V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN V...  Suhu udara rata-rata mencapai 260 C, dengan kelembaban...

download V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN V...  Suhu udara rata-rata mencapai 260 C, dengan kelembaban udara

of 23

  • date post

    28-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN V...  Suhu udara rata-rata mencapai 260 C, dengan kelembaban...

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

5.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian

Kota Bogor merupakan salah satu kota administratif di Provinsi Jawa

Barat yang terletak pada 106 4330BT 106 5100BT dan 3030LS 410LS.

Ketinggian wilayah Kota Bogor berada minimal 190 mdpl dan maksimal 350

mdpl, dengan luas wilayah 118,50 km2. Suhu udara rata-rata mencapai 260 C,

dengan kelembaban udara yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 70 persen. Kota

Bogor yang dijuluki sebagai kota hujan memiliki 6 kecamatan yaitu Bogor Timur,

Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Barat, Bogor Selatan dan Tanah Sereal, yang

terbagi menjadi 68 kelurahan dan desa.

Kota Bogor dibatasi oleh kecamatan-kecamatan dari Kabupaten Bogor

yaitu sebagai berikut:

Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Caringin

Timur : Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Ciawi

Utara : Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Bojong Gede, dan Kecamatan

Kemang

Barat : Kecamatan Kemang dan Kecamatan Dramaga

Kondisi wilayah Kota Bogor yang dikelilingi oleh dua pegunungan besar

di Indonesia yaitu Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, menjadikan

Kota Bogor menjadi daerah tujuan wisata alam yang banyak dikunjungi

wisatawan domestik maupun asing. Pada masa kolonial Belanda, Kota Bogor

mendapat julukan sebagai Buittenzorg yang artinya kota peristirahatan. Pada

masa itu, Bogor merupakan daerah perlintasan yang menghubungkan Kota

Batavia (sekarang DKI Jakarta) menuju Kota Paris Pan Java (sekarang Kota

Bandung). Jarak Kota Bogor yang hanya kurang lebih 60 kilometer dari Daerah

Khusus Ibu Kota Jakarta, menjadikan kota ini menjadi daerah yang prospektif

dalam pengembangan ekonomi dan bisnis.

5.2 Karakteristik Responden

Karakteristik responden merupakan ciri atau sifat konsumen yang pernah

membeli dan mengkonsumsi minuman probiotik jenis yoghurt antara lain yakult

dan vitacharm. Pengambilan sampel dilakukan di sejumlah tempat-tempat

keramaian seperti Botani Square, Plaza Ekalokasari, Bogor Trade Mall, Warung

Jambu Plaza, Plaza Jembatan Merah dan Yogya Dept. Strore Kota Bogor.

Variabel karakteristik responden yang dibahas mencakup sebaran jenis

kelamin, usia, status pernikahan, jumlah anggota keluarga, pendidikan,

pendapatan perbulan. Pertimbangan pemilihan variabel tersebut berdasarkan

perbedaan individu, geografis dan demografis yang diduga akan mempengaruhi

sikap dan preferensi konsumen terhadap minuman probiotik sebagai minuman

kesehatan.

5.2.1 Sebaran Responden Menurut Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil survey terhadap 100 responden diketahui bahwa

sebagian besar responden yang melakukan pembelian minuman probiotik jenis

yoghurt adalah perempuan sebesar 64 persen, dan sisanya laki-laki sebesar 36

persen (Gambar 7). Dominasi perempuan dalam melakukan pembelian

minuman probiotik mengindikasikan bahwa umumnya perempuan merupakan

individu yang mempunyai hobi berbelanja, dan sering melakukan pengambilan

keputusan terhadap produk pangan dalam keluarga termasuk dalam bidang

kesehatan.

36%

64%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

Presentase

Laki-Laki Perempuan

Jenis Kelamin

Gambar 7. Sebaran Responden Menurut Jenis Kelamin

Persentase jumlah laki-laki sebesar 36 persen, mengindikasikan bahwa

laki-laki merupakan individu yang mempunyai peranan penting dalam keluarga

untuk memberikan referensi suatu produk termasuk produk kesehatan. Sebagian

laki-laki yang telah menikah maupun belum menikah akan melakukan

pembelian minuman probiotik tanpa mengandalkan pasangannya. Mereka

cenderung akan melakukan pembelian sendiri ke toko-toko, warung-warung

serta tempat yang menjual minuman probiotik jenis yoghurt. Pada hakikatnya

pembelian minuman probiotik terjadi pada mereka yang sadar akan kesehatan

dan mempunyai kesempatan untuk melakukan pembelian.

5.2.2 Sebaran Responden Menurut Usia

Usia responden yang melakukan pembelian minuman probiotik jenis

yoghurt sangat bervariasi. Hal ini mengindikasikan bahwa segmentasi

pemasaran produk minuman probiotik yakult dan vitacharm ditujukan untuk

semua kalangan mulai dari anak kecil, remaja, dan dewasa. Untuk keperluan

penelitian ini sebaran usia hanya dibatasi pada usia minimal 16 tahun ke atas,

karena responden dianggap mampu memahami semua pertanyaan seputar

preferensi produk yang ditanyakan.

Penggolongan usia dibagi ke dalam lima kelas, dengan cara mengurangi

usia tertinggi dengan usia terendah kemudian dibagi jumlah kelompok usia yang

diinginkan. Kelompok usia tersebut terdiri dari kelompok usia 16 22 tahun, 23-

29 tahun, 30-36 tahun, 37-43 tahun dan 44-45 tahun (Gambar 8). Berdasarkan

kelompok usia tersebut, Persentase terbesar adalah kelompok usia 30-36 tahun

(28 persen), kemudian diikuti masing-masing oleh kelompok usia 23-29 tahun

(25 persen), usia 37-43 tahun (24 persen), usia 16-22 tahun (15 persen), dan usia

terendah adalah 44-50 tahun (8 persen).

15%

25%

28%

24%

8%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

Presentase

16-22 23-29 30-36 37-43 44-50

Usia (Tahun)

Gambar 8. Sebaran Responden Menurut Usia

5.2.3 Sebaran Responden Menurut Status Pernikahan

Sebaran responden menurut status pernikahan menunjukkan bahwa

responden yang sudah menikah memiliki persentase terbesar yaitu sebesar 68

persen, sedangkan responden yang tidak menikah sebesar 32 persen. Data

tersebut mengindikasikan bahwa keluarga merupakan sumber pengaruh dan

menjadi penentu dalam perilaku pembelian konsumen. Keberadaan anak di

tengah keluarga dapat menjadi motivator utama dalam proses pembelian

minuman probiotik jenis yoghurt antara lain yakult dan vitacharm.

68%

32%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

Presentase

Menikah Tidak Menikah

Status Pernikahan

Gambar 9. Sebaran Responden Menurut Status Pernikahan

Pernikahan merupakan ikatan dua orang laki-laki dan perempuan untuk

membentuk sebuah sistem baru yang disebut keluarga. Keluarga terutama dalam

budaya yang cenderung kolektif (bukan individualis) sangat menentukan

perilaku, pemilihan produk dan aktivitas pembelian. Keluarga dapat menjadi

sumber pembelajaran dan bersosialisasi untuk menjadi calon konsumen

potensial suatu produk termasuk minuman kesehatan probiotik.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi yang mempengaruhi nilai-nilai

dalam kehidupan berkeluarga dan pengaruh-pengarih budaya dari luar, konsep

keluarga sudah banyak berubah. Secara tradisional keluarga dapat didefinisikan

sebagai dua atau lebih orang yang memiliki hubungan darah, perkawinan, atau

adopsi yang tinggal bersama-sama. Dalam arti yang lebih dimanis, individu-

individu yang membentuk keluarga adalah anggota-anggota dari kelompok

sosial yang paling mendasar yang hidup bersama-sama dan berinteraksi untuk

saling memuaskan kebutuhan pribadi masing-masing (Schifman dan Kanuk,

2000 dalam Prasetijo dan Ihalauw, 2005).

5.2.4 Sebaran Responden Menurut Jumlah Anggota Keluarga

Besarnya pengaruh keluarga dalam menentukan perilaku kosumen,

pemilihan jenis produk dan aktivitas pembelian memerlukan perhatian khusus

dari pemasar, karena peran-peran yang berbeda dari para anggotanya dalam

mempengaruhi keputusan pembelian. Gambar 10 menjelaskan bahwa sesorang

yang mempunyai anggota keluarga antara 3-4 orang dan 5-6 orang merupakan

responden yang banyak membeli atau mengkonsumsi minuman probiotik antara

lain yakult dan vitacharm.

Seseorang yang anggota keluarganya terdiri dari tiga orang idealnya

adalah satu orang istri, satu orang suami dan satu orang anak. Begitu pula

dengan keluarga yang terdiri dari enam orang idealnya adalah satu orang isteri,

satu orang suami, dan empat orang anak. Berdasarkan penggolongan jumlah

anggota keluarga responden, persentase jumlah anggota keluarga terbesar

adalah 3-4 orang (46 persen) dan 5-6 orang (42 persen). Banyaknya jumlah

anggota keluarga menggambarkan jumlah tanggungan hidup yang harus

dipenuhi.

9%

46%42%

3%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

40%

45%

50%

Presentase

1-2 3-4 5-6 7-8

Jumlah Anggota Keluarga (Orang)

Gambar 10. Sebaran Responden Menurut Jumlah Anggota Keluarga

Anak yang biasanya berperan sebagai pengguna akhir dari produk yang

dibeli, memberikan pengaruh besar dalam pengambilan keputusan pembelian

konsumsi dalam keluarga. Seorang anak akan mencoba mempengaruhi

(influence) orang tuanya untuk melakukan pembelian. Pengaruh tersebut

cenderung berkurang dengan bertambahnya usia, sedangkan seorang ibu akan

lebih banyak melakukan pembelian sesuai permintaan anaknya. Walaupun

seorang anak tidak mendominasi dalam pengambilan keputusan pembelian,

namun seorang anak mempunyai potensi yang cukup besar untuk membentuk