zat aditif makanan

Click here to load reader

  • date post

    29-Oct-2014
  • Category

    Education

  • view

    33
  • download

    4

Embed Size (px)

description

 

Transcript of zat aditif makanan

  • 1. TUGAS MAKALAHZAT ADITIF MAKANAN(PEWARNA)KELOMPOK 5PUTRI INTAN PERMATASARI 14120110144ASTUTI 14120110146TRI PUSPASARI 14120110153IVON INDRI PUTRI 14120110154ANDI NURLIANIH 14120110155SELVIANA SAKKA 14120110156SITI ACHRIANI 14120110157MIFTAHUL JANNAH 14120110158MUSFIRA TAHIR 14120110166RAHMAWATI ANWAR 14120110178ANDI HARLIANY JAMAL 14120110185UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIAFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATMakassar 2012

2. KATA PENGANTARPuji syukur yang tak terhingga kami panjatkan yang paling pertama danutama adalah untuk Allah swt, karena di anugrahi nikmat yang luar biasa, beruparahmat kesehatan dan ilmu yang sangat berharga serta berkah-berkah lainnya yangdiberikan oleh-Nya tanpa kami harus meminta sehingga penulisan makalah yangberjudul Zat Aditif Makanan dapat terselesaikan. Dan tak lupa kami kirimkanshalawat dan taslim atas junjungan nabi besar Muhammad saw. Selamapenyusunan, ada berbagai kesulitan yang kami hadapi dalam merampungkanmakalah ini, tetapi dengan ketekunan, kerja sama dan kekompakan akhirnyamakalah ini dapat terselesaikan.Seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak begitu pula denganmakalah kami ini yang penuh dengan kekurangan. Untuk itu kami mengharapkansaran dan kritik dari pembaca sekalian.Makassar, Januari 2012Kelompok 5 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTARiDAFTAR ISI.iiBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang.11.2 Rumusan Masalah 21.3 Tujuan Penulisan...21.4 Manfaat Penulisan...2BAB II PEMBAHASAN2.1 Defenisi Zat Pewarna ...32.2 Jenis-jenis Zat Pewarna...42.3 Dampak Zat Pewarna Bagi tubuh....82.4 Solusi terhadap masalah zat pewarna makanan.10BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan143.2 Saran..14DAFTAR PUSTAKA..15 4. BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangKeamanan pangan merupakan persyaratan utama yang harus dimilikioleh setiap produksi yang beredar di pasaran. Untuk menjamin keamananpangan olahan, maka dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, produsenindustri Makanan menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari produsen, denganpengaturan dan pembinaan dari pemerintah.Akibat kemajuan ilmu teknologi pangan di dunia dewasa ini, makasemakin banyak jenis bahan makanan yang diproduksi, dijual dan dikonsumsidalam bentuk yang lebih awet dan lebih praktis dibanding dengan bentuksegarnya. Semua jenis makanan siap santap dan minuman awet tersebut dapatmenjadi busuk dan masih layak untuk dikonsumsi. Kemudahan tersebut dapatterwujud diantaranya berkat perkembangan teknologi produksi danpenggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM).Salah satu masalah keamanan pangan yang masih memerlukan pemecahanyaitu penggunaan bahan tambahan pada Bahan Makanan, untuk berbagaikeperluan. penggunaan Bahan tambahan makanan dilakukan pada industripengolahan pangan maupun dalam pembuatan, berbagai pengaruh jajananyang umumnya dihasilkan oleh industri kecil atau rumah tanggaseperti Pewarna Makanan.Diantara beberapa bahan tambahan makanan, yang sangat seringdigunakan adalah pemanis dan perwarna sintetik/Pewarna Makanan Kue.Pewarna Makanan digunakan produsen untuk memberikan penampilan yangmenarik pada hasil produksi mereka melalui penggunaan bahanbahantambahan kimiawi untuk makanan (BTM) atau Food Additives. Untukmenghasilkan produk-produk Makanan yang bermutu harus menggunakanbeberapa jenis bahan tambahan makanan yang aman dikonsumsi dan telahdiizinkan Depkes. Tujuan penggunaan bahan tambahan makanan untukmendapatkan mutu produk yang optimal. Dalam hal ini penggunaan bahan 5. tambahan makanan, tentunya tidak terlepas dari aspek-aspek pemilihan ataupenetapan, pembelian, aplikasi, cara mendapatkannya, ketersediaan BahanTambahan Makanan, dan peraturan pemerintah mengenai bahan tambahanmakanan. Oleh karena itu, makalah ini kami buat Karena adanya rasakeingintahuan untuk mengetahui macam-macam zat pewarna yang beredar dimasyarakat dan akibatnya terhadap kesehatan1.2 Rumusan MasalahApa itu zat pewarna?Apa saja jenis-jenis zat pewarna?Apa dampak zat pewarna bagi kesehatan?Apakah solusi yang tepat untuk menanggulangi masalah ini?1.3 Tujuan Untuk mengetahui jenis-jenis dari zat pewarna itu sendiri Untuk mengetahui akibat yang timbul atau bahaya yang terjadi apabilamenggunakan zat pewarna pakaian Untuk memberikan solusi agar kedepan kita tidak lagi mengonsumsimakanan atau minuman yang berbahaya bagi kesehatan kita1.4 ManfaatManfaat dari makalah ini diharapkan agar kita bisa selektif dalam memilihmakanan atau minuman yang baik bagi kesehatan tubuh kita. 6. BAB IIPEMBAHASAN2.1 Defenisi Zat PewarnaBahan pewarna secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatubenda berwarna yang memiliki afinitas kimia terhadap benda yangdiwarnainya. Bahan pewarna pada umumnya memiliki bentuk cair dan larutdi air. Pada berbagai situasi, proses pewarnaan menggunakan mordant untukmeningkatkan kemampuan menempel bahan pewarna.Bahan pewarna dan pigmen terlihat berwarna karena mereka menyerappanjang gelombang tertentu dari cahaya. Berlawanan dengan bahan pewarna,pigmen pada umumnya tidak dapat larut, dan tidak memiliki afinitasterhadap substrat.Bukti arkeologi menunjukkan bahwa, khususnya di India dan TimurTengah, pewarna telah digunakan selama lebih dari 5000 tahun. Bahanpewarna dapat diperoleh dari hewan, tumbuhan, atau mineral. Pewarna yangdiperoleh dari bahan-bahan ini tidak memerlukan proses pengolahan yangrumit. Sampai sejauh ini, sumber utama bahan pewarna adalah tumbuhan,khususnya akar-akaran, beri-berian,kulit kayu, daun, dan kayu. Sebagian daripewarna ini digunakan dalam skala komersil.Berikut ini beberapa alasan utama menambahkan zat pewarna padamakanan (Syah et al. 2005) :1. Untuk memberi kesan menarik bagi konsumen.2. Menyeragamkan warna makanan dan membuat identitas produkpangan.3. Untuk menstabilkan warna atau untuk memperbaiki variasi alamiwarna. Dalam hal ini penambahan warna bertujuan untuk untukmenutupi kualitas yang rendah dari suatu produk sebenarnya tidakdapat diterima apalagi bila menggunakan zat pewarna yangberbahaya. 7. 4. Untuk menutupi perubahan warna akibat paparan cahaya, udara atautemperatur yang ekstrim akibat proses pengolahan dan selamapenyimpanan.5. Untuk menjaga rasa dan vitamin yang mungkin akan terpengaruhsinar matahari selama produk disimpan.2.2 Jenis-jenis Zat PewarnaPenampilan makanan, termasuk warnanya, sangat berpengaruh untukmenggugah selera. Penambahan zat pewarna pada makanan bertujuan agarmakanan lebih menarik. Zat pewarna sendiri secara luas digunakan di seluruhdunia. Di Indonesia, sejak dahulu orang banyak menggunakan pewarnamakanan tradisional yang berasal dari bahan alami, misalnya kunyit untukwarna kuning, daun suji untuk warna hijau dan daun jambu untuk warnamerah. Pewarna alami ini aman dikonsumsi namun mempunyai kelemahan,yakni ketersediaannya terbatas dan warnanya tidak homogen sehingga tidakcocok digunakan untuk industri makanan dan minuman. Penggunaan bahanalami untuk produk massal akan meningkatkan biaya produksi menjadi lebihmahal dan lebih sulit karena sifat pewarna alami tidak homogen sehinggasulit menghasilkan warna yang stabil. Kemajuan teknologi pangan panganmemungkinkan zat pewarna dibuat secara sintetis. Dalam jumlah yangsedikit, suatu zat kimia bisa memberi warna yang stabil pada produk pangan.Dengan demikian produsen bisa menggunakan lebih banyak pilihan warnauntuk menarik perhatian konsumen.Zat pewarna pada makanan secara umum digolongkan menjadi duakategori yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis. Zat pewarna alamimerupakan zat pewarna yang berasal dari tanaman atau buah-buahan. Secarakuantitas, dibutuhkan zat pewarna alami yang lebih banyak daripada zatpewarna sintetis untuk menghasilkan tingkat pewarnaan yang sama. Padakondisi tersebut, dapat terjadi perubahan yang tidak terduga pada tekstur danaroma makanan. Zat pewarna alami juga menghasilkan karakteristik warnayang lebih pudar dan kurang stabil bila dibandingkan dengan zat pewarnasintetis. Oleh karena itu zat ini tidak dapat digunakan sesering zat pewarnasintetis (Lee 2005). 8. Tabel perbedaan antara zat pewarna sintetis dan alamiPembeda Zat pewarna Sintetis Zat pewarna alamiWarna yangdihasilkanLebih cerahLebih homogenLebih pudarTidak homogenVariasi warna Banyak SedikitHarga Lebih murah Lebih mahalKetersediaan Tidak terbatas TerbatasKestabilan Stabil Kurang stabilZat pewarna sintesis merupakan zat pewarna buatan manusia. Zat pewarnasintetis seharusnya telah melalui suatu pengujian secara intensif untukmenjamin keamanannya. Karakteristik dari zat pewarna sintetis adalahwarnanya lebih cerah, lebih homogen dan memilliki variasi warna yang lebihbanyak bila dibandingkan dengan zat pewarna alami. Di samping itupenggunaan zat pewarna sintetis pada makanan bila dihitung berdasarkanharga per unit dan efisiensi produksi akan jauh lebih murah bila dibandingkandengan zat pewarna alami. Para konsumen pun hendaknya selalumendapatkan informasi tentang komponen-komponen yang terkandung dalamzat pewarna sintetis tersebut (Lee 2005).Di Indonesia, peraturan mengenai penggunaan zat pewarna yang diizinkandan dilarang untuk pangan diatur melalui SK Menteri Kesehatan RI Nomor722/Menkes/Per/IX/88 mengenai bahan tambahan pangan. Akan tetapiseringkali terjadi penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk sembarangbahan pangan, misalnya zat pewarna untuk tekstil dan kulit dipakai untukmewarnai bahan pangan. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi kesehatan karenaadanya residu logam berat pada zat pewarna tersebut. Timbulnyapenyalahgunaan tersebut antara lain disebabkan oleh ketidaktahuanmasyarakat mengenai zat pewarna untuk pangan, dan disamping itu harga zatpewarna untuk industry jauh lebih murah dibandingkan dengan harga zatpewarna untuk pangan. Hal ini disebabkan bea masuk zat pewarna untukbahan pangan jauh lebih tinggi daripada zat pewarna bahan non pangan.Lagipula warna dari zat pewarna tekstil atau kulit biasanya lebih menarik. 9. Pewarna alami diperoleh dari tanaman ataupun hewan yang berupapigmen. Beberapa pigmen alami yang banyak terdapat di sekitar kita antaralain: klorofil (terdapat pada daun-daun berwarna hijau), karotenoid (terdapatpada wortel dan sa