Contoh judul kp

of 29 /29
Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA P R O P O S A L PROSES PENGOLAHAN EMAS DI PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA, PANDEGLANG, BANTEN PROPOSAL KERJA PRAKTEK Diajukan Oleh : Rahayanti Prihartini (1007.01.11.118) Syamsuddin (1007.01.11.088) I. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116

Embed Size (px)

Transcript of Contoh judul kp

  1. 1. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 P R O P O S A L PROSES PENGOLAHAN EMAS DI PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA, PANDEGLANG, BANTEN PROPOSAL KERJA PRAKTEK Diajukan Oleh : Rahayanti Prihartini (1007.01.11.118) Syamsuddin (1007.01.11.088) I. JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
  2. 2. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 1435 H / 2014 M KATA PENGANTAR Assalamuallaikum Wr. Wb. Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal kerja praktek ini dengan baik. Proposal kerja praktek ini dibuat sebagai salah satu syarat mendapatkan kesempatan untuk melakukan kerja praktek di PT Cibaliung Sumber Daya. Dalamproposal kerja praktek ini, penulis berencana mengajukan judulProses Pengolahan Emas Di Pt. Cibaliung Sumber Daya. Penulis menyadari bahwa proposal kerja praktek ini masih belum sempurna, baik judul maupun isinya. Sehingga apabila topik atau judul yang penulis ajukan tersebut tidak cocok maka penulis bersedia dan siap apabila diberikan tema yang lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di PT Cibaliung Sumber Daya. Semoga proposal ini menjadi pertimbangan dari segenap direksi dan karyawan PT Cibaliung Sumber Daya sehingga penulis dapat mencapai maksud untuk melaksanakan kegiatan kerja praktek. Penulis juga menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Wassalamualaikum Wr. Wb. Bandung, 05 Juni 2014 Penyusun
  3. 3. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 PROPOSAL KERJA PRAKTEK DI PT.CIBALIUNG SUMBER DAYA I. JUDUL KERJA PRAKTEK Dalam rencana kerja praktek ini, penulis berencana mengambil judul :Proses Pengolahan Emas Di PT Cibaliung Sumber Daya.. Judul tersebut dapat berubah sesuai dengan konsentrasi kerja yang dilakukan di lapangan. II. LATAR BELAKANG Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya bidang pertambangan mengalami peningkatan yang sangat pesat dari waktu ke waktu. Hal ini tentu saja akan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap dunia pertambangan dan dunia pendidikan. Kemajuan teknologi di zaman sekarang sangat bergantung kepada sumber daya manusia yang menjadi pelaksananya. Banyak teknologi baru yang diterapkan pada industri pertambangan dalam upaya meningkatkan produksi. Dunia pendidikan sebagai penyedia sumber daya manusia idealnya menjadi pioneer dalam search and research technology, yang selanjutnya akan diaplikasikan di dunia pertambangan. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung menyikapi persoalan tersebut dengan menetapkan Kerja Praktek sebagai upaya pemecahan persoalan di atas sehingga Mata Kuliah Kerja Praktek (TTA 300) menjadi syarat mutlak kelulusan dalam pengambilan Strata Satu (S1). Oleh sebab itu di antara perusahaan Tambang yang ada di Indonesia, di PT Cibaliung Sumber Daya yang dipilih penulis untuk dijadikan tempat pelaksanaan kegiatan kerja praktek. III. MAKSUD DAN TUJUAN
  4. 4. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 Kegiatan kerja praktek ini dilakukan dengan maksud untuk memenuhi salah satu persyaratan mata kuliah Kerja Praktek (TTA-300) pada Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung. Sedangkan tujuan kerja praktek ini sesuai dengan judul yang diambil yaitu Proses Pengolahan Emas Di PT Cibaliung Sumber Dayaantara lain : 1. Untuk mengetahui dan mengenal proses kegiatan pengolahan emas Di PT Cibaliung Sumber Daya. 2. Untuk mengetahui dan mengenal peralatan yang digunakan pada kegiatan pengolahan emas Di PT Cibaliung Sumber Daya. 3. Untuk mengetahui produksi emas yang dihasilkanemas Di PT Cibaliung Sumber Daya. IV. RUANG LINGKUP MASALAH Dengan melihat latar belakang dan tujuan diatas, maka beberapa masalah dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Proses kegiatan pengolahan emas Di PT Cibaliung Sumber Daya. 2. Peralatan yang digunakan pada kegiatan pengolahan emas Di PT Cibaliung Sumber Daya. 3. Produksi emas yang dihasilkanemas Di PT Cibaliung Sumber Daya. V. LOKASI DAN KESAMPAIAN DAERAH Lokasi penyelidikan berada di Desa Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Secara geografis Kabupaten Pandeglang antara 6 21' 00 7 10' 00 Lintang Selatan dan 104 48' 00 106 11' 00 Bujur Timur. Dengan batasan wilayah sebagai berikut : Sebelah utara : Berbatasan dengan Kabupaten Serang Sebelah selatan : Berbatasan denganSamudra Indonesia Sebelah barat : Berbatsan dengan Samudra Indonesia Sebelah timur : Berbatsan dengan Kabupaten Lebak Untuk mencapai lokasi penyelidikan ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat selama 14 jam dengan jarak 247 km dari kampus UNISBA yang terletak di kota Bandung.
  5. 5. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 VI. TEORI DASAR Endapan bahan galian adalah salah satu jenis sumber daya mineral. Endapan bahan galian pada umumnya tersebar secara tidak merata di dalam kulit bumi baik jenis, jumlah maupun kadarnya. Endapan bahan galian memiliki sifat khusus dibandingkan sumber daya yang lain, yaitu yang disebut Wasting Assets, Non Renewable Resource yang artinya bila endapan bahan galian tersebut ditambang disuatu tempat, maka bahan galian tersebut tidak tumbuh atau tidak dapat diperbaharui kembali. Dengan kata lain industri pertambangan merupakan industri dasar tanpa daur. Oleh karena itu dalam mengusahakan industri pertambangan selalu berhadapan dengan sesuatu yang serba terbatas, baik lokasi, jenis dan jumlah maupun mutu materialnya. 5.1 Genesa Emas Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser. Emas terdapat di alam dalam dua tipe deposit, pertama sebagai urat (vein) dalam batuan beku, kaya besi dan berasosiasi dengan urat kuarsa. Lainnya yaitu endapan atau placer deposit, dimana emas dari batuan asal yang tererosi terangkut oleh aliran sungai dan terendapkan karena berat jenis yang tinggi. Emas native terbentuk karena adanya kegiatan vulkanisma, bergerak berdasarkan adanya thermal atau adanya panas di dalam bumi, tempat tembentukan emas primer, sedangkan sekudernya merupakan hasil transportasi dari endapan primer umum disebut dengan emas endapan flaser, sedangkan asosiasi emas atau emas bersamaan hadir dengan mineral silikat, perak, platina, pirit dan lainnya
  6. 6. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 Kenampakan fisik bijih emas hampir mirip dengan pirit, markasit, dan kalkopirit dilihat dari warnanya, namun dapat dibedakan dari sifatnya yang lunak, berat jenis tinggi, dan ceratnya yang keemasan. Emas berasosiasi dengan kuarsa, pirit, arsenopirit, dan perak. Sifat fisik unsur ini sangat stabil, tidak korosif ataupun lapuk dan jarang bersenyawa dengan unsur kimia lain. Konduktivitas elektrik dan termalnya sangat baik, malleable sehingga dapat dibentuk dan juga bersifat ductile. Emas adalah logam yang paling tinggi densitasnya. Selain itu, emas sering ditemukan dalam penambangan bijih perak dan tembaga. Penambangan emas dilakukan besar-besaran untuk memenuhi permintaan dunia, diantaranya ditambang di Afsel, Autralia, USA, Meksiko, Brasil, Indonesia, dan negara lainnya. Penggunaan utama emas adalah untuk bahan baku perhiasan dan benda-benda seni. Selain itu, karena konduktif, emas penting dalam aplikasi elektronik. Kegunaan lain ada di bidang fotografi, pigment, dan pengobatan. Pirit dengan rumus kimia FeS2, merupakan salah satu dari jenis mineral sulfida yang umum dijumpai di alam, entah sebagai hasil sampingan suatu endapan hidrotermal ataupun sebagai mineral asesoris dalam beberapa jenis batuan. Tidak ada penciri mineralisasi tertentu jika anda menjumpai pirit, apalagi sedikit. Secara deskriptif, pirit ini mempunyai warna kuning keemasan dengan kilap logam. Jadi, kalau tidak biasa dengan mineral-mineral logam, sering menganggapnya sebagai emas. Secara struktur kristal, baik pirit dan emas sama-sama kubis, namun sifat dalamnya yang berbeda. Emas lebih mudah ditempa daripada pirit. Kalau dipukul, pirit akan hancur berkeping-keping, sedangkan emas tidak mudah hancur karena lebih mudah ditempa (maleable). Cara yang cukup mudah untuk membedakan emas dengan pirit adalah dengan melihat asahan polesnya di bawah mikroskop. Biasanya di bawah mikroskop pantul, emas tampak berbentuk tak beraturan dibandingkan pirit yang kadang bentuk kubisnya masih tampak. Meskipun sama-sama isotropik, tetapi kecemerlangan emas tidak dapat ditandingi oleh pirit, begitu juga bentuknya. Cara lain yang lebih canggih adalah dengan menganalisis kandungan kimianya, misalnya dengan microprobe.
  7. 7. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 5.2 Sifat Emas Emas merupakan logam transisi ( trivalen dan univalen ) yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 3 ( skala Mohs ). Emas dapat dibentuk jadi lembaran sedemikian tipis hingga tembus pandang. Sebanyak 120.000 lembar emas dapat ditempa menjadi satu lapisan yang sedemikian tipisnya sehingga tebalnya tidak lebih dari 1 cm. Dari 1 gram emas dapat diulur menjadi kawat sepanjang 2,5 km. Emas mempunyai karakteristik sectile ( lunak, elastis, mudah dibentuk ), memiliki warna yang menarik ( kuning, mengkilap, tidak mudah memudar ), berat, tahan lama, tahan pada panas tinggi dan daya konduksi listrik juga sebagai perlawanan terhadap oksidasi ( tahan korosi ) sehingga emas memiliki banyak kegunaan. Namun karena emas sebagai salah satu logam coinage yang keberadaannya di alam sangat langka, menjadikannya sebagai logam yang sangat berharga. Emas memberikan sumbangan yang amat besar bagi kehidupan manusia seperti, untuk perhiasan, peralatan elektronik, kedokteran gigi, uang, medali, dll. Sekitar 65 persen dari emas diolah digunakan dalam industri seni, terutama untuk membuat perhiasan. Selain perhiasan, emas juga digunakan di peralatan listrik, elektronik, dan industri keramik. Industri aplikasi ini telah berkembang dalam beberapa tahun dan kini menempati sekitar 25 persen dari pasar emas. Dalam perdagangan emas, ukuran berat biasanya dipakai troy ouns, kemurnianemas murni dalam karat ditunjukan angka 24 atau dalam kehalusan ditunjukkan angka 1.000. Karena emas merupakan logam yang relatif lunak ( sectile ) menjadi satu halangan untuk digunakan dalam industri. Untuk mengatasi kelemahan ini, emas biasanya dipadukan dengan logam lain ( alloy ) seperti perak, tembaga, platinum, atau nikel. Emas putih adalah alloy emas dengan platinum, iridium, nikel, atau zink. Alloy emas dengan tembaga berwarna merah atau kuning. Alloy emas dengan besi berwarna hijau, dan alloy emas dengan aluminum berwarna ungu. Bagian emas yang terdapat dalam campuran diukur dalam karat atau persen. Karat adalah unit sama dengan 1 / 24 bagian dari emas murni dalam alloy. Dengan demikian, emas 24 Karat( 24K ) adalah emas murni,
  8. 8. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 sedangkan emas 18 Karat adalah 18 bagian emas murni dan 6 bagian logam lainnya, jadi emas 18 karat 18/24 berarti emas 75 %. 5.3 ReaksiKimia Unsur Tingginya nilai potensial reduksi emas mengakibatkan logam ini selalu terdapat di alam dalam keadaan bebas. Untuk keperluan ektraksi dari bijihnya, proses dengan melibatkan senyawa sianida dapat diterapkan seperti halnya pada ekstraksi logam perak. Emas membentuk berbagai senyawa kompleks, tetapi hanya sedikit senyawa anorganik sederhana. Emas (I) oksida, Au2O, adalah salah satu senyawa yang stabil dengan tingkat oksidasi +1, seperti halnya tembaga, tingkat oksidasi +1 ini hanya stabil dalam senyawa padatan, karena semua larutan garam emas (I) mengalami disproporsionasi menjadi logam emas dan ion emas (III) menurut persamaan reaksi : 3Au+(aq) 2Au(s) + Au3+(aq) Secara kimiawi emas tergolong inert sehingga disebut logam mulia. Emas tidak bereaksi dengan oksigen dan tidak terkorosi di udara di bawah kondisi normal. Namun emas terurai dalam larutan sianida dalam tekanan udara. Emas juga tidak bereaksi dengan asam atau basa apapun. Akan tetapi emas bereaksi dengan halogen dan aqua regia. Reaksi emas dengan halogen Logam emas bereaksi dengan klorin, Cl2, atau bromin, Br2, untuk membentuk trihalida emas (III) klorida, AuCl3, atau emas (III) bromida, AuBr3. 2Au(s) + 3Cl2(g) 2AuCl3(s) 2Au(s) + 3Br2(g) 2AuBr3(s) AuCl3 dapat larut dalam asam hidroksida pekat menghasilkan ion tetrakloroaurat (III), [AuCl4]-, suatu ion yang merupakan salah satu komponen dalam emas cair, yaitu suatu campuran spesies emas dalam larutan yang akan mengendapkan suatu film logam emas jika dipanaskan.Di lain pihak, logam emas bereaksi dengan iodin, I2, untuk membentuk monohalida, emas (I) iodida, AuI. 2Au(s) + I2(g) 2AuI(s)
  9. 9. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 Emas dapat larut pada aqua regia, yaitu campuran tiga bagian volum asam klorida pekat dan atau bagian volum asam nitrat pekat ( Jabir ibn-Hayyan, ca. 760-815 ) : Au(s) + 4HCL (aq) + HNO3(aq) HAuCl4(aq) + NO (g) + 2H2O(l) 5.4 Pengolahan Bijih Emas Pengolahan Bijih Emas Diawali Dengan Proses kominusi kemudian dilanjutkan dengan proses yang di sebut Metalurgy. 5.4.1 kominusi Kominusi adalah proses reduksi ukuran dari ore agar mineral berharga yang mengandung emas dengan tujuan untuk membebaskan ( meliberasi ) mineral emas dari mineral-mineral lain yang terkandung dalam batuan induk. Tujuan liberasi bijih ini antara lain agar : Mengurangi kehilangan emas yang masih terperangkap dalam batuan induk Kegiatan konsentrasi dilakukan tanpa kehilangan emas berlebihan Meningkatkan kemampuan ekstraksi emas Proses kominusi ini terutama diperlukan pada pengolahan bijih emas primer, sedangkan pada bijih emas sekunder bijih emas merupakan emas yang terbebaskan dari batuan induk yang kemudian terendapkan. Derajat liberasi yang diperlukan dari masing-masing bijih untuk mendapatkan perolehan emas yang tinggi pada proses ekstraksinya berbeda-beda bergantung pada ukuran mineral emas dan kondisi keterikatannya pada batuan induk. Proses kominusi ini dilakukan bertahap bergantung pada ukuran bijih yang akan diolah, dengan menggunakan : Refractory ore processing, bijih dipanaskan pada suhu 100 110 0C, biasanya sekitar 10 jam sesuai dengan moisture. Proses ini sekaligus mereduksi sulfur pada batuan oksidis.
  10. 10. Proposal Kerja Praktekdi PT. CIBALIUNG SUMBER DAYA Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 PO.BOX 1357 (022) 4203368 - 4264065 (Hunting) Pesawat 128 FAX (022) 4263895 Bandung 40116 Crushing merupakan suatu proses peremukan ore ( bijih ) dari hasil penambangan melalui perlakuan mekanis, dari ukuran batuan tambang