Cover Seminar

download Cover Seminar

of 26

  • date post

    07-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    7
  • download

    0

Embed Size (px)

description

r

Transcript of Cover Seminar

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAJA RINGAN PADA PERUSAHAAN DAGANG(Studi Kasus Pada PD. SUBUR JAYA)

Makalah Seminar

Diajukan Oleh:Dewi Pratiwi Permana021112103

FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS PAKUANBOGOR

OKTOBER 2015BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPerekonomian saat ini mengalami perubahan yang cukup signifikan, apalagi di negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia yang semakin hari mengalami peningkatan baik dibidang ekonomi maupun pembangunan. Dalam dunia bisnis pun setiap perusahaan sekarang ini terus bersaing untuk menciptakan berbagai kebutuhan konsumen yang semakin tinggi dan semakin cerdas dalam memilih kebutuhannya. Untuk dapat memenuhi permintaan konsumen setiap saat sebuah perusahaan manufaktur maupun non manufaktur perlu memiliki persediaan. Tanpa adanya persediaan, perusahaan akan dihadapkan pada risiko bahwa perusahaan pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para konsumen. Hal ini dapat saja terjadi karena tidak selamanya barang atau jasa tersedia setiap saat.Persediaan adalah sumber daya yang disimpan oleh perusahaan untuk mengantisipasi pemenuhan permintaan atau proses produksi mendatang. Persediaan merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis sehingga perusahaan perlu melakukan manajemen proaktif, artinya perusahaan harus mampu mengantisipasi keadaan maupun tantangan yang ada dalam manajemen persediaan untuk mencapai sasaran akhir, yaitu untuk meminimalisasi total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk penanganan persediaan karena apabila persediaan tidak dapat dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan suatu masalah yang rumit bagi sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan adanya persediaan merupakan faktor yang memicu peningkatan biaya. Masalah yang umum dalam persediaan bersumber dari kejadian yang dihadapi pada saat menjalankan usaha, baik di bidang dagang maupun industri. Kejadian-kejadian tersebut dapat terjadi dalam penetapan jumlah persediaan apabila persediaan barang dagang yang dimiliki perusahaan kurang dari yang dibutuhkan maka peroses kelancaran perdagangan perusahaan akan terganggu, kebutuhan pelanggan akan barang tersebut tidak terpenuhi sehingga perusahaan akan kehilangan konsumen dan kesempatan memperoleh laba akibat habisnya barang dagang. Apabila persediaan barang dagang berlebihan mengakibatkan penggunaan dana yang tidak efisien karena banyak modal yang tertanam untuk satu jenis barang saja sehingga dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan biaya perawatan serta memperbesar risiko apabila barang dagang tersebut rusak atau hilang. Selain itu tanpa manajemen persediaan perusahaan akan mengalami kelebihan atau kekurangan persediaan barang dagang. Manajemen pengendalian persediaan adalah kegiatan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan kapan pemesanan harus dilakukan dan bagaimana mengoptimalkan biaya total persediaan. Setiap perusahaan atau organisasi memiliki cara-cara yang berbeda dalam menangani manajemen pengendalian persediaan.PD. Subur Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan baja ringan. Masalah yang timbul adalah perusahaan mendapati banyak barang yang tersimpan di gudang yang menyebabkan besarnya biaya simpan selain itu perusahaan memperkirakan pada saat tingkat persediaannya tinggal sedikit, pemesanan baru seketika dilakukan. Untuk menghindari persediaan barang terlalu besar atau berlebihan yang akan mengakibatkan biaya penyimpanan persediaan yang tinggi disamping resiko yang mungkin dihadapi seperti menumpuknya barang serta kerusakan barang karena terlalu lama berada digudang. Sedangkan jika persediaan barang barang terlalu kecil atau terlalu sedikit yang akan mengakibatkan perusahaan tidak mempunyai persediaan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para konsumen. Disamping itu mengingat peningkatan permintaan baja ringan dalam setiap tahunnya maka perusahaan harus berupaya untuk mengendalikan agar persediaan barang selalu tercukupi dan perusahaan tidak mengalami kelebihan maupun kekurangan dalam persediaan, karena hal ini sama-sama akan menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan. Untuk mengantisipasi keadaan tersebut maka perusahaan perlu manajemen persediaan yang baik agar perusahaan dapat menentukan persediaan barang yang optimal sehingga resiko yang dihadapi semakin kecil. Maka perusahaan perlu menentukan metode yang tepat dalam pengendalian persediaan yaitu metode EOQ (Eqonomic Order Quantity).Pengendalian persedian dengan metode EOQ (Economic Order Quantity), akan memberikan informasi kepada perusahaan untuk melakukan kebijakan dimasa depan, dengan metode tersebut dapat diketahui apakah pemesanan yang dilakukan perusahaan sudah ekonomis atau belum. Dalam perhitungan Ecomic order quantity ini akan dicari berapa persediaan barang yang optimal untuk dilakukan setiap kali pemesanan dan berapa kali frekuensi pernesanan yang dapat dilakukan, sehingga total biaya persediaan yang dikeluarkan juga minimum. Berdasarkan pada uraian di atas melihat begitu pentingnya persediaan dalam suatu perusahaan maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAJA RINGAN PADA PERUSAHAAN DAGANG (Kasus Pada PD. SUBUR JAYA).

1.2Perumusan dan Identifikasi MasalahBerdasarkan latar belakang diatas dapat diambil suatu rumusan masalah dengan maksud akan memperjelas apa yang akan penulis kemukakan yaitu bagaimana pengendaliaan persediaan untuk mendapatkan persediaan barang yang optimal yang harus dilakukan perusahaan dalam setiap kali pemesanan dan berapa kali frekuensi pemesanan yang dapat dilakukan yang akan memberikan biaya persediaan yang dikeluarkan minimum.Berdasarkan rumusan masalah, maka penulis mengidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut :1. Bagaimana pengendalian persedian pada PD. Subur Jaya?2. Bagaimana penerapan metode EOQ pada PD. Subur Jaya?3. Berapa kuantitas, frekuensi pemesanan yang optimal pada PD. Subur Jaya?4. Berapa total biaya persediaan yang minimum pada PD. Subur Jaya?

1.3Maksud dan Tujuan PenelitanAdapun maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian dan disamping itu penulis berupaya meminimumkan biaya persediaan pada PD. Subur Jaya dengan menganalisa pengendalian persediaan dengan metode Eqonomic Quantity Order (EOQ).Tujuan dari penelitian ini adalah :1. Untuk mengetahui bagaimana pengendaliaan persediaan pada PD. Subur Jaya.2. Untuk mengetahui penerapan metode EOQ Pada PD. Subur Jaya.3. Untuk mengetahui kuantitas dan frekuensi pemesanan yang optimal pada PD. Subur Jaya.4. Untuk mengetahui total biaya persediaan yang minimum pada PD. Subur Jaya.

1.4Kegunaan PenelitianDiharapkan penelitian ini berguna dan bermanfaat yakni :1. Kegunaan teoritisPenelitian ini diharapkan dapat dijadikan sarana untuk lebih mengembangkan teori-teori khususnya dalam operasional perusahaan dan untuk menambah wawasan pengetahuan serta perbandingan antara teori-teori yang selama ini di pelajari dalam perkuliahan dengan melakukan praktik dilapangan.2. Keguanaan praktisPenelitian ini diharapkan dapat membantu permasalahan yang berkaitan dalam pengedalian persediaan perusahaan dan sebagai dasar dalam pengambilan keputusana dari hasil penelitian ini.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1Pengertian Manajemen OperasionalPengertian manajemen operasional menurut Jay Heizer dan Barry Render (2005) manajemen operasional adalah serangkaian aktivitas dalam bentuk barang dan jasa dalam mengubah pemasukan (input) menjadi pengeluaran (output).Menurut Eddy Herjanto (2003,02) pengertian manajemen operasi tidak lepas dari pengertian manajemen yang mengandung unsur adanya kegiatan yang dilakukan mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan sumber daya mencapai tujuan.Menurut Maria Pampa (2011,04) manajemen operasional adalah desain sistematik, pengarahan dan pengawasan berbagai proses yang mengubah input menjadi output yang berupa barang-barang jadi maupun jasa.Menurut Murfidin Haming (2007,17) manajemen operasional dapat diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengkoordinasian, penggerakan dan penggendalian aktifitas organisasi atau perusahaan bisnis atau jasa yang berhubungan dengan proses pengolahan masukan menjadi keluaran dengan nilai tambah yang lebih besar.Menurut Sofian Assauri (2008,19-20) manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian pengutilisasian sumber-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen operasional adalah kegiatan suatu organisasi dalam mentransformasikan atau mengubah masukan (input) berupa sumber-sumber daya menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa.

2.2PersediaanPersediaan merupakan unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yaitu sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dengan maksud untuk memenuhi permintaan konsumen setiap waktu. Persediaan dapat berupa persediaan untuk di jual kembali, persediaan menunggu untuk diproses, atau pun persediaan bahan baku yang akan di gunakan dalam suatu proses produksi.Persediaan menurut Sofian Assauri (2008:237) adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal, atau persediaan barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi, atau persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.Menurut Eddy Herjanto (2003,219) persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu. Misalnya untuk proses produksi atau perakitan, untuk dijual kembali, dan untuk suku cadang dari suatu peralatan atau mesin. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang.Persediaan menurut Maria Pampa (2011,299) adalah sumber daya yang disimpan untuk memenuhi permintaan saat ini dan men