8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

13
PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS (CELULOSE) UNTUK KEAMANAN Oleh Wawan Kartiwa Haroen 1 dan Arief Tri Waskito 2 Abstrak Kanvas rem merupakan komponen penting pada kendaraan bermotor di jalan raya. Pertambahan kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4 saat ini meningkat pesat sejalan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Komponen kendaraan yaitu kanvas rem sangat perlu mendapat perhatian yang lebih oleh pemegang kebijakan (pemerintah) dalam upaya melindungi konsumen dan mengurangi persentase penyebab kecelakaan dijalan raya. Standar Nasional Indonesia (SNI) kanvas rem sudah dibuat sejak tahun 1987 namun beberapa parameter serta spesifikasinya perlu ditinjau atau dikaji ulang sesuai perkembangan dan mengacu kepada standar Internasional atau pola perkembangan teknologi otomotif yang modern saat ini. Penggunaan bahan baku bukan asbes yang bersifat lebih ramah lingkungan, memiliki daya cengkram kuat pada suhu pengereman di atas 300 o C dan faktor keamanan yang lebih baik. Pertimbangan kanvas rem berjenis non asbestos yang lebih menguntungkan berbagai faktor maka saatnya mulai dikembangkan dan disosialisasikan untuk mengurangi pemakaian bahan berbasis asbestos yang lebih banyak berdampak negatif bagi pemakai serta tidak ramah lingkungan. Kata kunci : asbestos, non asbestos, kanvas, keselamatan 1 Peneliti di Balai Besar Pulp dan Kertas, Departemen Perindustrian 2 PT. Industri Bagas Perkasa (PT.IBP)

Transcript of 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

Page 1: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS (CELULOSE) UNTUK KEAMANAN

Oleh

Wawan Kartiwa Haroen1 dan Arief Tri Waskito2

Abstrak Kanvas rem merupakan komponen penting pada kendaraan bermotor di jalan raya. Pertambahan kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4 saat ini meningkat pesat sejalan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Komponen kendaraan yaitu kanvas rem sangat perlu mendapat perhatian yang lebih oleh pemegang kebijakan (pemerintah) dalam upaya melindungi konsumen dan mengurangi persentase penyebab kecelakaan dijalan raya. Standar Nasional Indonesia (SNI) kanvas rem sudah dibuat sejak tahun 1987 namun beberapa parameter serta spesifikasinya perlu ditinjau atau dikaji ulang sesuai perkembangan dan mengacu kepada standar Internasional atau pola perkembangan teknologi otomotif yang modern saat ini. Penggunaan bahan baku bukan asbes yang bersifat lebih ramah lingkungan, memiliki daya cengkram kuat pada suhu pengereman di atas 300oC dan faktor keamanan yang lebih baik. Pertimbangan kanvas rem berjenis non asbestos yang lebih menguntungkan berbagai faktor maka saatnya mulai dikembangkan dan disosialisasikan untuk mengurangi pemakaian bahan berbasis asbestos yang lebih banyak berdampak negatif bagi pemakai serta tidak ramah lingkungan.

Kata kunci: asbestos, non asbestos, kanvas, keselamatan 1 Peneliti di Balai Besar Pulp dan Kertas, Departemen Perindustrian 2 PT. Industri Bagas Perkasa (PT.IBP)

Page 2: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

I. PENDAHULUAN Dengan semakin beragamnya tipe, merk, dan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia, kebutuhan akan produk material otomotif juga semakin besar. Menurut Harian Bisnis Indonesia, kebutuhan akan segmen komponen otomotif mencapai angka tiga triliun rupiah (Rp 3.000.000.000.000,00). Dengan makin tidak menentunya kondisi perekonomian Indonesia, maka dorongan untuk membuat produk material otomotif yang ekonomis, berkualitas dan dapat diterima oleh pasar juga semakin tinggi. Kanvas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan khususnya kendaraan darat. Terutama pada saat kendaraan berkecepatan tinggi fungsi kanvas rem memiliki beban mencapai 90% dari komponen lainnya, bahkan keselamatan jiwa manusia tergantung pada keampuhan dari komponen tersebut. Suatu kode atau tanda pada komponen kendaraan ada yang bertuliskan OEM (Original Equipment Manufactured) yaitu kampas rem yang terpasang pada saat kita membeli kendaraan baru dari dealer, diantaranya untuk merk Yamaha dikeluarkan oleh Akebono, untuk Honda, Suzuki, dan Kawasaki dikeluarkan oleh Nissin. Ada lagi tanda OES (Original Equipment Spare part) yaitu kampas rem yang digunakan sebagai pengganti kampas rem OEM, kampas rem ini dibuat oleh pabrikan OEM yang memiliki persamaan pada formula, proses pembuatan, kualitas dan bahan yang sama dengan kampas rem OEM. Namun ada suku cadang yang disebut After market yaitu kampas rem yang beredar di pasaran dengan kualitas yang beragam, misalnya lebih rendah dari OEM atau lebih tinggi dari OEM. Satu lagi yang sering kita jumpai yaitu sebutan Genuine, tanda tersebut pada dasarnya adalah kampas rem tergolong ke dalam kategori after market, istilah genuine hanya untuk membedakan antara asli dan palsu (Arif TW, 2008). Sejalan dengan meningkatnya pengguna kendaraan bermotor roda 4 atau roda 2 makin tinggi dan laju pertumbuhan kebutuhan spare part kanvas rem juga berkorelasi positif. Bahkan saat harga BBM semakin tinggi masyarakat pengguna kendaraan roda 2 melaju pesat 2-3 kali lipat dari 5 tahun sebelumnya, berdasarkan data di kepolisian 1 hari bisa mengeluarkan 30-50 STNK baru/kota.

Kondisi ini merupakan pangsa empuk bagi pasar komponen kendaaraan bermotor kanvas rem yang umurnya relatif singkat. Komponen ini perlu mendapat perhatian terhadap kualitas yang mengacu pada standar nasional atau internasional. Mengingat masyarakat manusia berdasarkan kemampuan ekonominya sangat beragam dan umumnya bila mencari komponen akan mencari yang murah tanpa memperhatikan kualitas yang berkaitan dengan keselamatan jarang diperhitungkan. Walaupun hal ini rasanya sudah terbiasa, namun peran pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan terhadap produk standar perlu dilakukan evaluasi atau revisi sesuai perkembangan teknologi dan mengutamakan faktor keselamatan serta perlindungan konsumen dari

Page 3: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

akal-akalan produsen. Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk uji dan spesifikasi kanvas rem sudah ada sejak tahun 1987 -1997 namun sampai saat ini persyaratan dan spesifikasinya perlu revisi karena standarnya tidak relevan lagi bahkan bagi komponen yang baik dan berkualitas banyak mengacu pada standar SAE J.661.A yang lebih mengutamakan keseselamatan dan faktor bahan yang ramah lingkungan. II. KAMPAS REM NON ASBESTOS Vs ASBESTOS Kanvas rem yang terbuat dari bahan Non asbestos biasanya terdiri dari 4 s/d 5 macam fiber di antaranya Kevlar,steel fiber,rock wool,cellulose dan carbon fiber yang memiliki serat panjang sedangkan kanvas rem dari bahan asbestos hanya memiliki I jenis fiber yaitu asbes yang merupakan komponen yang menimbulkan karsinogenik. Akibat dari perbedaan ini makanya kanvas rem yang mengandung asbestos memiliki kelemahan dalam kondisi basah, karena asbestos hanya terdiri dari 1 jenis fiber, ketika kondisi basah bahan tersebut akan mengalami efek licin seperti menggesekkan jari di atas kaca basah (Licin/tidak pakem).

Bilamana bahan menggunakan kampas rem non asbestos yang memiliki beberapa jenis fiber maka efek licin tersebut dapat teratasi. Mengingat kampas rem asbestos hanya menggunakan bahan mentah maksimal 6 jenis material dan non asbestos menggunakan lebih dari 12 jenis material, maka asbestos hanya bisa bertahan sampai dengan suhu 200oC sedang non asbestos bertahan sampai 360oC, hal ini berarti bahwa rem asbestos akan blong (fading) pada temperature 250oC sedang non asbestos cenderung stabil (tidak blong). Harga kampas rem asbestos relatif murah, karena hanya terdiri dari 6 macam material dan dengan kualitas rendah. Sedangkan non asbestos yang terbuat dari material berkualitas seperti Kevlar/aramyd. Kevlar ini bahan yang digunakan untuk baju anti peluru di mana Kevlar mampu menghambat laju putaran peluru sampai berhenti, jadi pada dasarnya Kevlar itu menghentikan putaran peluru bukan memantulkan peluru seperti baja. Inilah yang kadang kadang orang berpendapat Non asbestos keras padahal tidak, terbukti putaran peluru bisa dihentikan apalagi putaran rotor atau drum kendaraan bermotor, dapat dibayangkan kalau baju peluru terbuat dari asbestos. Karena sifat tersebut maka non asbestos lebih mahal.

Tapi kadang orang hanya menilai harga produk saja, misal kampas rem asbestos harga Rp. 5.000,00 s/d Rp. 8.000,00, sedang non asbestos harga Rp. 20.000,00 s/d Rp 25.000,00, tapi non asbestos performance nya bisa bertahan dari 6 bln s/d 1 tahun tergantung pemakaian, sedang asbestos performance hanya bertahan 1 minggu sampai 1 bulan selebihnya keras dan tidak pakem. Debu kampas rem asbestos cenderung ringan dan mudah menempel di pelek dan susah dibersihkan sedang debu non asbestos cenderung berat sehingga tidak menempel di pelek dan mudah dibersihkan. Karena ringan nya debu asbestos inilah maka debu asbestos mudah terhirup, dan mudah menempel di tangan sehingga mudah

Page 4: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

masuk dalam pencernaan kita bersama makanan, makanya non asbestos dikenal sebagai kampas rem ramah lingkungan. 2.1 Komposit Berbasis Polimer Tidak Mengandung Asbestos dan Logam Berat Bahan komposit berbasis polimer, karena sebagian besar bahannya menggunakan bahan polimer organik, maka benar-benar dapat dijamin bebas terhadap senyawa yang mengandung Pb, Cr dan Zn. Seratnyapun digunakan serat E-glass dan atau aramid. Juga sering digunakan serat alam berupa jute fibre, wisker, dan serat karbon dari organik material, dan rockwool. Bahan pengisi berupa mineral tambang adalah minority dan bersifat "fire retardant" sehingga tahan terhadap panas atau memiliki koefisien perpindahan panas yang lebih kecil. Namun di satu sisi kurang kuat menyerap atau menyimpan panas, sehingga panas sering berbalik ke roda akibatnya roda menjadi panas. Hal ini dapat diatasi dengan pengembangan di "material engineering" dan aspek desain penggabungan antara cast iron dan komposit menggunakan bidang kontak komposit yang lebih banyak untuk mengakomodasi "friction material life time" agar lebih panjang life time/keausahan bahan (atau bahan memiliki koefisien friksi kecil/tertentu). Di era "Global Climate Change” dan ”Carbon Trade", aspek penggunaan bahan berbahaya beracun harus memerlukan perhatian yang serius dan penegakan hukum yang ketat, kalau Indonesia mau menjadi bangsa yang besar, sehat, sejahtera dan memiliki kawasan udara yang bersih dari B3 (Agung, 2005). 2.2 Blok Rem Komposit Berbasis Metal Mengandung Timbal dan Asbestos Pada penggunaan produk komposit di dunia industri, seringkali masalah Keselamatan Kerja kurang mendapat perhatian khusus baik dari user maupun manajemen perusahaan karena keterbatasan pengetahuan akan bahaya dalam penggunaannya. Salah satu contoh kanvas rem komposit yang berbasis logam pernah seorang peneliti melakukan cek komposisi di lapangan dan ditemukan kandungan Pb, Cr, dan Zn, dimana spesifikasi teknik saat tender bahan harus bebas dari senyawa Chrom, Plumbum dan Zinc. Kadar Pb yang terkandung dalam blok rem komposit berbasis metal mengandung Pb lebih dari 100 ppm. Hal ini sangat membahayakan bagi penumpang dan orang yang kebetulan berlalu lalang di sekitar kereta api saat pengereman kereta api dilakukan oleh masinis kereta (Agung, 2005). Kenapa kanvas rem komposit berbasis metal mengandung bahan B3 berupa Pb dan asbestos? Kanvas rem komposit berbasis metal mengapa mengandung logam berat dan asbestos karena dalam pembuatannya menggunakan bahan baku utama/filler berupa serat asbestos dan bahan galian ferrous yang mengandung bahan ikutan (inert) berupa oksida logam yang mengandung persenyawaan PbO2, dan Cr2O3 dan ZnO. Apabila dilakukan analisa komposisi secara cermat menggunakan X-Ray Flouresence (XRF) dan X-Ray Difragtion (XRD) atau

Page 5: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

bahkan pakai methode cair (Chromatography Analysis) terhadap produk kanvas rem komposit berbasis metal sudah jadi pasti akan mengandung bahan Pb, Cr dan Zn. Solusi terbaik adalah pemakai spare part kanvas rem, pihak supplier agar menawarkan barang yang bebas dari B3 sesuai spesifikasi teknik atau bahan/material rem yang dibutuhkan yang bebas Pb, Crom, Zn dan bahan beracun yang lain (B3).

III. BAHAN DAN METODE 3.1 Bahan Bahan baku yang digunakan pada kanvas rem standar umumnya terdiri dari resin phenolic, serat fiber, serbuk aluminum, grafit, barium, sulfat, dan alumina , Asbestos , cashew dust, carbon graphite, Alumina, NBR powder, dan lainnya . 3.2 Metode Bahan serat atau sejenis dicampur pada alat khusus (mixing chest) dengan 2 gerak putaran yang berbeda antara luar dan dalam. Bahan serat diaduk sampai merata kemudian dimasukkan komponen lainnya sampai 6 jenis atau lebih. Seluruh campuran yang sudah homogen merupakan adonan bahan mentah kanvas rem siap cetak. Bahan dibuat pada molding khusus yang bertekanan secara dingin dan panas pada suhu 200oC berbeda antara bagian atas dan bawah.

Gambar 1 Cara Pengepresan dan Alat Uji Kekerasan Kanvas Rem

Kanvas rem yang terbentuk dilakukan pengujian dan paling utama adalah pengujian daya gesek (friction) dan suhu. Namun pengujian secara lengkap dapat dilakukan terhadap massa jenis, kekerasan, kelekatan kanvas rem, ketahanan terhadap air, garam, minyak, porositas terhadap minyak yang diserap. Pengamatan pada penelitian ini lebih diutamakan terhadap tingkat keausan (friction) dan mengacu pada standard SAE J-661 yang mengarah pada standar kecepatan pengereman yang tinggi.

IV. HASIL DAN PERMASALAHAN

Page 6: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

Banyak orang berpendapat bahwa untuk meningkatkan daya cengkram kanvas rem pada kendaraan pabrikan membuat alur pada permukaan kanvas rem (lining) dengan maksud mengatasi kampas blong, padahal hal tersebut adalah sebuah kebohongan atau akal-akalan.

Padahal pakem dan tidak pakemnya kampas rem banyak ditunjang dari formula/ramuan kampas rem tersebut. Misalnya mengapa drum brake tidak pakem hal ini diakibatkan drum brake sukar melepas panas karena kampas rem nya terdapat dalam drum lain dan disc brake terletak di luar, inilah yang membuat brake shoe lininng motor mudah tidak pakem. Jadi pakem tidaknya tergantung dari material lining. Pada dasarnya kampas rem asbes cenderung tidak pakem pada temperatur tinggi, karena kampas rem asbes akan blong jika suhu sudah mencapai 200oC. Pilihlah brake shoe lining yang mempunyai ketahanan temperatur yang tinggi. Pada dasarnya pakeman rem tergantung dari jenis kampas rem dan temperatur. Berdasarkan hal tersebut maka proses pembuatan kanvas rem yang berkembang saat ini lebih mengarah pada proses ramah lingkungan dan aman bagi konsumen. Berdasarkan data pengamatan dan hasil pengujian kanvas rem non asbestos pada Tabel 1 memiliki koefisien kehausan (friction coeffisien) dalam normal 0,54 dan dalam keadaan panas 0,45 untuk kanvas rem roda dua sifat ini termasuk ke dalam kelompok baik dengan kode (edge code) GG (0,45-0,55). Sedangkan untuk kanvas rem roda empat memiliki koefisien kehausan normal 0,61 keadaan panas 0,59, sifat ini temasuk ke dalam edge code HH (lebih dari 0,55).

Tabel 1 Hasil Test Kanvas Non Asbestos (Cellulose) Rem Roda Dua dan Roda Empat

Daya (N) (Force)

Daya gesek (N) (Fric. Force)

Suhu (oC) (Temp)

Koefisien gesek (Friction coefficient)

Pemakaian

R4 R2 R4 R2 R4 R2 R4 R2 SNI Tahap 1

(first base line)

1 584 587 296 256 90 67 0,51 0.49

5 579 318 287 291 88 68 0,50 0.47 10 578 564 291 274 111 92 0.50 0.49 15 585 549 310 289 90 91 0,53 0.53 20 590 540 319 293 95 92 0,54 0.53

Tahap 2 (First fade)

1 505 672 297 325 94 94 0,50 0.48 2 485 654 288 332 122 122 0,60 0.51 3 472 664 299 328 150 150 0,63 0.49 4 460 660 334 543 178 178 0.73 0.52 5 463 659 316 348 200 206 0.68 0.53 6 472 661 328 349 234 234 0,68 0.53 7 480 657 344 328 202 262 0,72 0.50 8 470 659 337 300 200 290 0.72 0.46

Page 7: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

Daya (N) (Force)

Daya gesek (N) (Fric. Force)

Suhu (oC) (Temp)

Koefisien gesek (Friction coefficient)

Pemakaian

R4 R2 R4 R2 R4 R2 R4 R2 SNI Tahap 3

(First recovery)

1 547 518 317 204 200 260 0,58 0.39 2 535 510 219 208 193 203 0,54 0.41 3 538 546 285 237 148 148 0,53 0.43

4 529 570 280 277 94 94 0,53 049 R2 R2 R2 R2

Wear test 1 662 639 388 338 212 212 0,59 0,53 19 652 654 364 357 205 205 0,56 0,55 20 594 653 356 372 222 222 0,60 0,57 30 616 655 344 362 213 213 0.56 0,55 40 652 656 333 357 198 198 0,51 0,54 50 652 642 350 350 218 218 0,54 0,55 60 650 652 348 652 213 213 0,54 0,54 70 651 661 353 661 198 198 0,54 0,55 80 653 661 353 661 199 199 0,54 0,55 90 664 651 350 651 217 217 0,53 0,55

100 665 651 364 651 213 213 0,55 0,56 Second baseline

1 496 496 293 293 88 88 0,59 0,59 5 495 495 302 302 107 107 0,61 0,61 10 495 495 304 304 96 96 0,61 0,61 15 494 494 307 307 91 91 0,62 0,62 20 499 499 320 320 97 97 0,64 0,64

Second fade 1 515 652 338 339 94 94 0,57 0,52 2 513 657 364 342 122 122 0,61 0,52 3 523 665 356 357 150 150 0,61 0,54 4 533 657 244 359 178 178 0,52 0,55 5 527 660 333 385 206 206 0,64 0,58 6 520 660 350 380 234 234 0,68 0,58 7 511 660 348 349 262 262 O,71 0,53 8 525 660 353 269 290 290 0,65 0,41 9 524 661 350 266 318 318 0.58 0,40 10 533 658 354 279 346 346 0,51 0,42

Second recovery

1 525 543 251 179 312 311 0,48 0,33 2 484 533 275 228 258 256 0,57 0,43 3 523 527 292 244 202 202 0,56 0,46 4 503 516 274 247 149 147 0,54 0,48 5 501 560 291 280 94 92 0,58 0,50

Tingkat keausan

(SNI/BSN)

0,18 – 2,8 mm3

Page 8: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

Daya (N) (Force)

Daya gesek (N) (Fric. Force)

Suhu (oC) (Temp)

Koefisien gesek (Friction coefficient)

Pemakaian

R4 R2 R4 R2 R4 R2 R4 R2 SNI

Asbestos rem

?

Peningkatan kualitas standar kanvas rem pada kendaraan saat ini perlu mendapat perhatian mengingat banyaknya kualitas produk Cina yang merambah pasar otomotif Indonesia. Berdasarkan pemantauan kualitas kanvas rem impor dari Cina memiliki harga yang murah dan kualitas yang rendah bahkan tingkat keausan kanvas remya antara 0,25 -0,35 (E atau F) sifat ini hanya dapat melakukan pengereman kurang dari 100 km/jam selebihnya akan bermasalah. Bahan baku serat asbes telah digunakan sejak kanvas rem diciptakan, rasanya saat ini sudah mulai ditinggalkan karena mulai dipermasalahkan dalam hal lingkungan, kesehatan dan proses pengereman bersuhu tinggi. Dari pengamatan kanvas rem asbestos akan terjadi blong pada suhu pengereman mencapai 200oC yang berakibat tingkat kecelakaan akan mudah terjadi. Sedangkan untuk kanvas rem yang terbuat dari non asbestos lebih tahan panas dan terjadi rem blong pada saat suhu pengereman di atas 350oC hal ini karena serat selulosa dan serat lainnya dapat meredam panas lebih baik dibandingkan serat asbes.

Page 9: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

Gambar 2 Grafik Koefisien Keausan Kanvas Rem Roda Empat Dengan Suhu dan Pemakaian

4.1 Pemakaian Resin Rendah dan Proses Cetakan Positif Low-Resin dan cetakan positif (positive mold) disc brake pads berarti tidak ada fading saat melakukan pengereman. Proses "positive mold" adalah cara terbaik untuk memproduksi disc pad berkualitas, proses ini digunakan oleh semua pabrik kampas rem OEM. Selama proses "positive mold" hot press, bahan baku kampas rem diletakkan ke dalam cavity dari dies hot press kemudian di pres oleh alat penekan untuk menjaga kepadatan yang rata kampas rem. Beberapa produk kampas rem umumnya menggunakan sistem proses “flash mold “ karena harga cetakannya relatif murah. Kandungan resin dan material kampas

Page 10: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

rem harus berlebih supaya resin dapat mengalir keluar. Kandungan resin yang tinggi membuat kampas rem lebih mudah terjadi blong ketika temperatur panas (fading). Fading akan menyebabkan jarak pengereman akan naik di atas 50%. Hal inilah yang menyebabkan kecelakaan terjadi dari kanvas rem berbahan baku asebestos disebabkan tingginya resin yang ditambahkan pada rem asbestos mencapai 15-20%. Sedangkan pada kanvas rem non asbestos kandungan resin hanya 9-10%, sehingga pada temperatur pengereman tinggi tidak terjadi fading atau blong.

Gambar 3 Prototipe Disc Pad dan Brake Shoes Non Asbestos 4.2 Jenis Kampas Rem 4.2.1 Organic Terbuat dari cellulose yang diikat bersamaan dengan material lain menggunakan phenolic resin yang tahan panas. Organic pad asal muasalnya menggunakan asbestos untuk mendapatkan high temperature properties yang lebih baik, namun sejak abestos diketahui menyebabkan kanker, maka kevlar, fiber glass dan mineral fillers yang akhirnya terpilih sebagai penggantinya. Organic pad memiliki COF yang bagus untuk mengusahakan pedal lebih ringan, bekerja secara baik pada temperatur rendah dan tidak terjadi noise. Organic pad tidak bekerja dengan baik pada pemakaian high performance yang tinggi dan cepat habis, fading pada suhu tinggi, mudah teroksidasi, mudah hancur dan pad tidak membuat aus rotor.

4.2.2 Semi Metallic Semi metallic mengandung berbagai serbuk metal yang ditambahkan pada campuran untuk membantu menstabilkan COF pada temperatur tinggi. Umumnya Choped Brass, Brass powder, iron, atau steel fiber sering ditambahkan untuk membantu supaya pad memiliki kekuatan mekanis yang baik. Saat ini mobil keluaran terbaru menggunakan semi metallic yang memiliki ketahanan fading, memiliki karakteristik friksi yang bagus dan tidak menyebabkan aus pada permukaan rotor atau drum.

4.2.3 Full Metallic Full metallic mmengandung atau terbuat dari sebagian besar metal dan sedikit resin umumnya pad dengan tipe ini sangat aggressive digunakan untuk pemakaian

Page 11: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

temperatur tinggi (misal untuk racing). Jenis ini diperlukan kemampuan pedal yang tinggi saat menghentikan kendaraan, debu yang terbentuk mudah mengakibatkan karat sehingga harus sering membersihkan rotor atau drum dan memiliki ketahanan fading yang sempurna.

Tabel 2 Perbandingan SAE-661 dan SNI Kanvas Rem

Non Asbestos

Brake Linings NA 106

Non Asbestos

Brake Linings NA

107

Non Asbestos Brake Linings

NA 307 Semi Metallic

Non Asbestos Brake Linings

NA – 507

SNI Kanvas rem (Asbestos)

(Non Asbestos?)

Specific grafity (massa jenis) 2.0 2.0 2,4 2,1

Massa jenis

09-2775-1992

Gogan Hardness (kekerasan) 15-40 15-30 20-35 20-35

Porositas terhadap minyak yang diserap

09-2774-1992

Tensile stength, psi (tarik)

1400 1400 1700 1800 Kuat geser kanvas rem

-

Tranverse rupture stre strength, psi (pecah)

4800 5000 5000 5000

Ketahanan terhadap air, garam, minyak

09-2663-1992

Compression strength, psi (tekan) 8500 9200 10000 10500

Koef.gesek, klasifikasi, dimensi,

09-01143-1987

Shear strength, psi 1700 1700 2200 2100

Kelekatan kanvas rem

09-1255-1989

Clasification (klasifikasi) SAE 661-FF SAE 661-FF SAE 661-FF SAE 661-FF -

Application (penggunaan)

Trucks, trailers, General Freight and long Haul applications

Heavy Duty Tractors Trailers, Trucks and passenger Buses.

Heavy Duty Trucks . Off- Highway Vehicles .Garbage Trucks

Designed for long haul Vehicle applications on all terrains

Klass 1 A,1 B (motor roda 2-3) Klass 2 (kend.penumpang) Klass 3 (Truk ringan) Klass 4 A (truk berat) Klass 4 B (rem cakram)

-

Saran

Perlu dilakukan kajian standar uji dan spesifikasi yang lebih baik yang sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif dan alat transportasi yang modern dan melindungi kOnsumen dari barang dari luar/impor Negara Cina.

4.3 Kondisi dan Permasalahan di Lapangan

Page 12: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

Kampas rem asbetos murah, tapi dia tidak tahan pada temperatur tinggi dan kondisi hujan atau banjir. Pernah kita merasakan rem tiba-tiba blong ketika kita turun dari puncak? Atau kah pernah kita merasakan rem blong ketika kita habis melewati genangan air atau banjir? Nah itulah kelemahan kampas rem asbestos. Sering kita baca di surat kabar sebuah bus masuk jurang karena rem blong, padahal kalau kita telusuri kesalahan itu bukan karena sopir, tapi karena jeleknya kualitas dari kampas rem tersebut. Kanvas rem non asbestos pada temperatur pengereman bisa mencapai 400oC sedang asbestos hanya mampu bertahan pada temperatur 200oC akibatnya akan terjadi fading atau gejala dimana friksi gesek akan turun dan menyebabkan rem blong. Pernah kita menggesekkan jari di atas kaca yang basah? Oleh sebab itu dengan tenaga sebesar apapun tidak akan mampu menghentikan kendaraan bila terjadi fading (Arif TW,2007). V. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Penggunaan kanvas rem berbahan baku non asbestos perlu dilakukan sosialisasi

lebih intensif pada masyarakat pengguna transportasi disamping produknya memiliki daya friksi lebih unggul, tahan pada suhu pengereman tinggi, ramah lingkungan dan keamanan yang menjanjikan.

2. Perbaikan mutu standar kanvas rem untuk kendaraan saat perlu dilakukan perubahan dan dikaji SNI wajib produk kanvas rem untuk mengantisipasi produk yang jadi dan murah.

3. Pemakaian bahan serat selulosa berasal dari dalam negeri hasil penelitian dan penerapannya perlu diadopsi oleh industri otomotif di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA 1. Bisnis Indonesia. Ampas Tebu Kini Berniai Jual

2. Bisnis Indonesia. Yang Terbuang Yang Berharga

3. Chagaev,Oleg, MustafaI.Sttationwala, Rafik Allem. 1999. The Role Of Fiber Collapase In Mechanical Pulping. Tappi international Mechanical Pulping Conference. pp.155-167

4. Kaminski, et.all. 1999. Method For Manufacturing Friction Material Containing Blend S Of Organic Fibrous And Particulate Components. Sterling chemical International.inc. Houston TX

5. Masmui dan Agus Hadi SW. 2005. Kajian Parameter Proses Manufaktur Komponen Sepatu Rem Komposit . BBPT Report

Page 13: 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM  KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS

6. Pamenang, Agung Suryadi. 2005. Hati-Hati Penggunaan Blok Rem Komposit Kereta Api Berbasis Metal Mengandung B3. http//rni.co.id

7. SAE J 661 :1997 Brake Lining Quality Control Test Procedure

8. SNI 09-2775-1992 Cara Uji Massa Jenis Kanvas Rem

9. SNI 09-2774-1992 Cara Uji Prositas Kanvas Rem Untuk Kendaraan Bermotor

10. SNI 09-2663-1992 Cara Uji Ketahanan Terhadap Air, Larutan Garam, Minyak Pelumas Dan Cairan Rem Kanvas Rem, Kendaraan Bermotor

11. SNI 09-01143-1987 Kanvas Rem (Brake Linning) Kendaraan Bermotor Roda

12. SNI 09-1255-1989 Cara Uji Kelekatan Kanvas Rem Pada Sepatu Rem

13. SNI 09-2773-1992 Cara Uji Kuat Geser Dari Kanvas Rem

14. Surdia, Tata dan Shinroku Saito. 1995. Pengetahuan Bahan Teknik cetakan 3. Jakarta: PT. Pradya Paramita

15. Waskito, Arief Tri. 2008. IBP Brake Non Asbestos Pad And Lining. http//ibp brakepad.blogspot.com

16. Waskito, Arief Tri. 2008. IBP Brake Pad Kampas Berbasis Karbon