Uu 05 2002 Pjls

download Uu 05 2002 Pjls

of 10

  • date post

    21-May-2015
  • Category

    Sports

  • view

    764
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Uu 05 2002 Pjls

  • 1. 1 of 10 PENJELASAN ATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 5 TAHUN 2002TENTANGPEMBENTUKAN KABUPATEN KATINGAN, KABUPATEN SERUYAN,KABUPATEN SUKAMARA, KABUPATEN LAMANDAU,KABUPATEN GUNUNG MAS, KABUPATEN PULANG PISAU,KABUPATEN MURUNG RAYA, DAN KABUPATEN BARITO TIMUR DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAHI. UMUMProvinsi Kalimantan Tengah yang mempunyai luas wilayah 153.564 km2 pada umumnya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Utara, dan Kabupaten Barito Selatan pada khususnya, telah menunjukkan kemajuan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan yang dalam perkembangannya perlu ditingkatkan sesuai dengan potensi daerah, luas wilayah, dan kebutuhan pada masa mendatang.Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai luas wilayah 50.700 km 2. Dalam rangka membantu tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan, perlu dibentuk Kabupaten Katingan yang terdiri atas 11 (sebelas) kecamatan yaitu Kecamatan Katingan Hulu, Kecamatan Marikit, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kecamatan Katingan Hilir, Kecamatan Tasik Payawan, Kecamatan Kamipang, Kecamatan Mendawai, dan Kecamatan Katingan Kuala dengan luas wilayah keseluruhan 17.500 km2 dan Kabupaten Seruyan yang terdiri atas 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Seruyan Hulu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kecamatan Hanau, Kecamatan Danau Sembuluh, dan Kecamatan Seruyan Hilir dengan luas wilayah keseluruhan 16.404 km 2.Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai luas wilayah 21.000 km2. Dalam rangka membantu tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan perlu dibentuk Kabupaten Sukamara yang terdiri atas 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Balairiam, Kecamatan Sukamara, dan Kecamatan Jelai dengan luas wilayah keseluruhan 3.827 km 2, dan Kabupaten Lamandau yang terdiri atas 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Delang, Kecamatan Lamandau, dan2. Kecamatan Bulik dengan luas wilayah keseluruhan 6.414 kmKabupaten Kapuas mempunyai luas wilayah 38.400 km 2. Dalam rangka membantu tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan perlu dibentuk Kabupaten Gunung Mas yang terdiri atas 6 (enam) kecamatan yaitu Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Tewah, Kecamatan Kurun, Kecamatan Sepang, Kecamatan Rungan, dan Kecamatan Manuhing dengan luas wilayah keseluruhan 10.804 km2, dan Kabupaten Pulang Pisau yang terdiri atas 6 (enam) kecamatan yaitu Kecamatan Banama Tingang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kecamatan Kahayan Hilir, Kecamatan Maliku, Kecamatan Pandih Batu, dan Kecamatan Kahayan Kuala dengan luas wilayah keseluruhan 8.997 km2.

2. 2 of 10Kabupaten Barito Utara mempunyai luas wilayah 32.000 km2. Dalam rangka membantu tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan perlu dibentuk Kabupaten Murung Raya yang terdiri atas 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Sumber Barito, Kecamatan Laung Tuhup, Kecamatan Murung, Kecamatan Tanah Siang, dan Kecamatan Permata Intan dengan luas wilayah keseluruhan 23.700 km 2.Kabupaten Barito Selatan mempunyai luas wilayah 12.664 km2. Dalam rangka membantu tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan perlu dibentuk Kabupaten Barito Timur yang terdiri atas 6 (enam) kecamatan yaitu Kecamatan Pematang Karau, Kecamatan Dusun Tengah, Kecamatan Petangkep Tutui, Kecamatan Banua Lima, Kecamatan Dusun Timur, dan Kecamatan Awang dengan luas wilayah keseluruhan 3.834 km 2.Secara geografis kecamatan-kecamatan di kabupaten-kabupaten tersebut di atas mempunyai kedudukan yang strategis jika ditinjau dari segi politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, telah menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang cukup pesat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan, serta diikuti pula dengan peningkatan jumlah penduduk sehingga perlu penyesuaian struktur pemerintahannya.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Katingan Hulu, Kecamatan Marikit, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kecamatan Katingan Hilir, Kecamatan Tasik Payawan, Kecamatan Kamipang, Kecamatan Mendawai, dan Kecamatan Katingan Kuala berjumlah 112.762 jiwa dan pada tahun 2000 berjumlah 120.419 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,36 % per tahun.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Seruyan Hulu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kecamatan Hanau, Kecamatan Danau Sembuluh, dan Kecamatan Seruyan Hilir berjumlah 76.084 jiwa dan pada tahun 1999 berjumlah 112.519 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 4,6 % per tahun.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Sukamara, Kecamatan Balairiam, dan Kecamatan Jelai berjumlah 22.675 jiwa dan pada tahun 2000 berjumlah 29.700 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 6,19% per tahun.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Delang, Kecamatan Lamandau, dan Kecamatan Bulik berjumlah 46.546 jiwa dan pada tahun 2000 berjumlah 48.115 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 5% per tahun.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Tewah, Kecamatan Kurun, Kecamatan Sepang, Kecamatan Rungan, dan Kecamatan Manuhing berjumlah 75.632 jiwa dan pada tahun 2000 berjumlah 76.074 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,67% per tahun.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Banama Tingang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kecamatan Kahayan Hilir, Kecamatan Maliku, Kecamatan Pandih Batu, dan Kecamatan Kahayan Kuala berjumlah 120.570 jiwa dan pada tahun 1999 berjumlah 122.179 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,60% per tahun.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Sumber Barito, Kecamatan Laung Tuhup, Kecamatan Murung, Kecamatan Tanah Siang, dan Kecamatan Permata Intan berjumlah 71.846 jiwa dan pada tahun 2000 berjumlah 81.563 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 2 % per tahun.Pada tahun 1996 penduduk di Kecamatan Pematang Karau, Kecamatan Dusun 3. 3 of 10 Tengah, Kecamatan Petangkep Tutui, Kecamatan Banua Lima, Kecamatan DusunTimur, dan Kecamatan Awang berjumlah 80.307 jiwa dan pada tahun 2001 berjumlah102.494 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 8 % per tahun. Pertambahan jumlah penduduk tersebut telah mengakibatkan semakin bertambahnyabeban tugas dan volume kerja dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan,pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan di kecamatan-kecamatan tersebut. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dan memperhatikan aspirasi masyarakat yangberkembang dan selanjutnya secara formal dituangkan dalam Keputusan DewanPerwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tanggal 6 Januari 2000Nomor 13/KPTS-DPRD/6/2000 tentang Dukungan terhadap Rencana PemekaranKabupaten Kotawaringin Timur Menjadi Beberapa Kabupaten Baru, Keputusan DewanPerwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat tanggal 29 Desember 1999Nomor 11/SK/170/172-KTB/1999 tentang Dukungan terhadap Rencana PemekaranKabupaten Kotawaringin Barat, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat DaerahKabupaten Kapuas tanggal 21 Desember 1999 Nomor 33/SKDPRD-KPS/1999tentang Dukungan terhadap Rencana Pemekaran Kabupaten Kapuas, KeputusanDewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Utara tanggal 15 Desember 1999Nomor 25/KE-DPRD/1999 tentang Dukungan terhadap Rencana PemekaranKabupaten Barito Utara, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah KabupatenBarito Selatan tanggal 11 Desember 1999 Nomor 188.4/23/DPRD/1999 tentangDukungan terhadap Rencana Pemekaran Kabupaten Barito Utara, dan KeputusanDewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Kalimantan Tengah tanggal 31 Juli 2000Nomor 8 Tahun 2000 tentang Persetujuan Pengembangan Wilayah KabupatenKotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kapuas, KabupatenBarito Utara, dan Kabupaten Barito Selatan. Untuk lebih meningkatkan daya guna serta hasil guna penyelenggaraanpemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pelayanan kemasyarakatan, dan untuklebih meningkatkan peran aktif masyarakat, maka dipandang perlu wilayah KabupatenKotawaringin Timur ditata dengan membentuk Kabupaten Katingan dan KabupatenSeruyan sebagai pemekaran Kabupaten Kotawaringin Timur, menata KabupatenKotawaringin Barat dengan membentuk Kabupaten Sukamara dan KabupatenLamandau sebagai pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat, menata KabupatenKapuas dengan membentuk Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Pulang Pisausebagai pemekaran Kabupaten Kapuas, menata Kabupaten Barito Utara denganmembentuk Kabupaten Murung Raya sebagai pemekaran Kabupaten Barito Utara,serta menata Kabupaten Barito Selatan dengan membentuk Kabupaten Barito Timursebagai pemekaran Kabupaten Barito Selatan. Dengan terbentuknya Kabupaten Katingan dan Kabupaten Seruyan, wilayahKabupaten Kotawaringin Timur berkurang seluas wilayah Kabupaten Katingan danKabupaten Seruyan, wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat berkurang seluas wilayahKabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau, wilayah Kabupaten Kapuasberkurang seluas wilayah Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Pulang Pisau,wilayah Kabupaten Barito Utara berkurang seluas wilayah Kabupaten Murung Raya,serta wilayah Kabupaten Barito Selatan berkurang seluas wilayah Kabupaten BaritoTimur.II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. Pasal 2 4. 4 of 10Cukup jelas.Pasal 3Cukup jelas.Pasal 4Cukup jelas.Pasal 5Cukup jelas.Pasal 6Cukup jelas.Pasal 7Cukup jelas.Pasal 8Cukup jelas.Pasal 9Cukup jelas.Pasal 10Cukup jelas.Pasal 11Cukup jelas.Pasal 12Ayat (1)Cukup jelas.Ayat (2)Cukup jelas.Ayat (3)Cukup jelas.Ayat (4) 5. 5 of 10Cukup jelas.Ayat (5)Cukup jelas.Ayat (6)Cukup jelas.Ayat (7)Cukup jelas.Ayat (8)Cukup jelas.Ayat (9)Peta sebagaimana dimaksud pada ayat ini adalah peta wilayah Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Barito Timur dalam bentuk lampiran Undang-undang ini.Ayat (10)Pene