vaksin

Click here to load reader

  • date post

    26-Oct-2014
  • Category

    Documents

  • view

    121
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of vaksin

IMUNISASI Usaha pencegahan suatu penyakit dengan pemberian vaksin (imunitas aktif) atau antisera (imunitas pasif).

1

ANTISERA Serum yang telah mengandung antibodi Contoh : ATS (Anti Tetanus Serum) ABU (Anti Bisa Ular)

2

Vaksinasi Suatu imunoterapi anti-mikrobial, melibatkan pengaktifan sistem imun untuk merespon agen penyebab infeksi. Apakah perlu imunisasi pada bayi? Bayi yang baru lahir sudah mendapat antibodi dari ibunya usia 6 bulan3

Setelah usia 6 bulan, bayi memerlukan imunisasi Tetapi tidak harus diimunisasi Persetujuan orang tua Memberi penjelasan vaksin yang akan diberikan

4

Vaksin adalah preparat antigenik yang digunakan untuk meningkatkan imunitas terhadap suatu penyakit. Istilah vaksin berasal dari bahasa latin, vacca=sapi. Istilah ini untuk memberi penghargaan pada Edward Jenner yang meneliti tentang cowpox. Pasteur menemukan vaksin terhadap smallpox. Proses distribusi dan pemberiannya disebut vaksinasi.

5

Vaksin dapat untuk profilaktik (untuk pencegahan atau memperbaiki efek dari infeksi oleh patogen) atau terapeutik (untuk pengobatan, misal terhadap kanker).

6

Tipe vaksin Vaksin dapat berupa virus atau bakteri hidup, yang dilemahkan. Atau dapat berupa organisme yang dimatikan atau diinaktifkan atau produk murni yang berasal dari bagian atau fragmen organisme.7

Ada 4 tipe vaksin tradisional : 1. Inaktivasi : dibuat dari mikroorganisme virulen yang dimatikan dengan bahan kimia atau pemanasan. Bahan kimia yang digunakan : formalin atau fenol Vaksin tipe ini menimbulkan respon imun yang tidak komplit atau yang pendek waktunya dan memerlukan penggunaan secara boster. Contoh : vaksin flu, kolera, bubonic plague dan hepatitis A.8

2. Mikroorganisme hidup yang dikurangi virulensinya, adalah : mikroorganisme hidup yang dikultivasi dibawah kondisi yang tidak enak bagi sifat virulennya. Misal : virus polio dikultur (ditumbuhkan dalam telur ayam yang sudah dibuahi) Helicobacter pylori, hidup di lambung. Memproduksi urease nyeri. Bakteri ini dikultur berkali-kali (20-50 X), fimbrie nya akan hilang bakteri gundul Vaksin tipe ini menimbulkan respon imun lebih panjang dan lebih banyak digunakan untuk orang dewasa sehat. Contoh : yellow fever, measles, rubella, dan mumps

9

3. Toksoid, tipe ini dibuat dari senyawa toksik dari mikroorganisme yang diinaktifkan. Senyawa tersebut pada keadaan tertentu lebih dapat menimbulkan penyakit dibanding dengan mikroorganisme itu sendiri. Contoh : tetanus, dipteri 4. Sub unit, berupa fragmen dari mikroorganisme, yang dapat menimbulkan respon imun. Misal : vili Contoh : vaksin HBV, dibuat dari protein permukaan virus10

VIRION

11

Eukaryote versus prokaryote

12

Vaksin tuberkulosis hidup bukan merupakan strain TB yang dapat menyebabkan penyakit menular, tetapi dari strain BCG. Di USA, vaksin ini jarang digunakan.

13

Beberapa vaksin inovatif (modern) yang sedang dikembangkan dan juga dalam penggunaan : 1. Konjugat - bakteri tertentu mempunyai lapisan luar berupa polisakarida yang sifat imunogeniknya lemah. Dengan melekatkan polisakarida pada protein (misal toksin), maka sistem imun dapat mengenali polisakarida tersebut sebagai antigen protein Contoh : Vaksin Haemophilus influenzae tipe B14

2. Vektor rekombinan- dengan mengkombinasi sifat fisiologi satu mikroorganisme dengan DNA dari mikroorganisme yang lain. Imunitas dapat dibentuk terhadap penyakit yang mempunyai proses infeksi yang komplek15

3. Vaksin DNA- Akhir-akhir ini, tipe baru dari vaksin dikembangkan dari DNA agen infeksi. Transformasi DNA bakteri atau virus kedalam sel manusia atau binatang.

16

Karena sel tersebut dapat hidup lama, jika ada patogen yang biasanya mengekspresikan protein tersebut masuk kedalam hospes, mereka akan diserang dengan segera oleh sistem imun. Salah satu keuntungan vaksin DNA adalah sangat mudah diproduksi dan disimpan.

17

4. Vaksin sintetik 5. Vaksin sub unit Yang bisa menimbulkan respon imun, bagian yang muncul di permukaan (epitop). Terdiri dari 10-15 asam amino, yang digunakan sebagai vaksin.

18

Di USA, the Advisory Committee on Immunization Practices, memberikan rekomendasi vaksinasi rutin pada anakanak terhadap hepatitis A, hepatitis B, polio, mumps, measles, rubella, diptheria, pertussis, tetanus, chicken pox, rotavirus, influenza, meningitis dan pneumonia.19

Banyaknya jumlah vaksin dan boster yang direkomendasikan (sampai dengan 24 injeksi pada umur 2 tahun) telah menjadi masalah untuk pencapaian yang penuh. Vaksin kombinasi telah dipasarkan (misal vaksin Prevnar dan ProQuad), dengan tujuan untuk pencegahan terhadap bermacam-macam penyakit.

20

Vaksin yang direkomendasikan untuk pemberian ulang seumur hidup : measles, tetanus, influenza, dan pneumonia. Seringkali wanita hamil diskrining untuk terus resisten terhadap rubella.

21

Vaksin yang direkomendasikan untuk usia tua : pneumonia dan influenza, yang lebih mematikan untuk golongan tersebut.

22

Kontroversi Vaksin Sejumlah vaksin, mengandung thimerosal, (pengawet) yang dimetabolisme menjadi etilmerkuri. Contoh : vaksin influenza, DTP (diphtheria, tetanus dan pertussis). Sejak tahun 1997, penggunaan thimerosal sudah banyak berkurang. Di USA telah ditetapkan hukum yang melarang penggunaan thimerosal dalam vaksin untuk anakanak.

23

Penelitian tentang thimerosal : Laporan akhir tahun 1990, vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) dan hepatitis B, menimbulkan efek samping autisme. Laporan pada tahun 2004-2005, banyaknya penderita mumps (gondok) pada anak-anak dan orang tua.

24

Efektifitas yang rendah dari pemberian vaksin 1. Pada hospes yang tak mampu membentuk antibodi, seperti AIDS, yang diserang sel Tnya 2. Pada hospes yang menerima obat yang dapat menurunkan sistem imun, misal : golongan obat steroid, juga propanolol 3. Pada hospes yang menderita kelainan genetik Tidak mempunyai ADE (Adenin Deaminase), sehingga sel T terganggu, menderita seperti AIDS atau lebih dikenal SCID (Severe Complex Immuno Deficiency) 25 4. Penerima transplantasi, sering diberi obat

Efektifitas atau penampilan vaksin, tergantung pada beberapa faktor : 1. Penyakitnya (untuk beberapa vaksinasi penyakit tertentu, hasilnya lebih baik daripada penyakit lainnya) 2. Strain dari vaksin 3. Skedul waktu pemberian 4. Individual 5. Etnik atau genetik26

Efikasi Vaksin Vaksin tidak menjamin perlindungan yang komplet, masih ada kemungkinan, orang tersebut terkena penyakit. Bisa disebabkan : 1. Sistem imun hospes. 2. Adanya imunitas yang direndahkan (diabetes, penggunaan steroid, infeksi HIV) 3. Sistem imun hospes tidak mempunyai sel B Contoh : Polio 90-100% Tetanus >90% Diphteria 87-96%27

Bahkan apabila hospes mengembangkan antibodi, sistem imun manusia tidak sempurna. Beberapa germ dapat bermutasi (virus penyebab demam dan influenza), dan dalam beberapa kasus sistem imun masih belum mampu untuk memerangi infeksi.28

Vaksin yang dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes melitus 1. Pertussis 2. Hemophilus 3. Hepatitis B 4. Tuberculosis (BCG) Bisa berasal dari hospes atau dari vaksinnya Hospes, karena kelainan genetik Vaksin , karena bahan pengawetnya29

Efek Samping Beberapa penyakit autoimun, seperti Acute disseminated encephalomyelitis, Guillain-Barr syndrome, Transverse myelitis and multiple sclerosis diketahui ada hubungannya dengan vaksin.

30

Produksi vaksin Melalui beberapa tahap 1. Kultivasi secara in vivo dan invitro Tak semua agen infeksi bisa dikultivasi in vitro. Contoh : Mycobacterium leprae Hanya bisa hidup di hewan trenggiling, jika di luar tubuh manusia Virus MMR bisa dikultivasi in vivo di dalam embrio dengan kultur jaringan atau sel Vibrio cholerae dapat dikultivasi in vitro31

Pemanenan dan pemurnian Bisa dilakukan secara sentrifugasi dan kromatografi Formulasi Untuk menjaga konsistensi vaksin, terhadap temperatur, maka ditambahkan gliserin, agar kalau didinginkan tidak membeku32

Pengawet Bisa digunakan antibiotik, tetapi bisa menimbulkan resistensi Thimerosal, digunakan dalam jumlah sangat kecil, sekitar 0,00125% Elektrolit dan bufer, untuk menjaga pH larutan vaksin Adjuvan, suatu material yang dapat meningkatkan respon imun Syarat : tidak imunogenik, inert, mudah didegradasi, tidak pirogenik, tentunya dapat meningkatkan imunogenik suatu antigen 33

Vaksin yang ideal Dapat digunakan untuk semua umur Proteksi seumur hidup, hanya sekali pemberian Mudah diberikan, jika mungkin per oral, karena injeksi bisa menimbulkan trauma pada anak-anak. Tidak ada efek samping Stabil Tersedia dalam jumlah besar Murah34

Adjuvan Senyawa peningkat respon imun. Contoh : Adjuvants in common use: 1. Garam Aluminium 2. Liposomes and Immunostimulating complexes (ISCOMS)35

3. Complete Freunds adjuvant is an emulsion of Mycobacteria, oil and water Too toxic for man Induces a good cell mediated immune response. 4. Incomplete Freund's adjuvant as above, but without Mycobacteria. 5. Muramyl di-peptide Derived from Mycobacterial cell wall. 6. Cytokines IL-2, IL-12 and Interferon-gamma.

36

Imunoterapi yang lain Kanker Imunoterapi BCG

37

Imunoterapi topikal menggunakan krim (imiquimod) untuk kutil, jerawat, basal cell cancer, squamous cell cancer, cutaneous lymphoma, dan superficial malignant melanoma. Imunoterapi injeksi menggunakan antigen mumps, candida atau trichophytin untuk mengobati kutil.

38

Imunoterapi dengan sel dendritik Tujuannya untuk mengaktifkan respon sitotoksik terhadap suatu antigen. Sel dendritik (sel APC), diambil dari pasien, dicampur dengan antigen ataupun dengan vektor virus. Sel dendritik yang s