BAB IV ANALISIS PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI 4) BAB IV  · ANALISIS PENATAAN PEDAGANG

download BAB IV ANALISIS PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI 4) BAB IV   · ANALISIS PENATAAN PEDAGANG

of 40

  • date post

    14-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of BAB IV ANALISIS PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI 4) BAB IV  · ANALISIS PENATAAN PEDAGANG

139

BAB IV

ANALISIS PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA

DI KAWASAN GASIBU

4.1 Analisis Persepsi Pedagang Tentang Kegiatan Perdagangan Kaki lima

di Kawasan Gasibu

4.1.1 Persepsi Pedagang Terhadap Penanganan Masalah PKL

Dalam penanganan masalah kepadatan PKL di Kawasan Gasibu yang

menyebakan permasalahan kemacetan lalu lintas harus secara holistik, sinergi

dengan para stakeholder's serta melibatkan pasrtisipasi dari pelaku dalam hal ini

pedagang itu sendiri agar peran serta tersebut dapat merumuskan jalan keluar

terbaik (win-win Solution) terhadap berlarut-larutnya permasalahan PKL ini.

beberapa alternatif pengelolaan dan penataan Lokasional PKL untuk mengatasi

masalah yang berlarut-larut di Kawasan Gasibu ini bila dilihat dari persepsi

Pedagang dapat dilihat pada Tabel IV.1 berikut ini.

Tabel IV.1

Persepsi Pedagang Terhadap Penanganan Masalah PKL di Kawasan Gasibu

Zona

Penanganan masalah Lokasional PKL di Kawasan Gasibu

Jumlah

Sampel

Dipindah

kan di

Lokasi

baru

Mengatur lokasi

peruntukan

kegiatan di

Gasibu

Pembatasan

Jumlah

pedagang

Penutupan

jalan-jalan

tertentu

Pemanfaatan

bagian tertentu

dari jalan atau

trotoar

Menghilan

gkan/Pene

rtiban

pedagang

ZONA 1

Zona 1A 0 4 0 0 2 0 6

Zona 1B 0 8 5 4 6 0 23

Zona 1C 0 15 2 25 13 0 55

Zona 1D 0 7 5 3 3 0 18

Jumlah 0 34 12 32 24 0 102

Persentase (%) 0,00 33,33 11,76 31,37 23,53 0,00 100

ZONA 2

Zona 2A 0 4 0 6 5 0 15

Zona 2B 2 20 0 28 14 0 64

Zona 2C 1 2 0 4 0 0 7

Jumlah 3 26 0 38 19 0 86

Persentase (%) 3,49 30,23 0,00 44,19 22,09 0,00 100

ZONA 3

Zona 3A 1 2 0 14 7 0 24

Zona 3B 0 0 0 10 3 0 13

Zona 3C 1 7 0 1 3 0 12

Zona 3D 0 6 0 2 1 0 9

140

Zona

Penanganan masalah Lokasional PKL di Kawasan Gasibu

Jumlah

Sampel

Dipindah

kan di

Lokasi

baru

Mengatur lokasi

peruntukan

kegiatan di

Gasibu

Pembatasan

Jumlah

pedagang

Penutupan

jalan-jalan

tertentu

Pemanfaatan

bagian tertentu

dari jalan atau

trotoar

Menghilan

gkan/Pene

rtiban

pedagang

Zona 3E 0 3 0 0 1 0 4

Zona 3F 0 1 0 3 1 0 5

Jumlah 2 19 0 30 16 0 67

Persentase (%) 2,99 28,36 0,00 44,78 23,88 0,00 100

Total Seluruhnya 5 79 12 100 59 0 255

Total Persentase

(%) 1,96 30,98 4,71 39,22 23,14 0,00 100

Sumber: Hasil tabulasi kuesioner, tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden pedagang sebesar 39,22%

lebih memilih penutupan jalan-jalan tertentu di Kawasan Gasibu pada hari minggu

pagi untuk memecahkan permasalahan kepadatan PKL, kemudian 30,98% mereka

menjawab mengatur lokasi peruntukan kegiatan di Gasibu atau (open market)

pada ruang-ruang terbuka pada Kawasan Gasibu untuk di tempati para pedagang.

lalu 23,14% pedagang menjawab pemanfaatan bagian tertentu dari jalan atau

trotoar. hanya 4,71% dan 1,96% yang menjawab dipindahkan di lokasi baru dan

pembatasan Jumlah pedagang bahkan tidak ada yang memilih untuk

menghilangkan/Penertiban pedagang. Hal ini karena mereka menganggap bahwa

kebutuhan mereka sebagai pedagang sangat perlu adanya penanganan yang baik

tanpa mengintimidasi mereka sebagai pelaku sektor informal.

4.1.2 Persepsi Pedagang Terhadap Peran Struktural Pemerintah

Selain pengelolaan lokasional dalam penataan dan pembinaan PKL

pemerintah juga harus melakukan cara pengelolaan struktural. Adapun yang

termasuk dalam pengelolaan struktural pemerintah terhadap PKL adalah :

1. Legalisasi/ Perizinan terhadap PKL

2. Pembinaan Sosial (termasuk Kesehatan dan Agama)

3. Bantuan atau pinjaman modal

Berdasarkan persepsi pedagang terhadap peran pemerintah dalam penataan

dan pembinaan PKL dapat dilihat pada Tabel IV.2 berikut:

141

Tabel IV.2

Persepsi Pedagang Terhadap Peran Pemerintah

Zona Legalisasi/

Perizinan

Pembinaan

Sosial

Bantuan atau

pinjaman modal

Jumlah

Sampel

ZONA 1

Zona 1A 2 0 4 6

Zona 1B 14 2 7 23

Zona 1C 33 3 19 55

Zona 1D 9 4 5 18

Jumlah 58 9 35 102

Persentase (%) 56,86 8,82 34,31 100,00

ZONA 2

Zona 2A 3 0 12 15

Zona 2B 41 1 22 64

Zona 2C 6 0 1 7

Jumlah 50 1 35 86

Persentase (%) 58,14 1,16 40,70 100,00

ZONA 3

Zona 3A 11 2 11 24

Zona 3B 1 2 10 13

Zona 3C 0 0 12 12

Zona 3D 1 0 8 9

Zona 3E 2 0 2 4

Zona 3F 3 1 1 5

Jumlah 18 5 44 67

Persentase (%) 26,87 7,46 65,67 100,00

Total Seluruhnya 126 15 114 255

Total Persentase (%) 49,41 5,88 44,71 100,00

Sumber: Hasil tabulasi kuesioner, tahun 2012

Menurut para responden pedagang legalisasi/perizinan dari pemerintah

menjadi hal yang paling penting dalam usaha berdagang mereka kemudian setelah

itu bantuan/pinjaman modal juga dapat membantu dalam perkembangan usaha

mereka untuk mencapai usaha ke sektor formal.

Hanya 5,88% responden pedagang memilih pembinaan sosial padahal

pembinaan sosial sangat penting bagi PKL. perlunya tindakan pengendalian

dengan pembinaan terhadap kualitas pola pikir para pedagang dan pelaksanaan

aktivitas PKL secara keseluruhan karena diketahui pola pikir PKL sebagian besar

masih sederhana untuk menelaah peraturan yang ada sehingga dapat

menimbulkan interpretasi yang salah dan kurangnya perhatian mengenai

visualisasi aktivitas secara keseluruhan.

142

4.1.3 Persepsi Pedagang Terhadap Pola Pengelompokan Dagangan

Bila dilihat dari pola pengelompokan PKL dapat dikelompokkan dalam 2

(dua) jenis pola yaitu berkelompok dengan kelompok dagangan yang sejenis dan

kelompok dagangan bercampur. Menurut responden PKL terhadap

pengelompokkan dalam usaha berdagangnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel IV.3

Pengelompokan Pedagang berdasarkan Persepsi Pedagang

Zona

Pola Pengelompokan

Jumlah

Sampel Blok-Blok Sejenis Bercampur

Memudahkan

pilihan

Mudah dicari

konsumen

Mengurangi

persaingan

Menarik niat

pembeli

ZONA 1

Zona 1A 1 0 3 2 6

Zona 1B 2 11 5 5 23

Zona 1C 9 21 20 5 55

Zona 1D 6 3 5 4 18

Jumlah 18 35 33 16 102

Persentase (%) 17.65 34.31 32.35 15.69 100

ZONA 2 0

Zona 2A 9 5 1 0 15

Zona 2B 16 25 19 4 64

Zona 2C 0 2 2 3 7

Jumlah 25 32 22 7 86

Persentase (%) 29.07 37.21 25.58 8.14 100

ZONA 3 0

Zona 3A 1 9 11 3 24

Zona 3B 5 2 6 0 13

Zona 3C 0 6 5 1 12

Zona 3D 6 2 1 0 9

Zona 3E 3 0 0 1 4

Zona 3F 0 3 0 2 5

Jumlah 15 23 22 7 67

Persentase (%) 22.39 34.33 32.84 10.45 100

Total Seluruhnya 58 90 77 30 255

Total Persentase (%) 22.75 35.29 30.20 11.76 100

Sumber: Hasil tabulasi kuesioner, tahun 2012

Dari tabel diatas menunjukan bahwa sebesar (58,04%) pedagang yang

memilih untuk menjajakan dagangannya secara sejenis dengan jenis dagangan

yang sama. Kemudian dari total persentase tersebut 35,29% diantaranya dengan

alasan mudah dicari konsumen dan 22,75% dengan alasan untuk memberikan

143

kemudahan bagi konsumen untuk melihat-lihat terlebih dahulu sebelum

menentukan pilihannya. Sedangkan total yang memilih pengelompokan

bercampur sebesar (41,96%) dengan alasan terbanyak sebesar 30,20% yaitu

mengurangi persaingan antara pedagang yang sejenis. Yang dimaksud bercampur

dengan dagangan jenis lain yaitu misalnya pedagang makanan/minuman akan

memilih berdagang pada lokasi yang bersebelahan dengan jenis dagangan selain

makanan/minuman.

4.1.4 Persepsi Pedagang Terhadap Penataan/Pengaturan

Dengan adanya perda Nomor 4 tahun 2011 tentang penataan dan

Pembinaan Pedagang Kaki Lima sebenarnya telah ada alat hukum untuk mengatur

dan menata para pedagang menjadi lebih tertib dan teratur. Namun ternyata

berdasarkan persepsi pedagang setuju masih perlunya pengaturan/penataan yang

jelas mengenai keberadaan mereka di Kawasan Gasibu. Untuk lebih jelasnya

dapat dilihat pada tabel IV.4 berikut:

Tabel IV.4

Persepsi PKL Terhadap Pengaturan

Zona

Perlu Pengaturan

Jumlah

Sampel Setuju Tidak

Lebih

Teratur

Menarik

Konsumen

Sudah

rapi

Perlu

biaya/tenaga

ZONA 1

Zona 1A 2 1 0 3 6

Zona 1B 10 3 2 8 23

Zona 1C 8 31 3 13 55

Zona 1D 7 5 2 4 18

Jumlah 27 40 7 28 102

Persentase (%) 26,47 39,22 6,86 27,45 100

ZONA 2

Zona 2A 9 5 1 0 15

Zona 2B 25 19 3 17 64

Zona 2C 0 3 1 3 7

Jumlah 34 27 5 20 86