12 BAB IV

of 72 /72
63 BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Keadaan Umum Objek Penelitian 4.1.1. Sejarah Eco Green Park Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sejak 4 Januari 2012, PT. Bunga Wangsa Sedjati atau Jatim Park Grup mengembangkan obyek wisata terbaru yang bertujuan sebagai paru-paru kota Batu yaitu Eco Green Park. Eco Green Park adalah sebuah wisata edukasi bernuansa alam, ekosistem, yang mengajak pengunjung untuk mencintai lingkungan. Proyek pembangunan dari wisata Eco Green Park dimulai pada tahun 2011. Sebelum dibangun, lahan yang akan dibangun tempat wisata Eco Green Park berupa hutan jati, perkebunan jeruk, dan perkebunan apel. Luas lahan untuk pembangunan area Eco Green Park seluas 7 hektar ditambah area parkir seluas 1 hektar. Jadi, total luas dari Eco Green Park ini adalah seluas 8 hektar. Eco Green Park merupakan bagian dari Jawa Timur Park Grup yang terdiri dari Jawa Timur Park 1, Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa), Pohon Inn, Batu Night Spectacular, Maharani Zoo dan Goa yang ada di Lamongan, Wisata Bahari Lamongan di Lamongan, Tanjung Kodok Beach Resort, Pondok Jatimpark, Klub Bunga. Eco Green Park merupakan wisata terbaru di kota batu yang mempunyai konsep “the real fun and studyEco Green Park mulai dibuka pada tanggal 1 Juli 2012 dengan harga tiket awal Rp 20.000,00. Pada bulan Agustus harga tiket menjadi Rp 30.000,00 untuk

description

good

Transcript of 12 BAB IV

Page 1: 12 BAB IV

63

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Keadaan Umum Objek Penelitian

4.1.1. Sejarah Eco Green Park

Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sejak 4 Januari

2012, PT. Bunga Wangsa Sedjati atau Jatim Park Grup mengembangkan obyek

wisata terbaru yang bertujuan sebagai paru-paru kota Batu yaitu Eco Green Park.

Eco Green Park adalah sebuah wisata edukasi bernuansa alam, ekosistem, yang

mengajak pengunjung untuk mencintai lingkungan. Proyek pembangunan dari

wisata Eco Green Park dimulai pada tahun 2011. Sebelum dibangun, lahan yang

akan dibangun tempat wisata Eco Green Park berupa hutan jati, perkebunan

jeruk, dan perkebunan apel. Luas lahan untuk pembangunan area Eco Green Park

seluas 7 hektar ditambah area parkir seluas 1 hektar. Jadi, total luas dari Eco

Green Park ini adalah seluas 8 hektar.

Eco Green Park merupakan bagian dari Jawa Timur Park Grup yang terdiri

dari Jawa Timur Park 1, Jawa Timur Park 2 (Batu Secret Zoo dan Museum

Satwa), Pohon Inn, Batu Night Spectacular, Maharani Zoo dan Goa yang ada di

Lamongan, Wisata Bahari Lamongan di Lamongan, Tanjung Kodok Beach

Resort, Pondok Jatimpark, Klub Bunga. Eco Green Park merupakan wisata

terbaru di kota batu yang mempunyai konsep “the real fun and study”

Eco Green Park mulai dibuka pada tanggal 1 Juli 2012 dengan harga tiket

awal Rp 20.000,00. Pada bulan Agustus harga tiket menjadi Rp 30.000,00 untuk

Page 2: 12 BAB IV

64

weekday yaitu pada senin sampai kamis dan Rp 40.000,00 untuk weekend, dan

pada 1 april 2013 harga tiket weekend menjadi Rp 45.000,00.

4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

1. Visi

a. Mengurangi jumlah angka pengangguran di “KOTA WISATA

BATU”.

b. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat

“KOTA WISATA BATU”.

c. Meningkatkan sirkulasi keuangan di “KOTA WISATA BATU”.

d. Meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan anak bangsa.

e. Mempertahankan kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup

atau ekosistem.

f. Mewujudkan pembangunan umum “KOTA WISATA BATU”.

2. Misi

a. Mengupayakan wahana yang menyajikan keagungan, keindahan, dan

keanekaragaman flora dan fauna ciptaan Tuhan.

b. Membangun wahana pariwisata dengan menciptakan lapangan kerja

yang menyerap tenaga kerja (meskipun bukan padat karya) khususnya

dari wilayah sekitar.

c. Membangun kawasan pariwisata yang berdampak peningkatan sosial

ekonomi masyarakat, seperti memberikan kesempatan berdagang bagi

warga sekitar yang akan diatur bersama-sama Pemerintah “KOTA

WISATA BATU”.

Page 3: 12 BAB IV

65

d. Mempertahankan, menambah dan mengembangkan obyek-obyek

wisata di “KOTA WISATA BATU” sehingga wisatawan akan lebih

banyak membayar pajak serta membelanjakan uang di “KOTA

WISATA BATU”

e. Mengadakan dan melengkapi wahana Eco Green Park dengan

berbagai media peraga dan terapan pembelajaran tentang satwa/fauna,

flora maupun lingkungan hidup terutama bagi usia sekolah atau

umum.

f. Melakukan langkah-langkah pemerataan pembangunan, utamanya di

sektor pariwisata untuk mewujudkan “KOTA WISATA BATU”

sebagai sentra pariwisata

4.1.3. Logo perusahaan

Logo yang ada pada wisata Eco Green Park Batu mempunyai makna yang

mendalam bagi perusahaan karena logo tersebut mengambarkan tujuan mulia Eco

Green Park Batu dalam mengembangkan bisnis. Berikut adalah gambar logo yang

terdapat pada Eco Green Park Batu.

Gambar 4.1

Logo Eco Green Park

g.

h.

i.

j.

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 4: 12 BAB IV

66

4.1.4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan merupakan kerangka skematis yang

menggambarkan bagian – bagian yang ada dalam perusahaan, hubungan antara

bagian ke bagian lainnya, batasan wewewnang dan tanggung jawab setiap fungsi

yang menduduki setiap bagian. Tujuan struktur organisasi tersebut adalah untuk

memperjelas tugas dan wewenang masing – masing bagian dan menghindari

adanya penumpukan job description, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai

sesuai dengan yang telah direncanakan. Struktur organisasi perusahaan dapat

dilihat pada gambar 4.2.

Page 5: 12 BAB IV

67

Gambar 4.2

Struktur Organisasi Eco Green Park

Sumber : Eco Green Park 2013

ASSISTANT MANAGER

MARKETING EXECUTIVE

ANIMAL & CONS. COORDINATOR

FUN & GAME COORDINATOR

SCIENCE CENTER

COORDINATOR

CORDINATOR

FOOD & BEV COORDINA-

TOR

CHIEF ACCOUN-

TING

SALES REP

ADMIN

PORTIR INFORMATOR

TELP OPT

F & G CREW

JUNGLE ADV RUMAH TBLK WATER TRC HORTI TRAP

EXCHAVATOR ANGRY BIRD KENDALI H

ECO JOURNEY

ARTIST

F & G SENIOR

ARTIST SENIOR

ZONE – A

SENIOR

ZONE – A

KEEPER

AMPHI SENIOR

ZONE – C

SENIOR

ZONE – B

SENIOR

STUDY BOOK

( ADMIN )

KEEPER (NUTRITION)

SHOW KEEPER

ZONE – C

KEEPER

ZONE – B

KEEPER

ACCOUNT

ADMIN

STORE KEEPER

SC CREW

INSECT GEOLOGY

RUANG SENI 3D DOME

CASHIER OUTLETS

FOOD & BEV. SENIOR

WAITER

TENANT

FOOD & BEV.

SENIOR

WAITER

TENANT

GARDEN COORDINA-

TOR

GARDENER

GARDEN SENIOR

PUBLIC AREA COORDINA-

TOR

P – A SENIOR

KOMPOS-TER

P – A CREW

UTILITIES - ENG

COORDINATOR

UTILITIES CREW

ELECTRICAL TECHNICIAN

WELEDER CARPENTER PLUMBING

UTILITIES SENIOR

SECURITY COORDINATOR

FORMAN COMMANDO

GUARD DRIVER

MANAGER SECRETARY ( ADMIN )

Page 6: 12 BAB IV

68

4.2. Pemasaran

4.2.1. Produk Jasa (The Service Product)

Eco Green Park bernuansakan alam sehingga memiliki udara yang sangat

sejuk dan indah. Obyek wisata ini juga memiliki lebih dari 25 wahana yang

menarik dan mendidik yang sangat cocok untuk kalangan siswa-siswi , seperti

belajar tentang hydroponic, ekosistem, daur ulang sampah menjadi biogas atau

briket (batu bara), pemerahan susu hingga pengemasanya ,geologi sains center

dan masih banyak lagi pembelajaran dan permainan yang bisa pengunjung

nikmati.

Gambar 4.3

Peta Eco Green Park

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 7: 12 BAB IV

69

1. Perikanan Ikan Koi

Dalam wahana ini Pengunjung bisa memberi makan langsung ikan koi

dengan makanan yang telah disediakan dan pengunjung juga dapat belajar

cara memelihara atau budidaya ikan koi.

Gambar 4.4

Perikanan Ikan Koi

Sumber : Eco Green Park 2013

2. Insektarium

Dalam wahana ini terdapat berbagai macam jenis serangga. Pengunjung bisa

menyentuh langsung serangga-serangga tersebut dan dapat mengabadikan

foto.

Gambar 4.5

Insektarium

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 8: 12 BAB IV

70

3. Walking Bird

Dalam wahana ini terdapat berbagai macam jenis burung yang berjalan dan

sengaja dilepas liarkan. Pengunjung bisa mempelajari habitat dari jenis-jenis

burung tersebut dan pengunjung juga bisa memberi makan langsung burung-

burung tersebut dengan makanan yang telah kami disediakan.

Gambar 4.6

Walking Bird

Sumber : Eco Green Park 2013

4. Musik Plaza

Dalam wahana kolam music ini, pengunjung bisa mempelajari cara memainkan

dengan system pompa air untuk menghasilkan nada-nada atau bunyi-bunyian.

sekaligus pengunjung dapat bermain di kolam music ini.

Gambar 4.7

Music Plaza

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 9: 12 BAB IV

71

5. Pembelajaran Pekerjaan Sayur

Dalam wahana ini pengunjung dapat belajar mengenai cara berkebun atau

menanam sayur dan mengenal berbagai jenis sayuran.

Gambar 4.8

Pembelajaran Pekerjaan Sayur

Sumber : Eco Green Park 2013

6. Jungle Adventure

Dalam wahana jungle adventure ini pengunjung diajak untuk berpetualang di

hutan jati dengan mengendari electric car yang dipandu oleh petugas. Dan

tentunya dengan jalan cerita yang menarik, seru dan menantang. Pengunjung

diajak untuk menyelamatkan satwa yang ada di hutan tersebut.

Gambar 4.9

Jungle Adventure

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 10: 12 BAB IV

72

7. Pembelajaran Pengolahan Susu

Dalam wahana ini pengunjung dapat belajar tentang cara mengolah susu

mulai dari pemerahan hingga menjadi produk susu. Selain itu pengunjung

dapat menikmati berbagai sajian dari olahan susu tersebut, salah satunya susu

pasturisasi (Yogumi).

Gambar 4.10

Pembelajaran Pengolahan Susu

Sumber : Eco Green Park 2013

8. Pembelajaran Silase dan HE

Dalam wahana ini pengunjung dapat belajar tentang cara mengolah rumput-

rumputan (fermentasi) hingga menjadi pakan ternak (Silase dan he).

Gambar 4.11

Pembelajaran Silase dan HE

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 11: 12 BAB IV

73

9. World of Pheasant

Dalam wahana ini pengunjung bisa menikmati dan mempelajari berbagai

macam jenis ayam cantik sedunia.

Gambar 4.12

World of Pheasant

Sumber : Eco Green Park 2013

10. Pembelajaran Pengolahan Limbah

Dalam wahana ini pengunjung dapat belajar tentang pengolahan limbah

sampah atau kotoran hewan dengan metode antara lain komposter (takakura),

komposter aerob (pembuatan briket, biogas, dan lain-lain) dengan dipandu

oleh praktisi dari kami.

Gambar 4.13

Pembelajaran dan Pengolahan Limbah

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 12: 12 BAB IV

74

11. Pembelajaran Hydroponic Stroberry dan Jamur

Dalam wahana ini pengunjung dapat belajar tentang cara budidaya strawberry

dan jamur. Serta pengolahan stroberry dan jamur. Selain itu pengunjung dapat

menikmati berbagai sajian dari stroberry dan jamur, seperti sate stroberry dan

keripik jamur. Pengunjung juga bisa membawa pulang hasil olahan tersebut.

Gambar 4.14

Pembelajaran Hydroponic Stroberry dan Jamur

Sumber : Eco Green Park 2013

12. Carnivor Garden

Dalam wahana ini terdapat berbagai macam jenis tanaman pemakan serangga.

Bunga, buah-buahan, toga dan bibit tanaman. Selain itu pengunjung dapat

membelinya sebagai buah tangan

Gambar 4.15

Carnivor Garden

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 13: 12 BAB IV

75

13. World of Parrot

Dalam wahana ini pengunjung dapat belajar berbagai macam jenis burung

paruh bengkok sedunia. Selain itu pengunjung bisa berinteraksi langsung dan

berfoto bersama dengan burung-burung tersebut.

Gambar 4.16

World of Parrot

Sumber : Eco Green Park 2013

14. Memberi Makan Burung

Dalam wahana ini pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan burung-

burung sancounur dan memberi makan langsung dengan makanan yang telah

disediakan. Dengan pengunjung memberi makan satwa, pengunjung telah ikut

melestarikan konservasi satwa yang ada.

Gambar 4.17

Memberi Makan Burung

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 14: 12 BAB IV

76

15. Duck Kindom

Dalam wahana ini pengunjung bisa mempelajari dan mengenal berbagai

macam jenis bebek terkenal sedunai. Selain itu pengunjung juga bisa

berinteraksi langsung dengan bebek-bebek tersebut.

Gambar 4.18

Duck Kingdom

Sumber : Eco Green Park 2013

16. Pembelajaran Burung Elang

Dalam wahana ini pengunjung bisa mempelajari dan mengenal berbagai jenis

burung elang dan rangkok. Selain itu pengunjung juga bisa berinteraksi

langsung dengan burung-burung tersebut.

Gambar 4.19

Pembelajaran Burung Elang

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 15: 12 BAB IV

77

17. Pembelajaran Penangkaran Berbagai Macam Burung Sedunia

Eco Green Park sebagai salah satu lembaga konservasi di Indonesia yang

dapat mengajak pengunjung untuk mempelajari dan mengenal berbagai jenis

burung-burung sedunia

Gambar 4.20

Penangkaran Berbagai Macam Burung

Sumber : Eco Green Park 2013

18. Rumah Terbalik

Dalam wahana ini seluruh property yang ada di dalam rumah ini berada di

atas. Wahana ini berbeda dengan wahana lainnya, lebih unik dan seru.

Gambar 4.21

Rumah Terbalik

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 16: 12 BAB IV

78

19. Water Track

Dalam wahana ini pengunjung diajak untuk menguji nyali dan ketangkasan

pengunjung untuk menaklukkan jebakan-jebakan yang ada. System dalam

permainan ini adalah semi outbond.

Gambar 4.22

Water Track

Sumber : Eco Green Park 2013

20. Pasar Burung

Dalam wahana ini bernuansakan pasar desa yang didalamnya terdapat

berbagai macam hewan kesayangan seperti burung merpati, hamster dan

kelinci. Selain itu terdapat pula Waroeng piloeng yang menyediakan jajanan

khas pasar desa seperti kembang gula, carangmas, ketan hitam dan lain

sebagainya.

Gambar 4.23

Pasar Burung

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 17: 12 BAB IV

79

21. Memberi Makan Burung Merak

Dalam wahana ini pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan burung

merak dengan cara memberi makan burung merak dengan makanan yang

telah disediakan. Selain itu pengunjung juga bisa berfoto bersama burung

merak. Dengan itu pengunjung telah ikut melestarikan konversasi satwa yang

ada.

Gambar 4.24

Memberi Makan Burung Merak

Sumber : Eco Green Park 2013

22. Bird Show

Dalam wahana ini pengunjung dapat menyaksi edukasi show burung yang

telah terlatih. Selain itu pengunjung dapat berfoto bersama burung-burung

pintar tersebut.

Gambar 4.25

Bird Show

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 18: 12 BAB IV

80

23. Fish Therapy

Dalam wahana ini pengunjung bisa merelaksasikan tangan dan kaki. Sebelum

melakukan therapy ini pengunjung dianjurkan untuk membasuh kaki atau

tangan pengunjung terlebih dahulu.

Gambar 4.26

Fish Therapy

Sumber : Eco Green Park 2013

24. Eco Food Court

Eco Green Park menyediakan paket makan untuk edukasi siswa sekolah dan

family gathering perusahaan, dengan menu makanan sehat tanpa MSG.

Gambar 4.27

Eco Food Court

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 19: 12 BAB IV

81

25. Boom Boom Boat (Basmi Hama)

Dalam wahana ini pengunjung bisa berpetualang bersama keluarga untuk

membasmi hama-hama yang ada diwahana ini dengan cara menembak hama

tersebut dengan pistol air.

Gambar 4.28

Boom Boom Boat (Basmi Hama)

Sumber : Eco Green Park 2013

26. Dome Multimedia

Dalam wahana ini pengunjung bisa melihat tayangan 3D yang menceritakan

tentang hanoman dengan layar berputar dan efek-efek yang mengejutkan.

Gambar 4.29

Dome Multimedia

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 20: 12 BAB IV

82

27. Eco Journey

Dalam wahana ini pengunjung bisa melihat kehidupan prasejarah dengan

menggunakan kereta mulai dari jaman purba sampai dengan jaman modern.

Gambar 4.30

Eco Journey

Sumber : Eco Green Park 2013

28. Pembelajaran Eco Sains Center

Dalam wahana ini pengunjung bisa mempelajari tentang terjadinya gempa,

angin, tsunami, lorong batu bara, mendulang emas, ruang suhu dingin, dan

dilengkapi dengan simulatornya, sehingga pengunjung bisa

mempraktekannya secara langsung. Tentunya masih banyak lagi

pembelajaran yang bisa pengunjung dapatkan di Eco Sains Center.

Gambar 4.31

Eco Journey

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 21: 12 BAB IV

83

29. Monumental Candi

Eco Green Park mempersembahkan keagungan candi – candi seJawa – Bali.

Dengan adanya wahana edukasi monumental candi ini pengunjung dapat

mengenang kembali kekayaan budaya nenek moyang

Gambar 4.32

Monumental Candi

Sumber : Eco Green Park 2013

4.2.2. Harga (Price)

Senin - Kamis (Tidak termasuk libur nasional dan libur yang ditentukan

management Eco Green Park)

Tabel 4.1

Harga Senin - Kamis

Eco Green Park Rp. 30.000

Terusan Eco Green Park & Jatim Park 1 Rp. 70.000

Terusan Eco Green Park & Jatim Park 2 Rp. 80.000

Paket Sakti (Terusan Eco Green Park, JTP1,

JTP2 dan BNS)

Rp. 150.000 (Berlaku 2

Hari)

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 22: 12 BAB IV

84

Jumat - Minggu (Termasuk libur nasuinal dan libur yang ditentukan oleh

management Eco Green Park)

Tabel 4.2

Harga Jumat - Minggu

Eco Green Park Rp. 50.000

Terusan Eco Green Park & Jatim Park 1 Rp. 90.000

Terusan Eco Green Park & Jatim Park 2 Rp. 110.000

Paket Sakti (Terusan Eco Green Park, JTP1,

JTP2 dan BNS)

Rp. 150.000 (Berlaku 2

Hari)

Sumber : Eco Green Park 2013

4.2.3. Lokasi

Eco Green Park (Jawa Timur Park Group) yang merupakan obyek wisata

terbaru di Kota Batu dengan konsep “Fun and Study” yaitu pembelajaran atau

edukasi dengan nuansa alam yang berisi tentang ekosistem, permainan, dan taman

burung yang lengkap dan bertaraf International. Eco Green Park terletak di jalan

Oro-Oro Ombo No. 9A Kota Wisata Batu, yang berada 1 kompleks dengan Jawa

Timur Park 2 dan hanya 5 menit dari Jawa Timur Park 1.

Page 23: 12 BAB IV

85

Gambar 4.33

Lokasi Eco Green Park

Sumber : Eco Green Park 2013

4.2.4. Promosi (Promotion)

Promosi yang dilakukan oleh Eco Green Park dalam memperkenalkan

wisata terutama wahana - wahana yang terdapat didalamnya dilakukan dengan

promosi melalui brosur, banner dan melalui website. Website ini secara khusus

disiapkan untuk mempermudah pengunjung dalam memperolah informasi karena

pada wisata Eco Green Park Batu sering kita jumpai pengunjung yang sebagian

besar pelajar yang berasal dari luar kota Malang.

Page 24: 12 BAB IV

86

4.2.5. Orang (People)

Eco Green Park memiliki banyak karyawan yang telah memiliki job

desknya masing - masing. Komunikasi yang terjadi di dalam penyampaian

informasi ini dilakukan secara interpersonal yaitu melalui komunikasi dua arah

dimana karyawan pada Eco Green Park berusaha untuk meyampaikan serta

memahami apa yang dibutuhkan oleh pengunjung yang mengunakan jasa wisata

Eco Green Park.

4.2.6. Bukti Fisik (Physical evidence)

Eco Green Park berusaha untuk tetap memuaskan pengunjung dengan

enciptakan segala lingkungan fisik yang menunjang untuk menguatkan

positioning dan citra dari perusahaan seperti dengan menciptakan lingkungan Eco

Green Park menjadi segar sehingga akan membuat pengunjung merasa nyaman,

menyediakan petunjuk - petunjuk yang akan membantu pengunjung mengenali

suatu lokasi, serta membuat layout dari suatu wahana menjadi lebih unik melalui

perabotan dan peralatan yang didesain khusus. Selain itu untuk tetap menjaga

kenyamanan pengunjung, Eco Green Park menyediakan segala fasilitas yang

diperlukan pengunjung ketika menikmati segala wahana di Eco Green Park.

Gambar 4.34

Fasilitas Eco Green Park

Sumber : Eco Green Park 2013

Page 25: 12 BAB IV

87

E-Bike.

Bagi yang lelah berjalan mengelilingi lokasi Eco green park, kami

sediakan E-Bike yang bisa pengunjung gunakan.

Tempat Merokok.

Pengunjung perokok? Kami sediakan tempat khusus bagi apengunjung

yang ingin merokok tanpa mengganggu pengunjung yang lainnya.

Wheel Chair Friendly.

Lokasi eco green park didesain khusus yang membuat pengunjung

pengguna kursi roda tetap bisa menikmati wahana wahana kami tanpa

mengalami kendala.

Charger Ponsel Gratis.

Ponsel adalah benda yang paling sering digunakan, apalagi wahana yang

kami berikan beserta koleksi satwa kami yang menarik pasti menggoda

pengunjung untuk mengabadikan momen special ini dengan kerabat

maupun orang terdekat dan tentunya sangat menguras batrai ponsel

pengunjung, jangan khawatir kami sediakan Charger Point untuk

pengunjung.

Toilet

Kami sediakan 6 toilet nyaman dan bersih yang tersebar di lokasi Eco

green park.

Musholla

Bagi yang beragama Islam, kami sediakan Mushola yang berada di area

Eco Food Court.

Page 26: 12 BAB IV

88

4.2.7. Proses (Process)

Proses yang dijalankan oleh Eco green park sebagai upaya untuk

memenuhi segala kebutuhan dari pelanggan dan proses ini juga dimaksudkan agar

pengunjung Eco green park merasa puas terhadap kinerja keseluruhan dari elemen

perusahaan jasa ini. Salah satu wujug proses yang digunakan dalam menjalankan

ketertiban dan kedisiplinan dalam hal operasional adalah pada ketentuan Eco

green park :

Pengunjung/Anak anak dengan tinggi badan 85cm atau lebih, berlaku 1

tiket.

Loket penjualan tiket buka jam 08.30 - 16.30 WIB & pintu masuk buka

jam 08.30 - 16.30 WIB.

Operasional di masing masing wahana sampai jam 17.00 WIB.

Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan, tiket yang rusak tidak

berlaku.

Harga dapat berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan.

4.3. Karekteristik Reponden

4.3.1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Dari 165 responden yang ada, jumlah responden perempuan sebanyak 96

orang dan laki - laki sebanyak 69 orang. Ini menunjukan bahwa kaum perempuan

lebih banyak menghabiskan waktu senggang atau liburnya untuk mengunjungi

wisata Eco Green Park Batu.

Page 27: 12 BAB IV

89

4.3.2. Karakteristik Berdasarkan Umur Responden

Untuk melakukan kunjungan wisata ini tidak dibatasi oleh umur.

Khususnya pada wisata Eco Green Park Batu penyebaran umur pengunjung dapat

dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.3

Karakteristik Berdasarkan Umur Responden

Kelompok Umur Jumlah Responden Prosentase

17≤ n ≤ 21 Tahun 70 42,4%

22 ≤ n≤ 29 Tahun 72 43,6%

30 ≤ n ≤ 39 Tahun 12 7,2%

≥ 40 Tahun 11 6,6%

Sumber : Data diolah 2013

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa umur responden tidak

terkonsentrasi pada kelompok umur tertentu. Namun prosentase terbesar ada

dikelompok umur 22 sampai 29

4.3.3. Karakteristik Berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden

Tingkat pendidikan responden yang berkunjung pada wisata Eco Green

Park Batu tidak terbatas. Sebaran umur responden dapat dilihat pada tabel

Tabel 4.4

Karakteristik Berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden

Tingkat pendidikan Jumlah Responden Prosentase

SMU/sederajat 16 9,6%

Diploma/sederajat 5 3%

S1/sederajat 133 80,6%

S2/sederajat 9 5,4%

Page 28: 12 BAB IV

90

S3/sederajat 2 1,2%

Sumber : Data diolah 2013

Dari tabel diatas dapat diketahui tingkat pendididkan terbanyak yang

ditempuh responden yaitu S1 sederajat dengan jumlah 133 orang.

4.3.4. Karakteristik Berdasarkan Jenis Pekerjaan Responden

Jenis pekerjaan responden yang berkunjung pada wisata Eco Green Park

Batu tentu saja akan berpengaruh terhadap keputusan dalam mengunjungi wisata.

Sebaran pekerjaan responden dapat dilihat pada tabel

Tabel 4.5

Karakteristik Berdasarkan Jenis Pekerjaan Responden

Jenis Pekerjaan Jumlah Responden Prosentase

Pelajar/ Mahasiswa 94 56,9%

PNS 9 5,4%

Guru 8 4,8%

Wiraswasta 9 5,4%

Pegawai Swasta 21 12,7%

TNI/ POLRI 1 0,6%

Pegawai Bank 10 6%

Dll 23 13,9%

Sumber : Data diolah 2013

Pada tabel ini responden memiliki keanekaragaman pekerjaan seperti,

pelajar/mahasiswa, PNS, Guru, wiraswasta, pegawai swasta, TNI/POLRI,

pegawai bank, serta beberapa jenis peerjaan lain yang memilik perosentse kecil

seperti dancer, freelance, sofware engeenier, data base analys, akuntan, sopir

Page 29: 12 BAB IV

91

serta sebagai ibu rumah tangga. Dari tabel diatas daat diketahui jenis pekerjaan

terbanyak dari responden yaitu pelajar/mahasiswa yaitu sebanyak 94 orang.

4.3.5. Karakteristik Berdasarkan Tingkat Kunjungan Responden

Kepuasan konsumen dapat ditunjukan dari seringnya responden dalam

mengunjungi wisata Eco Green Park Batu ini. Pada tabel dapat dilihat sebaran

tingkat kunjungan responden.

Tabel 4.6

Karakteristik Berdasarkan Tingkat Kunjungan Responden

Tingkat Kunjungan

Responden

Jumlah Responden Prosentase

1 kali 104 63%

2 kali 43 26%

≥ 3 kali 18 10,9

Sumber : Data diolah 2013

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat kunjungan terbanyak di

kelompok tingkat kunjungan responden adalah 1 kali dengan jumlah responden

sebanyak 104 orang.

4.4. Gambaran Distribusi Penelitian

Pada bagian ini akan diketahui distribusi item – item dari variabel Kondisi

Lingkungan (ambient conditions – X1), Tata Spasial (spatial layout and

functionality – X2), Tpengunjung Simbol atau Artifak (signs, symbol, artifact –

X3), Kemampuan Komunikasi Interpersonal ( X4), dan variabel Kepuasan

Page 30: 12 BAB IV

92

Konsumen Eco Green Park (Y) secara keeluruhan yang diperoleh dari jawaban

responden melalui kuisioner.

Pengukuran diberikan dengan rentan jawaban tertutup menggunakan skala

likert pada skala 1- 5. Pada setiap butir pertanyaan, para responden diminta untuk

dapat memberikan penilaian sikap terhadap pernyataan – pernyataan yang ada.

Deskripsi setiap variabel yang dilakukan terhadap seluruh butir pertanyaan baik

dari sisi nilai rata – rata (rerata) variabel maupun proporsi dari setiap skor

jawaban.

Tabel 4.7

Distribusi Frekuensi Item – Item yang Berkaitan dengan Variabel Kondisi

Lingkungan (ambient conditions – X1)

No Pernyataan Jumlah Prosentase Rata-rata

X1.1 Kesejukan udara di wisata Eco

Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

54

93

17

1

-

32,7%

56,3%

10,3%

0,60%

0%

Jumlah 165 100% 4,21

X1.2 Kesegaran suasana lingkungan

wisata Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

44

101

18

2

26,6%

61,2%

10,9%

1,2%

Page 31: 12 BAB IV

93

- 0%

Jumlah 165 100% 4,12

X1.3 Kenyamanan suasana pada wisata

Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

35

108

22

-

-

21,2%

65,4%

13,3%

0%

0%

Jumlah 165 100% 4,08

X1.4 Kebersihan lingkungan di wisata

Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

38

91

33

3

-

0,23%

55,1%

20%

1,8%

0%

Jumlah 165 100% 3,99

X1.5 Kecukupanan pencahayaan di

wisata Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

38

94

11

2

-

23%

56,9%

6,66%

1,2%

0%

Page 32: 12 BAB IV

94

Jumlah 165 100% 4,02

X1.6 Pencahayaan yang diciptakan

disesuaikan dengan fungsi dari

masing-masing wahana.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

35

88

41

1

-

21,2%

53,3%

24,8%

0,6%

0%

Jumlah 165 100% 3,95

X1.7 Kesesuaian musik yang

diperdengarkan di wisata Eco

Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

19

74

61

11

-

11,5%

44,8%

36,9%

6,6%

0%

Jumlah 165 100% 3,61

X1.8 Musik yang diperdengarkan

disesuaikan dengan fungsi

masing-masing wahana.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

17

84

57

7

10,3%

50,9%

34,5%

4,2%

Page 33: 12 BAB IV

95

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

-

-

0%

-

Jumlah 165 100% 3,67

Rata-rata X1 3,95

Sumber : Data diolah 2013

Pada tabel 4.7 di atas, menunjukan bahwa nilai rata-rata dari variabel

kondisi lingkungan (ambient conditions) sebesar 3,95 yang berarti responden

pengunjung wisata Eco Green Park Batu menilai kondisi lingkungan secara

positif dan baik. Berikut merupakan sebaran jawaban pada variabel X1:

Item pertanyaan 1 yaitu mengenai kesejukan udara di wisata Eco Green

Park. jawaban 54 responden atau 32,7% menyatakan “sangat setuju”, kemudian

sebanyak 94 responden atau 56,3% menyatakan “setuju”, dan sebanyak 17

responden atau 10,3% menyatakan “netral” serta 1 responden atau 0,60%

menyatakan “tidak setuju”. Berdasarkan tabel 4.7 didapatkan bahwa item

pertanyaan 1 memiliki nilai rata-rata yang paling tinggi dengan item lainnya yaitu

dengan rata-rata 4,21 hal ini menunjukan bahwa pengunjung menilai positif

bahwa di Eco Green Park memiliki udara yang sejuk.

Pada item pertanyaan 2 yaitu kesegaran suasana lingkungan wisata Eco

Green Park.. Jawaban 44 responden atau 26,6% menyatakan “sangat setuju”

terhadap kesegaran suasana di lingkungan Ecoo Green Park Batu, kemudian

sebanyak 101 responden atau 61,2% menyatakan “setuju”, dan sebanyak 18

responden atau 10,9% menyatakan “netral” serta 2 responden atau 1,2%

menyatakan “tidak setuju”.

Page 34: 12 BAB IV

96

Pada item pertanyaan 3 yaitu kenyamanan suasana pada wisata Eco Green

Park. Jawaban 35 responden atau 21,2% menyatakan “sangat setuju”, kemudian

sebanyak 108 responden atau 65,4% menyatakan “setuju”, sisa responden lain

sebanyak 22 responden atau 13,3% menyatakan “netral”.

Pada item pertanyaan 4 yaitu kebersihan lingkungan di wisata Eco Green

Park. Jawaban 35 responden atau 21,2% menyatakan “sangat setuju” terhadap

kebersihan lingkungan di wisata Eco Green Park, kemudian sebanyak 91

responden atau 55,1% menyatakan “setuju”, dan sebanyak 33 responden atau 20%

menyatakan “netral” serta sisanya 3 responden atau 1,8% menyatakan “tidak

setuju”.

Pada item pertanyaan 5 yaitu kecukupanan pencahayaan di wisata Eco

Green Park. Jawaban 38 responden atau 23% menyatakan “sangat setuju”,

kemudian sebanyak 94 responden atau 56,9% menyatakan “setuju”, kemudian 11

responden atau 6,66% menyatakan “netral” dan 2 responden atau 1,2%

menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 6 yaitu pencahayaan yang diciptakan disesuaikan

dengan fungsi dari masing-masing wahana. Jawaban 35 responden atau 21,2%

menyatakan “sangat setuju” terhadap pencahayaan yang diciptakan disesuaikan

dengan fungsi dari masing-masing wahana, kemudian sebanyak 88 responden

atau 53,3% menyatakan “setuju”, 41 responden atau 24,8% menyatakan “netral”

dan 1 responden atau 0,6% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 7 yaitu kesesuaian musik yang diperdengarkan di

wisata Eco Green Park.. Jawaban 19 responden atau 1,5% menyatakan “sangat

setuju”, kemudian sebanyak 74 responden atau 44,8% menyatakan “setuju”, 61

Page 35: 12 BAB IV

97

responden atau 36,9% menyatakan “netral” serta 11 responden atau 16,6%

menyatakan “tidak setuju”. Berdasarkan tabel 4.7 juga didapatkan bahwa item

pertanyaan 7 memiliki nilai rata-rata terendah dibanding dengan item lainnya

yaitu sebesar 3,61, ini menunjukan perlu adanya peningkatan dalam kesesuaian

musik yang diperdengarkan.

Pada item pertanyaan 8 yaitu musik yang diperdengarkan disesuaikan

dengan fungsi masing-masing wahana. Jawaban 17 responden atau 10,3%

menyatakan “sangat setuju”terhadap musik yang diperdengarkan disesuaikan

dengan fungsi masing-masing wahana., kemudian sebanyak 84 responden atau

50,9% menyatakan “setuju”, 57 responden atau 34,5% menyatakan “netral” serta

sisanya sebanyak 7 responden atau 4,2% menyatakan “tidak setuju”.

Dari hasil distribusi frekuensi variabel kondisi lingkungan/ambient

conditions (X1), dapat disimpulkan secara umum responden memberi jawaban

positif terhadap kondisi lingkungan dalam servicescape di wisata Eco Green Park

Batu.

Page 36: 12 BAB IV

98

Tabel 4.8

Distribusi Frekuensi Item – Item yang Berkaitan dengan Variabel Tata

Spasial (spatial layout and functionality – X2)

No Pernyataan Jumlah Prosentase Rata-rata

X2.1 Penataan layout di Eco Green

Park secara menarik.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

34

106

24

11

-

20,6%

64,2%

14,5%

6,6%

0%

Jumlah 165 100% 4,05

X2.2 Kemudahan tempat parkir di

wisata Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

20

88

43

14

-

12,1%

53,3%

26%

8,4%

0%

Jumlah 165 100% 3,69

X2.3 Kesesuaian penggunaan

perabotan di masing-masing

wahana.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

24

106

33

2

-

14,5%

64,2%

20%

1,2%

0%

Page 37: 12 BAB IV

99

Jumlah 165 100% 3,92

X2.4 Keindahan bentuk wahana di

wisata Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

37

93

33

2

-

22,4%

56,3%

20%

1,2%

0%

Jumlah 165 100% 4

X2.5 Kesesuaian penempatan

ornamen fisik dalam setiap

wahana di wisata Eco Green

Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

31

98

34

2

-

18,7%

59,3%

20,6%

1,2%

0%

Jumlah 165 100% 3,96

X2.6 Ketepatan pengaturan letak

antar wahana.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

22

103

34

1

13,3%

62,4%

20,6%

0,6%

Page 38: 12 BAB IV

100

- 0%

Jumlah 165 100% 3,88

Rata-rata X2 3,91

Sumber : Data diolah 2013

Pada tabel 4.8 di atas menunjukan bahwa nilai rata-rata dari variabel tata

spasial (spatial layout and functionality) sebesar 3,91 yang berarti responden

pengunjung menilai tata spasial pada wisata Eco Green Park Batu secara positif

dan baik. Berikut merupakan sebaran jawaban pada variabel X2:

Item pertanyaan 1 yaitu mengenai penataan layout di Eco Green Park

secara menarik. jawaban 34 responden atau 20,6% menyatakan “sangat setuju”,

kemudian sebanyak 106 responden atau 64,2% menyatakan “setuju”, dan

sebanyak 24 responden atau 14,5% menyatakan “netral” serta 11 responden atau

6,6% menyatakan “tidak setuju”. Berdasarkan tabel 4.8 didapatkan bahwa item

pertanyaan 1 memiliki nilai rata-rata yang paling tinggi dengan item lainnya yaitu

dengan rata-rata 4,05 hal ini menunjukan bahwa pengunjung menilai positif

bahwa di Eco Green Park memiliki penataan layout yang menarik.

Pada item pertanyaan 2 yaitu kemudahan tempat parkir di wisata Eco

Green Park. Jawaban 20 responden atau 12,1% menyatakan “sangat setuju”

terhadap kemudahan tempat parkir di wisata Eco Green Park., kemudian

sebanyak 88 responden atau 653,3% menyatakan “setuju”, dan sebanyak 43

responden atau 26% menyatakan “netral” serta 14 responden atau 18,4%

menyatakan “tidak setuju”. Berdasarkan tabel 4.8 juga didapatkan bahwa item

pertanyaan 2 memiliki nilai rata-rata terendah dibanding dengan item lainnya

Page 39: 12 BAB IV

101

yaitu sebesar 3,69, ini menunjukan perlu adanya peningkatan terhadap kesedian

tempat parkir.

Pada item pertanyaan 3 yaitu kesesuaian penggunaan perabotan di masing-

masing wahana. Jawaban 24 responden atau 14,5% menyatakan “sangat setuju”,

kemudian sebanyak 106 responden atau 64,2% menyatakan “setuju”, responden

lain sebanyak 33 responden atau 20% menyatakan “netral” dan sebanyak 2

responden atau 1,2% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 4 yaitu keindahan bentuk wahana di wisata Eco

Green Park. Jawaban 37 responden atau 22,4% menyatakan “sangat setuju”

terhadap keindahan bentuk wahana di wisata Eco Green Park., kemudian

sebanyak 93 responden atau 56,3% menyatakan “setuju”, dan sebanyak 33

responden atau 20% menyatakan “netral” serta sisanya 2 responden atau 1,2%

menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 5 yaitu Kesesuaian penempatan ornamen fisik dalam

setiap wahana di wisata Eco Green Park. Jawaban 31 responden atau 18,7%

menyatakan “sangat setuju”, kemudian sebanyak 98 responden atau 59,3%

menyatakan “setuju”, kemudian 34 responden atau 20,6% menyatakan “netral”

dan 2 responden atau 1,2% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 6 yaitu ketepatan pengaturan letak antar wahana.

Jawaban 22 responden atau 13,3% menyatakan “sangat setuju” terhadap ketepatan

pengaturan letak antar wahana, kemudian sebanyak 103 responden atau 62,4%

menyatakan “setuju”, 34 responden atau 20,6% menyatakan “netral” dan 1

responden atau 0,6% menyatakan “tidak setuju”.

Page 40: 12 BAB IV

102

Dari hasil distribusi frekuensi variabel tata spasial/spatial layout and

functionality (X2), dapat disimpulkan bahwa secara umum responden eberi

tanggapan positif terhadap tata spasial dalam servicescape.

Tabel 4.9

Distribusi Frekuensi Item – Item yang Berkaitan dengan Variabel

Tanda Simbol atau Artifak (signs, symbol, artifact – X3)

No Pernyataan Jumlah Prosentase Rata-rata

X3.1 Warna papan petunjuk dan logo

pada wisata Eco Green Park

yang menarik.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

34

99

30

2

-

20,6%

60%

18,1%

1,2%

0%

Jumlah 165 100% 4

X3.2 Kejelasan papan penunjuk di

wisata Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

35

102

20

8

-

21,2%

61,8%

12,2%

4,8%

0%

Jumlah 165 100% 3,99

X3.3 Ketepatan dalam penempatan

posisi papan penujuk arah di

wisata Eco Green Park.

Page 41: 12 BAB IV

103

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

26

100

34

5

-

15,7%

60,6%

20,6%

3%

0%

Jumlah 165 100% 3,89

X3.4 Keunikan desain bangunan yang

terdapat di wisata Eco Green

Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

55

77

31

2

-

33,3%

46,6%

18,7%

1,2%

0%

Jumlah 165 100% 4,12

X3.5 Kesesuaian bangunan fisik

dengan tema Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

41

89

31

4

-

24,8%

53,9%

18,7%

2,4%

0%

Jumlah 165 100% 4,01

X3.6 keunikan ornamen-ornamen fisik

yang terdapat di wisata Eco

Green Park.

Page 42: 12 BAB IV

104

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

45

88

32

-

-

27,2%

53,3%

19,3%

0%

0%

Jumlah 165 100% 4,08

Rata-rata X3 4,01

Sumber : Data diolah 2013

Pada tabel 4.9 di atas, menunjukan bahwa nilai rata-rata dari variabel tanda

simbol atau artifak (signs, symbol, artifact) sebesar 4,01 yang berarti responden

pengunjung menilai tata spasial pada wisata Eco Green Park Batu secara positif

dan baik. Dapat pula dilihat bahwa panilaian responden sebagian besar tersebar

diarah angka 4 dan 5. Berikut merupakan sebaran jawaban pada variabel X3:

menunjukan bahwa item pertanyaan 1 yaitu mengenai warna papan

petunjuk dan logo pada wisata Eco Green Park yang menarik. Jawaban 34

responden atau 20,6% menyatakan “sangat setuju”, kemudian sebanyak 99

responden atau 60% menyatakan “setuju”, dan sebanyak 30 responden atau 18,1%

menyatakan “netral” serta 2 responden atau 1,2% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 2 yaitu kejelasan papan penunjuk di wisata Eco

Green Park. Jawaban 35 responden atau 21,2% menyatakan “sangat setuju”,

kemudian sebanyak 102 responden atau 61,8% menyatakan “setuju”, responden

lain sebanyak 20 responden atau 12,2% menyatakan “netral” dan sisanya 8

responden atau 4,8% menyatakan “tidak setuju”.

Page 43: 12 BAB IV

105

Pada item pertanyaan 3 yaitu ketepatan dalam penempatan posisi papan

penujuk arah di wisata Eco Green Park. Jawaban 26 responden atau 15,7%

menyatakan “sangat setuju”, kemudian sebanyak 100 responden atau 60,6%

menyatakan “setuju”, kemudian 34 responden atau 20,6% menyatakan “netral”

dan 5 responden atau 3% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 4 yaitu keunikan desain bangunan yang terdapat di

wisata Eco Green Park.. Jawaban 55 responden atau 33,3% menyatakan “sangat

setuju” terhadap keunikan desain bangunan yang terdapat di wisata Eco Green

Park., kemudian sebanyak 77 responden atau 46,6% menyatakan “setuju”, 31

responden atau 18,7% menyatakan “netral” dan 2 responden atau 1,2%

menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 5 yaitu kesesuaian bangunan fisik dengan tema Eco

Green Park. Jawaban 41 responden atau 24,8% menyatakan “sangat setuju”,

kemudian sebanyak 89 responden atau 53,9% menyatakan “setuju”, 31 responden

atau 18,7% menyatakan “netral” serta 4 responden atau 2,4% menyatakan “tidak

setuju”.

Pada item pertanyaan 6 yaitu keunikan ornamen-ornamen fisik yang

terdapat di wisata Eco Green Park. Jawaban 45 responden atau 27,2%

menyatakan “sangat setuju” terhadap keunikan ornamen-ornamen fisik yang

terdapat di wisata Eco Green Park, dan sisanya sebanyak 88 responden atau

53,3% menyatakan “setuju”, dan sebanyak 32 responden atau 19,3% .

Dari hasil distribusi variabel tpengunjung simbol atau artifak/signs,

symbol, artifact (X3), dapat disimpulkan bahwa secara umum responden memberi

Page 44: 12 BAB IV

106

tanggapan positif terhadap tpengunjung simbol atau artifak untuk mencapai

servicescape yang efektif.

Tabel 4.10

Distribusi Frekuensi Item – Item yang Berkaitan dengan Variabel

Kemampuan Komunikasi Interpersonal (X4)

No Pernyataan Jumlah Prosentase Rata-rata

X4.1 Memperkenalkan diri saat

berkomunikasi dengan

pengunjung.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

18

58

80

9

-

10,9%

35,1%

48,4%

5,4%

0%

Jumlah 165 100% 3,52

X4.2 Karyawan memberikan informasi

secara lengkap kepada

pengunjung.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

15

72

70

8

-

9%

43,6%

42,4%

4,8%

0%

Jumlah 165 100% 3,57

X4.3 Karyawan memahami apa yang

dirasakan oleh pengunjung.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

13

67

7,8%

40,6%

Page 45: 12 BAB IV

107

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

77

8

-

46,6%

4,8%

0%

Jumlah 165 100% 3,52

X4.4 Karyawan dapat memahami apa

yang dibutuhkan oleh

pengunjung.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

15

64

79

7

-

9%

38,7%

47,8%

4,2%

0%

Jumlah 165 100% 3,53

X4.5 Karyawan memberikan informasi

yang berhubungan dengan

pendidikan.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

19

80

62

4

-

11,5%

48.4%

37,5%

2,4%

0%

Jumlah 165 100% 3,69

X4.6 Memberikan solusi untuk setiap

permasalahan yang dirasakan

oleh pelanggan.

5 = Sangat Setuju (SS)

17

10,3%

41,8%

Page 46: 12 BAB IV

108

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

69

71

8

-

43%

4,8%

0%

Jumlah 165 100% 3,58

X4.7 Kesopanan karyawan dalam

melayani pengunjung.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

26

98

40

1

-

15,7%

59,3%

24,2%

0.6%

0%

Jumlah 165 100% 3,9

X4.8 Berpenampilan menarik dan

selalu memperhatikan etika.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

24

83

56

2

-

14,5%

50,3%

33,9%

1,2%

0%

Jumlah 165 100% 3,78

X4.9 Menggunakan bahasa yang

mudah dimengerti pengunjung.

5 = Sangat Setuju (SS)

28

16,9%

Page 47: 12 BAB IV

109

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

103

32

2

-

62,4%

19,3%

1,2%

0%

Jumlah 165 100% 3,95

X4.10 Mengutamakan keramahan saat

berkomunikasi dengan

pelanggan.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

30

91

44

-

-

18,1%

55,1%

26,6%

0%

0%

Jumlah 165 100% 3,92

Rata-rata X4 3,69

Sumber : Data diolah 2013

Pada tabel 4.10 di atas, menunjukan bahwa nilai rata-rata dari variabel

kemampuan komunikasi interpersonal sebesar 3,69. Walaupun sebagian besar

penilaian menunjuk kearah 3 dan 4 namun penilaian responden terhadap

kemampuan komunikasi interpersonal pada wisata Eco Green Park Batu secara

positif dan baik. Berikut merupakan sebaran jawaban pada variabel X4:

Item pertanyaan 1 yaitu mengenai memperkenalkan diri saat

berkomunikasi dengan pengunjung. Jawaban 18 responden atau 10,9%

menyatakan “sangat setuju”, kemudian sebanyak 58 responden atau 35,1%

Page 48: 12 BAB IV

110

menyatakan “setuju”, dan sebanyak 80 responden atau 48,4% menyatakan

“netral” serta 9 responden atau 5,4% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 2 yaitu karyawan memberikan informasi secara

lengkap kepada pengunjung. Jawaban 15 responden atau 9% menyatakan “sangat

setuju” terhadap karyawan memberikan informasi secara lengkap kepada

pengunjung, kemudian sebanyak 72 responden atau 43,6% menyatakan “setuju”,

dan sebanyak 70 responden atau 42,2% menyatakan “netral” serta 8 responden

atau 4,8% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 3 yaitu karyawan memahami apa yang dirasakan

oleh pengunjung. Jawaban 13 responden atau 7,8% menyatakan “sangat setuju”,

kemudian sebanyak 67 responden atau 40,6% menyatakan “setuju”, dan

responden lain sebanyak 77 responden atau 46,6% menyatakan “netral”, serta 8

responden atau 4,8% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 4 yaitu karyawan dapat memahami apa yang

dibutuhkan oleh pengunjung. Jawaban 15 responden atau 9% menyatakan

“sangat setuju”, kemudian sebanyak 64 responden atau 38,7% menyatakan

“setuju”, dan sebanyak 79 responden atau 47,8% menyatakan “netral” serta

sisanya 7 responden atau 4,2% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 5 yaitu karyawan memberikan informasi yang

berhubungan dengan pendidikan. Jawaban 19 responden atau 11,5% menyatakan

“sangat setuju” terhadap kebersihan lingkungan di wisata Eco Green Park,

kemudian sebanyak 80 responden atau 48,4% menyatakan “setuju”, dan sebanyak

62 responden atau 37,5% menyatakan “netral” serta sisanya 4 responden atau

2,4% menyatakan “tidak setuju”.

Page 49: 12 BAB IV

111

Pada item pertanyaan 6 yaitu memberikan solusi untuk setiap

permasalahan yang dirasakan oleh pelanggan. Jawaban 17 responden atau 10,3%

menyatakan “sangat setuju”, kemudian sebanyak 69 responden atau 41,8%

menyatakan “setuju”, 71 responden atau 43% menyatakan “netral” dan 8

responden atau 4,8% menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 7 yaitu kesopanan karyawan dalam melayani

pengunjung. Jawaban 26 responden atau 15,7% menyatakan “sangat setuju”,

kemudian sebanyak 98 responden atau 5,3% menyatakan “setuju”, 40 responden

atau 24,2% menyatakan “netral” serta 1 responden atau 0,6% menyatakan “tidak

setuju”.

Pada item pertanyaan 8 yaitu berpenampilan menarik dan selalu

memperhatikan etika. Jawaban 24 responden atau 14,5% menyatakan “sangat

setuju”terhadap Berpenampilan menarik dan selalu memperhatikan etika,

kemudian sebanyak 83 responden atau 50,3% menyatakan “setuju”, 56 responden

atau 33,9% menyatakan “netral” serta sisanya sebanyak 2 responden atau 1,2%

menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 9 yaitu menggunakan bahasa yang mudah

dimengerti pengunjung Jawaban 28 responden atau 16,9% menyatakan “sangat

setuju”, kemudian sebanyak 103 responden atau 62,4% menyatakan “setuju”, 32

responden atau 19,3% menyatakan “netral” dan 2 responden atau 1,2%

menyatakan “tidak setuju”.

Pada item pertanyaan 10 yaitu mengutamakan keramahan saat

berkomunikasi dengan pelanggan. Jawaban 30 responden atau 18,1% menyatakan

Page 50: 12 BAB IV

112

“sangat setuju”, kemudian sebanyak 91 responden atau 55,1% menyatakan

“setuju”, dan sisanya 44 responden atau 26,6% menyatakan “netral”.

Dari hasil distribusi frekuensi variabel kemampuan komunikasi

Interpersonal (X4), dapat disimpulkan secara umum responden memberi jawaban

positif terhadap keapuan kounikasi karyawan pada wisata Ecoo Green Park Batu.

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi Item – Item yang Berkaitan dengan Variabel Kepuasan

Konsumen (Y)

No Pernyataan Jumlah Prosentase Rata-rata

YI Pelayanan yang diberikan sesuai

dengan yang saya butuhkan.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

18

102

44

1

-

10,9%

61,8%

26,6%

0,6%

0%

Jumlah 165 100% 3,83

Y2 Pelayanan karyawan melebihi

ekspektasi.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

20

53

89

3

-

12,2%

32,1%

53,9%

1,8%

0%

Jumlah 165 100% 3,55

Page 51: 12 BAB IV

113

Y3 Saya merasa puas terhadap

pelayanan di Eco Green Park.

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

33

85

46

1

-

20%

51,5%

27,2%

0,6%

0%

Jumlah 165 100% 3,91

Rata-rata Y 3,76

Sumber : Data diolah 2013

Pada tabel 4.11 di atas, menunjukan bahwa nilai rata-rata dari kepuasan

konsumen sebesar 3,76 yang berarti responden wisata Eco Green Park Batu

merasa puas terhadap servicescape dan kemampuan interpersonal karyawan, hal

ini dapat dilihat melalui penilaian responden yang menilai positif dan baik.

4.5. Uji Instrumen Penelitian

4.5.1. Uji Validitas

Uji validitas merupakan esensi dari kebenaran suatu penelitian sebuah item

pernyataan dikatakan valid bila mampu mengukur apa yang diinginkan serta dapat

mengungkapkan data dari variabel yang akan diteliti secara tepat (Singarimbun

2006: 122).

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment

dengan rumus sebagai berikut:

Page 52: 12 BAB IV

114

Keterangan:

r = Koefisien validitas butir pertanyaan yang dicari

n = Banyaknya koresponden

X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item

Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item

∑X = Jumlah Skor dalam distribusi X

∑Y = Jumlah Skor dalam distribusi Y

∑X² = Jumlah kuadrat masing-masing X

∑Y² = Jumlah kuadrat masing-masing Y

a. Jika r ≥ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah valid.

b. Jika r ≤ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah tidak valid.

Tabel 4.12

Hasil Uji Validitas

Variabel Item R Sig Keterangan

X1 X1.1

X1.2

X1.3

X1.4

X1.5

X1.6

X1.7

X1.8

0,486

0,612

0,627

0,513

0,519

0,648

0,550

0,564

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

X2 X2.1

X2.2

X2.3

0,625

0,532

0,596

0,000

0,000

0,000

Valid

Valid

Valid

Page 53: 12 BAB IV

115

X2.4

X2.5

X2.6

0,631

0,681

0,669

0,000

0,000

0,000

Valid

Valid

Valid

X3 X3.1

X3.2

X3.3

X3.4

X3.5

X3.6

0,673

0,723

0,697

0,680

0,687

0,700

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

X4 X4.1

X4.2

X4.3

X4.4

X4.5

X4.6

X4.7

X4.8

X4.9

X4.10

0,654

0,670

0,730

0,735

0,663

0,738

0,672

0,657

0,718

0,727

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

0,000

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

Y Y1

Y2

Y3

0,764

0,752

0,747

0,000

0,000

0,000

Valid

Valid

Valid

Sumber : Data diolah 2013

Page 54: 12 BAB IV

116

4.5.2. Uji Reliabilitas

Untuk menguji reliabilitas dalam penelitian ini, digunakan internal

consistency reliability dengan menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach

(α), hal ini sesuai dengan tujuan test yang bermaksud menguji konsistensi item-item

dalam instrumen penelitian. Menurut Husein Umar, (2007:207), dalam menghitung

nilai reliabilitas digunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

α : Koefisien Reliabilitas/Kepengunjunglan Alpha Cronbach

n : Jumlah item dalam tes

S : Varians skor keseluruhan

Si : Varians masing-masing item

Metode Alpha Cronbach diukur berdasarkan skala Alpha Cronbach 0

sampai 1. Jika skala itu dikelompok ke dalam lima kelas dengan range yang sama,

ukuran kemantapan alpha dapat diinterpretasikan sebagai berikut : (Husein Umar,

2007:208).

Nilai Alpha Cronbach 0.00 s.d. 0.20 berarti kurang reliabel.

Nilai Alpha Cronbach 0.21 s.d. 0.40 berarti agak reliabel.

Nilai Alpha Cronbach 0.42 s.d. 0.60 berarti cukup reliabel.

Nilai Alpha Cronbach 0.61 s.d. 0.80 berarti reliabel.

Nilai Alpha Cronbach 0.81 s.d. 1.00 berarti sangat reliabel.

Page 55: 12 BAB IV

117

Tabel 4.13

Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Keterangan

X1 0,690 Reliabel

X2 0,674 Reliabel

X3 0,783 Reliabel

X4 0,881 Reliabel

Y 0,615 Reliabel

Sumber : Data diolah 2013

4.6. Analisis Data dan Interprestasi

Analisa data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian,

karena dalam analisis data tersebut dapat memberikan arti dan makna yang

berguna untuk menguji hipotesis. Maka berikut ini akan disajikan hasil komputasi,

pengujian, hipotesis dan interrestasi hasil pengujian.

Page 56: 12 BAB IV

118

Tabel 4.14

Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data

Variabel B Beta t Sig t Keterangan

Konstanta

X1

X2

X3

X4

0,287

0,133

0,178

0,134

0,572

0,099

0,143

0,033

0,544

0,846

1,450

1,930

0,450

7,653

0,399

0,162

0,055

0,653

0,000

Tidak Signifikan

Tidak Signifikan

Tidak Signifikan

Signifikan

ttabel = 1,974

R = 0,702

R Square = 0,439

Adjusted R Square = 0,480

Fhitung = 39,900

Sig F = 0,000

Ftabel = 2,428

Sumber : Data diolah 2013

4.6.1. Analisis Data

Pada bagian ini, analisis data dilakukan untuk menguji hipotesi I,

hipotesis II dan hipotesis III.

1. Pengujian Hipotesis I

Pengujian terhadap pengaruh variabel independen terhadap variabel

dependen secara simultan atau bersama - sama. Pengujian ini dilakukan untuk

mengetahui apakah semua variabel bebas (X1, X2, X3, X4) secara bersama - sama

Page 57: 12 BAB IV

119

dapat berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Pengujian ini dapat dilakukan

dengan uji F, dengan signifikan F < α (0,05)

Adapun langkah - langkah analisis dalam pengujian hipotesa adalah :

Perumusan hipotesis

Ho = b1 = b2 = b3 = b4 = 0

Berarti tidak ada pengaruh antara variabel independen (X1, X2, X3, X4)

dengan variabel dependen (Y).

Ha ≠ b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ 0

Berarti ada pengaruh antara variabel independen (X1, X2, X3, X4) dengan

variabel dependen (Y).

Penentuan F hitung dan signifikansinya

Penentuan F hitung dan signifikansinya diperoleh sebesar 39,900 dengan

signifikansi 0,000.

Keputusan

Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan pada perbandingan

signifikansi F dan signifikansi α. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai

Fhitung menunjukan nilai sebesar 39,900 (signifikansi F = 0,000). Jadi Fhitung > Ftabel

(39,900>2,428 ) Sig F < 5% (0,000 < 0,05). Artinya bahwa secara simultan atau

bersama - sama, variabel X1, X2, X3, X4 berpengaruh signifikan terhadap variabel

dependen (Y).

Kesimpulan

Dari hasil pengujian, diputuskan menolak Ho dan meneria Ha, sehingga

dapat disimpulkan bahwa variasi perubahan nilai variabel dependen (Y) dapat

dijelaskan oleh variabel independen (X1, X2, X3, X4). Artinya semua variabel

Page 58: 12 BAB IV

120

independen yaitu X1 = kondisi lingkungan (ambient conditions), X2 = tata spasial

(spatial layout and functionality), X3 = tpengunjung simbol atau artifak (signs,

symbol, artifact), X4 = kemampuan komunikasi interpersonal secara simultan

dapat berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu kepuasan konsumen (Y).

2. Pengujian Hipotesis II

Pengujian terhadap koefisien regresi bertujuan untuk memastikan apakah

variabel independen yang ada tersebut secara individu berpengaruh terhadap nilai

variabel dependen.

Langkah - langkah analisis dalam pengujian hipotesis terhadap koeisien

regresi adalah sebagai berikut :

Perumusan hipotesis

Ho : b1 = 0, Ho : b2 = 0, Ho : b3 = 0, Ho : b4 = 0.

Berarti variabel independen secara parsial tidak memberikan pengaruh

yang bermakna terhadap variabel dependen (Y).

Ha : b1 ≠ 0, Ha : b2 ≠ 0, Ha : b3 ≠ 0, Ha : b4 ≠ 0.

Berarti variabel independen secara parsial memberikan pengaruh yang

bermakna terhadap variabel dependen (Y)

Penentuan signifikansi t

Dari tabel dapat dilihat bahwa signifikansi t < signifikansi α (0.05).

Keputusan

Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan pada perbandingan

signifikansi t dan signifikansi α. Dari nilai thitung menunjukan bahwa:

Page 59: 12 BAB IV

121

1. Variabel X1 nilai thitung sebesar 1,406 dengan probabilitas sebesar

0,162. Karena thitung < ttabel (1,406<1,974) atau sig t > 5% (0,162<0,05)

maka secara parsial variabel X1 tidak berpengaruh signifikan terhadap

variabel Y.

2. Variabel X2 nilai thitung sebesar 1,930 dengan probabilitas sebesar

0,055. Karena thitung < ttabel (1,930<1,974) atau sig t > 5% (0,055>0,05)

maka secara parsial variabel X2 tidak berpengaruh signifikan terhadap

variabel Y.

3. Variabel X3 nilai thitung sebesar 0,450 dengan probabilitas sebesar

0,635. Karena thitung < ttabel (0,406<1,974) atau sig t > 5% (0,635>0,05)

maka secara parsial variabel X3 tidak berpengaruh signifikan terhadap

variabel Y.

4. Variabel X4 nilai thitung sebesar 7,653 dengan probabilitas sebesar

0,000. Karena thitung > ttabel (7,653>1,974) atau sig t < 5% (0,000<0,05)

maka secara parsial variabel X4 berpengaruh signifikan terhadap

variabel Y.

Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa signifikan t untuk

variabel independen (X1,X2, X3) lebih besar dari signifikansi α (0,05). Maka

keputusan adalah menerima Ho dan menolak Ha sedangkan (X4) lebih kecil dari

signifikansi α (0,05). Maka keputusannya adalah menolak hipotesis nol (Ho) dan

menerima (Ha).

Kesimpulan

Dari hasil pengujian diperoleh :

Page 60: 12 BAB IV

122

1. Secara parsial variabel kondisi lingkungan/ambient conditions (X1)

tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y).

2. Secara parsial variabel tata spasial/spatial layout and functionality

(X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen

(Y).

3. Secara parsial variabel tanda, simbol atau artifak/signs, symbol,

artifact (X3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan

konsumen (Y).

4. Secara parsial variabel kemampuan komunikasi interpersonal (X4)

berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y).

Dari hasil pengujian didapat bahwa secara parsial semua variabel

independen (X1, X2, X3,) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan

konsumen, sedangkan hanya variabel X4 secara parsial yang berpengaruh secara

signifikan terhadap kepuasan konsumen.

3. Pengujian Hipotesis III

koefisien regresi juga bertujuan untuk memastikan variabel independen

manakah yang memiliki nilai paling dominan. Untuk membandingkan koefisien

regresi masing-masing variabel independen, disajikan tabel peringkat sebagai

berikut.

Page 61: 12 BAB IV

123

Tabel 4.15

Ringkasan Hasil Analisis Regresi

Peringkat Variabel Koefisien standardized β Pengaruh

1 X4 0,544 Signifikan

2 X2 0,143 Tidak Signifikan

3 X1 0,099 Tidak Signifikan

4 X3 0,033 Tidak Signifikan

Sumber : Data diolah 2013

Kesimpulan

Bila dilihat dari tabel diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa variabel

yang paling dominan adalah X4 yaitu kemampuan komunikasi interpersonal

karyawan yang memiliki nilai β paling besar, artinya, kepuasan konsumen pada

wisata Eco Green Park Batu lebih banyak dipengaruhi oleh kemampuan

komunikasi interpersonal dibandingkan dengan variabel lainnya yang diteliti.

Koefisien yang dimiliki oleh variabel kemampuan komunikasi interpersonal

karyawan bertanda positif menunjukan bahwa semakin besar kemampuan

komunikasi interpersonal karyawan yang dirasakan oleh pengunjung pada wisata

Eco Green Park Batu maka semakin besar pula kepuasan konsumen tersebut.

4.6.2. Interprestasi Hasil Pengujian

4.6.2.1. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinearitas

Menurut Imam Ghozali (2006:95) uji Multikolinieritas bertujuan untuk

menguji apakah model regresi yang ditemukan adanya korelasi antar variabel

bebas (independen).

Page 62: 12 BAB IV

124

Dimana adalah koefisien determinasi yang diperoleh dengan meregresikan

salah satu variabel bebas X1 terhadap variabel bebas lainnya. Jika nilai VIFnya

kurang dari 10 maka dalam data tidak terdapat multikolinearitas (Gujarati, 2003:

36)

Tabel 4.16

Hasil Pengujian Multikolinearitas

Variabel Bebas VIF Keterangan

X1 1,562 Non Multikolinearitas

X2 1,732 Non Multikolinearitas

X3 1,669 Non Multikolinearitas

X4 1,595 Non Multikolinearitas

Sumber : Data diolah 2013

2. Uji Heterokedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji grafik dengan

melihat grafik scatterplot yaitu dengan cara melihat titik-titik penyebaran pada

grafik dan uji glejser, atau dengan cara meregresi seluruh variabel independen

dengan nilai absolute residual (abres) sebagai variabel dependennya. Perumusan

hipotesis adalah :

H0 : tidak ada heteroskedastisitas,

Ha : ada heteroskedastisitas

Jika signifikan < 0,05 maka Ha diterima (ada heteroskedastisitas) dan jika

signifikan > 0,05 maka H0 diterima (tidak ada heteroskedastisitas).

Page 63: 12 BAB IV

125

Tabel 4.17

Hasil Pengujian Heterokedastisitas Dengan Rank Spearman

Variabel Bebas Probabilitas Keterangan

X1 0,622 Non Heterokedastisitas

X2 0,837 Non Heterokedastisitas

X3 0,356 Non Heterokedastisitas

X4 0,141 Non Heterokedastisitas

Sumber : Data diolah 2013

Gambar 4.35

Uji Heterokedastisitas (Scatterplot)

Sumber : Data diolah 2013

Berdasarkan grafik di atas, terlihat titik-titik menyebar secara acak, tidak

membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun

dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas

pada model regresi.

3. Uji Normalitas

Ghozali (2005 : 115), memberikan pedoman pengambilan keputusan

rentang data mendekati atau merupakan distribusi normal berdasarkan uji

Kolmogorov- Smirnov yang dapat dilihat dari:

Page 64: 12 BAB IV

126

1. Jika nilai signifikan < 0.05 maka distribusi data tidak normal

2. Jika nilai signifikan > 0.05 maka distribusi data normal

Hipotesis yang digunakan :

• Ho : Data residual berdistribusi normal

• Ha : Data residual tidak berdistribusi normal

Tabel 4.18

Hasil Pengujian Normalitas (Kolmogrov-Sminov Test)

Variabel Bebas Probabilitas Keterangan

X1 0,056 Non Normalitas

X2 0,069 Non Normalitas

X3 0,053 Non Normalitas

X4 0,098 Non Normalitas

Sumber : Data diolah 2013

Gambar 4.36

Uji Normalitas (Normal P-P Plot)

Sumber : Data diolah 2013

Page 65: 12 BAB IV

127

Y = 0,287 + 0,133X1 + 0,178X2 + 0,033X3 + 0,572X4 + e

Berdasarkan grafik di atas, terlihat titik-titik menyebar disekitar garis

diagonal, serta penyebarannya mengikuti atau merapat dari garis diagonal. Grafik

menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi

normalitas.

4.6.2.2. Uji Regresi Berganda

Tabel 4.19

Ringkasan Uji Regresi Berganda

Variabel B Beta t Sig t

Konstanta

X1

X2

X3

X4

0,287

0,133

0,178

0,034

0,572

0,099

0,143

0,033

0,544

0,846

1,450

1,930

0,450

7,653

0,399

0,162

0,055

0,653

0,000

ttabel = 1,974

R = 0,702

R Square = 0,439

Adjusted R Square = 0,480

Fhitung = 39,900

Sig F = 0,000

Ftabel = 2,428

Sumber : Data diolah 2013

Berdasarkan tabel diatas dapat diperoleh rumus regresi sebagai berikut:

Page 66: 12 BAB IV

128

Interpretasi dari regresi diatas adalah sebagai berikut:

a = 0,287

Merupakan nilai konstanta, yaitu estimasi dari kepuasan konsumen (Y). Ini

menunjukan bahwa apabila ada faktor - faktor servicescape dan kemampuan

komunikasi interpersonal yang meliputi X1 = kondisi lingkungan (ambient

conditions), X2 = tata spasial (spatial layout and functionality), X3 = tpengunjung

simbol atau artifak (signs, symbol, artifact), X4 = kemampuan komunikasi

interpersonal, maka (Y) kepuasan konsumen akan naik sebesar 0,287.

b1 = 0,133

nilai parameter atau koefisien regresi b1 ini menunjukan bahwa setiap

faktor servicescape dan kemampuan komunikai interpersonal pada variabel

kondisi lingkungan (ambient conditions) meningkat 1 kali, maka kepuasan

konsumen akan meningkat sebesar 0,133 kali. Dengan asumsi variabel bebas yang

lain tetap (X2, X3, X4 = 0) atau ceteris paribus.

b2 = 0,178

nilai parameter atau koefisien regresi b2 ini menunjukan bahwa setiap

faktor servicescape dan kemampuan komunikai interpersonal pada variabel tata

spasial (spatial layout and functionality) meningkat 1 kali, maka kepuasan

konsumen akan meningkat sebesar 0,178 kali. Dengan asumsi variabel bebas yang

lain tetap (X1, X3, X4 = 0) atau ceteris paribus.

b3 = 0,033

nilai parameter atau koefisien regresi b3 ini menunjukan bahwa setiap

faktor servicescape dan kemampuan komunikai interpersonal pada variabel tanda

simbol atau artifak (signs, symbol, artifact) meningkat 1 kali, maka kepuasan

Page 67: 12 BAB IV

129

konsumen akan meningkat sebesar 0,034 kali. Dengan asumsi variabel bebas yang

lain tetap (X1, X2, X4 = 0) atau ceteris paribus.

b4 = 0,572

nilai parameter atau koefisien regresi b4 ini meunjukan bahwa setiap faktor

servicescape dan kemampuan komunikai interpersonal pada variabel kemampuan

komunikasi interpersonal meningkat 1 kali, maka kepuasan konsumen akan

meningkat sebesar 0,572 kali. Dengan asumsi variabel bebas yang lain tetap (X1,

X2, X3 = 0) atau ceteris paribus.

e = Kesalahan (error)

kesalahan dapat menjadi ganggan dalam analisis regresi. Misalnya

disebabkan masuknya faktor lain seperti harga, iklan atau lokasi dan faktor -

faktor di luar kelima variabel tersebut.

4.6.2.3. Koefisien Determinasi

Berdasarkan perhitungan diperoleh koefisien determinasi (R2) atau nilai

Adjusted R Square yang menunjukan nilai sebesar 0,480 atau 48%. Artinya bahwa

variabel Y dipengaruhi sebesar 48% oleh X1, X2, X3, X4 sedangkan sisanya

sebesar 52% dipengaruhi oleh variabel lain diluar 4 variabel bebas yang diteliti.

4.7. Aplikasi Hasil Penelitian

Dari keseluruhan analisis, diketahui bahwa servicescape dan kemampuan

komunikasi interpersonal yang dimiliki karyawan secara umum berpengaruh

terhadap kepuasan konsumen. Maka hendaknya perusahaan lebih memperhatikan

Page 68: 12 BAB IV

130

servicescape dan kemampuan komunikasi interpersonal karyawan karena dengan

sumber daya yang berkualitaslah tujuan perusahan akan tercapai.

4.7.1. Aplikasi Faktor Kondisi Lingkungan (ambient conditions) Terhadap

Kepuasan Konsumen

Kondisi Lingkungan (ambient conditions) sebagai faktor yang

berpengaruh terhadap kepuasan konsumen akan membuat pengunjung yang

mengunjungi perusahaan jasa khususnya jasa wisata akan mendapatkan suatu

kenyamanan terhadap kondisi dimana pengunjung tersebut berada. Muculnya rasa

tertarik pada suatu tempat wisata biasanya diawali oleh sensasi yang melibatkan

organ-organ pengindraan serta syaraf otak, hal ini tentunya yang akan

memberikan pengaruh besar terhadap pembenahan kondisi lingkungan jasa

wisata.

Demikian juga memperkuat pendapat Hightower (2003) yang menyatakan

bahwa lingkungan fisik perusahaan yang dirancang untuk karyawan dan

pelanggan akan lebih memuaskan kepada pelanggan daripada sebuah perusahaan

yang tidak mempertimbangkan karyawan dan kebutuhan pelanggannya. Oleh

sebab itu perusahaan yang bergerak di bidang jasa sebaiknya menaruh perhatian

besar terhadap kondisi lingkungan di jasa wisata. Pencahayaan, kebersihan

ataupun faktor lain yang berhubungan dengan kondisi lingkungan perlu dibangun

dan dibenahi secara seksma.

Contoh konsep kondisi lingkungan (ambient conditions) dalam

servicescape :

Page 69: 12 BAB IV

131

Bersama - sama antara pengunjung serta karyawan Eco Green Park

menciptakan kondisi yang nyaman melalui menjaga kebersihan di

lingkungan sekitar sehingga menciptakan aroma yang segar.

perusahaan jasa hendaknya menghindari noisy atau suara yang cukup

keras dan tidak berirama yang dianggap bising.

Memperhatikan warna ataupun pencahayaan dari masing - masing

wahana.

4.7.2. Aplikasi Faktor Tata Spasial (spatial layout and functionality)

Terhadap Kepuasan Konsumen

Dalam servicescape variabel tata spasial (spatial layout and functionality)

merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada

wisata Eco Green Park Batu. Bila penyedia jasa dapat menampilkan layout yang

menarik, hal ini tentunya akan menimbulkan kesan yang positif di pikiran

pengunjung.

Temuan ini mendukung pendapat Bitner (1992) yang mengatakan bahwa:

penataan secara fisik mempengaruhi kepuasan pelanggan atas jasa yang diberikan.

Untuk bidang jasa, penggunaan desain fisik yang kreatif dapat mendukung

strategi penempatan dan strategi segmentasi dan memperkuat tujuan spesifik

pemasaran seperti kepuasan dan perhatian pelanggan.

Bentuk wahana yang diciptakan dari penyedia jasa juga dapat menjadi

penilaian yang baik terhadap image perusahaan. Jika pengunjung mepunyai kesan

baik maka akan muncul kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan.

Page 70: 12 BAB IV

132

Contoh konsep tata spasial (spatial layout and functionality) dalam

servicescape :

Penyedia jasa berusaha untuk menciptakan arsitektur yang menarik pada

setiap wahana.

Tata letak interior di tata semenarik mungkin.

Kemampuan barang - barang/perabotan dalam memfasilitasi segala

kebutuhan pengunjung.

4.7.3. Aplikasi Faktor Tanda, Simbol atau Artifak (signs, symbol, artifact

Terhadap Kepuasan Konsumen

Menurut Rosenbaum (2005), konsumen mengenali dan menafsirkan tanda-

tanda, simbol dan artefak dalam kepribadian servicescape.

Tanda, simbol atau artifak yang terdapat di perusahaan jasa ini merupakan

salah satu hal terpenting dalam memudahkan pengunjung untuk mengetahui

segala sesuatu yang berhubungan dengan kondisi sekitar. Meskipun tanda, simbol

atau artifak merupakan faktor terakhir, namun tanda, simbol atau artifak

bermanfaat dalam menciptakan kondisi lingkungan fisik buatan (Servicescape)

yang seimbang

Antara pengunjung dengan penyedia jasa ini mempunyai posisi yang sama

dan saling menghargai satu sama lain sehingga dengan adanya tpengunjung

simbol atau artifak ini penyedia jasa dapat melayani apa yang dibutuhkan oleh

pengunjung dan pengunjung dapat memperoleh informasi yang jelas. Walaupun

tpengunjung simbol atau artifak (sign, symbol, artifact) bukan faktor yang paling

Page 71: 12 BAB IV

133

dominan, namun bila dapat dilakukan secara lebih baik maka hasil kerja juga

lebih optimal.

Contoh konsep tanda, simbol atau artifak (sign, symbol, artifact) dalam

servicescape :

Menciptakan papan petunjuk serta logo wahana sejelas mungkin.

Menciptakan dekorasi semenarik mungkin.

Penyedia jasa menambahkan segala ornamen atau fasilitas tambahan yang

mendukung.

4.7.4. Aplikasi Faktor Kemampuan Komunikasi Interpersonal Terhadap

Kepuasan Konsumen.

Dari hasil analisis regresi bergpengunjung tampak bahwa variabel

kemampuan komunikasi interpersonal karyawan merupakan faktor yang paling

dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen di wisata Eco Green Park

Batu.

Studi ini mendukung pendapat dari Headley and Choi (dalam Kaihatu,

2007), bahwa sarana terbaik bagi konsumen untuk mencapai kualitas adalah

melalui komunikasi antara penyedia jasa dengan penerima jasa itu. Artinya,

semakin tinggi kualitas komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan, maka

semakin tinggi pula kualitas jasa yang diberikan, sehingga dapat meningkatkan

kepuasan para pengunjung.

Kemampuan karyawan dalam melayani pengunjung akan menciptakan

kondisi komunikasi interpersonal (langsung) yang kondusif antara pengunjung

Page 72: 12 BAB IV

134

dengan karyawan perusahaan jasa. Dalam iklim yang kondusif ini diharapkan

menghasilkan :

a. Informasi mengenai keadaan, apa yang dibutuhkan pelanggan dan

kendala - kendalanya, sehingga karyawan dapat memberikan solusi

untuk segala permasalahan yang dirasakan pengunjung.

b. Kepercayaan dan keyakinan pengunjung terhadap karyawan

merupakan salah satu efek yang akan timbul dari komunikasi

interpersonal.

Contoh konsep kemampuan komunikasi interpersonal karyawan:

Karyawan memperkenalkan diri untuk membangun suasana yang akrab.

Selalu siap dan terbuka untuk menjelaskan karakteristik serta keunggulan

yang dimiliki dari setiap layanan jasa.

Karyawan berusaha mendengarkan dan enghindari meotong pebicaraan

pengunjun.

Selalu tersenyum.

Ketika berkomunikasi karyawan dapat beradaptasi sesuai latar belakang,

gaya hidup, dan kepribadian pengunjung.