Vicky 21 Maret

download Vicky 21 Maret

of 52

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    47
  • download

    6

Embed Size (px)

description

jj

Transcript of Vicky 21 Maret

  • BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Perdagangan Berjangka Komoditi dilakukan di bursa berjangka, di Indonesia

    bursa tersebut adalah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau juga dikenal dengan

    Jakarta Futures Exchange (JFX). Manfaat utama dari Perdagangan Berjangka

    Komoditi adalah, sebagai sarana pengelolaan resiko melalui kegiatan lindung nilai

    (hedging), sebagai sarana pembentukan harga, dan sebagai salah satu alternatif

    investasi (investment enhancement) bagi perorangan dan perusahaan yang

    memiliki kebebasan dalam hal finansial untuk melakukan kegiatan investasi

    (Anwar, 2008).

    Dalam pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 dan Undang-

    Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang BAPPEBTI disebutkan bahwa,

    Perdagangan berjangka komoditi yang selanjutnya disebut perdagangan

    berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan

    penarikan margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarkan kontrak

    berjangka, kontrak derivatif syariah, atau kontrak derivatif lainnya.

    Perdagangan berjangka perlu untuk diperkenalkan lebih jauh, karena minat

    masyarakat terhadap perdagangan berjangka semakin meningkat, dan juga

    perdagangan berjangka bisa meningkatkan perekonomian. Tingkat investasi di

    Indonesia yang semakin meningkat dapat dilihat dari annual report tahun 2010

    BAPPEBTI, volume transaksi investasi komoditi yang dilakukan oleh investor

    meningkat dari tahun 2009 ke tahun 2010 sejumlah 13 kali lipat, yaitu dari 17059

    lot menjadi 232797. Dalam annual report tersebut juga disebutkan bahwa tahun

  • 2010 di Indonesia terdapat 57 perusahaan berjangka yang mendukung

    peningkatan investasi.

    Globalisasi dan liberalisasi komoditi mengharuskan Pemerintah

    mengantisipasi fluktuasi harga komoditi, Pemerintah harus mendesain struktur

    manajemen resiko yang khusus untuk mengakomodasi tidak hanya resiko harga

    tetapi juga termasuk resiko lainnya yang berasosiasi dengan komoditi. Masyarakat

    harus memanfaatkan semua alternatif yang tersedia bagi pengelolaan resiko

    termasuk segala bentuk perlindungan asuransi yang mencakup fluktuasi harga,

    asuransi tanaman, kondisi iklim dan penggunaan instrumen keuangan.

    Berdasarkan globalisasi dan liberalisasi tersebut, pemerintah kemudian

    menerbitkan peraturan mengenai perdagangan berjangka pada tahun 1997,

    terbitlah Undang-Undang Nomor 32 tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka

    Komoditi (BAPPEBTI) sekarang telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor

    10 Tahun 2011 yang memberikan pengaturan dan regulasi secara garis besar dan

    mengenai perdagangan berjangka di Indonesia.

    Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 terdapat pengaturan mengenai

    pihak-pihak yang ada dalam perdagangan berjangka, yaitu badan pengawas

    berjangka komoditi (BAPPEBTI) yang merupakan pengawas dari perdagangan

    berjangka, bursa berjangka sebagai pihak yang mengadakan dan menyediakan

    sistem dan sarana untuk kegiatan perdagangan berjangka, lembaga kliring

    berjangka yaitu sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem

    dan sarana untuk kegiatan pelaksanaan kliring dan menjamin transaksi

    perdagangan berjangka, pialang yang bertanggungjawab untuk mengatur transaksi

  • nasabah, dan pedagang berjangka yaitu yang melakukan transaksi untuk

    rekeningnya sendiri.

    Kontrak berjangka komoditi merupakan suatu komitmen tetap untuk

    menyerahkan atau menerima sejumlah komoditi tertentu dengan kualitas yang

    telah ditetapkan sepanjang masa sebelum jatuh tempo dan harga dibentuk melalui

    lelang terbuka terus-menerus di bursa berjangka. Sebagai contoh, seorang petani

    jagung akan panen dalam tiga bulan, tetapi takut harga jagung akan turun dalam

    tiga bulan, dan dia menginginkan harganya tetap seperti sekarang, kemudian

    petani tersebut membeli kontrak di Lembaga Kliring Berjangka dengan harga saat

    ini dan waktu yang diinginkan.

    Di Indonesia terdapat dua bursa berjangka, yaitu PT Bursa Berjangka

    Indonesia (BBJ) dan PT Bursa Komoditi dan Derivative Indonesia (BKDI).

    Sedangkan untuk lembaga kliring berjangka ada dua, yaitu PT Kliring Berjangka

    Indonesia (KBI) dan PT Indentrust Security International (ISI). Pasar berjangka

    merupakan pasar yang harganya tergantung oleh komoditi yang kontraknya

    diperjualbelikan di bursa, sedangkan pasar modal harganya tergantung pada

    kinerja perusahaan yang sahamnya diperjualbelikan. Dalam tujuannya, tujuan dari

    pasar berjangka adalah pengalihan resiko dari fluktuasi harga, sedangkan tujuan

    dari pasar modal adalah mobilisasi dana suatu perusahaan dengan menjual saham

    perusahaan.

    Pasar Berjangka memperjualbelikan kontrak-kontrak yang berhubungan

    dengan komoditi, meliputi minyak, gas alam, emas, perak, logam, ternak, daging,

    unggas, biji-bijian, padi, jagung, gula, dan produk lainnya yang mengalami

    perubahan nilai. Sama seperti halnya PT Victory International Futures, yang

  • memperjualbelikan olein, crude palm oil (CPO), rolling gold, rolling gold index,

    sugar, soybeans, arabica coffee.

    Perdagangan berjangka komoditi sendiri saat ini masih kurang dikenal oleh

    masyarakat, banyak nasabah yang memilih untuk berinvestasi dalam bidang mata

    uang, saham, dan emas, sedangkan dalam bidang komoditi selain emas masih

    jarang dipilih. Mata uang merupakan pilihan utama para nasabah, karena ketika

    mata uang suatu negara terpuruk, maka negara tersebut pasti berusaha semaksimal

    mungkin untuk mengembalikan nilai mata uangnya, ketika mata uangnya terlalu

    parah, bank central akan memberi kebijakan moneter untuk meningkatkan mata

    uang tersebut. Pilihan kedua adalah saham, alasannya adalah ketika nilai saham

    suatu perusahaan turun, perusahaan tersebut akan berusaha meningkatkan

    pencitraan dan kinerja dari perusahaan tersebut. Kemudian pilihan terakhir adalah

    komoditi, yang membuat komoditi jarang diminati adalah komoditi bergantung

    pada alam, seperti kopi dan sebagainya sangat bergantung pada kondisi alam,

    ketika terjadi kondisi alam yang buruk, maka akan mempengaruhi nilai komoditi

    menjadi buruk, kemudian jika kondisi alam tersebut terus memburuk, nilai

    komoditi juga tidak bisa membaik.

    Indonesia merupakan negara agraris dengan sumber daya alam yang

    bermacam-macam. Banyak komoditi di Indonesia baik soft maupun hard

    commodity yang menduduki peringkat pertama sebagai negara penghasil di dunia.

    Seperti contohnya, rempah-rempah dan kelapa sawit menduduki peringkat satu,

    karet peringkat dua, beras, kopi, kakao, tembaga, dan timah peringkat tiga,

    batubara peringkat lima, dan emas peringkat delapan. Berdasarkan potensi

    komoditi Indonesia ini, seharusnya Indonesia bisa berperan sebagai negara

  • penentu komoditas dunia, namun kenyataanya yang berperan sebagai penentu

    komoditas dunia adalah negara-negara lain yang merupakan konsumen komoditas

    Indonesia.

    Jika dilihat negara-negara penghasil komoditi di dunia yang lainnya seperti

    Amerika Serikat, harga dari komoditi hasil negara tersebut selalu mengalami

    peningkatan. Hasil komoditi dari negara Amerika Serikat adalah jagung, gandum,

    dan kedelai, yaitu untuk kedelai dari USD1150 menjadi USD1470, jagung dari

    USD550 menjadi USD770, dan gandum dari USD650 menjadi USD780.

    Nilai komoditi dari Amerika Serikat bisa terus meningkat disebabkan karena

    Amerika Serikat memiliki bursa komoditi, yaitu Chicago Mercantile Exchange

    yang mengendalikan atau mengontrol harga komoditas dunia. Hal ini

    menyebabkan kesejahteraan petani di Amerika Serikat bisa terjaga, selalu

    mengalami peningkatan, berbalik dengan Indonesia yang petaninya semakin

    terpuruk karena harga komoditi dikuasai oleh negara-negara lainnya.

    Indonesia yang seharusnya bisa mengendalikan harga komoditi, ternyata harus

    pasrah terhadap harga yang ditentukan oleh negara-negara konsumen. Sebagai

    contoh adalah kakao, kopi, dan batubara. Sejak Desember 2011 hingga Februari

    2013, harga ketiga komoditi tersebut terus menurun, yaitu harga kakao dari

    USD2150 menjadi USD2130, harga kopi dari USD220 menjadi USD150, dan

    harga batubara dari USD115 menjadi USD95.

    Masalah yang timbul adalah bagaimana upaya yang dilakukan agar komoditi

    bisa diminati oleh investor. Meskipun komoditi terkadang harganya bisa sangat

    anjlok, namun hal ini bisa diantisipasi dengan penggunaan teknik hedging. Ketika

  • komoditi bisa diminati lagi oleh para investor, dengan secara tidak langsung

    Indonesia bisa menjadi acuan untuk harga komoditi global.

    Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan, maka disusunlah Laporan

    Praktek Kerja Lapangan dengan mengangkat judul Peningkatan pemahaman

    lindung nilai komoditi dalam upaya meningkatkan ekspor dan menjadi penentu

    harga ekspor

    1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan

    1.2.1 Tujuan Umum

    a. Mahasiswa dapat mencoba untuk menerapkan teori-teori yang

    telah diajarkan selama perkuliahan.

    b. Mahasiswa mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang

    dunia kerja nyata.

    c. Persiapan bagi mahasiswa yang nantinya akan masuk dalam

    dunia kerja.

    d. Menambah kenalan atau rekan kerja yang lebih berpengalaman

    dalam bidang yang berhubungan.

    1.2.2 Tujuan Khusus

    a. Memahami dan mengerti apa itu perusahaan berjangka,

    terutama PT Victory International Futures.

    b. Untuk mengetahui apa saja yang menyeba