Etika Bisnis dan Lingkungan Legal Bisnis

of 16 /16
Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved. 1 BAB V BAB V ETIKA BISNIS DAN LINGKUNGAN ETIKA BISNIS DAN LINGKUNGAN LEGAL BISNIS LEGAL BISNIS

Transcript of Etika Bisnis dan Lingkungan Legal Bisnis

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

11

BAB VBAB VETIKA BISNIS DAN LINGKUNGAN ETIKA BISNIS DAN LINGKUNGAN

LEGAL BISNISLEGAL BISNIS

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

22

Sasaran PembelajaranSasaran Pembelajaran

1.1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep etika bisnis dan Mahasiswa mampu menjelaskan konsep etika bisnis dan tanggungjawab sosial. tanggungjawab sosial.

2.2. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi etika Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi etika individu dan dilema etis secara umum di tempat kerja.individu dan dilema etis secara umum di tempat kerja.

3.3. Mendiskusikan bagaimana organisasi membentuk Mendiskusikan bagaimana organisasi membentuk perilaku etis.perilaku etis.

4.4. Menjelaskan bagaimana mengukur tanggung jawab Menjelaskan bagaimana mengukur tanggung jawab sosial perusahaan.sosial perusahaan.

5.5. Merangkum tanggungjawab bisnis terhadap publik, Merangkum tanggungjawab bisnis terhadap publik, konsumen, dan karyawan.konsumen, dan karyawan.

6.6. Mahasiswa mampu menjelaskan mengapa investor dan Mahasiswa mampu menjelaskan mengapa investor dan komunitas financial memiliki keterkaitan dengan etika komunitas financial memiliki keterkaitan dengan etika bisnis dan tanggungjawab sosial.bisnis dan tanggungjawab sosial.

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

PENGERTIAN PENGERTIAN

Nickels et.al. (2009:117) mendefinisikan etika (ethics) Nickels et.al. (2009:117) mendefinisikan etika (ethics) ebagai standar perilaku bermoral, yaitu perilaku yang ebagai standar perilaku bermoral, yaitu perilaku yang diterima oleh masyarakat sebagai benar versus salah. diterima oleh masyarakat sebagai benar versus salah.

Alma (2009:184) Etika diartikan sebagai suatu Alma (2009:184) Etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (perbuatan standar (standart of conductstandart of conduct) yang ) yang memimpin individu dalam membuat keputusan.memimpin individu dalam membuat keputusan.

3

• Boone and Curtz (2002:44) Boone and Curtz (2002:44) Etika Bisnis yaitu Etika Bisnis yaitu standar perilaku dan nilai-nilai moral yang standar perilaku dan nilai-nilai moral yang mengontrol tindakan serta keputusan di mengontrol tindakan serta keputusan di lingkungan pekerjaanlingkungan pekerjaan

Bertens (2000) etika bisnis adalah pemikiran atau Bertens (2000) etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnisbisnis

2-4

Gambar 5.1 Keputusan Bisnis dari Segi Etis Gambar 5.1 Keputusan Bisnis dari Segi Etis dan Hukumdan Hukum

EthicalEthical

UnethicalUnethical

IllegalIllegal LegalLegal

UnethicaUnethical and l and IllegalIllegal

UnethicaUnethical but l but LegalLegal

Ethical Ethical butbut

IllegalIllegal

Ethical Ethical and and LegalLegal

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

Etika dan Hukum

Etika melampaui sekedar kepatuhan pada hukum. Etika juga melibatkan diturutinya standar moral yang diterima oleh masyarakat.

Etika berbeda dari legalitas. Etika mencerminkan hubungan orang dengan

orang lain yang pantas. Legalitas lebih membatasi

Legalitas hanya hanya merujuk pada hukum tertulis untuk melindungi orang dari penipuan, pencurian, dan kekerasan.

2-5

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

Keputusan bisnis yang etis Nickels et.al. (2009:145) keputusan

bisnis dapat diperiksa melalui pemeriksaan etika dengan mengajukan tiga pertanyaan: Apakah keputusan itu legal? Apakah keputusa itu seimbang? Bagaimana perasaan saya terhadap

keputusan itu?

2-6

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.2-7

1. Konflik Kepentingan—situasi dimana keputusan yang diambil terpengaruh oleh potensi keuntungan pribadi

( suap adadah salah satu bentuk konflik kepentingan).1. Kejujuran & Integritas—mengemukakan fakta yang

sebenarnya dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika didalam semua keputusan bisnis.

2. Loyalitas vs. Kebenaran—pelaku bisnis mengharap-kan para karyawannya untuk loyal sekaligus “benar”.

3. Whistleblowing—pengungkapan karyawan kepada publik, pemerintah maupun media atas praktek-praktek yang sifatnya melanggar etika, ilegal, atau amoral didalam perusahaan/ organisasinya.

Dilema Etis di Tempat KerjaDilema Etis di Tempat Kerja

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.2-8

BAGAIMANA ORGANISASI MEMBENTUK BAGAIMANA ORGANISASI MEMBENTUK PERILAKU ETISPERILAKU ETIS

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

Kesadaran Etis (Ethical Awareness) Aturan perilaku yaitu pernyataan formal yang

merumus-kan bagaimana organisasi berharap dan menuntut karyawan untuk menyelesaikan masalah-masalah etik.

Pertimbangan Etis (Ethical Reasoning) Tidak semua dilema etis memiliki jawaban hitam dan

putih. Banyak yang berada di wilayah abu-abu sehingga perlu dipilah dan dipilih konsekuensi yang mungkin terjadi. Untuk itu diperlukan pelatihan etika.

Tindakan Etis (Ethical Action) Perusahaan membantu karyawan untuk bertindak

etis dengan memberikan penguatan thd tindakan etis dan mengeliminir peluang tindakan tidak etis.

Kepemimpinan Etis (Ethical Leadership) Eksekutif harus menunjukan perilaku etis dalam

kepu-tusan dan tindakan mereka agar dapat dijadikan teladan oleh karywannya.

2-9

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

1010

Boone & Kurtz (2006:57) tanggung jawab sosial perusahaan, Boone & Kurtz (2006:57) tanggung jawab sosial perusahaan, penerimaan manajemen terhadap kewajiban untuk penerimaan manajemen terhadap kewajiban untuk mempertim-bangkan laba, kepuasan pelanggan dan mempertim-bangkan laba, kepuasan pelanggan dan kesejahteraan sosial sebagai nilai yg sepadan dalam kesejahteraan sosial sebagai nilai yg sepadan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. mengevaluasi kinerja perusahaan.

Nickels et.al (2009:128) mengevaluasi kinerja perusahaan Nickels et.al (2009:128) mengevaluasi kinerja perusahaan adalah perhatian yang dimiliki bisnis terhadap kesejahteraan adalah perhatian yang dimiliki bisnis terhadap kesejahteraan masyarakat (pemangku kepentingan) masyarakat (pemangku kepentingan)

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

TANGGUNG JAWAB TERHADAP MASYARAKAT TANGGUNG JAWAB TERHADAP MASYARAKAT UMUMUMUM

1.1. Masalah kesehatan masyarakatMasalah kesehatan masyarakat• Apa yang harus dilakukan dunia bisnis thd produk -produk yg Apa yang harus dilakukan dunia bisnis thd produk -produk yg

secara inheren berba-haya spt rokok, alkohol, makanan berle-secara inheren berba-haya spt rokok, alkohol, makanan berle-mak, senjata api, kendaraan bermotormak, senjata api, kendaraan bermotor

• Bagaimana perlindungan thd kelompok masyarakat yg lemah. Bagaimana perlindungan thd kelompok masyarakat yg lemah. 2.2. Melindungi lingkunganMelindungi lingkungan

• Apa tanggung jawab bisnis terhadap kerusakan lingkungan yg Apa tanggung jawab bisnis terhadap kerusakan lingkungan yg disebabkab oleh produk atau proses operasi mereka spt disebabkab oleh produk atau proses operasi mereka spt polusi.polusi.

• Memproses ulang bahan-bahan yang telah digunakanMemproses ulang bahan-bahan yang telah digunakan3.3. Mengembangkan kualitas tenaga kerjaMengembangkan kualitas tenaga kerja

• Apakah dunia bisnis dapat berkembang dengan SDM yang Apakah dunia bisnis dapat berkembang dengan SDM yang tidak berkualitas.tidak berkualitas.

4.4. Filantropi perusahaanFilantropi perusahaan• Mencakup kontribusi dalam bentuk uang ,peralatan dan Mencakup kontribusi dalam bentuk uang ,peralatan dan

barang serta dukungan terhadap usaha-usaha sukarela para barang serta dukungan terhadap usaha-usaha sukarela para karyawan dan organisasi sosial.karyawan dan organisasi sosial.

1111

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.12

Hak untuk mendapatkan keamanan Hak untuk mendapatkan keamanan Konsumen harus merasa yakin bahwa barang dan Konsumen harus merasa yakin bahwa barang dan

jasa yg mereka beli tidak akan melukai dalam jasa yg mereka beli tidak akan melukai dalam penggunaan yang wajar.penggunaan yang wajar.

Hak mendapatkan informasi.Hak mendapatkan informasi. Konsumen harus punya akses ke informasi produk Konsumen harus punya akses ke informasi produk

yang memadai agar bisa membuat keputusan beli yang memadai agar bisa membuat keputusan beli yang bisa dipertanggung jawabkan.yang bisa dipertanggung jawabkan.

Hak untuk memilihHak untuk memilih Konsumen punya hak untuk memilih barang dan Konsumen punya hak untuk memilih barang dan

jasa yang benar-benar diinginkan dan jasa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkannyadibutuhkannya

Hak untuk didengar.Hak untuk didengar. Konsumen hrus dapat mengekspresikan keluhan Konsumen hrus dapat mengekspresikan keluhan

secara sah ke pihak yang berkepentingan.secara sah ke pihak yang berkepentingan.

TANGGUNG JAWAB PADA PELANGGANTANGGUNG JAWAB PADA PELANGGAN

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

1313

TANGGUNG JAWAB PADA KARYAWANTANGGUNG JAWAB PADA KARYAWAN Keamanan dan keselamatan kerjaKeamanan dan keselamatan kerja

• yaitu keadaan lingkungan/tempat kerja yang yaitu keadaan lingkungan/tempat kerja yang dapat menjamin secara maksimal keselamatan dapat menjamin secara maksimal keselamatan fisik para pekerja.fisik para pekerja.

Masalah kualitas hidupMasalah kualitas hidup• Yaitu jaminan kehidupan yang lebih bervariasi, Yaitu jaminan kehidupan yang lebih bervariasi,

fleksibel, seimbang, misalnya program cuti fleksibel, seimbang, misalnya program cuti keluarga, cuti tahunankeluarga, cuti tahunan

Menjamin kesempatan kerja yg samaMenjamin kesempatan kerja yg sama• Yaitu bebas dari diskriminasiYaitu bebas dari diskriminasi

Perlindungan terhadap pelecehan seksualPerlindungan terhadap pelecehan seksual• Yaitu jaminan terhadap tindakan pelecehan seks Yaitu jaminan terhadap tindakan pelecehan seks

di tempat yg tidak bisa diterima dan tidak di tempat yg tidak bisa diterima dan tidak pantas.pantas.

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

TANGGUNG JAWAB TERHADAP TANGGUNG JAWAB TERHADAP INVESTOR DAN KOMUNITAS KEUANGANINVESTOR DAN KOMUNITAS KEUANGAN Tujuan utama bisnis adalah menghasilkan laba Tujuan utama bisnis adalah menghasilkan laba

bagi para pemegang saham, namun para bagi para pemegang saham, namun para investor dan komunitas keuangan menuntut;investor dan komunitas keuangan menuntut; agar dunia bisnis bersikap etis dan legal agar dunia bisnis bersikap etis dan legal

dalam mengelola transaksi keuangan dalam mengelola transaksi keuangan mereka.mereka.

Agar perusahaan jujur dalam Agar perusahaan jujur dalam mengungkapkan potensi peluang yang adamengungkapkan potensi peluang yang ada

2-14

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

Mengendalikan Perilaku Etis Mengendalikan Perilaku Etis Melalui Melalui Peraturan Per UU anPeraturan Per UU an

Undang – undang persaingan usahaUndang – undang persaingan usaha Undang-undang untuk melindungi Undang-undang untuk melindungi

konsumenkonsumen Undang undang untuk melindungi Undang undang untuk melindungi

tenaga kerjatenaga kerja UU No 7/1992 tentang PerbankanUU No 7/1992 tentang Perbankan

15

Copyright © 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

2-2-1616