan Ibu Supiati, STP., MPH

selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, kesabaran dalam

membimbing dan atas segala pengorbanan waktu dan pikiran selama menyusun

karya tulis ini. Ucapan terima kasih penulis juga tujukan kepada:

1. Bapak Petrus, SKM.,M.Kes selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari

2. Kepala Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari

3. Ibu Ruth Mongan, B.Sc.,S.Pd.,M.Pd selaku Ketua Jurusan Analis Kesehatan

4. Ibu Siti Rachmi Misbah, S.Kp, M.Kes selaku Penguji I, Ibu Fonnie E.Hasan,

DCN.,M.Kes selaku Penguji II, Ibu Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng selaku

Penguji III.

5. Kepala Kantor Badan Riset Sultra yang telah memberikan izin penelitian kepada

penulis dalam penelitian ini.

6. Kepala Laboratorium Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari

Page 9: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

ix

7. Bapak dan Ibu Dosen Poltekkes Kemenkes Kendari Jurusan Analis Kesehatan

serta seluruh staf dan seluruh karyawan atas segala fasilitas dan seluruh

pelayanan akademik yang di berikan selama penulis menuntut ilmu

8. Teristimewah dan tak terhingga penulis ucapkan terima kasih kepada Ayahanda

La Medi dan Ibunda Wa Suri yang selama ini telah banyak berkorban baik materi

maupun non materi demi kesuksesan penulis serta terima kasih buat saudara-

saudaraku.

9. Seluruh teman yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari sepenuhnya dengan segala kekurangan dan keterbatasan

yang ada penulis, sehingga bentuk dan isi Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari

kesempurnaan dan masih terdapat kekeliruan, dan kekurangan. Oleh karena itu

dengan kerendahan hati penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya

membangun dari semua pihak demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini.

Akhir kata, semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua

khusunya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian selanjutnya. Karya

ini merupakan tugas akhir yang wajib di lewati dari masa study yang telah penulis

tempuh, semoga menjadi awal yang baik bagi penulis Amin.

Kendari, Juli 2016

Peneliti

Page 10: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ............................................... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ iii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................ v

MOTTO ............................................................................................................... vi

ABSTRAK ............................................................................................................ vii

KATA PENGANTAR ......................................................................................... viii

DAFTAR ISI ........................................................................................................ x

DAFTAR TABEL ................................................................................................ xii

DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................ xiii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah............................................................................. 5

C. Tujuan Umum................................................................................... 5

D. Tujuan Khusus.................................................................................. 5

E. Manfaat Penelitian............................................................................ 5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Tekanan Darah...................................................... 7

B. Tinjauan Umum Tensimeter............................................................. 10

C. Tinjauan Umum Kreatinin................................................................ 10

D. Tinjauan Umum Fotometer.............................................................. 12

BAB III. KERANGKA KONSEP

A. Dasar Pemikiran ............................................................................. 15

B. Kerangka Pikir ............................................................................... 15

C. Variabel Penelitian ......................................................................... 15

D. Definisi Operasional dan Kriteria Objektif .................................... 15

E. Hipotesis Penelitian ....................................................................... 16

BAB IV. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian .............................................................................. 18

B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................ 18

C. Populasi dan Sampel ...................................................................... 18

D. Prosedur Pengumpulan Data .......................................................... 19

E. Instrumen Penelitian ...................................................................... 19

F. Prosedur Penelitian ........................................................................ 20

G. Jenis Data ....................................................................................... 22

Page 11: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

xi

H. Pengolahan Data ............................................................................ 22

I. Analisis Data .................................................................................. 22

J. Penyajian Data ............................................................................... 24

K. Etika Penelitian .............................................................................. 24

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian .............................................................................. 25

B. Pembahasan.................................................................................... 30

BAB VI. PENUTUP

A. Kesimpulan .................................................................................... 35

B. Saran .............................................................................................. 35

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Page 12: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Prosedur kerja pemeriksaan kadar kreatinin ..................................... 21

Tabel 5.1 Jenis dan jumlah tenaga medis dan non medis Rumah Sakit

Santa Anna Kota Kendari tahun 2015 ............................................... 25

Tabel 5.2 Distribusi frekuensi hasil pemeriksaan Tekanan Darah ..................... 27

Tabel 5.3 Distribusi frekuensi hasil pemeriksaan sampel Kadar

Kreatinin ............................................................................................. 27

Tabel 5.4 Distribusi frekuensi hubungan tekanan darah dengan kadar

kreatinin .............................................................................................. 28

Page 13: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Master Tabel Hasil Pemeriksaan

Lampiran 2 Hasil Uji Koefisien Korelasi

Lampiran 3 Data Lengkap Pasien

Lampiran 4 Surat Permohonan Izin Penelitian Dari Poltekkes Kemenkes Kendari

Lampiran 5 Surat Izin Penelitian Dari Balai Penelitian Dan Pengembangan Daerah

Provinsi Sulawesi Tenggara

Lampiran 6 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

Lampiran 7 Dokumentasi Penelitian

Lampiran 8 Surat Bebas Pustaka

Page 14: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi.

Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi hemostasis di

dalam tubuh. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirnya

darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena, sehingga terbentuklah

suatu aliran darah yang menetap. Jika sirkulasi darah menjadi tidak memadai

lagi, maka terjadilah gangguan pada sistem transportasi oksigen, karbondioksida,

dan hasil-hasil metabolisme lainnya (Febby, 2013).

Tekanan darah seseorang dapat lebih atau kurang dari batas normal, jika

melebihi nilai normal orang tersebut menderita tekanan darah tinggi atau

hipertensi, hipertensi yang mengakibatkan angka kesakitan (mordibitas), dan

angka kematian (mortalitas), sebaliknya jika kurang dari nilai normal, orang

tersebut menderita tekanan darah rendah atau hipotensi (Chin & Badri, 2012).

Hipertensi atau tekanan darah Tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya

gangguan pada ginjal, dimana hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat

menyempitkan dan menebalkan aliran darah yang menuju ginjal, yang berfungsi

sebagai penyaring kotoran tubuh. Dengan adanya gangguan tersebut, ginjal

menyaring lebih sedikit cairan dan membuangnya kembali ke darah

(Lanny, 2006).

Hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi,

pada tahun 2013 penyakit hipertensi termasuk dalam 10 besar penyakit yaitu

berada pada urutan 4 dengan sebesar 25,8%, sesuai dengan data Riskesdas 2013.

Gambaran di tahun 2013 dengan menggunakan unit analisis individu

menunjukkan bahwa secara nasional 25,8% penduduk Indonesia menderita

penyakit hipertensi. Jika saat ini penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa

maka terdapat 65.048.110 jiwa yang menderita hipertensi

(Pusat Data dan lnformasi Kementerian Kesehatan Rl, 2013).

Page 15: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

2

Di Provinsi Sulawesi Tenggara penderita hipertensi yaitu sebesar 7,6% atau

sebanyak 183.765 jiwa dari Jumlah Penduduk sebanyak 2.417.962

(Pusdatin, 2013).

Di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari penderita hipertensi pada tahun

2013 sebanyak 128 orang, tahun 2014 sebanyak 291 orang dan pada tahun 2015

sebanyak 369 orang dalam hal ini penyakit hipertensi di Rumah Sakit Santa

Anna Kota Kendari selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan

(Data Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari, 2013, 2014, 2015).

Dibandingkan dengan individu yang memiliki tekanan darah normal

(normotensif), penderita gangguan tekanan darah atau tekanan darah tinggi

memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang stroke sementara 10-15% akan

meninggal akibat gagal ginjal. Oleh karena itu pengontrolan tekanan darah

merupakan hal yang sangat penting (Junaidi, 2010).

Tekanan darah normal dapat terjadi karena mekanisme tubuh yang bekerja

secara sinergi dan dalam keseimbangan, apabila terjadi gangguan pada

mekanisme ini, maka tekanan darah akan meningkat. Meningkatnya tekanan

darah di dalam arteri terjadi karena bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa

menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan

fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari

dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah

juga meningkat. Sebaliknya, jika terjadi pengurangan aktivitas jantung dalam

memompa, arteri mengalami pelebaran, sehingga cairan yang keluar dari

sirkulasi tidak terhambat, dengan demikian tekanan darah pun mengalami

penurunan. Pengendalian faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan

didalam fungsi ginjal (Junaidi, 2010).

Kelainan fungsi ginjal adalah kelainan yang sering terjadi pada orang

dewasa. Kelainan fungsi ginjal berdasarkan durasinya dibagi menjadi 2 yaitu

gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal akut adalah kemunduran

yang cepat dari kemampuan ginjal dalam membersihkan darah dari bahan-bahan

racun, yang menyebabkan penimbunan limbah metabolik didalam darah

(misalnya urea). Gagal ginjal akut merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai

Page 16: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

3

dengan penurunan fungsi ginjal secara mendadak dengan akibat terjadinya

peningkatan hasil metabolit seperti ureum dan kreatinin. Kasus gagal ginjal

kronik (GGK) saat ini meningkat dengan cepat terutama di negara –negara

berkembang. GGK telah menjadi masalah utama kesehatan di seluruh dunia,

karena selain merupakan faktor resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh

darah akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian (Setyaningsih, 2013).

Menurut data Profil Kesehatan Indonesia (2006), gagal ginjal menempati

urutan ke 6 sebagai penyebab kematian pasien yang dirawat di Rumah Sakit di

seluruh Indonesia, dengan Proporsional Mortality Ratio (PMR) 2,99%.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Pelaporan dan Pencatatan Rumah

Sakit (SP2RS), diperoleh gambaran bahwa penyakit gagal ginjal menduduki

peringkat ke empat dari sepuluh penyakit tidak menular yang menjadi penyebab

kematian terbanyak di Rumah Sakit di Indonesia dengan PMR sebesar 3,16%

(3047 angka kematian). Berdasarkan grafik prevalensi nasional penderita gagal

ginjal kronis sebesar 0,2%. Dan berdasarkan gambaran di tahun 2013 dengan

menggunakan unit analisis individu menunjukkan bahwa secara nasional 0,2%

penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal kronis. Jika saat ini

penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 504.248 jiwa yang

menderita gagal ginjal kronis (0,2% x 252.124.458 jiwa = 504.248 jiwa) (Data

dan lnformasi Kementerian Kesehatan Rl, 2013).

Berdasarkan grafik prevalensi nasional penderita gagal ginjal kronis di

Sulawesi Tenggara sebesar 0,2% dari 2.417.962 jiwa penduduk maka terdapat

4.835 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis (Data dan lnformasi Kementerian

Kesehatan Rl, 2013).

Di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari penderita gagal ginjal kronis

pada tahun 2013 sebanyak 24 orang, tahun 2014 sebanyak 25 orang dan pada

tahun 2015 sebanyak 28 orang dalam hal ini penyakit gagal ginjal Kronis di

Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari selama tiga tahun terakhir mengalami

peningkatan (data Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari, 2013, 2014, 2015).

Sekitar 25% darah masuk untuk di filtrasi oleh ginjal, fungsi ginjal adalah

untuk mempertahankan hemostasis (keseimbangan cairan dan elektrolit).

Page 17: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

4

Dimana dalam ginjal terdiri dari jutaan glomerulus (sebagai filtrasi), yang terdiri

atas kapsula bowman, darah dari arteri eferen membuat liku-liku dan

membentuk arteri eferen, kemudian darah dari kapsula bowman yang di filtrasi

akan melewati tubulus yang berlekuk-lekuk dan bersambung dengan glomerulus

yang lain dan bermuara pada pelvis renis, dari pelvis renis di hasilkan filtrat air,

ureum, kreatinin, dan amoniak yang akan di keluarkan melewati ureter yang

kemudian di tampung di vesika urinaria. Hasil filtrasi ginjal yang dapat di

gunakan sebagai indikator kerusakan ginjal adalah ureum dan kreatinin

(Mardona, 2013).

Pemeriksaan kadar kreatinin dalam darah merupakan salah satu parameter

yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal, karena konsentrasi dalam plasma

dan ekskresinya di urin dalam 24 jam relatif konstan. Kreatinin adalah produk

protein otot yang merupakan hasil akhir metabolisme otot yang dilepaskan dari

otot dengan kecepatan yang hampir konstan dan diekskresi dalam urin dengan

kecepatan yang sama. Kreatinin diekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi

filtrasi dan sekresi, konsentrasinya relatif konstan dalam plasma dari hari ke hari,

kadar yang lebih besar dari nilai normal mengisyaratkan adanya gangguan

fungsi ginjal (Alfarisi, 2012).

Kadar kreatinin yang tinggi 8 kali lebih umum ditemukan di antara para

pengidap hipertensi dibanding individu lain yang tekanan darahnya normal.

Kadar ureum dan kreatinin yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi

tambahan yaitu menyebabkan syock uremikum yang dapat berlanjut menjadi

kematian (Setyaningsih, 2013).

Hubungan ginjal dan sirkulasi adalah salah satu hasil metabolisme yang akan

di buang oleh ginjal yaitu ureum dan kreatinin. Ini sebagai indikator derajat

kesehatan untuk menilai fungsi ginjal tertentu. Dan apabila keduanya meningkat,

hal ini menunjukan fungsi ginjal tidak baik, jika tekanan darah meningkat, maka

filtrasi meningkat, sehingga berkemih meningkat/poliuria, jika tekanan darah

menurun maka filtrasi menurun sehingga berkemih sedikit/poliuria sampai

anuria (Mardona, 2013).

Page 18: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

5

Pada penelitian sebelumnya Mardona (2013) menyatakan nilai korelasi

positif dengan keeratan hubungan yang kuat antara Pengaruh Kadar Kreatinin

Terhadap Tekanan Darah Pasien yang Berkunjung DI Laboratorium Rumah

Sakit Umum Abunawas. Dengan adanya uraian yang telah di kemukakan di atas

maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan

Tekanan Darah dengan Kadar Kreatinin Pada Pasien Yang Berkunjung di

Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari”.

B. Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan antara tekanan darah dengan kadar keatinin pada

pasien yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari?

C. Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah dengan kadar kreatinin

pada pasien yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari.

D. Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui tekanan darah pada pasien yang berkunjung di Rumah

Sakit Santa Anna Kota Kendari.

2. Untuk mengetahui kadar kreatinin pasien yang berkunjung di Rumah Sakit

Santa Anna Kota Kendari.

3. Untuk menganalisis hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin pada

pasien yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari.

E. Manfaat

1. Akademik

a. Sebagai sumbangan informasi dan ilmiah dalam memperkaya ilmu

pengetahuan di bidang kesehatan serta dapat menjadi bahan bacaan atau

perbandingan bagi peneliti selanjutnya.

b. Sebagai bahan masukan untuk peneliti selanjutnya

2. Masyarakat

Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi bagi

masyarakat, khususnya tentang peningkatan dan penurunan tekanan darah

dan peningkatan kadar kreatinin dalam darah.

Page 19: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

6

3. Penulis

Sebagai media untuk menambah pengetahuan dan pengalaman penulis

dalam mengaplikasikan ilmu yang telah di peroleh selama bangku kuliah.

Page 20: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Tekanan Darah

1. Pengertian Tekanan Darah

Tekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh

darah yang keluar dari jantung (pembuluh arteri) dan yang kembali ke

jantung (pembuluh balik) (Lanny, 2006).

Darah tergantung dari tinggi rendahnya, tekanan sistolik dan diastolik.

Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung berdenyut atau berkontraksi

memompa darah ke sirkulasi dan tekanan diastolik adalah tekanan paling

rendah yang terjadi di antara dua denyut jantung (Anna, 2007).

Baik tekanan sistolik dan diastolik dicatat sebagai milimeter air raksa

(mmHg). Panduan National Heart Lung and Blood institute (NHLBI) dari

national Institute of Health (NIH) yang baru sekarang mendefinisikan

tekanan darah normal sebagai berikut : tekanan sistolik 120 mmHg dan

tekanan diastolik 80 mmHg (Asfuah, 2012).

Dalam prosesnya perubahan tekanan darah di pengaruhi oleh beberapa

faktor yaitu :

a. Tolakan Perifer

Tolakan perifer merupakan sistem peredaran darah yang memiliki

system tekanan tertinggi (arteria) dan sistem tekanan terendah

(pembuluh kapiler dan vena) di antara ke duanya terdapat arteriola dan

pembuluh otot yang sangat halus.

b. Gerakan Memompa Oleh Jantung

Semakin banyak darah yang di pompa ke dalam arteria

menyebabkan arteria akan lebih menggelembung dan mengakibatkan

bertambahnya tekanan darah, demikian pula sebaliknya.

c. Volume darah

Bertambahnya darah menyebabkan besarnya tekanan pada arteri.

Page 21: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

8

d. Kekentalan Darah

Kekentalan atau viskositas ini tergantung pada perbandingan sel

darah merah dengan plasma. Semakin kental darah menyebabkan

semakin tinggi tekanan dan semakin banyak tenaga yang di

perlukan. Tekanan darah juga di pengaruhi oleh aktivitas fisik, akan

lebih tinggi ketika melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika

beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, tertinggi

pada pagi hari dan dan terendah ketika tidur pada malam hari (Anna,

2007).

Berikut ini penggolongan tekanan darah berdasarkan angka hasil

pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan diastolik :

1) Tekanan darah rendah atau (hipotensi) : kurang dari 120/80

mmHg

2) Tekanan darah normal : 120/80 mmHg

3) Tekanan darah tinggi (hipertensi) : di atas 120/80 mmHg

(Iskandar, 2010).

2. Pengertian Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Tekanan darah rendah adalah keadaan tekanan darah yang lebih

rendah dari tekanan yang diperlukan oleh tubuh, sehingga setiap organ

dari badan tidak mendapat aliran darah yang cukup dan menyebabkan

timbulnya gejala hipotensi. Seseorang yang memiliki tekanan darah yang

rendah umumnya tidak mampu untuk berdiri dan atau duduk terlalu lama,

karena akan timbul rasa pusing ketika ia beranjak dari posisi sebelumnya,

contoh ketika duduk terlalu lama, lalu langsung berdiri tekanan darah

akan memacu jantung lebih cepat secara tiba-tiba, tekanan darah akan

meningkat secara cepat kemudian kepala terasa kunang-kunang atau

pusing, bahkan beberapa diantaranya sampai menimbulkan pingsan.

Seseorang yang mempunyai tekanan darah rendah membutuhkan waktu

beberapa saat untuk mengembalikan tekanan darah kembali normal

(Lanny, 2006).

Page 22: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

9

3. Pengertian Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah suatu gangguan pada

pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang di

bawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang

membutuhkanya. Hipertensi merupakan salah satu faktor pemburuk

fungsi ginjal disamping faktor-faktor lain seperti proteinuria, jenis

penyakit ginjal, hiperglikemia dan beratnya fungsi ginjal sejak awal

(Lanny, 2006)

4. Penyebab Terjadinya Peningkatan Tekanan Darah Di Dalam Arteri

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan peningkatan

tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal

sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam

tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah

juga meningkat. Sebaliknya jika terjadi pengurangan aktifitas jantung

dalam memompa, arteri mengalami pelebaran, sehingga cairan yang

keluar dari sirkulasi tidak terhambat, dengan demikian tekanan darah pun

mengalami penurunan (Lanny, 2006).

5. Peranan Fungsi Ginjal

Salah satu fungsi ginjal adalah menjaga hemostasis dalam

mempertahankan cairan dan elektrolit dalam keadaan normal, jika ginjal

mengalami penurunan fungsi maka akan mengakibatkan bertambahnya

cairan dalam sirkulasi yang menyebabkan tahanan perifer meningkat,

dengan adanya tahanan tersebut maka pemompaan darah oleh jantung

ikut juga meninggi sedang curah jantung dalam semenit tidak berubah

sehingga dapat terjadi peningkatan tekanan darah (Iskandar, 2010).

Ginjal merupakan organ terpenting dalam mengendalikan tekanan

darah, karena itu berbagai penyakit dan kelainan pada ginjal bisa

menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Misalnya penyempitan

arteri yang menuju salah satu ginjal bisa menyebabkan hipertensi. Selain

itu, peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa

Page 23: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

10

menyebabkan kenaikan tekanan darah. Ginjal mengendalikan tekanan

darah melalui beberapa cara :

a. Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran

garam dan air, yang akan menyebabkan pengurangan volume cairan

sehingga tekanan darah kembali normal.

b. Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan

garam dan air, sehingga volume cairan bertambah dan tekanan darah

kembali normal.

c. Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan

enzim yang di sebut renin (Iskandar, 2010).

B. Tinjauan Umum Tensimeter

1. Pengertian Tensimeter

Tensimeter adalah alat di bidang medis yang digunakan untuk

mengukur jumlah tekanan darah pada manusia. Alat pengukur tekanan

darah sering juga disebut dengan sebutan sphygmomanometer. Alat ukur

tekanan darah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter

bedah asal Rusia bernama dr.Nikolai Korotkov. Saat itu jenis tensimeter

yang digunakan menggunakan cairan raksa untuk menentukan standar

emas di dalam proses pengukuran tensi darah. Penggunaan logam berat

berbahaya tersebut sangat membahayakan lingkungan.Tensimeter atau

lebih dikenal dengan nama sphygmomanometer terdiri atas bagian-bagian

berupa pompa udara, penyumbat aliran udara yang bisa diputar, kantong

karet yang terbungkus dengan kain serta pembaca tekanan (Fernando,

2015).

C. Tinjauan Umum Kreatinin

1. Pengertian Kreatinin

Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir

konstan dan diekskresi dalam urin dengan kecepatan yang sama. Kreatinin

diekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi filtrasi dan sekresi,

konsentrasinya relatif konstan dalam plasma dari hari ke hari, kadar yang

Page 24: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

11

lebih besar dari nilai normal mengisyaratkan adanya gangguan fungsi

ginjal. Pemeriksaan kadar kreatinin dalam darah merupakan salah satu

parameter yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal, karena konsentrasi

dalam plasma dan ekskresinya di urin dalam 24 jam relatif konstan. Kadar

kreatinin darah yang lebih besar dari normal mengisyaratkan adanya

gangguan fungsi ginjal (Setyaningsih, 2012).

Kreatinin adalah produk akhir dari metabolisme kreatin yang

dikeluarkan melalui ginjal. Konsentrasi kreatinin yang terkandung di

dalam urin merupakan petunjuk penting terhadap kerusakan ginjal,

diabetic nephropathy dan laju filtrasi glomerular ginjal. Kreatinin dibentuk

oleh tubuh dari pemecahan Senyawa kreatin dan fosfokreatin dimana

jumlah kreatinin sekitar 2% dari total keratin. Penentuan kreatinin dapat

dilakukan dengan menggunakan enzim kreatinin deiminase untuk

mengkonversi kreatinin menjadi amonia dan 1methylhydantoin.

Selanjutnya amonia di reaksikan dengan cresol red (2-{4-{2-

hydroxyethyl)-1-piperzinyl} ethanesulfonic acid) dan dideteksi secara

spektrometri (Sabarudin, 2012).

Kreatinin merupakan produk sampingan dari hasil pemecahan

fosfokreatin (kreatin) dalam otot yang di buang melalui ginjal. Pada pria

nilai normalnya 0,6 -1,2 mg/dl, dan pada perempuan 0,5 – 1,0 mg/dl

(Mardona, 2013).

Kreatinin darah meningkat jika fungsi ginjal menurun. Kreatinin di

anggap lebih sensitive dan merupakan indikator khusus pada penyakit

ginjal dibandingkan uji dengan kadar nitrogen urea, namun kadar kreatinin

sebesar 2,5 mg/dl dapat menjadi indikasi kerusakan ginjal. Kreatinin

serum sangat berguna untuk mengevaluasi fungsi glomerulus. Peningkatan

dua kali lipat kadar kreatinin serum mengindikasikan adanya penurunan

fungsi ginjal sebesar 50 %, demikian juga peningkatan kadar kreatinin tiga

kali lipat mengisyaratkan penurunan fungsi ginjal sebesar 75 % (Mardona,

2013).

Page 25: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

12

2. Metabolisme Kreatinin

Kreatinin terbuat dari zat yang disebut kreatin, yang dibentuk ketika

makanan berubah menjadi energi melalui proses yang disebut

metabolisme. Sekitar 2% dari kreatin tubuh diubah menjadi kreatinin

setiap hari. Kreatinin diangkut melalui aliran darah ke ginjal. Ginjal

menyaring sebagian besar kreatinin dan membuangnya dalam urin. Bila

ginjal terganggu, kreatinin akan meningkat. Tingkat kreatinin yang tidak

normal kemungkinan terjadi kerusakan atau kegagalan ginjal (Nur, 2013).

3. Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Kreatinin

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kadar kreatinin dalam

darah, diantaranya adalah :

a. Perubahan masa otot.

b. Diet kaya daging meningkatkan kadar kreatinin sampai beberapa jam

setelah makan.

c. Aktifitas fisik yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kreatinin

darah.

d. Obat obatan seperti sefalosporin, aldacton, aspirin dan co-trimexazole

dapat mengganggu sekresi kreatinin sehingga meninggikan kadar

kreatinin darah.

e. Kenaikan sekresi tubulus dan destruksi kreatinin internal.

f. Usia dan jenis kelamin pada orang tua kadar kreatinin lebih tinggi dari

pada orang muda, serta pada laki-laki kadar kreatinin lebih tinggi dari

pada wanita ( Nur, 2013).

D. Tinjauan Umum Fotometer

1. Pengertian Fotometer

Fotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur pencahayaan

atau penyinaran. Seperti penerapan di fotometry industri, suatu

"fotometer" adalah kata umum yang meliputi alat-alat untuk mendeteksi :

1. intensitas cahaya hamburan

2. penyerapan

Page 26: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

13

3. fluoresensi

Kebanyakan fotometer berlandaskan pada sebuah fotoresistor

atau fotodioda. Masing-masing mengalami perubahan sifat kelistrikan

ketika disinari cahaya, yang selanjutnya dapat dideteksi dengan suatu

rangkaian elektronik tertentu (Zullyandri, 2013).

2. Komponen Fotometer

a. Sumber cahaya

Fotometer UV/VlS memiliki dua sumber cahaya, satu untuk

cahaya VIS dan satu untuk UV. Untuk sumber VIS biasanya

digunakan lampu tungsten, sedangkan untuk UV lampu deuterium.

b. Isolator panjang gelombang (monokromator)

Tujuan monokromator adalah menghasilkan cahaya dengan

panjang gelombang yang murni

c. Kuvet

Berbagai bahan digunakan untuk pembuatan kuvet seperti kaca,

plastik hingga kwartz. Bentuk kuvet juga bermacam-macam. Kuvet

berbentuk jajaran genjang lebih tepat untuk pengukuran karena cahaya

akan jatuh dengan sudut tegak lurus pada permukaan kuvet

d. Foto detektor

Detektor yang digunakan pada alat fotometer umumnya adalah

tabung fotomultiplier (photomultiplier tube), fotosel, atau fotodioda.

Sinyal listrik yang dihasilkan detektor berbanding lurus dengan energi

cahaya yang diterima detektor. Tabung fotomultiplier adalah tabung

yang mengamplifikasi energi cahaya dan mengubahnya menjadi pulsa

listrik. Tabung fotomultiplier memiliki respon cepat, dan sensitivitas

baik untuk VIS maupun UV

e. Alat baca

Fungsinya adalah membaca sinyal listrik dari detektor

dimana data digambarkan dalam bentuk yang bisa diinterpretasikan

atau disajikan pada display yang dapat dibaca oleh pemeriksa. Pada

alat yang analog pembacaan langsung sesuai kekuatan cahaya,

Page 27: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

14

sedangkan pada alat digital signal analog dikonversi menjadi digital

melalui CPU (Central Processing Unit).

f. Recorder dan Mikroprosesor

Dengan adanya mikroprosesor dan output software dari

kalibrator dapat disimpan dan konsentrasi sampel yang tidak diketahui

secara otomatis dapat dihitung. Data dari beberapa kalibrator dapat

disimpan dalam bentuk kurva kalibrasi yang utuh dan dapat dilihat

dalam bentuk display atau dicetak (pedoman pemeriksaan kimia klinik,

2012).

Page 28: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

15

BAB III

KERANGKA KONSEP

A. Dasar Pemikiran

Tekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh

darah yang keluar dari jantung (pembuluh arteri) dan yang kembali ke jantung

(pembuluh balik). Tekanan darah tergantung dari tinggi rendahnya, tekanan

sistolik dan diastolik. Tekanan darah normal adalah tekanan darah yang masih

dalam keadaan normal tanpa melebihi batas normal yaitu (120/80 mmHg).

Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

metabolisme otot yang di lepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir

konstan dan diekskresi dalam urin dengan kecepatan yang sama. Kreatinin di

ekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi filtrasi dan sekresi, konsentrasinya

relatif konstan dalam plasma dari hari ke hari, kadar yang lebih besar dari nilai

normal mengisyaratkan adanya gangguan fungsi ginjal.

B. Kerangka Konsep

Variabel bebas :

Variabel terikat :

C. Variabel Penelitian

1. Variabel Bebas

Variabel bebasnya yaitu tekanan darah

2. Variabel terikat

Variabel terikatnya yaitu kadar kreatinin

D. Definisi Operasional Dan Kriteria Objektif

1. Tekanan darah adalah tekanan yang di alami darah pada pembuluh arteri

ketika darah di pompa oleh jantung keseluruh anggota tubuh manusia.

Kadar Kreatinin

mg/dl

Tekanan

Darah

Page 29: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

16

2. Tekanan darah tidak normal yaitu

a. Tekanan darah rendah (hipotensi) dimana tekanan darah rendah adalah

keadaan tekanan darah yang lebih rendah dari tekanan yang diperlukan

oleh tubuh, sehingga setiap organ dari badan tidak mendapat aliran

darah yang cukup dan menyebabkan timbulnya gejala hipotensi, dan

b. Tekanan darah tinggi (hipertensi) dimana tekanan darah tinggi

(hipertensi) adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang

mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang di bawa oleh darah,

terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya.

Kriteria objektif :

a. Tekanan darah dikatakan normal, jika tekanan darah sistolik dan

diastolik 120/80 mmHg

b. Tekanan darah di katakan tidak normal yaitu dimana bila tekanan

darah rendah dan tekanan darah tinggi,

1) Tekanan darah di katakan rendah jika tekanan darah sistolik dan

diastolik kurang dari 120/80 mmHg

2) Tekanan darah di katakan tinggi jika tekanan darah sistolik dan

diastolik lebih dari 120/80 mmHg.

3. Kadar Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

metabolisme otot yang di lepaskan dari otot dengan kecepatan yang

hampir konstan dan diekskresi dalam urin dengan kecepatan yang sama.

Kriteria objektif :

a. Kadar kreatinin di katakan normal jika kadar kreatinin pada laki-laki

yakni 0,6 – 1,2 mg/dl dan pada perempuan yakni 0,5 – 1,0 mg/dl

b. Kadar kreatinin di katakan tidak normal jika kadar kreatinin pada laki-

laki yakni kurang dari 0,6 mg/dl dan lebih dari 1,2 dan pada

perempuan yakni kurang dari 0,5 mg/dl dan lebih dari 1,0

E. Hipotesis Penelitian

𝐻1 : Ada hubungan antara tekanan darah dengan kadar kreatinin. Yakni jika

korelasi positif (+) maka tekanan darah akan meningkat dan kadar

kreatinin juga akan meningkat. Dan apabila nilai korelasi mencapai 0,00

Page 30: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

17

sampai 0,40 berarti korelasi memiliki keeratan lemah, dan 0,41 sampai

0,99 berarti korelasi memiliki keeratan yang kuat dan 1 berarti korelasi

sempurna.

Page 31: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

18

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan deskriptif analitik

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini di laksanakan di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari

pada tanggal16-29 Juni 2016.

C. Populasi Dan Sampel

1. Populasi

Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang

melakukan pemeriksaan kadar kreatinin yang berkunjung di Rumah Sakit

Santa Anna Kota Kendari sebanyak 216 pasien (Januari-Maret 2016).

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukan

pemeriksaan kadar kreatinin yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna

Kota Kendari.

a. Kriteria sampel

1. Kriteria inklusi

Semua pasien yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna

Kota Kendari yang bersedia melakukan pemeriksaan kadar

kreatinin

2. Kriteria eksklusi

Pasien yang tidak bersedia melakukan pemeriksaan kadar

kreatinin

b. Besar sampel

Tehnik pengambilan Sampel yaitu menggunakan metode

Accidental sampling (Saryono, 2011). Jika populasi > 100 maka di

ambil sampel 15-30% dan jika populasi < 100 maka di ambil sampel

25-50% (Notoatmojo, 2005).

Page 32: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

19

Maka populasi tahun 2016 mulai dari bulan Januari sampai Maret

yaitu sebanyak 216 pasien.

216 X 15

100 = 32 pasien

Berdasarkan hal tersebut jumlah sampel yang di ambil adalah

sebanyak 32 pasien.

D. Prosedur Pengumpulan Data

Data dari penelitian ini di kumpulkan dari awal penelitian yaitu

pengumpulan jurnal, buku atau literatur-literatur yang mendukung penelitian.

Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel pada pasien, baik pasien rawat

inap maupun pasien rawat jalan yang melakukan pemeriksaan kadar kreatinin

di Laboratorium Rumah Sakit santa Anna Kota Kendari dan mengambil hasil

pemeriksaan tekanan darah pasien yang melakukan pemeriksaan kadar

kreatinin baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap di ruang

keperawatan. Hasil pemeriksaan kemudian di olah dan di laporkan sebagai

data hasil penelitian.

E. Instrumen Penelitian

1. Fotometer 5010 1 buah

2. Sentrifuge 1 buah

3. Mikropipet 1000 𝜇𝑙, 100 𝜇𝑙 1 buah

4. Spoit 32 buah

5. Tourniquet (alat pembendung) 1 buah

6. Kapas alkohol 70 %

7. Tabung reaksi 32 buah

8. Rak tabung 1 buah

9. Tips biru dan kuning

10. Formulir pendaftaran pasien

11. Alat tulis

12. larutan standar

13. larutan blangko

14. sampel darah

Page 33: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

20

F. Prosedur Pemeriksaan Laboratorium

1. Pra analitik

a. Pada tahap ini mencakup persiapan pasien, sampel, reagen yang akan

digunakan terlebih dahulu diperiksa, dan alat yang akan dipakai.

1. persiapan pasien : tidak ada persiapan khusus

2. persiapan sampel : darah sebanyak 2 cc yang ditampung dalam

tabung centrifuge yang kemudian di centrifuge selama 5 menit.

3. Persiapan Reagen berupa larutan kerja dan standar terlebih dahulu

diperiksa tanggal kadaluarsa reagen tersebut.

4. Persiapan alat berupa spektrofotometer yang harus dinyalakan

terlebih dahulu.

2. Analitik

1. Alat dan Bahan

a. Alat

1. tabung reaksi

2. centrifuge

3. klinikpett

4. rak tabung

5. spektrofotometer

6. tips biru dan kuning

7. tourniquet (alat pembendung)

b. Bahan

1. sampel darah

2. larutan standar

3. larutan blangko

4. spoit

5. kapas alkohol 70 %

6. plester

2. Cara pengambilan sampel (darah vena)

a. Disiapkan alat dan bahan

Page 34: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

21

b. Dilakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah, usahakan

pasien senyaman mungkin.

c. Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan data di lembar

permintaan.

d. Diminta pasien untuk meluruskan lengannya, pilih lengan yang

banyak melakukan aktivitas.

e. Diminta pasien untuk mengepalkan tangannya.

f. Dipasang tali pembendung (tourniquet) kira – kira 10 cm diatas

lipat siku.

g. Dipilih bagian vena median cubiti. Lakukan perabaan (palpasi)

untuk memastikan posisi vena, vena teraba seperti sebuah pipah

kecil, elastis dan memiliki dinding tebal.

h. Desinfeksi kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas

alkohol 70 % dan biarkan kering.

i. Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap keatas.

Jika jarum telah masuk kedalam vena, akan terlihat darah masuk

kedalam semprit.

j. Setelah volume darah dianggap cukup, minta pasien membuka

kepalan tangannya.

k. Letakan kapas kering ditempat suntikan lalu segerah lepaskan /

tarik jarum. Minta pasien menekan kapas tersebut beberapa menit,

sampai bekas tusukan tadi tidak mengeluarkan darah, dan

pasangkan plester.

l. Dilepaskan jarum dan spoitnya dan alirkan darah ke dalam tabung

yang tersedia melalui dinding tabung.

m. Spoit bekas pakai di buang pada tempat pembuangan khusus

(bahan infeksius)

n. Kemudian darah di sentrifus untuk dilakukan pemeriksaan kadar

kreatinin.

Page 35: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

22

3. Prosedur kerja pemeriksaan kadar kreatinin

Tabel 4.1 Prosedur kerja pemeriksaan kadar kreatinin

3. Pasca analitik

Pada tahap pasca analitik ini mencakup pembacaan hasil, dan

pencatatan hasil

a. Pembacaan hasil

b. Nilai normal : pada pria nilai normalnya 0,6 -1,2 mg/dl, dan pada

perempuan 0,5 – 1,0 mg/dl.

G. Jenis Data

Dalam penelitian ini data yang di kumpulkan meliputi :

1. Data primer : Pemeriksaan kadar kreatinin

2. Data sekunder : Hasil pemeriksaan tekanan darah.

H. Pengolahan Data

Data yang di peroleh selanjutnya dianalisa dengan uji koefisien korelasi

antara tekanan darah dengan kadar kreatinin.

I. Analisis Data

a. Analisis univariat

Untuk mendeskripsikan hubungan tekanan darah dengan kadar

kreatinin yang di gunakan pada penelitian ini dengan memperhatikan nilai

tendensi sentral yaitu mean, median dan modus kemudian di sajikan dalam

bentuk tabel distribusi frekuensi dengan rumus :

Pipet ke dalam

tabung reaksi

Blanko (μl) Standar (μl) Sampel

(μl)

1. Larutan kerja kadar

kreatinin 1000 1000 1000

2. Larutan standar - 100 -

3. Sampel - - 100

4. 𝐻2O 100 - -

campur dan langsung baca di Spektrofotometer pada 492 nm

Page 36: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

23

P = 𝐹

𝑁 X 100 %

Keterangan :

P = besar persentase

F = Frekuensi

N = Jumlah (Budiarto, 2002)

b. Analisis Bivariat

Uji korelasi bertujuan untuk menguji hubungan antara dua variabel

yang tidak menunjukan hubungan fungsional (berhubungan yang bukan

berarti disebabkan). Keeratan hubungan ini dinyatakan dalam bentuk

koefisien korelasi. Nilai koefisien merupakan nilai yang digunakan untuk

mengukur kekuatan (keeratan) suatu hubungan antar variabel.

rumus :

r = nΣxy – (Σx) (Σy)

√{nΣx² – (Σx)²} {nΣy2 – (Σy)

2}

Dimana :

n = Banyaknya Pasangan data X dan Y

Σx = Total Jumlah dari Variabel X

Σy = Total Jumlah dari Variabel Y

Σx2= Kuadrat dari Total Jumlah Variabel X

Σy2= Kuadrat dari Total Jumlah Variabel Y

Σxy= Hasil Perkalian dari Total Jumlah Variabel X dan Variabel Y

Sifat korelasi akan menentukan arah dari korelasi. Keeratan korelasi

dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. 0,00 sampai dengan 0,20 berarti korelasi memiliki keeratan sangat

lemah.

2. 0,21 sampai dengan 0,40 berarti korelasi memiliki keeratan lemah.

3. 0,41 sampai dengan 0,70 berarti korelasi memiliki keeratan kuat.

4. 0,71 sampai dengan 0,90 berarti korelasi memiliki keeratan sangat

kuat.

Page 37: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

24

5. 0,91 sampai dengan 0,99 berarti korelasi memiliki keeratan sangat

kuat sekali.

6. 1 berarti korelasi sempurna

J. Penyajian Data

Data yang di peroleh dari hasil pengujian di sajikan dalam bentuk tabel

selanjutnya di olah secara statistik dengan mengg unakan uji korelasi.

K. Etika Penelitian

1. Informed consent

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti

dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan.

Informed consent tersebut di berikan sebelum penelitian dilakukan dengan

memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden.

2. Anonimity (tanpa nama)

Masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek

penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama

responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar

pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan di sajikan

3. Kerahasiaan (confidentiality)

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan

kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah

lainya. Semua informasi yang telah di kumpulkan dijamin kerahasiaannya

oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan di laporkan pada

hasil riset (Hidayat, 2013).

Page 38: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

25

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran lokasi penelitian

a. Letak geografis

Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari merupakan salah satu

Rumah Sakit Umum Swasta yang ada di Kota Kendari yang terletak di

Jl. Dr. Moh Hatta No. 65 A Kendari, dengan luas lahan 5.138 m² dan

luas bangunan 3.340 m², batas-batas wilayah Rumah Sakit Santa Anna

Kota Kendari adalah sebagai berikut :

1. Sebelah barat : Bank BNI

2. Sebelah timur : SMP Negeri 2 Kendari

3. Sebelah utara : Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius

4. Sebelah selatan : Pelelangan

b. Sarana dan Prasarana

Sarana yang terdapat di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari

yaitu :

1. Ruang Kepala Rumah Sakit,

2. Ruang Sekretaris,

3. Unit Gawat Darurat,

4. Ruang Laboratorium,

5. Ruang Instalasi Radiologi,

6. Rekam Medik,

7. Ruang Apotek,

8. Ruang Poli Gigi dan Mulut,

9. Ruang Poli Bedah,

10. Ruang Poli Kulit dan Kelamin,

11. Ruang Poli Orthopedi,

12. Ruang Poli THT,

13. Ruang Poli OBSGYN,

14. Ruang Poli Kandungan dan Kebidanan,

Page 39: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

26

15. Ruang Poli Penyakit Dalam,

16. Ruang Poli Umum,

17. Ruang Poli Jantung dan Pembuluh Darah,

18. Ruang Poli Anak,

19. Ruang VIP dan VVIP,

20. Ruang Bersalin,

21. Ruang Bayi,

22. Ruang Isolasi,

23. Ruang Operasi,

24. Loket pendaftaran,

25. Loket pembayaran,

26. Kasir,

27. Ruang tunggu.

Dalam menunjang kegiatan, Rumah Sakit Santa Anna Kota

Kendari dilengkapi dengan kendaraan roda empat (mobil ambulance).

c. Ketenagaan

Jumlah tenaga kerja yang ada di Rumah Sakit Santa Anna Kota

Kendari pada tahun 2015 sebanyak 186 orang (114 tenaga medis dan

72 tenaga non medis) yang terdiri dari :

Tabel 5.1 Jenis dan Jumlah Tenaga Medis dan Non Medis Rumah

Sakit Santa Anna Kota Kendari Tahun 2015

No. Jenis tenaga Status ketenagaan

Total Tetap Mitra

1. Dokter umum 1 7 8

2. Dokter Spesialis 1 22 23

3. Dokter gigi 0 2 2

4. Perawat 54 0 54

5. Bidan 8 0 8

6. Laboratorium 5 0 5

7. Apoteker 2 0 2

8. Asisten Apoteker 3 0 3

9. Ahli Gizi 1 0 1

10. Radiografer 1 0 1

11. Asisten Radiologi 3 0 3

Page 40: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

27

12. Asisten Anasthesi 0 3 3

13. Fisioterapi 0 1 1

14. Non Medis 72 0 72

Jumlah 151 35 186

Sumber : Data Based RS. Santa Anna Tahun 2015

d. Fasilitas Laboratorium

Laboratorium Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari terdiri atas

beberapa ruangan yaitu :

1. Ruang sampling

2. Ruang pemeriksaan sampel

Laboratorium Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari di

lengkapi dengan beberapa jenis pemeriksaan yaitu :

a. Pemeriksaan Darah rutin yang terdiri atas pemeriksaan

Homoglobin (Hb), Trombosit, Eritrosit, Leukosit, MCH, MCV,

MCHC dengan menggunakan alat Hematologi Analyzer

b. Pemeriksaan kimia darah yang terdiri atas pemeriksaan SGOT,

SGPT, Asam urat, Ureum, Kreatinin, Glukosa (Glukosa darah

sewaktu (GDS), Glukosa darah puasa (GDP), Glukosa darah 2

jam PP), Bilirubin direct, Bilirubin total, Cholestrol total,

Cholestrol HDL, Cholestrol LDL, Albumin, Globulin,

Trigliserida. Dengan menggunakan alat Fotometer dan Strip

test.

c. Pemeriksaan Laju endap darah (LED)

d. Pemeriksaan Urinalisa : Kimia urin (Sedimen urin (dengan alat

mikroskop), Carik celup/strip,)

e. Pemeriksaan Imunoserologi : HBsAg, Widal Test @ 8 vial,

Widal Test @ 4 vial, Golongan Darah, Plano Test (tes

kehamilan)

Page 41: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

28

2. Analisis Univariat

a. Tekanan darah

Hasil penelitian pemeriksaan tekanan darah di Rumah Sakit

Santa Anna Kota kendari di dapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel 5.2 Distribusi frekuensi hasil pemeriksaan tekanan darah

Tekanan darah N %

Normal 13 40,6

Tidak normal 19 59,4

Jumlah 32 100

Sumber : Data Sekunder 2016

Berdasarkan tabel 5.3 menunjukan bahwa dari 32 responden,

responden yang tekanan darah normal yaitu sebanyak 13 sampel

dengan persentase 40,6 %, tekanan darah tidak normal yaitu sebanyak

19 sampel dengan persentase 59,4 %.

b. Kadar kreatinin

Berdasarkan penelitian yang di lakukan dengan pemeriksaan

kadar kreatinin di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari di dapatkan

hasil sebagai berikut :

Tabel 5.3 Distribusi frekuensi hasil pemeriksaan sampel kadar

kreatinin

Kadar kreatinin N %

Normal 18 56,3

Tidak normal 14 43,7

Jumlah 32 100

Sumber : Data Primer 2016

Berdasarkan tabel 5.2 menunjukan bahwa dari 32 responden

yang kadar kreatinin normal yaitu sebanyak 18 sampel dengan

persentase 56,3 % kadar kreatinin tidak normal yaitu sebanyak 14

sampel dengan persentase 43,7 %.

Page 42: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

29

3. Analisa bivariat

a. Analisis hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin

Hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin dengan jumlah

sampel sebanyak 32 sampel dapat di lihat pada tabel berikut :

Tabel 5.4 Distribusi frekuensi hubungan tekanan darah dengan

kadar kreatinin

Sumber : Data Terolah 2016

Berdasarkan tabel 5.4 menunjukan bahwa distribusi sampel

berdasarkan pemeriksaan tekanan darah dan kadar kreatinin di

dapatkan hasil antara tekanan darah dengan kadar kreatinin normal

sebanyak 11 sampel dengan persentase 34,4%, hasil tekanan darah

normal dan kadar kreatinin tidak normal sebanyak 2 sampel dengan

persentase 6,2%, hasil tekanan darah tidak normal dan kadar kreatinin

normal sebanyak 7 sampel dengan persentase 21,9%, hasil tekanan

darah dan kadar kreatinin tidak normal sebanyak 12 sampel dengan

persentase 37,5%.

Berdasarkan tabel 5.4 menunjukan bahwa distribusi sampel yang

berhubungan antara dua variabel tersebut (tekanan darah dan kadar

kreatinin) yang mengalami kenaikan keduanya sebanyak 23 sampel

dengan persentase 71,9%. Dan variabel yang tidak berhubungan yakni

salah satunya tidak mengalami kenaikan yaitu sebanyak 9 sampel

dengan persentase 28,1%.

No.

Tekanan

Darah

Kadar Kreatinin

Total Nilai r Normal Tidak

normal

n % N % n %

1. Normal 11 34,4 2 6,2 13 56,2

0,727 2.

Tidak

normal 7 21,9 12 37,5 19 43,7

Jumlah 18 56,3 14 43,7 32 100

Page 43: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

30

B. Pembahasan

1. Analisis Univariat

a. Tekanan Darah

Dalam penelitian ini sampel yang di gunakan yaitu sebanyak 32

sampel dan pemeriksaan tekanan darah tidak di lakukan sendiri oleh

peneliti tetapi hasil di dapatkan dari kerjasama antara peneliti dan

keperawatan, selanjutnya hasil yang di peroleh di olah oleh peneliti.

Hasil yang di peroleh dari penelitian pemeriksaan tekanan darah

di sajikan dalam tabel 5.2 yang menunjukan bahwa dari 32 responden,

responden yang tekanan darah normal yaitu sebanyak 13 sampel

dengan persentase 40,6 %, tekanan darah tidak normal yaitu sebanyak

19 sampel dengan persentase 59,4 %.

Tekanan darah merupakan faktor yang penting dalam sistem

sirkulasi. Tekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding

pembuluh darah yang keluar dari jantung (pembuluh arteri) dan yang

kembali ke jantung (pembuluh balik).

Berdasarkan kriteria objektif yang di gunakan peneliti tekanan

darah dikatakan normal, jika tekanan darah sistolik dan diastolik

120/80 mmHg, hal ini juga sesuai dengan panduan National Heart

Lung and Blood institute (NHLBI) dari national Institute of Health

(NIH) yang mendefinisikan tekanan darah normal yaitu berkisar antara

120/80 mmHg. Yakni tekanan darah dikatakan tidak normal, jika

tekanan darah sistolik dan diastolik kurang dari atau lebih dari 120/80

mmHg.

Jika tekanan darah tidak normal maka akan mempengaruhi

hemostasis di dalam tubuh. Jika sirkulasi darah menjadi tidak memadai

lagi, maka terjadilah gangguan pada sistem transportasi oksigen,

karbondioksida, dan hasil-hasil metabolisme lainnya. Penderita

gangguan tekanan darah akan mengakibatkan gangguan pada ginjal

sehingga sekitar 10-15% akan meninggal akibat gagal ginjal. Dan

apabila volume darah dalam tubuh meningkat, maka tekanan darah

Page 44: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

31

juga akan meningkat. Sebaliknya, jika terjadi pengurangan aktivitas

jantung dalam memompa, arteri mengalami pelebaran, sehingga cairan

yang keluar dari sirkulasi tidak terhambat, dengan demikian tekanan

darah pun mengalami penurunan. Pengontrolan tekanan darah

merupakan hal yang sangat penting.

b. Kadar kreatinin

Dalam penelitian ini sampel yang digunakan yaitu sebanyak 32

sampel. Sampel yang di ambil yaitu pasien yang berkunjung di Rumah

Sakit Santa Anna Kota Kendari yang bersedia melakukan pemeriksaan

kadar kreatinin baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap.

Pasien yang bersedia melakukan pemeriksaan kadar kreatinin

melakukan pemeriksaan di laboratorium Rumah sakit Santa Anna Kota

Kendari, peneliti melakukan pengambilan sampel kepada pasien,

selanjutnya sampel di periksa sesuai prosedur yang sudah di tetapkan

dengan menggunakan fotometer 5010.

Hasil yang di peroleh dari penelitian pemeriksaan kadar kreatinin

di sajikan dalam tabel 5.3 yang menunjukan bahwa dari 32 responden

yang kadar kreatinin normal yaitu sebanyak 18 sampel dengan

persentase 56,3 % kadar kreatinin tidak normal yaitu sebanyak 14

sampel dengan persentase 43,7 %.

Berdasarkan kriteria objektif yang di gunakan peneliti dimana

kadar kreatinin di katakan normal jika kadar kreatinin pada laki-laki

yakni 0,6 – 1,2 mg/dl dan pada perempuan yakni 0,5 – 1,0 mg/dl dan

kadar kreatinin di katakan tidak normal jika kadar kreatinin pada laki-

laki yakni kurang dari 0,6 mg/dl dan lebih dari 1,2 dan pada

perempuan yakni kurang dari 0,5 mg/dl dan lebih dari 1,0.

Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan hampir

konstan dan diekskresi dalam urin dengan kecepatan yang sama.

Pemeriksaan kadar kreatinin dalam darah merupakan salah satu

parameter yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal, karena

Page 45: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

32

kreatinin diekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi filtrasi dan

sekresi, konsentrasinya relative sama dalam plasma dari hari ke hari,

kadar kreatinin yang abnormal mengisyaratkan adanya gangguan

fungsi ginjal, dan dapat menyebabkan komplikasi tambahan sehingga

dapat berlanjut dengan kematian.

c. Analisis Bivariat

a. Analisis hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan

darah dengan kadar kreatinin pada pasien yang berkunjung di Rumah

Sakit Santa Anna Kota Kendari.

Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu untuk tekanan

darah dengan melakukan pengambilan hasil atau data dari keperawatan

Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari dan untuk kadar kreatinin yaitu

pasien yang bersedia melakukan pemeriksaan kadar kreatinin di

Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari.

Pengambilan sampel kadar kreatinin dilakukan kepada pasien

yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari baik pasien

rawat jalan maupun pasien rawat inap dengan jumlah sampel sebanyak

32 sampel yang di peroleh dari rumus besaran sampel. Sampel yang di

teliti di ambil dengan menggunakan metode accidental sampling dan

kriteria sampel yang di periksa pada penelitian ini yaitu semua pasien

yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari yang

bersedia melakukan pemeriksaan kadar kreatinin, setelah di lakukan

pengambilan sampel dari pasien, selanjutya sampel di periksa dengan

menggunakan fotometer 5010 sesuai dengan prosedur kerja yang

sudah di tetapkan.

Hasil yang di dapatkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa

distribusi sampel berdasarkan pemeriksaan tekanan darah dan kadar

kreatinin di dapatkan hasil antara tekanan darah dengan kadar kreatinin

normal sebanyak 11 sampel dengan persentase 34,4%, hasil tekanan

darah normal dan kadar kreatinin tidak normal sebanyak 2 sampel

Page 46: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

33

dengan persentase 6,2%, hasil tekanan darah tidak normal dan kadar

kreatinin normal sebanyak 7 sampel dengan persentase 21,9%, hasil

tekanan darah dan kadar kreatinin tidak normal sebanyak 12 sampel

dengan persentase 37,5%.

Berdasarkan hasil yang di peroleh dari penelitian tentang

hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin pada pasien yang

berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari, dapat

dinyatakan bahwa hipotesis di terima antara hubungan tekanan darah

dengan kadar kreatinin yakni apabila tekanan darah mengalami

kenaikan dan kadar kreatinin juga mengalami kenaikan. Berdasarkan

tabel 5.4 menunjukan bahwa yang berhubungan antara dua variabel

tersebut dimana variabel bebas dan variabel terikat (tekanan darah dan

kadar kreatinin) keseluruhan antara variabel yang mengalami kenaikan

keduanya sebanyak 23 sampel dengan persentase 71,9%. Dan variabel

yang tidak berhubungan yakni salah satunya tidak mengalami kenaikan

yaitu sebanyak 9 sampel dengan persentase 28,1%. Dalam hal ini

variabel yang mengalami kenaikan antara ke duanya lebih banyak dari

pada variabel yang hanya salah satunya yang mengalami kenaikan

yakni 71,9% dan 28,1%.

Berdasarkan hasil analisa dengan 32 sampel menggunakan uji

korelasi di peroleh signifikan nilai r = 0,727 artinya korelasi

mempunyai keeratan sangat kuat.

Dalam hal ini penelitian hubungan tekanan darah dengan kadar

kreatinin pada pasien yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna

Kota Kendari di dapatkan hasil dimana hipotesis di terima antara

hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin dimana korealsi

positif dengan keeratan hubungan sangat kuat.

Pada penelitian (Mardona, 2013), dengan sampel sebanyak 20

sampel menyatakan nilai korelasi positif dengan keeratan hubungan

yang kuat antara pengaruh kadar kreatinin terhadap tekanan darah

dengan nilai signifikan r = 0,415.

Page 47: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

34

Berdasarkan hasil penelitian antara penelitian hubungan tekanan

darah dengan kadar kreatinin pada pasien yang berkunjung di Rumah

Sakit Santa Anna Kota Kendari dengan penelitian Mardona, 2013 tidak

sejalan karena keduanya mempunyai perbedaan yang mengarah pada

jumlah sampel dan nilai korelasi, dimana jumlah sampel yang di

gunakan pada penelitian Mardona, 2013 sebanyak 20 sampel dengan

keeratan hubungan kuat dengan nilai r = 0,415, sedangkan penelitian

hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin pada pasien yang

berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari menggunakan

sampel sebanyak 32 sampel dengan keeratan hubungan sangat kuat

dengan nilai r = 0,727.

Page 48: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

35

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Rumah Sakit Santa

Anna Kota Kendari dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil yang di peroleh dari penelitian pemeriksaan tekanan darah

menunjukan bahwa dari 32 responden, responden yang tekanan darah

normal yaitu sebanyak 13 sampel dengan persentase 40,6 %, tekanan

darah tidak normal yaitu sebanyak 19 sampel dengan persentase 59,4

%.

2. Hasil yang di peroleh dari penelitian pemeriksaan kadar kreatinin

menunjukan bahwa dari 32 responden yang kadar kreatinin normal

yaitu sebanyak 18 sampel dengan persentase 56,3 % kadar kreatinin

tidak normal yaitu sebanyak 14 sampel dengan persentase 43,7 %.

3. Analisis hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin pada pasien

yang berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari di

dapatkan hasil dimana hipotesis di terima antara hubungan tekanan

darah dengan kadar kreatinin dimana korelasi positif dengan keeratan

hubungan sangat kuat.

B. Saran

1. Bagi akademik agar bisa dijadikan sebagai sumbangan informasi dan

ilmiah dalam memperkaya ilmu pengetahuan khususnya di bidang

kesehatan.

2. Bagi peneliti selanjutnya agar bisa di jadikan sebagai bahan masukan

atau perbandingan, dan di harapkan peneliti selanjutnya menggunakan

sampel yang lebih banyak sehingga bisa lebih menguatkan tentang

hubungan tekanan darah dengan kadar kreatinin.

3. Bisa di jadikan sebagai bahan tambahan pengetahuan dan informasi

bagi masyarakat khususnya untuk tekanan darah dan kadar kreatinin.

Page 49: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

DAFTAR PUSTAKA

Alfarisi, Salman.,dkk. 2012. Perbedaan Kadar Kreatinin Serum Pasien Diabetes

Melitus Tipe 2 Yang Terkontrol Dengan Yang Tidak Terkontrol Di Rsud

Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2012. Majority (Medical

Journal Of Lampung University), 130.

Anggara, Febby Haendra Dwi., dkk. 2013. Faktor-faktor yang Berhubungan

dengan Tekanan Darah Di Puskesmas Telaga Murni Cikarang Barat Tahun

2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1) .

Amiruddin, Muh A., dkk. 2015. Analisa Hasil Pengukuran Tekanan Darah Antara

Posisi Duduk Dan Posisi Berdiri Pada Mahasiswa Semester Vii (Tujuh) Ta.

2014/2015 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal E-

Biomedik (Ebm), 126.

Asfuah, Siti. 2012. Buku Saku Klinik Keperawatan Dan Kebidanan. Yogyakarta :

Nuha Medika.

Chin, A & Badri, M. 2012. The Clinical, Electrocardiographic and

Echocardiagraphic Characteristics and Long-Term Outcome of Patients

With Tachycardia-Induced Cardiomyopathy. Journal of Cardiovasculer.

Data Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari. 2015.

Junaidi, Iskandar. 2010. Hipertensi. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1792/Menkesiskixiii

2010 Tentang Pedoman Pemeriksaan Kimia Klinik. 2012.

Mardona. 2013. Pengaruh Kadar Kreatinin Terhadap Tekanan Darah Pasien yang

Berkunjung Di Laboratorium Rumah Sakit Umum Abunawas.

Nainggolan, Fernando., dkk. 2015. Rancangan Bangun Sistem Pemantau dan

Transmisi Data Tekanan Darah pada Mobile Platform Android. Jurnal Of

Control and Network System Vol 4, No.1.

Nelson, E. 2009. Hubungan Antara Mikroalbuminuria yang di Nilai dengan Rasio

Kreatinin dengan Hipertensi Ventrikel Kiri pada Penderita Hipertensi

Esensial.

Notoatmojo, S. 2005. Motodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka cipta.

Palmer, Anna., dkk. 2007. Tekanan Darah Tinggi. Jakarta : Erlangga.

Pusat Data dan lnformasi Kementerian Kesehatan Rl (2014). Jakarta

Sabarudin, A., dkk. 2012. Sequential Injection-flow Reversal Mixing (SI-FRM)

untuk Penentuan Kreatinin Dalam Urin. Jurnal MIPA 35 (2) : 157-164.

Page 50: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Setyaningsih, Asri., dkk. 2013. Perbedaan Kadar Ureum dan Creatinin pada Klien

Yang Menjalani Hemodialisa dengan Hollow Fiber Baru dan Hollow Fiber

Reuse Di Rsud Ungaran. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah. Vol 1, No.1,

Hal 16.

Sustrani, Lanny., dkk. 2006. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Zullyandri. 2015. Penerapan FotoMetri.

Page 51: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 52: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

RUMAH SAKIT SANTA ANNA KOTA KENDARI

LABORATORIUM

Jl Dr. Moh. Hatta No. 65 Kota Kendari Tlp. (0401) 3123092

MASTER TABEL HASIL PEMERIKSAAN

Hasil Pemeriksaan Hubungan Tekanan Darah dengan Kadar Kreatinin pada

Pasien yang Berkunjung di Rumah Sakit Santa Anna Kota kendari

No. Kode

Sampel

Jenis

Kelamin

Tekanan

Darah

(mmHg)

Kategori

Kadar

Kreatinin

(mg/dl)

Kategori

1. Sampel 1 L 130/80 Tinggi 1,3 Tinggi

2. Sampel 2 P 120/80 Normal 1 Normal

3. Sampel 3 L 130/90 Tinggi 1,4 Tinggi

4. Sampel 4 L 120/80 Normal 1,2 Normal

5. Sampel 5 P 120/90 Normal 1,3 Tinggi

6. Sampel 6 L 140/90 Tinggi 2,0 Tinggi

7. Sampel 7 P 100/80 Rendah 0,7 Normal

8. Sampel 8 P 140/90 Tinggi 3,2 Tinggi

9. Sampel 9 L 130/80 Tinggi 1,6 Tinggi

10. Sampel 10 P 120/80 Normal 0,8 Normal

11. Sampel 11 L 120/80 Normal 1,0 Normal

12. Sampel 12 L 120/90 Normal 0,8 Normal

13. Sampel 13 P 120/80 Normal 1,0 Normal

14. Sampel 14 L 130/80 Tinggi 1,1 Normal

15. Sampel 15 P 110/80 Rendah 0,7 Normal

16. Sampel 16 L 140/80 Tinggi 1,7 Tinggi

17. Sampel 17 L 130/70 Tinggi 1,1 Normal

18. Sampel 18 L 130/80 Tinggi 1,8 Tinggi

19. Sampel 19 P 150/90 Tinggi 1,5 Tinggi

20. Sampel 20 L 120/80 Normal 0,8 Normal

21. Sampel 21 P 110/80 Rendah 0,8 Normal

22. Sampel 22 L 100/80 Rendah 0,8 Normal

23. Sampel 23 P 120/90 Normal 1 Normal

24. Sampel 24 L 120/80 Normal 0,8 Normal

25. Sampel 25 L 120/90 Normal 0,8 Normal

26. Sampel 26 L 120/80 Normal 0,8 Normal

27. Sampel 27 L 130/90 Tinggi 1,5 Tinggi

28. Sampel 28 L 130/80 Tinggi 1,3 Tinggi

29. Sampel 29 P 130/80 Tinggi 1,5 Tinggi

Page 53: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 54: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Hasil Uji Koefisien Korelasi

Tabel Pengolahan Data

No. X Y X.Y X² Y²

1. 130 1,3 169 16.900 1,69

2. 120 1 120 14.400 1

3. 130 1,4 182 16.900 1,96

4. 120 1,2 144 14.400 1,44

5. 120 1,3 156 14.400 1,69

6. 140 2,0 280 19.600 4

7. 100 0,7 70 10.000 0,49

8. 140 3,2 448 19.600 10,24

9. 130 1,6 208 16.900 2, 56

10. 120 0,8 96 14.400 0,64

11. 120 1,0 120 14.400 1

12. 120 0,8 96 14.400 0,64

13. 120 1,0 120 14.400 1

14. 130 1,1 143 16.900 1,21

15. 110 0,7 77 12.100 0,49

16. 140 1,7 238 19.600 2,89

17. 130 1,1 143 16.900 1,21

18. 130 1,8 234 16.900 3,24

19. 150 1,5 225 22.500 2,25

20. 120 0,8 96 14.400 0,64

21. 110 0,8 88 12.100 0,64

22. 100 0,8 80 10.000 0,64

23. 120 1 120 14.400 1

24. 120 0,8 96 14.400 0,64

25. 120 0,8 96 14.400 0,64

26. 120 0,8 96 14.400 0,64

27. 130 1,5 195 16.900 2,25

28. 130 1,3 169 16.900 1,69

29. 130 1,5 195 16.900 2,25

30. 120 1,1 132 14.400 1,21

31. 110 0,8 88 12.100 0,64

32. 130 1,4 182 16.900 1,96

Jumlah 3.960 38,6 4.902 493.800 54,48

Ket : x : Tekanan darah

y : Kadar kreatinin

Page 55: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Uji korelasi

Dik : x = 3.960

y = 38,6

x² = 493.800

y ² = 54,48

x.y = 4.902

r = 𝑛 𝑥 .𝑦 –( 𝑥 . 𝑦)

(𝑛 𝑥²−( 𝑥)²) . (𝑛 𝑦²−( 𝑦)² )

r = 32 . 4902 − (3960 . 38,6)

(32 . 493800− 3960 2 ) . (32 . 54,48− 38,6 2)

r = 156864 −152856

15801600 −15681600 . (1743,36−1489,96)

r = 4008

120000 . (253,4)

r = 4008

30408000

r = 4008

5514 ,34

r = 0,727

Page 56: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Graph

Page 57: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Frequencies

Statistics

Tekanan_Darah Kadar_Kreatinin

N Valid 32 32

Missing 0 0

Frequency Table

Tekanan_Darah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative

Percent

Valid

Norma 13 40.6 40.6 40.6

Abnormal 19 59.4 59.4 100.0

Total 32 100.0 100.0

Kadar_Kreatinin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative

Percent

Valid

Normal 18 56.3 56.3 56.3

Abnormal 14 43.8 43.8 100.0

Total 32 100.0 100.0

Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Tekanan_Darah *

Kadar_Kreatinin 32 100.0% 0 0.0% 32 100.0%

Tekanan_Darah * Kadar_Kreatinin Crosstabulation

Count

Kadar_Kreatinin Total

Normal Abnormal

Tekanan_Darah Normal 11 2 13

Abnormal 7 12 19

Total 18 14 32

Page 58: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

DATA LENGKAP PASIEN

Formulir Pendaftaran Pasien

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin :

Pekerjaan :

Tinggi Badan :

Berat Badan :

Tekanan Darah :

Kadar Kreatinin :

Mengetahui, Juli 2016

Pemeriksa

Page 59: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 60: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 61: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …
Page 62: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Dokumentasi proses pemeriksaan sampel kadar kreatinin

Gambar 1 : Peneliti melakukan Gambar 2 : Peneliti melakukan

pengambilan sampel proses pemipetan

Gambar 3 : Peneliti melakukan proses pemeriksaan kadar kreatinin

Page 63: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …

Dokumentasi alat dan bahan yang di gunakan dalam proses pemeriksaan

kadar kreatinin

Gambar 1 : Reagen Kreatinin Gambar 2 : Mikropipet

Gambar 3 : Fotometer 5010

Page 64: HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KADAR KREATININ …