7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan...

of 12 /12
7. Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya dan Keuntungan 7 Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir kegiatan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan maksimum. Dengan kata lain, perusahaan berusaha memaksimalkan selisih antara apa yang dikorbankan untuk memperoleh input (total biaya) dan jumlah yang diterima dari barang dan jasa atau yang diproduksinya (total pendapatan). Keuntungan adalah total penerimaan (Total Revenue /TR) dikurangi total biaya (Total Cost/TC). = TR – TC. Total penerimaan adalah jumlah penerimaan dari hasil penjualan barang dan atau jasa. Dipihak lain biaya total terdiri dari biaya eksplisit dan biaya implisit. Bab in akan dimulai dengan pembahasan tentang produksi dalam kaitannya dengan biaya. 7.1 Teori Produksi Fungsi produksi Fungsi produksi menjelaskan jumlah maksimum produk (output) yang dapat dihasilkan perusahaan untuk setiap kombinasi faktor produksi (input) pada tingkat teknologi yang sekarang. Terdapat banyak jenis input tetapi pada tahap sekarang difokuskan hanya pada dua input yaitu tenaga kerja dan mesin. Untuk menghasilkan output ada banyak pilihan kombinasi tenaga kerja dan mesin. Yang ingin diketahui seberapa banyak output yang dapat diproduksi dengan berbagai variasi input yang digunakan. Pada tingkat teknologi tertentu, diasumsikan setiap penambahan kombinasi input tenaga kerja dan mesin akan mengakibatkan output meningkat sampai pada tingkat produksi tertentu. Antara tenaga kerja dan mesin dapat saling menggantikan (substitusi), sehingga untuk menghasilkan tingkat output tertentu terdapat berbagai variasi kombinasi tenaga kerja – mesin.

Transcript of 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan...

Page 1: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

7. Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75

Penerimaan Biayadan Keuntungan7

Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir kegiatanperusahaan adalah untuk mencapai keuntungan maksimum. Dengan kata lain,perusahaan berusaha memaksimalkan selisih antara apa yang dikorbankanuntuk memperoleh input (total biaya) dan jumlah yang diterima dari barangdan jasa atau yang diproduksinya (total pendapatan). Keuntungan adalah totalpenerimaan (Total Revenue /TR) dikurangi total biaya (Total Cost/TC).

= TR – TC.

Total penerimaan adalah jumlah penerimaan dari hasil penjualan barang danatau jasa. Dipihak lain biaya total terdiri dari biaya eksplisit dan biaya implisit.Bab in akan dimulai dengan pembahasan tentang produksi dalam kaitannyadengan biaya.

7.1 Teori Produksi

Fungsi produksi

Fungsi produksi menjelaskan jumlah maksimum produk (output) yang dapatdihasilkan perusahaan untuk setiap kombinasi faktor produksi (input) padatingkat teknologi yang sekarang. Terdapat banyak jenis input tetapi pada tahapsekarang difokuskan hanya pada dua input yaitu tenaga kerja dan mesin. Untukmenghasilkan output ada banyak pilihan kombinasi tenaga kerja dan mesin.Yang ingin diketahui seberapa banyak output yang dapat diproduksi denganberbagai variasi input yang digunakan. Pada tingkat teknologi tertentu,diasumsikan setiap penambahan kombinasi input tenaga kerja dan mesin akanmengakibatkan output meningkat sampai pada tingkat produksi tertentu.Antara tenaga kerja dan mesin dapat saling menggantikan (substitusi), sehinggauntuk menghasilkan tingkat output tertentu terdapat berbagai variasikombinasi tenaga kerja – mesin.

Page 2: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

76|PENGANTAR ILMU EKONOMI|Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

Produksi total (total production)

Dalam jangka pendek dari dua input tersebut jumlah mesin tetap (input tetap)sementara jumlah tenaga kerja dapat ditambah atau dikurangi (input variabel),apa dampaknya terhadap jumlah output. Hal tersebut dapat digambarkanseperti pada tabel 7.1 di bawah ini. Dari tabel 7.1 tersebut, dengan input tetapmesin 1 buah (kolom 1), apabila jumlah tenaga kerja ditambah (kolom 2), jumlahoutput juga akan bertambah (kolom 3). Tambahan satu tenaga kerja pertamamenghasilkan output 10 unit per jam. Pada saat tenaga kerja ditambah lagisatu (tenaga kerja kedua), jumlah output menjadi 24, sehingga adapertambahan 14 unit per jam. Tambahan output karena tambahan tenaga kerjadisebut Marginal Product of Labour (MPL). Total output akan terus meningkatsampai pada penggunaan tenaga kerja 6, tetapi Marginal product of labourakan semakin berkurang. Kalau tenaga kerja terus ditambah bahkan bisaproduksi totalnya berkurang.

Produksi marjinal (marginal product).

Marginal product adalah perubahan produksi total sebagai akibat perubahanpada penggunaan input variabel. Konsep ini ditunjukkan pada kolom terakhirTabel 7.1

Input Output (per jam)Tetap

(mesin)Variabel(tenagakerja)

Total(Q)

Marginal Product ofLabor(Q/L)

1 0 01 1 10 101 2 24 141 3 36 121 4 46 101 5 50 41 6 51 1

Tabel 7.1. Jumlah produksi dengan satu input variabel

Kedua konsep di atas dapat digambarkan sebagai berikut.

Kurva Marginal Product of Labour mula-mula meningkat karena pemanfaataninput tetap yang semakin efektip dengan penambahan tenaga kerja misalnya

Page 3: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

7. Penerimaan Biaya dan Keuntungan|77

karena adanya pembagian kerja dan spesialisasi. Tetapi kemu-dian produksimarjinal menurun karena berlakunya Law of diminishing marginal product,sebagai akibat pemanfaatan input tetap yang semakin tidak teratur karenaterlalu banyak tenaga kerja.

Jumlah Tenaga kerja

Tota

l pro

duct

Marg

inal

pro

duct

O

OJumlah Tenaga kerja

Gambar 7.1 Total product dan marginal product

Law of diminishing marginal product

Hukum tambahan produksi yang semakin berkurang (law of diminishingmarginal product) menyatakan bahwa apabila input variabel ditambahsementara input tetap konstan, sampai pada titik tertentu marginal product(tambahan produksi) akan semakin kecil (berkurang). Pada kolom empat tabel7.1 dapat dilihat angka marginal product yang semakin kecil. Kenyataan inidengan asumsi kualitas tenaga kerja sama, itu berarti kualitas tenaga kerjayang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sama.

Bahkan apabila jumlah tenaga kerja terus ditambah, maka tambahan produksiakan negatif. Misalnya di sebuah toko terlalu banyak pelayan yang justrumengganggu pelanggan yang akan berbelanja. Dalam kondisi demikianpengurangan jumlah tenaga kerja justru akan meningkatkan produksi total.

Page 4: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

78|PENGANTAR ILMU EKONOMI|Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

7.2. Teori Biaya

Teori biaya jangka pendek

Hubungan antara input dengan output juga dapat dilihat dari sisi biaya. Dibawah ini akan diuraikan berbagai hal yang berkaitan dengan biaya sepertimisalnya jenis-jenis biaya, biaya total, biaya marginal, dan sebagainya.

Jenis-jenis Biaya

a. Biaya tetap (fixed cost — FC)Biaya tetap adalah pengeluaran perusahaan yang jumlahnya tidaktergantung pada jumlah output. Misal-nya sewa gedung. Sewa gedungdikeluarkan untuk periode waktu tertentu. Jumlah ini tidak akan berubahapakah perusahaan memproduksi dalam jumlah banyak atau sedikit bahkantidak berproduksi sama sekalipun jumlah tidak berubah. Beberapa contohbiaya tetap lain adalah asuransi, biaya bunga pinjaman pajak atas kekayaandan sebagainya.

Beberapa pengeluaran tenaga termasuk biaya tetap misalnya tenagamanajer yang dikontrak untuk jangka waktu lima tahun. Sementara biayatenaga kerja lain pada umumnya berkaitan dengan kegiatan produksisehingga bukan merupakan biaya tetap.

b. Biaya variabel (variable cost — VC)Biaya variabel akan berubah manakala jumlah produksi berubah. Padaumumnya biaya tenaga kerja (upah) merupakan biaya variabel apabila padasaat produksi akan ditingkatkan, harus mengeluarkan biaya upah lebihbanyak untuk membayar tenaga kerja bagian produksi. Disamping upah,jenis biaya variabel yang lain : biaya bahan baku, biaya bahan penolong dansebagainya.

Disamping mengetahui biaya total, juga diperlukan pemahaman tentangbiaya rata-rata per satuan output. Kalau untuk memproduksi roti dibutuhkanbiaya tetap Rp. 1.500.000,-, biaya variabel Rp. 2.500.000,- , maka biayatotalnya Rp. 4.000.000,-.

TC = FC + VC

Page 5: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

7. Penerimaan Biaya dan Keuntungan|79

Kalau jumlah produksi pada periode waktu tertentu 1.000 unit, maka :

c. Biaya total rata-rata (Average Total Cost — ATC)

TCATC = ———— Q

Rp. 4.000.000,- = ——————————

1.000

= Rp. 4.000,-

Dari perhitungan di atas, biaya total rata-rata per unit output adalahRp. 4.000,-

d. Biaya tetap rata-rata (Average Fixed Cost — AFC)

FCAFC = ———— Q

Rp. 1.500.000,- = ——————————

1.000 = Rp. 1.500,-

Dari perhitungan di atas, biaya tetap rata-rata per unit output adalahRp. 1.500,-

e. Rata-rata biaya variabel (Average Variable Cost – AVC)

VCAVC = ———— Q

Rp. 2.500.000,- = ——————————

1.000= Rp. 2.500,-

Dari perhitungan di atas, biaya variabel rata-rata per unit output adalahRp. 2.500,-

Page 6: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

80|PENGANTAR ILMU EKONOMI|Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

f. Biaya marginal (MARGINAL COST — MC)

Biaya marjinal adalah tambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk setiaptambahan output yang dihasilkan. Bila misalnya total biaya menghasilkan 9unit adalah Rp 220.000,- dan untuk menghasilkan 10 unit dibutuhkan biayaRp 250.000,- maka biaya marginal adalah Rp 30.000.-

Di bawah ini ditampilkan konsep biaya dalam jangka pendek seperti terlihatdalam Tabel 7.2.

Output Biaya(Q) FC VC TC AFC AVC ATC MC0 100 0 1001 100 10 110 100,00 10,00 110,00 10,002 100 18 118 50,00 9,00 59,00 8,003 100 25 125 33,33 8,33 41,67 7,004 100 35 135 25,00 8,75 33,75 10,005 100 47 147 20,00 9,40 29,40 12,006 100 60 160 16,67 10,00 26,67 13,007 100 75 175 14,29 10,71 25,00 15,008 100 95 195 12,50 11,88 24,38 20,009 100 120 220 11,11 13,33 24,44 25,00

10 100 150 250 10,00 15,00 25,00 30,00

Tabel 7.3 Perhitungan biaya produksi roti

No Konsep Notasi Definisi1 Total Cost TC Total pengeluaran untuk

menjalankan usaha2 Fixed Cost FC Biaya yang tidak berubah untuk

setiap tingkat output3 Variable Cost VC Biaya yang bervariasi sejalan

dengan perubahan output4 Average Total

CostATC Rata-rata biaya total per satuan

output TC/Q

5 Average FixedCost

AFC Rata-rata biaya tetap per satuanoutput FC/Q

6 AverageVariabel Cost

AVC Rata-rata biaya variabel per satuanoutput VC/Q

7 Marginal Cost MC Tambahan biaya untuk menambahsatu unit output

Tabel 7.2. Konsep Biaya Jangka Pendek

Page 7: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

7. Penerimaan Biaya dan Keuntungan|81

Dari Tabel 7.2 dan Tabel 7.3, dapat diketahui saling hubungan antara konsepbiaya yang satu dengan yang lain, demikian juga hubungan antara biaya denganoutput.Di samping saling hubungan secara matematis dan dalam bentuk tabel, daritabel tersebut dapat digambarkan grafik biaya sebagai berikut.

Bia

ya p

er u

nit

Bia

ya p

er u

nit

6OOJumlah output Jumlah output

FC

VC

TC

100

150

200

250

10

20

30

40

50

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

AFC

MC ATC

AVC

Gambar 7.2 FC, VC dan TC Gambar 7.3 ATC, AVC, AFC dan MC

Dari Gambar 7.2 dan Gambar 7.3 di atas terlihat saling hubungan antaraberbagai konsep biaya. FC berbentuk garis, sejajar sumbu output yang berartijumlah konstan berapapun jumlah output diproduksi. TC dengan VC selisihnyasebesar FC. Sementara AFC merupakan kurva selalu turun mendekati sumbujumlah output, yang berarti semakin besar jumlah out yang diproduksi AFCakan semakin kecil. Kurva AVC, ATC dan MC berbentuk “U” dalam arti mula-mula semakin kecil dengan semakin meningkatnya jumlah output, tetapisetelah titik tertentu meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah output.

7.3. Hubungan Antara Biaya Marjinal dengan Produksi Marjinal

Perilaku biaya marjinal dengan produksi marjinal mempunyai hubungan. Kalauinput variabelnya tenaga kerja, mula-mula dengan penambahan tenaga kerjaMPL meningkat. Ketika MPL meningkat, MC akan menurun karena denganpenambahan tenaga kerja mampu menambah jumlah output lebih besardibandingkan dengan penambahan tenaga kerja sebelumnya, sehingga MCakan turun. Namun, apabila MPL menurun, MC akan meningkat karenatambahan tenaga kerja akan menambah jumlah output yang lebih kecildibandingkan sebelumnya, sehingga MC meningkat. Hal tersebut dapat dilihatpada Gambar 7.4.

Page 8: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

82|PENGANTAR ILMU EKONOMI|Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

Dari Gambar 7.4 terlihat bentuk kurva MPL dan MC berkebalikan. Pada saatMPL naik MC turun (area A), sedangkan di area B menunjukkan MPL turunsedangkan MC justru naik.

Bia

ya M

arjin

alP

rodu

ksi M

arjin

al

MC

O

O

Area B

Area A

Area A

Area B

MPL

Jumlah tenaga

Jumlah output

Gambar 7.4 MPL dan MC

KURVA ATC BERBENTUK “U”

Dalam jangka pendek perusahaan dapat merubah input variabel (tenaga kerja,bahan baku, bahan penolong), tetapi jumlah mesin tertentu karenamembutuhkan waktu untuk menambah atau mengurangi. Mesin adalah inputtetap sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membiayai mesin merupakanbiaya tetap. Kalau output bertambah, rata-rata biaya tetap per satuan output(AFC) akan turun dengan cepat karena biaya tetap dibagi dengan jumlah outputyang semakin banyak. Inilah alasan utama rata-rata biaya total per unit output(ATC) turun pada tingkat produksi sedikit.

ATC akan meningkat pada tingkat produksi yang lebih banyak karena berlakunyalaw of diminishing marginal product of labour. Kalau dengan mesin tertentu,jumlah tenaga kerja ditambah dan terus ditambah, akibatnya kondisi tempatkerja menjadi kacau dan mungkin biaya pemeliharaan mesin menjadi

Page 9: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

7. Penerimaan Biaya dan Keuntungan|83

meningkat. Akibatnya penggunaan mesin menjadi tidak lagi efisien dengansemakin meningkatnya output. Dengan demikian diminishing marginal productmengakibatkan biaya marjinal meningkat.

7.4.Hubungan Antara Biaya Marjinal Dengan Rata-rata Biaya Tetap

Pada saat rata-rata biaya total (ATC) semakin kecil (turun), biaya marjinal (MC)harus lebih kecil diban-dingkan dengan rata-rata biaya total. Kalau ATC me-ningkat maka MC harus lebih besar dari ATC. Dengan demikian antara ATCdengan MC akan berpotongan pada saat ATC mencapai titiknya yang terendah.Pada saat ATC berada pada titik terendah merupakan produksi yang palingefisien karena pada tingkat produksi tersebut rata-rata biaya totalnya terendah.

ATC

O Output

MC > ATCATC meningkat

MC < ATCATC turun

MC

biay

a

Q1

Gambar 7.5 Marginal Cost dan Average Total Cost

Pada Gambar 7.5, menunjukkan bahwa MC berpotongan dengan ATC padasaat ATC berada pada titik terendah. Tingkat produksi Q1 adalah tingkat produksiyang paling efisien karena berproduksi dengan rata-rata biaya total terendah.

7.5. Biaya Eksplisit (Explicit Cost) Dan Biaya Implisit (Implicit Cost)

Biaya eksplisit : sebagian besar biaya yang dihitung merupakan biaya eksplisit.biaya eksplisit adalah biaya yang memungkinkan untuk dihitung, dapatdinyatakan dengan pengeluaran uang atau penggunaan faktor produksi dansering berupa kontrak. beberapa contoh biaya eksplisit: upah, pembelian bahanbaku, pembayaran bunga, sewa tanah dan sewa peralatan modal dan sebagainya.

Biaya implisit: biaya implisit tidak berupa pengeluaran uang atau kewajibankontrak tetapi merupakan secara nyata dapat diperhitungkan. Contohnya:apabila telah diputuskan investasi pada bidang tertentu maka tidak ada lagi

Page 10: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

84|PENGANTAR ILMU EKONOMI|Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

kesempatan untuk melakukan investasi pada bidang lain, dan hilangnyakesempatan melakukan investasi di bidang lain tersebut merupakan biayaimplisit yang kemudian dihitung dalam total biaya oleh para ekonom walaupuntidak ada uang yang keluar dari saku. Contoh lain petani yang mengerjakan sendiritanahnya tidak menerima upah. Tetapi alternatif penerimaan seandainya petanitersebut bekerja di tempat lain merupakan biaya implisit (implicit /opportunitycost). Biaya kesempatan implisit yang lain juga harus dihitung dalam totalbiaya dalam hal pengusaha (petani) menggunakan faktor produksi miliknya sendirimisalnya: tanah atau perlengkapan yang dimanfaatkan tanpa ada pembayaranuntuk penggunaan tersebut. Sebagai dasar perhitungan adalah jumlahpenerimaan apabila faktor produksi tersebut digunakan oleh orang lain.

7.6. Penerimaan (Revenue)

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan akan dijual ke pasar agar dapat dbelioleh konsumen. Hasil penjualan disebut sebagai total penerimaan (TotalRevenue / TR = Quantity x Price). Total penerimaan akan naik apabila: a) jumlahbarang yang terjual naik, harga tidak berubah; b) jumlah barang yang terjualtetap, tetapi harga naik; dan c) baik jumlah barang yang terjual maupun hargakedua-duanya naik).

Dari TR dapat diketahui Average Revenue yaitu Total Revenue dibagi denganjumlah barang yang terjual atau TR/Q = AR = Price. TR pada jumlah 30 unitbarang terjual misalnya Rp 150.000,- (TR = 30 x Rp 5) sedangkan pada jumlah40 unit barang yang terjual, harganya turun menjadi Rp 4,50 maka TR = 40 xRp 4,50 = Rp 180.000. Pertamabhan revenue karena pertambahan satuantertentu barang yang terjual disebut sebagai Marginal Revenue (MR). MR =TRn+1 – TRn.

Setiap perusahaan selalu berharap dapat menaikkan TR nya dengan semakinbesarnya jumlah barang yang terjual. Selain itu perusahaan juga selalu berharapagar MR selalu lebih besar dari AR.

7.7. Keuntungan (Profit)

Setelah dipahami konsep pendapatan dan biaya lebih lanjut dapat dihitungbesarnya keuntungan. Seperti telah dinyatakan sebelumnya keuntungan adalahselisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Biaya (TC).

Page 11: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

7. Penerimaan Biaya dan Keuntungan|85

= TR – TC

Keuntungan dapat hasilnya negatif yang berarti perusahaan menderitakerugian.

Contoh:

a. Tahun 2000, TR = Rp. 10.000 .000,- dan TC = Rp. 9.000.000,-, makakeuntungan selama tahun 2000 :

= TR – TC = Rp. 10.000.000,- - Rp. 9.000.000,-

= Rp. 1.000.000,-

b. Tahun 2001, TR = Rp. 11.000 .000,- dan TC = Rp. 12.000.000,-, makakeuntungan selama tahun 2001 : = Rp. 11.000.000,- - Rp. 12.000.000,-

= - Rp. 1.000.000,- (rugi).Seperti halnya pendapatan dan biaya, keuntungan menunjuk pada periodewaktu tertentu. Kalau dinyatakan keuntungannya Rp. 500.000,- harus dijelaskanperiode waktunya apakah per minggu, per bulan atau per tahun.

Keuntungan akuntansi dan keuntungan ekonomis

Perusahaan memperoleh keuntungan kalau total pendapatan kas yang diterimamelebihi total uang yang dikeluarkan untuk kegiatan bisnisnya. Pengertian inilahyang disebut keuntungan akuntansi. Keuntungan akuntansi didasarkan pada catatanpendapatan kas nyata (actual cash revenues) dan pengeluaran kas nyata (explicitcost). Dengan demikian keuntungan akuntansi tidak menghitung biaya implisit).

Ekonom mempunyai alternatif untuk mengukur keuntungan yang dikenaldengan istilah keuntungan ekonomis. Perhitungan keuntungan ekonomis sudahtermasuk memperhitungkan biaya implisit (opportunity cost). Perusahaan yangmemperoleh keuntungan ekonomis positif berarti perusahaan tersebut berhasilkarena pilihan investasinya lebih baik dibandingkan alternatif investasi lain.

Apakah tujuan perusahaan hanya keuntungan maksimum?

Asumsi bahwa tujuan perusahaan hanya untuk mem-peroleh keuntunganmaksimum perlu dimodifikasi. Kalau perusahaan hanya mempunyai tujuan

Page 12: 7dan Keuntungan Penerimaan BiayaSecure Site €¦ · Penerimaan Biaya dan Keuntungan|75 Penerimaan Biaya 7 dan Keuntungan Para ekonom pada umumnya mempunyai asumsi bahwa tujuan akhir

86|PENGANTAR ILMU EKONOMI|Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

untuk memperoleh keuntungan maksimum per hari, per minggu atau per bulanmaka yang dilakukan adalah mengoperasikan mesin tanpa istirahat dan tidakmemberikan minyak untuk mengurangi biaya atau menjual barang yang kurangbaik. Pilihan seperti ini hanya menguntungkan dalam jangka pendek tetapiakan mengganggu kondisi usaha pada masa yang akan datang. Untuk itudiasumsikan pilihan perusahaan adalah upaya memaksimalkan nilai alirankeuntungan pada masa yang akan datang dalam arti keuntungan untuk jangkawaktu yang lama.