ZAKAT BARANG ANTIK MENURUT PENDAPAT ULAMA KOTA Bagaimana kedudukan zakat barang antik dilihat dari...

download ZAKAT BARANG ANTIK MENURUT PENDAPAT ULAMA KOTA Bagaimana kedudukan zakat barang antik dilihat dari teori

of 13

  • date post

    07-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ZAKAT BARANG ANTIK MENURUT PENDAPAT ULAMA KOTA Bagaimana kedudukan zakat barang antik dilihat dari...

  • ZAKAT BARANG ANTIK MENURUT PENDAPAT ULAMA KOTA SEMARANG

    SKRIPSI

    DiajukanUntukMemenuhiTugasdanMelengkapiSyarat GunaMemperolehGelarSarjana Strata Satu (S1)

    DalamIlmuSyari’ah

    Oleh:

    Zahrotun Naimah

    102311087

    JURUSAN HUKUM EKONOMI ISLAM

    FAKULTAS SYARI’AH

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

    SEMARANG

    2014

  • ii

  • iii

  • iv

  • v

    MOTTO

    ������ ��� ��� ���� ��ִ� �������� �� ��� !"#$%��&�� '()�

    ‘Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.’1

    --- Q.S. adz-Dzariat : 19 ---

    1Yayasan Penyelenggara Penerjemah Al-Qur’an , As-Salam Al-Qur’an dan Terjemahanya,

    Bandung: Al-Mizan Publishing House, hal. 522.

  • vi

    PERSEMBAHAN

    Dengan segala kerendahan hati dan keterbatasan penulis serta usaha keras yang terbalut

    dengan suka maupun duka turut mewarnai dalam proses penyusunan skripsi ini, maka

    dengan ketulusan hati ku persembahkan skripsi ini kepada mereka yang selalu

    memberikan kasih sayang dan suportnya untukku.

    Special thanks to :

    Bapak dan Ibu tercinta (Bapak Jumari dan Ibu Satini)

    Adikku (Nadhif Muhammad Irsyad)

    Abangku (Herman S Prianto)

    Sahabat terbaikku (Nuraini Lutfinnisak)

  • vii

    DEKLARASI

    Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa skripsi ini tidak

    berisi materi yang telah pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan. Demikian juga

    skripsi ini tidak berisi satu pun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat

    dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.

    Semarang, 25 Maret 2014

    Deklarator,

    Zahrotun Naimah

    102311087

  • viii

    ABSTRAK

    Barang antik adalah barang menarik yang sudah berusia tua atau barang kuno sebagai hasil karya atau barang budaya. Secara dalil tidak ada ketentuan dalam nash mengenai zakat barang antik. Padahal barang antik mempunyai nilai jual yang tinggi dan menjadi kekayaan yang bisa berkembang nilai jualnya karena semakin kuno semakin mahal harganya. Berangkat dari permasalahan tersebut penulis mencoba mengkaji bagaimanakah pendapat ulama Kota Semarang mengenai zakat barang antik dari segi kadar, nisab maupun waktu mengeluarkanya, dalam skripsi yang berjudul “Zakat barang antik menurut pendapat ulama kota Semarang”

    Adapun masalah yang hendak dijawab melalui penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kedudukan zakat barang antik dilihat dari teori mal dalam fiqih muamalah? (2) Bagaimana pandangan ulama kota semarang terhadap zakat barang antik yang dikoleksi?

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode interview. Dalam hal ini penulis mewawancarai 12 ulama kota semarang sebagai responden, ulama yang menjadi responden terdiri dari ulama pengasuh pondok pesantren, ulama NU, ulama Muhammadiyah dan ulama MUI Kota Semarang, sehingga hasil dari interview tersebut akan dijadikan data primer. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Deskriptif analitis adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau melukiskan apa yang dinyatakan oleh responden baik secara tertulis maupun lisan, dan perilakunya yang nyata, yang diteliti dan dipelajari secara utuh. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pendapat antar ulama Kota Semarang mengenai zakat barang antik:

    Sebagian ulama menyatakan wajib zakat, ada yang memasukanya kedalam zakat kekayaan dengan alasan karena letak zakat itu bukan pada antik atau tidaknya suatu barang tapi pada harganya. Harta apapun wujudnya yang senilai dengan 85 gram emas dan perak maka wajib zakat dan masuk kedalam zakat kekayaan yang kadar zakatnya 2,5%. Ulama yang menyatakan zakat barang antik masuk kedalam zakat emas dan perak beralasan bahwa yang namanya barang antik itu adalah barang investasi jika perhiasan dan lukisan kuno itu disimpan maka semakin kuno nilainya semakin tinggi jadi wajib zakat dan masuk kedalam zakat emas dan perak yang nishabnya 85 gram dan kadar zakatnya 2,5%. Ulama yang menyatakan zakat barang antik masuk kedalam zakat rikaz beralasan bahwa jika barang antik tersebut adalah barang temuan kemudian punya nilai yang tinggi dan nishabnya mencapai 85 gram emas dan perak maka wajib zakat dengan memasukanya kedalam zakat rikaz yang kadar zakatnya 20%. Ulama yang menyatakan barang antik tidak wajib zakat beralasan bahwa tidak ada landasan nash mengenai zakat barang antik tapi jika barang antik tersebut dijual kemudian harganya senilai dengan 85 gram emas dan perak yaitu 42.500.000 maka wajib zakat dengan memasukanya kedalam zakat perdagangan yang kadar zakatnya 2,5%.

  • ix

    KATA PENGANTAR

    Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan segala kasih dan

    sayang-Nya bagi kita semua, khusunya bagi penyusun sehingga dapat

    menyelesaikan skripsi ini.

    Skripsi dengan judul “Zakat Barang Antik Menurut Pendapat Ulama

    Kota Semarang” ini disusun sebagai kelengkapan guna memenuhi sebagian dari

    syarat-syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) dalam Ilmu Hukum

    Islam di Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Walisongo Semarang.

    Karya skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa kritik, saran,arahan dan

    bimbingan dari berbagai pihak mulai dari pengajuan judul sampai

    terselesaikannya skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin

    menyampaikan terima kasih kepada:

    1. Rektor IAIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Muhibbin, MA. Yang

    telah memberikan tauladan, utamanya di saat penulis masih aktif sebagai

    aktivis mahasiswa.

    2. Bapak Drs.H. Abdul Ghofur,M.Ag selaku Dekan Fakultas Syari’ah, yang

    telah memberi kebijakan teknis di tingkat fakultas.

    3. Ulama-ulama kota semarang yang menjadi responden yang telah berkenan

    memberikan izin dan informasi kepada penulis dalam penelitian ini.

    4. Terkhusus untuk Bapak Drs. H. Muhyiddin, M.Ag dan Bapak Dr. Mahsun,

    M.Ag., selaku Pembimbing I dan II yang dengan penuh kesabaran dan

  • x

    keteladanan telah berkenan meluangkan waktu dan memberikan

    pemikirannya untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam

    pelaksanaan penulisan skripsi.

    5. Bapak Moh. Arief Budiman, M.Ag selaku pembantu dekan III,

    terimakasih atas bimbingannya selama penulis menjadi ketua FOSIA.

    Pengalaman yang sangat luar biasa bagi penulis.

    6. Pak Arifin dan Pak Afif, selaku Kajur, sekjur, di Jurusan Muamalah, anda

    semua orang-orang yang sangat berjasa atas terselesaikannya pendidikan

    ini.

    7. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang yang

    telah memberi bekal ilmu pengetahuan.

    8. Orang tua atas do’a restu dan pengorbanan baik secara moral ataupun

    material yang tidak mungkin terbalas, kasih sayangmu sepanjang jalan

    walau kasihku sebatas galah.

    9. Pengurus UKM FOSIA periode 2012. Terimakasih atas kerja samanya dan

    tetap semangat.

    10. Tetehku Endang sriani dan ayu’ Asyiroh juleea syakeera, Terimakasih

    telah bersedia “momong” saya selama di IAIN.

    11. Sahabat-sahabati PMII rayon syariah, tangan terkepal dan maju ke muka.

    12. Teman-teman kelas MUB 2010, (rina, offi, mila, ratih, sondong, ardi, ari,

    surohman, kolis) terimakasih telah mengukir kebersamaan dan menjadi

    teman terindah.

  • xi

    13. Segenap pihak yang tidak mungkin disebutkan, atas bantuannya baik moril

    maupun materiil secara langsung atau tidak dalam penyelesaian skripsi ini.

    Semoga semua amal dan kebaikannya yang telah diperbuat akan mendapat

    imbalan yang lebih baik lagi dari Allah SWT dan penulis berharap semoga skripsi

    ini dapat bermanfaat. Amin…

    Semarang, 25 Maret 2014 Penyusun, ZAHROTUN NAIMAH 102311087

  • xii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL …………………………….…………………….......................... i

    HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................... ii

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................................... iii

    HALAMAN BERITA ACARA MUNAQOSAH ....................................................... iv

    HALAMAN MOTTO ………………………………………………............................ v

    HALAMAN PERSEMBAHAN ……………………………………........................... vi

    HALAMAN DEKLARASI …………………………………………......................... vii

    HALAMAN ABSTRAK ……………………………………………........................ viii

    HALAMAN KATA PENGANTAR ………………………………............................ ix

    DAFTAR ISI …………………………………………………………........................ xii

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ……………………………................................................. 1

    B. Rumusan Masalah