WAWASAN 16 September 2015

download WAWASAN 16 September 2015

of 24

  • date post

    23-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    365
  • download

    26

Embed Size (px)

description

KORAN WAWASAN

Transcript of WAWASAN 16 September 2015

  • MUNTILAN - Kebakaran he -bat terjadi di Pasar Mekar Mun-tilan, semalam. Tercatat adati ga blok terdiri atas 24 kios mi -lik 46 pedagang kayu hangusdilalap api. Kobaran api diketa-hui sekitar pukul 18.00 WIB didua kios yang terletak di sisiuta ra. Sejumlah warga berusa -ha memadamkan api, namunkobaran api menyulut

    bangunan dan tumpukanka yu kering sulit dikendalikan.Api dengan cepat menyambarpuluhan kios lainnya dan tum-pukan kayu milik pedagang.

    Untuk memadamkan amukapi, 10 mobil pemadam diter-jun kan ke lokasi kebakaran.Enam unit mobil damkar milikKabupaten Magelang, ditam-bah masing-masing satu unit

    da ri Kabupaten Sleman, KotaMagelang, serta BPBD Kabupa-ten Magelang.

    Kami butuh beberapa jamuntuk memadamkan api. Apisu dah bisa dilokalisasi seka-rang tinggal proses pendingi-nan. Mengenai sumber apiper tama kami belum mengeta-huinya, kata Heri Prawoto,Ke pala UPT Damkar DPU

    ESDM Kabupaten Magelang.Isnadi, penjaga malam Pasar

    Me kar Muntilan mengatakan,24 kios yang terbakar berada diempat los pasar kayu. Kios-kiostersebut di antaranya milik Siti,Margono, Tono, Santo dan lain-nya. Menurut dia, sumber apidiketahui dari kios di sisi utara.

    Tiga pasangan calon Walikota Semarang beradu argumen dalam

    ajang talkshow. Acara yang berlangsung semalam di GedungPascasarjana Undip, Pleburan,Semarang itu diharapkan calonpemimpin Ibukota Jawa Tengah

    benar-benar wani ngedanuntuk kemajuan kota agar bisabersaing dengan kota-kota lain

    yang lebih maju dan bermartabat.

    BELUM menggigit. Itulah halper tama yang disampaikan ProfFX Sugiyanto, salah satu pa n-elis dalam Talkshow Mem be-dah Vis i-Misi Calon Wa likota-Wakil Walikota Sema rangyang digagas oleh De wan Per-timbangan dan PembangunanKota (DP2K) Semarang danSuara Merdeka Gro up.

    De mikian juga dua panelislain, Prof Widya Wijayanti dan

    Prof Sudharto P Hadi, meng -ang guk setuju. Rata-rata, jawa-ban para paslon masih datar,be lum menukik pada persoalanme ngubah cara pandang ma-syarakat pada berbagai pro-blem yang akan menghunjamKota Metropolitan Semarang10-20 tahun mendatang.

    Saya kira belum ada jawa-ban menukik karena ketigapas lon masih berbicara padain frastruktur belaka, terangFX Sugiyanto dalam acara yangdimoderatori Direktur Ekseku-tif Budi Santoso FoundationAdi Ekopriyono.

    Sampai pada tanya jawab

    be rikutnya, ia dan kedua pan-elis masih berharap menemu-kan jawaban program yangakan mampu mengubah polapi kir masyarakat. Bahwasanyapenanganan banjir dan robserta kemacetan tidak meluluharus ditangani dengan mem-bangun infrastruktur baru.

    Mengubah pola pikir, carapandang masyarakat agar tidakmembuang sampah semba-rang an, berkoordinasi denganka wasan hinterland untuk me -ngatasi banjir, belum muncul.Pun ketika jawaban mengatasi

    Ketua PGRI Sulistyo me-nyam paikan informasi ini kepa - da ratusan guru honorer dariatas mobil sound system. Tak pe -lak, kabar ini pun langsung di-sambut sukacita para tenagaho norer. Ada yang bersorak so -rai hingga sujud syukur. Bahkanada juga beberapa tenaga ho -norer perempuan yang tidak bi -

    sa menyembunyikan rasa se-nangnya hingga menangis. Al-hamdulillah, pekik mereka dide pan Gedung DPR, Selasa(15/9) pu kul 18.30 WIB.

    Menteri PendayagunaanApa ratur Negara dan Reforma -si Birokrasi (PAN RB) Yuddy

    TAHUN KE-30 NO: 170 TERBIT 24 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Membedah Visi-Misi Calon Walikota Semarang

    Sebatas Infrastruktur, Belum Ada Pemimpin Wani Ngedan

    TALKSHOW : Ketiga paslon Walikota dan Wakil Walikota Semarang 2016-2021 mengikuti talkshow membedah visi misi di Gedung Pascasarjana Undip Semarang, yang digagas DP2K Semarang dan Suara Merdeka Group, Selasa (15/9) malam. Foto : Harviyan

    MOGOK: Ribuan guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar aksi mogok mengajar di depangedung DPR/MPR, Jakarta. Mereka datang dari berbagai daerah di Tanah Air meminta kepada pemerintah mengangkat status mereka dari hon-orer menjadi pegawai negeri sipil (PNS), Selasa (15/9). Foto: Antara

    JAKARTA - Ratusan guru honorer yang melakukan aksi demo di Jakarta akhirnya mengakhiri aksinya dari depan Gedung DPR.Mereka bubar setelah mendapat kepastian pengangkatan secara bertahap menjadi PNS.

    Rabu Pon 16 September 2015

    Duel Pamer SkuadROMA Barcelona akan menjalani pertan dingan reuni saat melawat ke markasAS Roma, Olimpico Stadium, Kamis(17/9) dini hari WIB. Reuni karena kedua

    tim barubaru ini sudah pernah bertemu diajang trofeo Joan Gamper. Bukan hanyake dua tim musim ini sudah bertemu, na

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    JEPARA - Kendati puluhan ri -bu Guru Tidak Tetap (GTT)meng gelar aksi demonstrasi se-cara nasional di Jakarta, kegi at -an belajar mengajar di Ka bu-paten Jepara tidak ada masalahberarti. Sebagian dari GTTyang ada di Jepara memangber tolak ke Jakarta untuk ambilba gian dari aksi GTT nasional.Na mun GTT yang tidak ikut,

    te tap menjalankan bakti mere -ka mencerdaskan anak bangsa.

    Kepala Dinas Pendidikan,Pe muda dan Olahraga (Disdik -po ra) Jepara, Drs Khusaeri me-nyatakan sebelumnya sempatkhawatir dengan aksi GTT na-sional yang menyatakan akanmenciptakan Indonesia Tanpa

    Bersambung ke hal 7 kol 1Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bawa Sabu 2 Warga SoloDitangkapSEMARANG - Tim BadanNar kotika Nasional (BNNP)Pro vinsi Jawa Tengah menang-kap dua orang kurir sabu yangke rap beroperasi di wilayah So -lo. Dua pria tersebut diketahuiberinisial DS alias Tango (28),warga Banyuanyar, KecamatanBanjarsari, Surakarta, dan BA(28), warga Sudiroprajan, Keca-mat an Jebres, Surakarta. Mere -ka ditangkap setelah diketahuimembawa paket sabu 100,2gram ke Surakarta melalui sta-siun Solo Balapan, Jalan WolterMonginsidi No mor 112, Sura-karta, Ka mis (10/9), sekitar pu -kul 07.00 WIB.

    Kepala BNNP Jateng Bri gadirJenderal (Brigjen) Polisi Am rinRemico mengatakan penin-dakan terhadap dua tersang kater sebut bermula dari in formasima syarakat saat pihak nyameng gelar operasi yus tisi pa daawal September lalu. Ada infoakan ada peredaran gelap nar-koba di wila yah Solo Raya lang-sung me lakukan penyelidikandan pendalaman, kata AmrinRe mico sa at gelar perkara, Se-lasa (15/9).

    Lebih lanjut dari hasil pen-dalaman tersebut pihaknya me-ngetahui adanya rencana pe -ngiriman narkoba jenis sabuda ri Jakarta ke Surakarta. Pe-

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Harga Eceran Rp 2.000Harga Langganan Rp 50.000

    24 Kios Pasar Mekar Ludes Terbakar

    PADAMKAN API: Petugas tengah berjuang memadamkan api yangmelumat deretan kios di blok kayu kompleks Pasar Mekar Muntilan,Selasa (15/9) malam. Foto: Tri Budi

    Tak Demo, Tetap Mengajar

    Guru Honorer Diangkat Bertahap

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Neymar

    De Rossi

  • Yang Kita Butuhkan Transportasi MassalMurah, Aman, Nyaman SEBAGAI rakyat kecil, saya benar-benargemes dengan kebijakan pemerintah menge-nai mobil murah. Apa pertimbanganlogikanya, hingga muncul kebijakan konyoltersebut? Apakah problem kemacetan di kota-kota besar, terlebih Jakarta, belum dirasacukup? Bagaimana kalau nanti mobil merahmembanjiri pasaran? Apakah tidak semakinkacau, kondisi di jalan-jalan raya, karenakemacetan?

    arena itu, sya sangat setuju dengan sikapGubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Guber-nur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wa-likota Solo FX Hadi Rudyatmo menolakkehadiran mobil murah yang diklaim ramahlingkungan (low cost green car/LCGC).

    Alasan yang mereka sampaikan sangatlogis, mobil murah akan membuat kemacetanbertambah parah Memang, jika orang bera-mai-ramai membeli mobil murah, sementaramobil lama tidak dijual, maka jalan raya akansemakin padat. Selain itu, penolakan juga di-dasari oleh ketidakjelasan arah kebijakanmobil murah tersebut.

    Kebijakan pemerintah soal mobil murahsangat ironis jika dikaitkan dengan kebijakansetiap daerah atau kota yang sedang gencar-gencarnya merancang manajemen jalan rayaan lalu-lintas, termasuk mengatasi tren kemac-etan lalu-lintas yang kian meningkat. Di sisilain, penambahan ruas jalan, terlebih di kota-

    kota besar, menemui banyak kendala. Wa-likota Bandung, Ridwan Kamil, juga meny-atakanhal yang sama. Dia mencemaskankebijakan mobil murah bakal semakinmemacetkan lalu-lintas kota Bandung. Akansulit dibayangkan, bagaimana jadinya jikakota-kota besar yang saat ini sedang meran-cang bahkan sudah memulai program perali-han penggunaan transportasi dari kendaraanpribadi ke angkutan umum, tiba-tiba dika-caukan dengan program mobil murah.

    Kebutuhan mendesak bagi kota-kota besarsaat ini adalah penyediaan sarana transportasiumum/massal yang murah, nyaman, danaman. Untuk mewujudkan harapan tersebuttentu bukan hal yang mudah. Saat ini saranatransportasi umum yang tersedia di kota-kotabesar masih banyak yang asal-asalan. Tidaknyaman, tidak murah, dan bahkan juga tidakaman. Akibatnya, warga lebih memilih meng-gunakan kendaraan pribadi untuk bekerjamaupun bepergian ke luar rumah.

    Maka tidak mengherankan kalau kemac-etan lalu-lintas menjadi permasalahan yangmelanda di hampir seluruh kota besar di In-donesia. Lalu bagaimana jadinya jika keijakanmobil murah justru digalakkan oleh pemerin-tah? Adakah target-target tertentu yang ingindicapai? Maka sangat wajar jika muncul ke-curigaan ada sesuatu di balik kebijakanbermasalah tersebut. Sebab, menurut pember-itaan, kebijakan mobil murah tidak melibatkanprodusen lokal, tapi justru mempermudahprodusen-produsen asing. Kenapa pemerin-tah hanya mengeluarkan kebijakan mobilmurah? Dan bukan mobil murah nasional?

    Adakah hubungannya dengan politik,mengingat tahun politik 2014 sudah di depanmata? Sebab, kalau pemerintah memangpeduli dengan keluhan masyarakat, se-mestinya bukan kebijakan mobil murah yangdiprioritaskan, melainkan kebijakan sembakomurah. Daripada pemerintah memberikan in-sentif pajak untuk mobil murah, lebih baik