DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

of 10 /10
157 Volume 15 No. 2 Desember 2016 DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA TARI Rambat Yulianingsih Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Jalan Ki Hadjar Dewantara No. 19 Kentingan, Jebres, Surakarta 57126 Abstrak Seni sastra jawa yang kaya sangat sayang bila hanya tetap menjadi sebuah manuskrip atau catatan tertulis yang tersimpan dalam musium. Keadaan yang demikian tentu tidak semua orang bisa membacanya ataupun mendapatkan akses untuk bisa memanfaatkannya. Dari keadaan tersebut muncul keinginan untuk mencoba membawa kembali khazanah sastra jawa kedalam suatu bentuk karya seni lain dengan harapan agar sastra jawa lebih dikenal dan bisa diapresiasi. Seperti juga Serat Menak yang berasal dari kitab Qissay Emr Hamza, sebuah kesusastraan persia pada pemerintahan Harun Al Rasyid (766-809). Di melayu kisah ini dikenal dengan nama Hikayat Amir Hamza. Salah satu bagian dari Serat Menak adalah Menak Cina. Kisah ini cukup dikenal dalam budaya Jawa Tengah, khususnya Surakarta. Roman tersebut menjadi dikenal oleh jasa R. Ng. Yasadipura I dalam mengubah karya tersebut kedalam bahasa jawa dipadu dengan cerita panji, yang disusun dalam bentuk sekar macapat. Kata kunci: serat menak, literature seni, dan khasanah sastra Jawa Abstract The Art literature rich java very fondly if only the remains an manuscripts or a written record stored in museums. The state of being will certainly not everyone can read it or access can use it unit of this condition.Appearing desire to re reading literary into its java a form of artwork another by hope that literature java more famous and can be appreciated as also a letter menak derived from the Qissay Emr Hamza, an outgrowth literature versi in the government Harun Al Rasyid (786 – 809) In malays this story was known as the Hikayat Amir Hanza, one part of fibers menak is menak china. This story is known in central java culture, especially Surakarta. The romance became famous by service R. Ng. Yasadipura in turn to the language of java .In inte- grated centera ensign arranged in the form of is now re macapat. Keywords: fiber menak, art literature, and khazanah literature java. PENDAHULUAN Berawal dari keterlibatan pengkarya dari berbagai proses pertunjukan, Sentra melakukan tari Jawa dan olah vokal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman tersebut. Pada tanggal 9 16 Januari 2014 dilaksanakan Pekan Wayang Menak di Bantara Budaya Jakarta. Kegiatan ini diisi dengan pamerang wayang dan naskah-naskah kuno Serat Menak, pagelaran wayang, juga saresehan Wayang Menak. Pada kesempatan tersebut saya dilibatkan sebagai pengisi acara, yaitu menarikan tari Srimpi Moncar bersama

Transcript of DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

Page 1: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

157Volume 15 No. 2 Desember 2016

DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA”MENJADI SEBUAH KARYA TARI

Rambat YulianingsihInstitut Seni Indonesia (ISI) SurakartaJalan Ki Hadjar Dewantara No. 19 Kentingan, Jebres, Surakarta 57126

Abstrak

Seni sastra jawa yang kaya sangat sayang bila hanya tetap menjadi sebuah manuskripatau catatan tertulis yang tersimpan dalam musium. Keadaan yang demikian tentu tidaksemua orang bisa membacanya ataupun mendapatkan akses untuk bisa memanfaatkannya.Dari keadaan tersebut muncul keinginan untuk mencoba membawa kembali khazanah sastrajawa kedalam suatu bentuk karya seni lain dengan harapan agar sastra jawa lebih dikenaldan bisa diapresiasi. Seperti juga Serat Menak yang berasal dari kitab Qissay Emr Hamza,sebuah kesusastraan persia pada pemerintahan Harun Al Rasyid (766-809). Di melayu kisahini dikenal dengan nama Hikayat Amir Hamza. Salah satu bagian dari Serat Menak adalahMenak Cina. Kisah ini cukup dikenal dalam budaya Jawa Tengah, khususnya Surakarta.Roman tersebut menjadi dikenal oleh jasa R. Ng. Yasadipura I dalam mengubah karya tersebutkedalam bahasa jawa dipadu dengan cerita panji, yang disusun dalam bentuk sekar macapat.

Kata kunci: serat menak, literature seni, dan khasanah sastra Jawa

Abstract

The Art literature rich java very fondly if only the remains an manuscripts or a writtenrecord stored in museums. The state of being will certainly not everyone can read it or access canuse it unit of this condition.Appearing desire to re reading literary into its java a form of artworkanother by hope that literature java more famous and can be appreciated as also a letter menakderived from the Qissay Emr Hamza, an outgrowth literature versi in the government Harun AlRasyid (786 – 809) In malays this story was known as the Hikayat Amir Hanza, one part of fibersmenak is menak china. This story is known in central java culture, especially Surakarta. Theromance became famous by service R. Ng. Yasadipura in turn to the language of java .In inte-grated centera ensign arranged in the form of is now re macapat.

Keywords: fiber menak, art literature, and khazanah literature java.

PENDAHULUANBerawal dari keterlibatan pengkarya

dari berbagai proses pertunjukan, Sentramelakukan tari Jawa dan olah vokal adalahbagian yang tidak terpisahkan daripengalaman tersebut. Pada tanggal 9 16Januari 2014 dilaksanakan Pekan Wayang

Menak di Bantara Budaya Jakarta. Kegiatanini diisi dengan pamerang wayang dannaskah-naskah kuno Serat Menak, pagelaranwayang, juga saresehan Wayang Menak.

Pada kesempatan tersebut sayadilibatkan sebagai pengisi acara, yaitumenarikan tari Srimpi Moncar bersama

Page 2: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

158 Volume 15 No. 2 Desember 2016

Dari Karya Sastra “Menak Cina” Menjadi Sebuah Karya Tari Rambat Yulianingsih

rekan-rekan dari Mangkunegaran Surakarta.Peristiwa di atas sekaligus mengingatkansaya bahwa di balik Wayang Menak, adasuatu karya sastra yang mendasarinya, yaituSerat Menak. Bagi saya Serat Menak sangatmenarik karena berdasarkan sepengetahuansaya di bidang tari, baru Serat Menak yangbisa menginspirasi orang untuk menciptakanbanyak pula karya seni lain, yaitu tari,dengan dibuatnya tari Adaninggar –Kelaswara maupun Srimpi Moncar.

Serat Menak berasal dari kitab QissayEmr Hamza, sebuah hasil kesusasteraan Per-sia pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid(766-809). Di Melayu kisah ini dikenal dengannama Hikayat Amir Hamzah, salah satubagian dari Serat Menak adalah Menak Cina.Kisah ini cukup terkenal dalam budaya JawaTengah, khususnya Surakarta. Romantersebut menjadi dikenal oleh jasa R. Ng.Yosodipuro I dalam menggubah karyatersebut ke dalam bahasa Jawa dipadudengan ceritera panji, yang disusun dalambentuk Sekar Macapat. Syair-syair yangditulis dalam Sekar Macapat tersebutmenceritakan tentang perjalanan danperjuangan putri Cina bernama Dewi RatnaAdaninggar yang jatuh cinta pada rajaKuparmen, Sang Agung Menak Jayengrana.

Menak Cina ini mewakili kekuatansendiri, karena tokoh-tokoh yang terlibat didalamnya selain memiliki karakter-karakteryang kuat, juga berasal dari latar belakangbudaya yang berbeda. Terlebih lagi karenatokoh utamanya yaitu Dewi RatnaAdaninggar adalah seorang wanita, yangketeguhan hatinya sedemikian kuat untukmendapatkan cinta dari seseorang yangbahkan belum pernah ditemuinya. Sesuatukekuatan hari seorang wanita, yang mungkintidak lazim pada saat itu. Suatu kisah yang

kemungkinan besar bisa mendatangkanpencerahan bila bisa menghayati danmenyimak apa yang tersembunyi di balikbait-baitnya.

Hal ini sangat menggugah hati sayauntuk bisa menciptakan sebuah karya yangbaru dari sebuah krya sastra klasik sekaligusmenampilkan sisi lain dari seorang wanita,berdasarkan niat tersebut, saya merasa tokohAdaninggar adalah sosok yang sesuai. Adakemungkinan, bagi sebagian orang, bilamenyaksikan tari Adaninggar Kelaswara,mereka akan berpendapat bahwa tokohAdaninggar ini memiliki watak yang agakantagonis sekaligus juga kurang beruntungdi akhir ceerita. Di sini muncul keinginansaya untuk menampilkan sosok Adaninggardari sudut pandang yang berbeda, lebih kesisi rohani serta perwujudan dalam gerak tariyang berbeda.

Pada saat Menak Cina karya asliYosodipuro, tertulis pupuh-pupuh yangmenceritakan perjalanan Sang Putri Cinamulai dari negaranya hingga meninggalnyadi tangan Kelaswara, yang ditulis dalambahasa Jawa, dikarenakan menggunakanbahasa Jawa, seringkali memang agak sulitdipahami maksud dari kata-kata tersebut.Namun demikian, justru hal ini yangmembuat ketertarikan saya semakin besar,dan menurut saya inilah salah satu kekuatanyang bisa digunakan untuk menyusun karyasyair-syair dalam bahasa Jawa ini. Kemudiansaya gunakan sebagai syair-syair yangdilagukan, yang kemudian digunakan dalamkarya.

Melalui Menak Cina versi terjemahan,kita bisa semakin memahami apa yangterkandung dalam bait-bait tersebut denganlebih baik. Hal ini tentu karena bahwa yangdigunakan adalah bahasa Indonesia, dan

Page 3: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

159Volume 15 No. 2 Desember 2016

sudah diterjemahkan dengan tidak sajaperkata, melainkan dengan rangkaian yanglebih baik, sehingga begitu kita membaca,maka kita akan langsung memahami di baittersebut.

Episode Menak Cina terdiri dari limajilid. Pada jilid I diceritakan bahwa usia sangjayengrono masih tampan, gagah, tetap jayadalam peperangan, berkedudukan di NegaraKuparman yang rakyatnya aman, tentram,sejahtera. Cerita mengenai Putri Cina dimulaidengan keinginan Sang Putri yang bernamaDewi Adaninggar, untuk mengabdi danmenjadi istri Sang Agung Menak Jayengrana.Saat banyak mendengar berita-berita tentangkerajaan Kaparman yang sejahtera danrajanya yang berbudi luhur, dari parapedagang Cina yang sering berlayar ke sana.Karena hasratnya tersebut, Sang Putri jatuhsakit, sehingga setelah membekali denganberbagai harta dan pasukan, ayah bundanyaterpaksa melepas Sang Putri untuk berangkatmelamar Sang Agung Menak. Dimulailahperjalanan Dewi Adaninggar untukmendapatkan cintanya. Menak Cina jilid Ibab 1 – 3 ini, diambil sebagai adegan pertamadalam pertunjukan.

Perjalanan Dewi Adaninggar diwarnaidengan banyak siasat, bahkan tipu muslihatdan tentu saja peperangan, baik yang dialamiAdaninggar sendiri maupun Jayengrana sertatokoht-tokoh lain. Salah satunya saat DewiAdaninggar merasa tidak mungkin bertemuwong Agung Menak Jayengrana, lalumembuat siasat dengan melamar menjadiistri Prabu Nusirwan, raja Medayen, yangadalah juga mertua Sang Menak.Harapannya, siasat ini akan membawaAdinanggar bertemu Jayengrana, sehinggabisa menyampaikan maksud sebenarnyauntuk menjadi istri Jayengrana.

Mengetahui siasat Adaninggartersebut, Jayengrana teguh menolak lamaranAdaninggar. Karena berbagai cara tidak bisamenggoyahkan hati Jayengrana, akhirnyaAdaninggar memutuskan untuk pasrah danmenyerahkan jiwa raganya pada istri-istriJayengrana, yaitu Dewi Sudarawreti danDewi Rabingu Sirtupelaheli.

Saat Prabu Nusirwan mendapatperlindungan dari kerajaan Kelan,Jayengrana pun berperang dengan kerajaantersebut. Dalam peperangan, Jayengranaberhadapan dengan putri raja Kelan, yaituDewi Kelaswara. Tanpa diduga ternyatamereka malah saling jatuh cinta dan akhirnyamenikah. Mendengar berita tersebutAdinanggar sangat marah dan segeramenuju kerajaan Kelan. Sesampainya dikerajaan, ditemukannya Jayengrana sedangtidur dengan Kelaswara. Kemarahanmemuncak, hingga terjadilah parang tandingantara Adinanggar dan Kelaswara. Setelahhampir kalah, dengan siasatnya Kelaswarabisa mengalahkan menggunakan panah saktiJayengrana. Adaninggar akhirnya meninggaldipangkuan Jayengrana. Dalamkematiannya Adaninggar menampakkanraut muka yang cantik, bahagia, jugatubuhnya bersinar bagaikan emas. KematianAdaninggar ini membawa kesedihan yangmendalam bagi Jayengrana, DewiSudarawreti dan Sintapelaheli, bahkan DewiKelaswara sendiri.

Untuk memahami Menak Cina adasebuah buku karya Sindhu, Sunarta, Suman,F. Yudhi, Mengantar Wayang Menak ke MasaDepan. Diterbitkan di Jakarta oleh PT.Gramedia Printing, tahun 2004. Di dalamnyadisebutkan bahwa Menak Cina sebenarnyamerupakan salah satu episode dalam SeratMenak. Kisah Menak sendiri bersumber dari

Page 4: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

160 Volume 15 No. 2 Desember 2016

Dari Karya Sastra “Menak Cina” Menjadi Sebuah Karya Tari Rambat Yulianingsih

kesusastraan Persia berjudul Qissa’i EmrHamza yang muncul pada jamanpemerintahan Sultan Harun Al Rasyid ( 766– 809 SM ). Cerita ini masuk Melayu dengannama Hikayat Amir Hamzah dan kemudiandisadur ke dalam bahasa Jawa dengan namaSerat Menak.

Menurut Sindhu, tidak diketahui pastikapan penyaduran cerita Melayu ke dalambahasa Jawa. Hanya saja, Serat Menak yangtertua telah ditemukan ditulis oleh CarikNarawita pada tahun 1639 J atau 1715 M, atasperintah Kanjeng Ratu Mas Blitar, permaisuriPakubuwono I, akan tetapi tulisan tersebutbukan dari teks asli, melainkan salinan dariteks yang lebih tua. Di Jawa Kisah Menakdiperkirakan lahir pada jaman pemerintahanSultan Agung Mataram, sekitar tahun 1613– 1645 M.

Penggunaan kata Menak sebagaisebutan untuk Amir Hamzah, dapatdibandingkan dengan sebutan Menak Jinggapada Serat Damarwulan. Dalam sastra Jawapertengahan yaitu sastra Kidung, kataMenak sudah muncul, yang berarti berbudiluhur, mulia dan tampan. Serat Menak jugadipengaruhi oleh Serat Panji yang popularpada masa itu. Kisah Menak tersebar luas danterkenal melalui saduran-saduran sastrawanbesar Jawa, R. Ng. Yosodipuro I ( 1729 – 1802M ), yang berlandaskan karya versi Kartasuratulisan Ki Carik Narawita.

Garis besar kisah Menak menceritakanpermusuhan Amir Hamzah atau WongAgung Jayengrana yang berasal dari Mekah,dengan Raja Nusirwan yang juga mertuanyadari Medayun. Raja Nusirwan yang selalumencari bantuan dan perlindungan dari raja-raja lain yang memusuhi Amir Hamzah,sehingga terjadi perang yangberkepanjangan.

Dalam cerita Menak, nama-namatokohnya disesuaikan dengan nama Jawa.Sebagai contoh, Omar bin Omayya menjadiUmar Maya, Qobat Shehriar menjadi KebatSorehas, Mihrningan menjadi DewiMuninggar, Unekir menjadi DewiAdaninggar.

Balai Pustaka mencetak cerita Menakdalam tulisan Jawa berdasarkan antara tahun1933 – 1991 M, dari teks Yosodipuro I dalam23 bagian ( 48 jilid). Masing-masing diberinama berdasarkan tokoh utama atau tempat,yaitu : Menak Soheras, Menak Lare, MenakSrandil, Menak Sulup, Menak Ngrajak,Menak Demis, Menak Kaos, MenakKuristam, Menak Kanin, Menak Gandrung,Menak Kanjun, Menak Kandabumi, MenakKuwari, Menak Cina, Menak Malebari,Menak Jamintoran, Menak Jaminambar,Menak Talsamat, Menak Lakat.

Ada dua pijakan dasar yang sayagunakan dalam karya ini, yaitu Sastra KlasikJawa dan perjalanan cinta. Pada dasarnyakarya sastra Jawa mempunyai banyakelemen yang relative belum digali, sehinggaakan sangat sayang tersimpan diperpustakaan maupun museum saja, darikeadaan tersebut muncul keinginan yangsangat kuat untuk mencoba membawakembali khazanah sastra Jawa kedalambentuk karya seni yang lain, dengan harapanagar sastra Jawa lebih dikenal dan bisadiapreasi.

Seperti juga Menak Cina, kisah dalamMenak Cina ini bukanlan sekadar kisah cintabiasa. Bagi pengkarya, Serat ini memilikikeindahan yang luar biasa. Syair-syair yangditulis di dalamnya seakan memilikikekuatan yang bisa membawa pembacanyake dalam suatu perjalanan pencarian cintayang penuh emosi, keindahan, sekaligus

Page 5: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

161Volume 15 No. 2 Desember 2016

keagungan. Syair-syair tembang, isi cerita,setting, juga pupuhnya, memberikanketertarikan yang kuat bagi pengkaryauntuk menggarapnya kedalam suatu bentukvisual yang bisa dipertunjukkan.

Dalam Menak Cina pengkaryatemukan kisah tentang seorang wanita yangdigambarkan telah memperjuangkancintanya dengan sedemikian rupa, namunpada akhirnya dia dipaksa menyerah olehkeadaan. Kisah perjalanan Adaninggarmemang tampak seperti perjalanan biasanamun juga sebenarnya luar biasa. Hanyaseorang wanita seperti dia yangmeninggalkan negerinya untuk mengejarcinta. Bila kita cermati, maka pada dasarnyaperjalanan cinta Adaninggar bukanlahsekedar perjalanan mendapatkan cintaseorang pria, namun ada kedalaman maknadi balik kisahnya tersebut.

Kerinduan yang amat sangat dariAdaninggar terhadap Jayengrana bisadikatakan agak aneh. Hal ini karenasebenarnya Adaninggar belum pernahmelihat secara langsung sosok seorang WongAgung Jayengrana. Bagi saya, hal ini bisadiibaratkan hubungan manusia denganTuhannya, dimana sebenarnya manusiasendiri belum pernah melihat sosok Tuhanyang sesungguhnya, namun hati manusiaselalu diliputi kerinduan yang amat sangatakan Tuhannya. Sebagaimana yang tersiratdalam jilid I bab I, pupuh 20, berikut ini :

Kasmaran dening pawartaWong Agung SurayengbumiAngalem legining gulaMangsa ana angimbangiRatu isining bumiTan ana kang kaya ikuPrawira mandragunaBabala para narpatiApon padha beboyongane sadaya.

Artinya :

Engkau telah jatuh cinta hanyakarena beritaMengenai Keagungan SangMenak JayengdimurtiMerasa tidak ada orang yangdapat mengimbangiWalaupun raja dari mana saja diseluruh dunia iniRasanya tidak ada yang sepertiorang agung ituIa seorang yang perwira,perkasa, dan saktiMempunyai banyak raja sebagaibawahannyaDan mereka itu merupakan rajataklukan semua.

Pada sosok Adaninggar, hasratnyaakan Jayengrana tidak bisa tergantikan olehyang lain. Dan segala cara ditempuhnyauntuk bisa mendapatkan cinta Jayengrana,meskipun harus dengan kegagalan, namunsebenarnya melalui Jayengrana, Adaninggarbisa dikatakan telah menempuhperjalanannya diri yang sesungguhnya untukbertemu Tuhan. Sebab didalam prosestersebut, ada dimana saat Adaninggar denganpenuh kesadaran dan keikhlasan bersandarpada Tuhan (dalam hal ini agama Islam),maka senarnya pula setiap langkah yangpernah dilakukan oleh Adaninggarmerupakan langkah yang dilakukan untukmenuju Tuhannya.

Keadaan Adaninggar tersebut di atas,semakin jelas terlihat pada saat Adaninggarmenjelang ajalnya, di pangkuan Jayengranasebagaimana tertulis pada Menak Cina, bab56 pupuh 24 – 25, berikut ini :

Lan wontena pangestu antereng patiSampun ngantak-antakPan kawula sampun manjing

Page 6: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

162 Volume 15 No. 2 Desember 2016

Dari Karya Sastra “Menak Cina” Menjadi Sebuah Karya Tari Rambat Yulianingsih

Dhateng kakang mbok SudaraWus winulang dhateng kang mbokparangakikIng agama mulyaSarengat Nabi IbrahimAgama ingkang minulya

Artinya :

Dan berkenanlah paduka memberikandoa restuSebelum hambamu ini menemuiajalnya yang sekarangJangan sampai mati dalam keadaanterlantarSebab hambamu ini telah berpadumenjadi satuDengan kakakku, Sang Ratna DewiSudarawretiHamba telah diajari oleh kakandaSang Putri ParangakikDan hamba telah pula beralih keagama yang muliaDan kini agama Sang Nabi IbrahimAgama yang mulia taka ada taranyadi dunia.

Lebih daripada sekedar kisah cinta,proses pencarian seseorang akan cinta sejatimereka, mungkin sebenarnya juga memuatpencrian akan makna diri mereka di dunia.Pencarian seseorang akan makna dirinya danakan maksud hadirnya di dunia inimerupakan suatu pencarian yang panjangdan membutuhkan banyak perjuangan.Kadangkala proses yang terjadi selamapencarian itu membutuhkan waktu lamauntuk bisa memahami apa yang sebenarnyatengah terjadi, namun kadang pula tidakdiperlukan waktu lama untuk bisamenyadari hikmah dari setiap kejadian yangtelah teralami.

Arti cinta bagi setiap orang mungkinakan berbeda satu sama lain. Sehubungandengan karya sastra Arab, pengkaryamengutip sebaris kata dari Imam Al-Quryairi,

yang muncul dalam buku “Dan BurungpunBertasbih” karya A. Zakky Syafa, yangmenjelaskan tentang arti kata cinta, sebagaiberikut :

Imam Al-Qusyairi dalam kitabnya“Risalah Al-Qusyairiyyah” menulisbahwa cinta dalam bahasa Arabberarti Mahabbah bahwa kata hubbu(cinta) diambil dari kata al-habbusebagai bentuk plural dari kata habbah(biji). Sedangkan biji hati merupakansesuatu yang berada dan menetapdalah hati, sehingga habu (biji-bijian)dinamakan hubbub (cinta). Karenayang dimaksud adalah tempatnya.Adapula pendapat yang menyatakanbahwa hubbu (cinta) diambil dari katahibbah dengan dikasroh huruf ba’ nyayang berarti kerikil kecil padang pasir.Dari sini cinta disebut pula benihkehidupan. Dikatakan pula bahwacinta adalah sepotong kayu yangmenyangga genteng yang diletakkandi atasnya. Kemudian cinta itu disebuttiang karena cinta menanggungkesenangan dan penderitaan.

Kutipan di atas sedikit banyakmenyiratkan bahwa cinta sebenarnyaterkandung dalam setiap bentuk kehidupan,bahkan mungkin merupakan inti kehidupan.Berdasarkan itu pula, mengilhami pengkaryauntuk mengambil kata Kerikil Kecil PadangPasir sebagai inti judul karya, menurutpengkarya kata tersebut mewakili maknacinta, mewakili keberadaan manusia di bumi,juga mewakili garapan yang memangmenceritakan tentang cinta.

Serat Menak yang kisahnya disusundalam bentuk Macapat, mengilhamipengkarya menyusun kisah tersebut ke dalamsebuah struktur garapan tari, sebagai upayauntuk merekonstruksi kembali suatukejadian, ke dalam suatu bentuk drama tari.Diinspirasi dari tari Adaninggar- Kalawara,

Page 7: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

163Volume 15 No. 2 Desember 2016

yang menggambarkan tentang dua orangwanita sedang berperang yang salingmemperebutkan cinta Wong Agung.Pengkarya bermain pada susunan gambaryang tidak hanya ditampilkan dua orangtokoh putri saja, melainkan melibatkan tokohatau penari yang lain yang terkait dengankisah yang dimaksud. Ada beberapa hal yangpengkarya sajikan sebagai nilai utamagarapan ini.

Garapan pengkarya ini berisi sebuahrentetan kejadian dimana setiap tokoh yangterlibat didalamnya menggunakan /melantunkan tembang untuk salingberkomunikasi. Tembang yang disajikandalam garapan ini dibuat secara khusussebagai ganti percakapan / antawacana yangdisesuaikan dengan adegan yang sedangberlangsung dengan iringan karawitan.Dengan demikian garapan ini bisa dikatakansebagai sebuah dramatari opera.

Karakter Adaninggar

Pengkarya menginterpretasi karaktertokoh utama, yaitu Adaninggar, yangmemiliki karakter berbeda yang ada pada tariAdaninggar–Kaleswara yang telah adasebelumnya. Pada tari Adaninggar–Kaleswara, karakter Adaninggardiungkapkan dengan gerakan-gerakan yanglincah dengan penekanan pada gerakan dagudan kepala yang sering diangkat dandigoyangkan, juga gerakan yang lincah dangemulai. Seperti layaknya sebuah bonekagolek. Berbeda dengan hal itu, karakterAdaninggar dalam karya ini disajikan lebihmendekati pada gerak yang halus (tidakterlalu lincah), luruh, yang menurutpengkarya lebih sesuai dengan karakternyasebagai seorang putri Cina.

Dalam hal ini pengkarya bukanbermaksud menyalahi pakem tari karakterAdaninggar yang telah ada, tetapiberkeinginan membuka pemikiran paraseniman tradisi khususnya, bahwa karakterAdaninggar tidak selalu harus tampil lenyap.Sedangkan karakter Kelaswara tetap padakarakter semula. Pada dasarnya di dunia seniadalah tindakan yang sah bila sebuah karyaseni yang telah ada direinterpretasi kedalamcara dan bentuk yang berbeda dengan tujuanuntuk mendapatkan hasil hayatan yangberbeda.

Adegan Adaninggar berlayar bersamaprajurit dan embar.

Page 8: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

164 Volume 15 No. 2 Desember 2016

Dari Karya Sastra “Menak Cina” Menjadi Sebuah Karya Tari Rambat Yulianingsih

Kisah Adaninggar ini digarap dalambentuk drama tari opera. Sebagaimanadrama tari atau opera pada umumnya, dalamkarya ini juga digunakan tembang dan tari.Tembang yang dilantunkan berasal dariSekar Macapat yang terdapat dalam SeratMenak Cina. Syair-syair tersebut dipilih dandigunakan sesuai dengan adegan yangdigarap. Pemilihan syair tersebut digunakansebagai pengungkapan suasana hati,penggambaran situasi juga sebagai dialogantar tokoh.

Berikut contoh tembang yang diambildan syair asli Menak Cina, yangmenggambarkan kegundahan hatiAdaninggar. Jilid I Bab I, Pupuh 20, Mijil.

3 5 5 5 5 5 6 4 3 5 6 4

3 4 3 2

Kas - ma - ran de – ning pa war - ta

2 2 4 2 3 1 6 3 6 1 7

5 6 4 3 4 3 2

Wong A – gung su - ra yeng bu - mi

5 3 6 5 3 1 1 6 7

1 2 7 6 5

A - nga - lem le - gi -ning gu -la

2 4 2 3 1 5 5 3 5 6

4 3 4 3 1

Mang - sa a - na a - ngin - ba- ngi

3 5 5 5 5 3 5 6

Ra - tu i - si - ning bu - mi

5 5 5 5 5 6 4 3 4 3 2 1

7 2 7 6 5

Tan a - na kang ka - ya ni - ku

1 2 2 2 2 4 2 3

Pra - wi ra ma - dra gu - na

1 5 5 5 5 5 5 3 5 6 4 3

4 3 2

Be - ba – la pa – ra nar - pa - ti

2 3 5 6 5 5 5 5 5 5 6

4 3 4 3 2 1 7 2 7 6 5

A - pan pa - dha be - ba – yo – nga ne -ne sa - da - ya

Iringan yang digunakan adalahkarawitan dengan alat musik gamelan. Syair-syair yang telah dinyanyikan dalam bentuk-bentuk tembang Jawa, bentuk tembang yangdipilih adalah Asmarandana, Mijil, Pangkur,Asmarandana Pelog Nem (Palaran), Sinom,Dandanggula Slendro Sanga, dan DurmaPelog Pathet Nem. Pemilihan bentuktembang ini disesuaikan dengan syair,komposisi tarian yang sedang ditarikan dansuasana yang hendak diangkat.

Adegan Perang Adaninggar dan Kelaswara

Garap tari yang ditampilkan banyakmengacu pada bentuk dan unsur tari JawaSurakarta, misalnya tari Bedhaya, tari Srimpi,tari Wireng. Juga mengambil dari gerakan-gerakan dari Wayang Golek Menak. Namundemikian pengkarya juga berusaha

Page 9: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

165Volume 15 No. 2 Desember 2016

memaksimalkan garapan berdasar padakemampuan dan pengetahuan tari yangdimiliki, dengan mamasukkan bentuk-bentuk garak tari yang merupakan kreasisendiri dan yang mengandung unsur beladiri,seperti gerak-gerak dalam Wushu.

Gerak-gerak tradisi banyak munculdalam komposisi-komposisi yang ditaarikanoleh tokoh-tokoh wanita. Sedangkan unsurbeladiri Wushu banyak muncul pada tarikelompok pria, yaitu saat para prajuritberperang dengan menggunakan pedang,juga pada pertarungan Adadinggar danKelaswara.

Selain gerakan tari, rias busana jugamerupakan eleman yang sangat pentingdalam sebuah pertunjukan tari. Hal ini turutmenentukan apakah karya tersebut bisaindah dipandang juga dipahami olehaudiensinya. Ide-ide dri gambaran WayangKulit Menak gaya Surakarta tersebut dipadudengan berbagai gambaran kostum ataupakaian yang sesungguhnya di Negara-negara asalnya, yaitu Cina dan Arab. Namundemikian ada beberapa bagian yang dengansengaja dikurangi atau dihilangkan, denganmaksud agar kostum tersebut bisa lebih sesuaidengan bentuk garapan, misalnya : motif-motif pada pakaian yang sebisa mungkindisamakan bahan yang digunakan adalahkain-kain yang berkarakter ringan sehinggatidak mempersulit gerakan, misalnya Santun,Tile dan Katun.

PENUTUPSeni Sastra Jawa yang kaya akan

sangat sayang bila hanya tetap menjadisebuah manuskrip atau catatan tertulis yangtersimpan di museum. Melalui Menak Cinakita semakin memahami apa yangterkandung dalam bait-bait atau syair-syair

tembang tersebut dengan lebih baik. Padadasarnya karya sastra Jawa mempunyaibanyak elemen yang relatif belum digali, darikeadaan tersebut pengkarya mencobamembawa kembali khazanah sastra Jawakedalam suatu bentuk karya seni. Serat inimemiliki keindahan yang luar biasa. Syair-syair yang tertulis di dalamnya seakanmemiliki kekuatan yang bisa membawapembacanya ke dalam suatu perjalananpencarian cinta yang penuh emosi,keindahan, sekaligus keagungan.

DAFTAR PUSTAKAAsikin, Saroni.

Kelaswara Tanding, Bukan SemataCinta Segitiga, Dalam Kompas.

Attar, Faridudin.2001. Musyawarah Burung. Terjemahan :

Hartono Andangjaya. Jakarta, DuniaPustaka Jaya.

Bandem, Made dan Sal Murgiyanto.2000. Teater Daerah Indonesia, Yogyakarta,

Kanisius.Fromm, Erich.2003. The Art of Loving. Terjemahan : Andri

Kristiawan. Jakarta : GramediaPustaka Utama.

Harvey, Andrew.2004. Fortune of The Dessert : Seribu Ilham

Kearifan Sufi. Terjemahan : Nur Kholis,Hamid Basyaib. Jakarta : PustakaAlvabeth.

Heru Satoto, Budiono.2001. Simbolisme dalam Budaya Jawa.

Yogyakarta, Hanindita.Saleh, Amyrna Leandra.

Naskah Roman Cina Jawa : Bagian dariKhazanah Kesusastraan Jawa.

Sharma, Arvin (ed).2005. Perempuan Dalam Agama-agama

Page 10: DARI KARYA SASTRA “MENAK CINA” MENJADI SEBUAH KARYA …

166 Volume 15 No. 2 Desember 2016

Dari Karya Sastra “Menak Cina” Menjadi Sebuah Karya Tari Rambat Yulianingsih

Dunia. Terjemahan : Ade Alimah –Yogyakarta : SUKA Press.

Sindhu, Sunarto; Sumari; F. Yudhi.2004. Mengantar Wayang Menak di Masa

Depan. Jakarta : PT. Gramedia Print-ing.

Syafa, Ahanah Zakky.2006. Dan Burungpun Bertasbih (Dentang

Cinta para Sufi). Surabaya : Jawara.

Yasadipura I, R.Ng.1982. Menang Cina. Jakarta : Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan, ProyekPenerbian Buku Sastra Indonesia danDaerah.

Yasadipura I, R.Ng.1982. Menak Cina I – IV. Terjemahan. Alih

bahasa : Sudibyo Z.N., alih bahasa :R. Soeparmo. Jakarta : DepartemenPendidikan dan Kebudayaan. ProyekPenerbitan Buku Sastra Indonesia danDaerah.