Emas Bab II

of 21

  • date post

    27-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Emas Bab II

  • 7/25/2019 Emas Bab II

    1/21

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Geologi Regional

    2.1.1 Morfologi

    Secara morfologi, wilayah Kabupaten Buol dapat dibagi menjadi 3 satuan

    morfologi, yaitu dataran, perbukitan dan pegunungan. (Ratman, !"#, Bahri dkk,

    !!3$

    Satuan Morfologi Dataran. Satuan morfologi ini secara dominan meliputi

    wilayah pesisir Buol %tara & 'engah dari Busak Buol & Bokat, dataran Buol &

    )omunu dan dataran yang relatif sempit di Bunobogu dan Bila. Secara umum

    morfologi ini merupakan permukiman yang sudah lama dibuka. (Ratman, !"#,

    Bahri dkk, !!3$

    Satuan Morfologi Perbukitan. Satuan morfologi ini, dengan ketinggian

    terdapat di bagian utara, yaitu di )omunu bagian utara, *eok barat, Bokat dan

    perbukitan yang memanjang dari barat ke timur, yaitu dari Bongo sampai

    )olanggato di batas timur.(Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    Satuan Morfologi Pegunungan. Satuan ini merupakan bagian terbesar

    morfologi yang terdapat di wilayah Kabupaten Buol. Ketinggian satuan ini berkisar

    antara #++ .-++ m dpl (. )alino$. /ilayah&wilayah yang termasuk dalam

    satuan ini meliputi deret pegunungan )alino, . Bangkalang dan . 'etembu serta

    . 'entolomatinan di pegunungan 0aleleh.(Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    2.1.2 Pola Aliran dan Karakteristik Sungai

    Sungai&sungai di Kabupaten Buol bermuara di laut Sulawesi. Sungai&sungai

    terbesar adalah S. Buol, S. )omunu, S. Bodi dan S. 'olinggula. 0enampang

    morfologi sungai&sungai ini ber1ariasi 24 dan 2%4. 5i samping pola aliran sungai

    dominan yang berpola dendritik, juga pola&pola aliran sungai paralel, rektangular dan

    trelis dapat dianalisis berdasarkan pola morfologi pada rupabumi. (Ratman, !"#,

    Bahri dkk, !!3$

    Tinjauan Pustaka-5

  • 7/25/2019 Emas Bab II

    2/21

    2.2 Stratigrafi dan itologi

    Secara regional di wilayah Kabupaten Buol terdapat terdapat pada )andala

    eologi Sulawesi Barat. Stratigrafi batuan wilayah ini disusun berdasarkan umur

    dari tua ke muda sebagaii berikut. (Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    a. !or"asi Tino"#o

    *itologi penyusun formasi ini berupa la1a basal, basal spilitan, la1a andesit,

    breksi gunung api, batupasir wake, batulanau, patupasir hijau, batugamping merah,

    batugamping kelabu dan batuan termetamorfosa lemah.

    5i Kabupaten Buol satuan ini terdapat di bagian selatan dengan arahmemanjang relatif timur&barat relatif pada wilayah batas dengan kabupaten lain.

    %mur formasi ini diduga 6osen&7ligosen, dengan tebal formasi lebih dari -++ m.

    (Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    #. Batuan $ulkanik

    Batuan gunung api umumnya bersifat andesitik, tersebar di banyak tempat

    namun tidak meluas. %kuran kristal batuannnya umumnya halus. 8uga terdapat

    batuan lain berupa la1a, breksi andesit dan basal. Sebarannya antara lain )omunu

    bagian barat dan selatan, sebelah barat *eok dan sebelah selatan Bokat yang

    merupakan batas dengan kabupaten9propinsi lain.

    Sebaran batuan ini masih meluas ke arah barat ('olitoli$ dan menyebar luas di

    selatan (0arigi )outong$. Satuan ini diperkirakan menjemari dengan :ormasi

    'inombo. Berumur 6osen 7ligosen. (Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    %. &iorit Bone

    )erupakan batuan beku menengah, terdiri dari diorit, diorit kwarsa,

    granodiorit dan andesit. 0enyebaran batuan ini relatif sempit setempat&setempat.

    0enyebaran terluas di Kabupaten Buol kurang dari #++ ha. %mur batuan

    diperkirakan )iosen ;wal sampai )iosen 'engah.(Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    Tinjauan Pustaka-6

  • 7/25/2019 Emas Bab II

    3/21

    d. &iorit Bolio'uto

    'erdiri dari diorit dan granodiorit dan tergolong dalam jenis batuan beku

    dalam yang bersifat menengah sampai asam. 5i Kabupaten Buol batuan ini hanya

    terdapat di sekitar . 'entolomatinan sebelah selatan *okodako. %mur batuan adalah

    )iosen 'engah sampai )iosen ;tas.(Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    e. !or"asi &oloka(a

    *itologi terdiri dari batupasir wake, batulanau, batulumpur, konglomerat,

    tufa, tufa lapili, aglomerat, breksi 1ulkanik dan la1a yang bersifat andesit serta basal.

    0enyebaran formasi ini relatif luas, relatif memanjang dari sebelah selatan

    )omunu dan )opu ke arah ke arah timur laut sampai mencapai daerah 0aleleh.

    %mur formasi adalah )iosen 'engah )iosen ;tas. (Ratman, !"#, Bahri dkk,

    !!3$

    f. Breksi )o#udu

    )erupakan batuan 1ulkanik, terdiri dari breksi 1ulkanik, aglomerat, tufa, tufa

    lapili dan la1a yang bersifat andesit sampai basal. 0enyebarannya di bagian selatan

    Bunobogu dan wilayah yang luas sepanjang pegunungan 0eleleh ke arah timurlaut,

    yaitu . 'entolomatinan dan . Boondalo. %mur batuan diperkirakan 0liosen.

    (Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    g. Molase *ele#es Sarasin dan Sarasin +, !or"asi okodidi-

    :ormasi ini terdiri dari konglomerat, batupasir, batulanau dan batulempung,

    batugamping koral, tufa, serpih hitam dan napal. Sebagian batuan ini mengeras

    lemah, terutama batugamping dan batulempung gampingan.

    Secara regional, formasi ini tersebar luas di 0ro1insi Sulawesi 'engah dan di

    wilayah Kabupaten Buol formasi ini merupakan penyusun utama wilayah Bokat,

    )omunu dan )opu. 0enyebaran setempat&setempat di Bunobogu, 'aang, 'unggulo

    dan Bungalon di pesisir pantai utara. %mur formasi ini adalah 0liosen 0leistosen.

    (Ratman, !"#, Bahri dkk, !!3$

    Tinjauan Pustaka-7

  • 7/25/2019 Emas Bab II

    4/21

    '. Batuan $ulkanik

    Batuan 1ulkanik ini berkomposisi aglomerat, tufa dan la1a yang bersifat

    andesit&basal. 0enyebarannya di Kabupaten Buol hanya setempat, yaitu di daerah

    Busak dengan luasan sekitar -+ ha. %mur batuan 0liosen&0leistosen. (Ratman,

    !"#, Bahri dkk, !!3$

    i. Batuga"(ing Teru"#u

    Batugamping koral merupakan penyusun utama satuan batuan ini.

    0enyebaran terluas terdapat di pesisir utara Buol, yaitu )onolipo, Busak, )okupo,

    *eok, Kasenangan, *amolan sampai ke bagian utara )omunu. 0enyebaran setempat&

    setempat dijumpai sepanjang pantai dari 'amilo sampai 0aleleh. %mur formasi

    0leistosen&

  • 7/25/2019 Emas Bab II

    5/21

    3 0liosen&

    0leistosen

    Batuan

    ulkanik

    aglomerat, tufa dan la1a yang

    bersifat andesit&basal

    No. U"ur Satuan itologi

    = 0liosen&

    0leistosen

    :ormasi

    )olase

    Sulawesi

    konglomerat, batupasir, batulanau

    dan batulempung, batugamping

    koral, tufa, serpih hitam dan napal

    - 0liosen Breksi

    /obudu

    breksi 1ulkanik, aglomerat, tufa,

    tufa lapili dan la1a yang bersifat

    andesit sampai basal

    # )iosen

    'engah&)iosen ;tas

    :ormasi

    5olokapa

    batupasir wake, batulanau,

    batulumpur, konglomerat, tufa, tufalapili, aglomerat, breksi 1ulkanik

    dan la1a yang bersifat andesit serta

    basal

    " )iosen

    'engah&

    )iosen ;tas

    5iorit

    Boliohuto

    diorit dan granodiorit

    > )iosen ;wal&

    )iosen'engah

    5iorit Bone diorit, diorit kwarsa, granodiorit dan

    andesit

    ! 6osen&

    7ligosen

    Batuan

    ulkanik

    'ufa, breksi, la1a andesit dan basal

    + 6osen&

    7ligosen

    :ormasi

    'inombo

    la1a basal, basal spilitan, la1a

    andesit, breksi gunung api, batupasir

    wake, batulanau, patupasir hijau,

    batugamping merah, batugamping

    kelabu dan batuan termetamorfosa

    lemah

    Tinjauan Pustaka-9

  • 7/25/2019 Emas Bab II

    6/21

    Ga"#ar 2.1 Kolo" Korelasi Batuan &aera' Ka#u(aten Buol +&ista"#en #uol

    2717-

    2.6 Struktur Geologi

    Secara regional, wilayah Buol termasuk dalam )andala eologi Sulawesi

    Barat. 5ari sisi kompleksitas struktur geologi, wilayah Buol bagian timur relatif lebih

    terpengaruh secara tektonik dibanding bagian baratnya. 5i bagian timur, sesar&sesar

    1ertikal dengan arah utama yaitu tenggara&baratlaut dan timurlaut&baratdaya.

    (5istamben buol, ++$

    5i samping itu juga terdapat sesar geser de?tral di 0egunungan 0aleleh dan

    .'entolomatinan. ;dapun bagian timur Buol gejala struktur relatif tidak dominan,

    Tinjauan Pustaka-10

  • 7/25/2019 Emas Bab II

    7/21

    hanya terdapat struktur utama yaitu sesar sungkup di barat )omuno dan sesar

    1ertikal di sebelah barat *eok. Struktur geologi lainnya yang dijumpai adalah lipatan

    antiklin dan kekar&kekar yang banyak terjadi pada seluruh formasi batuan.

    (5istamben buol, ++$.

    ambar . Simplified geological map of Bulagidun district and prospect locations

    (modified after 0' @ewcrest @usa Sulawesi, !!!$

    2.8 Metode Geolistrik

    )etoda geolistrik tahanan jenis merupakan salah satu metoda geofisika yang

    mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di

    permukaan bumi. (Sumber A 'elford, et al., !!+$. )etoda ini didasarkan pada

    pemikiran bahwa bumi bersifat elektris, sehingga persoalannya mencangkup tentang

    elektrisitas dari batuan dan mineral di dalam bumi yang memiliki sifat berbeda&beda

    dalam menghantarkan arus listrik yang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu A

    Kandungan mineral, elektrolit padat, dan air, serta perbedaan tekstur, porositas,

    permeabilitas, dan temperatur. Besaran fisik yang mendasari metoda geolistrik

    tahanan jenis ini, adalah nilai tahanan jenis dari batuan di bawah permukaan, dimana

    sumbernya mempergunakan arus secara searah atau bolak&balik berfrekuensi rendah.

    )etoda geolist