want Send (1)

download want Send (1)

of 29

  • date post

    11-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    37
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of want Send (1)

ASUHAN KEBIDANAN NY R KALA I S.D IVDENGAN KEMATIAN JANIN DALAM RAHIM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJENETANGGAL 23 S.D 24 MEI 2014

OLEH :

SATRIANIB. 11. 289

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANBINA BANGSA MAJENETAHUN 2014

BAB IPENDAHULUAN1. Latar BelakangAngka kematian perinatal dan kematian maternal serta kematian balita merupakan parameter dari pelayanan kebidanan dan kesehatan serta mencerminkan keadaan sosial ekonomi dari suatu negara. (Sinopsis Obstetri, 1998)Selain itu Kematian bayi dianggap sebagai ukuran yang lebih baik serta lebih peka untuk menilai kualitas pelayanan kebidanan. Untuk itu digunakan Angka Kematian Perinatal (Perinatal Mortality Rate) yang terdiri atas jumlah anak yang tidak menunjukkan tanda-tanda hidup waktu dilahirkan, ditambah dengan kematian dan jumlah anak yang meninggal dalam minggu pertama dalam kehidupannya untuk 1.000 kelahiran. (Sarwono Prawirohardjo, 2009)Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 6,6 juta anak di seluruh dunia meninggal sebelum mencapai ulang tahun kelima mereka. Dimana sekitar 18.000 anak meninggal perharinya. Sekitar setengah dari kematian balita terjadi hanya di lima negara seperti: Cina, Republik demokratik Kongo, India, Nigeria, dan Pakistan. India (22%) dan Nigeria (13%) bersama-sama menyumbang lebih dari sepertiga dari semua kematian anak di bawah usia 5 tahun. http//searchwho.int (Diakses 13 September 2013)Angka Kematian Ibu (AKI) meningkat dari 228 per 100.000 kelahiran hidup (Survei Demografi dan Kependudukan Indonesia atau SDKI, 2007) menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI, 2010). Angka Kematian Bayi (AKB) hanya menurun sedikit dari 34 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI, 2010) menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI, 2012). http://health.detik.com/read/2014/06/24/153610/2617858/764/kurangnya-tenaga-medis-pengaruhi-angka-kematian-ibu-dan-bayiUpaya Millenium Development Goals (MDGs), dalam menurunkan angka kematian anak telah menunjukkan angka yang signifikan dari 68 pada tahun 1991 menjadi 34 per1000 kelahiran hidup pada tahun 2007, sehingga target sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015 diperkirakan dapat tercapai dan target MDGs untuk menurunkan angka kematian anak diperkirakan akan dapat tercapai.Http://Www.Academia.Edu/3170396/Strategi_Dan_Inovasi_Pencapaian_Mdgs_2015_Di_IndonesiaBerdasarkan laporan Dinas kesehatan 5 Kabupaten di Propinsi Sulawesi Barat, Angka kematian balita tahun 2007 sebesar 17,2 per 1.000 kelahiran hidup, tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 11,4 per 1000 kelahiran hidup dan pada tahun 2009 meningkat lagi menjadi 14,02 per 1000 kelahiran hidup, tahun 2010 menurun menjadi 16,42 per 1000 kelahiran hidup, tahun 2011 menjadi 12,1/1000 Kelahiran hidup dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 15,4 per 1000 kelahiran hidup . Hal ini menandakan Angka Kematian Balita 3 tahun terakhir sifatnya fluktuatif. (Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat 2012)Dari 7,7 juta kematian bayi setiap tahun lebih dari separuh terjadi pada waktu perinatal atau usia di bawah 1 bulan. Tiga perempat dari kematian ini terjadi pada minggu pertama kehidupan. Lebih jauh, untuk setiap bayi baru lahir meninggal, terjadi pula 1 lahir mati Penyebab kematian perinatal adalah asfiksia, trauma kelahiran, infeksi, prematuritas, kelainan bawaan, dan sebab-sebab lain. Jika tidak meninggal, keadaan ini akan meninggalkan masalah bayi dengan cacat. (Sarwono Prawirohardjo, 2009)Penurunan angka kematian perinatal yang lambat di sebabkan pula oleh kemiskinan, status perempuan yang rendah, gizi buruk, deteksi dan pengobatan kurang cukup, kehamilan dini, akses dan kualitas asuhan antenatal, persalinan dan nifas yang buruk. (Sarwono Prawirohardjo, 2010)Data medical record di Rumah Sakit Umum Daerah Majene, didapatkan jumlah kasus KJDR pada tahun 2012 yaitu 13 orang dari 473 (2,75%) ibu yang bersalin, tahun 2013 tercatat 17 orang yang mengalami KJDR dari 439 (3,87%) ibu yang bersalin, sedangkan pada tahun 2014 periode Januari hingga Mei tercatat 16 orang mengalami KJDR dari 118 ( 13,56%) ibu yang bersalin.Berdasarkan masalah di atas maka penulis tertarik untuk membahas masalah tersebut dengan judul Asuhan Kebidanan Pada Ny R dengan Kematian Janin Dalam Rahim di Rumah Sakit Umum Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Rumusan MasalahBerdasarkan masalah yang diuraikan dalam latar belakang di atas ruang lingkup permasalahan karya tulis ini adalah Asuhan Kebidanan Ny R Kala I s.d IV dengan Kematian Janin Dalam Rahim di Rumah Sakit Umum Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Tujuan PenulisanBerdasarkan rumusan masalah yang di uraikan di atas, tujuan penulisan Karya Tulis Ilmiah ini sebagai berikut :2. Tujuan UmumMampu melaksanakan Asuhan Kebidanan Ny R Kala I s.d IV dengan Kematian Janin Dalam Rahim di Rumah Sakit Umum Majene Bandung tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.2. Tujuan Khusus1. Melaksanakan pengumpulan data dasar Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di Rumah Sakit Umum Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Merumuskan diagnosa atau masalah aktual Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di Rumah Sakit Umum Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Merumuskan diagnosa atau masalah potensial Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di RSUD Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Mengidentifikasi tindakan segera dan kolaborasi Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di RSUD Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Merumuskan rencana Asuhan Kebidanan Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di RSUD Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 20141. Mengimplementasikan Asuhan Kebidanan Pada Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di RSUD Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di RSUD Majene tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.1. Mendokumentasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan Ny R Kala I s.d IV dengan KJDR di RSUD Majene tanggal tanggal 23 s.d 24 Mei 2014.

1. Manfaat Penulisan3. Manfaat IlmiahSebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan tujuan akhir dan penerapan ilmu yang telah didapatkan pada jenjang pendidikan D III Kebidanan STIKes Bina Bangsa Majene.3. Manfaat PraktisSebagai bahan masukan bagi institusi, pembaca dalam pengembangan program pendidikan sehingga dapat memberikan pelayanan kebidanan yang aktual dan professional pada masyarakat.3. Manfaat bagi Institusia. Dijadikan model atau data pembanding untuk mengadakan penelitian lebih lanjut.b. Merupakan salah satu bahan pembelajaran dalam memberikan bekal bagi mahasiswa agar berhasil dalam menerapkan asuhan kebidanan pada klien dengan KJDR3. Manfaat bagi PenulisSebagai bahan informasi dan menambah pengetahauan, bagi penulis sendiri untuk memperluas dan menambah wawasan dalam asuhan kebidanan dengan KJDR.1. Metode PenulisanMetode yang di gunakan untuk penulisan karya tulis ini adalah :4. Metode KepustakaanMetode kepustakaan yang penulis lakukan sebagai kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, atau dengan kata lain penelitian Kematian Janin Dalam Rahim yaitu suatu penelitian dengan melakukan pengumpulan literatur dari berbagai sumber, guna ditelaah yang ada kaitannya dengan penelitian dan proses penyusunan hasil studi kasus serta pokok permasalahan yang telah di tetapkan.4. Studi KasusYaitu melaksanakan studi pada Ny R dengan pendekatan manajemen kebidanan meliputi pengkajian data, analisa, perumusan diagnosa / masalah, perencanaan tindakan, implementasi dan evaluasi serta mendokumentasikan dalam bentuk SOAP.4. DiskusiYaitu diskusi dengan Dosen, Bidan, dan Pembimbing karya tulis ini.4. Studi DokumentasiDengan membaca dan mempelajari status kesehatan pasien serta menginterpretasikan data yang berhubungan dengan klien, baik yang bersumber dari catatan Dokter, Bidan, maupun sumber lain yang menunjang.1. Sistematika PenulisanAdapun sistematika penulisan yang di gunakan untuk penulisan karya tulis ini terdiri dari: BAB I PENDAHULUAN1. Latar Belakang1. Rumusan Masalah1. Tujuan Penulisan2. Tujuan Umum2. Tujuan Khusus1. Manfaat Penulisan1. Metode Penulisan1. Sistematika PenulisanBAB II TINJAUAN PUSTAKAKonsep Dasar Persalinan1. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan Dan Kelahiran Bayi1. Konsep Dasar KJDR1. Proses Manajemen Asuhan KebidananBAB III TINJAUAN KASUSBAB IV. PEMBAHASANBAB V. KESIMPULAN DAN SARAN1. Kesimpulan1. SaranDAFTAR PUSTAKALAMPIRAN

BAB IITINJAUAN PUSTAKA1. Tinjauan tentang Persalinan1. Pengertian1. Persalinan adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viable melalui jalan lahir biasa. (Rustam Mochtar, 1998)1. Persalinan adalah rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks, dan diakhiri dengan pelahiran plasenta. (Helen Varney, 2008)1. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. (Sarwono, 2010)2. Tanda-tanda permulaan persalinan1. Ligtening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida , kira-kira 2-3 minggu sebelum mulainya persalinan. Tapi pada multipara tidak begitu terlihat.1. Perut kelihatan melebar, fundus uteri turun.1. Perasaan sering-sering atau susah kencing (polakisuria) karena kandung tertekan oleh bagian bawah janin.1. Perasaan sakit perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah dari uterus false labour pains.1. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar, dan sekresinya bertambah, biasa bercampur darah (bloody show). (Sinopsis Obstetri, 2008)3. Sebab sebab yang menimbulkan persalinana. Teori Penurunan kadar hormonTerjadi penurunan hormon estrogen dan progesteron.b. Teori plasenta menjadi tuaTurunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga menimbulkan kontraksi.c. Teori distensi rahimRahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan