4. Bidan Peran,Fungsi Bidan

Post on 15-Jul-2016

300 views 8 download

description

Bahan Ajar Matakuliah Etikolegal dalam praktek kebidananDr. H. Abdul Rasyid Thalib, SH, M.Hum

Transcript of 4. Bidan Peran,Fungsi Bidan

TENAGA KESEHATAN MENURUT UU NO. 36 TAHUN 2014 (Pasal 11)

1. Tenaga medis; (dokter,dokter gigi, spesialis, drg. Spesialis)2. Tenaga Psikologi klinis;3. Tenaga Keperawatan; (berbagai jenis perawat)4. Tenaga Kebidanan;5. Tenaga Kefarmasian; (apoteker dan teknis farmasi)6. Tenaga Kesehatan masyarakat; (epidemologi,promosi

kesehatan dan ilmu prilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, bio statistik dan kependudukan, repereduksi dan keluarga)

7. Tenaga Kesehatan lingkungan; (sanitasi lingkungan, etnomolog kesehatan, mikrobiologi kesehatan)

8. Tenaga Gizi; (nutrisionis, dietisien)

Lanjutan..........9. Tenaga Keterapian fisik; (fisiotrafis, okupasi terapis, terapis wicara, akupuntur).10. Tenaga Keteknisian medis; (perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi, terapis gigi dan mulut, dan audiologis). 11. Tenaga Teknik biomedika; (Radiografer, elektromedis, ahli teknologi laboratorium medik, fisikawan medik, radiotrapis, dan ortotik prostetik).12. Tenaga Kesehatan tradisional; (tradisional ramuan, keterampilan)13. Tenaga Kesehatan lain. (diatur Menteri).

KEBIDANAN• Kebidanan adalah ilmu yang terbentuk dari sintesa berbagai

disiplin ilmu atau multi disiplin yang terkait dengan pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu perilaku, ilmu budaya, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu manajemen, untuk dapat memberikan pelayanan kepada ibu dalam masa pra konsepsi, hamil, bersalin, post partum, dan bayi baru lahir. Pelayanan kebidanan tersebut meliputi pendeteksian keadaan abnormal pada ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga dan masyarakat.

LANJUTAN…….. KEBIDANAN

• Kebidanan adalah seni dan praktek yang mengkombinasikan keilmiahan, filosofi dan pendekatan pada manusia sebagai syarat atau ketetapan dalam pemeliharaan kesehatan wanita dan proses reproduksinya yang normal, termasuk kelahiran bayi yang mengikutsertakan keluarga dan atau orang yang berarti lainnya.

PRAKTEK BIDAN

• Praktek Bidan adalah pelayanan Kebidanan yg diberikan oleh bidan yg telah terdaftar dan memperoleh surat izin praktek bidan (SIPB) dari pemerintah ( DINKES Setempat) untuk melaksanakan/ Praktek pelayanan Kebidanan secara mandiri, tetapi standart praktek mengacu kepada kopetensi Inti ( Care Competency).

ADA 3 (TIGA) KEDUDUKAN HUKUM BIDAN/PERAWAT DALAM MENJALANKAN FUNGSI

1. Fungsi independen : tindakan bidan tidak memerlukan perintah dokter, tindakan bidan bersifat mandiri berdasarkan ilmu dan kiat keterampilan profesinya.

• Bidan bertanggunjawab atas perbuatannya. • Hub. Tanggungjawab Hukum Perdata (Pasal 1239

KUHPerdata); Wanprestasi atau ingkar janji;• Hub. Tanggungjawab Hukum karena perbuatan

melawan hukum (hukum Pidana dan Hukum Perdata) (pasal 1365 KUHPerdata);

Fungsi interdependent

2. Fungsi interdependent: bidan bertindak atas kerjasama dengan tem perawat dan tem kesehatan/dokter. Hal ini nampak dalam tindak medik dalam kesembuhan pasien.

Hub. Tanggungjawab Hukum dokter sebagai penanggungjawab (Pasal 1367 (3) KUHPerdata).Tanggungjawab seseorang bukan hanya atas perbuatannya sendiri, tetapi karena tindakan orang lain yang berada dibawah pengawasannya.

Fungsi Dependen

3. Fungsi dependen : bidan bersifat membantu dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Hub. Tanggungjawab Hukum dokter sebagai penanggungjawab (Pasal 1367 (3) KUHPerdata).Tanggungjawab seseorang bukan hanya atas perbuatannya sendiri, tetapi karena tindakan orang lain yang berada dibawah pengawasannya.

ASPEK HUKUM HUBUNGAN DOKTER DENGAN BIDAN

• LAW: Ide atau konsep umum yang bersifat abstrak dari berbegai peristiwa dalam masyarakat.

• Disini hukum dipandang sebagai kekuatan sosial dalam masyarakat yang merupakan keharusan/wajib di taati.

• Law : hukum sbg sistem tertentu yang bertalian secara logis sebagai suatu sistem hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat atau negara, disebut juga (hukum positif);

• law : sebagai suatu ketentuan yang bersifat normatif, merupakan aturan atau norma yang membentuk sistem hukum tertentu. Ini akan tampak dalam prilaku masyarakat atau diikuti oleh masyarakat (sosiologi hukum)