Word Patofisiologi

download Word Patofisiologi

of 32

  • date post

    04-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    39
  • download

    4

Embed Size (px)

description

patofisiologi telinga

Transcript of Word Patofisiologi

PATOFISIOLOGI TELINGA

SERUMENDefinisiSerumen adalah suatu campuran dari produksi kelenjar sebasea dan sekresi apokrin dari kelenjar seruminosa yang bersatu dengan epitel deskuamasi dibagian kartilago liang telinga luar. Serumen dapat keluar sendiri akibat migrasi epitel kulit yang bergerak dari arah membrane timpani menuju ke luar serta dibantu oleh gerakan rahang sewaktu mengunyah.Kelenjar seruminosa terdapat di dinding superior dan bagian kartilaginosa kanalis akustikus eksternus kemudian bercampur dengan sekret berminyak kelenjar sebasea dari bagian atas folikel rambut membentuk serumen dan membentuk lapisan pada kulit kanalis akustikus eksternus bergabung dengan lapisan keratin yang bermigrasi untuk membuat lapisan pelindung pada permukaan yang mempunyai sifat antibakteri.

Etiologia. Produksi serumen yang berlebihanb. Produksi serumen terlalu keras/kadar air kurangc. Gangguan bentuk liang telingaProduksi serumen yang berlebihan dan terlalu keras menyebabkan serumen menumpuk dan mengeras sehingga membentuk blok di saluran telinga, hal tersebut menyebabkan telinga terasa penuh, gangguan pendengaran dan nyeri

Gejala 1. Telinga terasa penuh2. Gangguan pendengaran3. Gatal-gatal4. Rasa nyeri timbul apabila serumen keras membatu dan menekan dinding liang telinga

Penanganana. Serumen lunak dapat dibersihkan dengan kapas yang dililitkan oleh aplikator (pelilit).b. Serumen yg lembek dan letaknya terlalu dalam, sehingga mendekati membran timpani dapat dikeluarkan dengan irigasi liang telinga.c. Serumen yang telah keras dilembekkan terlebih dahulu dengan karbogliserin 10 %, setelah itu dibersihkan dengan alat pengait atau diirigasi.d. Seruminolotik1). Solutio Aqueos :- 10% Sodium bicarbonate- 3% hidrogen peroksida- 2% asam asetat2). Solusio Organic :- Carbamide peroxide (6,5%) dan glycerine- Various organic liquids (propylene glycerol, etc)- Cerumol (arachis oil, turpentine, dan dichlobenzene)- Cerumenex (Triethanolamine, polypeptides, oleate-condensate)

BENDA ASING Dapat berbagai macam benda asing yang dapat ditemukan, antara lain benda mati atau hidup, hewan, komponen tumbuh-tumbuhan atau mineral. Usaha mengeluarkannya malah terkadang justru mendorong lebih ke dalam, maka harus hati-hati dalam tindakannya. Bila tidak, dapat merusak membrane timpani dan telinga bagian dalam. Bila kemasukan binatang dan masih hidup, maka harus dimatikan terlebih dahulu dengan memasukkan tampon basah ke liang telinga lalu meneteskan cairan (missal larutan rivanol atau obat anestesi lokal) lebih kurang 10 menit, setelah itu baru dikeluarkan dengan pinset atau irigasi.

Etiologia. dapat berupa benda mati atau benda hidup, binatang, komponen tumbuh-tumbuhan atau mineralb. anak kecil : kacang hijau, karet penghapusc. dewasa : potongan korek api; kadang binatang kecoa, semut, atau nyamuk

Penatalaksanaana. Mengeluarkan harus hati-hati karena bahaya merusak gendang telinga. Bila perlu dengan anestesiab. Bila binatang, harus dimatikan lebih dahulu dengan memasukkan tampon basah ke liang telinga lalu teteskan cairan (mis. rivanol) selama 10 menit, lalu diirigasi atau dengan pinset atau kapas yang dililit pada pelilit kapasc. Benda asing besar dapat ditarik dengan pengait serumen, yang kecil dapat diambil dengan cunam atau pengait.

OTITIS EKSTERNAOtitis Eksterna merupakan radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan infeksi bakteri, jamur dan virus.EtiologiInfeksi bakteri, jamur dan virus. Factor yang mempermudah radang telinga luar ialah perubahan pH di liang telinga, yang biasanya normal atau asam. Bila pH menjadi basa maka proteksi terhadap infeksi menurun. Pada keadaan udara hangat dan lembab, kuman dan jamur mudah tumbuh. Predisposisi yang lain adalah trauma ringan ketika mengorek kuping telinga.Klasifikasi1. Otitis Eksterna Akuta. Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel = bisul)Oleh karena kulit di 1/3 luar liang telinga mengandung adneksa kulit (rambut, kel sebasea, kel serumen), maka tempat itu dapat terjadi infeksi pada pilosebaseus, sehingga membentuk furunkel.Etiologi : Staphylococcus aureus atau Staphylococcus albus.Gejala : Rasa nyeri yang hebat, tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini karena kulit liang telinga tidak mengandung jaringan longgar dibawahnya, sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. Nyeri juga dapat timbul spontan ketika membuka mulut. Selain itu terjadi gangguan pendengaran, bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga.Penatalaksanaan : Tergantung keadaan furunkel.Bila sudah abses, di aspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya.Lokal diberikan antibiotic dalam bentuk salep, seperti polymixin B atau Bacitracin, atau antiseptic (asam asetat 2-5% dalam alkohol). Kalau dinding furunkel tebal, dilakukan insisi, kemudian dipasang drain untuk mengalirkan nanahnya. Biasanya tidak perlu diberikan antibiotika secara sistemik, hanya diberikan obat simtomatik seperti analgetik dan obat penenang.b. Otitis Eksterna DifusBiasanya mengenai kulit liang telinga 2/3 dalam. Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema yang tidak jelas batasnya.Etiologi : Kuman golongan Pseudomonas.Kuman lain dapat menjadi penyebab seperti Staphylococcus albus, Escherichia colii dan sebagainya.Gejala : Nyeri tekan tragus, liang telinga sangat sempit, kadang KGB regional membesar dan nyeri tekan, terdapat secret yang berbau. Secret ini tidak mengandung lender (musin) seperti secret yang keluar dari kavum tympani pada otitis media.Penatalaksanaan : Membersihkan liang telinga, memasukkan tampon yang mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadang-kadang diperlukan obat antibiotika sistemik.

OTITIS EKSTERNA MALIGNAOtitis eksterna maligna adalah infeksi difus di liang telinga luar dan struktur lain di sekitarnya. Biasanya terjadi pada orang tua dengan DM. Pasien dengan DM menyebabkan pH serumen lebih tinggi. Faktor immunocomprize dan mikroangiopati, otitis eksterna berlanjut menjadi otitis eksterna maligna. Pada otitis eksterna maligna, peradangan meluas secara progresif ke lapisan subkutis, tulang rawan & tulang sekitarnya sehingga timbul kondritis,osteitis & osteomielitis yang menghancurkan tulang temporal.Gejala a. Rasa gatal di telinga, nyeri, sekret yg banyak serta pembengkakan liang telinga b. Kemudian rasa nyeri makin hebat, jaringan granulasi cepat tumbuh. c. Saraf fasialis dpt terkena. Pengobatana. Antibiotik(fluoroquinolone),(aminoglikosida)b. Diperlukan juga tindakan debridement.

OTOMIKOSISOtomikosis merupakan infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembapan yang tinggi didaerah tersebut.Etiologi Yang tersering adalah Pityrosporum, Aspergillus. Kadang ditemukan Candida albicans. Pityrosporum menyebabkan terbentuknya sisik yang menyerupai ketombe dan merupakan predisposisi otitis eksterna bakterialis.Gejala Berupa rasa gatal dan rasa penuh di liang telinga, tetapi sering pula tanpa keluhan.Penatalaksanaan Membersihkan liang telinga. Larutan asam asetat 2% dalam alcohol, larutan Iodium povidon 5% atau tetes telinga yang mengandung campuran antibiotic dan steroid yang diteteskan ke liang telinga biasanya dapat menyembuhkan. Kadang diperlukan juga obat anti-jamur (salep) yang diberikan secara topical yang mengandung nistatin, klotrimazol.

HERPES ZOSTER OTIKUSPenyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster.Virus ini menyerang satu atau lebih dermatom saraf cranial. Keadaan ini disebut juga Syndrome Ramsay Hunt. Tampak lesi kulit yang vesikuler pada kulit di daerah muka sekitar liang telinga, otalgia, dan terkadang disertai paralisis otot wajah. Pada keadaan berat ditemukan gangguan pendengaran berupa tuli sensorineural. Penatalaksanaan sesuai dengan Herpes zoster.

INFEKSI KRONIS LIANG TELINGAInfeksi bakteri maupun infeksi jamur yang tidak diobati dengan baik, iritasi kulit yang disebabkan cairan otitis media, trauma berulang, adanya benda asing, penggunaan cetakan (mould) pada alat bantu dengar (hearing aid) dapat menyebabkan radang kronis.Akibatnya terjadi stenosis atau penyempitan liang telinga karena terbentuknya jaringan parut (sikatriks). Pengobatannya memerlukan operasi rekonstruksi liang telinga.

KERATOSIS OBTURANS DAN KOLESTEATOMA EKSTERNAPada keratosis obturans ditemukan gumpalan epidermis di liang telinga yang disebabkan oleh terbentuknya sel epitel yang berlebihan yang tidak bermigrasi ke arah telinga luar. Terdapat tuli konduktif akut, nyeri yang hebat, liang telinga yang lebih lebar, membrane timpani utuh tapi lebih tebal dan jarang ditemukan adanya sekresi telinga. Gangguan pendengaran dan rasa nyeri disebabkan oleh desakan gumpalan epitel berkeratin di liang telinga.

Perbedaan Keratosis Obturans Dan Kolesteatoma EksternaKERATOSIS OBTURANSKOLESTEATOMA EKSTERNA

UmurPenyakit terkaitNyeriGangguan pendengaranSisi telingaErosi tulangKulit telingaOsteonekrosisOtorea Dewasa MudaSinusitisAkut/beratKonduktif/sedangBilateralSirkumferensialUtuhTidak adaJarang

TuaTidak adaKronis/nyeri tumpulTidak ada/ringanUnilateralTerlokalisiUlserasiBisa adaSering

PenatalaksanaanOleh karena Keratosis Obstrurans disebabkan oleh peradangan kronis, serta sudah terjadi gangguan migrasi epitel maka setelah gumpalan keratin dikeluarkan, debris akibat radang harus dibersihkan secara berkala.Pada Kolesteatoma Eksterna perlu dilakukan operasi agar kolesteatoma dan tulang nekrotik dapat diangkat semua.Tujuan operasi mencegah berlanjutnya penyakit yang mengerosi tulang.Indikasi operasi adalah bila destruksi tulang sudah meluas ke telinga tengah, erosi tulang pendengaran, kelumpuhan saraf fasialis, terjadi fistel labirin atau otore yang berkepanjangan.Bila Kolesteatoma Eksterna masih kecil dapat dilakukan tindakan konservatif.Setelah diangkat sampain bersih, diikuti pemberian antibiotic topical secara berkala.Pemberian obat tetes telinga dari campuran alcohol atau gliserin dalam