Fasilitator dan Penerima Manfaat dalam Komunikasi Pembangunan

Post on 06-Jan-2017

475 views 5 download

Transcript of Fasilitator dan Penerima Manfaat dalam Komunikasi Pembangunan

Fasilitator &

Penerima

Manfaat dalam

Komunikasi

Pembangunan

Atika Rusli

Peran Fasilitator

Edukasi

Diseminasi

FasilitasiKonsultasi

Advokasi

Supervisi

Monitoring & Evaluasi

Kualifikasi Fasilitator (Berlo, 1960)

1. Kemampuan berkomunikasi

2. Fasilitator:

- Menghayati dan bangga terhadap profesi

- Meyakini bahwa inovasi yang disampaikan telah teruji kemanfaatannya

- Meyukai dan mencintai masyarakat penerima manfaatnya

Kualifikasi Fasilitator (lanjutan)

3. Kemampuan/penguasaan pengetahuan tentang:

- Isi, fungsi, manfaat, dan nilai-nilai yang terkandung

dalam inovasi yang disampaikan

- Latar belakang dan keadaan masyarakat penerima

manfaatnya > perilaku, nilai-nilai sosial budaya,

keadaan alam, kebutuhan-kebutuhan nyata

Kualifikasi Fasilitator (lanjutan)

- Segala sesuatu yang seringkali menyebabkan warga

suka atau tidak menghendaki terjadinya perubahan,

dan segala sesuatu yang menyebabkan masyarakat

seringkali cepat/lamban mengadopsi inovasi

4. Karakteristik sosial-budaya fasilitator

Kunci Keberhasilan Fasilitator(Rogers, 1995)

– Change-agent efforts

– Client orientation

– Compatibility with client’s needs

– Emphaty

Penerima Manfaat

– Memiliki kedudukan yang setara dengan penentu

kebijakan, fasilitator, dan pemangku kepentingan

lainnya

– Bukanlah objek atau sasaran tembak. Sebagai rekan

kerja dalam mensukseskan pembangunan

– Memiliki posisi tawar yang harus dihargai untuk

menerima/menolak informasi/inovasi yang disampaikan

Penerima Manfaat (lanjutan)

– Kedudukannya yang tidak berada di bawah

fasilitator harus lebih didengar dan diperhatikan

– Proses pembelajaran tidak berlangsung vertikal,

melainkan proses belajar bersama yang

partisipatif

Karakteristik Penerima Manfaat

– Karakteristik pribadi

jenis kelamin, umur, suku/etnis, agama, dll

– Status sosial ekonomi

tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, keterlibatan dalam

kelompok/organisasi kemasyarakatan

– Perilaku keinovatifan

inovator, early adopter, early majority, late majority, laggard

– Moral ekonomi masyarakat

moral subsistensi dan moral rasionalitas

Karakteristik moral ekonomi masyarakat

Subsisten (Scott, 1976)

Mengutamakan selamat

Menolak pasar

Hubungan patroon-clien

Rasional (Popkin, 1979)

Menyukai perubahan

Memerlukan pasar

Hubungan eksploitatif

Sumber

Mardikanto T. 2010. Komunikasi Pembangunan, Acuan bagi

Akademisi, Praktisi, dan Peminat Komunikasi Pembangunan.

Surakarta: UNS Press