BAB III PEMBAHASAN - .3.1.1. Sejarah Lembaga Pendidikan ... IPS dan kelas XII sebanyak dua kelas

download BAB III PEMBAHASAN - .3.1.1. Sejarah Lembaga Pendidikan ... IPS dan kelas XII sebanyak dua kelas

of 53

  • date post

    23-May-2019
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB III PEMBAHASAN - .3.1.1. Sejarah Lembaga Pendidikan ... IPS dan kelas XII sebanyak dua kelas

34

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Tinjauan Sekolah

Dalam pelaksaan kegiatan rutin pada SMA Santun Untan Pontianak terdapat

aturan yang ditentukan, dalam hal ini struktur organisasi yang menggambarkan

garis perintah dan penerimaan perintah serta fungsi-fungsi pelaksaan tersebut

sehingga semua menjadi lancar. Penulis akan menerangkan sejarah dan struktur

organisasi ditempat penulis mengadakan riset untuk pembuatan laporan tugas

akhir (TA) ini sebagai berikut:

3.1.1. Sejarah Lembaga Pendidikan

SMA Santun Untan Pontianak yang berlokasi dijalan Daya Nasional ini

merupakan satu diantara sekolah swasta yang ada di kota Pontianak dan ada

peserta didiknya pun ada yang berasal dari beberapa daerah yang ada di

Kalimantan Barat sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik dapat berasal

dari latar belakang budaya dan kultur yang beraneka ragam.

Berdirinya SMA Santun Untan Pontianak ini berdasarkan usulan Yayasan

Dewan Penyantun Untan Kanwil Depdikbud Kalimantan Barat dan dan diteruskan

ke Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI, kemudian keluar SK Dikdasmen Depdikbud

RI No.081/C/Kep/183, tanggal 23 Februari 1983bahwa usulan pendidikan SMU

dan SMP Swasta Santun Untan Pontianak telah memenuhi syarat.

Izin operasional dari kanwil Depdikbud Provinsi Kalimantan Barat

No.460/1.14/m.1985 pada tanggal 1 Januari 1985, maka tahun ajaran 1985/1986

menerima siswa baru untuk SMP dan SMA Santun Untan Pontianak. Gedung

yang digunakan sekarang merupakan pinjaman Universitas Tanjungpura

35

berdasarkan Surat Perjanjian Rektor Universitas Tanjungpura dengan Ketua

Yayasan Penyantun Untan No.04262a/PT/1986.

Pada saat itu, SMA Santun Untan Pontianak menerima siswa sebanyak dua

kelas, tetapi dalam perkembangannya sampai sekarang jumlah siswa sekitar 6

kelas yang terdiri dari kelas X sebanyak dua kelas yaitu kelas XA dan XB, kelas

XI sebanyak dua kelas yang terdiri satu kelas jurusan IPA dan satu kelas jurusan

IPS dan kelas XII sebanyak dua kelas yang terdiri satu kelas jurusan IPA dan satu

kelas jurusan IPS.

Sejak berdirinya SMA Sntun Untan Pontianak, telah terjadi pergantian

kepala sekolah sebanyak empat kali. Kepala SMA Santun Untan Pontianak saat

ini adalah H.Suryadi MS, S.Sos, M.Si dan wakil kepala sekolah adalah Dr. Agus

Sastrawan, M.Si. Tenaga pendidik di SMA Santun Untan Pontianak berjumlah 20

orang yang terdiri dadri 9 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Berdasarkan

jumlah tenaga pendidik di SMA Santun Untan Pontianak sudah mencukupi tetapi

berdasarkan kompetensinya belum tercukupi. Hal ini disebabkan adanya beberapa

guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Terdapat

mata pelajaran yang tidak ada gurunya dan ada mata pelajaran yang kelebihan

gurunya. Oleh karena itu, untuk mengatasi mata pelajaran yang tidak ada gurunya

maka diberikan kepada guru mata pelajaran yang kelebihan tersebut, sehingga hal

ini sangat wajar apabila dikatakan bahwa kopetensinya masih sangat kurang.

Gedung SMA Santun Untan Pontianak merupakan gedung bekas FKIP

Untan yang beralih fungsi menjadi gedung sekolah. Lokasi sekolah yang berada

dikawasan Universitas Tanjungpura sangatlah strategis dikarenakan gedung

36

sekolah terletak di tepi jalan raya Daya Nasional sehingga akses masuk kesekolah

tersebut sangatlah mudah.

SMA Santun Untan memiliki Visi dan Misi Dengan semangat perjuangan

dan pada negara bertekad untuk mempersiapkan dan mengantarkan anak didik

mencapai cita-cita luhur, yaitu:

1. Meningkatkan pembinaan pengalaman nilai-nilai keimanan dan ketakwaan

terhadap tuhan yang maha esa.

2. Meningkatkan pembinaan nilai-nilai patriotisme.

3. Mengembangkan sarana dan prasarana yang mendukung dapat

terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang berhasil guna dan berdaya

guna.

4. Menumbuh kembangkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya

kelestarian alam.

5. Melaksanakan pembinaan terhadap nilai-nilai budaya ramah lingkungan.

6. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, asri dan nyaman.

3.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsi

1. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan sub-sub sistem dengan hubungan

wewenang dan tanggung jawab. Dalam organisasi terdapat struktur yang

menerapkan bagaimana tugas aakan dibagi. Berikut ini merupakan struktur

organisasi pada SMA Santun Untan Pontianak:

37

Sumber: SMA Santun Untan Pontianak (2017)

Gambar III.1

Struktur Organisasi SMA Santun Untan Pontianak

Fungsi dari tia-tiap bagian yaitu:

1. Kepala Sekolah yaitu, seseorang yang mengatur proses belajar mengajar,

mengatur administrasi kantor, mengatur administrasi siswa, pegawai,

perlengkapan, keuangan, perpustakaan, kesiswaan serta mengatur hubungan

dengan masyarakat

38

2. Wakil Kepala Sekolah bertugas menyusun perencanaan, membuat program

kegiatan dan program pelaksanaan, pengorganisasian, pengarahan,

ketenagaan, pengkoordinasian, pengawasan, penilaian, identifikasi

pengumpulan serta mennyusunan program.

3. Tata Usaha bertugas menyusunan program kerja tata usaha sekolah,

pengelolaan keuangan sekolah, pengurusan administrasi pegawai, guru dan

siswa, pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah,

melakukan penyusunan administrasi perlengkapan sekolah, penyusunan dan

penyajian data/statistik sekolah, mengkoordinasikan dan melaksanakan 6K

serta melakukan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketata

usahaan secara berkala.

4. Waka Urusan Kurikulum bertugas menyusun program pengajaran,

pembagian tugas, pelajaran, jadwal evaluasi jadwal, pelaksanaan US atau

UN, menyiapkan kriteria persyaratan naik kelas atau tidak naik kelas,

menerapkan jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (Rapor) dan

penerimaan ijazah, mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan

pelajaran, menyediakan buku kemajuan kelas, pembuatan karya tulis serta

koordinasi wali kelas.

5. Waka Urusan Kesiswaan bertugas menyusun program pembinaan kesiswaan

atau OSIS, melaksanakan bimbingan, pegarahan dan pengendalian kegiatan

siswa atau OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tertib sekolah,

membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban,

keindahan, kerindangan dan kekeluargaan (6K), memberikan pengarahan

dalam pemilihan pengurus OSIS organisasi, melakukan pembinaan pengurus

39

OSIS dalam berorganisasi, menyusun program dan jadwal pembinaan secara

berkala dan insidentil, melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon

siswa penerima beasiswa, mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili

sekolah dalam kegiatan diluar sekolah, menyusun laporan pelaksanaan

kegiatan kesiswaan secara berkala, mengatur mutasi siswa, penerimaan

peserta didik (PPD), masa orientasi siswa (MOS), studi banding, mengurusi

kegiatan ekstrakulikuler, mengadakan koordinasi dengan bimbingan

konseling (BK) serta pembagian kelas.

6. Waka Urusan Prasarana bertugas menyusun rencana kebutuhan sarana dan

prasarana, mengadministrasikan pendayagunaan sarana prasarana,

pengelolaan pembiayaan alat-alat pengajaran, menyusun laporan pelaksanaan

urusan sarana dan prasarana secara berkala, inventarisasi barang, pengelolaan

pembiayaan alat-alat pengajaran seperti Pengkoordinasian penilaian kelas

(6K) dan Pengkoordinasian kebersihan dan keindahan sekolah, pengadaan

barang, buku, bahan dan lat pelajaran dan perpustakaan, urusan Administrasi

perlengkapan/ penertiban inventaris barang seperti kantor, olahraga dan

kesehatan, keterampilan serta alat-alat pelajaran lain.

7. Waka Urusan Humas bertugas mengatur dan menyelenggarakan hubungan

sekolah dengan orang tua/ wali siswa, membina hubungan antara sekolah

dengan POMG/BP3, menyusun laporan pelaksanaan hubungan dengan

masuyarakat secara berkala, membina hubungan dengan komite sekolah,

mengikuti kegiatan hari Besar nasional / Keagamaan serta mengikuti lomba-

lomba.

40

8. Wali Kelas bertugas mengelola kelas, melakukan penyelenggaraan

administrasi, menyusunan/pembuatan statistik bulanan siswa, mengisian

daftar kumpulan nilai siswa ( legger ), membuatan catatan khusus tentang

siswa, pencatatan mutasi siswa, pengisian buku laporan siswa, pembagian

buku laporan pendidikan ( rapor ).

9. Guru bertugas membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar

mengajar persemester tahunan, membuat satuan pelajaran (persiapan

mengajar), melaksanakan kegiatan belajar mengajar, melaksanakan kegiatan

penilaian belajar semester/ tahunan, mengisi daftar nilai siswa, melaksanakan

analisis hasil evaluasi belajar, menyusun dan melaksanakan program

perbaikan dan pengajaran, melaksanakan kegiatan membimbing dalam

kegiatan proses belajar mengajar, membuat alat pelajaran/alat program,

membuat alat pelajaran/alat peraga, menciptakan karya seni, mengikuti

kegiatan pengembangan kurikulum, melaksanakan tugas tertentu di sekolah,

mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung