WALIKOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kecamatan...

Click here to load reader

  • date post

    23-May-2018
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of WALIKOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kecamatan...

  • WALIKOTA SAMARINDA

    PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

    RANCANGAN PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA

    NOMOR ... TAHUN 20 ...

    TENTANG

    TATA CARA PENGAJUAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DAN

    TATA CARA PELAKSANAAN PEMUNGUTAN RETRIBUSI

    IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    Menimbang : bahwa guna melaksanakan ketentuan Pasal 160 ayat (5)

    Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pasal 28 dan Pasal 32 ayat (3) Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011

    tentang Retribusi Perizinan Tertentu yang telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016

    tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu, maka perlu menetapkan Peraturan Wali Kota tentang Tata

    Cara Pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan dan Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.

    Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara

    Republik Indonesia Tahun 1945;

    2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat

    Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959

    Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820);

    3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 3274);

    4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang

    Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247);

    5. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 132);

    6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang

    Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik

  • Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 4724);

    7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang

    Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

    8. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil Menengah (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2008 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

    9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun

    2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 4674);

    10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun

    2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

    11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

    Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

    12. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-

    undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-undang

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 5657). 13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27

    Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak

    Lingkungan (AMDAL) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3838);

    14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan

    Pengendalian Pencemaran Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4161);

    15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan

    Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 4532);

    16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005

  • Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 4578);

    17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79

    Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan

    Lembaran Negara Nomor 4593);

    18. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang

    Kecamatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4826);

    19. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

    2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

    20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akutansi Pemerintahan(Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2010 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4813);

    21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

    dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 310);

    22. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau

    Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;

    23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2009

    tentang Pedoman Penetapan Izin Mendirikan Bangunan di Daerah;

    24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan;

    25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013

    tentang Penerapan Standar AkutansiPemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah(Berita Negara Tahun 2013 Nomor .....);

    26. Edaran Menteri Perumahan Rakyat Nomor 287/M/PL.02.02/08/2012 tanggal 24 Agustus 2012

    tentang Pemberian Pembebasan Pungutan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam rangka Pembangunan Rumah untuk Masyarakat

    Berpenghasilan Rendah (MBR);

    27. Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 648.12/409/SJ tanggal 23 Januari 2015 tentang Dukungan dalam

    rangka Program 1 (satu) juta rumah tahun 2015;

    28. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 11 Tahun

    2009 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 11);

    http://ngada.org/pp19-2008.htm

  • 29. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 34 Tahun

    2004 tentang Penataan Bangunan dalam Kota Samarinda;

    30. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu

    (Lembaran Daerah Tahun 2016 Nomor 10);

    31. Peraturan Walikota Samarinda Nomor 35 Tahun 2014

    tentang Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda;

    MEMUTUSKAN

    Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG TATA CARA PENGAJUAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DAN TATA

    CARA PEMUNGUTAN RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN

    BAB I KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Wali Kota ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kota Samarinda.

    2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan

    oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut azas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia

    sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

    3. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara

    Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan

    pemerintahan yangmenjadi kewenangan daerah otonom.

    4. Wali Kota adalah Wali Kota Samarinda.

    5. Dinas adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu

    Pintu (DPMPTSP) Kota Samarinda.

    6. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

    Terpadu Satu Pintu Kota Samarinda.

    7. Wilayah Kecamatan adalahKecamatan Palaran, Kecamatan Samarinda

    Seberang, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Sungai Pinang, Kecamatan

    Samarinda Ulu, Kecamatan Samarinda Kota, Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Sambutan.

    8. Camat adalah Kepala pemerintahan daerah dibawah Bupati/Walikota yang mengepalai Kecamatan.

  • 9. Kecamatan atau yang disebut dengan nama lain adalah bagian wilayah

    dari Daerah kabupaten/kota yang dipimpin membawahi beberapa kelurahan dan dikepalai seorang Camat.

    10. Kas Daerah adalah Kas Daerah Kota Samarinda.

    11. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang

    khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

    12. Perizinan Tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberin izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pem