Chlorination Plant

download Chlorination Plant

of 70

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    139
  • download

    9

Embed Size (px)

description

make chlorine

Transcript of Chlorination Plant

  • Chlorination PlantModul Operator 1Program Pelatihan Bidang Operasi PLTUPT INDONESIA POWER

  • DASAR KIMIA Ion adalah atom atau kelompok atom yg bermuatan listrik. Senyawa ion terdiri dari ion positif (disebut kation) (misal H+, Na+ dll) ion negatif (disebut anion) misal OH-, Cl- dll. Kedua ion bergabung membentuk senyawa ion atau kristal ion.

  • GARAMKita mengenal beberapa garam misalnya :garam dapur (NaCl) dan juga garam Inggeris (MgSO4). Garam adalah zat-zat yang terdiri dari logam dan sisa asam. Logam bermuatan positif, sedang sisa asam bermuatan negatif. Karena kedua muatan listriknya sama besar, maka molekul garam bersifat netral.Jika garam dilarutkan kedalam air, maka ikatan logam dan sisa asam dapat terlepas. Pemisahan yang membentuk ion-ion bermuatan listrik ini akan memenuhi air dan inilah yang menyebabkan arus listrik dapat mengalir. Larutan air yang penuh dengan ion2 logam dan sisa asam, disebut larutan elektrolit. Air laut adalah elektrolit. Air laut banyak mengandung garam NaCl.

  • CHLORINATION PLANT. Suatu perangkat peralatan untuk memproduksi zat chlore dalam bentuk cairan atau Sodium Hypochlorite (NaOCl)

  • SIFAT CHLORINE Bau menyengatBeracun ( pada kadar tertentu dapat mematikan )Iritasi pada mata ( bila terkena )

  • FUNGSI CHLORINE PADA PLTUDipergunakan untuk memproteksi sistem air laut ( laluan ) terhadap pengotoran oleh makro dan mikro-organisme Membuat makro dan mikro-organisme tidak berdaya / pinsan sehingga tidak sempat berkembang biak pada laluan sisitim air laut

  • BAGAIMANA TERBENTUK Chlore terbentuk dengan proses ElectrolisaPada Anode : 2 Cl-1 + 2 e-1 Cl2Pada Cathode: 2 Na+1 + 2H2O + 2 e_1 Total: 2 NaCl + 2 H2O -> 2 NaOCl + 2 H2

  • PROSES ELECTROLISA

  • FUNGSI CHLORINE PADA PLTUDipergunakan untuk memproteksi sistem air laut ( laluan ) terhadap pengotoran oleh makro dan mikro-organisme Membuat makro dan mikro-organisme tidak berdaya / pinsan sehingga tidak sempat berkembang biak pada laluan sisitim air laut

  • KOMPONEN / BAG.UTAMA CHLORINE PLANT. Local Control panel , untuk pengoperasian dan monitoring Transformer / Rectifier, mensuply arus DC ke Generator Generator ( terdiri 20 modul) ,tempat electrolisaSea water Booster Pump . Air laut dari CWPAuto Strainer , Cleaning secara automatisInjection Pump , memasukan Chl.ke wtr intakeStorage Tank, penampung hypo chl.dan membuag gas H2

  • PROSES SISTEM CHLORINEAir laut dari di booster pump mengalir melalui Generator / Modul hingga ke Storage tank Arus DC dari Rectifier di alirkan ke Generator Terbentuk hypo chlore pada Generator modulHypo chlore di tampung di Storage tankGas hydrogen di buan ke atmosphireHypo chlore di injeksikan ke wtr intake dg injection pumpKeseluruhan peralatan dihubungkan dengan pipa CPVC dan vale non logam.

  • DIAGRAM CHLORINE PLANT

  • Sea wtr Boster PumpJenis pompa yang digunakan pada umumnya pompa sentrifugal. Pada pompa ini, gaya sentrifugal yang diterima oleh fluida dari gerakan impeler diubah menjadi kecepatan. Energi kinetik fluida selanjutnya dibuat menjadi tekananNormal operating pressure : 4 - 5 kg/cm

  • Sea Water InletGambar 1 . Diagram Sea Water Inlet

  • Pompa Sentifugl Tipe Volute. Pompa sentrifugal memiliki dua komponen utama yaitu:Komponen komponen berputar terdiri dari : impeler dan poroskomponen komponen tetap terdiri dari casing, tutup casing dan bantalanKomponen komponen tersebut baik yang tetap maupun yang berputar dapat dilihat pada gambar 9 dan gambar 10

  • Kontruksi Sea wtr pumpKontruksi Pompa Boster Pump PLTGU Cilegon.

  • STRAINERStrainer ini di pasang pada sisi keluar Sea wtr booster pump dengan di lengkapi sikat pembersih yang selalu berputar secara otomatis. Di lengkapi Differential Pressure (DP) Switch untuk mendeteksi adanya blokade / kotor pada saringan. Back washing dilakukan secara priodik atau berdasar kekotoranya dengan cara membuka Drain Valve dan menjalankan Backwash Motor-nyaElement saringan meloloskan benda padat sebesar 800 mikron.

  • Strainer PLTGU Cilegon.

  • Diagram Kerja Strainer

  • Generaor Electrolyser

    Arus DC yang dilewatkan melalui air laut menghasilkan Sodium Hypochlorite; hydrogen dalam larutan tersebut juga dihasilkan sebagai hasil sampingan. Electrocatalitics generator bekerja dengan prinsip aliran konstan dimana konsentrasi NaOCl tergantung besarnya arus.Inlet dan outlet flange dari cell dihubungkan ke bumi (ditanahkan) untuk mencegah korosi peralatan luar disebabkan oleh stray current (arus liar).Arus listrik positif diumpankan ke Generating cell dan arus listrik negatif ditarik dari ujung-ujung Generating Cell. Tegangan yang cukup diberikan sedemikian rupa sehingga kenaikan potensial didalam larutan menghasilkan area cathodic dan anodic. Yaitu koneksi listrik diantara bipolar element tersebut yang dibuat melalui elektrolit. Pengaturan secara listrik ini akan mempertahankan kebutuhan tegangan DC yang lebih rendah dan mencegah kemungkinan korosi karena arus listrik liar, karena potensial listrik pada kedua inlet dan outlet air dipertahankan pada potensial ground.

  • Disain Kontruksi.Kontruksi Generaor Electrolyser Stream PLTGU Cilegon.

  • Generator

  • Diagram Kerja Generator.

  • Komposisi generator cells

  • Transformer RectifierBerfungsi menurunkan tegangan AC dari 6 atau 3,3 KV menjadi 380 VBerfunsi merubah tegangan AC menjadi DC.Mengatur besaran arus listrik ke Generator

  • Arus AC dan DC.Berlaku rumus: E = I x R dan P = E x I atau P = I2 x RSumber tenaga listrik AC adalah Generator (Alternator). Perubahan tegangan terjadi sesuai dengan posisi Rotor terhadap Stator. Variasi tegangan mulai dari 0 volt sampai tegangan maksimum. Teagangan maksimum adalah tegangan maksimuk positif dan tegangan maksimum negatif dan berbentuk gelombang sinus.Besar tegangan : dE = - N -------- dtDimana :E = tegangan N = jumlah belitan Statord = perubahan flux magnetdt = perubahan waktu.

  • Ttrafo Step-Up Dan Step DwonTrafo adalah alat yang mentransformasikan tegangan pad sisi primer ke sisi sekunder sesuai dengan perbandingan bnyaknya gulungan.Gambar 14, TrafoHubungan antara tegangan dan gulungan adalah sebagai berikut :E1 N1----- = ----- atau E1.N2 = E2. N1E2 N2 Trafo

  • Penyearah.Diode adalah alat yang digunakan untuk menyearahkan AC menjadi DC. Penyearahan dengan satu Diode akan menghasilkan separuh gelombang. Penyearah dengan menggunakan 2 diode atau 4 diode dalam bentuk Bridge, akan menghasilkan gelombang penuh.Macam Dioda dan Pegarah.

  • Pengaturan arusDigram Kerja SCR. Thyristor sering digunakan untuk AVR (Automatic Voltage Regulator) yaitu mengatur tegangan keluar Generator dengan mengatur besarnya arus eksitasi

  • Panel Rectifier PLTGU Cilegon

  • Stroge Tank.

    Disain Kontruksi Stroge Tank

    Dua buah Storage Tank ditempatkan setelah Generator. Tiap Storage Tank mempunyai kapasitas 7.5 m3 dan didesain dengan puncak terbuka yang mencegah air masuk tetapi membolehkan gas hydrogen diventing secara alami ke atmosfir. Tangki ditempatkan diluar pintu pada daerah yang aman. Tangki diperlengkapi proteksi overflow dan proteksi level cairan rendah dengan jalan dipasangnya Level Transmitter untuk setiap tangki dimana level cairan dimonitor terus (sewaktu operasi Continuous Dosing) dan Flow Control (sewaktu/ segera mengikuti operasi Shock Dosing).

  • SISTIM FLUSHING

  • Injection Pump.Dua buah Injection Pump (100% untuk operasi Continuous Dosing dan 100% untuk operasi Shock Dosing). Tiap pompa mempunya kapasitas 70 m3/h dengan head perbedaan tekanan 3.5 barg. Sewaktu operasi Continuous Dosing, Injection Pump yang dipilih berjalan pada satu stream secara kontinyu dengan stream lain yang beroperasi dengan Shock Dosing. Setiap seal flushing pompa dihubungkan ke header air servis. Injection Pump diletakan dalam generating Room.Header air servis memasok seal flushing untuk kedua pompa yaitu Booster Pump dan Injection Pump.

  • Diagram Injection Pump.

  • Dosing Out-lets / injection.Paket keluaran ini mempunyai dua Dosing Outlets Lines terdapat di area Intake sebelum Trash Rake Bar Screen A dan B. Setiap Outlet mempunyai dua titik injeksi. Dua buah Dosing Outlet Control Valve, Yang digerakan secara listrik (motorized) yang bertugas meng-ON / OFF aliran ke jalur outlets apakah dalam operasi Continuous Dosing atau Shock Dosing. Dosing Flow Control Valve ditempatkan dekat Dosing Inlet Area.

  • Dosing Out-lets / injection

  • Diagram Dosing Out- Lets

  • System Level Control ValveDekat dengan Tangki ada Flow / Level Control Valve yang dioperasikan secara pneumatik. Kontrol ini menjaga agar level tangki konstan untuk operasi Continuous Dosing dan mengendalikan aliran untuk operasi Shock Dosing. Flow Transmitter digunakan untuk memonitor aliran. Flow / Level Control Valve dan Flow Transmitter diletakan dalam Generating Room.

  • Pengukuran Tekanan.Tekanan adalah gaya per luas.Ada 3 macam tekanan : tekanan ukur (gauge), Tekanan Absolute dan Teknan Vacuum.

  • SISTIM PROTEKSISea wtr inlet Modul flow low -> trip < 4.5 m3/h. Cell Unbulance ( voltage/ Ampere )Sea wtr pressure high Hydrogen Gas Detectors Hypo chlorine storage tank level highElectrical protection

  • POLA OPERASIContinius Dosing :Injeksi chlorine di lakukan terus menerusRectifier Ampere di atur untuk mendapatkan jumlah hypo chlorine yang di butuhkan Pengaturan menjaga jumlah Residual chlorine di Condensor outlet ( 0,3 ~ 0,5 ppm )

  • Satuan Tekanan dan konversinya :1 atm = 1.01325 bar= 1.033227 kg/cm2= 14.69595 pi ~ 14.7 psi=