Budy Wiryawan [email protected] Kuliah 03 Mei...

of 49 /49
Budy Wiryawan [email protected] Kuliah 03 Mei 2013

Transcript of Budy Wiryawan [email protected] Kuliah 03 Mei...

Budy Wiryawan

budpsp-ipborg

Kuliah 03 Mei 2013

How Well Will We Govern It

Itrsquos Our Ocean and Itrsquos Our Fishing Ground

Proses dan Daya yang mempengaruhi

dinamika DPI

(1) Bagaimana menempatkan kegiatan manusia (pembangunan) pada lokasi yang secara biofisik dan sosekbud sesuai dengan peruntukan kegiatan perikanan

(2) Bagaimana mengelola DPI sehingga tingkatlaju pemanfaatan SDA (terutama yang dapat diperbaharui) sehingga tidak melampaui kemampuan pulih (potensi lestari) sumberdaya ikan

(3) Bagaimana mengendalikan pencemaran sehingga kualitas air di sekitar DPI tetap terpelihara dan layak untuk kehidupan sumberdaya ikan termasuk manusia

(4) Bagaimana merancang (to design) dan membangun (to construct) bangunan dan prasarana serta sarana lainnya sehingga tidak menimbulkan pola akresisedimentasi dan abrasierosi

Angin

Angin merupakan parameter lingkungan sebagai gaya

Penggerak baik di atmosfer maupun di lautan (arusampangin)

Angin merupakan gerakan udara dari tempat yang berbeda tekanan

Pressure gradient (PGF) ~ densitas udara tekanan udara amp jarak

Udara yang bergerak tsb Dipengaruhi gaya sekunder (Coriolis)

Resultante dari PGF dan gaya Coriolis - kecepatan angin geost

Ug = 1fg dpdx

f = gaya Coriolis = 2Wsin a

W = kecepatan sudut rotasi

A = sudut lintang + utara - selatan

Empat kelompok faktor yang menjadikan dinamika lingkungan kawasan pesisir dan laut

(1) Angin Gelombang Pasang surut Arus dan transport sedimen

- Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis dimana bentuk-bentuk lahan (landforms) seperti garis pantai pantai berpasir delta dan pulau penghalang terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir

- Masukan energi berupa gelombang pasang surut dan angin

- Masukan material (sedimen partikel dan pollutants) melalui aliran air sungai erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion) pembentukan ldquolandformsrdquo secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas ldquosimbiose mutualismerdquo antara zooxanthellae dengan hewan karang) dan pre-existing offshore sediment deposit

- Pola sedimentasi (akresi) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem transpor pasir (sedimen) yang kompleks yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin pasang surut gelombang dan material (sedimen pasir dll)

- Karakteristikkondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman

- Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah ldquoketajaman gelombangrdquo (wave steepness) yaitu rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length)

- Gelombang tajam biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat winter) atau terjadi badai (hurricanes) Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi Sebaliknya pada saat angin tenang (summer) pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak)

(1) Angin Gelombang hellip

- Perubahan karakteristik gelombang sesuai dengan musim mengakibatkan lebar pantai di kawasan pesisir berubah secara musiman pula Saat Summer pantai-pantai pada umumnya lebar Dan sebaliknya pada saat winter (musim barat atau angin kencang)

- Sistem gelombang pantai juga menimbulkan ldquoarus menyisir pantairdquo (longshore currents atau littoral drift)

- Di kebanyakan kawasan pesisir gelombang menghampiri pantai secara menyudut (at oblique angles) Oleh karenanya material sedimen secara kontinu mengalir (terpindahkan) dari ldquoupdrift locationsrdquo ke ldquodowndrift locationsrdquo

- Pekerjaan dan konstruksi pantai seperti reklamasi pembangunan pelabuhan ldquogroinsrdquo darmaga (jetty) dan pemecah gelombang (breakwaters) seringkali menimbulkan masalah (pola akresi-erosi yang tidak diinginkan) karena tidak memperhatikan sistem ldquoarus menyisir pantairdquo ini dan dinamika oseanografi lainnya

Lanjutan hellip

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

How Well Will We Govern It

Itrsquos Our Ocean and Itrsquos Our Fishing Ground

Proses dan Daya yang mempengaruhi

dinamika DPI

(1) Bagaimana menempatkan kegiatan manusia (pembangunan) pada lokasi yang secara biofisik dan sosekbud sesuai dengan peruntukan kegiatan perikanan

(2) Bagaimana mengelola DPI sehingga tingkatlaju pemanfaatan SDA (terutama yang dapat diperbaharui) sehingga tidak melampaui kemampuan pulih (potensi lestari) sumberdaya ikan

(3) Bagaimana mengendalikan pencemaran sehingga kualitas air di sekitar DPI tetap terpelihara dan layak untuk kehidupan sumberdaya ikan termasuk manusia

(4) Bagaimana merancang (to design) dan membangun (to construct) bangunan dan prasarana serta sarana lainnya sehingga tidak menimbulkan pola akresisedimentasi dan abrasierosi

Angin

Angin merupakan parameter lingkungan sebagai gaya

Penggerak baik di atmosfer maupun di lautan (arusampangin)

Angin merupakan gerakan udara dari tempat yang berbeda tekanan

Pressure gradient (PGF) ~ densitas udara tekanan udara amp jarak

Udara yang bergerak tsb Dipengaruhi gaya sekunder (Coriolis)

Resultante dari PGF dan gaya Coriolis - kecepatan angin geost

Ug = 1fg dpdx

f = gaya Coriolis = 2Wsin a

W = kecepatan sudut rotasi

A = sudut lintang + utara - selatan

Empat kelompok faktor yang menjadikan dinamika lingkungan kawasan pesisir dan laut

(1) Angin Gelombang Pasang surut Arus dan transport sedimen

- Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis dimana bentuk-bentuk lahan (landforms) seperti garis pantai pantai berpasir delta dan pulau penghalang terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir

- Masukan energi berupa gelombang pasang surut dan angin

- Masukan material (sedimen partikel dan pollutants) melalui aliran air sungai erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion) pembentukan ldquolandformsrdquo secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas ldquosimbiose mutualismerdquo antara zooxanthellae dengan hewan karang) dan pre-existing offshore sediment deposit

- Pola sedimentasi (akresi) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem transpor pasir (sedimen) yang kompleks yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin pasang surut gelombang dan material (sedimen pasir dll)

- Karakteristikkondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman

- Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah ldquoketajaman gelombangrdquo (wave steepness) yaitu rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length)

- Gelombang tajam biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat winter) atau terjadi badai (hurricanes) Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi Sebaliknya pada saat angin tenang (summer) pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak)

(1) Angin Gelombang hellip

- Perubahan karakteristik gelombang sesuai dengan musim mengakibatkan lebar pantai di kawasan pesisir berubah secara musiman pula Saat Summer pantai-pantai pada umumnya lebar Dan sebaliknya pada saat winter (musim barat atau angin kencang)

- Sistem gelombang pantai juga menimbulkan ldquoarus menyisir pantairdquo (longshore currents atau littoral drift)

- Di kebanyakan kawasan pesisir gelombang menghampiri pantai secara menyudut (at oblique angles) Oleh karenanya material sedimen secara kontinu mengalir (terpindahkan) dari ldquoupdrift locationsrdquo ke ldquodowndrift locationsrdquo

- Pekerjaan dan konstruksi pantai seperti reklamasi pembangunan pelabuhan ldquogroinsrdquo darmaga (jetty) dan pemecah gelombang (breakwaters) seringkali menimbulkan masalah (pola akresi-erosi yang tidak diinginkan) karena tidak memperhatikan sistem ldquoarus menyisir pantairdquo ini dan dinamika oseanografi lainnya

Lanjutan hellip

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Proses dan Daya yang mempengaruhi

dinamika DPI

(1) Bagaimana menempatkan kegiatan manusia (pembangunan) pada lokasi yang secara biofisik dan sosekbud sesuai dengan peruntukan kegiatan perikanan

(2) Bagaimana mengelola DPI sehingga tingkatlaju pemanfaatan SDA (terutama yang dapat diperbaharui) sehingga tidak melampaui kemampuan pulih (potensi lestari) sumberdaya ikan

(3) Bagaimana mengendalikan pencemaran sehingga kualitas air di sekitar DPI tetap terpelihara dan layak untuk kehidupan sumberdaya ikan termasuk manusia

(4) Bagaimana merancang (to design) dan membangun (to construct) bangunan dan prasarana serta sarana lainnya sehingga tidak menimbulkan pola akresisedimentasi dan abrasierosi

Angin

Angin merupakan parameter lingkungan sebagai gaya

Penggerak baik di atmosfer maupun di lautan (arusampangin)

Angin merupakan gerakan udara dari tempat yang berbeda tekanan

Pressure gradient (PGF) ~ densitas udara tekanan udara amp jarak

Udara yang bergerak tsb Dipengaruhi gaya sekunder (Coriolis)

Resultante dari PGF dan gaya Coriolis - kecepatan angin geost

Ug = 1fg dpdx

f = gaya Coriolis = 2Wsin a

W = kecepatan sudut rotasi

A = sudut lintang + utara - selatan

Empat kelompok faktor yang menjadikan dinamika lingkungan kawasan pesisir dan laut

(1) Angin Gelombang Pasang surut Arus dan transport sedimen

- Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis dimana bentuk-bentuk lahan (landforms) seperti garis pantai pantai berpasir delta dan pulau penghalang terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir

- Masukan energi berupa gelombang pasang surut dan angin

- Masukan material (sedimen partikel dan pollutants) melalui aliran air sungai erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion) pembentukan ldquolandformsrdquo secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas ldquosimbiose mutualismerdquo antara zooxanthellae dengan hewan karang) dan pre-existing offshore sediment deposit

- Pola sedimentasi (akresi) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem transpor pasir (sedimen) yang kompleks yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin pasang surut gelombang dan material (sedimen pasir dll)

- Karakteristikkondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman

- Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah ldquoketajaman gelombangrdquo (wave steepness) yaitu rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length)

- Gelombang tajam biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat winter) atau terjadi badai (hurricanes) Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi Sebaliknya pada saat angin tenang (summer) pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak)

(1) Angin Gelombang hellip

- Perubahan karakteristik gelombang sesuai dengan musim mengakibatkan lebar pantai di kawasan pesisir berubah secara musiman pula Saat Summer pantai-pantai pada umumnya lebar Dan sebaliknya pada saat winter (musim barat atau angin kencang)

- Sistem gelombang pantai juga menimbulkan ldquoarus menyisir pantairdquo (longshore currents atau littoral drift)

- Di kebanyakan kawasan pesisir gelombang menghampiri pantai secara menyudut (at oblique angles) Oleh karenanya material sedimen secara kontinu mengalir (terpindahkan) dari ldquoupdrift locationsrdquo ke ldquodowndrift locationsrdquo

- Pekerjaan dan konstruksi pantai seperti reklamasi pembangunan pelabuhan ldquogroinsrdquo darmaga (jetty) dan pemecah gelombang (breakwaters) seringkali menimbulkan masalah (pola akresi-erosi yang tidak diinginkan) karena tidak memperhatikan sistem ldquoarus menyisir pantairdquo ini dan dinamika oseanografi lainnya

Lanjutan hellip

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Angin

Angin merupakan parameter lingkungan sebagai gaya

Penggerak baik di atmosfer maupun di lautan (arusampangin)

Angin merupakan gerakan udara dari tempat yang berbeda tekanan

Pressure gradient (PGF) ~ densitas udara tekanan udara amp jarak

Udara yang bergerak tsb Dipengaruhi gaya sekunder (Coriolis)

Resultante dari PGF dan gaya Coriolis - kecepatan angin geost

Ug = 1fg dpdx

f = gaya Coriolis = 2Wsin a

W = kecepatan sudut rotasi

A = sudut lintang + utara - selatan

Empat kelompok faktor yang menjadikan dinamika lingkungan kawasan pesisir dan laut

(1) Angin Gelombang Pasang surut Arus dan transport sedimen

- Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis dimana bentuk-bentuk lahan (landforms) seperti garis pantai pantai berpasir delta dan pulau penghalang terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir

- Masukan energi berupa gelombang pasang surut dan angin

- Masukan material (sedimen partikel dan pollutants) melalui aliran air sungai erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion) pembentukan ldquolandformsrdquo secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas ldquosimbiose mutualismerdquo antara zooxanthellae dengan hewan karang) dan pre-existing offshore sediment deposit

- Pola sedimentasi (akresi) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem transpor pasir (sedimen) yang kompleks yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin pasang surut gelombang dan material (sedimen pasir dll)

- Karakteristikkondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman

- Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah ldquoketajaman gelombangrdquo (wave steepness) yaitu rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length)

- Gelombang tajam biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat winter) atau terjadi badai (hurricanes) Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi Sebaliknya pada saat angin tenang (summer) pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak)

(1) Angin Gelombang hellip

- Perubahan karakteristik gelombang sesuai dengan musim mengakibatkan lebar pantai di kawasan pesisir berubah secara musiman pula Saat Summer pantai-pantai pada umumnya lebar Dan sebaliknya pada saat winter (musim barat atau angin kencang)

- Sistem gelombang pantai juga menimbulkan ldquoarus menyisir pantairdquo (longshore currents atau littoral drift)

- Di kebanyakan kawasan pesisir gelombang menghampiri pantai secara menyudut (at oblique angles) Oleh karenanya material sedimen secara kontinu mengalir (terpindahkan) dari ldquoupdrift locationsrdquo ke ldquodowndrift locationsrdquo

- Pekerjaan dan konstruksi pantai seperti reklamasi pembangunan pelabuhan ldquogroinsrdquo darmaga (jetty) dan pemecah gelombang (breakwaters) seringkali menimbulkan masalah (pola akresi-erosi yang tidak diinginkan) karena tidak memperhatikan sistem ldquoarus menyisir pantairdquo ini dan dinamika oseanografi lainnya

Lanjutan hellip

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Empat kelompok faktor yang menjadikan dinamika lingkungan kawasan pesisir dan laut

(1) Angin Gelombang Pasang surut Arus dan transport sedimen

- Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis dimana bentuk-bentuk lahan (landforms) seperti garis pantai pantai berpasir delta dan pulau penghalang terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir

- Masukan energi berupa gelombang pasang surut dan angin

- Masukan material (sedimen partikel dan pollutants) melalui aliran air sungai erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion) pembentukan ldquolandformsrdquo secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas ldquosimbiose mutualismerdquo antara zooxanthellae dengan hewan karang) dan pre-existing offshore sediment deposit

- Pola sedimentasi (akresi) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem transpor pasir (sedimen) yang kompleks yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin pasang surut gelombang dan material (sedimen pasir dll)

- Karakteristikkondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman

- Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah ldquoketajaman gelombangrdquo (wave steepness) yaitu rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length)

- Gelombang tajam biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat winter) atau terjadi badai (hurricanes) Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi Sebaliknya pada saat angin tenang (summer) pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak)

(1) Angin Gelombang hellip

- Perubahan karakteristik gelombang sesuai dengan musim mengakibatkan lebar pantai di kawasan pesisir berubah secara musiman pula Saat Summer pantai-pantai pada umumnya lebar Dan sebaliknya pada saat winter (musim barat atau angin kencang)

- Sistem gelombang pantai juga menimbulkan ldquoarus menyisir pantairdquo (longshore currents atau littoral drift)

- Di kebanyakan kawasan pesisir gelombang menghampiri pantai secara menyudut (at oblique angles) Oleh karenanya material sedimen secara kontinu mengalir (terpindahkan) dari ldquoupdrift locationsrdquo ke ldquodowndrift locationsrdquo

- Pekerjaan dan konstruksi pantai seperti reklamasi pembangunan pelabuhan ldquogroinsrdquo darmaga (jetty) dan pemecah gelombang (breakwaters) seringkali menimbulkan masalah (pola akresi-erosi yang tidak diinginkan) karena tidak memperhatikan sistem ldquoarus menyisir pantairdquo ini dan dinamika oseanografi lainnya

Lanjutan hellip

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

- Pola sedimentasi (akresi) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem transpor pasir (sedimen) yang kompleks yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin pasang surut gelombang dan material (sedimen pasir dll)

- Karakteristikkondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman

- Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah ldquoketajaman gelombangrdquo (wave steepness) yaitu rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length)

- Gelombang tajam biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat winter) atau terjadi badai (hurricanes) Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi Sebaliknya pada saat angin tenang (summer) pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak)

(1) Angin Gelombang hellip

- Perubahan karakteristik gelombang sesuai dengan musim mengakibatkan lebar pantai di kawasan pesisir berubah secara musiman pula Saat Summer pantai-pantai pada umumnya lebar Dan sebaliknya pada saat winter (musim barat atau angin kencang)

- Sistem gelombang pantai juga menimbulkan ldquoarus menyisir pantairdquo (longshore currents atau littoral drift)

- Di kebanyakan kawasan pesisir gelombang menghampiri pantai secara menyudut (at oblique angles) Oleh karenanya material sedimen secara kontinu mengalir (terpindahkan) dari ldquoupdrift locationsrdquo ke ldquodowndrift locationsrdquo

- Pekerjaan dan konstruksi pantai seperti reklamasi pembangunan pelabuhan ldquogroinsrdquo darmaga (jetty) dan pemecah gelombang (breakwaters) seringkali menimbulkan masalah (pola akresi-erosi yang tidak diinginkan) karena tidak memperhatikan sistem ldquoarus menyisir pantairdquo ini dan dinamika oseanografi lainnya

Lanjutan hellip

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

(1) Angin Gelombang hellip

- Perubahan karakteristik gelombang sesuai dengan musim mengakibatkan lebar pantai di kawasan pesisir berubah secara musiman pula Saat Summer pantai-pantai pada umumnya lebar Dan sebaliknya pada saat winter (musim barat atau angin kencang)

- Sistem gelombang pantai juga menimbulkan ldquoarus menyisir pantairdquo (longshore currents atau littoral drift)

- Di kebanyakan kawasan pesisir gelombang menghampiri pantai secara menyudut (at oblique angles) Oleh karenanya material sedimen secara kontinu mengalir (terpindahkan) dari ldquoupdrift locationsrdquo ke ldquodowndrift locationsrdquo

- Pekerjaan dan konstruksi pantai seperti reklamasi pembangunan pelabuhan ldquogroinsrdquo darmaga (jetty) dan pemecah gelombang (breakwaters) seringkali menimbulkan masalah (pola akresi-erosi yang tidak diinginkan) karena tidak memperhatikan sistem ldquoarus menyisir pantairdquo ini dan dinamika oseanografi lainnya

Lanjutan hellip

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Teori Gelombang

(xt)= fluktuasi muka air

terhadap muka air rerata

H = tinggi gelombang

L = panjang gelombang

T = periode gelombang

L

dT

gL

2tanh

2

2

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Gelombang di Pesisir

Gelombang di permukaan krn alih energi angin ke permu

kaan laut atau gempa dasar laut

Gelombang di pantai akan membentuk hempasan ombak

Refraksi (pembiasan) memusat (konvergen) atau menyebar

(divergen) disamping itu dalam perambatan ke pantai mengala-

mi spilling plunging collapsing atau surging

Kecepatan gelombang (C) merupakan fungsi

dari panjang gel (L) dan kedalaman perairan (h) kriteria

Gelombang jika hL gt frac14 (gelombang air dalam) dan hL lt 120

C2 = (gh) untuk gelombang air dalam (gelombang panjang)

Energi gelombang = 132 d g A2 (densitas gravitasi ampampli)

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Transformasi Gelombang

Refraksi Gelombang

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Pasut dari lautan luas akan merambat sebagai gelombang

ke pesisir maka gelombang akan mengalami proses

Perubahan karena kedalaman

C2C1 = (h2h1)12

C = kecepatan gelombang (pantai = 2 lautan =1)

h = kedalaman perairan

PASUT di Pesisir

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Tipe PASUT ditentukan oleh frekwesi air pasang amp surut

setiap hari - tipe tunggal atau gandacampuran

Secara kuantitatif rasio antara amplitudo (tinggi gelombang)

unsur pasut tunggal dengan unsur pasut ganda utama (Formzahl)

F = (O1 + K1)(M2+S2)

O1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan

K1 = amplitudo komponen pasut tunggal utama krn Bulan+Mth

M2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn bulan

S2 = amplitudo komponen pasut ganda utama krn Matahari

Nilai F = 025 (pasut ganda) ndash 300 (pasut tunggal)

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Manyalibit Bay Fishing Ground Raja4

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

arus pasut juni

arus pasut januari

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

(3) Peningkatan Paras Laut (sea level rise)

- Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO CH4 dll) dapat meningkatkan paraspermukaan perairan laut (sea level rise) karena dua alasan (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)

- Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata

- Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global

- Prediksi sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC

- Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi tetapi kisarannya antara 05 ndash 2 m pada tahun 2100

- Dampak banjir kehilangankeerusakan biodiversity kerusakan bangunan dan infrastruktur

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

(4) Siklus hidrologi

- Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater)

- Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks streams rivers etc) serta aliran air tanah (groundwater)

Lanjutan hellip

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Estuarine Process

Krn Limpasan air sungai dengan arus pasut yang mengkasilkan

Sirkulasi massa air di pesisir

Lapisan yang bersalinitas rendah disebut dengan plume yang

dipisahkan oleh halocline (perbedaan salinitas yang tajam)

Dinamika front ditentukan oleh pola arus dengan kecepatan

C = (Ygh)12

Y = (d2-d1)d2 densitas lapisan air bawah-atas

g = gravitas bumi h = kedalaman khas lapisan atas

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

suatu contoh

Abrasi Pantai Kuta

akibat perpanjangan

Runway Ngurah Rai

Amp- animation

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

SIRKULASI MASSA AIR

REGIONAL DAN GLOBAL

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Tektonik di Asia

Tenggara (Daerah-

daerah sesar dan

subduksi)

o Pusat-pusat Gempa

Bumi di atas 60 SR

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Arus Lintas Indonesia_1

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Arus Lintas Indonesia_2

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Oseanografi Konektivitas Biologi dan Pembentukan DPI

GordonampFine 96

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

1940-m

1300-1500-m

580-m

1350-m

680-m

~1000-m

~1200-m

Primary ITF portals

Important Freshwater flux

NPacific

SPacific

2800-m

Proses dinamik perairan Indonesia

A Gordon (2005)

Terima kasih

Terima kasih