Air Bersih-Proses Pengolahan Air Minum

of 46 /46
Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubahnya menjadi air bersih yang layak pakai dimana salah satu caranya adalah membuat saringan air. Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yng paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa penyaringan air secara sederhana tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakan destilasi untuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Berikut beberapa aternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air : 1. Saringan Kain Katun. Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan. 2. Saringan Kapas Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan. 3. Aerasi Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi. 4. Saringan Pasir Lambat (SPL) Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Lambat (SPL) . 5. Saringan Pasir Cepat (SPC) Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Cepat (SPC) . 6. Gravity-Fed Filtering System Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat. 7. Saringan Arang Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk

Embed Size (px)

Transcript of Air Bersih-Proses Pengolahan Air Minum

Proses pengolahan air minum (Aqua)

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubahnya menjadi air bersih yang layak pakai dimana salah satu caranya adalah membuat saringan air.

Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yng paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa penyaringan air secara sederhana tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakandestilasiuntuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Berikut beberapa aternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air :

1. Saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

3. Aerasi

Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikelSaringan Pasir Lambat (SPL).

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikelSaringan Pasir Cepat (SPC).

6. Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

7. Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikelsaringan air sederhana.

9. Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya.Lihat saringan keramik.

Untuk mendapatkanfilter penyaring aircocok dengan kondisi air di rumah anda silahkanKLIK DISINI(sumberverafirmansyah.wordpress.com)

Banyak dari kita yang sehari-harinya memakai air ledeng. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita.

Dari berbagai studi, ternyata orang yang meminum air yang mengandung klorin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Selain itu pada hasil studi efek klorin pada binatang ditemukan pula kemungkinan kerusakan ginjal dan hati.

Dari manakah asal khlorin?Air ledeng. Oleh PDAM pada saat pembuatan air ledeng umumnya menggunakan air permukaan, yang umumnya akan lebih banyak mengandung kuman atau mikroorganisme merugikan daripada bila dibandingkan dengan air sumur. Campuran khlorin yang berlebihan tentunya akan dapat sampai ke kita dan akan masuk ke dalam tubuh jika kita meminum air yang mengandung khlorin tersebut.Septik tank atau air pembuangan limbah rumah tangga. Ketika menggunakan pembersih atau pencuci yang mengandung khlorin, bisa jadi air pembuangan hasil cucian tersebut kemudian meresap ke dalam tanah dan mencemari sumur yang merupakan sumber air bersih rumah tangga.Pembuangan Air Kolam Renang. Kolam renang umumnya menggunakan khlorin sebagai penjernih dari mikroorganisme yang ada dalam air. Air buangan dari kolam renang ini juga bisa saja mencemari sumur air bersih warga sekitarnya.

Bagaimana khlorin tersebut sampai ke tubuh kita?Lewat air minum. Cara paling utama khlorin masuk ke dalam tubuh adalah melalui air yang kita minum. Umumnya resiko yang lebih sering meminumnya adalah orang-orang yang memakai air ledeng sebagai bahan air minumnya.Lewat udara. Ketika mandi menggunakan shower air panas/hangat, uap air yang masih mengandung khlorin dapat terhirup dan masuk ke dalam tubuh kita.Selain itu walaupun sedikit, bagi sebagian orang klorin juga bisa masuk melalui kulit ketika sedang mandi menggunakan air yang mengandung klorin.

Bagaimana cara mengurangi kadar klorin dalam air?Dengan menggunakan Granulated activated carbon (GAC) atau butiran karbon aktif sebagai filter air dapat mengurangi kadar klorin dalam air yang akan kita pakai. Filter air dari arang ini efektif untuk mengurangi rasa dan bau dari air. Anda juga dapat sekalian membuat saringan air sederhana yang menggunakan arang sebagai salah satu bahan untuk saringan atau anda dapat juga menggunakan salah satu dari berbagai teknik penyaringan air sederhana untuk mendapatkan air minum. Tetapi cara terbaik adalah tidak menggunakan klorin untuk disinfeksi air minum dan sebagai gantinya dapat digunakan cara sederhana untuk melakukan disinfeksi pada air minum.

Cara Mencegah Klorin Masuk ke Dalam Tubuh.Gunakan air sehemat dan seoptimal mungkin untuk mandi (baik shower ataupun berendam), mencuci ataupun memasak dan sebaiknya air yang digunakan adalah air dingin. Lalu bukalah jendela atau ventilasi agar udara yang mengandung klorin dapat keluar dan digantikan dengan udara yang bebas klorin. Sedangkan untuk mengatasi bila anda menaruh klorin pada bak atau sumur sumber air anda, kuraslah bak dan sumur anda.

Lalu bagaimana dengan Air Mineral kemasan?Seharusnya pabrik dari pembuat air mineral kemasan mengikuti standar yang ditetapkan tentang batas aman penggunaan klorin. Untuk lebih jauhnya mungkin anda harus bertanya pada pabrik pembuatnya.. apalagi kalo katanya Dari Mata Air Pegunungan

Pengolahan Air Sederhana

Proses pengolahan air merupakan upaya untuk mendapatkan air yang bersih dan sehat untuk air ninum dan keperluan sehari-hari sesuai dengan standar mutu air untuk kesehatan.Adapun tujuan pengolahan air adalah untuk :

menurunkan kekeruhan

menghilangkan bau, rasa dan warna

menurunkan dan mematikan mikroorganisme (bakteri)

megurangi kadar zat kimia yang terlaut dalam air.

meurunkan kesadahan

memperbaiki derjat keasaman (pH)

Berikut ini diuraikan pengolahan air dengan menggunakan proses dua tahap yaitu :pengendapan dengan cara kimiadanpenyaringan. Tahap pengendapan dilakukan untuk mengendapkan kotoran berupa lumpur/tanah liat, ion-ion penyebab kesadahan air (besi dan mangan) dan zat-zat terlarut lainnya.Tahap penyaringan dilakukan untuk menghilangkan bau dan endapan.

1. Alat dan bahan yang diperlukan :a. Bahan Kimia untuk Pengendapan :Bahan kimia yang digunakan untuk pengolahan 100 liter air adalah 10 gram tawas, 5 gram kaporit, 10 gram kapur (untuk bahan bangunan atau makan sirih). Jumlah dan komposisi bahan pengendap dapat berubah tergantung kondisi air yang diolah. Berapa jumlah yang tepat yang diperlukan untuk mengendapkan sangat tergantung kepekatan kandungan kimiawi air tersebut (berdasarkan pengujian dengan air teh). Bila kandungan kimiawi tidak terlalu pekat maka jumlah bahan kimia yang digunakan dapat dikurangi. Cobalah dahulu dengan satuan terkecil.

b. Bahan PenyaringBahan penyaring berupa : pasir hitam (diameter 0,3 1,2 mm), kerikil (diameter 12 30 mm), ijuk, dan arang aktif 9arang dari batok kelapa atau kayu yang dihaluskan). Bila tidak tersedia pasir yang memenuhi syarat dapat digantikan dengan zeolit yang banyak dijual di pasaran.

c. Bahan Unit Pengolahan 2 buah drum plastik (masing-masing kapasitas 100 liter), bila drum terbuat dari kaleng sebaiknya bagian dalam dilapisi dulu dengan semen untuk mencegah karat.

Kayu atau besi untuk rak

Keran 2 buah

Pipa paralon untuk mengalirkan air

(Bahan unit pengolahan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan)

2. Pengolahan Air Buatlah unit pengolahan air seperti terlihat pada gambar

Bahan-bahan yang akan digunakan sebagai penyaring dicuci bersih dengan membilas berulang kali dan terahir dengan air panas. Kemudian susun dalam bak kedua seperti pada gambar.

Siapkan bahan pengendap dalam dua wadah : pada wadah pertama , Larutkan kaporit dan kapur sebanyak yang dibutuhkan ke dalam setengah liter air hangat. Aduk hingga terlarut. Dalam wadah yang kedua, larutkan tawas dengan setengah liter air hangat.

Masukkan air yang akan diolah ke dalam bak pertama sampai penuh. Kemudian tambahkan larutan pengendap dari wadah pertama (campuran kaporit dan kapur) aduklah. Biarkan beberapa saat. Kemudian masukkan larutan pengendap dari wdah kedua (tawas). Biarkan sampai 2 jam hingga semua zat pengotor atau ion-ion mengendap. Lamanya pengendapan ini tergantung banyaknya zat pengotor, jika hanya sedikit tentu akan lengkap mengendap dalam waktu yang kurang dari 2 jam.

Setelah lengkap mengendap alirkan air perlahan-lahan ke tangki penyaring. Tangki penyaring tersebut telah diberi alas penyaring Penyaring ini berfungsi untuk menyaring endapan dan menyerap bau yang terdapat dalam air (misalnya bau kaporit berlebih). Air yang dihasilkan, sebelum diminum harus dimasak/didihkan terlebih dahulu Pemeliharaan

Pemeliharaan

Bila air yang keluar telah keruh dan alirannya kurang lancar berarti dalam saringan sudah banyak kotoran yang terperangkap. Oleh karena itu unit pengolahan air harus dibersihkan. Keluarkan semua bahan-bahan penyaring dan dicuci berulang kali hingga air cucian terlihat bersih. Gunakan air panas pada bilasan terahir. Setelah itu bahan penyaring disusun kembali seperti semula.Proses pengolahan air minum (Aqua)

1. Air yang berasal dari sungai ataupun mata air lain masuk kedalam Pre-filter 5 micron. Alat ini di gunakan untuk memfilter partikel yang ada sampai ukuran 5 micron.

(Pre-filter 5 micron)

(alat Pre-filter 5 micron)

2. Dari Pre-filter 5 Kemudian masuk ke dalam filter 1 micron untuk memfilter partikel yang berukuran sampai dengan 1 micron (parasit)

(alur proses kerja filter 1 micron)

(alat filter 1 micron)

3. Ozonisasi: untuk menghilangkan bakteriPengolahan Air Minum Cara Ozonisasi

Ozon pertama kali ditemukan oleh C F Schonbein pada tahun 1840. Penamaan ozon diambil dari bahasa yunani OZEIN yang berarti smell atau bau. Ozon dikenal sebagai gas yang tidak memiliki warna. Soret pada tahun 1867 mengumunkan bahwa ozon adalah sebuah molekul gas yang terdiri tiga buah atom oksigen.Secara alamiah ozon dapat terbentuk melalui radiasi sinar ultraviolet pancaran sinar Matahari. Chapman menjelaskan pembentukan ozon secara alamiah pada tahun 1930.Di mana ia menjelaskan bahwa sinar ultraviolet dari pancaran sinar matahari mampu menguraikan gas oksigen di udara bebas.Molekul oksigen tadi terurai menjadi dua buah atom oksigen, proses ini kemudian dikenal dengan nama fotolisis. Lalu atom oksigen tadi secara alamiah bertumbukan dengan molekul gas oksigen yang ada disekitarnya, lalu terbentuklah ozon. Ozon yang terdapat pada lapisan stratosfer yang kita kenal dengan nama ozone layer (lapisan ozon) adalah ozon yang terjadi dari hasil proses alamiah fotolisis ini.Proses semacam ini terjadi pula pada smog (kabut) yang banyak kita dapati di kota-kota besar yang sarat dengan polusi udara. Gas NOx dan hidrokarbon dari asap buangan kendaraan bermotor dan berbagai kegiatan industri, merupakan sumber pembawa terbentuknya ozon.Selain proses alamiah, ozon juga dapat dibuat dengan mempergunakan peralatan antara lain dengan metode electrical discharge dan sinar radioaktif. Pembuatan ozon dengan 17.

electrical discharge pertama kali dilakukan oleh Siemens pada tahun 1857 dengan mempergunakan metode dielectric barrier discharge.Pembentukan ozon dengan electrical discharge ini secara prinsip sangat mudah. Prinsip ini dijelaskan oleh Devins pada tahun 1956. Ia menjelaskan bahwa tumbukan dari electron yang dihasilkan oleh electrical discharge dengan molekul oksigen menghasilkan dua buah atom oksigen.Selanjutnya atom oksigen ini secara alamiah bertumbukan kembali dengan molekul oksigen di sekitarnya, lalu terbentuklah ozon. Dewasa ini, metode electrical discharge merupakan metode yang paling banyak dipergunakan dalam pembuatan ozon diberbagai kegiatan industri.

Tahap Proses Pengolahan(Tahapan proses pengolahan terdiri dari beberapa tahap yaitu:a. Netralisasi dengan pemberian kapurb. Aerasi dengan pemompaan udara.c. Koagulasi dengan pemberian tawasd. Pengendapane. Penyaringanf. Ozonisasi

Skema pengolahan air minum metode ozonisasi 18

a. Netralisasi

Yang dimaksud dengan netralisasi adalah mengatur keasaman air agar menjadi netral (pH 7-8). Untuk air yang bersifat asam diberi kapur. Fungsi kapur disamping untuk menetralkan air baku yang bersifat asam juga untuk membantu efektifitas proses selanjutnya.

b. Aerasi

Yang dimaksud dengan aerasi yaitu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan. Disamping itu proses aerasi juga berfungsi untuk menghilangkan gas-gas beracun yang tak diinginkan misalnya gas H2S, CH4, CO2 dan gas-gas racun lainnya.

c. Koagulasi

Koagulasi adalah proses penambahan bahan kimia ke dalam air agar kotoran dalam air yang berupa padatan tersuspensi rnisalnya zat warna organik, lumpur halus, bakteri dan lain-lain dapat menggumpal dan cepat rnengendap. Pada proses koagulasi ini digunakan tawas. Cara penambahan tawas dapat dilakukan sebagai berikut yaitu sejumlah tawas dilarutkan dalam air kemudian dirnasukkan ke dalam air baku lalu diaduk dengan cepat hingga merata selama kurang lebih 2 rnenit. Setelah itu kecepatan pengadukkan dikurangi sedemikian rupa sehingga terbentuk gurnpalan-gunipalan kotoran akibat bergabungnya kotoran tersuspensi yang ada dalam air baku. Setelah itu dibiarkan beberapa saat sehingga gumpalan kotoran atau disebut flok tumbuh menjadi besar dan berat dan cepat mengendap.

d. Pengendapan

Setelah proses koagulasi air tersebut didiamkan sampai gumpalan kotoran yang terjadi mengendap semua (+45-60 menit). Setelah kotoran mengendap air akan tarnpak lebih jernih. Endapan yang terkumpul di dasar tangki dapat dibersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tangki.

e. Penyaringan

Pada proses pengendapan, tidak semua gumpalan kotoran dapat diendapkan secara sempurna. Gumpalan kotoran dengan ukuran yang besar dan berat akan mengendap, sedangkan gumpalan berukuran kecil dan ringan masih melayang-layang dalam air. Untuk mendapatkan air yang betul-betul jernih harus dilakukan proses penyaringan. Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan air yang kotorannya telah diendapkan ke bak penyaring yang berisikan saringan pasir.

f. Ozonisasi

Tahap terakhir adalah proses ozonisasi. Air hasil penyaringan yang telah cukup jernih diozonisasi untuk menghilangkan bakteri-bakteri patogen dan senyawa-senyawa organik sehingga air hasil pengolahan dapat langsung dikonsumsi.

Keuntungan dan Kelemahan(Kegunaan dalam teknologi ozonisasi adalah dapat menghilangkan polutan mikroorganisme dan polutan zat organik sekaligus karena hal ini tidak terlepas dari sifat ozon yang dikenal memiliki sifat radikal (mudah bereaksi dengan senyawa disekitarnya) serta memiliki potential oksidasi 2.07 V. Ozon dengan kemampuan oksidasinya dapat membunuh berbagai macam microorganisma seperti bakteri Escherichia coli, Salmonella enteriditis, serta berbagai bakteri pathogen lainnya. Selain itu, ozon juga dapat menguraikan berbagai macam senyawa organik beracun yang terkandung dalam air, seperti benzen, atrazin, dioxin dan berbagai zat pewarna organik. Keunggulan lainnya penggunaan ozon adalah pipa, peralatan, dan kemasan akan ikut disanitasi sehingga produk yang dihasilkan akan lebih terjamin selama tidak ada kebocoran di kemasan. Ozon merupakan bahan sanitasi air yang efektif disamping sangat aman.

Namun metode ozonisasi memiliki kelemahan diantaranya ozon dapat meracuni manusia bahkan bisa sampai membawa pada kematian apabila terhirup dengan konsentrasi 50 ppm selama kurang lebih 1 jam. Batas kadar konsentrasi penggunaan gas ozon dalam berbagai kegiatan industri adalah 0.1 ppm, sedangkan kadar ozon dalam air hingga 0.05 ppm tidak membahayakan tubuh manusia. Ozon, species aktif yang mempunyai sifat radikal ini, memerlukan perhatian khusus dalam penyimpanannya. Kadar 100 persen ozon pada suhu kamar mudah sekali meledak. Ozon akan aman disimpan pada suhu di bawah -1830C dengan kadar ozon dalam campuran ozon dan oksigen dibawah 30 persen. Sekarang ozon kebanyakan disimpan dalam bentuk ozonized-water atau ozonized ice.

4. Mengambil sample per jam dari langkah nomor 9,10 dan 11 untuk mengukur PH balance,kebersihan, kejernihan dan keseimbangan mineral.5. Melakukan uji Coliform pada sumber air setiap harinya6. Melakukan tes Coliform mingguan pada produk akhir7. Melakukan pemeriksaan kimiawi dan fisikal menyeluruh setiap bulannya pada produk akhir.8. Melakukan pemeriksaan tahunan untuk logam berat dalam produk akhir.9. Apabila pemeriksaan setiap jamnya untuk Ozon, pH, kebersihan dan kejernihan. Air diluarstandar, lini produksi akan dihentikan dan produk akan dikeluarkandan akan diperiksa apakah produk aman untuk dikonsumsi atau tidak.10. Operator mempergunakan pakaian yang terbuat dari parachute material dan sarung tanganyang dipergunakan diberi desinfektan setiap 15 menit.11. Botol dan gelas diproduksi dari palet plastik hingga menjadi kemasan botol dan gelas didalampabrik yang sama dan hanya sesaat sebelum botol diisi dengan air, hal ini meminimalisirkontak manusia untuk memastikan derajat kebersihan yang tinggi.12. Semua air botolan diperiksa untuk melihat bila ada cacat di tutup dan lapisan pelindung13. Semua material yang dipergunakan diperiksa dan disetujui oleh BTC (Beverage TechnologyCentre) Danone14. Dukungan teknis dari bottling line oleh BTC (Beverage Technology Centre) Danon15. Keseluruhan proses dari sumber hingga produk akhir berada dibawah pengawasan ketat dansesuai dengan Standar Manufaktur yang baik meski Indonesia kaya akan sumber mata air, namuntidak semuanya layak menjadi sumber bahan baku untuk air minum AQUA. Karenanya bagi AQUA,kerja keras untuk mencari sejumlah sumber air terbaik di seluruh Indonesia, bukanlah main-main.16. Dua botol dari setiap produksi akan disimpan selama 2 tahun dan akan dipergunakan sebagaisample untuk mendata kualitas.17. Setelah 2 tahun (ketika masa berlaku habis) AQUA akan memeriksa stabilitas produk sebelummembuangnya

18. Setiap gelas/botol/galon memiliki kode kadaluarsa dan tanggal produksi yang sudah dicetak,sehingga dapat dilacak pada tahun, bulan dan tanggal, waktu, lokasi dan kru produksi19. Melakukan monitoring dan inspeksi reguler terhadap produk yang ada di pasar.

Proses Pengolahan Air Minum Secara Sederhana

Pengotor yang terdapat pada air pada umumnya terdiri dari:

g. Benda-benda besar dan kecil yang terapungh. Pasir dan lumpur kasari. Lumpur halus berbentuk koloidj. Organismek. Mikroorganisme patogenl. Zat-zat kimia, dll.

Langkah-langkah pada pengolahan air secara sederhana:

i. Proses pendahuluan

Proses pendahuluan dimaksudkan untuk mengeluarkan benda-benda kasar dan mengendapkan lumpur kasar atau pasir pada bak pengendap pendahuluan.

ii. Proses koagulasi dan flokulasi

Proses koagulasi dimaksudkan untuk mengendapkan lumpur halus berupa koloid dan zat-zat kimia yang terdapat pada air. Lumpur halus berupa koloid yang bermuatan negatif akan sukar untuk mengendap meskipun dibiarkan beberapa waktu lamanya. Cara untuk mengendapkan lumpur halus ialah secara kimia yaitu mula-mula menetralkan muatan negatifnya dengan ion-ion yang bermuatan positif, misalnya Al3+, Fe3+, Fe2+, dsb.

iii. Proses pengendapan

Lumpur yang telah netral (dengan cara pengocokan) dengan zat pemberat diusahakan agar menjadi blok-blok yang besar dan mudah mengendap. Pada peristiwa ini, zat-zat kimia yang terdapat pada air akan terendapkan juga.

iv. Proses penyaringan

Lumpur halus dan zat-zat kimia yang ada pada air setelah mengendap selanjutnya disaring menggunakan pasir sehingga didapat air yang jernih.

v. Proses sterilisasi

Air yang jernih didesinfekter, maksudnya untuk membasmi mikroorganisme dan bakteri-bakteri yang ada pada air agar air itu steril. Air dibiarkan pada bak penampung kira-kira 24 jam agar sterilisasi terjadi dengan sempurna. Selanjutnya, air didistribusikan ke konsumen.Setiap bakteri atau mikroorganisme dalam air akan mengeluarkan CO2 pada proses respirasi. CaCO3(s) + 2Cln(CaOCl2 + CO2 2HCl + On(2Cln + H2O On akan mengoksidasi bakteri dan mikroorganisme dalam air dan air menjadi steril. Untuk mengendapkan lumpur halus dapat digunakan senyawa alum seperti : Al2(SO4)3, FeCl3.6H2O, Fe2(SO4)3, FeSO4, atau tawas (K2SO4.Al2(SO4)3). 2Al3+(aq) + 3SO42-(aq)(Al2(SO4)3(s) Al(OH)3(s) + 3H+(aq)(Al3+(aq) + 3H2O(l) H+ akan menetralkan muatan lumpur yang negatif dan Al(OH)3 berfungsi sebagai pemberat untuk mengendapkan lumpur halus yang telah netral.

Zat yang diperlukan:

a. Serbuk CaCO3 1mg/1 L airb. Al2(SO4)3 1mg/1 L airc. CaOCl2 3mg/1 L aird. Arang secukupnya

Cara kerja:

i. Air dipisahkan dulu dari lumpur dan kotoran yang kasarii. Ke dalam air ditambahkan larutan Al2(SO4)3 sebanyak 1mg/L airiii. Kocok kuat-kuat agar terjadi penetralan muatan lumpur dengan sempurna, lakukankira-kira 10 menitiv. Tambahkan serbuk CaCO3 (batu kapur) sebanyak 1mg/L air. Kocok secara pelan-pelan agatterjadi flokulasi dan lumpurnya mengendap. Lakukan kira-kira 5 menitvi. Tambahkan larutan Ca(OCl)2 atau kaporit sebanyak 3mg/L airvii. Biarkan kira-kira 3 jam dan saring dengan saringan pasir dan arang aktif untuk mengambilCl2 yang berlebih.

Teknologi Terbaru Saat ini :

Mesin air minum Reverse Osmosis System (one skip treatment/mobile)Sistem air minum reverse osmosis yang praktis baik diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan air seperti : depot air minum isi ulang, air minum karyawan, sistem air minum darurat (emergency), kebutuhan industri, tidak memakan tempat dengan modek kompak dapat dijadikan sistem AMDK skala kecil telah teruji untuk diajukan standard SNI dan lain-lain

Reverse Osmosis for IndustryProduk istimewa dari hydro water purifier:Reverse Osmosis (RO) untuk industrimerupakan tipe hydro water purifier (water filter) untuk air siap minum skala industri. Air di proses melalui 5 tahapan pemurnian sehingga dapat langsung diminum.Selain itu, RO dapat digunakan untuk menghasilkan high pure wter untuk penggunaan dilaboratorium dan lainnya.

Diposkan olehTugas Konsep Teknologidi14:19

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubah/menjernihkan air keruh/kotor tersebut menjadi air bersih yang layak pakai.

Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling mudah dan paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yang paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa air bersih yang dihasilkan dari proses penyaringan air secara sederhana tersebut tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakandestilasi sederhanauntuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Berikut beberapa alternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air :

1. Saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

3. Aerasi

Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikelSaringan Pasir Lambat (SPL).

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikelSaringan Pasir Cepat (SPC).

6. Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

7. Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikelsaringan air sederhana.

9. Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya.Lihat saringan keramik.

Tips:Untuk menghasilkan air yang "lebih handal", anda dapat membuat saringan yang merupakan rangkaian dari beberapa jenis saringan air. Sebagai contoh, pertama kali air disaring menggunakan saringan kain (metode 1) atau saringan kapas (metode 2) terlebih dahulu. Setelah itu, lakukan aerasi bila memungkinkan, kemudian air disaring kembali dengan Saringan Pasir Cepat, Saringan Pasir Lambat (SPL) atau Saringan air Tradisional.Metode 9, 10, dan 11 hanya cocok untuk mendapatkan air dengan tujuan utama diminum.Walaupun demikian, untuk semua air bersih hasil saringan agar dimasak terlebih dahulu hingga mendidih, atau mungkin anda dapat menggunakancara menghilangkan kuman / disinfeksi secara sederhana.

POSTED BYPUTRIKUAT11:46 PMNO COMMENTS:LABELS:AIR BERSIH,ALAT SEDERHANA,DISINFEKSI,METODE SEDERHANA,SARINGAN AIR,TEKNOLOGI TEPAT GUNASaringan Pasir Lambat (SPL)Saringan Pasir Lambat (SPL) alias Slow Sand Filter (SSF) sudah lama dikenal di Eropa sejak awal tahun 1800an. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, Saringan Pasir Lambat dapat digunakan untuk menyaring air keruh ataupun air kotor. Saringan Pasir Lambat sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih pada komunitas skala kecil atau skala rumah tangga. Hal ini tidak lain karena debit air bersih yang dihasilkan oleh SPL relatif kecil.

Proses penyaringan pada Saringan Pasir Lambat dilakukan secara fisika dan biologi. Secara Fisika, partikel-partikel yang ada dalam sumber air yang keruh atau kotor akan tertahan oleh lapisan pasir yang ada pada saringan. Secara biologi, pada saringan akan terbentuk sebuah lapisan bakteri. Bakteri-bakteri dari genus Pseudomonas dan Trichoderma akan tumbuh dan berkembang biak membentuk sebuah lapisan khusus. Pada saat proses filtrasi dengan debit air lambat (100-200 liter/jam/m2 luas permukaan saringan), patogen yang tertahan oleh saringan akan dimusnahkan oleh bakteri-bakteri tersebut.

Secara umum skema dari Saringan Pasir Lambat dapat dilihat sebagai berikut :

Atau mungkin anda dapat memodifikasinya sehingga menjadi seperti gambar di bawah ini

Untuk perawatan saringan pasir lambat, secara berkala pasir dan kerikil harus selalu dibersihkan. Hal ini untuk menjaga agar kuantitas dan kualitas air bersih yang dihasilkan selalu terjaga dan yang terpenting adalah tidak terjadi penumpukan patogen / kuman pada saringan. Untuk mendapatkan hasil air bersih yang lebih maksimal baik kualitas maupun kuantitasnya, anda dapat menggabungkan atau mengkombinasikan saringan pasir lambat ini denganberbagai jenis metode penyaringan air sederhana lainnya.

Adapun untuk disinfeksi / penghilangan kuman yang terkandung dalam air dapat menggunakan menggunakan berbagai cara seperti khlorinasi, brominasi, ozonisasi, penyinaran ultraviolet ataupun menggunakan aktif karbon. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya air hasil penyaringan dimasak terlebih dahulu hingga mendidih sebelum dikonsumsi atau anda mungkin dapat menggunakancara disinfeksi / menghilangkan kuman pada air secara sederhana lainnya.

POSTED BYPUTRIKUAT11:34 PMNO COMMENTS:LABELS:AIR BERSIH,ALAT SEDERHANA,PENGOLAHAN LIMBAH CAIR,SARINGAN,SARINGAN AIR,SARINGAN AIR SEDERHANA,SARINGAN PASIRCara Sederhana Menghilangkan Kuman dari Air MinumAir bersih yang kita dapat dari PAM/PDAM/ledeng, sumur ataupunsaringan airyang kita miliki mungkin akan terlihat bening, tidak berasa dan tidak berbau, tetapi hal itu tidak menandakan bahwa air tersebut bersih dari kuman penyakit. Sebelum dikonsumsi, sebaiknya kita harus memastikan bahwa air yang akan kita konsumsi terbebas dari kuman penyakit. Disinfeksi atau menghilangkan kuman dari air minum sangat penting dilakukan agar kuman tersebut tidak masuk ke dalam tubuh kita.

Ada berbagai cara untuk melakukan disinfeksi atau menghilangkan kuman penyakit dari air yang akan kita konsumsi. Selengkapnya sebagai berikut :

1. Memanaskan atau memasak airPasteurisasi atau pemanasan untuk air yang akan dikonsumsi pada suhu / temperatur 55C - 60C selama sepuluh menit akan mematikan sebagian besar patogen atau kuman penyakit yang ada/terkandung di dalam air. Cara yang lebih efektif adalah memasak atau merebus air yang akan kita konsumsi hingga mendidih. Cara ini sangat efektif untuk mematikan semua patogen yang ada dalam air seperti virus, bakteri, spora, fungi dan protozoa. Lama waktu air mendidih yang dibutuhkan adalah berkisar 5 menit, namun lebih lama lagi waktunya akan lebih baik, direkomendasikan selama 20 menit.Walaupun mudah dan sering kita gunakan, kendala utama dalam memasak air hingga mendidih ini adalah bahan bakar, baik itu kayu bakar, briket batubara, minyak tanah, gas elpiji ataupun bahan bakar lainnya.

2. Radiasi dan Pemanasan Dengan Menggunakan Sinar MatahariProses radiasi ultra violetdan pemanasan air dengan menggunakan sinar matahari ini dapat dilakukan dengan bantuan wadah logam ataupun botol transparan. Botol transparan yang digunakan umumnya adalah botol plastik. Botol kaca dapat digunakan tetapi memiliki kelemahan mudah pecah, lebih berat dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemanasan. Oleh karena itu gunakanllah botol kaca yang dapat ditembus oleh sinar ultra violet.Untuk mengantisipasi bahaya dari pemakaian plastik, sebaiknya gunakan botol plastik dengan nomor logo daur ulang 1 atau PETE/PET (polyethylene terephthalate), atau lebih baik lagi bila anda memiliki botol bernomor 5 atau PP (polypropylene). Keterangan lebih lanjut mengenai jenis plastik tersebut dapat anda lihat padanomor jenis plastik daur ulang.

Untuk mempercepat proses radiasi dan pemanasan botol transparan tersebut dicat hitam pada salah satu sisinya (50% dari permukaan botol) atau diletakkan pada permukaan media yang berwarna gelap yang dapat mengumpulkan dan menimbulkan radiasi panas. Pada kondisi demikian, setelah diletakkan selama beberapa jam (5-6 jam untuk keadaan cerah) air di dalam botol tersebut akan dapat mencapai 55C (mencapai suhu pasteurisasi) sehingga patogen yang ada dalam air dapat dieliminir.Untuk hasil yang lebih baik lagi, sebelum dijemur lakukan proses aerasi dengan mengocok botol terlebih dahulu setelah itu botol diletakkan pada permukaan metal seperti atap seng.

3. Air Perasan Jeruk NipisCara ini efektif untuk mengatasi virus kolera. Dengan menambahkan air jeruk nipis hingga mencapai 1-5% dari air yang hendak dikonsumsi dapat menurunkan pH air di bawah 4,5. Pada tahap ini virus kolera dapat dikurangi hingga hampir 100%. Selain itu dari hasil penelitian, pertumbuhan virus kolera pada nasi dapat ditahan dengan menggunakan air jeruk nipis pada saat dimasak.Kelemahan dari cara ini adalah bila campuran air perasan jeruk nipis terlalu banyak akan dapat merubah rasa air.

POSTED BYPUTRIKUAT11:21 PMNO COMMENTS:LABELS:AIR BERSIH,BOTOL,DISINFEKSI AIR,KUMAN,MEMASAK AIR,SINAR MATAHARI,ULTRA VIOLETMendapatkan Air Bersih dari Air Laut / Air Asin Melalui Proses / Cara Distilasi SederhanaCara paling mudah mendapatkan air bersih dari air sumur, air hujan ataupun air sungai adalah mendapatkansaringan air. Walaupun demikian, saringan air sederhana pada umumnya tidak akan mampu untuk mengatasi masalah kandungan garam yang ada dalam air baku / sumber air yang kita miliki. Untuk mengatasi masalah kandungan garam atau rasa asin tersebut dapat menggunakan cara distilasi sederhana.

Air bersih yang dihasilkan dari proses distilasi didapatkan dengan jalan melakukan penguapan terhadap air sumber / air baku. Cara ini efektif untuk menghilangkan garam yang menyebabkan rasa asin pada air. Ada dua cara sederhana dalam membuat alat distilasi air ini, yakni menggunakan panas buatan yang dihasilkan oleh kompor atau menggunakan sinar matahari.

Stove-top stillmerupakan model sederhana untuk alat distilasi dengan menggunakan kompor. Pertama-tama kompor memanaskan air yang ada sebuah belanga. Pemanasan tersebut akan menghasilkan uap panas yang akan dipakai untuk memanaskan belanga kedua yang berisi air sumber yang nantinya akan berisi air bersih. Pemanasan pada belanga kedua juga akan memicu munculnya uap air dari air sumber. Butiran-butiran uap air ini akan tertahan poleh membran plastik dan akhirnya akan jatuh pada wadah air bersih yang terletak ditengah-tengah belanga kedua. Untuk lebih lengkapnya lihat gambar dibawah ini.

Adapun cara yang kedua adalah menggunakan sinar matahari untuk menghasilkan uap air. Butiran uap-uap air tersebut kemudian akan tertahan pada kaca tembus pandang. Setelah butiran semakin banyak, maka akan berubah menjadi tetesan air yang akan ditahan oleh palung/talang air yang akan mengarahkan butiran air ke dalam wadah untuk penampungan air bersih. Ada berbagai cara distilasi menggunakan sinar matahari ini yang selengkapnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Dari kedua cara tersebut tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan menggunakan kompor tentunya tidak akan terpengaruh oleh perubahan cuaca (misal langit sedang mendung ataupun hujan). Sedangkan dengan menggunakan sinar matahari tentunya lebih hemat bahan bakar atau bahkan dengan kata lain tidak memerlukan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar.

Sekalipun air yang dihasilkan dari proses distilasi adalah hasil dari penguapan. sebaiknya air tersebut sebelum dikonsumsi dimasak hingga mendidih terlebih dahulu atau setidaknya dilakukan prosesdisinfeksi / menghilangkan kuman secara sederhanaterlebih dahulu. Hal ini untuk menjaga kebersihan dan kualitas air yang sedikit banyak terpengaruh pada saat penampungan / penyimpanan air hasil destilasi.

POSTED BYPUTRIKUAT10:54 PM1 COMMENT:LABELS:AIR BERSIH,ALAT SEDERHANA,DISTILASI,KEGUNAAN PLASTIK,SARINGAN AIR ASIN,SARINGAN AIR SEDERHANATUESDAY, APRIL 21, 2009

Saringan Air TradisionalBila anda mengalami masalah karena air di rumah anda cuma sedikit keruh, tentu anda dapat mengatasinya dengan menggunakanmetode penyimpanan air untuk mendapatkan air bersih. Tetapi jika mungkin karena rumah anda dulunya adalah sawah atau dekat dengan sungai/pabrik sehingga airnya pun ternyata lebih keruh, kotor, kuning, coklat, atau bahkan mungkin air dapat berwarna hitam dan memiliki bau tak sedap maka anda dapat menggunakan bahan kimia seperti "AGS" atau tawas, atau mungkin menggunakan bahan koagulan alami seperti bubuk dari biji daun kelor atau mungkin juga dengan menggunakan saringan.

Dari hasil pertimbangan saya sendiri, untuk jangka panjang penggunaan saringan air akan lebih baik daripada menggunakan bahan campuran kimia / alami. Tentunya yang menjadi pertimbangan adalah selama air sumber yang kita miliki belum tercemar oleh limbah kimia berbahaya, air yang keruh, kotor ataupun berbau masih dapat diatasi. Jika memiliki cukup uang, anda dapat mencoba menggunakan saringan bermerk seperti ditempat / depo pengisian air minum isi ulang. Jika tidak, mungkin membuat saringan air sederhana dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan.

Untuk pembuat saringan air sederhana anda dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif, ataupun saringan ijuk+pasir+dst. Untuk saringan dari cadas dan tanah liat. Bagus sih sebab air yang dihasilkan dapat dikonsumsi, tapi dengan cara pembuatannya yang susah dan debit air hasil penyaringan yang kecil, saringan ini bukan pilihan utama bagi saya. Selanjutnya saringan bambu, walaupun bambu mudah didapat, tetapi butuh keahlian khusus untuk bekerja dengan bambu.

Pilihan terakhir adalah membuat saringan tradisional dengan menggunakan injuk+arang+pasir+kerikil+batu. Cara membuat saringan ini cukup mudah. Saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu. Hasilnya?? sangat TIDAK mengecewakan. air yang tadinya keruh, kuning atau bahkan hitam bercampur bau sekalipun akan menjadi jernih dan tanpa bau setelah melewati saringan ini.

Untuk media tempat saringan anda dapat menggunakan bahan dari tong, drum, ember, ataupun sambungan kaleng / sambungan botol plastik. Sedangkan ukuran lapisan saringan anda dapat sesuaikan dengan masalah yang anda hadapi. Semakin bau air sumber yang didapat, sebaiknya semakin tebal lapisan arang yang digunakan. sebab salah satu kegunaan arang dalam saringan air ini adalah untuk menghilangkan bau. Bila masalah yang anda hadapi cukup berat karena sumber air yang anda miliki sudah terlalu parah, anda dapat mencoba dengan menambahkan satu buah lapisan batu zeolit.

Pada mulanya air yang dihasilkan tidak terlalu jernih, tapi lama kelamaan 10 menit kemudian akan menjadi jernih. Sedangkan untuk debit air yang dihasilkan, hasilnya akan tergantung pula pada ukuran saringan dan keran/saluran tempat keluarnya air bersih.

Untuk perawatan saringan air sederhana tersebut, bersihkanlah saringan air tersebut secara rutin setiap 2-3 bulan sekali terutama bila debit air yang keluar semakin kecil atau bila kualitas air yang dihasilkan mulai berkurang (menjadi keruh). Cara membersihkannya pun cukup dengan mengeluarkan semua isi saringan (injuk, pasir, kerikil, dsb) lalu cuci bersih semuanya dan jemur hingga kering. Bila telah kering masukkan kembali bahan-bahan tersebut ke dalam saringan seperti semula. Untuk menjaga kualitas saringan air, gantilah injuk yang digunakan paling lama setiap 6 bulan sekali.

Untuk melihat berbagai jenis saringan sederhana lainnya dapat anda lihat dikumpulan teknik penyaringan air sederhana.

POSTED BYPUTRIKUAT12:10 AMNO COMMENTS:LABELS:AIR BERSIH,AIR MINUM,ALAT BANTU SEDERHANA,SARINGAN,SARINGAN AIR,SARINGAN AIR SEDERHANA,SARINGAN AIR TRADISIONAL,TEKNOLOGI TEPAT GUNA,TIPS DAN TRIKMAHASISWA Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Bambang, Dedik Sumaryanta, dan Alfian Syahril Mustofa, menciptakan alat penyaring air sederhana. Alat tersebut berfungsi menyaring air kotor menjadi air bersih yang layak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Sementara keperluan minum tetap memerlukan proses perebusan agar lebih aman.

Alat ini juga digunakan sirkulasi air yang digunakan untuk kolam ikan dengan tujuan menjadikan derajat keasaman (pH) netral sehingga tidak perlu mengganti air. Alfian menjelaskan, pembuataan alat dilatarbelakangi banyaknya air tanah dan air permukaan yang tercemar kotoran.

Saat ini sebagian kota-kota besar Indonesia banyak air kotor yang tersebar untuk keperluan rumah tangga. Selain itu, air juga dicemari logam-logam berat yang bersifat racun atau memiliki kandungan ion besi dan mangan yang tinggi, kata Alfian (14/2).

Padahal, air yang mengandung bakteri patogen atau zat-zat terlarut lain dapat berakibat langsung pada kesehatan. Penggunaan air yang tercemar untuk keperluan mandi atau cuci dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit seperti kuman, kudis, kurap, dan borok. Penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air.

Kulit dapat mengalami iritasi, kering, kusam, dan kehitaman bila menggunakan air dengan kandungan ion besi dan mangan yang tinggi. Makanan juga dapat terkontaminasi akibat peralatan dapur atau alat makan dicuci dengan air yang tercemar.

Karena itu, air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari seharusnya dilakukan pengolahan air terlebih dahulu agar dapat memenuhi syarat kesehatan, terang Alfian.

Cara kerja alat ini, kali pertama tutup keran 1 dan keran 2, kemudian isi bak pertama dengan air olahan. Beri koagulan dari arang aktif dan diamkan selama 30 menit. Setelah didiamkan, salurkan air ke tabung yang berisi bahan penyaring yang terdiri dari pasir, kerikil, arang, dan ijuk dengan membuka keran 1 dan tutup keran 2 supaya pasir tetap terendam.

Lalu, isikan kembali tabung pertama dan proses koagulasi kembali. Setelah itu, buka keran 1 dan keran 2 sehingga keluar air bersih. Jika air dalam tabung pertama habis, keran 2 cepat ditutup. Pasir tetap dibiarkan dalam keadaan terendam terus meski tidak dioperasikan.

Mahasiswa asal Magelang ini menuturkan, alatnya terdiri dari beberapa komponen utama: kerangka alat, bahan penyaring, wadah penampung air/tabung atas, dan wadah bahan penyaring/tabung bawah dengan sistem kerja yang sederhana. Desain alat ini cukup sederhana sehingga mudah dipindahkan ketempat lain tanpa memerlukan alat angkat khusus.

Alat dengan taksiran seharga Rp 1.800.500 ini memiliki dimensi alat panjang 1.600 mm, lebar 80 mm, tinggi 1800 mm. Kapasitas tabung 225 liter air dan 358 kg bahan penyaring serta memiliki waktu produksi 13 detik untuk botol berukuran 500 ml. Sementara bahan yang digunakan untuk konstruksi alat penyaring air sederhana ini adalah kerangka menggunakan baja profil siku bahan ST. 37 dan tabung bahan penyaring menggunakan plat stainless steel.

Tingkat keamanan desain konstruksi alat penyaring air sederhana dapat dikategorikan cukup baik karena memenuhi beberapa syarat, antara lain konstruksi alat yang kuat dengan didukung rangka yang kokoh dari bahan baja prosil siku, sumber penggerak yang bebas polusi dan tidak bising, dan memenuhi syarat keselamatan kerja bagi operator.

Perawatan alat harus selalu diperhatikan, yakni bila air yang keluar telah keruh atau alirannya kurang lancer. Artinya dalam saringan sudah banyak lumpur, maka bahan penyaring perlu dibersihkan. Terlebih lagi harus senantiasa dilakukan pemeriksaan berkala dan harian.(affan safani)

ATASI KRISIS AIR: Alat sederhana multi fungsi

Untuk menguji kualitas air, seperti kekeruhan, berwarna dan berbau dapat langsung diseteksi dengan panca indera. Namun air yang terlihat jernih dan tidak berbau belum tentu aman untuk digunakan untuk minum. Karenanya perlu diuji kualitasnya apakah memenuhi syarat kesehatan ataukah tidak.Analisis kualitas air dapat dilakukan di laboratorium maupun secara sederhana. Pemeriksaan di laboratorium akan menghasilkan data yang lengkap dan bersifat kuantitatif, namun biayanya cukup mahal.Analisis secara sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah untuk menguji kandungan kimia dalam air, yaitu sebagai berikut :

Setengah gelas air yang akan diperiksa dicampurkan dengan segelas air teh.

Selanjutnya didiamkan dalam keadaan terbuka hingga satu malam

Periksalah apakah ada perubahan warna, lendir dan lapisan seperti minyak di permukaan.

Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawi air tersebut. Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu kurang baik dikonsumsi. Dapat digunakan untuk keperluan lain, kecuali untuk dikonsumsi.Air yang mengandung tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh berubah menjadi hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh, maka secara kimia kualitas air itu baik.

Gambar 1. Pengujian kandungan kimia air menggunakan air tehPengujian air secara biologis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup.

Air tersebut dibiarkan sampai lima hari

Setelah lima hari air diperiksa. Apabila terdapat perubahan warna atau gumpalan warna (putih, hitam atau hijau), maka air tersebut kurang baik secara biologis (mengandung mikroorganisme atau bakteri berbahaya).

Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau gumpalan pada air yang diperiksa menunjukkan semakin tinggi kadar mikroorganisme yang dikandungnya.

Gambar 2. Pengujian Sifat Biologi Air Secara Sederhana

Untuk mendapatkanfilter penyaring aircocok dengan kondisi air di rumah anda silahkanKLIK DISINIAda banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik.

Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan.

Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami.

Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida.

Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Air yang sehat harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :

1. Air harus jernihatautidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.

2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning , air buangan dari pabrik , selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.

3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.

4. Derajat keasaman (pH) nya netralsekitar 6,5 8,5 . Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa)

5. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.

6. Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandunganion kalsium (Ca2+)dan magnesium (Mg2+) . Hal ini dapat dilihat bila sabun atau deterjen yang digunakansukar berbusadan di bagian dasar peralatan yang dipergunakan untuk merebus air terdapatkerakatau endapan. Air sadah dapat juga mengandung ion-ionMangan (Mn2+)danbesi (Fe2+)yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta akan menimbulkannoda-noda kuning kecoklatanpada peralatan dan pakaian yang dicuci. Meskipun ion kalsium, ion magnesium, ion besi dan ion mangan diperlukan oleh tubuh kita. Air sadah yang banyak mengandung ion-ion tersebut tidak baik untuk dikonsumsi. Karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan pada ginjal, dan hati. Tubuh kita hanya memerlukan ion-ion tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sedikit sekali. Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, mangan dan magnesium merupakan zat yang membantu kerja enzim, besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.Batas kadar ion besi yang diizinkan terdapat di dalam air minum hanya sebesar 0,1 sampai 1 ppm ( ppm = part per million, 1ppm = 1 mgr/1liter). Untuk ion mangan ; 0,005 0,5 ppm, ion kalsium : 75 200 ppm dan 1on magnesium : 30 150 ppm.

7. Tidak boleh mengandung bakteri patogen sepertiEscheria coli, yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis. Dengan memasak air terlebih dahulu hingga mendidih, bakteri tersebut akan mati.

nyata nutrisi bukan hanya berasal dari makanan, kualitas air yang dikonsumsi juga turut memengaruhi. Untuk itu, pilihlah air bersih dan sehat untuk konsumsi sehari-hari.

Ada tiga hal penting yang penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Oksigen, makanan, dan air. Di antara ketiganya, biasanya makanan lah yang mendapat perhatian lebih. Padahal, baik oksigen dan air memiliki peran yang sama vitalnya.

Malah, begitu besarnya peran air di dalam tubuh kita sehingga kadang- kadang air dimasukkan sebagai zat gizi yang ke enam setelah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Dikatakan oleh pakar air dari Balai Besar Industri Argo (BBIA) Ir Maman Rohaman MSc bahwa air adalah nutrisi penting bagi tubuh, tetapi paling sering kita abaikan. Tubuh manusia terdiri atas lebih dari 60 persen air dengan organ tubuh paling penting akan kadar air mencapai 80 persen adalah otak, darah, paru-paru, dan ginjal.

Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein, dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan tubuh dan temperatur juga sangat bergantung pada air. Air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi, tulang, dan otot.

Maman menjelaskan, air memiliki manfaat yang besar untuk tubuh, di antaranya untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh, mengganti cairan tubuh yang keluar melalui keringat, napas, urine, juga feses.

Air juga menjaga tingkat kekentalan darah dalam tubuh. Semakin kental darah dalam tubuh, semakin berisiko terhadap kesehatan. Fungsi air lainnya adalah mengganti mineral yang hilang dan menjaga metabolisme dan suhu tubuh.

Minum adalah hal yang paling penting dan esensial dalam metabolisme tubuh manusia, ungkap Maman yang juga menjabat sebagai Kabid Pengujian Sertifikasi dan Kalibrasi BBIA dalam acara bertema Awas Air Kemasan Anda Mengandung Mikroba dan Patogen yang diadakan FX Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk mengonsumsi air yang baik sehingga seseorang mendapatkan nutrisinya, maka harus diperhatikan apakah air minum tersebut melalui proses pengolahan yang baik.

Dijelaskan oleh Kepala Seksi Pengujian BBIA Mulhaquddin Ssi Msi bahwa air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

Bila konsumsi air yang diminum tidak aman, maka pengaruhnya bisa berbeda lagi dengan kekurangan konsumsi air minum, ujarnya dalam acara yang sama.

Mulhaquddin menjelaskan, banyak bakteri berbahaya yang terdapat dalam air minum dan bisa mengganggu tubuh apabila air minum tersebut tidak diolah dengan baik.

Seperti pada air minum dalam kemasan (AMDK) yang apabila diproses dengan cara tidak higienis, maka bisa terdapat bakteri berbahaya, di antaranya Pseudomonas aeruginosa. Bakteri ini menimbulkan beragam penyakit, di antaranya infeksi saluran kemih, infeksi pada saluran napas, infeksi pada saluran pencernaan, dan infeksi pada sistem syaraf pusat.

Bakteri lain yang sering dijumpai dalam air adalah Escherichia coli. Ini merupakan bakteri yang menimbulkan penyakit, seperti diare, infeksi saluran kemih, sepsis (peradangan di seluruh tubuh), dan meningitis (radang membran pelindung sistem syaraf pusat sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian).

Selain itu, bakteri yang terdapat di dalam AMDK yang tidak diproses dengan baik yaitu bakteri Salmonella spyang bisa menimbulkan penyakit tifus, pendarahan usus, diare, demam, mual dan muntah-muntah.

AMDK yang memiliki bakteri di atas ambang batas, jika terkonsumsi dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan akan menyerang terutama bagi mereka yang imuno compromize atau yang memiliki masalah kesehatan, ungkap pria lulusan Fakultas MIPA Kimia ini.

Untuk mendapatkanfilter penyaring aircocok dengan kondisi air di rumah anda silahkanKLIK DISINISewaktu saat bencana datang kelangkaan air bersih tentunya menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran. Dua pertiga dari berat tubuh manusia adalah air. Hal ini membuat manusia mampu bertahan hidup tanpa makanan selama tiga minggu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa air selama lebih dari tiga hari.Kondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih, tak berwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari penyakit yang mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya. Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti deterjen. Pelarut, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawa organik beracun biosidal varietas besar).

Bahaya biologis dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti:

1. Diare2. Infeksi cacing3. Disentri (baik amuba dan bakteri)4. Kolera5. Masalah lambung6. Penyakit tipus7. Penyakit kuning

Sedangkan bahaya kimia dapat menyebabkan masalah kesehatan sebagai berikut:

1. Infeksi kulit2. Gangguan usus3. Gangguan hati, tulang dan sistem peredaran darah, kelahiran anomali4. Anemia, kerusakan sumsum tulang, leukemia5. Kerusakan sistem saraf pusat6. Masalah karsinogenik

Berikut beberapaa cara lain untuk mengurangi bahaya pencemaran air baik secara biologis maupun kimiawi:

Penyaringan dan perebusan.Meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan direbus hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air. Prosespenyaringanini juga menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.

Disinfeksi kimia.Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur.

Bubuk pemutih.Proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini.

Tablet klorin.Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil.

Filter.Ada beberapa jenisfilter air, antara lain filter keramik lilin dan UV filter.Bagian utama dari sebuah filter keramik lilin ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan.

Air bersihdan air layak minum atau air minum sehat adalah dua hal yang tidak sama tetapi sering dipertukarkan. Tidak semua air bersih layak minum, tetapi air layak minum biasanya berasal dari air bersih. Air bersih perlu diolah dahulu agar layak minum dan menjadi air minum sehat.

Lebih dari 100 juta orang Indonesia tidak mempunyai akses langsung terhadap air bersih apalagi air minum sehat. Lebih dari 70% total penduduk Indonesia tergantung pada air yang diambil dari sumber air yang sudah terkontaminasi. Air yang terkontaminasi dapat membawa penyakit bahkan kematian. Salah satunya adalah penyakit Diare yang sepintas terlihat sederhana dan tidak berbahaya, diare adalah pembunuh balita nomor dua di Indonesia setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) karena menyebabkan 100.000 balita meninggal setiap tahun.

Untuk menghindarkan diri dari penyakit seperti Diare, maka air bersih harus diolah terlebih dahulu agar layak dan sehat untuk diminum. Ada berbagai cara untuk membuat air bersih agar layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

CARA MENDAPATKANAIR MINUM SEHAT

Ada beberapa cara untuk mendapatkan air minum sehat, antara lain:

1.Merebus: Air bersih direbus sampai matang (mendidih) dan biarkan mendidih (tetap jerang air di atas kompor yang menyala, jangan matikan kompor) selama 3-5 menit untuk memastikan kuman-kuman yang ada di air tersebut telah mati;

2.Sodis(Solar Disinfection) atau pemanasan air dengan menggunakan tenaga matahari. Air bersih dimasukkan ke dalam botol bening kemudian diletakkan di atas genteng rumah selama 4-6 jam saat cuaca panas atau 6-8 jam saat cuaca berawan. Panas matahari dan sinar ultra violet akan membunuh kuman-kuman yang ada di air sehingga air menjadi layak minum;

3.Klorinasi,atau proses pemberian cairan yang mengandung klorin untuk membunuh bateri dan kuman yang ada di dalam air bersih. Salah satunya yang tersedia adalah Air Rahmat yang siap untuk dipakai pada tingkat rumah tangga.

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubahnya menjadi air bersih yang layak pakai dimana salah satu caranya adalah membuat saringan air.

Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yng paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa penyaringan air secara sederhana tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakandestilasiuntuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Berikut beberapa aternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air :

1. Saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

3. Aerasi

Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikelSaringan Pasir Lambat (SPL).

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikelSaringan Pasir Cepat (SPC).

6. Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

7. Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikelsaringan air sederhana.

9. Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya.Lihat saringan keramik.

Untuk mendapatkan(ALAT) Filter Penyaringan & Penjernihan Air Bersih / Sumur Bor / Tanah untuk Rumah Tangga

(Alat) Filter Penyaringan & Penjernihan Airsangat diperlukan untuk memenuhikebutuhan air bersih Rumah Tangga,terutama untuk yang tinggal di kawasan perkotaan.

Dengan Melihat besarnya peran dan fungsiair bersihdalam kehidupan sehari-hari terutama di daerah perkotaan,KAMILA fresh water filtertelah berhasil menciptakanalat / filter untuk penyaringan & penjernihan airyang sudah teruji secara ilmiah dan mampu menyerap kotoran lebih banyak serta menghilangkan bau, warna, kuman, besi, mangan, dll.Apakahair tanah (sumur bor)Anda kurang bersih dan memiliki kadar besi yang tinggi?

Atau Anda memiliki masalah denganair tanah (sumur bor)yang berwarna kuning?

Dengan banyaknya permasalahan mengenai air bersih terutama di pusat-pusat kota dan kawasan industri, limbah industri biasanya merupakan penyebab utama penurunan kualitas air bersih sehingga air baku dirumah Anda tidak dapat langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari karena tidak memenuhistandar air bersih.Masalah yang sering sekali muncul adalah air Anda nampak jernih ketika keluar dari kran, namun setelah beberapa saat akan nampak berwarna kuning, bahkan dalam jangka waktu lama akan membentuk endapan kuning dan menempel didasar bak penampungan air, apakah hal itu terjadi pula pada Anda? Jika demikian berarti air Anda mengandung besi (Fe). Besi dalam air berupa ion Fe2+ kemudian besi di bak penampungan air tersebut berinteraksi dengan udara bebas sehingga teroksidasi menjadi ion Fe3+ dan berwarna kuning. Besar kecilnya kandungan besi dirumah Anda dapat dilihat dari intensitas warna kuning yang terbentuk.

Tingginya kadar besi selain berbahaya untuk kesehatan juga warna kuning yang terbentuk merusak nilai estetika. Tentunya Anda tidak menginginkan air Anda berwarna kuning kotor bukan?

Kami memberikan solusi yang terjangkau untuk masalah Anda:

Kamila Fresh berpengalaman dalam produksiKarbon Aktifsebagai media penyaring air, menghadirkan produk yang sudah banyak digunakan terutama di wilayah kota-kota besar.

Alat/Filter Penyaring & Penjernih Airyang kami produksi akan membantu menyelesaikan masalah air rumah Anda, oleh sebab itu alat ini didukung dengan media sbb:

ZEOLITE, berfungsi untuk menjerniihkan air dan menghilangkan bau.

FERROLITE / MANGANESE, berfungsi untuk menghilangkan kandungan besi (Fe) pada air dengan kadar tinggi dan bau besi yang menyengat, juga menghilangkan mangan (Mn2t) dan warna kuning pada air.

KARBON AKTIF, sangat effektif menjernihkan dan menyerap bau, rasa serta racun pada air.

SILICA, berfungsi untuk menjernihkan air.

Media-media ini akan bekerja menyaring dan menjernihkan air rumah Anda sampai pada tahap aman untuk dipakai. Sedangkan untuk pemasangan, anda tidak perlu khawatir biarkan team kami semua yang mengerjakan sampai terpasang semua tanpa ada biaya tambahan.

Proses pemasangan Alat Penyaring Air ini sangat sederhana, bisa diletakkan pada penampungan air ataupun pada pompa airnya, seperti gambar dibawah ini.

CARA SEDERHANA MENJERNIHKAN AIRSemakin ke sini, semakin banyak sajasumber air yang tercemar limbah. Bisa tercemaroleh limbah rumah tangga atau limbah industri.Apalagi datangnya bencana banjirbelakangan ini. Karena itu, kebutuhan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kotauntuk air minum, memasak, mencuci dan untuk kebutuhan lainnya, harus diperhatikan.Caranya dengan penjernihan air. Cara penjernihan air perlu diketahui masyarakat karenabanyaknya sumber air yang tercemar limbah. Banyak cara sebenarnya untuk melakukanpenjernihan air. Sebagian besar agaksulit dilakukan. Karena itu, Kantor Mennegristekmelalui Program CD-ROM Teknologi Tepat Guna, menawarkan cara yang paling mudahdilakukan oleh masyarakat pedesaan sekalipun Bahan dan alatnya gampang didapat. Caraini dinamai Penjernihan Air Sekam Padi karena memanfaatkan sekam padi. MengapaSekam padi dijadikan bahan utama, karena banyak terdapat dipedesaan. Sayangpenggunaannya belum dimanfaatkan sepenuhnya. Bahan-bahan yang diperlukan untukmembuat alat penjernihan air sekam padi sangat mudah didapatkan. Yaitu, arang sekampadi, kayu bakar, sampah-sampah/tanah, pipa, kerikil, kawat ram, Lumpur, dan drum yang berdiameter 40 cm dan tinggi 72 cm. Cara pembuatannya pertama, dasar drum dibuat lubang-lubang kecil (diameter 22 mm) dan 4 lubang dengan diameter 3,5 mm.Pada dinding drum diberi 6 lubang berdiameter 3,5 mm. Jarak antara masing-masinglubang 10 cm. Bagian kiri dan kanan drum dipasangi pipa yang panjangnya 15 cm. Padabagian dasar dari drum diberi kawat ram. Kedua, buat tungku pembakaran, yakni tungkurumah tangga yang dimodifikasi untuk pengarangan kayu bakar. Langkah ketigamembuat alat penjernihan air yang terdiri dari dua bagian, yaitu alat pengendapan yangterbuat dari drum dan alat penyaringan yang dibuat dari gentong. Pada dasar gentongdiberi kerikil dan arang sekam pada padi setebal 10 sampai 20 cm diatasnya. Di atasarang sekam padi diberi ijuk. Langkah selanjutnya membuat arang sekam padi secaratradisional arang sekam padi dibuat dalam suatu lubang yang berukuran panjang 50 cm,tinggi 30 cm dan diameter 50 cm dengan kapasitas 5 kg. Sekam dibakar di atas tungkusinger. Sekam yang sudah terbakar ditutuptanah dan diatasnya diberi sampah. Padasalahsatu sudut lubang diberi pipa udara. Cara lainnya, yaitu dengan menggunakan drumsebagai tungku pembakaran. Temperatur pada waktu pengarangan 400-600 0 C dan lamapengarangan 2,5 jam. Bahan bakar kayu yang digunakan 5 kg sekam padi. Sedang caramenggunakannya, pada proses penyaringan air, pertama lakukan pengendapan, lalupenyaringan dengan arang sekam padi kira-kira 10 cm tebalnya. Proses penyaringan inibekerja selama 6 jam/hari. Keuntungan penjernihan air sekam padi, dapat memenuhikebutuhan air bersih untuk keperluan keluarga. Selain itu, pengarangan sekam padimudah dikerjakan oleh masyarakat pedesaansendiri, relatif murah, hasil penjernihanmemenuhi syarat kesehatan, dan sekam padi mudah diperoleh di pedesaan. Sedangkerugiannya, terletak pada pembakaran yang tidak sempurna? (kekuranganoksigen). Hal ini mengakibatkan arang sekam padi dan abu akan bercampurAir memang sumber kehidupan di dunia. Berbagai makhlum hidup membutuhkan air untuk berbagai macam kebutuhan hidup. Namun, sikap apatis manusia membuat air tidak lagi bersih. Air banyak yang kotor karena limbah dari manusia. Beberapa waktu yang lalu, saya memberikantips teknologisederhana penjernih air. Saya pikir, artikel ini perlu pelengkap lagi. Maka saya putuskan untuk mencari agar dapatMembuat alat penjernih air sederhana.

Berikut ini adalah alat penjernih air yang dapat anda buat sendiri. Semua perlengkapan dapat anda cari tanpa harus membeli. Kalau harus membelipun dengan harga yang tidak teralalu mahal. Lihat gambar yang saya maksud.

Memang dibutuhkan berbagai lapisan untuk membuat air serasa dari gunung asli. Silahkan anda terapkan TipsMembuat alat penjernih air sederhanaini dalam kehidupan sehari-hari anda. Jangan lupa membersihkan bak penampungan jika air yang diproduksi mulai kotor. Paling tidak satu bulan sekali, bak ini anda bersihkan. Sesuai pemakaian dan kondisi air yang anda filter.