Zat Warna Alami Ekstrak Cabai Merah

download Zat Warna Alami Ekstrak Cabai Merah

of 19

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.691
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Zat Warna Alami Ekstrak Cabai Merah

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ZAT WARNA PEMBUATAN ZAT WARNA ALAM DENGAN EKSTRAK CABAI MERAH I. MAKSUD DAN TUJUAN 1.1. Maksud 1.2. Tujuan merah. Mengetahui kemampuan penyerapan zat warna oleh seratMengetahui pengaruh pengerjaan iring terhadap ketuaan Mengetahui ketahanan luntur zat warna pada kain yang serat alam dan buatan. warna hasil pencelupan. tercelup. II. DASAR TEORI 3.1.Cabai Merah Cabai adalah tanaman sayuran yang memiliki nama ilmiah Capsicum Spp. Cabai berasal dari benua Amerika yaitu Peru, dan menyebar keseluruh dunia atas jasa para penjelajah. Cabai merah digunakan sebagai penyedap makanan, mengandung zat-zat gizi yang diperlukan untuk kesehatan manusia. Cabai merah mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitaminvitamin dan mengandung senyawa-senyawa alkaloid seperti karotenoid, flavenoid dan minyak essensial. Karotenoid merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, orange, merah, serta larut dalam minyak (lipida). Karotenoid terdapat dalam kloroplas (0,5%) bersama-sama dengan klorofil (9,3%), terutama pada bagian permukaan atas daun, dekat dengan dinding sel-sel palisade. Karotenoid terdapat dalam buah pepaya, kulit pisang, tomat, cabai merah, mangga, wortel, ubi jalar, dan pada beberapa bunga yang berwarna kuning dan merah. : Mengetahui kandungan zat warna yang terdapat pada cabai : Membuat zat warna alam dari kulit cabai merah

Antosianin dan antoxantin tergolong pigmen yang disebut flavonoid yang pada umumnya larut dalam air. Flavonoid mengandung dua cincin benzena yang dihubungkan oleh tiga atom karbon. Ketiga karbon tersebut dirapatkan oleh sebuah atom oksigen sehingga terbentuk cincin diantara dua cincin benzena.

O O

O

O

O OMe Flavon Sumber : J.B. Harbourne, Metode Fitokimia, hal. 95 Warna pigmen antosianin merah, biru, violet, dan biasanya dijumpai pada bunga, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Nama Umum Nama Ilmiah Batang Akar Daun Bunga Buah : Lada, Cabai, Cili Hijau, Cili Merah : Capsicum annum : - Tumbuh menegak, bercabang, dan hijau. Buku warna hijau atau ungu : - Sistem akar tunjang dan serabut : - Berwarna hijau muda bentuknya lanceolate : - Berwarna putih dari ketiak daun : Merah Isoflavon

OMe

Cara Persilangan : Persilangan sendiri dan Persilangan Silang Kandungan Kimia Kandungan Kimia Protein (g) Karbohidrat (g) Lemak (g) Kalsium (mg) Besi (mg) Fosfor (mg) Karoten Beta (ug) Vitamin B1 (mg) Vitamian B2 (mg) Vitamin C (mg) Niacin (mg) Jumlah 2,8 9,5 0,7 15,0 1,8 8,0 2730,0 0,2 0,1 175 0,7

3.2 PROSES PENCELUPAN Pada prinsipnya, di dalam sintesa zat warna alam dari cabe merah, pertama-tama dilakukan ekstraksi zat warna dari cabe merah dengan cara merebus cabe merah di dalam air panas. Air hasil rebusannya kemudian dididihkan kembali hingga menjadi sepertiga bagiannya. Sepertiga bagian itu kemudian dibagi dua bagian, pertama untuk menghitung kadar zat warna dengan cara mendidihkannya hingga kering dan menjadi zat wrana bubuk, bagian kedua digunakan untuk mencelup serat kapas, rayon, polyester, nilon, dan poliakrilat 3.3. PENGUJIAN Proses pengujian : Ketahanan luntur warna terhadap pencucian Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan luntur warna apabila dilakukan proses pencucian terhadap kain yang telah dicelup tersebut. Prinsipnya kain dijahit pada kedua sisinya dengan kain putih polyester dan kapas, dan dilakukan proses pencucian, kemudian dilihat penodaan hasil pencucian dengan Stainning Scale dan Grey Scale.

Ketahanan luntur warna terhadap gosokan

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan luntur warna dengan membandingkan penodaan yang terjadi pada kain putih dengan Staining Scale. Pengujian ini terdiri dari uji gosokan kering dan uji gosokan basah. Analisa Spektrofotometri Prinsip penyerapan cahaya oleh larutan berwarna dapat pula digunakan terhadap permukaan kain atau kertas berwarna. Dalam hal ini cahaya yang diamati bukanlah cahaya yang ditransmisikan dari sumber cahaya secara langsung seperti pada larutan berwarna. Tetapi yang teramati adalah cahaya yang direfleksikan oleh permukaan berwarna ke segala arah dan intensitasnya telah berkurang dibanding dengan cahaya dari sumber cahaya asalnya. Salah satu fungsi terpenting dari spektofotometer dalam bidang tekstil adalah mengukur kurva reflektansi terhadap bahan. Kemudian kurva reflektansi tersebut dikonversikan ke persamaan Kubelka-Munk. Persamaan Kubelka- Munk yang umumnya digunakan adalah : K/S = ( 1 R ) 2R dimana : K = Koefisien penyerapan cahaya S = Koefisien penghamburan cahaya R = Cahaya yang dipantulkan ( Reflektansi )

III. PERCOBAAN 3.1. Alat dan Bahan 3.1.1. Alat Proses Ekstraksi Kompor Panci

Pisau Gelas Ukur Gelas Piala Botol Pengaduk Neraca Analitik

3.1.2. Alat Proses Pencelupan 3.1.3 Gelas Piala 1000 ml Gelas Ukur Pengaduk Pembakar Bunsen Mesin Launder-O-Meter Crockmeter Spektrofotometer Alat staining scale dan grey scale Kulit cabai merah Kain kapas, rayon, polyester, poliakrilat dan nilon Kain kapas putih, kain polyester putih.

Alat Proses pengujian

3.1.4

Bahan

3.1.5

Pereaksi untuk proses siring Kalium Bikromat Tawas Ferosulofat Garam Diazonium

3.2

Cara Kerja 3.2.1. Ekstraksi

Kulit cabai diambil 10 gram disimpan dalam cawan lalu dimasukkan dalam oven. Setelah jam kulit cabai diambil lalu ditimbang dan dihitung MR nya. Kulit cabai dipotong kecil-kecil dimasukkan dalam panci lalu ditambahkan air sesuai vlot; Setelah itu dipanaskan/diuapkan sampai tinggal1/3 bagian dari larutan awal Ekstraksi dilakukan sebanyak 2 kali. Larutan hasil ekstraksi pertama dan kedua dicampurkan agar homogen lalu pindahkan ke dalam botol.

3.2.2 Pencelupan larutan hasil ekstraksi diambil 1/3 bagiannya untuk dipakai pada proses pencelupan. bahan kapas, rayon, polyester, poliakrilat dan nilon masingmasing dicelup tanpa zat pembantu pada suhu mendidih dengan waktu celup selama 30 menit Kemudian bahan dicuci dan dilakukan prose siring dengan menggunakan tawas, garam diazonium, ferosulfat dan Kalium Bikromat. Setelah prose siring dilakukan uji pencucian, uji tahan gosok dan uji penyerapan zat warna dengan spektofotometer. 3.2.3.Pembuatan zat warna bubuk Larutan hasil ekstraksi diambil 2/3 bagiannya untuk dipakai pada proses pembuatan zat warna bubuk Larutan diuapkan sampai didapat bubur zat warna Lalu pindahkan bubur zat warna tersebut ke dalam cawan dan kertas saring yang telah diketahui beratnya.

Cawan dan bubur zat warna bubuk dioven sampai kering Zat warna bubuk yang didapat lalu ditimbang agar dapat diketahui konsentrasinya.

3.3. Diagram Alir Penimbangan Bahan Cabai

Proses Ekstraksi (Vlot 1:5) (Sampai didapat 1/3 dari volume awal

Pemanasan I

Pemanasan II

Pemanasan III

Penyaringan

Penyaringan

Penyaringan

Pencampuran hasil pendidihan dan penyaringan

Larutan hasil ekstraksi dibagi dua (Dengan perbandingan 1:2) Pencelupan Tanpa Iring Dengan Iring Pembuatan ZW Bubuk

Pengujian / Identifikasi

Evaluasi : Ketuaan Warna (K/S) Uji Ketahanan Cuci Uji Ketahanan Gosok

IV. DATA PENGAMATAN

IV.1.

MR Cabai Merah : 13,7371 gram : 1,9516 gram

Berat basah Berat kering MR =

Berat basah - berat kering 100 % berat kering

= 10 1,8 x 100 % 8,2 = 455,56 % IV.2. Ekstraksi Zat Warna Kulit Cabai Merah Vlot Air Berat cawan kosong = 766,1 gram =1:5 = 766,1 x 5 = 3830,5 ml = 59 gram

Setelah ekstraksi zat warna, bubuk zat warna yang dihasilkan :

Berat Bubuk ZW = 43 gram

Berat zat warna bubuk 100 % berat cabai awal % kadar Zat warna = 43 100 % = 5,6128% 766 ,1 Berat zat warna bubuk Konsentras i zat warna = Volume zat warna cair 43 gram = =11,2271 g/L 3830 ml

Sampel Bubuk Zat warna :

IV.3.

Uji Ketuaan Warna ( K/S )

Data K/S kain target (kain tanpa iring) dari data hasil pengukuran spektrofotometer didapat bahwa panjang gelombang 400 nm merupakan panjang gelombang maksimum Tabel Nilai K/S Serat Kapas K/S bahan putih 0,5100 K/S bahan tercelup (1) 0,7503 (2) 0,9430 (3) 0,7425 (4) 0,6740 (5) 0,6708 (1) 0,7623 (2) 1,1751 (3) 0,5672 (4) 0,5592 (5) 0,6448 (1) 0,5750 (2) 0,8136 (3) 0,5533 (4) 0,4476 (5) 0,7977 (1) 1,3338 (2) 1,3498 (3) 1,1618 K/S zat warna 0,2403 0,4330 0,2325 0,1640 0,1608 0,1085 0,3043 0,3036 0,3116 0,2260 0,4477 0,6863 0,4260 0,3203 0,6704 0,2180 0,2020 0,3900

Rayon

0,8708

Poliester

0,1273

Poliakrilat

1,5518

Nilon

1,3926

(4) 1,5012 (5) 1,3423 (1) 2,7365 (2) 2,8794 (3) 2,1861 (4) 2,3740 (5) 2,4083

0,0506 0,2095 1,3439 1,4868 0,7935 0,9814 1,0157

Keterangan: 1. Iring diazonium 2. Iring fero sulfat 3. Iring Kalium Bikromat 4. Iring Tawas 5. Tanpa iring

Grafik hubungan cara iring dengan K/S1.6 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 diazonium ferosulfat kalium bikromat tawas non iring

kapas rayon poliester Poliakrilat Nilon

NILAI K/S

METODA IRING

Nilai staining scale hasil uji pencucianMetoda Iring Jenis Kain

NON IRING

KALIUM BIKROMAT

FERO SULFAT

GARAM DIAZONIUM

TAWAS

KAPAS NILON POLIESTER RAYON POLIAKRILAT

K P K P K P K P K P

4/5 4/5 4 4/5 4/5 4 4 4 4/5 4/5

4 4 4/5 4/5 4 4/5 4/5 4/5 4 4/5

4 4/5 4/5 4/5 4 4/5 4 4 4/5 4

4/5 4 4/5 4 4/5 4/5 4/5 4/5 4/5 4

4/5 4/5 4/5 4/5 4/5 4/5 4/5 4/5 4/5 4/5

Nilai grey scale hasil uji pencucian (Uji tahan luntur)Metoda Iring Jenis Kain NON IRING

KALIUM BIKROMAT

FERO SULFAT

GARAM DIAZONIUM

TAWAS

POLIESTER POLIAKRILAT NILON KAPASMetoda Iring Jenis Kain

2 2 2 4

3 3 4 2 4 GARAM DIAZONIUM 4/5 4/5 4/5 4/5 4 3/4 4/5 4/5 4/5 4/5

4 2 2 2FEROSULFAT

2 2 5 5 2 KALIUM BIKROMAT 4/5 4/5 4/5 4/5 4/5 4 4/5 4/5 4/5 4/