1 LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BADUNG 20 TAHUN jdih. PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP . ... gaharu, yang...

download 1 LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BADUNG 20 TAHUN jdih.  PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP . ... gaharu, yang meliputi ... 17 Penangkaran tumbuhan alam dan/atau penangkaran satwa liar yang

of 32

  • date post

    06-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 1 LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BADUNG 20 TAHUN jdih. PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP . ... gaharu, yang...

  • 1

    LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BADUNG

    NOMOR : 20 TAHUN 2015

    TANGGAL : 1 APRIL 2015

    TENTANG : JENIS USAHA/KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI

    UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN

    UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP DI

    KABUPATEN BADUNG

    JENIS USAHA/KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI UPAYA

    PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN

    LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN BADUNG.

    A. Bidang Pertanian

    No. Jenis usaha/kegiatan Satuan Skala/besaran

    I Tanaman Pangan dan Hortikultura

    1 Pencetakan sawah diluar kawasan

    hutan

    Ha 100 < luas < 500

    (terletak pada satu

    hamparan lokasi)

    2 Budidaya tanaman pangan dan

    hortikultura

    a. Semusim dengan atau tanpa unit

    pengolahannya yang terletak pada

    satu hamparan lokasi dengan luas

    Ha Luas < 2.000

    (terletak pada suatu

    hamparan lokasi)

    b. Tahunan dengan atau tanpa unit

    pengolahannya yang terletak pada

    satu hamparan lokasi

    Ha Luas < 5.000

    (terletak pada suatu

    hamparan lokasi)

    3 Agrowisata dengan luas Ha < 50

    4 Laboratorium uji mutu lingkungan

    hasil pertanian

    Ha Semua besaran

    5 Penanganan pasca panen

    a. penggilingan padi dan penyosohan

    beras, dengan kapasitas

    Ton beras/jam Semua besaran

    b. Cold storage dengan investasi Rp. 20 jt s/d 600 jt (tidak

    termasuk lahan dan

    bangunan)

    II Perkebunan

    1 Budidaya tanaman perkebunan

    a. Semusim dengan atau tanpa unit

    pengolahannya

    - Dalam kawasan budidaya nonkehutanan

    Ha Verifikasi

    b. Tahunan dengan atau tanpa unit

    pengolahannya

    - Dalam kawasan budidaya non kehutanan

    Ha Verifikasi

  • 2

    B. Bidang Peternakan

    No. Jenis usaha/kegiatan Satuan Skala/besaran

    1 Budidaya burung puyuh atau burung

    dara

    Ekor Populasi > 10.000

    (terletak pada suatu

    hamparan lokasi)

    2 Budidaya sapi potong Ekor campuran Populasi > 50 (terletak

    pada satu hamparan

    lokasi

    3 Sapi perah Ekor campuran Populasi > 20 (terletak

    pada satu hamparan

    lokasi)

    4 Budidaya burung unta Ekor Populasi > 50 (terletak

    pada satu hamparan

    lokasi)

    5 Ayam ras petelur

    - Populasi dan/atau - Luas lahan

    Ekor induk

    Ha

    > 5.000

    > 1

    6 Ayam ras pedaging

    - Populasi dan/atau - Luas lahan

    Ekor

    Ha

    > 10.000

    > 1

    7 Itik/Angsa/entog Ekor campuran Populasi > 5.000

    8 Kalkun Ekor campuran Populasi > 10.000

    9 Babi Ekor campuran Populasi > 100

    10 Kerbau Ekor campuran Populasi > 50

    11 Kuda Ekor campuran Populasi > 50

    12 Kelinci Ekor campuran Populasi > 1.000

    13 Rusa Ekor campuran Populasi > 300

    14 Penangkaran burung perkutut

    (terletak pada satu hamparan lokasi

    dengan populasi)

    Ekor campuran Populasi > 300

    15 Rumah potong hewan

    a. Ayam potong, dengan kapasitas produksi

    b. Sapi, kerbau, kuda c. Kambing, domba d. Babi

    Ekor

    Ekor

    Ekor

    Ekor

    Semua besaran

    Semua besaran

    Semua besaran

    Semua besaran

    16 Pasar hewan terpadu di perkotaan Semua besaran

    17 Rumah sakit hewan Semua besaran

    18 Kebun binatang Semua besaran

    19 Laboratorium kesehatan hewan dan

    pengayom

    Semua besaran

  • 3

    C. Bidang Perikanan

    No. Jenis usaha/kegiatan Satuan Skala/besaran

    I Perikanan Tangkap

    1 Pembangunan pelabuhan perikanan

    dengan salah satu fasilitas berikut :

    a. Dermaga, dengan panjang b. Penahan gelombang, dengan panjang c. Pemecah gelombang, dengan

    panjang

    d. Kawasan industri perikanan, dengan luas

    m1

    m1

    m1

    ha

    < 200

    < 200

    < 200

    < 10

    2 Pengerukan kolam pelabuhan perikanan

    dan atau alur pelayanan dalam

    lingkungan kerja pelabuhan perikanan

    dan memenuhi kreteria sebagai berikut :

    a. Volume pengerukan b. Kedalaman pengerukan

    m

    m1

    < 500.000

    < -4LWS

    3 Pengerukan/reklamasi pantai dalam

    lingkungan kerja pelabuhan perikanan

    ha < 25

    II Penanganan/Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP)

    1 a. Usaha penanganan/ pengolahan modern/ maju seperti :

    - Pembekuan/cold storage - Pengalengan ikan; - Pengekstrasian ikan atau rumput

    laut.

    b. Usaha pengolahan tradisional (perebusan, penggaraman,

    pengeringan, pengasapan, dan

    fermentasi), dengan kapasitas

    Unit pengolahan

    ikan/UPI

    (penghasil

    tepung ikan,

    minyak ikan,

    khitin-khitosan,

    gelatin, ATC-

    karageenan,

    agar-agar,

    produk berbasis

    surimi)

    Ton/hari/unit

    Verifikasi

    < 5

    III Perikanan Budidaya

    1 Usaha budidaya tambak udang/ikan

    tingkat teknologi maju dan madya

    dengan atau tanpa unit pengolahannya

    Ha Luas < 50

    2 Budidaya perikanan air laut.

    a. Budidaya tiram mutiara, dengan luas b. Budidaya rumput laut, dengan luas c. Budidaya ikan air laut dengan jaring

    apung, dengan unit

    d. Budidaya ikan dengan metode tancap, dengan luas lahan :

    - Ikan bersirip - Teripang, kerang, kepiting

    ha

    ha

    unit

    ha

    Verifikasi

    Verifikasi

    Verifikasi

    Verifikasi

  • 4

    e. Pen system dalam budidaya air laut - Luas, atau - Jumlah

    ha

    Unit

    < 5

    < 1.000

    3 Budidaya perikanan air payau.

    a. Budidaya tambak pada lahan tanpa membuka hutan mangrove,

    menggunakan teknologi intensif atau

    semi intensif dan atau dengan unit

    Pembekuan/cold storage dan atau

    unit pembuatan es balok

    b. Pembenihan udang (benur), dengan kapasitas produksi benur

    Ha

    Ekor pertahun

    Luas < 50

    Verifikasi

    4 Budidaya perikanan air tawar

    a. Budidaya perikanan air tawar (danau) dengan menggunakan jaring

    apung atau upen system.

    - Luas, atau

    - Jumlah

    b. budidaya ikan air tawar menggunakan teknologi intensif.

    - Luas, atau - Kapasitas produksi

    ha

    Unit

    Ha

    Ton/hari

    < 50

    < 50

    < 50

    < 50

    5 Usaha perikanan terpadu Verifikasi

    D. Bidang Kehutanan

    No Jenis usaha/kegiatan Satuan Skala/Besaran

    1 Penangkaran satwa liar di hutan lindung - Semua besaran

    2 Penangkaran satwa liar di hutan

    produksi, dengan luas

    ha < 5

    3 Pemanfaatan aliran air di hutan lindung - Semua besaran

    4 Pemanfaatan aliran air di hutan

    produksi

    - Semua besaran

    5 Pemanfaatan air hutan - Dengan volume

    pengambilan air

    kurang dari 30 % dari

    ketersediaan sumber

    daya atau debit.

    6 Pemanfaatan air di hutan lindung - Dengan Volume

    pengambilan air

    kurang dari 30 % dari

    ketersediaan sumber

    daya atau debit.

    7 Wisata alam dihutan lindung - Semua besaran

    8 Wisata alam di hutan produksi - Semua besaran

    9 Pengembangan wisata alam pada hutan

    kota, kebutuhan bahan baku

    - Semua besaran

    10 Pengembangan wisata alam terbatas

    pada kawasan hutan, kebutuhan bahan

    baku

    - Semua besaran

  • 5

    11 Usaha pemanfaatan hasil hutan kayu

    restorasi ekosistem dalam hutan alam

    pada hutan produksi, dengan luas

    ha < 30.000

    12 Usaha pemanfaatan hasil hutan kayu

    dalam hutan tanaman pada hutan

    produksi :

    a. Hutan tanaman industri (HTI) denga luasan ;

    b. Hutan tanaman rakyat (HTR) dengan luasan ;

    c. Hutan tanaman hasil rehabilitasi (HTHR) dengan luasan.

    ha

    ha

    ha

    < 10.000

    < 10.000

    < 10.000

    13 Usaha pemanfaatan hasil hutan bukan

    kayu (UPHHBK) dalam hutan alam

    pada hutan produksi:

    a. Rotan, sagu, nipah, bambu yang meliputi kegiatan penanaman,

    pemanenan, pengayaan,

    pemelirahaan, pengamanan, dan

    pemasaran hasil, dengan luasan.

    b. Getah, kulit kayu, daun, buah, atau biji, gaharu, yang meliputi kegiatan

    pemanenan, pengayaan,

    pemeliharaan, pengamanan, dan

    pemasaran hasil, dengan luasan.

    ha

    ha

    < 10.000

    < 10.000

    14 Usaha pemanfaatan hasil hutan bukan

    kayu dalam hutan tanaman pada hutan

    produksi :

    a. Rotan, sagu, nipah, bambu yang meliputi kegiatan penanaman,

    pemanenan, pengayaan,

    pemelirahaan, pengamanan, dan

    pemasaran hasil, dengan luasan.

    b. b. Getah, kulit kayu, daun, buah, atau biji, gaharu, yang meliputi kegiatan

    pemanenan, pengayaan,

    pemeliharaan, pengamanan, dan

    pemasaran hasil, dengan luasan.

    c. Komoditas pengembangan bahan baku bahan bakar nabati (biofuel),

    dengan luasan.

    ha

    ha

    ha

    < 10.000

    < 10.000

    < 10.000

    15 Industri primer hasil hutan :

    a. Industria primer hasil hutan kayu (industri penggergajian kayu,

    industria serpih kayu, industri

    veneer, industria kayu lapis, dan

    laminated vaneer lumber), dengan

    kapasitas produksi.

    b. Industria primer hasil hutan bukan kayu dengan luasan

    m

    ha

    < 6000

    < 15

    16 Pengusahaan kebun buru, dengan luasan ha < 100

    17 Penangkaran tumbuhan alam dan/atau

    penangkaran satwa liar yang

    di