DOA SYAFAAT1

of 108 /108
BAB I PENTINGNYA BERDOA John Wesley mengatakan “Allah tidak melakukan apapun di dunia kecuali memberikan jawaban doa.”sebab itu perlu sekali kita mencari tahu mengapa berdoa itu penting. Ada pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran manusia yakni “Apakah Allah yang berdaulat dan maha kuasa itu memerlukan peran serta kita atau tidak? Apakah doa-doa kita diperlukan? Jika ya, mengapa? Doa-doa kita dapat membawa kebangunan rohani dan pemulihan. Doa kita juga dapat membawa kesembuhan, atau bahkan mengubah suatu Negara. E.M Bounds mengatakan “Allah membentuk dunia ini dengan doa. Semakin banyak doa di dunia ini, semakin baiklah dunia ini, dan semakin kuatlah tentara-tentara Allah dalam berperang melawan iblis… Doa orang-orang kudus merupakan persediaan kekayaan” surgawi, yang olehnya Allah dapat melaksanakan karya besar-NYa di dunia ini. Hanya dengan doalah, kita akan menerima kehidupan dan kemakmuran Allah” 1 Jadi pentingnya kita berdoa sangat berhubungan dengan rencana Allah mula-mula ketika Adam diciptakan Tuhan. Apakah yang menjadi tujuan Allah? Padamulanya Allah memberikan kepada Adam dan Hawa serta keturunan mereka kuasa untuk memerintah/memelihara seluruh ciptaan-Nya, Kej 1:26-28 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung- burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan 1 Paul E. Billheimer, Destined for the Throne (fort Washington,Pa.:Christian literature Crusade, 1975)51.

Embed Size (px)

Transcript of DOA SYAFAAT1

BAB I PENTINGNYA BERDOA John Wesley mengatakan Allah tidak melakukan apapun di dunia kecuali memberikan jawaban doa.sebab itu perlu sekali kita mencari tahu mengapa berdoa itu penting. Ada pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran manusia yakni Apakah Allah yang berdaulat dan maha kuasa itu memerlukan peran serta kita atau tidak? Apakah doa-doa kita diperlukan? Jika ya, mengapa? Doa-doa kita dapat membawa kebangunan rohani dan pemulihan. Doa kita juga dapat membawa kesembuhan, atau bahkan mengubah suatu Negara. E.M Bounds mengatakan Allah membentuk dunia ini dengan doa. Semakin banyak doa di dunia ini, semakin baiklah dunia ini, dan semakin kuatlah tentara-tentara Allah dalam berperang melawan iblis Doa orang-orang kudus merupakan persediaan kekayaan surgawi, yang olehnya Allah dapat melaksanakan karya besar-NYa di dunia ini. Hanya dengan doalah, kita akan menerima kehidupan dan kemakmuran Allah 1 Jadi pentingnya kita berdoa sangat berhubungan dengan rencana Allah mula-mula ketika Adam diciptakan Tuhan. Apakah yang menjadi tujuan Allah? Padamulanya Allah memberikan kepada Adam dan Hawa serta keturunan mereka kuasa untuk memerintah/memelihara seluruh ciptaan-Nya, Kej 1:26-28 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."Artinya Allah tidak menyerahkan kepemilikan atas bumi, namun IA memebrikan tanggung jawab untuk mengaturnya kepada manusia. Dalam kej 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan

menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Kata memelihara merupakan terjemahan dari kata shamar yang berarti Menjaga atau melindungi2. Adam adalah wakil Allah di dunia. Wakil artinya adalah seseorang yang menghadirkan kembali kehendak orang yang diwakilinya. Kita adalah mewakili Kristus dalam menyatakan kehendak-Nya di dunia. Sebab itu kita hendaknya senantiasa menghadirkan Dia kembali ketika kita berbicara dalam nama-Nya. Kita adalah gambaran/tselem atau bayangan dari wujud Allah. Karena itu1 2

Paul E. Billheimer, Destined for the Throne (fort Washington,Pa.:Christian literature Crusade, 1975)51. William Wilson, Old Testament Word Studies (Grand Rapid:Kregel Publications,1978),236

Adam adalah seorang yang sangat penting di bumi. Adam mewakili Allah, dan menyatakan kehendak-Nya dimuka bumi ini. Adam adalah pengurus dan pengelolah yang Allah tempatkan di bumi. Karena itu baik buruknya keadaan bumi semua bergantung kepada Adam dan keturunannya. Jika ular/ iblis sampai dapat kendali, itu pun disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Dalam hubungannya dengan doa, kuasa yang diterima Adam sangat sempurna dan utuh sehingga ia, tidak hanya Allah, mampu memberikan kuasanya kepada orang lain! Dan kejatuhan manusia dengan mentaati apa yang iblis katakan membuat Adam tertipu dan menyerahkan kekuasaan itu kepada iblis. (Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Rom 6:16). Karena itu ketika iblis mencobai Yesus ia mengatakan (Luk 4:6-7) Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Yesus juga menjuluki iblis sebagai penguasa dunia ini dan karena begitu sempurna dan utuh keputusan Allah untuk melakukan banyak hal dalam dunia melalui manusia, Ia harus menjelma menjadi manusia untuk merebut kembali kuasa yang telah diberikan Adam kepada iblis. Allah harus menjadi bagian dari umat manusia. Karena itulah untuk selama-lamanya , manusia akan menjadi penghubung Allah dalam hal otoritas dan perbuatan-perbuatannya dimuka bumi ini. Allah memilih, semenjak penciptaan , untuk bekerja di bumi melalaui manusia, dan tidak terpisah dari manusia. Allah selalu bekerja dengan pola itu. Bahkan Ia relamembayar harga untuk manusia. Walaupun Allah kita adalah yang berdaulat dan Mahakuasa. Karena itu dapat kita lihat bahwa: Allah dan manusia, walau apapun yang terjadi, tetap bekerja sama. Allah membutuhkan orang-orang yang setia. Allah membutuhkan sebuah bangsa supaya Ia dapat bekerja melaluinya. Allah membutuhkan para nabi. Allah membutuhkan para hakim. Allah membutuhkan juruselamat dalam wujud manusia. Allah membutuhkan tangan manusia untuk menyembuhkan, suara manusia untuk berbicara, dan kaki manusia untuk pergi Jadi Allah menginginkan kita berdoa agar kita kan Dia kebebasan untuk melakukan kehendaknya

2

Dalam 1 Raja-raja 18 kita dapat melihat bagaimana Allah bekerja sama dengan manusia untuk Ia menyatakan kehendak-NYa. Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi." (1Ki 18:1) setelah Tuhan melalui Elia mengatakan bahwa tidak akan turun hujan selama 3 tahun, sekarang Allah mengatakan hal yang berbeda, dimana Ia meminta Elia menyatakan diri kepada Ahab dan Tuhan akan memberikan air kepada bangsa itu. Kita dapat melihat hal itu sebagai inisiatif dari Allah. Namun pertanyaannya adalah mengapa Elia harus berdoa sampai tujuh kali agar hujan itu turun. Disinilah kita mnegerti bahwa meskipun Allah yang merencanakan tentang hujan itu namun Allah ingin kita bertekun dan mengerjakan tugas kita samapai tuntas. Hal lain yang kita dapat pelajari dari masalah Elia ini adalah Allah memilih untuk bekerja manusia. Andrew Murray mengatakan Pemberian Allah tidaklah dapat dipisahkan dari permintaan kita hanya dengan doa syafaatlah kuasa itu dapat diturunkan dari surga sehingga aqkan memampukan gereja menaklukan dunia.3 Daniel adalah contoh lain yang mengerti bahwa Allah membutuhkan peran serta manusia sebab itu ia berkata lalu aku mengarahkan perhatianku kepada Tuhan Allah untuk mencari Dia melalui doa dan permohonan, sambil berpuasa dan mengenakan kainkabung serta abu (Dan 9:3 NASB). Sekali lagi Paul E.Billheimer mengatakan: Daniel menyadari bahwa doa syafaat sangat penting dalam mewujudkan penggenapan nubuat. Allah yang membuat nubuat itu. Namun ketika tiba waktunya untuk menggenapkan nubuat itu Allah tidak dapat menggenapinya begitu saja diluar program doa yang ditetapkan-Nya. Ia mencari seseorang yang kepada-Nya Allah dapat menaruh beban doa itu dan seperti biasa Allah membuat keputusan di dalam surga. Seorang manusia telah dipanggil untuk melaksanakan keputusan itu dimuka bumi melalui doa syafaat dan iman.4 Allah perlu doa-doa kita. Meskipun keberadaan Allah utuh, bebas dan sama sekali tidak bergantung pada benda ciptaan-Nya (baca KIs 17:24-25) dan Allah memiliki semua sumber di dalam genggaman-Nya (Baca Maz 50:10-12). Namun Allah tetap membutuhkan doa-doa kita: dalam Yeh 22:30-31 NASB dikatakan: Dan Aku mencari ditengah-tengah mereka seorang yang hendak membangun tembok dan berdiri sebagai perantara untuk negeri itu dihadapanku, supaya jangan Kumusnahkan; tetapi AKu tidak menemuinya. Maka Aku mencurahkan geramKu atas mereka dan membinasakan mereka dengan apikemurkaanKu; kelakuan mereka kutimpakan atas kepala mereka, demikaianlah Firman Tuhan. Makna yang tersirat dalam ayat ini sangatlah mengejutkan. Kekudusan, integritas, serta kebenaran Allah yang tidak kenal kompromi itu mencegah Allah mentolerir dosa . setiap dosa harus3 4

Andrew Murray, The Ministry of Intercessory Prayer (Minneapolis:Bethany House Publishers,1981) 22,23. Paul E. Billheimer, Destined for the Throne (fort Washington,Pa.:Christian literature Crusade, 1975) 107

3

dihakimi. Namun dilain pihak Allah sangat mengasihi manusia kasih-Nya ingin menebus, memulihkan dan menunjukkan belaskasihan kepada kita. Alkitab menjelaskan bahwa Ia tidak senang akan kebinasaan orang-orang berdosa. (baca Yeh 33:11). Ayat ini menjelaskan .jika keadilanKu menuntut adanya penghakiman, kasih-Ku menghendaki pengampunan. Jika saja aku dapat menemukan manusia yang berseru kepadaku untuk menaruh belas kasihan kepada orang-orag ini, maka aku dapat menyelamatkan mereka. Sebab tidak kutemukan seorangpun maka aku terpaksa membinasakan mereka. Peter Wagner mengatakan: kita harus menyadari bahwa Allah berdaulat itu memiliki alas an-alasan-Nya sendiri untuk menciptakan dunia ini hingga banyak hal yang benar-benar menjadi kehendak-Nya bergantung kepada tindakan manusia. Allah membiarkan manusia membuat keputusankeputusan yang dapat megubah sejarah ketidak aktifan manusia tidak menghapus penebusan Allah, namun hal itu membuat penebusan itu tidak efektif bagi orang-orang yeng terhilang.5 Ini adalah sebuah tanggung jawab yang juga merupakan hak istimewa yang Allah berikan bagi kita semua Jack Hayford mengatakan Doa adalah kemitraan antara anak tebusan Allah dengan Allah sendiri. Anak itu bergandengan tangan dengan Allah untuk mewujudkan tujuan penebusan-NYa di muka bumi. Pertanyaan renungan. 1. menurut saudara seberapa besar kuasa Adam (umat manusia) dimuka bumi ini? Dalam hubungan dengan doa. Coba jelaskan kaitan keduanya? 2. Apa maksud Allah saat berkata menciptakan kita seturut gambar dan rupa Allah? 3. Dapatkah anda menggambarkan perasaan anda ketika anda disebut Allah sebagai mitra kerja-Nya?

5

C.Peter Wagner, Confronting the Powers (Ventura, Calif.:Regal Books,1996) 242.

4

BAB II MENGHADIRKAN YESUS KEMBALI Apakah syafaat itu? Dalam kamus Webster syafaat berarti (pergi atau melewati diantara sesuatu; bertindak ditengah-tengah diantara dua pihak dengan tujuan mendamaikan mereka yang berbeda atau bertentangan pendapat; mencampuri; menjadi penengah; perantaraan). Jadi syafaat adalah sebuah tindakan perantaraan, namun tindakan ini juga dapat dilaksanakan dalam bentuk doa. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa setelah manusia jatuh ke dalam dosa Adam gagal dalam melaksanakan tugasnya, karena itu Allah mengutus manusia yang lain untuk melaksanakan serta memulihkan posisi Adam yang semula. Adama yang terakhir yang dimaksud adalah Yesus. Kristus datang untuk mewakili Allah di muka bumi. Ia menjadi seorang perantara atau mediator, yang berdiri diantara Allah dan manusia, serta menghadirkan Allah kembali kepada manusia. Melalui Yesus sekarang kita mengerti tentang Allah. Namun bukan itu saja, Kristus bukan saja mewakili Allah bagi manusia namun juga mewakili manusia dihadapan Allah. Sampai sekarang Yesus bersyafaat untuk kita, namun karyanya ini tidaklah diwujudkan dalam bentuk doa melainkan sebagai orang yang berdiri disamping kita, ketika kita membawa doa-doa permohonan kita kepada Bapa. Yesus adalah jaminan bahwa doa-doa kita sampai kepada Bapa. Sebab itu tanpa Yesus tidaklah mungkin ada doa yang dapat sampai kepada Bapa. Sebab Alkitab berkata, karena Allah itu esa dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (1 Tim 2:5), jadi hanya ada satu perantara. Kita adalah perpanjangan tangan Allah dalam menyalurkan apa yang Allah kehendaki bagi dunia ini. Pamnggilan dan fungsi kita bukanlah menggantikan Allah, melainkan untuk mengijinkan Allah bekerja melalui kita. Hal ini akan membantu kita agar terlepas dari intimidasi dan cukup membesarkan hati kita mengetahui bahwa: Sang pencipta ingin menyalurkannya melalui diri kita Sang perantara ingin menjadi perantara melalui diri kita Sang penengah ingin menengahi melalui diri kita Sang wakil ingin menjadi wakil Allah melalui diri kita Sang pemenang ingin kemenangannya diteguhkan melalui diri kita Sang pelayan pendamaian telah mempercayakan pelayan pendamaian kepada kita (baca 2 Kor 5:18-19)

5

Kita tidak membebsakan siapapun juga, kita tidak mendamaikan siapapun juga dengan Allah, karya Allah telah selesai dikerjakan. Karya pendamaian telah sempurna dikerjakan, pembebasan dan kemenangan telah sempurna! Namun demikian dalam doa syafaat kita kita meneruskan pelayanan Yesus melalui tubuh-Nya, yaitu Gereja, dimana kita menjadi penengah antara Allah dan manusia dengan tujuan mendamaikan kembali dunia dengan Allah, atau memutuskan hubungan antara iblis dan manusia dengan tujuan meneggakkan kembali kemenangan Yesus di Kalvari. Kristus membutuhkan manusia untuk menjadi wakilnya, sama seperti yang dilakukan Allah Bapa. Manusia yang dipilih Bapa adalah Yesus; sedangakan manusia yang dipilih Yesus adalah kita semua, yakni gereja-Nya. Ia berkata, sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu (Yoh 20:21). Konsep pengutusan ini sangat penting untuk kita pahami. Seorang wakil atau seorang utusan memiliki kuasa selama mereka mewakili orang yang mereka utus. Dan kuasa itu penekannnya bukan kepada yang diutus melainkan yang mengutus itu sendiri. Sebagai contoh seorang duta besar. Ia memiliki kuasa untuk mewakili Negara pengutusnya. Namun kuasa itbukan berasal dari dirinya sendiri melainkan dari Negara pengutusnya. Yesus adalah seorang utusan. Itulah sebabnya Ia memiliki otoritas. Dan ia menerimanya dari Bapa yag mengutus Dia. (Baca Yoh 14:10). Hal yang sama sekarangt terjadi kepada kita. Otoritas yang ada pada kita berasal dari Yesus yang mengutus kita. Selama kita bekerja sesuai dengan kapasitas itu maka kita bekerja di dalam otoritas Kristus. Intinya BUKAN KITA YANG MELAKUKAN PEKERJAAN ITU, TETAPI YESUS. Doa-doa syafaat kita melepaskan karya perantaraan Kristus yang telah Ia selesaikan, dan karya-Nya memberikan kuasa pada doa-doa kita, untuk melepaskan karya Allah. Hal yang perlu kita pahami adalah: 1. Kita harus sepenug hati percaya pada kemenangan Kristus di Kalvari-percaya bahwa kemenangan itu telah sempurna dan selesai. 2. Kita harus bangkit di dalam peranan yang telah ditetapkan bagi kita, yakni sebagai utusan-utusan, serta wakil resmi dari Sang Pemenang. Tantangan kita bukan hanya membebaskan, tetapi percaya kepada Sang Pembebas; bukan hanya menyembuhkan namun percaya kepada Sang Penyembuh. Pertanyaan renungan. 1. Definisikanlah arti syafaat dan doa syafaat. Apa perbedaannya? 2. Apakah hubungan antara syafaat dan perantaraan? 3. coba jelaskan arti bahwa Kristus adalah Sang Perantara dan bahwa doa-doa kita merupakan perpanjangan karya-Nya 4. Apakah arti penting menjadi yang diutus 6

BAB III PERJUMPAAN-PERJUMPAAN YANG BAIK DAN YANG BURUK Yesus tergantung di kayu salib antara surga dan neraka. Dua perjumpaan terjadi, yakni: Yesus berjumpa dengan Mempelai-Nya dan seekor ular/iblis berjumpa dengan kaki yang menghancurkan kepalanya (kej 3:15) Syafaat menciptakan perjumpaan. Bahasa ibraninya Syafaat adalah Paga, berarti Berjumpa. Syafaat bukanlah berarti sebuah doa yang dinaikan, melainkan juga sesuatu yang dapat dilakukan melalui doa. Karena syafaat berarti sebuah tindakan perantaraan/ menengahi. Namun di dalam syafaat terjadi perjumpaan. Pertama, kita akan melihat beberapa ayat Alkitab yang menggambarkan apa yang telah Yesus lakukan saat Ia berjumpa dengan Allah Bapa untuk menciptakan sebuah perjumpaan anatara Allah dan manusia. Kejatuhan manusia memebrikan dilemma bagi Allah. Sebab Ia bukan saja Allah yang penuh kasih (yang menggambarkan belas kasihan, kebaikan, kasih dan pengampunan-Nya), namun Ia juga adalah Allah Kebenaran (yang menggambarkan integritas dan keadilan-Nya). Ia tidak hanya menggambarkan damai sejahtera (keamanan, keutuhan dan istirahat), namun juga keadilan (kekudusan dan kemurnian). Dilemanya adalah Allah yang kudus, benar dan adil serta setia tidak dapat dengan begitu sajamengampuni, memebrikan belas kasihan dan damai sejahtera kepada manusia yang telah jatuh ke dalam dosa tanpa mencemarkan sifat-Nya. Sebab di dalam keadilan Allah setiap dosa harus dihukum. Tidak ada jalan lain kecuali SALIB! Dikayu salib kasih dan kebenaran bertemu ( dosa harus dihukum tetapi kasih Allah ingin menyelamatkan manusia; sebab itu Yesus adalah wujud kasih Allah kepada manusia, Ia adalah manusia yang harus menerima hukuman akibat dosa dengan menggantiokan kita, sehingga ketika dosa telah menerima hukumannya Allah dapat bersatu kembali dengan manusia.) Di dalam salib karya pendamaian Kristus digenapi, (2Co 5:18-19) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Yesus mempercayakan pelayanan pendamaian ini kepada kita, dengan kata lain melalui doa syafaat kita melepaskan buah yang telah Ia kerjakan melalui perantaraan karya Perantaraan-Nya.

7

Ada sebuah kata yang menarik yang memiliki pengertian yang lebih lengkap tentang apa yang terjadi di kayu salib. Dalam 1 Yoh 3:8 dikatakan, untuk inilah anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan iblis. Kata membinasakan di sini berasal dari bahasa Yunani dari kata luo kata ini memiliki arti (1) menyatakan atau menetapkan bahwa seseorang tidak lagi berada di bawah ikatan apapun; (2) membubarkan, mengakhiri, atau menyatakan tidak sah suatu kontrak dengan segala sesuatu yang bersifat mengikat secara legal. Yesus dating untuk memutuskan ikatan legal iblis yang membelenggu manusia dan menyatakan bahwa kita tidak lagi diikat oleh pekerjaan-pekerjaannya. Ketika Tuhan bersama-sama murid-Nya, Ia menyatakan kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di bumi akan terlepas di surga. (Mat 16:19). Kata melepaskan dalam ayat ini diterjemahkan dari kata luo sekarang meskipun Yesus telah menyelesaikan tugas-Nya untuk menghancurkan kuasa iblis dan ikatannya atas manusia, namun, seorang manusia harus mewakili Kristus dalam kemenangan-Nya dan meneguhkan kemenangan itu. Pertanyaan renungan. 1. Dengan cara bagaimanakah perjumpaan menggambarkan syafaat? Bagaimana paga menghubungkan kedua hal itu? 2. jelaskan dua jenis perjumpaan yang saling bertolak belakang yang dibahas dalam bab ini. Bagaimana perjumpaan itu mewakili peristiwa Kalvari? 3. Definisikan arti luo dan berilah pendapat tentang Kristus yang melakukan luo. Dan gereja yang melakukan luo?

8

BAB IV SALING MENANGGUNG BEBAN Dalam Rom 12:5 kita diingatkan untuk menangislah dengan orang yang menangis, juga di ayat yang lain dikatakan bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu (Gal 6:2). Ayat ini tidak saja berbicara hanya sekedar saling memanggung beban untuk suadara seiman di dalam Kristus, namun lebih dari itukita menanggung untuk menyingkirkan beban itu. Ini berbicara pertama untuk saling menanggung beban dan yang kedua untuk saling memindahkan beban. Untuk kata menanggung ini dipergunakan 2 kata di dalam Perjanjian Baru, yakni; yang pertama ialah anechomai yang memiliki arti menahan, menanggung, atau mengangkat sesuatu. Yang dapat ditafsirkan sebagai berdiri disamping saudara perempuan atau laki-laki pada waktu dibutuhkan untuk menguatkan dan menghibur. (baca KOl 3:13 dan Ef 4:2) dengan kata lain, kita harus berada di sisi saudara-saudara kita yang lemah dan berbeban berat serta berkata kepada mereka, engkau tidak akan jatuh atau hancur binasa karena aku menopang dirimu. Kekuatanku adalah kekuatanmu juga, silahkan bersandarlah kepadaku, selama aku masih dapat bertahan, engkaupun akan dapat bertahan. Betapa indahnya gambaran tubuh kristus ini. Dengan demikian buah-buah yang manis akan dihasilkan. Kata kedua ialah bastazo yang berarti menanggung, mengangkat atau menyangga, menopang sesuatu, dengan penegrtian mengangkutnya atau menyingkirkannya. Kata ini dipakai dalam Rom 15:1-3 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." (baca Gal 6:2). Contoh aspek syafaat(perantaraan) yang mengagumkan nemun kurang dimengerti, telah diberikan oleh Kristus tatkala Ia mempertunjukkan kedua prinsip menanggung beban ini. Kita telah memahami bahwa perantaraan-Nya bagi kita bukanlah berupa doa yang Ia naikkan, namun berupa karya yang Ia kerjakan. Yesus berdiri diantara manusia dan Allah untuk memperdamaikan kita dengan Bapa dan mematahkan kuasa iblis. Lebih dari itu, dengan memahami karya Kristus ini, kita dapat memahami tugas kita. Karya perantaraan kristus mencapai pernyataannya secara penuh dan menyeluruh manakala dosa-dosa kita ditimpakan kepada-Nya dan Dia menanggung serta menyingkirkan dosa kita. Yes 53:6,12 mengatakan Kita sekalian sesat seperti domba, masing9

masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. Bahasa Ibrani paga dipakai dua kali dalam ayat diatas, pertama sebagai ditimpakan dan berdoa kedua contoh diatas mengacu pada pada saat dosa-dosa, kejahatan, penyakit-penyakit dan lain-lain, ditimpakan kepada Yesus. Dalam Perjanjian Baru dikatakan dengan cukup jelas Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2Co 5:21). Kemudian Kristus menanggung dan menjauhkan seluruh dosa dan kelemahan kita, sejauh dari Timur ke Barat (Maz 103:12) bahasa Ibrani untuk menanggung ini adalah nasa yang memiliki arti memikul pergi atau memindahkan jauh-jauh6 jadi penting untuk pahami bahwa kita tidak saja hanya menanggung beban orang lain saja. Akan tetapi kita menopang untuk memindahkannya serta mengeyahkannya. Di dalam PL, ada dua binatang yang dipakai pada Hari Pendamaian. Binatang yang satu dikurbankan, sementara yang lain digunakan sebagai kambing hitam. Setelah imam besar menumpangkan tangannya ke atas kepala binatang yang menajdi kambing hitam seraya mengakui dosa-dosa yang diperbuat oleh bangsanya, maka binatang itu dilepaskan pergi ke padang belantara hingga lenyap tak terlihat lagi. Fakta ini melambangkan Kristus yang menjadi kambing hitam yang disalibkan diperbatasan kota, menanggung kutuk kita, mengangkat serta melenyapkannya. Sesungguhnya meskipun kita tidak ada bersama-sama dengan Yesus ketika Ia disalibkan, namun secara rohani kita telah disalibkan bersama-sama dengan Dia. Rom 6:4,6 mengatakan Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sekarang peran serta kita dibutuhkan untuk menggenapi karya Kristus, kita perlu untuk menghadirkan kembali apa yang telah Yesus kerjakan. Kembali kita melihat Rom 15:1-3 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."

6

F.F. Bosworth, Christ the Healer (Grand Rapid:Baker Book House/ Revell.1973)26.

10

Bertolong-tolonganlah kamu menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hokum Kristus (baca Gal 6:2). Untuk melaksanakan pelayanan syfaat Kristus, kita tidak hanya sekedar memikul beban orang lain, namun kita juga harus membawa pergi beban itu dari mereka, sama seperti yang Yesus lakukan. Namun kita tidak secara harafiah melakukan kembali apa yang Yesus lakukan, namun kita menghadirkan kembali apa yang Yesus lakukan. Jadi kita mewakili Allah dan mengembangkan pekerjaan-Nya; sedangkan Yesus menanggung kelemahan kita, penyakit, dosa, celaan, dan penolakan kita semua, itu ditimpakan kepada Yesus. Dengan kata lain kita adalah penyalur dari apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan. Kristus telah menjadikan kita pelayan-pelayan yang dimampukan. Dan Yesus adalah jaminan semua berkat dan karunia itu. Suatu gambaran yang jelas tentang kemitraan Kristus dengan Gereja-Nya dapat dilihat dalam kisah bangsa Israel dengan orang-orang Gibeon. Dalam Yos 10:22-27 Kemudian berkatalah Yosua: "Bukalah mulut gua dan keluarkanlah kelima raja itu dari dalam dan bawa kepadaku." Dilakukan oranglah demikian, kelima raja itu dikeluarkan dari gua itu dan dibawa kepadanya: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon. Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosuapun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada para panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia: "Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini." Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu. Lalu berkatalah Yosua kepada mereka: "Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi." Sesudah itu Yosua membunuh raja-raja itu, dan menggantung mereka pada lima tiang, dan mereka tinggal tergantung pada tiang-tiang itu sampai matahari terbenam. Tetapi menjelang matahari terbenam, atas perintah Yosua mayat mereka diturunkan dari tiang-tiang itu, dan dilemparkan ke dalam gua, tempat mereka bersembunyi. Lalu mulut gua itu ditutupi orang dengan batu-batu besar, yang masih ada sampai sekarang. Ketika Yosua menemukan tempat persembunyian mereka, ia memerintahkan agar para raja itu dihadapkan kepadanya dengan tubuh tersungkur di tanah. Seperti biasa ia akan menginjak leher/kepala musuh mereka sebagai lambing penaklukan. Akan tetapi Yosua melakukan hal yang amat berbeda dan merupakan sebuah tindakan nubuat. Yosua memanggil para prajuritnya untuk melakukan hal itu. Gambaran yang sama terjadi, ketika Yesus mengalahkan iblis dan seluruh pengikutnya yakni penguasa-penguasa dunia kegelapan, Yesus memanggil Gerejanya/bala tentara-Nya lalu berkata, injakkanlah kakimu ke atas leher musuhmusuh ini. Kristus juga berkata semua yang telah Kulakukan harus kau teguhkan. Secara hokum, Aku telah menaruh mereka di bawah kakiKu-di bawah kuasa Ku, namun kamu harus menggunakan otoritas itu dalam keadaan-keadaanmu sendiri agar penggenapan otoritas itu terjadi dalam hidupmu. 11

Hal ini dinyatakan oleh Firman Tuhan dalam Rom 16:20, Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera menghancurkan iblis di bawah kakimu. Luk 10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Kita dapat melakukan tindakan ini terkadang dengan menumpang tangan kita. Dalam Maz 110: 1-3 Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu! Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun. 7Kata kekuatan dalam ayat ini chayil, yang diterjemahkan sebagai tentara. Kristus mencari sikarelawan yang merentangkan tongkat kekuasaan-Nya, memerintah di antara musuh-musuh mereka, meneguhkan kemenangan-Nya yang dahsyat. Sekali lagi Allah yang menempatkan musuh-musuh kita dibawah kaki Yesus, tetapi kitalah yang bertindak meneguhkannya. Generasi sebelum Musa banyak diliputi ketakutan. Mereka tidak mau bertempur sehingga Allah Tidak memberikan mereka apapun. Sebab itu kita harus menyadari bahwa semua hal yang diberikan oleh Yesus tidak secara otomatis menjadi milik kita hanya karena kita umat-Nya. Akan tetapi kita harus mengangkat senjata dalam perjuangan. 2 Kor 10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Karena itu: Biarlah Kristus hidup melalui Hidupmu. Biarlah apa yang kurang pada penderitaan Kristus- yaitu peran serta kita- tidak akan kurang lagi Biarlah tongkat kekuasaan diulurkan dari kita, ketika kita memerintah diantara musuhmusuh kita, dan membuat mereka menjadi tumpuan kaki-Nya Biarlah perjanjian Tuhan dilaksanakan diseluruh muka bumi. Kita harus membayar mahal untuk dapat menjadi seperti Kristus. Karya syafaat membutuhkan harga yang harus dibayar. Marilah kita membayarnya. Marilah kita mundur dari meja kelimpahan kita, dan menunjukkan kepada orang lain, seperti apakah Allah itu. Pertanyaan renungan 1. Jelaskan dua tindakan menanggung beban di dalam alkitab, bagaimana keduanya ini menerangkan syafaat? 2. Dapatkah anda menjelaskan ide dari kambing hitam menjadi lambing syafaat?7

New American standart Exhaustive Concordance of Bible (Nashvile: Holman Bible Publisher, 1981)Ref.no.2428

12

3. Bagaimana kisah tentang Yosua dan bangsa Israel seperti dalam kitab Yosua 10:22-27 menggambarkan tentang kemitraan antara Kristus dan Gereja? 4. Dengan cara bagaimanakah Mazmur 110 menggambarkan hubungan antara Kristus dan Gereja 5. Sudahkan anda mengatakan hari ini kepada Yesus bahwa anda mengasihi-Nya?

13

BAB V DILARANG MASUK Dalam Yosua pasal 19 , kata paga (syafaat) dipakai beberapa kali. Pasal tersebut membicaraka tentang dimensi atau batas-batas yang berlaku bagi setiap suku Israel. Dalam konteks ini paga diterjemahkan dengan beberapa versi, yakni menyinggung dan batas. Ini adalah sesuatu yang logis, karena memang garis-garis batas perlindungan itu dapat dihubungkan dengan doa. Kita dapat membangun garis-garis batas perlindungan di sekeliling diri kit dan orang lain melalui syafaat. Banyak orang menyangka bahwa perlindungan dari kecelakaan, penghancuran, jebakan-jebakan dan serangan iblis secara otomatis diterima orang Kristen. Dan mereka menyangka bahwa hal ini adalah kedaulatan Allah. Dengan kata lain jika Allah ingin melindungi kita, maka Ia akan melindungi, namun jika ia tidak ingin melindungi kita, maka Ia akan membiarkan hal-hal yang kurang menyenangkan tersebut terjadi dalam hidup kita. Orang yang memegang teguh prinsip ini biasanya percaya bahwa tidak ada sesuatu yang buruk dapat terjadi kepada orang percaya tanpa seijin Allah. Kenyataan bahwa Allah tidak mengendalikan segala sesuatu yang terjadi di dunia, kita dapat melihat seperti ini: Allah tidak pernah memutuskan seseorang harus diperkosa atau dilecehkan. Allah tidak pernah menginginkan seseorang yang tidak bersalah menderita. Allah tidak menginginkan adanya pembunuhan, perampokan dan pembantaian suku bangsa tertentu, dan ribuan masalah lainnya. SEBUAH PRINSIP YANG BERLAKU Pertanyaan apakah Allah secara langsung mengendalikan segala sesuatu dalam kehidupan orang Kristen dapat dijawab dengan mengatakan bahwa hukum-hukum dasar yakni (1) tabur-tuai, (2) sebab akibat, (3) Tanggung jawab pribadi-kehendak bebas, tetap berlaku saat kita dating kepada Kristus. berlaku. Karena itu mengapa kita marah dan tersinggung dengan pengajaran yang mengatakan bahwa ketidakpercayaan kita menghalangi kita menerima berkat (padahal Alkitab mengatakan bahwa jika kita percaya dan tidak bimbang kita akan menerima berkat itu)? (baca Mat 17:20; MAtrk 11:22-24; Yak 1:6-7). Semua janji-janji Allah melekat pada keadaan-keadaan itu, yaitu prinsip-prinsip yang

14

Mengapa kita tersinggung ketika dikatakan bahwa ketidakmampuan kita untuk bertekun menciptakan kelemahan sedangkan telah dinyatakan bahwa oleh iman dan kesabaran kita akan mewarisi apa yang Allah janjikan ? (baca Ibr 6:12) Mengapa kita bingung atau marah jika kepada kita diberitahukan bahwa ketidak aktifan kita melakukan sesuatu menyebabkan kegagalan, sedangkan Alkitab berkata dalam Yes 1:19, jika kita menurut dan mau mendengar (Taat) maka kita akan memakan hasil yang baik dari negeri itu? Ada kurang dari 80 persen orang Kristen yang sudah merasa dilahirkan baru tidak mengembalikan persepuluhan, hingga membuka kutuk bagi mereka. Bahkan menjadi tersinggung ketika orang mengatakan bahwa kekeringan dalam hidup mereka mungkin disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri (baca Mal 3:8-12) Kita tidak mau mengampuni, tetapi mengira bahwa Allah akan mendengarkan doa-doa kita (Mark 11:25-26). Kita tidak tinggal dalam Kristus dan dalam Firman-Nya. Akan tetapi masih saja kita mempersalahkan kehendak Allah, ketika kita berdoa meminta kehendak kita yang jadi dan kita tidak menerima apa-apa (Yoh 15:7) Tentunya kita tahu bahwa iman timbul dari pendengaran dan dari perenungan Firman Tuhan (Rom 10:17). Sayangnya, kita jarang merenungkan Firman Tuhan apa lagi mendengarkan-Nya. Akan tetapi keetika ada seseorang yang mengatakan bahwa kita tidak menerima apa yang dijanjikan karena kita tidak beriman, kita menjadi berang dan marah. Alkitab berkata bahwa orang yang berdiam dalam lindungan yang Maha Tinggi (Mazs 91:1) akan menerima janji perlindungan yang tertulis dalam ayat tersebut. Selain itu kit harus mengenakan perlengkapan senjata Allah, termasuk perisai iman, untuk memadamkan panah api si jahat (ef 6:1318). Karena iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum mencari orang yang dapat ditelannya dan kita harus melawan dia (1 Pet 5:8; Yak 4:7). Ini tidak berarti bahwa Allah tidak akan membiarkan kita melewati jalan yang sulit, atau bahwa semua permasalahan yang muncul adalah karena ketidaktaatan kita, atau semua doa yang tidak dijawab adalah karena ketidakpercayaan kita. Tetapi sering kali kegagalan yang kita hadapi adalah karena kesalahan kita sendiri, dan bukan karena kehendak Allah. Kita memegang peranan penting untuk mendapatkan perlindungan dan karunia-karunia surgawi. Marilah kita menerima kenyataan bahwa Alkitab memiliki prinsip-prinsip yang membutuhkan tanggung jawab kita. Tanggung jawab ini merupakan syarat untuk kita menerima janji Allah. Sadari bahwa hal ini tidak termasuk dalam keselamatan. Sebab keselamatan dari Allah adalah anugerah semata-mata tiada syarat selain percaya kepada Yesus. Tetapi untuk menerima kebaikan dan berkat-

15

berkat Tuhan, maka kita harus melakukan peranan kita! Sebab itu usirlah sikap malas dan merasa puas diri sendiri dan bersikap apatis dalam hidup ini. Perlu bagi kita untuk membangun batas-batas perlidungan kita melalui doa, sebab itu sangat diperlukan sikap taat kepada Allah. Konsistensi juga merupakan kunci doa perlindungan. Kita harus berdiam ditempat terlindung untuk tinggal dibawah perlindungan yang Maha Kuasa. Kata berdiam dalam Maz 91:1 adalah yashab yang artinya tinggal, diam, atau menghuni. Intinya adalah bahwa doa harus merupakan gaya hidup, bukan kegiatan sewaktu-waktu. Namun sangat disayangkan bahwa banyak anak Tuhan tidak memiliki keteraturan dalam kehidupan doa mereka, sehingga mereka tidak mampu membangun tembok-tembok perlindungan. Sedangkan kata tinggal dalam ayat yang sama berasal dari kata luwn yang artinya bermalam. Jadi mari kita membaca ayat tersebut menjadi orang yang berdiam dalam lindungan yang Maha Tinggi akan bermalam dalam naungan yang Maha Kuasa. Dengan kata lain doa ibarat firman Allah- kita tidak cukup hanya membacanya hari ini saja untuk kebutuhan seminggu kita, namun kita harus memakan manna surgawi tersebut setiap harinya. Kita harus tinggal di dalam lindungan yang Maha Tinggi setiap harinya, maka kita akan bermalam dalam naungan yang Maha Kuasa. Esok hari kita harus masuk ke tempat itu lagi. KUNCINYA ADA DI KONSISTENSI. BERDOA DI WAKTU YANG BAIK Batas-batas perlindungan! jangan di langgar! Hiduplah ditempat-tempat terlindung! Aspek syafaat ini bukanlah hanya sesuatu yang kita lakukan sebagai rutinitas biasa di dalam lingkungan keluarga atau orang-orang yang kita kasihi. Ada waktu-waktu khusus dimana Roh Kudus memperingatkan kita akan situasi-situasi tertentu yang membutuhkan doa perlindungan. Waktu-waktu inilah yang disebut kairos. Dalam bahasa Yunani untuk kata waktu dibagi menjadi dua kata, yaitu; Chronos atau waktu secara umum, waktu yang berurutan, atau juga sering disebut kronologi, ini adalah waktu umum yang sering kita pakai untuk melakukan sesuatu secara umum, seperti bangun pagi, masak, dll. Yang kedua adalah Kairos yaitu waktu strategis, atau juga waktu yang tepat, waktu dimana kesempatan terbaik terjadi. Serangan pada waktu yang tepat disaat perang adalah kairos. Luk 4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Dan Luk 8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Tentu saja ada pencobaanpencobaan yang tidak direncanakan yaitu seseorang yang berada ditempat dan waktu yang salah. Tetapi ada juga godaan-godaan yang tepat waktu, yang telah direncanakan dengan baik. Sebab itu adalah bermanfaat jika kita waspada, bagi kebaikan diri kita sendiri ataupun kebaikan orang lain. Luk

16

22:31-32 adalah waktu Kairos ketika Tuhan Yesus menjadi perantara untuk Petrus, yaitu saat Tuahn berdoa agar iman Petrus tidak gugur setelah ia menyangkal Yesus. Doa itu berhasil. Dalam Ef 6:18, yang adalah konteks tentang peperangan rohani, mengatakan dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu(kairos) di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, di sini dikatakan berjagajagauntuk semua orang kudus dan berdoa setiap waktu (Kairos) di dalam Roh. Paulus tidak menyuruh kita berdoa setiap waktu (kronos) untuk semua orang kudus, tetapi berdoa diwaktu-waktu yang tepat (kairos). Ketika kita dalam doa peperangan rohani dan saat kita berjaga-jaga, maka Allah akan mengingatkan kita akan adanya serangan iblis yang terencana (kairos) , sehingga kita dapat menciptakan tembok perlindungan (paga) dengan berdoa. Pada suatu pagi tahun lalu, saya (Dutch Sheet) ketika sedang berdoa, Tuhan menyingkapkan kepada saya sebuah penglihatan rohani. Saya menyaksikan seekor ular berbisa bergulungan pada kaki ayah saya yang tinggal di Florida sedangkan saya tinggal di Texas. Penglihatan ini adalah sebuah kairos bagi saya! Dengan sungguh-sungguh saya berdoa untuk perlindungan ayah saya selama 15 menit, yakni sampai dorongan berdoa untuk hal itu sirna. Hari berikutnya, ayah saya menelepon dan mengatakan bahwa ketika ibu saya hendak masuk kedalam gudang, ia hamper menginjak ular berbisa yang sedang bergulung dilantai. Dengan hati-hati ia mundur dan masuk ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada ayah saya. Akhirnya ayah saya dapat membunuh ular tersebut. Apa yang saya lakukan adalah membangun batas-bata (paga) perlindungan untuk ayah saya dan ibu saya. Bagaimana saya berdoa, adalah dengan saya meminta Allah melindungi orang tua saya. Saya mengikat setiap usaha iblis untuk mencelakakan mereka. Saya mengutip satu dua ayat tentang janji perlindungan Allah. Kemudian saya berdoa di dalam Roh (bahasa Roh). Kira-kira apa yang saya doakan pada saat itu adalah seperti ini: Bapa, saya menyerahkahkan ayah saya kepadamu, ini telah menciptakan perjumpaan (paga) Bab IV. lindungilah ia dari setiap jebakan iblis. Engkau berfirman bahwa Engkau akan melepaskan kami dari bahaya tersembunyi (Maz 91:3 BIS) itulah yang dinamakan membangun batas-batas (paga) perlindungan. Terima kasih karena Engkau telah menaruh beban doa itu atas ku, sehingga aku dapat memikul dan membuang (nasa) rencana maut iblis ini darinya. Ini adalah tindakan memikul (paga) beban kelemahan orang lain. Bab IV.

17

Setan aku mengikat rencanamu dan mematahkan setiap usahamu dalam situasi ini. Senjatamu tidak akan berhasil dan engkau tidak akan mengambil nyawanya. Ini adalah perjumpaan yang buruk (paga) untuk mematahkan musuh.

Saya melakukan ini dalam nama Yesus! berarti kita mendasarkan doa kita pada karya Kristus yang telah diselesaikan-Nya. Dengan berbuat demikian, kita menghadirkan Yesus kembalimenyalurkan apa yang telah Ia perbuatdan meneguhkan kembali kemenangan-Nya di Kalvari. Bab III.

Pertanyaan renungan 1. Apa hubungan antara Paga dan perlindungan? 2. Apakah janji perlindungan otomatis menjadi milik orang-orang Kristen? Apakah semua yang terjadi dalam hidup kita adalah atas seijin Allah atau apakah usaha dan doa kita berperan? Jelaskan. 3. Berikan pendapat tentang konsistensi dalam berdoa sehubungan dengan perlindungan Allah. 4. Jelaskan perbedaan antara Chronos dan kairos. Apakah hubungan kedua hal ini dengan syafaat?

18

BAB VI KUPU-KUPU, TIKUS , GAJAH DAN SASARAN Kunci Syafaat yang berhasil adalah bekerjasama dengan Roh Kudus. Mengijinkan Dia bekerja di dalam kita. Yesus menyebutnya sebagai Penolong kita (Yoh 14:26) Tetapi Roh Allah, Penolong yang akan diutus Bapa atas nama-Ku, Dialah yang akan mengajar kalian segalanya dan mengingatkan kalian akan semua yang sudah Kuberitahukan kepadamu. Kata penolong atau penghibur dalam ayat ini berasal dari kata Parakletos, yang berarti seorang pendamping yang dipanggil untuk menolong, membantu, atau mendukung8. Dalam Amplified Bible kata ini diungkapkan sebanyk 7 ungkapan, yakni; Penghibur,(Penasehat,Penolong, Pengantara,Pembela, Pemberi Kekuatan, yang Selalu Berjaga-jaga), yaitu Roh Kudus. Namun dalam pembahasan ini kita hanya memusatkan arti Roh Kudus dalam aspek Penolong dan Pengantara (Pendoa Syafaat). Dalam Rom 8:26-28 (NASB) dikatakan Dengan cara yang sama Roh menolong kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana seharusnya kita berdoa; tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, memohon untuk orang-orang kudus. Dan kita tahu sekarang bahwa Allah membuat segala sesuatu bekerjasama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Perhatikan ayat 28 dan kita tahu sekarang. Kata dan di sini berfungi sebagai penghubung, artinya ayat 28 tidak dapat dipisahkan dari ayat-ayat sebelumnya. Artinya SEGALA SESUATU TIDAK BEKERJA SAMA DENGAN ORANG KRISTEN KECUALI MEREKA MENJALANKAN SYARAT-SYARAT TERTENTU. Kita memiliki andil. Ini terjadi seperti yang telah dikatakan dalam ayat 26-27. Dalam ayat ini kita tidak hanya menggunakan bahasa roh atau bahasa lidah, tetapi lebih8

W.E.Vine, The Expanded Vines Expository Dictionary of New Testament Words (Minneapolis:Bethany House Publisher,1984)200.

19

lagi adalah kita mengijinkan Roh Kudus berdoa melalui kita. Namun bukan berarti bahwa orang yang tidak/ belum menadapatkan bahasa roh, doa mereka menjadi kelas dua. Didalam ayat 26 kita temukan kata kelemahan ini berasal dari bahasa Yunani astheneia yang secara literal mengandung arti tanpa kekuatan9 atau tanpa kemampuan. ketidakmampuan menghasilkan sesuatu adalah pengertian yang terkandung dalam kata tersebut. Ayat ini mengatakan bahwa ketidak mampuan kita menghasilkan sesuatu adalah dikarenakan kita tidak selalu tahu bagaiamana seharusnya berdoa. Kata seharusnya (dei) adalah sebuah kata yang penting. Kata ini mengandung arti kita tidak tahu apa yang seharusnya kita doakan, atau apa yang sepantasnya, atau juga sesuatu yang harus dilakukan seseorang; sesuatu yang mengikat secara hokum (pandangan Jack Hayford). Contohnya adalah dalam Luk 18:1 ditegaskan bahwa kita harus selalu berdoa. Tanpa jemujemu. Ayat ini menyatakan bahwa doa itu sangat penting dan bersifat mengikat. Kembali ke Rom 8:26-28 (NASB). Tuhan mengatakan bahwa kita tidak selalu harus mengetahui apa yang terjadi dalam situasi-situasi tertentu. Kita tidak selalu mengetahui apa yang perlu dan baik untuk dilakukan, kadang kita merasakan kita dibimbing Roh Kudus untuk mendoakan seseoarng, namun kadang kita tidak tahu apa yang harus didoakan bagi orang tersebut. Nah pada saat seperti itulah Roh Kudus menolong kita. Ia akan membimbing kita tatkala kita berdoa. Roh Kudus bahkan menyingkapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah kita, atau mengingatkan kembali Firman Tuhan yang pernah kita terima agar kita bisa berdoa. Roh Kudus menolong kita dengan memberi kuasa pada doa-doa kita. Dan cara lain yang Roh Kudus lakukan untuk menolong kita adalah dengan berdoa melalui kita, yaitu ketika kita berdoa dalam Roh (bahasa Roh). Kembali ke definisi paga yang telah disampaikan yakni sampai di suatu tempat secara kebetulan. Kata ini dipakai dalam Kej 28:10-17, yakni tentang pelarian Yakub dari Esau. Setelah berjalan sehari penuh, Yakub mencari tempat untuk bermalam karena matahari terbenam. Ayat 11 mengatakan bahwa Yakub sampai di suatu tempat secara kebetulan (KJV) dan di sanalah ia bermalam. Yakub tidak pernah merencanakan di mana ia akan menginap sebelumnya, jadi ia ada di sana karena ia dibimbing secara kebetulan, yaitu karena matahari terbenam. Tempat itu berubah menjadi suatu tempat yang istimewah, yakni Betel, yang artinya Bait Allah. Sesungguhnya Yakub menyebut tempat itu Gerbang Surga. Tempat itu dimana Yakub bermalam adalah tempat yang telah dipilihkan Allah baginya. Di sana ia mengalami perjumpaan dengan Allah yang luar biasa; perjumpaan yang mengubahkan hidupnya. Ditempat itulah nasib Yakub di singkapkan Allah dan sejarah hidupnya dibentuk..

9

Spiros Zodhiates, Hebrew-Greek Key Study Bible-New American Standard (Chattanooga,Tenn.:AMG Publisher, 1984; edisi Revisi, 1990),1812

20

Hubungan cerita ini dengan pokok permasalahn kita di Rom 8:26-28 adalah, sama seperti Yakub, yang tidak dituntun ke tempat istimewa itu karena kepandaian atau penegrtiannya, kita juga tidak selalu dapat menentukan pokok doa kita. Sering kali kita tidak berdaya karena kita tidak mampu menghasilkan apa-apa melalui doa-doa kita. Adakalanya, proses doa itu seperti terkena dan tidak kena sasaran, sehingga kita terpaksa mendarat atau sampai kepada situasi yang tepat secara tidak disengaja. Itulah salah satu arti penting dari paga. Apa yang Nampak sebagai suatu kebetulan itu ternyata tidak bagi Roh Kudus. Pada hakikatnya Paga juga berarti sasaran/target apabila kita mengijinkan Allah berdoa melalui diri kita, maka Ia akan membuat doa kita mendarat(paga) pada orang atau tempat yang tepat. Maka hal itu akan menghasilkan: Bethel akan terjadi! Perjumpaan dengan Allah akan terjadi! Gerbang surga akan terbuka! Nasib kita akan dituliskan! Sejarah terbentuk! Seringkali kita tidak mendapatkan mujizat adalah karena kita tidak mengharapkan mujizat. Alkitab adalah sebuah buku yang menuliskan tentang banyak mujizat, baik dalam PL maupun PB. Sebab itu libatkanlah Allah, maka engkau akan melihat hal-hal heran akan terjadi. MEMEGANG BERSAMA DAN MELAWAN. Cara lain Roh kudus menolong kita berdoa adalah dengan Memegang bersama kita dan melawan bersama-sama. Dalam Rom 8:26 NASB kata dan dengan cara yang sama, Roh menolong kita dalam kelemahan kita dalam bahasa Yunaninya adalah Sunantilambanomai. Kalimat ini berasal dari tiga suku kata, yakni; SUN artinya Bersama dengan, ANTI artinya Melawan, LAMBANO artinya Memegang10. Jadi saat kita tidak mampu menghasilkan apa-apa, namun kita mengijinkan Dia berdoa melalui kita, maka Roh Kudus tidak hanya mengarahkan doa-doa kita, namun Ia juga mengendalikan situasi ebrsama-sama dengan kita, dengan memberikan kekuatan-Nya kepada kita. (Zak 4:6). Di sini jelas bahwa kata menolong artinya Roh Kudus bersama dengan kita, melakukannya untuk kita. Artinya kitapun turut berpartisipasi. Sebab itu untuk menjadi seorang pendoa syafaat yang bergerak dengan Allah, anda tidak harus menjadi pendeta atau nabi dahulu, dan tidak juga harus menguasai ilmu ini dan itu, tetapi mengalirlah dengan Roh Kudus dan belajar taat kepada pimpinan dan kehendak-Nya.

10

James Strong, The New Strongs Exhaustive Concordance of the Bible (Nashville: Thomas Nelson Publisher, 1990) Ref.no.4878

21

Pertanyaan Renungan 1. Dapatkah anda menjelaskan hubungan antara Kej 28:10-17 dengan Rom 8:26-27 (NASB), utarakan pendapat anda tentang Paga, urapan kupu-kupu, dan berdoa dalam Roh? 2. Apa yang dilakukan Roh Kudus untuk menolong kelemahan kita? 3. Bayangkan situasi-situasi di mana anda tidak tahu bagaimana harus berdoa. Buatlah keputusan anda untuk mengijinkan Roh Kudus berdoa melalui anda.

BAB VII PERSALINAN ADIKODRATI (Ini adalah bab yang dapat mengubah jumlah populasi kerajaan kegelapan serta meningkatkan kebutuhan akan adanya kelas-kelas bagi petobat baru) Doa Persalinan!!! Doa semacam ini tidak selalu terjadi setiap hari, namun kadang hal-hal seperti ini terjadi ketika Allah memberikan beban di dalam roh kita. Pada masa seperti ini, Kuasa rohani telah dicurahkan supaya ada kelahiran secara rohani, (kadang hal ini disertai gejala fisik seperti erangan, tangisan, raungan, dan sebagainya,TETAPI tekanan kita bukanlah masalah fisik yang muncul tersebut, namun apa yang terjadi secara rohani, yakni kelahiran rohani (pertobatan seseorang). Doa dapat melahirkan banyak hal dalam Roh Kudus. Kita melahirkan sesuatu bagi Allah. Roh Kudus ingin melahirkan sesuatu melalui kita. Tuhan Yesus berkata dalam Yoh 7:38 Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Kata hati berasal dari kata Koilia bahasa Yunani yang berarti Rahim11. Kita orang-orang percaya adalah rahimnya Allah dimuka bumi di mana kita diharapkan oleh Bapa kita, menghasilkan bayi-bayi rohani. Kita bukanlah sumber kehidupan itu sendiri, namun kita adalh pembawa sumber kehidupan itu. Melalui doa kita memberikan kehidupan yang dari Kristus. Berikut ini adalah ayat-ayat yang secara langsung menyebutkan tetang permasalah ini. Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran." Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu11

W.E.Vine, The Expanded Vines Expository Dictionary of New Testament Words (Minneapolis:Bethany House Publisher,1984),110

22

ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan." Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel. (1Raja 18:41-45) Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. (Maz 126:5-6) Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki. Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya. (Yes 66:7-8) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Mat 26:36-39) Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. (Gal 4:19) Meskipun ayat-ayat di atas tidak secara lengkap membahas tentang apa dan bagaimana doa persalinan itu dilakukan, namun kita memeproleh beberapa gambaran tentang doa yang dapat melahirkan sesuatu: Doa ini melibatka Roh Kudus. Doa ini berhubungan dengan persalinan secara rohani. Doa ini menolong proses pendewasaan.

23

Doa ini disertai dengan semangat berkobar-kobar, bersungguh-sungguh, disertai dengan airmata dan bahkan erangan. Terkadang disertai dengan mujizat.

ROH KUDUS ALAT PERSALINAN ALLAH INGAT! Kita tidak melahirkan apapun secara rohani. Namun Roh Kuduslah yang melakukannya. Sebab Roh Kudus adalah alat persalinan Allah. (Baca Luk 1:34,35; Yoh 3:3-8). Dialah sumber kuasa Allah (baca Kis 1:8;10:38; Luk 4:14 dan 18). Dialah kuasa dibalik penciptaan yang diumpamakan dengan melahirkan (Kej 1). Dialah yang memebrikan kehidupan dan hekekat ilahi. Roh Kudus melahirkan kehendak Allah. Ia yang memebrikan nafas hidup bagi manusia, melahirkan kehidupan jasmani maupun rohani (baca Kej 2:7; YEhb37:9,10,14; Kis 2:1-4), dalam konteks keselamatan kita menyebut hal ini sebagai ciptaan baru. Karena itu, segala sesuatu yang mungkin kita capai melalui doa syafaat, menjadi sesuatu yang menyebabkan Roh Kudus mewujudkannya. Contohnya; Elia tidak dapat melahirkan/membuat hujan, namun dalam Yak 5:17-18 Elia sama-sama manusia seperti kita. Ia berdoa dengan sungguhsungguh supaya hujan tidak turun, maka hujan pun tidak turun selama tiga setengah tahun. Kemudian ia berdoa lagi, lalu langit menurunkan hujan sehingga tanah memberikan hasilnya pula. Paulus tidak dapat menciptakan kelahiran baru atau kedewasaan rohani bagi jemaat Galatia, namun dalam Gal 4:19, menunjukkan bahwa karena doa Pauluslah maka msemua hal itu terjadi. Jadi kita tahu bahwa kuasa Roh Kudus lah yang melakukan semua pekerjaan tersebut, namun doa kita terlibat untuk melahirkan hal itu. Dalam kitab Kejadia 1:1-2 dikatakan pada mulanya bumi belum berbentuk dan kosong, maka Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air kata melayang-layang ini dalam bahasa inggrisnya adalah moved atau bergerak kata ini berasal dari bahasa Ibrani rachap yang secara harafia berart Mengerami kalimat ini adalah berbicara mengenai istilah reproduksi yakni mengerami atau membuahi untuk lebih mengerti kalimat ini kira-kira berbunyi demikian Yesus berfirman untuk menciptakan sesuatu, maka Roh Kudus mencurahkan enegri kreatif-Nya untuk melahirkan apa yang Yesus katakan. Dalam Maz 90:2 (NASB) penciptaan ini mempergunakan dua kata. Ayat ini berbunyi sebelum gunung-gunung dilahirkan (yalad), atau Engkau memperanakkan (chuwl) bumi dan dunia, bahkan sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. Hal yang sama muncul juga dalam Yes 66:8, namun baru saja menggeliat sakit (chuwl), Sion sudah melahirkan (yalad) anak-anaknya. Ini penting sekali! Apa yang dilakukan Roh Kudus di dalam

24

kitab Kejadian, ketika Ia melahirkan bumi dan dunia, tepat seperti itulah yang ingin dilakukan-Nya melaui doa-doa kita untuk melahirkan anak-anak rohani. Roh Kudus akan bangkit dan melayanglayang diatas banyak orang, melepaskan kuasa-Nya yang ajaib untuk menginsafkan mereka, mematahkan belenggu mereka, membawa pewahyuan, dan menarik mereka kepada diri-Nya untuk membuat kelahiran baru di dalam mereka. Contoh lain yang kita sudah mengetahui tentang bagaimana Roh Kudus melahirkan kehidupan adalah saat Roh Kudus menaungi Maria. Kata menaungi berasal dari kata Yunani episkiazo yang artinya meliputi, melingkupi dengan kecemerlangan; menyelubungi dengan adikodrati.12 Roh Kudus mencurahkan energi kreatif-Nya sehingga Maria mengandung (Luk 1:35). Kata episkiazo hanya dipakai tiga kali dalam PB, yakni: ketika Yesus dimuliakan di atas gunung (Mat 17:25), Ketika orang banyak berusaha mendekati Petrus, supaya oleh bayangannya mereka dapat disembuhkan dari penyakitnya (Kis 5:15), dengan kata lain Roh Kudus menaungi Petrus dan ketika orang-orang sakit melangkah masuk ke dalam naungan awan Roh Kudus maka mereka mengalami kesembuhan. Mungkin anda pernah masuk ke dalam sebuah ibadah dimana Roh Allah menaungi dan melayang-layang di seluruh ruangan kebaktian, dan bergerak dengan ajaib, atau pernah mendengar dimana seseorang atau sebuah masyarakat menerima lawatan Allah, sehingga mereka mulai masuk ke Gereja, atau bahkan menyesali dosa-dosa mereka. Dalam sejarah kebangunan rohani kalsik hal-hal seperti itu sering ditemukan. Gerakan dan naungan Roh Kudus begitu kuat sehingga Ia menaungi seluruh kawasan dan daerah tertentu untuk melahirkan kehidupan baru. Sebab itu kita percaya bahwa hal itu juga akan dialami oleh bangsa-bangsa di dunia, ketika gereja Tuhan mengijinkan Roh Allah membawa kita masuk dalam doa-doa persalinan yang adikodrati. Kita akan menyaksikan panen raya dan kebangkitan rohani besar-besaran. BARU SAJA MENGGELIAT SION (GEREJA baca Maz 87:1; 1 Pet 2:4-10) SUDAH MELAHIRKAN ANAK-ANAKNYA!!! AMIN! Sebuah contoh dari doa persalinan dalam pelayanan Tuhan Yesus adalah ketika Ia berdoa di taman Getsemani. Tanpa diragukan lagi karya penebusan Kristus - Karya Perantaraan bagi umat manusia diawali dengan doa persalinan-Nya. Yesaya menubuatkan: sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas (Yes 53:11). Sebagai penggenapannya, Yesus berseru di Taman Getsemani, Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya (Mat 26:38), sebab penebusan umat manusia dimulai dari Taman itu, dan kemenangannyapun terjadi di sana. Sebab beban dosa dunia kemungkinan telah ditanggungkan kepada-Nya mulai saat itu.

12

Strong, The New Strongs Exhaustive Concordance, ref. no.1982

25

Doa-doa kita dapat membaut Roh Kudus mencurahkan kuasa-Nya untuk memberi kehidupan dalam setiap situasi yang kita hadapi. Kita memiliki andil untuk membuat Roh Kudus dapat bekerja leluasa. Kuasa menciptakan dunia ini melalui rachaph-Nya telah diberikan kepada Gereja dan jutaan orang sedang menunggu kelahiran baru mereka untuk masuk kedalam Kerajaan Allah. Sama seperti Elia, kita percaya bahwa DOA ORANG AWAM DAPAT MELAKUKAN BANYAK PERKARA. Kita harus melepaskan kuasa Roh Kudus dalam doa syafaat kita, supaya IA bergerak, menaungi, melahirkan Buah Kalvari yang telah diselesaikan Yesus. Pertanyaan renungan 1. Jelaskan Hubungan antara Kej 1:1-2; Ul 32:10-18; Luk 1:35 dan doa persalinan 2. Apa arti gerakan Roh Kudus? 3. Kapan dan dimana kita dapat menaikkan doa persalinan? Untuk apa doa itu? Pikirkanlah sebuah situasi dimana Allah ingin melahirkan sesuatu melalui doa-doa anda? 4. Apakah Allah menjawab doa anda?

26

BAB VIII PEGULAT PROFESIONAL Doa syafaat, menurut definisi kita, mencakup dua aktivitas yang berbeda. Yang pertama adalam perdamaian dan yang kedua adalah pemisahan. Yang pertama berarti menyatukan kembali sedangkan yang lain artinya bertujuan untuk memisahkan jauh-jauh. Di dalam doa, tidak cukup hanya meminta, sering kali dalam doa-doa kita, kita harus mengadakan peperangan rohani atau pergumulan. Arthur Matthew mengatakan kemenangan dikalvari itu adalah fakta yang terjadi, tetapi harus ada manusia yang mengambil erat kemenangan itu dan mencetuskan peperangan dengan musuh serta melawannya. Lebih jauh lagi Jack Hayford, alam bukunya Prayer is Invading the Impossible mengatakan: Melihat Yesus dari dua sisi sama halnya dengan melihat doa dari dua sisi, yaitu melihat kebutuhan dan belas kasihan, kepedulian, perhatian, menangis dengan orang menangis, simpati, erangan dan kepedihan saat engaku melihat kehidupan manusia. Dan juga harus belajar kapan dan dimana kita harus marah, yaitu ketika kita menyaksikan tipu muslihat iblis yang berhasil menghancurkan. Kita harus marah ketika melihat musuh melanggar melewati garis batas yang menjadi hak Kristus. Kita juga harus menjadi berani, ketika antek-antek iblis menyatakan keberadaan mereka. Kita belajar untuk menyerang mereka, sesuai dengan dorongan Roh Kudus. Kata paga (Doa Syafaat) tidak dapat dipisahkan dari peperangan rohani. Dalam konteks peperangan rohani kata paga dipakai sebanyak limabelas kali. KEKERASAN DAN PEPERANGAN BERAKAR PADA MAKNA TERDALAM DARI KATA INI!!! Dalam bahasa Inggris kata ini diterjemahkan sebagai attack (menyerang), fall upon (menyerang tiba-tiba), strike down (memukul seseorang hingga jatuh), impinge (menubruk); dan di dalam Alkitab bahasa Indonesia kata-kata tersebut diterjemahkan memarang; paranglah (baca Hak 8:21; 1 Sam 22:11-19; 2 Sam 27

1:11-16) inti dari semua ini adalah sama yakni orang-orang yang saling menyerang dalam peperangan. Harap diinagt bahwa apa yang kelihatan terjadi secara fisik dalam PL sering merupakan sebuah gambaran keadaan rohani dalam masa PB. (Jadi kita tidak saling menyerang antara sesame manusia, melainkan konteksnya adalah peperangan kita kepada kuasa kegelapan) Jack Hayford, seorang Hamba Tuhan senior mengatakan Ada satu cara untuk menghadapi kemustahilan. Yaitu seranglah kemustahilan itu! Bukan dengan untaian kata-kata pengharapan yang muluk-muluk; bukan dengan marah; bukan dengan kepasrahan; bukan dengan kemampuan pengendalian diri kita; melainkan dengan jalan kekerasan! Dan Doa Syafaat merupakan ALAT untuk jenis kekerasan ini. Tatkala kita berusaha memisahkan peperangan rohani dari doa syafaat, maka sama saja kita merugikan diri sendiri. Sebab kita sibuk mengurusi masalah yang Nampak, namun akar masalahnya yakni masalah rohani dan iblis kita abaikan. Alkitab mengatakan karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12). Kita tidak usah terjebak dengan membesar-besarkan kekuatan iblis, tetapi teks ini mengingatkan kita bahwa kita jangan juga meremehkannya. Rasul Paulus menjelaskan dalam 2 Kor 2:11 (NASB) supaya iblis tidak beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu siasat-siasatnya ayat ini sebenarnya berbicara tentang pengampunan. Paulus menginginkan gereja Tuhan tahu siasat iblis kebalikan dari kata tahu adalah tidak tahu, bahasa Yunaninya tidak tahu adalah agnoeo yang berarti tanpa pengetahuan atau pengertian bahasa Inggrisnya adalah agnostic. Seseorang yang agnostic bukanlah orang yang tidak yakin bahwa ia percaya kepada Allah, tetapi seseorang yang tidak mengetahui atau tidak mengerti apapun subjeknya. Contohnya, jika kita bertanya mengapa engkau percaya Yesus? Jawabannya habis diajk ibu anu sih! Atau hal-hal lain yang sama menyimpangnya. Sebab itu jangan kita tidak mengetahui siasat iblis! Kata siasat-siasat berasal dari kata noema yang secara harafia berarti pikiran13, kata noema juga dapat berarti rencana-rencana,rancangan, akal dan upaya karena semua ini lahir dari pikiran. Kalimat ini dapat kita satukan menjadi: Janganlah engkau tidak mengetahui pikiran dan cara kerja musuh-rencananya-siasatnya-dan upaya-upayanya. Sebab itu ingatlah jika Allah menginginkan kita mengetahui siasat iblis, maka Ia akan menyatakannya kepada kita. Selanjutnya dikatakan agar ia (iblis) tidak mengambil keuntungan kata yang dipakai adalah pleon (bagian yang lebih besar); ekteo/echo (mempunyai atau memegang) atau jika digabung13

Spiros Zodhiates, Hebrew-Greek Key Study Bible-New American Standard (Chattanooga, Tenn.:AMG Publisher, 1984; ed. Revisi, 1990)1797

28

menjadi mempunyai atau memegang porsi yang lebih besar dalam bahasa Inggrisnya Covet atau menginginkan milik orang; melampaui batas yang ditentukan14 Dalam olah raga tinju, setiap petinju yang memiliki jangkauan lengan lebih panjang dianggap memiliki keuntungan lebih, karena biasanya ia akan memiliki peluang lebih banyak memasukkan pukulan-pukulannya. Nasehat Paulus supaya iblis tidak beroleh keuntungan atas kita, artinya iblis akan mengambil keuntungan yang lebih banyak jika kita tidak tahu bagaimana caranya beroperasi. Artinya adalah: PADA TINGKAT MANA KITA TIDAK TAHU TENTANG CARA KERJA DAN PIKIR MUSUH KITA- YAKNI SEGALA RENCANA,SIASAT, AKAL SERTA UPAYANYA PADA TINGKAT ITULAH IA AKAN MENGAMBIL KEUNTUNGAN ATAS KITA. Ia akan menipu kita atas hak milik kita serta mendapat bagian yang lebih besar. Porsi yang lebih besar dalam segala bidang yang tidak kita ketahui, baik rum ah tangga, anak, pernikahan, keluarga, masyarakat, keuangan, pemerintah dan bangsa. Bahkan dalam 1 Tes 2:18, Paulus mengatakan sebab kami berniat untuk dating kepadamu aku Paulus lebih lagi, - tetapi iblis mencegah kami. Kita tahu bahwa Paulus lebih banyak mengalami kemenangan dari kekalahan, namun, ia tetap seorang manusia biasa sehingga kadang kala iblis mengambil keuntungan juga dari dia. Sebab jelas dikatakan, bahwa iblislah yang menghalangi Paulus. Namun banyak orang berpikir bahwa iblis tidak dapat melakukan apa-apa kecuali atas seijin Allah sehingga mereka mengabaikan iblis. Jika Allah tidak mengabaikan iblis baiklah kita juga tidak mengabaikannya. Seorang pendeta di Tulsa, Oklahoma menceritakan tentang pembebasan seorang yang telah lama ia doakan. Nampaknya kehidupan orang ini tidak pernah stabil, baik dalam kehidupannya maupun perjalanannya dengan Allah. Setiap kali ia mendapat pekerjaan, dengan cepat ia kehilangan pekerjaan tersebut. Setiap kali ia berjalan dengan Allah sebentar kemudian ia menyimpang dari jalan Tuhan. Siklus ini terjadi berulang-ulang dalam hidupnya, dan sepertinya doa-doanya tidak membawa perubahan. Namun pada suatu kali ketika pendeta tersebut berdoa untuknya, Tuhan memberikan penglihatan. Ia melihat tiga setan yang selalu mengikuti pemuda tersebut kemanapun ia pergi. Setansetan itu tidak berada dalam dirinya, tetapi selalu ada disekitarnya untuk mempengaruhi pemuda tersebut. Pendeta tersebut melihat nama-nama setan yang mencerminkan pekerjaannya. Lalu satu demi satu setan-setan tersebut di ikat dalam nama Yesus serta diperintahkan untuk meninggalkan pemuda tersebut. Dan sejak saat itu, stabilitas mulai terjadi dan keberhasilan mulai terjadi. Kini pemuda tersebut menjadi seorang usahawan dan hamba Tuhan. Di sini dapat dilihat apa yang tidak diketahui

14

James Strong, The New Strongs Exhaustive Concordance of the Bible (Nashville: Thomas Nelson Publisher. 1990), ref.no.4122

29

oleh pemuda tersebut membuatnya kehilangan hal-hal dan tahun-tahun yang seharusnya ia bisa alami dengan stabil. Pemuda ini membutuhkan seseorang untuk melepaskan otoritasnya dan memberikan pembebasan kepadanya. Dari hal-hal ini dapat kita melihat hal yang pasti bahwa: Kita sekarang di dalam peperangan yang sesungguhnya (2 Kor 10:4; 1 Tim 1:18) Kita adalah tentara-tentara Allah dalam peperangan ini (Maz 110:2-3; 2 Tim 3:4) Kita harus bergumul melawan semua tingkat kerajaan kegelapan (Ef 6:12) Kita harus melawan iblis (yang kebanyakan adalah antek-anteknya) maka ia akan lari (Yak 4:7; 1Pet 5:9) Kita akan menginjak iblis dan antek-anteknya (menggunakan kuasa kita atas mereka Luk 10:19; Rom 16:20) Kita akan mengusir setan-setan (Mark 16:17) Kita memiliki otoritas untuk mengikat (melarang) dan melepaskan (mengijinkan) ketika kita menghadapi setan-setan dan gerbang neraka (Mat 16:19) Kita memiliki senjata yang sangat kuat yang dirancang untuk mengalahkan kerajaan kegelapan (2 Kor 10:4; Ef 6:10-20) Di dalam Efesus 6 kata melawan dipakai enam kali. Kata Ibraninya adalah pros sebuah bentuk kata yang lebih kuat dari pro. pro berarti di depan artinya lebih unggul dari. Kita biasanya memakai konsep ini untuk kata professional. Seorang atlet professional adalah seseorang yang lebih unggul dibanding yag lainnya. pros juga berarti melangkah ke depan dan menghadapi sesuatu atau seseorang 15. Jadi bisa dikatakan Efesus 6 memakai bahasa perlambangan seorang pegulat yang maju untuk menghadapi penantangnya. Allah berkata kepada kita Majulah dan hadapilah kuasa-kuasa kegelapan. Jadilah seorang pegulat professional! Anda jangan seperti seorang binaragawan yang mengunjungi Afrika, yang ketika ditanyai oleh seorang kepala desa setempat untuk apa ia menggunakan otot-ototnya yang besar itu? Lalu binaragawan ini mempertontonkan otot-otot yang hebat itu. Lalu kemudian kepala desa tadi bertanya, ya kamu memiliki otot yang luar biasa, tetapi untuk apa kamu pergunakan otot itu? Hanya untuk peragaan saja, jawab binaraga tersebut. Hanya itu saja? Tanya kepala desa, Ya! Jawab binaragawan tersebut. Sia-sia sekali, kata kepala desa tersebut dengan jijik, sangat sia-sia.

15

Strong, The New Strongs Exhaustive Concordance, ref.no.4314

30

Saudara sekalian, mungkin kita juga banyak yang seperti binara tersebut, kita kuat dalam Tuhan, diperlengkapi untuk menghadapi musuh, namun kita tidak pernah mempergunakan kekuatan dan senjata-senjata yang Tuhan berikan. Jika begitu sia-sia, sangat sia-sia. Apabila kita menantikan Tuhan, maka Ia akan menunjukkan kepada kita strategi atau cara apa yang dipakai untuk menghadapi musuh. Peperangan rohani seringkali lahir dari penyembahan. Disaat kita menantikan Tuhan kita berperang. Kesetiaan kita yang sejati kepada Kristus harus menjadi batu loncatan untuk segala yang kita lakukan. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. (2 Kor 11:3) Konteks dari ayat ini adalah penipuan iblis. Sampai pada tingkatan dimana ia mengacaukan hubungan kita dengan Kristus, maka dalam tingkatan itulah kita berjalan dalam penipuannya. Dalam PL ada tiga kata yang menerangkan kata menantikan Tuhan, dan setiap kata ini memiliki perbedaan makna. Yang pertama adalah dumiyah, yang berarti menantikan dengan tenang dan penuh kepercayaan.16 Kepercayaan yang tenang dan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Maz 62:2,3 (NASB), Jiwaku hanya menantikan Allah dengan tenang; dari Dialah keselamatanku, hanya Dialah batu karang dan keselamatanku, kota bentengku; aku takkan goyah. Kata kedua adalah, chaka, artinya melekat pada atau merindukan.17 Maz 33:20 Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan; Dialah penolong kita dan perisai kita. Ketiga adalah, qavah, artinya menanti-nantikan Tuhan dengan harapan yang besar18 arti dasar qavah pengaharapan besar dan kesatuan; gabungan, yang di ikat bersama-sama Maz 27:14 Nantikanlah Tuhan! Kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan. Atau Yes 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Kesimpulan dari ketiga kata ini adalahMenantikan Tuhan dengan tenang, dengan rasa percaya yang kuat dan tenang, merindukan hadirat-Nya dengan bersungguh-sungguh mengharapkan Dia karena engkau tahu Ia akan hadir mengharapkan lalu mengalami kesatuanyang lahir jika hatimu dan hati-Nya terjalin erat satu dengan yang lainnya.Haleluya! Mazmur 37:7,9 dan 34 adalah sebuah petunjuk bagaimana menanti-nantikan Tuhan berhubungan dengan peperangan rohani Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya Sebab orang-orang yang16 17

Ibid., ref. no.1747 Ibid., ref. no. 2442 18 Harris, Archer, Waltke, Theological Wordbook, 791

31

berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan. Dengan menantikan Tuhan kita akan memperoleh warisan kita. Kata warisan berasal dari dari kata yaresh yang artinya adalah memiliki, atau pewaris resmi. penyerbuan militer dalam merebut sesuatu.19 Peperangan dan kemenangan lahir dari penyembahan dan ketekunan dalam menantikan Tuhan. PENAMPILAN LUAR YANG HEBAT!!! Ketika Maria duduk dekat kaki Tuhan dan Martha sedang sibuk di dapur, dikatakan bahwa Martha menjadi bingung dan sangat sibuk dengan persiapan-persiapannya (Luk 10:40 NASB), kata bingung dan sangat sibuk berasal dari kata perispao yang secara harafia berarti berjalan berputar-putar sambil menyeret sesuatu.20 Kata persiapan dalam PB sama dengan pelayanan. Sebab itu kadang pelayanan yang murni kepada Tuhan Yesus dapat berubah menjadi beban yang kita seret kemana-mana. Begitu juga doa dan peperangan rohani. Kegiatan ini seringkali kehilangan keindahannya dan menjadi sebuah tuntutan kewajiban yang harus dilaksanakan. Kita terlalu sibuk untukDia sehingga kita tidak memiliki waktu untuk duduk diam bersama-Nya. Kepada Martha Yesus berkata bahwa bagian yang terbaik telah diambil Maria, kata bagian terbaik agathos memiliki arti sesuatu yang baik dan menguntungkan; sangat berdaya guna; menguntungkan.21

sebab itu penampilan luar yang hebat tidak dapat mementukan kekuatan kita,

namun bila kita mau menggunakan waktu kita untuk duduk diam, menantikan Tuhan, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang berguna dalam segala hal sebab itu kita harus menantikan Dia dalam hadirat-Nya dan mengijinkan semua pelayanan termasuk peperangan rohani kita dilahirkan dari hubungan mesra kita dengan Allah. WAKTU TUHAN, SYARAT TUHAN, DAN CARA TUHAN Menantikan Tuhan akan mencegah kita dari bereaksi secara emosional terhadap iblis. Mengapa? Karena Allah sendirilah yang memilih waktu dan syarat-syarat peperangan rohani kita. Ia memerintahkan kepada Yosua di Yerikho (Yos 6) ketika ia menyembah Tuhan. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada19 20

Zodhiates, Hebrew Greek Key Study Bible, 1733 Strong, The New Strongs Exhaustive Concordance, ref.no.4049 21 Zodhiates, Hebrew Greek Key Study Bible,1796

32

hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan." (Yos 6:2-5) Selain menentukan waktu, Tuhan juga menentukan syarat-syarat peperangan itu. Allah berkata jangan menawan siapapun juga, musnahkan semua hanya Rahab yang lolos. Rampasan perang itu harus diberikan kepada KU Contoh lain adalah di dalam 2 Sam 5:24, dan 1 Sam 13:8-14. Kadang Tuhan memakai penyembahan sebagai kunci kemenangan peperangan (2 Taw 20:1-30; Kis 16:16-36), John G. Lake, seorang missionaries untuk Afrika Selatan, yang hidup abad pertengahan, menceritakan tentang wabah demam yang melanda daerah tersebut, dan dalam satu malam melanda populasi Afrika Selatan. Dalam sebulan wabah ini menewaskan seperempat dari populasi itu. Karena tidak cukup peti mati untuk meletakkan mayat tersebut, sehingga mayat-mayat ini dikuburkan hanya dengan dilapisi selimut. Lalu seorang pendoa syafaat mulai berdoa, selama berhari-hari, dan sepanjang hari penuh, pendoa syafaat ini duduk dibawah pohon dan berdoa sendirian melawan petaka itu. Beberapa kali Lake bertanya, apakah doamu sudah terjawab jawabnya, belum Pada suatu hari ia berkata kepada Lake, hari ini saya merasakan, jika saya mendapat sedikit dukungan iman, maka roh ku akan menyelasikan doa ini. Lalu Lake ikut berdoa bersama dengan orang ini. Lalu Lake menuliskan ketika kami berdoa, Roh Allah melingkupi jiwa kami, dan Roh Allah menemukan diri saya, tidak berlutut dibawah pohon lagi, tetapi secara perlahan-lahan meninggalkan pohon tersebutlambat laun mata saya terbuka, dan saya menyaksikan sebuah pemandangan yang belum pernah saya saksikan sebelumnya. Saya melihat sekerumunan setan-setan seperti kawanan domba! Roh Allah juga menghinggapi teman saya, dan ia bergerak cepat melewati saya, mengutuki tentara-tentara iblis itu, dan mereka lari kembali ketempat mereka berasal. Saudaraku yang kekasih, pagi harinya ketika kami bangun tidur, wabah itu sudah lenyap! Benar, ada saatnya berperang secara agresif dan keras dalam doa syafaat. Saya menyadari banyak orang akan menyusut jika kita berdoa secara ekstrem seperti berlari, dan berteriak keras-keras terhadap musuh. Namun memang ada saatnya kita melakukan tindakan kekerasan secara rohani. Memang sulit juga untuk percaya bahwa berteriak dengan keras menghardik kuasa setan-setan, namun Alkitab juga membenarkan hal tersebut, bahkan terkadang menyarankannya. Seperti: Zerubabel bersorak pada sebuah gunung (Zak 4:7) Israel bersorak di Yeriko (Yos 6:16) Tentara Gideon bersorak sebelum berperang (Hak 7:20) Yesus bersorak di kayu salib (Mat 27:50)

33

Israel bersorak ketika Tabut Perjanjian memimpin mereka ketempat yang baru: Allah bangkit, terseraklah musuh-musuh-Nya (bil 10:35; Maz 68:2)

Kadangkala strategi Allah adalah memperkatan Firman Tuhan, jadi ingatlah jika Roh Kudus yang memipin setiap strategi akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat dan sekaligus mematikan musuh kita. Namun yang perlu kita camkan dengan baik adalah ketika kita mengalami peperangan rohani, tujuan kita bukanlah untuk mengalahkan iblis, sebab ia sudah kalah oleh Tuhan Yesus. Jadi peperangan kita adalah untuk menghadirkan kembali kemenangan salib Kristus. Kita harus menjadi perluasan dari apa yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus melalui karya perantaraan-Nya. Kristus Yesus telah mem paga si iblis. Dan menghancurkan kepemimpinannya (baca Kej 3:15), kata kepala dalam ayat itu adalah rosh yang berbicara tentang kepemimpinan atau otoritas. Dalam Maz 2:9 nubuatan kepada Kristus berbunyi Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk. Tindakan ini memiliki arti memukul sesuatu sampai hancur berkeping-keping, dan menyerakkannya. Hal itu adalah kekalahan total iblis. Akan tetapi, apa yang Yesus lakukan haruslah kita lepaskan dan teguhkan. Semua yang disediakan bagi kita, harus kita rebut dengan iman dan senjata-senjata rohani. 1 Tim 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. Timotius telah memiliki hidup yang kekal, tetapi di sini dikatakan, bahwa ia tetap harus merebutnya. Sama dengan bangsa Israel yang telah menerima janji warisan tanah, namun mereka tetap harus merebutnya. Demikian jugalah dengan kita, warisan kita juga tidak secara otomatis kita miliki. Pertanyaan yang muncul adalah, lalu mengapa peperangan rohani itu dilakukan, kan Yesus telah mengalahkan iblis? Jawabnya adalah: Bahwa Kristus membebaskan kita dari exousia iblis, yaitu otoritasnya atas manusia. Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Kristus membebaskan kita dari kuasa iblis (kuasanya mengendalikan kita) (Kol 1:13) Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; (Luk 10:19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (Kol 2:15) Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. Sebab kuasa tidak pernah menjadi masalah antara Allah dan iblis, yang menjadi masalah adalah otoritas yakni otoritas yang dirampas iblis dari Adam. Sebab kuasa Allah tidak akan pernah

34

bisa disejajarkan dengan siapapun. Yesus dating untuk mengambil otoritas yang hilang tersebut dan menghancurkan otoritas iblis di bumi. Iblis masih memiliki kuasa-kuasa serta kemapuan-kemampuan. 1 Pet 5:8 dikatakan ia berjalan berkeliling, sama seperti singa yang mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya. Ia masih memiliki panah-panah api (Ef 6:16). Sekarang iblis tidak memiliki otoritas lagi untuk menggunakan kuasanya bagi orang-orang percaya kepada Yesus. Namun jika kita tidak berjaga-jaga dan mempergunakan perlengkapan senjata Allah, maka, ia akan memakai kemampuannya untuk menghancurkan kita jika kita tidak mengerti bahwa melalui Kristus kita telah diberikan otoritas atas iblis dan kuasanya. Otoritas penting sekali. Kuasa mengerjakan pekerjaan itu, namun otoritaslah yang mengatur kuasa itu. Gambaran mengenai hal itu dapat ditemukan dalam Keluaran 17:8-13. Kemenangan Israel tidak ditentukan oleh kekuatan tentara Israel, buktinya ketika tongkat Musa turun, mereka dikalahkan Amalek. Tetapi di sini Tongkat yang membawa kemenangan Israel melambangkan otoritas Allah, ketika ia (tongkat) tersebut diangkat maka bangsa Israel mengalami kemenangan. Adakalanya kita harsu berperang atau bergumul dalam doa-doa syafaat kita. Paga juga berbicara tentang konsep ini, dan Alkitab mengajarkannya. Sebab itu kita harus melakukannya dengan seimbang dan penuh hikmat! Namun kita harus melakukannya! REBUT! REBUT! REBUT! Pertanyaan renungan. 1. Dua kegiatan yang bertolak belakang apakah yang diperlukan dalam doa syafaat? Mengapa keduanya diperlukan? Apakah arti penggunaan paga dalam hal ini? 2. Jelaskan2 Kor 2:11. bagaimana ayat ini mendukung fakta bahwa kita jangan sampai mengabaikan iblis? 3. Dapatkah anda menjelaskan hubungan antara penyembahan, memantikan Allah, dan peperangan rohani? Bagaimana Yosua menggambarkan hal ini? Pelajaran apa yang di dapat dari Maria dan Martha dalam hal ini? 4. Mengapakah kita harus berperang jika Kristus telah mengalahkan dan mengahncurkan semua kuasa kegelapan? Berikan komentar tentang perbedaan antara otoritas dan kuasa? 5. Definisikan kata pro dari Efesus 6, dan jelaskan hubungannya dengan peperangan rohani.

35

BAB IX PRIBADI YANG TERTINGGI Dalam doa syafaat kita akan juga belajar mengenai pengungkapan kebenaran. Dalam 2 Kor 4:3-4 diakatakan Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Dalam versi (NASB) Kata tertutup adalah veiled. Veiled berasal dari kata veil yang berarti to hide (menyembunyikan), cover up (menutupi), dan wrap around (membungkus).22 Bahasa Yunani Kalupsis yang berarti menyelubungi. Kata Perjanjian BAru untuk wahyu adalah kalupsis dengan tambahan awalan apo yang menjadi apokalupsis. apo artinya lepas atau jatuh.23 Jadi secara harafiah apokalupsis artinya penyingkapan selubung, membuka sesuatu yang menutupi. Dari ayat diatas dapat kita katakan bahwa apa yang menyebabkan orang-orang itu tidak dapat melihat kebenaran Injil yang diberitakan oleh Paulus adalah adanya selubung yang menutupi mata hati mereka. Penyebab dari hal-hal tersebut adalah penyimpangan perspektif/pandangan. Perspektif orang tidak percaya telah disimpangkan. Banyak orang lari dari Allah yang berniat menolong mereka dari kehancuran. Kata cahaya dalam ayat ini adalah photismos, yang artinya pencerahan. Kata ini mirip dengan apa yang digunakan dalam Efesus 1:18, yaitu menjadikan terang yang berasal dari kata photizo yang artinya membuka diri kepada terang. Kata photo atau photograph dalam bahasa Inggris memiliki akar yang sama dengan photizo. Apa yang terjadi ketika kita memotret? Penutup lensa kamera itu dibuka sehingga cahaya dapat masuk dan membuat gambar menjadi jelas. Jika penutup lensanya tidak dibuka maka, seberapa indahnyapun pemandangan itu tidak aka nada gambar di dalam foto tersebut.22 23

Spiros Zodhiates, The Complete Word Study Dictionary (Iowa Falls, Iowa Word Bible Publisher, 1992), 816 James Strong, The New Strongs Exhaustive Concordance of the Bible (Nashville: Thomas Nelson Publisher,1990), ref.no.575

36

Hal yang sama terjadi kepada manusia. Meskipun gambaran Kristus yang sangat mulia dan kabar Injil yang sangat indah, tetapi jika selubung (penutup lensa) tidak dilepaskan, maka tidak aka nada gambaran Kristus yang dihasilkan dalam diri orang tersebut. Kadangkala kita mengajak orang-orang untuk berdoa keselamatan tanpa pewahyuan yang benar (membuka selubung), maka biasanya tidak ada perubahan yang sejati. Itulah juga barangkali sebabnya kurang dari 10 persen atau mungkin hanya 3 persen orang yang diselamatkan menjadi pengikut Kristus yang sungguh-sungguh. Penyebabnya adalah pertobatan mereka bukanlah pertobatan sejati yang berasal dari pewahyuan Firman Allah. Kata pertobatan (metanoia) berarti memiliki pengetahuan atau pengertian yang baru; atau pembaruan pikiran. INFORMASI VS WAHYU Kita harus dapat membedakan anatara informasi dengan wahyu. Informasi berasal dari pikiran manusia, sedangkan wahyu ilahi, walaupun melibatkan pikiran kita. Wahyu berasal dari hati. Kuasa rohani hanya dapat dicurahkan melalui pewahyuan. Firman yang tertulis (graphe),24 harus menjadi Firman yang hidup (logos).25 Itulah sebabnya kita sebagai orang percaya bukan saja harus membaca firman Tuhan, namun juga merenungkannya siang dan malam. Maz 119:18 singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiabn-keajaiban dari Taurat-Mu kata singkapkanlahberasal dari kata galah yang juga berarti membuka selubung atau membuka penutup, yaitu pewahyuan. Informasi biasanya dapat dating dengan cepat, namun wahyu biasanya membutuhkan proses. Sayangnya semenjak jatuhnya manusia kedalam dosa, pengetahuan atau informasi itu yang sering disanjung oleh manusia. Informasi tidak dapat memebrikan pengertian yang benar tentang Allah. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi: Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka di dalamnya kamu menemukan hidup kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberikan kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu(Yoh 5:39-40). Orang Farisi mengetahui Firman Tuhan (Graphe), mungkin lebih baik dari saudara dan saya, namun mereka tidak mengenal Allah. Meskipun kita memiliki segudang informasi tentang Allah dan firman-Nya namun Wahyu Allah lah yang membuat Alkitab menjadi roh dan hidup (Yoh 6:36). Pewahyuaqn akan memimpin kita kepada iman yang benar dan perubahan yang sejati. Tanpa pewahyuan kita cenderung menjadi egois, dengan selalu bertanya apa keuntungannya bagiku, bahkan kita menyukai khotbah-khotba yang bertemakan keuntungan-keuntungan belaka. Sehingga akan muncul petobat-petobat yang egois yang sangat individualis.

24 25

Strong, The New Strongs Exhaustive Concordance of the Bible, ref. no. 1124 Ibid, ref. no. 3056

37

Sebaliknya jika kita memberitakan Injil yang murni, termasuk pertobatan dan penyaliban daging (penyerahan diri kepada ketuhanan Kristus), orang-orang yang tidak percaya akan menolaknya mereka akan menganggap sesuatu yang gila dan bodoh. tetapi manusia duniawi tidak dapat menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena bagi mereka itu adalah sebuah kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab itu hanya dapat dinilai secara rohani (1 Kor 2:14). Kata kebodohan berasal dari kata moria yang adalah akar kata dari moron MELAHIRKAN PETOBAT YANG BENAR Untuk itu kita harus mengijinkan Roh Kudus bekerja sesuai dengan waktu-Nya untuk melahirkan pertobatan yang benar melalui pewahyuan dari Allah. Pertobatan semacam ini akan menghasilkan orang-orang Kristen yang berpusat pada Allah,bukan yang egois. Ingatlah bahwa sering sekali sikap hati kita/ dosa kita yang menghalangi Allah bekerja. Dan dosa kita juga yang membuat kita tidak berdoa bagi orang-orang berdosa. Bagaimana iblis membutakan pikiran orang-orang yang tidak percaya? Dan apakah yang menyebabkan adanya selubung itu? Dalam 2 Kor 4:4, kata dibutakan berasal dari kata tuphloo yang berarti menumpulkan intelektual; membutakan.26 Akar kata dari tupho ini adalah membuat asap. Diibaratkan seperti asap yang menghalangi atau menggelapkan udara sehingga orang sulit melihat dengan jelas. Nah, dari kata yang sama, yakni tuphoo yang dipakai untuk menerangkan pikiran yang muluk-muluk, sombong, atau mengembang dengan keangkuhan sendiri.27 Di sini kelihatan ada hubungan anatara kebutaan dan kesombongan, maka ditemukan mata rantai yang hilang, yaitu: dosa kesombongan yang dimiliki iblis diwariskannya kepada manusia di taman Eden. Dan hal inilah yang dipakai iblis untuk membutakan mereka. Demikian juga sebagian besar penolakan terhadap Kristus, baik dari agama-agama sesat atau kenyataan bahwa banyak orang tidak mau menyerahkan hidup mereka; semuanya itu berakar dari masalah yang sama, yakni:KESOMBONGAN. Tetapi meskipun demikian kesombongan itu juga akan berakhir, yakni pada saat semua lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Dikisahkan pada suatu malam yang gelap gulita ditengah laut, seorang kapten kapal melihat cahaya redup dari kejauhan. Ia lalu menyuruh petugas radionya untuk mengirim berita ini: ubahlah arahmu 10 derajat ke Selatan Segera ia menerima jawaban: ubah arahmu 10 derajat ke Utara. Merasa ditantang, kapten yang sombong ini marah. Maka ia mengirim kembali balasan: ubahlah arahmu 10 derajat ke Selatan, ini perintah kapten!26

W.E. Vine, The Expanded Vines Expository Dictionary of New Testament Words (Minneapolis:Bethany House P