Web view MATERI SBDP PERSIAPN USP PENGERTIAN TEMPO DAN JENISNYA Tempo adalah cepat lambatnya lagu....

download Web view MATERI SBDP PERSIAPN USP PENGERTIAN TEMPO DAN JENISNYA Tempo adalah cepat lambatnya lagu. Tempo

If you can't read please download the document

  • date post

    09-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Web view MATERI SBDP PERSIAPN USP PENGERTIAN TEMPO DAN JENISNYA Tempo adalah cepat lambatnya lagu....

MATERI SBDP PERSIAPN USP

PENGERTIAN TEMPO DAN JENISNYA

Tempo adalah cepat lambatnya lagu. Tempo digunakan sebagai panduan bagaimana cepat atau lambatnya sebuah lagu dinyanyikan. Biasanya dituliskan di kiri atas pada partitur lagu.

Tempo digunakan untuk menggambarkan suasana lagu tersebut. Tempo cepat pada sebuah lagu menggambarkan yang senang, gembira, dan riang. Sedangkan, tempo lambat menggambarkan suasana yang tenang, khidmat.

Tempo Lambat

Tempo Sedang

Tempo Cepat

- Andantino: agak lambat

- Andante: lebih lambat dari andantino

-Maestoso: khidmat

- Lento: lambat

-Adagio: lebih lambat dari lento

-Grave: sangat lambat

-Allegreto: agak cepat dan riang

-Moderato: sedang

-Allegro: cepat dan gembira

-Animato: riang gembira

-Vivace: sangat cepat dan riang

-Presto: sangat cepat

-Allegro Assai: sangat cepat sekali

TANGGA NADA MAYOR DAN MINOR

Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berurutan. Tangga nada terbagi menjadi dua, yaitu tangga nada mayor dan minor. Ciri-ciri tangga nada tersebut:

Tangga nada mayor

Tangga nada minor

Lagunya bersifat riang gembira

Terdengar bersemangat

Umumnya diawali dan diakhiri dengan nada do

Lagunya bersifat sedih

Terdengar kurang bersemangat

Umumnya diawali dan diakhiri dengan nada La

Contoh Lagu bertangga nada diatonis mayor

Contoh Lagu bertangga nada diatonis minor

Mars Hidup Sehat

Bintang kecil

Indonesia Raya

Berkibarlah Benderaku

Hari Merdeka

Maju Tak Gentar

Halo Halo Bandung

Bintang Kejora

Garuda Pancasila

Syukur

Gugur Bunga

Hymne Guru

Ibu Kita Kartini

Indonesia Pusaka

Tuhan (Bimbo)

Menghening Cipta

Ibu Pertiwi (ISmail Marzuki)

Tanah Airku

Gambar interval nada diatonic mayor dan diatonic minor

KUALITAS NOT

Kualitas not pada interval nada terdiri dari mayor, minor, perfect, augmented, dan diminish. Berikut gambar nya :

AKOR

Akor atau Trinada merupakan susunan tiga nada apabila dibunyikan secara serentak akan terdengar harmonis. Tiga nada yang dimaksudkan , yaitu nada utama (sebagai nada akor), nada tert ( nada yang ketiga dari nada dasarnya ), dan nada kuint ( nada kelima dai nada dasarnya).

Tangga nada natural terdiri atas 7 buah akor yaitu, C Mayor (C ), D Minor (Dm), E Minor (Em), F Mayor (F), G mayor (G) , A Minor (Am), dan B dinimised (B dim).

PERBEDAAN KOLASE, MONTASE, DAN MOZAIK

KOLASE

Kolase adalah karya seni tempel yang komposisinya terdiri dari berbagai macam bahan yang ditempel pada permukaan pola.

Bahan yang digunakan dari berbagai jenis bahan. Bisa bahan dari alam, seperti batu, daun, ranting, bunga keriang, biji-bijian, kerang atau sejenisnya. Bisa juga berupa bahan olahan seperti plastik, kain flannel, karet, logan atau lainnya.

MONTASE

Montase adalah karya seni tempel yang mengkombinasikan gambar-gambar jadi dari berbagai sumber menjadi susunan karya seni baru. Sumber yang dimaksud bisa dari koran bekas, majalah bekas, buku yang sudah tidak dipakai, pamphlet ataupun yang lainnya.

Jadi karya montase dapat dihasilkan dari gambar jadi dieksposisikan dengan gambar jadi lainnya. Misalkan gambar binatang dari majalah dipotong lalu ditempel pada permukaan media gambar dan digabungkan dengan gambar binatang lain dari buku, gambar rumah dari pamphlet menjadi sebuah karya gambarab baru pada media gambar yang sama.

MOZAIK

Mozaik juga merupakan karya seni tempel yang mengkombinasikan kepingan bahan disusun membentuk sesuai yang diinginkan. Kepingan bahan bisa berupa kepingan kertas, kepingan kulit telur, kepingan keramik, kepingan kaca, kepingan daun, kepingan batu, kepingan kayu atau kepingan yang lainnya.

Kepingan ditempel pada media kertas, kanvas, bisa juga lantai atau dinding yang telah diberi pola dari berbagai macam bentuk kepingan yang tidak karuan. Kepingan dari berbagai warna sehingga membentuk gambaran yang diinginkan.

Dari pengertian diatas dan contohnya masing-masing maka dapat kita simpulkan bahwa perbedaan kolase montase dan mozaik adalah dari bahan atau material yang ditempelkan. Kolase dari bahan yang berbeda jenis, montase dengan bahan dari gambar yang sudah jadi, sedangkan mozaik berupa susunan kepingan dengan jenis bahan yang sama.

ALAT DAN BAHAN

· Kertas gambar.

· Lem kertas.

· Pensil.

· Penghapus.

· Biji-bijian (beras)

· gunting

TEKNIK PEMBUATAN KOLASE

Siapkan bahan dari barang bekas, seperti koran, majalah, dan kertas. Media dan perangkat yang dibutuhkan: kalender bekas/kertas gambar, pewarna, gunting pensil, dan lem.

Buat gambar bunga (atau gambar lain yang kalian inginkan) di kalender bekas/kertas gambar.

Rencanakan penempelan bahan bekas pada gambar yang sudah kamu buat. Bahan bekas diberi pewarna terlebih dahulu.

Gunting atau sobek bahan bekas menjadi ukuran kecil.

Oleskan lem sedikit demi sedikit pada gambar yang akan ditempeli kertas.

Tempelkan guntingan atau sobekan bahan bekas tadi pada kertas.

Lakukan dengan rapi sesuai kreativitasmu. Usahan tempelan kertas tertata dengan rajin sehingga hasil kolase juga rajin.

GAMBAR CERITA

Memahami Gambar Cerita

Gambar cerita, merupakan gambar yang menceritakan sebuah peristiwa yang menunjukkan kegiatan orang atau binatang dalam suatu peristiwa. Gambar yang disajikan dapat berupa cerita yang digambar pada media kering maupun basah. Penggunaan media yang berbeda, akan memerlukan teknik menggambar yang bebeda juga.

Pada gambar dengan menggunakan media kering, biasanya digunakan teknik arsir. Teknik arsir dibuat dengan menorehkan pensil, spidol atau alat lain berupa garis-garis berulang yang menimbulkan kesan gelap terang, dan kesan adanya dimensi. Selain teknik arsir, ada juga teknik blok. Teknik blok adalah teknik menutup gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet atau blok. Sedangkan cara penggunaan media basah, biasanya memerlukan kuas untuk mengaplikasikan cat baik cat air maupun cat poster. Teknik sapuan basah menggunakan bahan dengan campuran air di atas kertas.

UNSUR-UNSUR DARI SEBUAH TARIAN : WIRAGA, WIRAMA, WIRASA

1. Wiraga

Wiraga adalah dasar keterampilan gerak tubuh/fisik penari. gerak merupakan subtansi baku dari dalam tari. bagian fisik manusia yang dapat menyalurkan ekspresi batin dalam bentuk gerak tari ada banyak sekali.

2. Wirama

Wirama adalah suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis. di dalamnya terdapat pengaturan dinamika seperi aksen dan tempo tarian. ada dua macam irama untuk tari.

3. Wirasa

Wirasa merupakan tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian. seperti : tegas, lembut, gembira dan sedih, yang mengekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah sehingga melahirkan keindahan.

GERAK TANGAN DASAR TARI

Gerak dasar tari itu dibagi menjadi sebuah gerakan tangan, kaki, kepala, serta badan. Untuk lebih jelasnya, mari simaklah ulasan yang di bawah ini :

Gerak dasar tangan

· Nyekiting merupakan pertemuan ibu jari pada jari tengah yang membentuk lingkaran, jari yang lainnya melengkung

· Ngrayung merupakan Ibu jari yang ditekuk sampai di depan sebuah telapak tangan serta jari yang lain itu lurus.

· Ngruji ialah ibu jari yang menekuk sampai dapat menempel di depan dari telapak tangan, jari yang lainnya lurus ke atas serta merapat.

· Nyempurit ialah Ibu jari yang bertemu jari telunjuk jari yang lainnya menekuk yang berurutan.

· Ngrekoto yakni ibujari yang ditekuk didepan telapak tangan serta jari telunjuk yang menekuk ke bawah sehingganya saling berhadapan tetapi tak menempel serta jari yang lainnya lurus serta merapat.

· MBaya mangap yakni membuka ke samping serta jari yang lainnya lurus merapat.

· Nggregem ialah Ibu jari yang membuka kesamping serta menekuk sedangkan jari yang lainnya menggregem ataupun mengepal.

· Ranggah menjangan yakni kedua tangan yang melakukan baya mangap serta diletakan di atas bahunya.

· Kambeng yakni Kedua tangan itu melakukan nggregem lalu diangkat ke depan dada, lalu siku membentuk sebuah sudut 90 derajat.

TARI NGURI

Tari Nguri adalah tarian tradisional dari Sumbawa, NTB, yang dibawakan oleh penari wanita secara berkelompok. Tarian ini menggambarkan keterbukaan dan keramah-tamahan masyarakat Sumbawa yang dicurahkan dalam bentuk gerak tari. Tari Nguri ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Indonesia, khususnya di daerah Sumbawa sendiri sebagai daerah asalnya.

Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Tari Nguri berawal dari tradisi nguri yang dilakukan oleh masyarakat Sumbawa pada jaman dahulu, dimana masyarakat memberikan semangat kepada raja yang sedang mengalami berbagai masalah atau bencana melalui berbagai persembahan yang diberikannya. Tradisi ini merupakan sebuah dukungan, penghormatan serta pengabdian masyarakat terhadap raja yang memimpin dan menciptakan kemakmuran untuk masyarakat itu sendiri. Sekarang tarian Nguri berfungsi sebagai sambutan kepada kunjungan oaring-orang penting.

POLA LANTAI DAN JENISNYA

Pola Lantai Tari merupakan garis-garis di lantai yang dilalui penari ketika melakukan gerak tari dari perpindahan tempat satu ke tempat lainnya. Pola yang juga disebut garis imajiner ini sengaja dibuat oleh formasi penari kelompok.

Jenis pola lantai tari :

Hal-hal yang prlu diperhatikan dalam menyiapkan pertunjukkan tari :

1. Tata rias

Bertujuan menunjukkan karakter tari pada wajah, dapat berupa puff bedak, kuas bedak,