Bangunan Tinggi Dan Kota

21
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MINGGU POKOK BAHASAN 1 – Pengantar - Perkembangan Bangunan Tinggi 2 – Konsep Umum Perencanaan dan Perancangan BT 3 – Konsep Struktur dan Metoda Konstruksi Bangunan Tinggi 4 – Tinjauan Sistem Struktur pada Bangunan Tinggi 5 – Sistem Pondasi dan Sub-struktur pada Bangunan Tinggi 6 – Elemen Vertikal dan Sistem Hubungan 7 – Elemen Horisontal dan Sistem Hubungan 8 – UJIAN TENGAH SEMESTER 9 – UJIAN TENGAH SEMESTER 10 – Sistem Struktur Bearing wall, Rigid Frame, Truss 11 – Sistem Struktur Core dan Shear Wall 12 – Perencanaan Bangunan Tahan Gempa 13 – Sistem Mekanikal (transportasi vertikal, jar.air,pemadam kebakaran, HVAC) 14 – Sistem Elektrikal (jaringan Listrik, komunikasi, safety) 15 – Presentasi Tugas 16 – Presentasi Tugas 17 – UJIAN AKHIR SEMESTER 18 – UJIAN AKHIR SEMESTER

description

bangunan tinggi

Transcript of Bangunan Tinggi Dan Kota

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

MINGGU POKOK BAHASAN

1 – Pengantar - Perkembangan Bangunan Tinggi

2 – Konsep Umum Perencanaan dan Perancangan BT

3 – Konsep Struktur dan Metoda Konstruksi Bangunan Tinggi

4 – Tinjauan Sistem Struktur pada Bangunan Tinggi

5 – Sistem Pondasi dan Sub-struktur pada Bangunan Tinggi

6 – Elemen Vertikal dan Sistem Hubungan

7 – Elemen Horisontal dan Sistem Hubungan

8 – UJIAN TENGAH SEMESTER

9 – UJIAN TENGAH SEMESTER

10 – Sistem Struktur Bearing wall, Rigid Frame, Truss

11 – Sistem Struktur Core dan Shear Wall

12 – Perencanaan Bangunan Tahan Gempa

13 – Sistem Mekanikal (transportasi vertikal, jar.air,pemadam kebakaran, HVAC)

14 – Sistem Elektrikal (jaringan Listrik, komunikasi, safety)

15 – Presentasi Tugas

16 – Presentasi Tugas

17 – UJIAN AKHIR SEMESTER

18 – UJIAN AKHIR SEMESTER

Konsentrasi penduduk di daerah kota

Lahan sempit dan terbatas

Harga tanah/lahan mahal

Abad 19

Bangunan yang sesuai/cocok dengan lingkungan kota

Sifat pembaharuan dari bangunan tsb lebih ditekankan pada teknologi bangunannya dan bukan ukuran gaya

Abad 20

Ditekankan pada ketinggian bangunan dan gaya bangunan

Multifungsi “sebuah tiruan dari suatu dunia”

LAHIRNYA BANGUNAN

TINGGI

Landmark/citra kotaLambang kejayaan

Kontra

- BT merupakan ancaman bagi kesehatan & keselamatan masyarakat (Boyd)

- BT mengancam sejarah jalan-jalan tradisional

- BT menutup akses terhadap pencahayaan alami

- Mesyaratkan bentuk dan keindahan BT

Pro

- Membatasi ketinggian BT berarti membatasi kegiatan bisnis yang mrpkan lambang potensi ekonomi

- Teknologi modern mampu memberi solusi spt pencahayaan buatan & ventilasi udara

- Setiap orang memiliki hak thd apapun miliknya serta menentukan bentuk BT-nya

Pengganggu/’pengacau’krnskala yang tdk nyaman

1. Periode Fungsional (1880-1900) -- Monadnock Bldg (1889)

• Beraturan, elegan, rangka baja ringan, fasad batu/terracota

2. Periode Eklektik (1900 – 1920) -- Woolworth Bldg (1913)

• Desain bangunan dan dekorasi marak, bergaya/bermotif Gothic dan Renaissance

3. Periode Art Deco (1920 – 1940) – Chrysler Bldg, Empire State Bldg

• Campuran berbagai style mis: Maya, Astek, Cina, Kubisme, dsb

4. Periode International Style (1950 – 1970) – Seagram Bldg (1958), Mies van der Rohe

• Ekonomis, fungsional, umumnya bentuk kotak kaca, baja dan beton. Tidak ada dekorasi pada fasadnya.

5. Periode Supertall (1965-1975) – John Hancock Center, Sears Tower

• Mendasarkan pada keunggulan dan kekuatan ekonomi. Baja kualitas tinggi dengan tipe sambungan, lebih ringan, biaya lebih murah, cepat pengerjaannya

6. Periode Social Skyscraper (1970-1980)

• Pencarian terhadap image, style, dan karakter sosial. Bangunan tidak lepas dari jalan dan komunitas. Memasukan unsur manusia dan pekerjaan dalam skala manusia.

7. Periode Post Modern (>1980)

• Mempresentasikan identitas pemakai, punya karakter warna, sculpture dan dekorasi dengan style bebas

PERKEMBANGAN BANGUNAN TINGGI

Chrysler Building di New York (William van Alen, 1927-1930)

Messeturm di Frankfurt am Main (Helmut Jahn, 1992)

Seagram Building di New York (Mies van der Rohe dan Philip Johnson, 1954-1958)

John Hancock Tower di Boston (Henry Cobb, 1966-1976)

Bank of China di Hongkong (IM. Pei, 1982-1989)

Hongkong & Shanghai Bank di Hongkong (Norman Foster)

Lloyds Building di London (Richard Rogers, 1986)

Perbandingan Gedung Jangkung di beberapa kota

(sumber: kompas, 9/9/01)

Menara Eiffel

Chrysler Bld

GE BldgMenara Tokyo

John Hancock Center

WTC

Menara Sears

Menara BNI Petronas

Tower

Shanghai World Financial Center

Empire State Bldg

Gaya hidup kontemporer Tekanan urbanisasi dan pertumbuhan populasi

Redefinisi tentang Bangunan Tinggi di dalam kota

Apakah pendekatan Bangunan Tinggi cukup mengakomodasi kebutuhan penghuni berkaitan dengan kualitas kehidupan kota ?

- Terlalu menekankan pada efisiensi ruang

- Keseragaman pada tiap lantai

demeaning, alienating

Apa yang dibutuhkan ?

Habitable working environment

Habitable living urban environment

More diverse

Greater multiplicity

Less regimented (sedikit mengatur/tidak kaku)

Bangunan Tinggi sebagai perpanjangan kota secara vertikal dan bukan sekedar tipologi bangunan

Menara Mesiniaga di Kuala Lumpur (Kean Yeang, 1992)

Commerzbank di Frankfurt aM (Norman Foster, 1997)

Singapura

Frankfurt

Petronas Tower di Kuala Lumpur (Cesar Pelli, 1998)

Notre Dame

La Defense

La Grande Arche, La Defense