Alat Pengaman dan Pembatas

Post on 01-Feb-2016

641 views 74 download

description

Slide tentang Alat Pengaman Dan Pembatas

Transcript of Alat Pengaman dan Pembatas

Jl. Raya Km. 50 Tlp. (0343) 631688 – 631798Facsimile : (0343) 631798. E-mail : udiklat4@indo.net.id

PENGUKURAN LISTRIK

1. PENGENALAN ALAT UKUR

4. ALAT PENGUKUR & PEMBATAS (APP)

2. PENGGUNAAN ALAT UKUR

3. CARA PENGUKURAN

PENGUKURAN

ALAT UKUR

METODE

HASIL UKUR

SISTEMATIS

PRESISI

STANDAR

AKURAT

MENURUT ARUSNYA1. Arus Searah2. Arus Bolak balik3. Arus Searah & Arus bolak balik

MENURUT JENIS PENUNJUKANNYA1. Jarum 2. Recorder3. Integrator4. Digital

MENURUT PRINSIP KERJANYA1. Sistem Besi putar2. Sistem Kumparan putar3. Sistem Induksi4. Sistem Elektro Dinamis5. Sistem Kawat Panas

Sistem Besi Putar

+ -

UU U

0 max

I I

Dua batang besi yang diletakkan di dalam tabung kumparan akanMenjadi magnit dengan kutub senama pada saat kumparan dialiriArus, oleh karena salah satu batang besi terpasang permanen makaBesi yang terpasang pada jarum akan tertolak sehingga jarum ikutBergerak kearah skala maksimum sesuai besaran listriknya.

2. Sistem Kumparan putar

U S+ .

+

-

I

I

Pada saat arus melalui kumparan putar maka timbul magnitDan kutub utara / selatan yang berdekatan dengan utara danSelatan magnit permanen sehingga terjadi saling tarik / tolakMenyebabkan jarum pada poros kumparan bergerak.

SISTEM INDUKSI

Q

Q1

Q2

A

B

C

D

I1

I2

Tromol

SISTEM INDUKSI ( Kwh meter )

Alat ukur dengan sistem induksi atau dikenal juga dengan sistem ferraris ini mempunyai prinsip kerja sebagai berikut :

Bila didalam medan magnit dengan garis gaya magnit arah yang berputar, dipasang sebuah tromol berbentuk silinder, tromol tsb akan berputar menurut arah putaran garis² gaya magnit tadi, medan magnit ini dinamakan alat ukur medan putar atau induksi, biasa disebut alat ukur ferraris.

3. Gerakan Elektro Dinamis

US +. I

Pada saat arus melalui kumparan magnit dan kumparan putarMaka kedua kumparan menjadi magnit dan terjadi saling tarik/tolak antara kutub-kutubnya sehingga jarum penunjuk bergerakSesuai arah dan besaran listrik yang diukurnya.

S

U

+-

PRINSIP KERJA ALAT UKUR

1. Gerakan kawat panasI I

Bila media kawat panas dilalui arus akan memuai Maka tali pengikat yang terlilit pada Roller akan menarik kawat olehkekuatan pegas dan memutar Roller sehingga jarum bergerak

Keterangan :

A – B = Baut terminal

C = Tempat pengikat

D = Ikatan Tali

P = Pegas

a = Poros penggulung

m = Kawat penarik

n = Tali penarik

x = Kawat panas

A BX

DP

am

n

0

SISTEM KAWAT PANAS

1.1.       ALAT UKUR SISTEM ELEKTRONIK Sesuesuai dengan perkembangan dan kemajuan teknologi khususnya dalam bidang elektronik tak tertinggal pula kesertaan dari pada alat-alat ukur elektronik, pada laboraturium dan industri-industri banyak menggunakan alat ukur tipe ini, karena memerlukan kecermatan dalam petunjukan, untuk harga relative mahal dibandingkan dengan alat ukur yang bukan elektronik, pada umumnya alat ukur elektronik adalah digital, karena penunjukannya berupa nilai angka, maka penggunaan dalam pembacaan sangat sederhana, mudah dicerna.

Keuntungan alat ukur elektronik :-     Portable -     Kecermatan tinggi mencapai factor kesalahan 0,1 – 0,5 %-     Kedudukan atau posisi alat ukur tidak mempengaruhi penunjukan. Kelemahannya.-     Dapat dipengaruhi oleh temperature ruangan yang tinggi -     Tidak boleh ditempatkan pada ruangan yang lembab / basah-     Harga relative mahal

MENURUT MACAM ALAT UKUR

Nama Alat Ukur

Besaran Yg Diukur

Tanda Satuan

Rangkaian Penggunaan

Keterangan

Ampere Meter

Volt Meter

Watt Meter

kWH Meter

kVARH Meter

Frek Meter

Dan sbg nya

Arus

Tegangan

Daya

Energi

Energi

Getaran

-

A

V

W

kWH

kVARH

Hz

-

AC / DC

AC / DC

AC / DC

AC / DC

AC

AC

-

U / R

I . R

U.I.COS - U.I

U.I.COS.t – U.I.t

U . I . SIN . t

2.1. Sifat penggunaan : Portable dan Permanen2.2. Menurut macam alat ukurnya

WATT METER VOLT METER

AMPERE METER SLIDE REGULATOR

MACAM-MACAM ALAT UKUR

DC TEST MIKRO-OHM METERSTEST MINYAK TRAFO

TEST CT / PT CIRCUIT BREAKER ANALYZER

MACAM-MACAM PERALATAN UKUR

2.3.PENGGUNAAN & PENGAWATANNYA

1. Ampere meter AF

N

2. Volt meter F

N

V

Rangkaian serie

Rangkaian Paralel

A

V

AMPERE METER & VOLT METER

AV

3. Cos meterF

N

Cos

Cos

4. Frequensi meter

Hz

FREQUENSI

Hz

FREQUENSI

F

N

5. Watt meter

W

AV

F

N

W

1 3 4 6

L

N

6. KWH METER 1 FASE

7. GAMBAR RANGKAIAN DALAM MEGGER

Ω

D-

+P

A

E

Cara kerjanya

Penahan isolasi dipasang pada apitan A dan E

Tangkai generator D diputar dengan cepat

Saklar P dipijat hingga jarum petunjuk menyimpang kekanan ke angka Nol

Bila kondisi ini sudah tercapai saklar P dilepas, sambil memutar terus tangkai generator dg kecepatan yang sama.

Maka jarum akan bergerak kembali dan berhenti pada suatu harga penahan isolasi dengan satuan M.Ohm

R

X

Transformator

Megger

M

Megger ini banyak digunakan dalam mengukur tahanan isolasi pada : Trafo, Cubicle, Instalasi rumah

Phasa Squence

Alat ini untuk mengetahui benar/ tidaknya urutan phasa system teg. Listrik 3 Ph . Ini sangat penting khususnya dalam penyambungan gardu² atau konsumen listrik, karena kesalahan urutan phasa dapat menimbulkan :

Kerusakan pada peralatan / mesin antara lain putaran motor terbalik

Putaran piringan kWH meter menjadi lambat atau berhenti dll

Phasa Squence

RST

Sumber daya/

tegangan

TSR

9. ALAT UKUR DENGAN CT

Alat ukur mempunyai 2 type penunjukan

a. Pembacaan langsung = alat ukur yang mempunyai batas kuat hantar arus lebih tinggi dari besaran arus yang akan diukur

b. Pembacaan tidak langsung = untuk mengukur besaran arus yang lebih dari kemampuan batas kuat hantar arus dari alat ukur tersebut. Maka perlu ditambah alat bantu ( CT )

ABEBAN

Penandaan primer P1 --P2 atau C1 --C2 atau K --L Penandaan sekunder inti ke 1 1S1 -1S2 ---> Pengukuran Penandaan sekunder inti ke 2 2S1 -2S2 ---> Proteksi

3.1. Posisi pembacaan

Angka sebenarnya

Angka yang terlihat

0 5 10

Cara membaca skala pada Alat ukur

3.2 Simbol / Kode pada alat ukur listrik

NO SIMBOL KETERANGAN

1. Posisi tegak lurus

60o

Posisi mendatar

Posisi miring 60o

2. 0,51,52,5

Kelas kesalahanterhadap rentangPengukuran (%)

3.

NO SIMBOL KETERANGAN

4.

Teg. Test 500 V

Teg. Test 2 kV

Tanpa Teg. test

Gerakan kawatpanas

GerakanKumparan putar

Gerakan elektrodinamis

Gerakan elektromagnetis

5.

!

Sistem induksi

Sistem getar

PerhatikanInstruksi operasi2

0

3.3 KELAS KETELITIANa. Alat cermat (< 0,5 %)b. Alat kerja ( -/+ 1 – 2 %)c. Alat ukur kasar (> 3 %)

Contoh :Ampere meter dengan skala max = 5 A, memppunyai kecermatan (+5 %) maka angka maksimum yang ditunjukkan alat ukur tersebut 5 % lebih tinggi dari hargasebenarnya, jadi harga sebebenarnya adalah :

5 – (5 % x 5) = 4,75 Ampere

BATAS UKUR PADA ALAT ² UKUR LISTRIK

Setiap alat ukur mempunyai batus ukur tertentu, artinya alat ukur tersebut hanya mampu mengukur sampai harga max. tertentu dimana jarum petunjuk akan menyimpang penuh sampai pada batas maximal dari pada skala yang tersedia.

Pada alat ukur cermat yang dipakai untuk mengukur ber- macam² rangkaian , biasanya dilengkapi dengan dua, tiga atau lebih batas ukur

0 2 5 10 15

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

V

Contoh sebuah Volt Meter Anngka penunjukanAngka skala maxAngka batas ukur

BU

CARA MEMBACANYA

HS =P

SMX BU

Cara kerjanya :

Pada penahan Ohm PQ digeser kontak geser Q’ yg tersambung pada tanah pembantu Y melalui telepon kepala T. Titik A dan P disambung terus untuk memastikan bahwa titik² tersebut benar² mempunyai satu tegangan yang sama.

Besarnya tegangan antara titik P dan tanah pembantu Y tergantung dari letak ` kontak geser Q’, jadi tergantung dari besarnya penahan R antara titik P dan kontak geser Q’

Menitik arah aliran I1 di dlm Rx dan aliran I2 di dlm R itu, teranglah bahwa Ex dan Er harus bertentangan arahnya.

~

I1

I

2

A

XEX

T

Y

Q’

Q

Z

I1

I1

S

M

I

2 ER

P

ALAT UKUR TAHANAN PEMBUMIAN

Earth tester

5 meter 10 meter

RANGKAIAN PENGUKURAN PEMBUMIAN

1. DIAGRAM PENGAWATAN2. INSTALASI PENGUKURAN LANGSUNG3. APP DAN PERLENGKAPANNYA4. METER KVARH5. TABEL PEMAKAIAN KOTAK APP6. PLAT NAMA & TANDA PERINGATAN

MATERI PELAJARAN

POKOK BAHASAN :

•Pengertian Diagram Pengawatan•Diagram Pengawatan APP•Diagram Kotak APP

1. PENGERTIAN DIAGRAM

Diagram adalah suatu gambar elektroteknik yangbiasanya dinyatakan dengan simbol, yang menyatakan hubungan antara bagian-bagian peralatanatau instalasi.

1.1. MANFAAT DIAGRAM

•Mengetahui prinsip kerja suatu peralatan atau instalasi•Membantu pelaksanaan pemasangan peralatan atau instalasi•Mencari atau mengusut gangguan

1.2. MACAM–MACAM DIAGRAM

•Diagram Lay Out•Diagram Internal•Diagram Penyambungan•Diagram Terminal•Diagram Garis Tunggal

DIAGRAM LAY OUT

Adalah diagram yang menyatakan tataletak alat atau terminal atau sejenisnya.

ALAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Diagram lay out terminal

DIAGRAM INTERNAL

Adalah diagram yang menyatakan rangkaian internalSuatu alat misalnya diagram internal alat ukur.

kWh

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Diagram Internal alat ukur

DIAGRAM PENYAMBUNGAN

Adalah diagram yang menyatakan nomor terminal dari suatu alat yang harus disambungkan ke nomor terminal dari alat yang lain dengan menggunakanpenghantar / kawat.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

ALAT

1A1 2A5 3W1 4A8 5A2 6A3 7W5 8X3 9A2

4A8Nomor terminalAlatnya sendiri

Nomor terminalAlat yang ditujuKode alat

yang dituju

Adalah diagram yang menyatakan penghantarPenghantar yang tersanbung disuatu terminal.

DIAGRAM TERMINAL

1234568 x 4 mm 8 x 4 mm

1B1

2C3

3C1

4D1

5D2

6D3

1Y1

2Y2

3Y3

4W1

5D3

6W5

DIAGRAM GARIS TUNGGAL

Merupakan gambaran sederhana dari suatu sirkit Yang menunjukkan bagian–bagian pentingnya sajaNamun dapat menggambarkan cara operasi dan Fungsi kelompok dasri suatu instalasi listrik.Sirkit biasanya digambarkan dalam bentuk garisTunggal dan huruf atau simbol yang sesuai.

kWh220V/50Hz

MCB PHB

Diagram garis tunggal sebaiknya disertai informasi Sebagai berikut :

kWh220V/50Hz

MCB PHB

•Tegangan•Jenis arus•Frekuensi•Luas penampang•Jumlah kawat•Pengenal•Data karakteristik•Simbol alat

M

RSTN

1 3 4 6 7 9 10 12 13 15 1 3 4 6 7 9

7 8 1 2 3

Time Switch

DIAGRAM PENGAWATAN KWH METER TARIF GANDA DAN KVARH METER

kWh Meter kVarh Meter

GAMBAR PENGAWATAN APP 1 PHASE

9 10 11 12

1 2 3 4 6

9 7 12 11

3 10

7 8

9

12

F 13

N 14

13 8 6 14

1 16 15 4 17

F 16N 15G 17

10

11

12

kWh

OK tipe 1

Terminal blok

MCB Arde

GAMBAR PENGAWATAN APP 3 PHASA 4 KAWAT

18 19 20 21 22 23 24 25

R S T N26 27 28 25

18 20 22 24

26 13 27 15 28 17 25 11

1 30 4 31 7 32 10 33

34

1 3 4 6 7 8 10 11

18 12 20 14 22 16 2425

12 14 16

3 6 9

13 15 17

19 21 23

19 21 23 25

R S T N30 31 32 33

kWh 3 phase

MCB

OK tipe 3

Terminal Blok

DIAGRAM SATU GARIS APP TIPE KHUSUS 1 C

1 2 3 4 5 31 2

1 2 1 2 1 2 1 2

1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 13 15 1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 2 1 2

A A A V

kWh kvarh

1 2

3 4 5 6

9 10

7 8

7 8 2 3

11

Ke Terminal

1. Lampu Panel2. Saklar pintu3. Ampere meter R4. Ampere meter S5. Ampere meter T6. Volt meter7. kWh meter8. Kvarh meter9. Saklar lampu10. Selector Switch11. Time Switch

KETERANGAN

1. ALAT PENGUKUR : 1.1. Meter kWh1.2. Meter kVARh1.3. Meter arus1.4. Meter tegangan

2. PEMBATAS : 2.1. Pemutus mini2.2. pelebur

3. PERLENGKAPAN : 3.1. Kotak / lemari APP3.2. Papan nama3.3. Blok terminalTutup pelindungsegel

Pengukuran energi listrik yang digunakan pelangggan TR dilakukan oleh salah satu alat ukur energi dibawah ini.-         Meter KWh tarip tunggal-         Meter KWh tarip tunggal dan Kvarh-         Meter KWh tarip ganda dan Kvarh 3.1.1           Meter KWh. Meter KWh adalah alat ukur listrik integrasi yang digunakan untuk mengukur besarnya energi aktif yang digunakan pelanggan dalam satuan kilo watt jam (KWh).

ALAT PENGUKUR

1.     Nama / Merk pabrik.2.     Sistem pengawatan:3.     Type meter.4.     Nomor seri dan tahun pembuatan.5.     Tegangan acuan standar,arus dasar dan rasio ransformator.6.     Frekuensi pengenal.7.     Konstanta meter.8.     Satuan energi listrik.9.     Kelas meter.10. Suhu acuan11. Tanda segi empat ganda, untuk meter berkotak isolasi.12. Nama pemilik. 13. Untuk meter tarif ganda, diberi tanda LWBP dan WBP. 14. Tegangan terminal pemindah tarip.15. Tanda dengan huruf C.A.(dapat dihubungkan dengan kabel Cu / Al).16. Tanda bantalan batu ganda magnit apung.17. Arah putaran Kwh.

DATA SPESIFIKASI Kwh meter

Meter Kwh Tegangan Acuan Standar

Sambungan langsung satu phasa 230 volt

Sambungan langsung tiga phasa 400 volt

Tabel Arus dasar Standar dan Arus Maksimum meter kwh 

Meter KwhArus dasar standar(A)

Arus Maksimum(A)

Sambungan langsung

5 20

20 60

50 100

Sambungan melalui trafo arus

1 -

5

   

Tabel Tegangan Acuan Standar meter Kwh

4.1. 2. Meter Kvarh.  Meter kvarh adalah suatu alat ukur listrik integrasi yang digunakan untuk mengukur besarnya energi reaktif yang digunakan pelanggan dalam satuan kilo volt amper reaktif jam ( kvarh) Data dan Spesifikasi Meter Kvarh.Pada setiap meter Kvarh diberi tanda pengenal pada papan nama yang terpasang pada bagian dalam meter yang antara lain berisi :1.     Nama / Merk pabrik.2.     Sistem pengawatan: - Satu phasa dua kawat - Tiga phasa empat kawat - Tiga phasa tiga kawat3.     Type meter.4.     Nomor seri dan tahun pembuatan.5.     Tegangan acuan standar,arus dasar dan rasio transformator instrumen ukur.6.     Frekuensi pengenal.7.     Konstanta meter (putaran /kvarh).8.     Satuan energi listrik.9.     Kelas meter, Kelas tiga.10. Suhu acuan bila lain dari 23° C 11. Tanda segi empat ganda, untuk meter berkotak isolasi.12. Nama pemilik.13. Tanda dengan huruf C.A. untuk terminal meter guna ganda.(dapat dihubungkan dengan kabel Cu atau Al)14. Tanda bantalan batu ganda magnit apung.15. Arah putaran kvarh.

Meter Kvarh Tegangan Acuan Standar

Sambungan langsung satu phasa 230 volt

Sambungan langsung tiga phasa 400 volt   Tabel Arus dasar Standar dan Arus Maksimum meter kvarh 

Meter Kvarh Arus dasar standar(A)

Arus Maksimum(A)

Sambungan langsung

5 20

20 60

50 100

Sambungan melalui trafo arus

1 -

5

Tabel Tegangan Acuan Standar meter Kvarh

PEMBATAS 4.1.1. Pemutus mini.  Pemutus mini yang digunakan sebagai alat pembatas daya pada T R harus mempunyai spesifikasi teknik sebagai berikut: -         Prinsip kerjaTrip termis,trip bimetal,trip hidrolis ,trip elektromagnit. -         Karakteristik teknik.= Frekuensi pengenal : 40 – 60 Hz.= Kapasitas pemutus s/d 6 KA pada 220 volt dan cosφ = 0.85 = Dapat bekerja sampai dengan 440 Volt AC  Untuk pembatas arus sampai dengan 100 A dipakai pemutus mini (MCB) sedangkan untuk pembatas arus diatas 100 A dipakai pelebur tegangan rendah pemutus cetak ( MCCB = Mould Cast Circuit Breaker) atau pemutus tanpa pelebur (NFB= No Fuse Breaker) yang dapat di stel untuk memenuhi karakteristik pembatas. 4.2.2. Pelebur. Pelebur yang digunakan sebagai pembatas arus untuk penyambungan TR harus mempunyai karakteristik sebagai berikut :

 

Arus Nominal Arus Lebih Waktu Lebur Catatan

(A) (A) (Jam)  

< 60

1,3 In > 1Tidak putus dalam

waktu 1 jam

2 In < 1Putus dalam waktu

1 jam

> 60

1,3 In > 2Tidak putus dalam

waktu 2 jam

2 In < 2Putus dalam waktu

2 jam  

TABEL ARUS PUTUS PELEBUR

Kotak lemari APP. Kotak atau lemari APP harus terbuat dari bahan yang tahan akan kerusakan mekanis dan tahan panas.Kotak APP yang digunakan meliputi : -         APP tipe I dipakai untuk sambungan satu phasa.-         APP tipe III dipakai untuk sambungan tiga phasa.-         APP tipe khusus I digunakan untuk sambungan pengukuran TR menggunakan trafo arus. 

PERLENGKAPAN

II. PEMASANGAN APP

45 O

PelindungDindingDaerah pemasanganMeter kWh

Pemasangan APP 1 Fase & 3 Fase

Sambungan langsung(tanpa CT/PT)

Pemasangan APP tipe khusus

Sambungan tak langsung(dengan CT/PT)

Tiang / dindingLubang udaraLubang pandangLemari APPKlem beugel kanal

    Arus Nominal  

No. Tipe APP (In) Meter kwh Daya

    (Ampere) (Volt Ampere)

       

1. IA 5(20) 450 - 4400

       

2. IB

20(60) 5500 – 11000

    50(100) 13900 - 22000

       

3. IIIA

3x5(20) 3900 - 13200

    3x20(60) 16500 – 33000

    3x50(100) 41500 - 53000

       

4.IIIB

3x20(60) 16500 – 33000

    3x50(100) 41500 - 53000

       

5.Khusus IA

3 x 5 66000 - 197000

       

6. Khusus I B1 3 x 5 66000 - 329000

       

7.Khusus I B 2

3 x 5 414000 - 630000

       

8. Khusus I C1 3 x 566000 - 329000

      

  Khusus I C 2 3 x 5414000 - 630000

9

1.Kumparan Tegangan2.Kumparan arus3.Elemen Penggerak/piringan4.Rem Magnit5.Register6.Name Plate7.Terminal Klemp

1.Kumparan Tegangan2.Kumparan arus3.Elemen Penggerak/piringan4.Rem Magnit5.Register6.Name Plate7.Terminal Klemp

2. BAGIAN – BAGIAN KWH METER DAN FUNGSINYA2. BAGIAN – BAGIAN KWH METER DAN FUNGSINYA

Badan (body) terdiri dari :

1.Bagian atas2.Bagian bawah

Badan (body) terdiri dari :

1.Bagian atas2.Bagian bawah

KWH

AWAS !1.MERUSAK/MEMBUKA SEGEL DIDENDA

2.MENCURI LISTRIK DIPIDANA &DIDENDA

PAPAN NAMA DAN TANDA PERINGATAN

Contoh Papan nama Meter tarif tunggal

AWAS MEMBUKA SEGEL DIDENDA

kWh0 0 0 0 0

ENERTECSCHLUMBERGER

MILIKP L N

METER kWh FASA TIGA 4 KAWAT JENIS A6C2

5 (20) A 3 x 220 / 380 V 50 Hz k = 222.2/9PUTARAN KwH

P. L. N. No. JA3 0014709 00026702

-1986

7810436 BUATAN PERANCIS

Contoh Papan nama Meter tarif Ganda

kWh

0 0 0 0 0MECOINDO

ENERTEC

MILIKP L N

KILO WATT HOUR FASA TIGA 4 KAWATJENIS A6C1 KELAS 2

50 (100) A 3 x 220 / 380V 50 Hz k = 37 29/33 PUT/kWh

4885044

0 0 0 0 0

L

N

Nn

220 V ~

 

 

 

 

 

AWAS !

1. MERUSAK / MEMBUKA SEGEL DIDENDA2.MENCURI LISTRIK DIPIDANA & DIDENDA

SEGEL DIDENDAMENCURI LISTRIK DIPIDANA & DIDENDA

TIPE / NOMOR / NO

METER ARUS O A

METER TEGANGAN O V

TRAFO ARUS / A

TRAFO TEGANGAN / V

PENGAMAN LEBUR / INSETTING A

METER kWh PH ; KAWAT ; TARIF METER kVARh PH; KAWAT ; TARIF SAKLAR WAKTU O JAM ; V

FAKTOR PENGALI O V

DATA APP

4.3.1.   Blok terminal. Blok teminal adalah tempat penyambungan pengawatan alat ukur dan pembatas. Blok terminal yang digunakan adalah blok terminal yang mempunyai jumlah terminal 4 untuk APP tipe I dan 8 untuk tipe III dengan kemampuan arus 25A, 60A,dan 100A berdiameter dalam masing masing lubang 4, 5 dan 6 mm, diameter luar minimal 10 mm sedangkan untuk tipe khusus I mempunyai jumlah terminal 16 dengan kemampuan arus 5A. 4.3.2.   Tutup pelindung APP. Tipe I dan III  Tutup pelindung APP tipe I dan III terbuat dari bahan plastik transparan yang tahan cuaca, tahan benturan, tidak mudah terbakar, tidak mudah retak dan tidak mudah berubah warna. Tutup pelindung hanya dapat dilepas dengan merusak segelnya, dilengkapi dengan jendela transparan yang dapat dibuka dan ditutup untuk memudahkan pengoperasian pemutus arus. 4.3.3.   Tutup pelindung APP. Tipe khusus I.  Tutup pelindung APP tipe Khusus I terbuat dari bahan metal yang tahan benturan dan tahan karat yang dilengkapi jendela transparan untuk membaca alat ukur yang terpasang, dilengkapi dengan gembok atau kunci yang tidak bisa dipalsukan.

4.3.1.   Segel.  Segel terbuat dari bahan logam, plastik atau campuran kedua bahan tersebut yang tidak berubah warna.Segel harus ada lambang PLN atau tulisan PLN, nomor registrasi dan tidak dapat dipakai ulang.

PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGAWATAN1. Diagran satu garis / pengawatan2. Alat perkakas pemasangan APP

a. Tang presb. Tang kombinasic. Tang potongd. tangkupas

e. Obeng beberapa ukuranf. Bor tangan g. Kunci passh. Solder

3. Material / komponen sesuai jenis APP

a. Kotak APPb. Meter kWhc. MCBd. Terminal blok

f. Kabel NYAFg. Label kawath. Sabuk kawatTutup pelindung dll

B. GAMBAR KONSTRUKSI PEMASANGAN SR TIPE A

tiang

JTR

APP

Sambungan Pada APP

Sambungan Pada Tiang

SLP

SMP

C. KONSTRUKSI PEMASANGAN SR TIPE B

Tiang AtapKabel SR

APP Tiang TR

Rumah Tinggal Jalan JTR

a. Sambungan Tenaga Listrik (SL). Sambungan tenaga listrik ialah penghantar dibawah atau diatas tanah termasuk peralatannya sebagai bagian instalasi PLN yang merupakan sambungan antara jaringan tenaga listrik milik PLN dengan instalasi pelanggan untuk menyalurkan tenaga listrik.

a. Sambungan Tenaga Listrik (SL). Sambungan tenaga listrik ialah penghantar dibawah atau diatas tanah termasuk peralatannya sebagai bagian instalasi PLN yang merupakan sambungan antara jaringan tenaga listrik milik PLN dengan instalasi pelanggan untuk menyalurkan tenaga listrik.

b. Sambungan Luar Pelayanan (SLP). Sambungan luar pelayanan ialah bagian dari SL yang dipasang dibawah atau diatas tanah dan berada diluar bangunan.

b. Sambungan Luar Pelayanan (SLP). Sambungan luar pelayanan ialah bagian dari SL yang dipasang dibawah atau diatas tanah dan berada diluar bangunan.

c. Sambungan Masuk Pelayanan (SMP). Sambungan masuk pelayanan ialah bagian dari SL yang dipasang dibawah atau diatas tanah dan berada didalam bangunan.

c. Sambungan Masuk Pelayanan (SMP). Sambungan masuk pelayanan ialah bagian dari SL yang dipasang dibawah atau diatas tanah dan berada didalam bangunan.

d. Titik Penyambungan. Titik penyambungan ialah titik pada jaringan tenaga listrik tempat SL dihubungkan.

d. Titik Penyambungan. Titik penyambungan ialah titik pada jaringan tenaga listrik tempat SL dihubungkan.

DefinisiDefinisi

PEMERIKSAAN APP

1. Pemeriksaan visual2. Pemeriksaan tahanan isolasi3. Pemeriksaan urutan fase4. Pemeriksaan sirkuit arus / tegangan5. Pemeriksaan relai tarip ganda & saklar waktu6. Pemeriksaan putaran piringan

PEMERIKSAAN VISUAL

Ialah pemeriksaan terhadap meter, perlengkapan dan Pengawatannya, apakah dalam keadaan baik, rusak, cacatPosisi miring, baut kendor dan sebagainya.

Bila ada indikasi separti diatas, maka telah terjadi sesuatupada meter tersebut, sehingga perlu diadakan pemeriksaanlebih lanjut

PEMERIKSAAN VISUAL

NO Nama alat/lengkapan

Keadaan

Baik Cacat Rusakketerangan

Tergores & penyok

- - - - - -

Isolasi retak

Sesuai standar

1

2

3

4

5

Kotak APP

Meter

Pemutus mini

Terminal

Kawat :-warna-label-pengikat

- -

- -

- -

- -

PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI

NO YANG DIPERIKSAHASIL

(mega Ohm)Minimum

(mega Ohm)

A Meter sambungan langsung

1 Fase tunggal (sirkit fase – Pembumian)

2 Fase tiga (Fase R,S,T – Pembumian)

B Meter sambungan tidak langsung fase tiga

5

1 Sirkit arus fase R - PembumianSirkit arus fase S - Pembumian

Sirkit arus fase T - Pembumian

Sirkit arus fase R – Sirkit arus fase S

Sirkit arus fase R – Sirkit arus fase T

Sirkit arus fase S – Sirkit arus fase T

Sirkit tegangan R,S,T – PembumianSirkit tegangan R,S,T – Sirkit arus fase RSirkit tegangan R,S,T – Sirkit arus fase SSirkit tegangan R,S,T – Sirkit arus fase T

5

Catatan

-Megger 500 v-Pembumian ct dilepas

-Megger 500 v-Pembumian ct dilepas

PENGUJIAN POLARITAS ARUS PADA CT

a. Peralatan yang dipergunakan :a. Peralatan yang dipergunakan : 1. Sumber teg. DC / battrey2. Saklar3. Mili Ampere meter4. Kabel penghubung

1. Sumber teg. DC / battrey2. Saklar3. Mili Ampere meter4. Kabel penghubung

b. Gambar rangkaian pemeriksaan : b. Gambar rangkaian pemeriksaan :

mA

+ -1,5 v

K L

k l

s

c. Cara pemeriksaan :c. Cara pemeriksaan :

Pada saat saklar S dimasukkan, jarum mA akan bergerak karenaArus transient, bila jarum bergerak ke arah kanan berarti polari-Tas betul dan bila ke kiri berarti polaritas salah.

Pada saat saklar S dimasukkan, jarum mA akan bergerak karenaArus transient, bila jarum bergerak ke arah kanan berarti polari-Tas betul dan bila ke kiri berarti polaritas salah.

PENGUJIAN PUTARAN KWH METER

a. DENGAN AVO METER & STOP WATCH

Rangkaian

B

F

N

1 2 3 4 6A

V

Beban resistipFaktor daya = 1

td =n . 3.600.000C . U.I.cos (det)

td = waktu dasar pada n putaran (det)n = putaran kWh meter (ditentukan)C = konstanta kWh (putaran/kWh)U = tegangan terukur (volt)I = arus terukur (ampere)Cos faktor daya = 1 (beban resistip)

S = td – t t

x 100 %S = kesalahan kWh meter (%)td = waktu dasar pada n put. (det)t = waktu terukur stop watch (det)

BEBAN

RS

TN

A

A

A

V V V

PENGUJIAN PADA KWH 3 FASE 4 KAWAT

P3 Pr + Ps + PtP = V . I . Cos (Watt)

P3n . 3.600.000 C . t

(Watt)

S = P3P3 - 1 . 100 %

P3Daya aktip 3 fase di sisi beban (W)P31 = Daya aktip 3 fase pada kWh (W)n = Putaran kWh ditentukanC = Konstanta kWh (put/kWh)t = Waktu n put. oleh stop watch (det)S = Kesalahan kWh meter (%)

1

2

3 4

5

6 7

8

9 10 12

1kw =1000 W1jam=3600 detik

3600.1000 = 3600000 W(wsec) 1kwh=3600000 Wsec (Wdet)

BEBAN

R

S

TN

M~~~A

A

A

V VV

Q = V . I . Sin Q3Φ1 = Qr + Qs + Qt

Q3Φ2 = n . 3.600.000 C . t

VAr

S =Q3Φ1 Q3Φ2

- 1 . 100 %

P3Φ1= daya reaktip sisi beban (VAr)P3Φ2= daya reaktip sisi kVArh (Var)n = putaran kVArh (ditentukan)C = konstanta kVArh (put/kVArh)S = kesalahan kVArh (%)

kVArh meter

1

2

3 4

5

6 7

8

9 10 12

PEMERIKSAAN KESALAHAN METER kWh 1 FASA

KWh 1 Phasa

W

P

N

MERK METER kWhTYPENo.SERIARUS NOMINALCONSTANTA

:::::

Tanggal

Nama

:

:

n135

10

U I P1 S COS Q P2 t P1 – P2 E Keterangan

RUMUS UMUM

P1 =n . 3600.000

C . t( Watt ) E =

P1 – P2P2

X 100 %

W W W

Tanggal

Nama

:

:

KESIMPULAN

MERK METER kWhTYPENo.SERIARUS NOMINALCONSTANTA

:::::

R

S

T

N

BESARANUR

UTUS

IR

ITIS

PR

PTPS

P3O (2)SR

STSS

Cos QRCos QSCos QRt kWh

P3O (1)E kWh

1 3 5 10

=n . 3600.000

C . t( Watt ) P3O (1)

P3O (1) P3O (2)

P3O (2)E = X 100 %-

PEMERIKSAAN KESALAHAN METER kWh 3 FASA 4 KAWATPEMERIKSAAN KESALAHAN METER kWh 3 FASA 4 KAWAT

GAMBAR PENGAWATAN ( WIRING ) APP TYPE “ 1 C” ( 230/400 V)

N R TS

AkWh KVArh V Time

Swicth8 7 2 1

BEBAN

1 11 15 13

5 6 6 64 4 4 4 8 87 8 82 2 2 31 1 1 2

10

11

63 9 12

21

12

7

3 54

A A

6 11

10 8 2 12

5 7

21

21

21

K

LK

L K

L

8

7

8

4

5

1

2

2(3)

1(8)

2(12

)

1(12

)

1(7)

1(12

)

1(12

)

4(7)

7(7)

3(21)6(21)

9(21)

5(21)

8(21)

11(21)

14

15

16

2(4)

4(12

)

4(8)

2(5)

6(12

)

7(8)

8(12

)

1(11

)

8(12

)

3(7)

2(12

)

3(12

)

6(7)

5(12

)

9(7)

6(12

)

7(12

)

8(12

)

2(12

)

4(12

)

6(12

)

8(12

)

2(12

)

8(12

)

4(12

)

15(7

)

1(3)

1(4)

1(5)

10

10(1

0)

8(11

)

3(8)

5(7)

2(7)

2(8)

5(8)

8(10

)

2(11

)

6(8)

8(7)

8(8)

2(10

)

1(9)

9(8)

11(7

)

11(8

)

12(1

0)

13(7

)

7(11

)

1(16

)

1(R

)

2(14

)

1(S

)

2(15

)

1(T)

2(16

)

1(N

)

SelectorSwicth

8

2

19

12(21)

2 3 4 5 6 7 8 9 1 112 3 4 5 6 7 8 9

4(12

)

6

CT

MCB

NH FUSE

RUMUS DENGAN CT

C.t X Rct P1 =

n. 3600.000 E = ( - 1 ) X 100 %P1 P2

R S TN

8 151 2 3 4 5 76 9 11 13 81 2 3 5 76 9 11

kWh Meter Kvarh Meter

1 2 3 4

Time Swicth

BEBAN

4

DIAGRAM PENGAWATAN APP TYPE KHUSUS I C

P1

P2

S2S1

X RctP1 =n. 3600.000

C.t

P1P2 E = ( - 1 ) X 100 %

RUMUS DENGAN CT

S1 P1 S2

P2

P1

P2

S2S1

R S TN

8 151 2 3 4 5 76 9 11

13

81 2 3 5 76 9 11

kWh Meter Kvarh Meter

1 2 3 4

Time Swicth

BEBAN

4

DIAGRAM PENGAWATAN APP TYPE KHUSUS I C

S1

S1

S1

S2

S2

S2

P2

P2

P2

P1

P1

P1

P1 P1 P1P2 P2 P2

1 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 92

kWh 3P-4W kVArh 3P-4W

S1 S1 S1S2 S2 S2

P1

S2 S2S2

S1 S1S1

P2

P1

P2

P1

P2

R

S

T

PENGAWATAN APP TYPE IIF 3P- 4W

X Rct X RptP1 =n. 3600.000

C.t

P1P2

Err = ( - 1 ) X 100 %

Beban

7 8 9

P1 P2

1 3 7 8 9 1 2 3 5 7 8 92

kWh 3P-3W kVArh 3P-3W

S1 S2

5

P1 P2

S1 S2

R

S

T

P1 P2

S1 S2

S1

P2P1

S2

PENGAWATAN APP TYPE IIE 3P- 3W

X Rct X RptP1 =n. 3600.000

C.t

P1

P2 E = ( - 1 ) X 100 %

HASIL PEMERIKSAAN KESALAHAN METER kWh DAN kVARh

BESARAN 1 3 5 KETERANGAN

UR US UT IR IS IT SR SS ST

S3Φ PR PS PT

P3Φ (2) Cos QR Cos QS Cos QT C kWh n kWh t kWh

P 3Φ (1) E kWh

QR QS QT

Q3Φ (2) C kVARh n kVARh t kVARh Q3Φ (1) E kVARh Rasio CT Rasio PT

Kesimpulan Hasil Pemeriksaan :

Kwh 100Kvarh 8080-(100.0,62)80-62=18 bayar

Kwh150Kvarh 8080-(150.0,62)80-92= -12 tidak bayar

Total kvarh - (total kWh x 0.62)

Cos 0.85 = tg 0.62

Mencari Error CT 50-100/5 ratio ct= 20 - klas 0.5Diket : Iprimer = 50 A

Isekunder = 2,45 ASdt Primer = 11,86Sdt Sekunder = 11,62

Error = (Rasio CT X I sc -1) x 100 %Ip

20 x 2,45 = 49

Error = ( 20 x 2,45 - 50) x 100 % 50( 49 – 1 ) x 100% = -2% 50

Tidak masuk klas

Error sudut baik (11,62o – 11.86o ) x 60 = -14.4menit

Ip = 51.7Isc = 2,59Sdt pr = 18,14Sdt sc = 17,9220 x 2,59 = 51,8 A(51,8 – 1) X100% = 0,19% 51,7Er sdt = (17,92 – 18,14) x 60

= -13,2 menit

Mencari rasio CT Ipr = 51,3Isc = 2,46Sdtpr = 12,7Sdtsc = 169,3Rct = 51,3 = 20,85 2,4620,85 x 5 = 100/5

CT kebalikIpr = 50,33Isc = 2,51Sdtpr = 16,53Sdt sc = 163,6

(50,2 – 1) x 100% = -0,25% 50,33

Error = (163,6 – 16,53) x60 = 8824,2 mnt163,6 -16,53 =147,07°

147,07°

TABEL 1

NILAI BATAS KESALAHAN C.T UNTUK METER

CATATAN : BEBAN SEKENDER ADALAH SETIAP NILAI DARI 25 % SAMPAI 100 % BEBAN PENGENAL

TABEL 1

NILAI BATAS KESALAHAN C.T UNTUK METER

CATATAN : BEBAN SEKENDER ADALAH SETIAP NILAI DARI 25 % SAMPAI 100 % BEBAN PENGENAL

KLAS KETELITIAN

5 20 100 120 5 20 100 120

0,1 0,4 0,2 0,1 0,1 15 8 5 5

0,2 0,75 0,35 0,2 0,2 30 15 10 10

0,5 1,5 0,75 0,5 0,5 90 45 30 30

1,0 3,0 1,5 1,0 1,0 180 90 60 60

+/- % KESALAHAN RASIO ARUS PADA % DARI ARUS

PENGENAL

+/- PERGESERAN FASE PADA % DARI ARUS PENGENAL

MENIT (1/60 DERAJAT)

88

CT standart = 5,24CT diuji = 5,19

(5,19 - 1) x 100% = - 0,95 5,24

PT std 110 v = 20 kv ------- 20kv /110Ptdi uji 99,7 = 99,7 -------- 20kv/100

99,7 x 200 = ( 19,940 - 1) x 100% = -0,3 %20,000

Masih bagus + 0,5%

Nomer Type Arus nominal(Amper)

Daya(VA)

1 I A 5 (20) 450 – 4400 VA

2 IB20(60) 5500 -11000 VA

50(100) 13900 – 22000 VA

3 IIIA

3x5(20) 3900 - 13200 VA

3x20(60) 16500 – 33000 VA

3x50(100) 41500 – 53000 VA

4 IIIB3x20(60) 16500 – 33000 VA

3x50(100) 42500 – 53000 VA

5 KHUSUS IA 3x5 66000 – 197000 VA

6 KHUSUS IB1 3x5 66000 - 329000 VA

7 KHUSUS IB2 3x5 414000 – 630000 VA

8 KHUSUS IC1 3x5 66000 - 329000 VA

9 KHUSUS IC2 3x5 414000 – 630000 VA

Ratio CT 10/5 Amp. Err ratio Err sudut

120% 12Amp.

100% 10Amp. 0.39% -12

20% 2Amp.

5% 0.5Amp.

Err. Ratio = ( -1 ) x100%Arus Primer

Arus Sekunder

Err. sudut = (sudut sekunder – sudut primer) x 60 menit

Ratio CT 50/5 Err ratio Err sudut

120% 60 Amp.

100% 50 Amp.

20% 10 Amp. -10.70% -323.4

5% 2.5 Amp.

5/100 x 50 = 2,520/100 x 50 = 10100/100 x 50 = 50120/100 x 50 = 60

2 52 = 2,5

P S

Yn Yn . 12

PS

20kV x 1,15 x 1,25 x 2 = 57 kV

Faktor keamanan Faktor teganganTegangan sistem sinusioda

20kv

3 11,54 x 4 x 1.05 = 48 kV

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani,

kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari ALLAH serta keridhaan-NYA. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

QS: 57-Al Hadid , Ayat 20