UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT SENI SISWA …

of 115 /115
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT SENI SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 212/IV KOTA JAMBI SKRIPSI SASKIA TASYA MAMELA NIM.TPG. 161957 PROGRAM STUDI PENDIDIKANGURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2020

Embed Size (px)

Transcript of UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT SENI SISWA …

SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK
DI SEKOLAH DASAR NEGERI 212/IV KOTA JAMBI
SKRIPSI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK
DI SEKOLAH DASAR NEGERI 212/IV KOTA JAMBI
SKRIPSI
Di ajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
Strata satu (S1)
SASKIA TASYA MAMELA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
Revisi Halaman
Hal : Nota Dinas
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi
Di Jambi
saudara:
Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Musik di Sekolah Dasar
Negeri 212/IV Kota Jambi
Sudah dapat diajukan kembali kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas
Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu
dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Dengan ini kami mengharapkan agar skiripsi/tugas akhir saudara tersebut di atas
dapat segera dimunaqasyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Jambi, 16 Juli 2020
Revisi Halaman
Hal : Nota Dinas
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi
Di Jambi
saudara:
Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Musik di Sekolah Dasar
Negeri 212/IV Kota Jambi
Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu
dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Dengan ini kami mengharapkan agar skiripsi/tugas akhir saudara tersebut di atas
dapat segera dimunaqasyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Jambi, 16 Maret 2020
Skripsi berjudul: “Upaya Guru Dalam Mengembangkan Bakat Seni Siswa Melalui
Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Di Sekolah Dasar Negeri 212/Iv Kota Jambi” yang
disusun oleh Saskia Tasya Mamela NIM TPG.161957 telah diperiksa dan disetujui
untuk dimunaqasahkan dalam Sidang Ujian Munaqasah.
Hari/Tanggal : Jumat / 14 Agustus 2020
Tempat : (Zoom Meeting Online)
Nama : Saskia Tasya Mamela
Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Di Sekolah Dasar Negeri 212/Iv
Kota Jambi
Telah diterima sebagai bagian dari persyaratan untuk ujian Munaqasah pada
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
STS Jambi.
(Sekretaris Sidang)
14 Agustus
(Penguji I)
14 Agustus
UIN STS Jambi
Skripsi berjudul: “Upaya Guru Dalam Mengembangkan Bakat Seni Siswa Melalui
Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Di Sekolah Dasar Negeri 212/Iv Kota Jambi” yang
diujiankan oleh Sidang Munaqasah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN
STS Jambi.
Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Di Sekolah Dasar Negeri 212/Iv
Kota Jambi
Telah diterima sebagai bagian dari persyaratan untuk ujian Munaqasah pada
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
STS Jambi.
(Sekretaris Sidang)
14 Agustus
(Penguji I)
14 Agustus
UIN STS Jambi
sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi seluruhnya merupakan hasil karya saya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi yang saya kutip dari
hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma,
kaidah, dan etika penulisan ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukaan seluruh atau sebagian skripsi bukan
hasil karya saya sendiri atau terindikasi adanya unsur plagiat dalam bagian-bagian
tertentu, saya bersedia menerima sangsi sesuai dengan peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku.
Alhamdulillahirabbil’Alamin…
Alhamdulillahirabbil’Alamin…
Sujud syukurku kusembahkan kepada Allah SWT yang maha pengasih dan maha
penyayang, atas takdirmu yang telah kau jadikan aku manusia senantiasa berfikir,
berilmu, beriman dan bersabar dalam perjuangan ku ini. Semoga keberhasilan ini
menjadi satu langkah awal bagiku untuk meraih cita-cita besarku.
Latunan Al-fatihah beriring Shalawat dalam silahku merintih, menadahkan doa
dalam syukur tiada terkira atas nikmat yang telah diberikan.
Terimakasihku untukmu ayahanda dan ibunda serta adikku yang tak pernah lelah
berhenti mendoakanku di setiap sujudnya, memberikan semangat, nasehat ,
pengorbanan dan kasih sayang yang tak tergantikan hingga diri ini kuat menjalani
setiap perjuangan yang harus dilalui.
Kupersembahkan, skripsi ini untuk kedua orang tuaku tercinta, Ayahanda M.Agus
dan ibunda Gusmeliyana, terimalah karya kecilku ini sebagai hadiah keseriusanku ini
untuk membalas pengorbananmu selama ini. Serta ku persembahakan buat adik-
adikku tercinta Mayang,Febi,Wawa, dan Azka.
Tak lupa pula rasa terimakasih ku juga ucapkan kepada dosen pembimbing skripsi
yang selama ini telah membimbing sampai saya sampai saat ini, dan untuk teman-
temanku seperjuangan khususnya Vela Molidina,Sisca Yolanda,Menni Piscarika, dan
kakak Ai yang telah memberikan semangat dalam penulisan sekripsi ini.
Semoga keikhlasan mereka dan dukungan mereka menumbuhkan semangatku untuk
terus maju
(QS. Al-Baqarah ayat 286).
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maham „Alim yang kita
tidak mengetahui kecuali apa yang diajarkannya, atas iradahnya hingga skripsi ini dapat
dirampungkan. Shalawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW pembawa risalah
pencerahan bagi manusia.
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat akademik guna
mendapat gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha
Saifuddin Jambi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyelasaian skripsi ini banyak
melibatkan pihak yang telah memberikan motivasi, baik moril maupun materil. Untuk itu,
melalui kolom ini Penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H Suaidi Asyari, MA, Ph.D Selaku Rektor UIN Sulthan Thaha
Saifuddin Jambi.
2. Ibu Dr. Rofiqoh Ferawati, SE, M.EI,BapakDr. Asad Isma, M.Pd dan Bapak Dr.
Bahrul Ulum, MA selaku Wakil Rektor 1, 2, dan 3 UIN Sultan Thaha Saifuddin
Jambi
3. Ibu Dr. Hj. Fadlila, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
4. Ibu Dr. Risnita, M.Pd, Bapak Dr. Najmul Hayat, M.Pd.I dan Ibu Dr.Yusria,
M.Ag selaku Dekan 1, 2, dan 3 UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
5. Ibu Ikhtiati, M.Pd.I selaku ketua program studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah danIbu Nasyariah Siregar, M.Pd selaku sekretaris program studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
6. Bapak Dr. Mahluddin, M.Pd.I selaku pembimbing skripsi I yang telah banyak
meluangkan waktu untuk membimbing dan memotivasi saya dalam penyelesaian
skripsi ini.
7. Ibu Kiki Fatmawati M.Pd selaku pembimbing skripsi II yang telah banyak
meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan masukan kepada saya
dalam penyelesaian skripsi ini.
xii
8. Segenap Dosen dan karyawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan
Thaha Saifuddin Jambi.
9. Rubiyati,S.Pd.I.,M.Pd selaku kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 212/IV Kota
Jambi yang memberikan izin kepada Penulis dalam menguji coba yang Penulis
hasilkan dalam skripsi ini.
10. Sherly Anggraini,S.Pd selaku guru ekstrakurikuler seni musik yang memberikan
izin kepada Penulis dalam menguji coba yang Penulis hasilkan dalam skripsi ini.
11. Majelis guru dan karyawan serta para siswa ekstrakurikuler seni musik di
Sekolah Dasar Negeri 212/IV Kota Jambi
12. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan motivasi yang tiada henti-
hentinya hingga menjadi kekuatan pendorong bagi penulis dalam penyelesaian
Skripsi ini.
dan motivasi dari kalian semua sangat membantu penulis dalam menyelesaikan
Skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah ini banyak terdapat
kelemahan dan kekurangan, oleh karna itu penulis berharap kepada semua pihak
untuk kiranya memberikan sumbang saran demi kesempurnaan karya ilmiah ini.
Jambi, 10 Juli 2020
Judul : Upaya Guru dalam Mengembangkan Bakat Seni Siswa Melalui
Kegiatan Ekstrakurikuler Musik di Sekolah Dasar Negeri 212/IV Kota
Jambi
tentang Upaya Guru dalam Mengembangkan Bakat Seni Siswa Melalui Kegiatan
Ekstrakurikuler Musik di Sekolah Dasar Negeri 212/IV Kota Jambi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan bakat siswa dalam
kegiatan ekstrakurikuler musik. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri
212/IV Kota Jambi. Teknik pengumpulan data yang digunakan Observasi,
wawancara, dokumentasi dan jenis penelitian ini adalah studi kasus.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Dalam Kegiatan ektrakurikuler
musik yang ada di SDN 212/IV Kota Jambi adalah kegiatan seni musik keyboard. 2)
Kendala Pelaksaan yang ada di SDN 212/IV Kota Jambi dalam kegiatan
estrakurikuler musik ini sehingga pengembangan bakat dan minat dibidang musik
siswa terhambat, kurangnya motivasi atau dorongan dari orang tua serta kurangnya
percaya diri dari siswa itu sendiri. 3) Upaya guru dalam mengembangkan bakat siswa
pada kegiatan ekstrakurikuler musik keyboard di SDN 212/IV Kota Jambi adalah
Motivasi dari lingkungan sekolah dan keluarga merupakan solusi ataupun upaya
yang bisa dilakukan oleh guru atau pihak sekolah dalam pengembangan bakat musik
siswa.
xiv
ABSTRACT
Title : Teachers 'Efforts to Develop Students' Art Talents Through
Music Extracurricular Activities at Elementary School 212 /
IV in Jambi City
This research is a qualitative research. This study discusses the Teacher's
Efforts to Develop Students' Art Talents through Music Extracurricular Activities at
Elementary School 212 / IV in Jambi City. The purpose of this study was to
determine the process of developing student talents in extracurricular music
activities. This research was conducted at Elementary School 212 / IV Jambi City.
Data collection techniques used observation, interviews, documentation and this type
of research is a case study.
The results of this study are as follows: 1) In the extracurricular music
activities at SDN 212 / IV Jambi City are keyboard music art activities. 2)
Implementation constraints at SDN 212 / IV Jambi City in this music estracurricular
activity so that the development of students' talents and interests in music is
hampered, lack of motivation or encouragement from parents and lack of self-
confidence from the students themselves. 3) The teacher's efforts in developing
student talents in keyboard music extracurricular activities at SDN 212 / IV Jambi
City are motivation from the school and family environment is a solution or effort
that can be made by teachers or the school in developing students' musical talents.
Keywords: Extracurricular, Talent, Music Art
xv
B. Fokus Penelitian ........................................................................................... 5
C. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5
D. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5
A. KAJIAN TEORITIK ................................................................................. 7
2. Bakat .................................................................................................... 10
b. Jenis-Jenis Bakat ............................................................................ 12
b. Tujuan dan Ruang Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler .................. 14
c. Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler ................................................... 15
d. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler ...................................................... 16
4. Seni Musik ........................................................................................... 17
c. Manfaat Pendidikan Seni Musik .................................................... 20
5. Pengembangan Bakat Seni Melalui Ekstrakurikuler Seni Musik ........ 22
B. Studi Relevan ............................................................................................ 24
A. Pendekatan dan Metode Penelitian ............................................................ 26
B. Setting dan Subjek Penelitian .................................................................... 26
C. Jenis dan Sumber Data ............................................................................... 28
D. Teknik dan Pengumpulan Data .................................................................. 30
E. Teknik Analisis Data .................................................................................. 32
F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ........................................................ 33
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN ........................................................ 35
A. Temuan Umum ......................................................................................... 35
1. Lokasi Penelitian .................................................................................. 35
2. Identitas Sekolah .................................................................................. 36
xvii
8. Sarana dan Prasarana............................................................................ 48
1. Temuan Khusus .................................................................................. 54
di SDN 212/IV Kota Jambi ............................................................ 54
b. Kendala dalam mengembangkan bakat seni musik siswa
melalui kegiatan ekstrakulikuler di SDN 212/IV Kota
Jambi .............................................................................................. 59
melalui kegiatan ekstrakulikuler musik di SDN/IV Kota
Jambi .............................................................................................. 60
Kota Jambi Tahun 2020 ........................................................................ 39
Tabel 4.2 Data Siswa Sekolah Dasar Negeri 212/Iv
Kota Jambi Tahun 2019/2020 .............................................................. 42
Tabel 4.3 Data Siswa Ekstrakurikuletr
Musik Keyboard Tahun 2019/2020 ...................................................... 44
Tabel 4.4 Sarana Dan Prasarana Sdn 212/Iv Kota Jambi 2019/2020 ................... 48
xix
Gambar 4.2 Proses ujian ekstrakurikuler musik keyboard .................................. 55
Gambar 4.3 Proses latihan ekstrakurikuler musik keyboard ............................... 56
Gambar 4.4 Materi lagu pertama dalam
kegiatan ekstrakurikuler musik keyboard ....................................... 57
Gambar 4.5 Materi lagu kedua dalam kegiatan
ekstrakurikuler musik keyboard ....................................................... 58
Lampiran II :Surat Pernyataan Responden
Lampiran III : Instrumen Pengumpulan Data
Lampiran IV : Hasil Wawancara Kepala Sekolah
Lampiran V : Hasil Wawancara Guru Ekstrakurikuler Musi
Lampiran VI : Hasil Wawancara Siswa
Lampiran VII : Dokumentasi
akhlak, dan keiman merupakan hakikat dari sebuah pendidikan. Pendidikan
menjadikan seseorang menjadi dirinya sendiri yang tumbuh sejalan dengan
bakat, watak, kemampuan , dan hati nuraninya secara utuh. Dalam QS An-
Nahl (16): 78 berbicara tentang:


“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan
dan hati, agar kamu bersyukur”
Pendidikan tidak dimaksudkan untuk mencetak karakter dan
kemampuan peserta didik sama seperti gurunya. Akan tetapi proses
pendidikan diarahkan pada proses berfungsinya semua potensi peserta didik
secara manusiawi agar mereka menjadi dirinya sendiri yang mempunyai
kemampuan dan kepribadian unggul.
terhadap pendidikan itu sendiri. Dengan adanya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dapat menimbulkan banyaknya
persoalan yang di hadapi oleh setiap orang yang juga dapat mempengaruhi
kebudayaan yang ada didalamnya. Dalam hal ini pendidikan seni budaya bagi
siswa MI/SD merupakan pendidikan seni nusantara yang berbasis budaya
yang dapat menunjang kemampuan keterampilan setiap siswa. Dimana
pendidikan seni budaya memiliki keunikan, kebermaknaan dan juga memiliki
manfaat terhadap kebutuhan perkembangan jaman. Kebermaknaan
pendidikan seni budaya dilakukan untuk mengembangkan kemampuan serta
mengekspresikan diri secra kreatif baik melalui media bahasa, rupa,
2
musik,peran, kerajinan tangan maupun gerak. Dalam hal ini dapat ditunjukan
melalui sikap apresiasi, menampilkann sebuah kreatifitas dan dapat berperan
serta dalam perkembangan seni budaya yang ada di Nusantara baik dalam
tingkat lokal, regional, maupun blobal (Baruman,dkk.2012 dalam skripsi
Novita Citra Indriyati 2017, hal.02)
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan diluar jam pelajaran
sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa serta dapat
menyalurkan bakat siswa. Kegiatan ekstrakurikuler ini juga merupakan
program yang berupa pengembangan yang berkaitan dengan kegiatan
intrakulikuler dalam mata pelajaran terutama seni budaya.
Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memeperoleh pengetahuan
dan keterampilan baik yang bersifat umum maupun yang besifat khusus
(Meity H. Idris, 2014). Bakat juga biasa disebut dengan potensi yang harus
dikembangkan sehingga tercapainya keterampilan yang dimiliki oleh setiap
anak. Setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda, potensi itu juga bersifat
khusus dan umum. Potensi yang besifat khusus misalnya seperti bakat
akademik, bakat kinestik, bakat seni, atau bakat sosial. Sementara potensi
yang bersifat umum itu misalnya seperti bakat berjalan, berbicara,
mendengar, dan lain sebagainya.
ditemukan suatu kesiapan, kemampuan luar biasa, juga karya istimmewa dari
pada teman yang lainnya. Anak berbakat selalu di anggap sebagai kekayaan
negara yang akan memberikan manfaat besar dalam kemajuan dan
kegemilangan umat. (Syaikh Amal Abdus Salam Al-Khalili, 2005,hal.341)
Sejak usia dini, anak memiliki potensi yang sangat besar. Potensi yang
dimiliki oleh setiap anak tentunya berbeda-beda antara satu anak dengan anak
yang lainnya. Potensi yang berupa bakat dapat disalurkan melalui kegiatan
ekstrakurikuler sekolah.
Sejak usia dini, anak memiliki potensi yang sangat besar. Potensi yang
dimiliki oleh setiap anak tentunya berbeda-beda antara satu anak dengan anak
3
yang lainnya. Potensi yang berupa bakat dapat disalurkan melalui kegiatan
ekstrakulikuler sekolah.
membentuk bakat yang muncul jika terdapat kesempatan untuk berkembang
atau dikembangkan. Setiap orang memiliki tanggung jaawab atas
pemeliharaan dan pendampingan terhadap anak-anak berbakat. Apalagi
seorang guru, sebagai pendidik dalam sebuah lembaga pendidikan formal
yang sebenarnya merupakan bagian dari pendidikan pada umumnya. Salah
satu yang menjadi masalah besar dalam sebuah pendidikan adalah kegiatan
pendidikan hanya dilakukan dalam kelas saja.
Menurut Pono Banoe dalam kamus musik, musik adalah cabang seni
yang membahas dan menetapkan berbagai suara dalam pola-pola dan yang
dapat dimengerti dan dipahami manusia. Musik berasal dari kata „muse’,
yaitu salah satu dewa dalam mitologi Yunani kuno dikatakan lengkap jika
memenuhi unsur-unsur ritmik, melodi, harmoni, dan warna suara.(Irawan
Zulhidayat dan A. Ruhimat, 2013)
Musik memberikan banyak manfaat kepada anak-anak seperti
merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan
aspek kognitif, membangun kecerdasan emosional dan lain-lain. (Familia,
2006,hal.16). Selain itu juga dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan
otak kiri, yang berarti menyeimbangkan aspek intelektual dan emosional.
Keberbakatan seni musik dalam diri anak sangat penting untuk
dikembangkan dan dilatih secara terus menerus.
Setiap anak yang memiliki bakat seni musik perlu diberi pembinaan
dan bisa digunakan sebagai sarana tambahan meningkatkan kreativitas anak.
Sayangnya disekolah-sekoah pada umumnya , musik kurang berperan dalam
kurikulum pndidikan sehingga anak kurang bisa mengembangkan bakatnya.
Pada kurikulum sekolah dasar, pelajaran musik sering di hilangkan
keberadaannya (May Lwin, 2008,hal.136). Sehingga banyak anak mengikuti
ekstrakurikuler musik yang diselenggarakan oleh sekolah di luar jam sekolah.
4
satu kesatuan tema, didalam tema terdapat beberapa subtema yang
menggabungkan beberapa pelajaran seperti PPKN, IPA, IPS, B.Indonesia,
Matematika, PJOK, dan SBK. Karena semua mata pelajaran digabung
menjadi satu ,jadi pelajaran satu dan yang lainnya saling berkaitan. Sehingga
dalam pelajaran SBK siswa tidak bisa mengembangkan bakat seni yang ada
di dalam diri siswa itu sendiri. Tidak semua sekolah yang mendapatkan
bantuan dari pemerintah untuk memfasilitasi alat musik di sekolah dalam
membantu proses pengembangan bakat siswa di bidang seni. Namun ada juga
sekolah yang memfasilitasi alat musik untuk mengembangkan bakat siswa.
Dalam hal ini disampaikan pada salah satu guru ekstrakurikuler musik
di SDN 212/IV Kota Jambi masalah yang terjadi dalam mengembangkan
bakat seni yaitu salah satunya kurangnya fasilitas musik yang memadai
disekolah, kurangnya minat siswa dalam mengetahui tentang musik, dan tidak
ada dorongan atau motivasi dari orangtua siswa itu sendiri sehingga siswa
sulit dalam mengembangkan bakatnya sendiri.
Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang memiliki perhatian
besar terhadap masalah pengembangan bakat siswa. Hal ini dapat di buktikan
dengan upaya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler terutama dalam bidang
musik yang bertujuan untuk mengembangkan bakat seni musik siswa yang
rutin dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu. Seni musik yang di ajarkan
dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut meliputi keyboard. Dari kegiatan
ekstrakurikuler seni musik tersebut, terbukti bahwa siswa dapat
mengembangkan bakatnya dengan yang semula hanya belajar memainkan
alat musik atau yang memang memiliki bakat namun tidak ingin
mengembangkan bakat tersebut.
mahir dalam memainkan alat musik keyboard yang disediakan pada sekolah
dalam kegiatan ekstrakurikuler seni musik. Mereka dapat memainkan alat
musik keyboard tersebut dengan sangat mahir. Berdasarkan uraian di atas
maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian tentang guru
5
maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Upaya Guru dalam Mengembangkan Bakat Seni Siswa Melalui
Kegiatan Ekstrakulikuler Musik di SDN 212/IV Kota Jambi”.
B. Fokus Penelitian
berikut:
1. Bakat seni musik yang ada pada kegiatan ekstrakurikuler di SDN 212/IV
Kota Jambi
2. Kendala dalam mengembangkan bakat seni musik siswa melalui kegiatan
ekstrakulikuler di SDN 212/IV Kota Jambi
3. Upaya guru dalam mengembangkan bakat seni siswa melalui kegiatan
ekstrakulikuler musik di SDN/IV Kota Jambi
C. RumusanMasalah
1. Apa bakat seni musik yang ada pada kegiatan ekstrakurikuler di SDN
212/IV Kota Jambi?
2. Apa kendala dalam mengembangkan bakat seni musik siswa melalui
kegiatan ekstrakulikuler di SDN 212/IV Kota Jambi?
3. Bagaiman Upaya guru dalam mengembangkan bakat seni siswa melalui
kegiatan ekstrakulikuler musik di SDN/IV Kota Jambi?
D. Tujuan Penelitian
bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui bakat seni musik yang ada pada kegiatan
ekstrakurikuler di SDN 212/IV Kota Jambi
2. Untuk mengetahui kendala dalam mengembangkan bakat seni musik
siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler di SDN 212/IV Kota Jambi
6
3. Untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan bakat seni siswa
dalam kegiatan ekstrakulikuler musik di SDN/IV Kota Jambi
E. Kegunaan Penelitian
ilmu pengetahuan tentang upaya tentang peningkatan keterampilan siswa
dan memberikan informasi tentang bagaimana pengembangan bakat seni
musik melalui kegiatan ekstrakurikuler musik di SDN 212/IV Kota
Jambi.
pertimbangan dalam meningkatkan mutu dan hasil belajar peserta
didik serta meningkatkan citra sekolah di masyarakat umum.
b. Bagi Pendidik
memberikan pemahaman siswa terhadap seni musik.
c. Bagi peneliti
peneliti ketika peneliti kelak menjadi guru
7
Menurut UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen,
pengertian guru adalah tenaga pendidik profesional yang memiliki
tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak
usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan
menengah.(Anggota IKAP,2011,hal.8)
dan kesiapan seseorang belajar terus menerus dalam melakukan tugas
(pembelajaran) agar ia dapat merespons tuntutan perkembangan ilmu
pengetahuan dan kehidupan masyarakat. Sertifikasi guru dan
pengalaman mengajar dapat meningkatkan kemampuan guru. Namun
keduanya tidak serta-serta dapat berfungsi untuk mengajekan dan
mengembangkan kompetensi guru. Sertifikasi dapat meningkatkan
mutu pembelajaran, sepanjang ia membuat (melakukan) persiapan
dalam setiap melakukan tugasnya (mengajar). Pengalaman bekerja(
mengajar) tidsk serts mertsmempunyi hubungan linear dengan
efektivias pembelajaran yang di laksanakan seorang guru.
Pengalaman mengajar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran
manakala guru diberi kesempayan untuk mengembangkan
kemampuan propesional dengan menumbuhkan kemauan belajar
terhadap yang dilakukan.(Strone, Tucker, & Hindman, 2004,hal.24).
mendidik,mengajar,membimbing, mengarahkan, melatih,menilai dan
akademik dan kompetensi sebagai agenda pembelajaran, sehat
jasmani, dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan
tujuan pendidik nasional (E.Musyasa,2003,hal.53).
muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya
tersebut.
tapi juga pendidikan lainnya dan bisa menjadi sosok yang diteladani
oleh para muridnya. Dari penjelasan tersebut, maka kita dapat
memahami bahwa peran guru sangat penting dalam proses
menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual
maupun akhlaknya. Namun ada juga menurut beberapa ahli di
antaranya:
orang yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada
siswa dalam pengembangan baik fisik dan spiritual.
2) Menurut Husnul Chotimah (2008), pengertian guru adalah orang
yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan dari sumber
belajar ke peserta didik.
pendidikan dan pengajaran pada lembaga pendidikan formal.
(repository.iainpurwokerto.ac.id/ diakses pada tanggal 07
september 2019 pukul:14:30)
Masalah utama pekerjaan propesi adalah implikasi dan
konsekuensi jabatan tersebut terhadap tugas dan tangggung jawabnya.
Menurut Peters ada 3 tugas dan tanggung jawab guru, yakni; (a) guru
sebagai pengajar,(b) guru sebagai pembimbing , dan (c) guru sebagai
administrator kelas.
Ketiga tugas guru di atas merupakan tugas pokok propesi guru.
Guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam
merencanakan dan melaksanakan pengajaran, dalam tugas ini guru
mdituntut memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis
mengajar. Disamping menguasai ilmu atau bahan yang akan
diajarkannya. Guru sebagai pembimbing memberi tekanan kepada
tugas, memberikan banruan kepaada siswa dalam pemecahan masalah
yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek mendidik, sebab tidak
hanya berkenaan dengan penyampain ilmu pengetahuan tetapi juga
menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai
para siswa. Sedangkan tugas seabagai administrator kelas pada
hakikatnya merupakan jalinan antara ketatalaksanaaan bidang
pengajaran lebih menpnjol dan lebih diutamakan bagi profesi guru.
(Nana Sudjana,2009,hal.14-15)
jawab guru menjadi lima kategori,yakni; (a) tanggung jawab dalam
pengajarana, (b) tanggung jawab dalam memberikan bimbingan, (c)
tanggung jawab dalam mengembangkan kurikulum mengandung arti
bahwa guru dituntut harus mencari gagasan baru, menyempurnakan
praktek pendidikan khususnya dalam praktek pendidikan, (d)
tanggung jawab dalam mengembangkan profesi pada dasarnya adalah
tuntutan untuk selalu mencintai, menghargai, menjaga dan
meningkatkan tugas serta tanggung jawab profesinya, (e) tanggung
jawab dalam membina masyarakat, guru harus dapat berperan
10
Sudjana,2009,hal.15-17)
pengembangan profesi dan membina hubungan dengan masyarakat
nampaknya belum banyak dilakukan oleh para guru. Yang paling
menonjol hanyalah tugas dan tanggung jawab sebagai pengajar dan
sebagai adminitrator kelas. Demikian pula tugas dan tanggung jawab
sebagai pembimbing masih belum membudaya di kalangan para guru
pembimbing atau wali kelas. (Nana Sudjana,2009,hal.17)
2. Bakat
potensi-potensi, membawa suatu keadaan secara bertingkat kepada
suatu keadaan secara bertingkat kepada sesuatu dari yang lebih
lengkap, lebih benar, dan lebih baik, memajukan sesuatu dari yang
lebih awal kepada yang lebih akhir atau yang sederhana kepada
tahapan perubahan yang lebih kompleks.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bakat di
artikan sebagai daasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang
dibawak sejak lahir. Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki
seseorang yang bersifat genetis, dan sudah dimiliki sejak lahhir. Bakat
bukanlah suatu hal yang permanen yang terdapat pada diri manusia
akan tetapi dapatberubah oleh faktor lingkungan di sekitar manusia itu
sendiri. Adapun beberapa teori tentang bakat diantaranya:
1) Conny Semiawan, bakat merupakan kemampuan “Inherent” dalam
diri seseorang yang dibawa sejak lahir dan terkait dengan struktur
otak. Oleh sebab itu secara genetis menurut Semiawan struktur otak
lebih terbentuk semenjak manusia itu lahir, tetapi fungsi otak
sangat ditentukan oleh lingkungan itu sendiri.
11
2) Menurut teyler keberbakatan tidak bisa lepas dari genetis dan
pengaruh lingkungan.
3) Menururut J. P Chaplint anak yang berbakat adalah anak yang
memiliki intelgence quotient (IQ) (e”140”.(Martinis, 2011,hal.47-
49).
seseorang yang dengan suatu pendidikan dan latihan kemungkinan
mencapai kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus.
(Sitiatava Rizema Putra, 2013,hal.18).
kemampuan yang berbeda untuk dapat mencapai kemampuan ke
tingkat yang tinggi dalam berbagai aktivitas. Maka pertama-tama,
Psikologi Kerakyatan mengatakan bahwa bakat adalah pembawaan,
yang telah ad saat seseorang dilahirkan. Sebagian anak memiliki bakat
musik dan yang lain sebagainya. Kebanyakan dari kita dilahirkan
tanpa bakat khusus, maka nila kita bicara tentang orang yang memiliki
bakat tidak menunjuk pada sebagian kecil orang yang memiliki
kemampuan tingkat tinggi atau orang yang sukses seperti Picasso,
Shakespeares, dan Beethovens saja, tetapi terhadap kemapuan yang
sebagian besar dimiliki orang pada umumnya.(Djohan,2003,hal.190)
Dalam pengembangan bakat anak terdapat beberapa aliran
pendidikan yang menjelaskan pengembangan anak dan faktor yang
mempengaruhinya yaitu:
oleh faktor-faktor yang terdapat pada waktu dilahirkan. Pada aliran
ini pendidikan tidak dapat merubah sifat-sifat pembawa (bakat),
dengan demikian tidak ada gunanya apabila kita mendidik anak
didalam keluarga ataupun sekolah.
atau meiliki bakat sama sekali, akan tetapi perkembangan anak
menjadi dewasa sama sekali ditentukan oleh lingkungan atau oleh
pendidikan dan pengalaman yang diterima sejak kecil.
Dari aliran diatas, menyatakan bahwa pengembangan manusia itu
ditentukan oleh bakat atau pembawaan dan lingkungannya serta
aktivitas, pemilihan, atau penentuan dari manusia itu sendiri yang
dilakukan secara bebas dibawah pengaruh faktor-faktor lingkungan
tertentu, yang nantinya akan menghasilkan bakat anak itu sendiri.
(Martinis, 2011,hal.51-56)
bakat adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
seseoerang dalam suati bidang tertentu yang sebenarnnya sudah
dimiliki sejak lahir oleh seseorang tersebut untuk mencapai kecakpan,
pengetahuan, dan keterampilan khusus.
fungsinya:
dasar yang sifatnya sudah umum. Bisa juga diartikan bahwa bakat
umum ini dimiliki oleh semua orang dan sudah menjadi hal yang
lumrah.
potensi khusu yang dimiliki oleh seseorang. Bisa juga diartikan
bahwa tidak semua orang memilikinya. Misalnya bakat olahraga,
13
Bakat khusus ini terdiri dari beberapa di antaranya adalah sebagai
berikut:
sebaiknya diarahakan langsung pada mereka yang tampak
berbakat musik. (Djohan,2003,hal.221)
b) Bakat Abstrak
lebih kebentuk pola, rancangan , ukuran, bentuk, serta posisi-
posisinya.
Bakat ini biasanya dalam bentuk prinsip umum IPA, tata kerja,
alat-alat, dan sebagainya. (http://jagad.id/pengertian-bakat-
2019 pukul:19:50).
angka-angka (numerik), seperti logika bahasa, dan sejenisnya
e) Bakat kreatif-produktif
menghasilkan rancangan arsitektur baru, menciptakan teknologi
terbaru dan lainnya.
f) Bakat seni
hanya dalam waktu 30 menit, mampu melukis dengan sangat
indah dalam waktu singkat dan sejenisnya.
g) Bakat psikomotorik
bulu tangkis, tenis, dan ketrampilan teknik
melakukan negosiasi, mahir berkomuikasi, dan sangat mahir
dalamkepemimpinan.
(https://newrulfajri.wordpress.com/tag/bakat-seni-musik-yaitu-
3. Ekstrakurikuler
jam mata pelajaran disertai dengan pelayanan konseling untuk
membantu pengembangan peserta didik agar sesuai dengan kebutuhan,
potensi, bakat, maupun minat mereka melalui kegiatan yang
dilaksanakan secara khusus dan diselenggarakan oleh pendidik atau
tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan
disekolah ataupun madrasah (Noor, 2012,hal.75).
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan mengartikan bahwa,
Kegiatan Ekstrakurikuler yaitu kegiatan diluar jam pelajaran secara tatap
muka baik dilakukan diluar maupun didalam sekolah yang tujuannya
untuk memperaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan
kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam
kurikulum.(Suryosubroto,2009,hal.287)
Jadi, Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang di
lakukan di luar jam mata pelajaran yang sengaja di adakan dengan
tujuan supaya siswa dapat menegmbangkan potensi, bakat,
naupun minat siswa serta menambah wawasan pengetahuan siswa.
b. Tujuan dan Ruang Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan suatu kegiatan yang
memiliki milai manfaat bagi pembentukan suatu kepribadian siswa.
Adapun tujuan dan ruang lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler menurut
1) Tujuan KegiatanEkstrakurikuler
kemampuan dari masing-masing siswa baik dalam segi aspek
kognitif, afektif, danpsikomotorik.
pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia yangseutuhnya.
c) Dapat mengetahui, mengenal dan membedakan antara hubungan
satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yanglainnya.
2) Ruang Lingkup KegiatanEktrakurikuler
intrakurikuler, seperti mengembangkan pengetahuan dan
kemampuan penalaran siswa, keterampilan melalui bakat dan
hobinya serta pengembangan sikap yang ada pada program
intrakulikuler. (suryobroto,2009,hal.287-288).
menunjang kemampuan siswa, diantaranya:
perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian
kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan
kepemimpinan.
mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial
peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas
pengalaman sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
16
suasana rileks, menggembirakan, dan meyenangkan sehingga
menunjang, proses perkembangan peserta didik. Kegiatan
ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer
sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik.
4) Persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi
untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui
pengembangan kapasitas. (samprona.blogspot.com/2013/10/fungsi-
29 januari 2020 pukul:19:59)
masing- masing sekolah. Setiap sekolah mungkin tidak ada yang sama
dalam jenis mapun pengembangannya. Beberapa jenis kegiatan
ekstrakurikuler menurut para ahli, diantaranya menurut Amir Daien
(1988,hal.24) Kegiatan Ekstrakurikuler dibagi dalam dua jenis,
diantaranya:
sepak bola, dan lain sebagainya.
2) Periodik, yaitu kegiatan yang dilaksanakan pada waktu tertentu
saja, seperti: kemping, lintas alam, pertandingan olah raga, dan
sebagainya (Suryobroto, 2009,hal.288).
1) Ekstrakurikuler wajib, merupakan program ekstrakurikuler
yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi
peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak
memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
17
tersebut.
ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didikm sesuai
dengan minat bakat dan minatnya masing-masing.
(https://www.kajianpustaka.com/2019/01/pengertian-fungsi-
4. Seni Musik
Seni musik adalah media untuk mencurahkan pikir dan rasa, alat
untuk berkomunikasi. Musik sangat dekat dan tak terpisahkan dari
kehidupan manusia yang menciptakannya. Musik dapat melatih daya
fikir dan rasa antar umat manusia, dimana pun dan kapan pun berada.
Musik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan penghidupan
manusia. (AT.Mahmud,1995,hal.8)
pemakaiannya. (Nanang Supriatna, dkk,hal. 2) bahkan alat yang
digunakan ada yang di tala maupun tidak, hal ini yang menyebabkan
perbedaan antara musik yang satu dengan lainnya.
Menurut David Ewen mengatakan bahwa musik ialah suatu ilmu
pengetahuan dan seni tentang sebuah kombinasi ritmik dari nada-nada,
baik vokal ataupun instrumental, yan meliputi sebuah melodi dan
harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan
terutama pada aspek emosional. (Edy Tri Sulistyo,hal.71) .
Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai
me- dia penciptanya (Araseni Kurdi: 1). Walaupun beraneka ragam
bunyi, seperti bunyi beduk, mesin kendaraan, handphone, radio,
televisi, tape recorder dan sebagainya senantiasa kita dengar setiap
hari, namun tidak semuanya dapat dianggap sebagai musik, karena
Dari aspek psikologi, seni memiliki arti yang luas, yaitu
menunjukkan setiap cara yang sesuai untuk mengekpresikan diri
berupa tindakan atau sikap yang disampaikan secara lengkap dan
jernih dari balik mental, ide dan emosi. Seni membantu
mengidentifikasi “siapa kita” dan “apa potensi kita”. Seni dapat
dimanfaatkan sebagai media untuk mewujudkan perasaan-perasaan
dan memperoleh pengalaman tanpa khawatir dengan aturan-aturannya.
(Djohan, 2005,hal.141).
Seorang anak yang kreatif, antara lain wujud pada rasa ingin tahu,
sikap ingin mencoba ,dan daya imajinasinya. Sedangkan Djohan
mengungkapkan bahwa musik adalah perilaku manusia yang unik dan
memiliki pengaruh yang kuat. Dapat disimpulkan bahwa seni musik
adalah ungkapan rasa indah seseorang dalam bentuk bunyi nada-nada
atau irama.
suatu daerah tertentu dan diwariskan secara turun temurun dari satu
generasi kegenerasi berikutnya. (Nanang Supriatna, dkk,hal.5)
Musik tradisional adalah musik yang hidup dimasyarakat secara
turun temurun dan dipertahankan kelestariannya serta digunakan
sebagai sarana hiburan masyarakat. (Araseni Kurdi, 2010,hal.20)
Musik tradisional memiliki-ciri yaitu dipelajari secara lisan,
tidak memiliki notasi, bersifat informal, permainannya tidak
terspealisasi, dan bagian budaya masyarakat.
Alat musik tradisional dapat dikategorikan menjadi beberapa
kelompok, yaitu:
aerofon, ideofon, kardofon.
(terompet,suling).
sering disebut sebagai musik modern, tidak lahir dari budaya
suatu masyarakat tertentu. (Araseni Kurdi, 2011: 27). Musik
tersebut dibangun berdasarkan satu aturan komposisi yang
jelas, seperti sistem non tradisi, tangga nada, tekstur, serta
instrumen yang dikenal masyarakat secara luas dan mudah
dipelajari. Selain itu, musik modern bersifat terbuka. Artinya,
komposisi dan gaya musik dapat dipengvgaruhi oleh berbagai
pengalaman musikal para musisi dari setiap masa.
Musik modern adalah musik yang sudah mendapat
sentuhan- sentuhan teknologi baik dari segi instrumen maupun
penyaji, musik modern selalu berkembang dan ada
pembaharuan seiring berkembangnya zaman. Musik modern
bersifat universal serta menyeluruh sehingga semua orang
mengerti, memahami, dan menikmati musik modern tersebut.
Berdasarkan karakter dan sifat musik modern tersebut,
para ahli musik mengkategorikan musik modern sebagai musik
populer, diantara jenis musik tersebut, yaitu:
a) Musik Jazz merupakan jenis musik yang berkembang
pertama kali oleh orang-orang Afrika-Amerika. Musik jazz
merupakan pembau- ran berbagai jenis musik, antara lain
blues, ragtime, brass-band, mus- ik tradisional Eropa dan
irama-irama asliAfrika.
b) Musik Rhythm and Blues (RnB) terdiri atas berbagai jenis
musik populer yang saling terkait. Musik Rhythm dan Blues
memiliki gen- re-genre, seperti, jump blues, club blues,
20
c) Musik Pop, salah satu ciri musik pop adalah penggunaan
ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan
drum dan gitar bass. Melodinya juga mudah dicerna.
Biasaya para musisinyajuga menambahkan aksesorris musik
dan gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarrik
dan pemahaman bagi para penikmatnya.
d) Musik Rock adalah jenis aliran musik yang dipengaruhi dari
pola boogie-woogie sebagai kesinambungan blues berakar
dari musik country. Instrumen musik yang dominan pada
musik rock adalah gitar dengan efek distorsi yang keras
serta amplifiernya, bass dan gitar, kemudian organ elektrik,
sythrsizer dan drum set merupakan instrumen yang
turutmelengkapinya.
e) Musik Country, musik ini sering disebut juga country and
western yang merupakan salah satu genre terbesar pada
musik populer teru- tama di negeri Amerika serikat. Jenis
musik modern ini bersumber dari musik rakyat (folk song)
atau musik tradisional yang berasal dari Appalachia di
kawasan pegunungan selatan AmerikaSerikat.
berkarakter mulut prajurit tunggakan pukulan, di kenal
sebagai “snank” bermain oleh irama gitar, dan pemukul
drum bass di atas tiga pukulan masing-masing ukuran,
dikenal dengan sebutan “sekalimengeluarkan”.
Pendidikan musik merupakan sebuah disiplin ilmu yang tidak
terlalu baru sebagai bagian dari disiplin psikolog dan musikologi.
Tetapi di Indonesia pendidikan musik masih dirasa sebagai disiplin
21
implikasinya terhadap pendidikan, telah banyak dihasilkan. Hal ini
merupakan sebuah gambaran kepedulian dan konsisten para pendidik
musik yang sedang tumbuh pada konsep holistik tentang musik, tidak
hanya aspek motorik dan afeksi saja tetapi juga aspek kognisi.
Musik memang memiliki kaitan langsung dengan kehidupan
manusia. Musik berkaitan langsung dengan emosi (emostion)
danperasaan (feelings).Musik mampu menggetarkan emosi seseorang
dari tingkat paling lemah sampai pada tingkat paling tinggi. Menurut
AT. Mahmud dalamYeni Rachmawati dan Euis Kurniati menyatakan
bahwa musik adalah aktivitas kreatif.(Yeni Rachmawati dan Euis
Kurniati, 2010,hal. 63).
dengan disiplin ilmu lainnya dan dirasa penting untuk dihadirkan
didalam pendidikan hal ini karena alasan berikut:
1. Musik dapat memberikan aktribusi kepada sekolah dan
lingkungan.
3. Musik dapat membuat seseorang merasa lebih hidup.
4. Musik dapat mengkombinasikan perilaku dan keterampilan
lainnya
ekspresi diri dan kreativitas.
warisan budaya.
menyenangkan dan menguntungkan.
22
11. Musik merangsang kreativitas dan individualitas
12. Musik dapat meningkatkan rasa harga diri
13. Musik membantu meningkatkan disiplin dan komitmen
14. Musik merupakan sumber kegembiraan dan kesuksesan
15. Musik menyediakan model belajar yang unik dan berbeda
16. Musik sebagai jalan keluar dan terapi bagi manusia
17. Musik sebagai prediktor kesuksesan hidup
18. Musik mengembangkan intelejensi
mengalami kesulitan bidang lain dalam kurikulum
20. Musik membantu pemahaman siswa bahwa tidak semua aspek
harus dapat diukur dan bahwa penguasaan secara subjektif juga
penting.
Sebuah teori dalam buku (May Lwin, dkk, 2008, 135-147) mengatakan
bahwa anak yang memiliki kecerdasan musikal, maka kemungkinan besar
bahwa anak tersebut memiliki bakat dalam musik. Dalam hal ini,
pengembangan bakat seni musik anak merupakan sebuah aktivitas yang
dilakukan untuk membantu dan memenuhi potensi musikal alami dalam diri
anak yang nantinya akan menghasilkan kemampuan anak dalam seni musik.
Adapun contohnya seperti mendengarkan rekaman lagu, memainkan
permainan irama, menyanyi, menari, dan memainkan instrument. Hal ini
merupakan suatu dasar yang kuat sebelum usia anak 10 tahun karena pada
saat usia ini otak anak masihberkembang dan dapat dibentuk, serta dapat
membuat perbedaan kekal dalam pertumbuhan intelektual dan musikal dari
diri anak.
seni musik siswa, menurut yaitu dengan cara:
23
seluruh siswa atau anak pada masa perkembangannya. Dengan
memberikan wawasan berbagai pengajaran melalui teori terlebih
dahulu akan mampu mendorong siswa dalam mengembangkan
bakat yang dimiliki.
suatu konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada-nada atau
bunyi-bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni. (Desy
Andri, 2015,hal.61). Setelah dilakukannya teori tentang sini musik
dalam pengembangan bakat seni musik siswa diperlukan adanya
praktek memainkan seni musik yang digunakan untuk
pengembangan bakat seni musik. (May Lwin, dkk, 2008,hal. 147-
149)
tunjukan sebagai penyemangat dalam terlaksananya suatu kegiatan
agar tercapai sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan tujuan yang
diinginkan. Dimana seorang guru harus bisa memberikan motivasi-
motivasi kepada siswanya agar nantinya mereka mampu dan
merasa terdorong untuk mengembangkanbakat.
bakat seni musik melalui ekstrakurikuler seni musik dapat dilakukan
dengan cara yang pertama yaitu pemberian teori tentang musik untuk
menambah wawasan anak tentang musik, yang kedua dengan cara
praktek seni musik yang bertujuan supaya siswa bisa memainkan alat
musik, yang ketiga yaitu dengan cara pemberian motivasi kepada
siswa supaya nantinya siswa mampu dan merasa terdorong untuk
mengembangkan bakat yang ada didalam dirinya terutama dalam
24
1. Jurnal yang di tulis oleh Rifqi Muzakki Syahputra 2014,
Universeitas Negeri Surabaya di Surabaya dengan judul
“Pendidikan seni musik untuk anak berkebutuhan khusus di
Sekolah Dasar Luar Biasa Galuh Handayani”. Hasil dari penelitian
ini meliputi sarana dan prasarana pembelajaran seni musik di SD
Galuh Handayani Surabaya di dua fasilitas sarana dan prasarana
pendidikan seni musik. Untuk fasilitas pendidikan seni musik
cukup lengkap dan bagus untuk siswa. Hasil dari pendidikan seni
ada tiga perspektif yang pertama hasil pembelajaran kompetensi
akademik dan psikomotorik yang kedua hasi pembelajaran
kompetensi sosial dan afektif yang ketiga hasil kegiatan untuk
terapi. Persamaan penelitian ini yaitu penelitian ini juga
memberikan pembelajaran seni musik guna untuk mengembangkan
bakat dan terapi pada siswa. Perbedaannya dalam penelitian ini
dilakukan pada anak berkebutuhan khusus sedangkan peneliti yang
diteliti pada skripsi ini yaitu pada anak normal.
2. Jurnal yang di tulis oleh Pebrian Tarmizi 2018, Universitas
Bengkulu di Bengkulu dengan judul “Studi deskriptif penerapan
alat musik pianika pada mata pelajaran seni budaya dan
keterampilan (SBK) siswa kelas V di SDN 35 Kota Bengkulu”.
Hasil penelitian ini membahas tentang proses penerapan alat musik
pianika pada mata pelajaran SBK siswa kelas V di SDN 35 Kota
Bengkulu sebanyak 30 siswa. Peneliti mengawali penelitian dengan
mengumpulkan data dari proses pengenalan alat musik terlebih
dahulu dengan mengobservasi. Setelah observasi, peneliti
melakukan pengumpulan data melalui wawancara kepada 5 siswa
untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa tentang alat
musik pianika tersebut. Penggunaan alat musik pianika sangat
25
standar yang ditentukan dalam pembelajaran SBK. Persamaan
penelitiannya yaitu penelitian ini juga menggunakan metode
penelitian kualitatif. Perbedaannya pada penelitian ini yaitu
dilakukan hanya penerapan alat musik sedangkan peneliti yang di
teliti pada skripsi ini yaitu mengembangkan bakat siswa melalui
seni musik.
3. Skripsi yang di tulis oleh Novi Citra Indriyati tahun 2017, IAIN
Purwokerto dengan judul “Pengembangan Bakat Seni Musik
Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Di MIN Purwokerto
Kabupaten Banyumas”. Hasil penelitian tentang pengembangan
bakat seni musik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni musik
di MI Negeri Purwokerto adalah pengembangan bakat seni musik
siswa, yaitu dengan cara pemberian teori sebelum latihan dimulai,
memberikan praktek latihan musik kepada siswa supaya siswa
mahir dalam memainkan musik, selanjutnya dengan memberikan
motivasi terhadap anak supaya anak terus semangat ketika
mengikuti latihan pengembangan senimusik.Hasil pengembangan
bakat seni musik siswa, ini membuat siswa memiliki antusias yang
tinggi terhadap musik, bisa memainkan alat musik, dan
memudahkan sekolah ketika membutuhkan siswa dalam suatu
perlombaan musik. Persamaannya yaitu peneliti ini menggunakan
metode peneltian kualitatif dan pengembangan bakat seni musik
melalui kegiatan ektrakurikuler. Perbedaannya peneliti ini meneliti
seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler musik sedangkan
pada penelitian yang di teliti pada skripsi ini meneliti siswa kelas I
4. Jurnal yang ditulis oleh Ina Maghdalena 2020, Universitas
Muhammadiyah Tanggerang dengan judul “Peran Guru dalam
Mengembangkan Bakat Siswa di SDN Tanah Tinggi 07”. Hasil dari
penelitian dinyatakan bahwa guru harus membimbing peserta didik
agar dapat menemukan dan mengembangkan bakat yang
26
perhatian, kerjasama anatara orang tua dan guru, belajar atau
latihan, menjaga kestabilan motivasi, memberikan penguatan, dan
kegiatan ekstrakurikuler. Tidak semua orang dapat
mengklasifikasikan minat dan bakat mereka pada satu bidang saja,
karena tidak semua minat akan menjadi bakat.
5. Jurnal yang ditulis oleh Dea Rakhimafa Wulandari 2019,
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dengan judul
“Menumbuhkan Bakat Anak Sekolah Dasar Di Lingkungan
Keluarga”. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa dalam
menumbuhkan bakat anak di dalam keluarga itu harus terlebih
dahulu mengetahui konsep dan peran orang tua dalam
menumbuhkan bakat anak di rumah yang di ulas dalam buku
Orangtuanya Manusia karya Munif Chatib yang di kuatkan dengan
beberapa referensi lain yang berasal dari penelitian yang dilakukan
terdahulu dan buku-buku yang terkait.
26
Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif. Pendekatan kualitatif ini bermaksud memahami fenomena apa
yang dialami oleh subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan
pendidikan kualitatif karena dalam melakukan tindakan kepada subyek
penelitian yang sangat diutamakan adalah mengungkapkan makna, yakni
makna dan proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan motivasi,
kegairahan dan prestasi belajar melalaui tindakan yang dilakukan.
Pendekatan ini juga digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang
alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen)dimana peneliti adalah
sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara
triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil
penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna dari pada
generalisasi. (Sugiono, 2009, hal.15).
adalah meneliti suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam
masyarakat yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar
belakang,keadaan, interkasi yang terjadi. Studi kasus dilakukan pada
suatu kesatuan sistem yang bisa berupa program, kegiatan, peristiwa,
atau sekelompok individu yang ada pada keadaan atau kondisi tertentu.
B. Setting dan Subjek Penelitian
1. Setting Penelitian
waktu penelitian sebagai berikut :
212/IV Kota Jambi mengenai pengembangan bakat melalui
ekstrakulikuler musik kelas II.
Penelitan dilakukan pada tahun ajaran 2019, yaitu di mulai dari
bulan juli 2019 dan waktu penelitan ini mengacu pada kalender
akademik sekolah.
Azwar, 2003,hal.34). Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian
adalah Kepala Sekolah, Pembina ekstrakurikuler, dan siswa SDN
212/IV Kota Jambi.
a. Kepala Sekolah
keseluruhan kegiatan- kegiatan penyelenggaraan pendidikan di
sekolah. Selain itu kepala sekolah juga memiliki tugas sebagai
sepervisor yang bertugas sebagai supervisi mengenai kegiatan
ekstrakurikuler yang dijadikan sebagai wadah untuk
mengembangkan bakat siswa. Melalui kepala sekolah, peneliti akan
menge- tahui bagaimana pelaksanaan kegiatan pengembangan
bakat seni musik siswa melalui kegiatan ekstakurikuler di Sekolah
Dasar
Guru pembina adalah guru yang secara khusus diserahi
membina program-program layanan khusus bagi pembinaan bakat.
Melalui wawancara dan observasi maka akan memperoleh data
mengenai proses keberhasilan pengembangan bakat seni musik
siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan.
28
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan potensi diri melalui proses pendidikan. Melalui
siswa, peneliti akan melakukan crosscheck data mengenai
pengembangan bakat seni musik siswa melalui kegiatan
ekstrakurikuler yang telahdiperoleh.
1. Jenis Data
data yang berkaitan dengan kelengkapan data yang ingin diteliti, maka
di perlukan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder, data
tersebut yang meliputi:
a. Data Primer
berhubungan langsung dengan penelitian yang bersangkutan
(Yamin, 2009, hal. 87). Data primer yang diperoleh oleh peneliti
adalah:
1) Hasil wawancara dengan kepala sekolah, tentang perkembangan
bakat anak melalui seni musik kelas II di SDN 212/IV Kota
Jambi (sejarah berdirinya, letak geografis, visi dan misi, kondisi
siswa, guru dan staf, sarana prasarana) dan upaya kepala sekolah
dalam mengembangkan bakat siswa.
ekstrakulikuler musik, seputar upaya yang dilakukan pembina
serta faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan
bakat siswa dalam seni musik di SDN 212/IV Kota Jambi.
29
Ekstrakulikuler Musik untuk mengembangkan bakat siswa di
SDN 212/IV Kota Jambi.
berkaitan dengan permasalahan pada penelitian ini, sebagai
pelenkap atau pendukung dari data primer:
1) Sejarah dan Geografis Sekolah di SDN 212/IVKota Jambi.
2) Visi dan misi di SDN 212/IV Kota Jambi
3) Sarana dan Prasarana yang menunjang dalam proses
pembelajaran di SDN 212/IV Kota Jambi
4) Keadaan guru pembimbing, siswa, wali kelas SDN 212/IV Kota
Jambi
Suharsini Arikunto yang di maksud dengan sumber data adalah
subjek darimana data-data di peroleh. Sumber data yaitu berbentuk
perkataan maupun tindakan, yang didapat melalui wawancara sumber
data peristiwa (situasi) yang didapat melalui observasi. Dan sumber
data dari dokumen di dapat dari instansi terkait.” Menurut Lofland
sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan
tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-
lain (Satori, Komariah,2009. Hal.105).
Sumber data disini merupakan subjek dari mana data yang diperoleh
yaitu:
a. Sumber data berupa manusia ,yakni kepala sekolah ,guru dan
siswa
ekstrakurikuler musik
dokumentasi resmi yang berhubungan dengan keberadaan
sekolah,baik jumlah siswa dan sistem pembelajaran di sekolah .
D. Teknik dan Pengumpulan Data
Penelitian ini peneliti menggunakan, tiga macam teknik
pengumpulan data yaitu:
orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data
penelitian. “dalam observasi partisipatif peneliti mengamati apa yang
dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan, dan
berpatisipasi aktif dalam aktiivitas mereka”(Yamin, 2009, hal.79).
Penelitian partisipatif ini kemudian dikhususkan lagi menjadi
partisipasi pasif (passive participation) artinya peneliti datang ke
tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam
kegiatan tersebut.
langsung terhadap objek penelitian, yaitu dengan meminta pandangan
mengamati upaya guru untuk mengembangkan bakat anak dalam
bidang musik pada anak kelas II di SDN 212/IV Kota Jambi.
Observasi yang dilakukan penulis dalam proposal ini terhadap subyek
menggunakan pedoman observasi yang disusun sebagai berikut:
a. Mencatat kesan umum subyek: penampilan,tingkah laku, cara
berfikir, cara memainkan alat musik keyboard
b. sosial dan tempat lingkungan
c. Ekspresi saat wawancara
2. Wawancara
bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat
dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara yang
digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur
(semistructure interview) di mana pelaksanaannya lebih bebas bila
dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur
yaitu bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti
tentang informasi apa yang akan diperoleh (Umar, 2011, hal.51).
Dalam proposal ini, penulis menggunakan metode wawancara
yang dilakukan kepada subyek dengan menggunakan dokumentasi
catatan lapangan. Adapun pedoman wawancara yang telah disusun
sebagai berikut:
siswa yang mengikuti ektrakulikuler musik di SDN 212/IV Kota
Jambi.
mengembangkan bakat seni siswa pada kelas II di SDN 212/IV
Kota Jambi.
ekstrakurikuler musik di SDN 212/IV Kota Jambi
3. Dokumentasi
seluk beluk penelitian baik berupa catatan. Transkip, buku,surat kabar
prasasti,majalah, agenda dan sebagainya. (Sugiono, 2012, hal.138).
Analisis dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data yang
bersumber dari arsip dan dokumen baik yang berada di SDN 212/IV
Kota Jambi, yang ada hubungannya dengan penelitian tersebut.
Dokumentasi adalah mengumpulkan data dengan cara mengalir atau
mengambil data-data dari catatan, dokumentasi, administrasi yang
sesuai dengan masalah yang diteliti.
32
Dalam hal ini dokumentasi diperoleh melalui dokumen-dokumen
atau arsip-arsip dari lembaga yang di teliti. Adapun di dalam proposal
ini penulis mengumpulkan data visi dan misi, tujuan, keadaan guru
dan karyawan, keadaan siswa, sarana dan prasarana, prestasi akademik
dan non akademik struktur organisasi. Foto atau gambar, penggunaan
foto dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang tidak
dapat ditemukan secara tertulis sekaligus menjadi pelengkap serta
bukti penelitian. Foto yang digunakan adalah foto yang dihasilkan
oleh peneliti dalam kegiatan ekstrakurikuler musik di SDN 212/IV
Kota Jambi.
informasi sesuai dengan fungsinya hingga memiliki makna dan arti yang
jelas sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam hal analisis data peneliti
menggunakan teknik:
perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang
muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi dilakukan
sejak pengumpulan data dimulai dengan membuat ringkasan,
mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, menulis memo
dan sebagainya dengan maksud menyisihkan data atau informasi yang
tidak relevan. Adapun data yang direduksi akan memberikan
gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah penulis untuk
melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila
diperlukan. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui catatan
lapangan dan wawancara, kemudian data tersebut dirangkum, dan
diseleksi sehingga akan memberikan gambaran yang jelas kepada
penulis.
33
atau menyajikan data. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk
teks naratif. Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik, diagram, tabel
dan bagan. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data
dalam penelitian kualitatif adalah data teks yang bersifat naratif.
Dalam penulisan kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dengan
bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya,
tetapi yang paling sering digunakan adalah teks yang bersifat naratif
dan di dalam skripsi ini peneliti menggunakan teks yang bersifat
naratif. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data sesuai
dengan sub bab-nya masing-masing. Data yang telah didapatkan dari
hasil wawancara, dari sumber tulisan maupun dari sumber pustaka.
3. Kesimpulan/Verifikasi
tidak ditemukan bukti yang kuat yang mendukung pada tahap
pengumpulan data. (Sugiono, 2009, hal.252). Kesimpulan dalam
penulisan kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum
pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu
obyek yang sebelumnya kurang jelas sehingga menjadi jelas setelah
diteliti.
Keabsahan temuan merupakan konsep penting yang diperbarui dari
konsep keshahihan (validitas) dan keandalan (realibilitas) menurut vesri
“passitivisme” dan disesuaikan dengan tuntutan pengetahuan, kriteria,
dan paradigmanya sendiri. Pemeriksaan keabsahan data didasarkan atas
kriteria tertentu. Kriteria itu terdiri atas derajat kepercayaan (kredibilitas),
34
tersebut mengguankan teknik pemeriksaan sendiri sendiri Kriteria
derajat.kepercayaan, (Yamin,2009, hal.91). Pemeriksaan data didasarkan
atas kriteria tertentu. Kriteria itu terdiri atas derajat kepercayaan,
kebergantungan dan kepastian. Dalam peneliti ini peneliti mengecek
keabsahan data menggunakan teknik:
lebih cermat, penguji kredilitas dengan meningkatkan ketekunan ini
dilakukan dengan cara peneliti membaca seluruh catatan hasil peneliti
dengan cermat (Sugiono,2016,hal.371).Sebagai bekal peneliti untuk
meningkatkan ketekunan dengan membaca berbagai referensi buku
maupun hasil peneliti atau dokumentasi yang terkait dengan
mengembangkan bakat seni siswa di bidang musik keyboard pada
kelas II.
perekam, kamera atau video. Kecukupan referensi membantu peneliti
dalam wawancara kepada informasi dan mengamati fenomena yang
terjadi di lapangan sesuai dengan fokus peneliti dengan mengambil
gambar atau vidio. Dengan data dan informasi yang diperoleh dapat di
gunakan sebagai dasar untuk menguji data ketika diadakan analisis
data dan penafsiran sehingga peneliti tidak lagi mengalami kesulitan
ketika menyusun laporan dari peneliti tersebut.
35
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 212/IV yang berada
di Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi milik
pemerintah daerah Provinsi Jambi sejak tahun 1977. Sekolah ini
memiliki luas tanah mencapai 3 Ha, yang diwakafkan oleh Bapak
H.Hermanto.
Pada awalnya Sekolah ini masih dipandang sebelah mata , karena
masih kalah saing dengan sekolah dasar yang berada di wilayah tersebut.
Namun seiringan dengan berjalannya waktu Sekolah Dasar Negeri
212/IV selalu mengalami perkembangan/kemajuan, baik dari segi
kualitas maupun kuantitas. Saat ini jumlah tenaga pendidik di Sekolah
Dasar Negeri 212/IV sebanyak 17 orang dengan peserta didik 300 orang.
Sekolah Dasar Negeri 212/IV ini menerapkan kurikulum 2013 pada
sistem pembelajarannya dari kelas 1-6 dan memiliki beberapa
ekstrakurikuler yaitu: Tahfiz, Musik, Drumband, dan Pramuka. Banyak
prestasi yang telah di dapatkan peserta didik khususny di bidang
ektrakurikuler pramuka.
Bangunan Sendiri : Milik Sendiri
RW.03 Kel. K.A.B Kec.Kota Baru
Kota Jambi.
Kurikulum : 2013
E-mail : [email protected]
a. Visi : Terdepan Dalam Imtak dan Iptek Terbaik dalam Prestasi
Terpercaya di Masyarakat
ajaran agama yang di anut dan budaya bangsa.
2) Melaksanakan bimbingan dan pembelajaran dengan pendekatan
PAIKEM dan pendekatan yang relevan secara kontekstual
sehingga peserta didik berkembang wajar sesuai dengan potensi
yang dimilik.
seluruh warga sekolah.
kehidupan yang berkepribadian luhur dilingkungan sekolah.
5) Menanamkan dan Membina keterampilan serta mengembangkan
potensi kodrat peserta didik.
sekolah
berorientasi pada kemajuan peserta didik.
38
Reny, Sofia,S.Pd
JAMBI
Erni Saputri, S.Pd
Anto Hendri, S.Pd
Yazella Agustia, S.Pd
Afandi, S.Pd
5. Data Guru
Tabel 4.1 DATA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI 212/IV KOTA JAMBI TAHUN 2020
NO NAMA L/
P NIP/NUPTK TEMPAT/
III
a
5.
ERNI
III
d
40
6.
MEILI
III
b
7.
YAZELLA
9. RIA LASTARI,S.Pd P
10. MARIANITA,S.Pd P
11.
EMI
12.
RENNY
1989 S2 PAUD 8/5/2019 OPERATOOR -
13. DEWI P 07387676681 Jambi, 06-04- S1 EKONO 10/3/2016 TATA USAHA -
41
KARTIKA,S.E 30132 1989 MI
15.
MAULIA
18. M. UMAR,S.Pd.I L -
19. NOTO SUDIONO L -
6. Data Siswa
Tabel 4.2 DATA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 212/IV KOTA JAMBI TAHUN 2019/2020
Kelas
Umur
KET
A B A B A B A B A B A B L P TOTAL
6 TH
7 TH
8 TH
9 TH
10 TH
11 TH
43
12 TH
13 TH
14 TH
44
DAFTAR HADIR SISWA KELAS KEYBOARD
KELAS II SEMESTER GENAP T.A 2017-2018
N
O
23 AJI NUGROHO
25 SUSANTI
48
Tabel 4.4 SARANA DAN PRASARANA SDN 212/IV KOTA JAMBI 2019/2020
SARANA
Kecamatan Kec. Kota Baru, Kabupaten Kota Jambi, Provinsi Prov. Jambi
Tanggal Unduh: 2020-06-19 09:41:20
Pengunduh: Renny Shopia ([email protected])
1 Meja Siswa ruang keyboard Milik 1 Tidak Layak
2 Kursi Siswa ruang keyboard Milik 1 Tidak Layak
3 Meja Guru ruang keyboard Milik 1 Tidak Layak
4 Kursi Guru ruang keyboard Milik 1 Tidak Layak
5 Papan Tulis ruang keyboard Milik 1 Tidak Layak
6 Soket Listrik/Kotak Kontak ruang keyboard Milik 1 Layak
49
13 Meja Guru ruang kelas 6A Milik 1 Tidak Layak
14 Kursi Guru ruang kelas 6A Milik 1 Layak
15 Papan Tulis ruang kelas 6A Milik 1 Tidak Layak
16 Lemari ruang kelas 6A Milik 1 Tidak Layak
17 Tempat Sampah ruang kelas 6A Milik 1 Layak
18 Tempat cuci tangan ruang kelas 6A Milik 1 Layak
19 Soket Listrik/Kotak Kontak ruang kelas 6A Milik 1 Layak
20 Meja Siswa ruang kelas 1B/2B/3B Milik 30 Tidak Layak
50
21 Kursi Siswa ruang kelas 1B/2B/3B Milik 30 Tidak Layak
22 Meja Guru ruang kelas 1B/2B/3B Milik 1 Tidak Layak
23 Kursi Guru ruang kelas 1B/2B/3B Milik 1 Tidak Layak
24 Papan Tulis ruang kelas 1B/2B/3B Milik 1 Tidak Layak
25 Lemari ruang kelas 1B/2B/3B Milik 1 Tidak Layak
26 Tempat Sampah ruang kelas 1B/2B/3B Milik 1 Layak
27 Tempat cuci tangan ruang kelas 1B/2B/3B Milik 1 Layak
28 Soket Listrik/Kotak Kontak ruang kelas 1B/2B/3B Milik 1 Tidak Layak
29 Meja Siswa ruang kelas 1A/2A/3A Milik 30 Tidak Layak
30 Kursi Siswa ruang kelas 1A/2A/3A Milik 30 Tidak Layak
31 Meja Guru ruang kelas 1A/2A/3A Milik 1 Tidak Layak
32 Kursi Guru ruang kelas 1A/2A/3A Milik 1 Tidak Layak
33 Papan Tulis ruang kelas 1A/2A/3A Milik 1 Tidak Layak
34 Lemari ruang kelas 1A/2A/3A Milik 1 Tidak Layak
51
36 Tempat cuci tangan ruang kelas 1A/2A/3A Milik 1 Layak
37 Soket Listrik ruang kelas 1A/2A/3A Milik 1 Tidak Layak
38 Meja Siswa ruang kelas 4B/5B Milik 30 Layak
39 Kursi Siswa ruang kelas 4B/5B Milik 30 Layak
40 Meja Guru ruang kelas 4B/5B Milik 1 Layak
41 Kursi Guru ruang kelas 4B/5B Milik 1 Layak
42 Papan Tulis ruang kelas 4B/5B Milik 1 Tidak Layak
43 Lemari ruang kelas 4B/5B Milik 1 Layak
44 Tempat Sampah ruang kelas 4B/5B Milik 1 Layak
45 Tempat cuci tangan ruang kelas 4B/5B Milik 1 Layak
46 Soket Listrik/Kotak Kontak ruang kelas 4B/5B Milik 1 Layak
47 Lemari ruang guru Milik 1 Tidak Layak
48 Kursi Kerja ruang guru Milik 3 Tidak Layak
52
49 Meja Kerja / sirkulasi ruang guru Milik 3 Tidak Layak
50 Meja Siswa ruang kelas 4A/5A Milik 30 Layak
51 Kursi Siswa ruang kelas 4A/5A Milik 30 Tidak Layak
52 Meja Guru ruang kelas 4A/5A Milik 1 Layak
53 Kursi Guru ruang kelas 4A/5A Milik 1 Layak
54 Papan Tulis ruang kelas 4A/5A Milik 1 Tidak Layak
55 Lemari ruang kelas 4A/5A Milik 1 Layak
56 Tempat Sampah ruang kelas 4A/5A Milik 1 Layak
57 Tempat cuci tangan ruang kelas 4A/5A Milik 1 Layak
58 Soket Listrik/Kotak Kontak ruang kelas 4A/5A Milik 1 Layak
59 Meja Siswa ruang kelas 6B Milik 30 Tidak Layak
60 Kursi Siswa ruang kelas 6B Milik 25 Tidak Layak
61 Meja Guru ruang kelas 6B Milik 1 Tidak Layak
62 Kursi Guru ruang kelas 6B Milik 1 Tidak Layak
53
63 Papan Tulis ruang kelas 6B Milik 1 Tidak Layak
64 Lemari ruang kelas 6B Milik 1 Tidak Layak
65 Tempat Sampah ruang kelas 6B Milik 1 Layak
66 Tempat cuci tangan ruang kelas 6B Milik 1 Layak
67 Soket Listrik/Kotak Kontak ruang kelas 6B Milik 1 Layak
Sumber: Dokumen SDN 212/IV Kota Jambi
54
1. Temuan Khusus
a. Apa bakat seni musik yang ada pada kegiatan ekstrakurikuler di
sekolah dasar 212/IV Kota jambi.
Dalam kehidupan sehari-hari musik menimbulkan rasa kesatuan dan
persatuan, rasa keragaman, rasa kagum, rasa gembira dan sebagainya. Musik
juga dapat memberikan kepuasan rohaniah dan jasmaniah. Maka dari itu
pemerintah memfasilitasi sekolah dalam mengembangkan bakat anak
melalui kegiatan ekstrakulikuler musik keyboard dalam rangka
menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong gerak pikir dan rasa.
Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
diluar jam mata pelajaran yang sengaja diadakan sekolah dengan tujuan
untuk mengembangkan postensi, bakat maupun minat siswa serta
menambah wawasan pengetahuan siswa. Ada beberapa kegiatan
ekstrakulikuler yang dilakukan di SDN 212/IV salah satunya ialah kegiatan
ekstrakurikuler musik keyboard. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh
kepala sekolah Ibu Rubiyati, S.Pd.M.Pd. beliau mengatakan sebagai berikut
:
pendidikan untuk beberapa SD dikota jambi termasuklah SD 212/IV
ini. Kegiatan ekstrakuler seni musik di sekolah ini cuma ada satu yang
mendapat bantuan alat musik dari pihak yamaha yaitu alat musik
keyboard, maka dari itu di sekolah ini kegiatan ekstrakulikuler musik
yang dikembangkan hanya satu yaitu keyboard” (Wawancara 06 April
2020)
Pertnyataan ini dipertegas juga oleh guru pelatih seni musik keyboard
Ibu Sherly Anggraini, S.Pd mengungkapkan sebagai berikut :
“Sebenarnya ekstrakuler musik ini bukan inisiatif dari sekolah ini
sendiri, tetapi karena memang dari pihak musik yamaha memberikan
bantuan untuk beberapa sekolah dikota jambi termasuk SD ini, jadi
55
diberi bantuan 20 unit alat musik keyboard maka dari itu di sekolah ini
harus dikembangkan dan dijalankan ekstrakurikuler musik keyboard
tersebut, dan kegiatan ekstrakuler ini hanya diikuti siswa kelas 2 saja,
serta pelatih dari kegiatan ektrakurikuler ialah seorang guru wali kelas
di SD ini yang dilatih langsung dari pihak yamaha
sendiri”(Wawancara 08 April 2020).
Kegiatan ekstrakurikuler musik keyboard ini diadakan dua kali dalam
seminggu pada hari selasa dan hari kamis, pukul 15.00 WIB bertempat di
ruang kelas SDN 212/IV Kota Jambi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa
kelas II A dan B. Ekstrakurikuler musik ini dilatih langsung oleh guru wali
kelas sekaligus guru seni budaya SDN 212/IV yang telah dilatih oleh pihak
yamaha itu sendiri.
(Dokumentasi: Saskia Tasya Mamela)
(Dokumentasi: Saskia Tasya Mamela)
Dalam satu semester ada 3 lagu yang dipelajari oleh peserta
ekstrakurikuler keyboard. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh salah satu
peserta yang bernama April sebagai berikut:
“ketika belajar keyboard di sekolah, kami mempelajari 3 lagu.
Sebelum lanjut ke lagu selanjutnya kami harus mengikuti ujian yang
langsung di uji oleh pihak yamaha dan pelatih serta didampingi oleh
orang tua kami masing-masing” (wawancara 12 April 2020)
57
Pada kegiatan musik keyboard ini peserta didik mempelajari tentang
apa itu alat musik keyboard, bagaimana cara mengoperasikannya, belajar
tentang not musik dan memainkan lagu menggunakan notasi balok di alat
musik keyboard tersebut. Ada beberapa lagu yang dipelajari oleh mereka
yaitu twinkel twinkel little star dan mery had a little lamb.
Gambar 4.4 Materi lagu pertama dalam kegiatan ekstrakurikuler
musik keyboard (Dokumentasi: Saskia Tasya
Mamela)
58
keyboard (Dokumentasi: Saskia Tasya Mamela)
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh
peneliti yang dapat disimpulkan bahwa kegiatan ektrakurikuler musik yang
ada di sekolah ini bukan merupakan inisiatif dari sekolah itu sendiri
59
dari dinas pendidikan. Maka dikembangkan dan dijalankanlah
ekstrakurikuler seni musik keyboard tersebut dengan didampingi oleh guru
wali kelas sebagai pelatih.
b. Apa kendala dalam mengembangkan bakat seni musik siswa melalui
kegiatan ekstrakurikuler di SDN 212/IV Kota Jambi
Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan di SDN
212/IV adalah kegiatan seni musik. Kegiatan seni musik ini diadakan dua
kali dalam satu minggu. Kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk
mengembangkan bakat siswa di bidang musik. Siswa di ajarkan bermain alat
musik keyboard kegiatan ekstrakurikuler musik disini.
Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini tentu ada kendala yang membuat
guru sulit untuk mengembangkan bakat siswa dalam kegiatan
ekstrakurikuler musik keyboard tersebut. Pada dasarnya siswa yang belum
mengenal musik keyboard pasti sulit untuk menggunakan alat musik
keyboard, membuat siswa tidak percaya diri untuk mengikuti
ekstrakurikuler musik keyboard tersebut. Terlebih lagi kurangnya motivasi
atau dorongan dari orang tua siswa. Seperti yang telah di ungkapkan oleh
pelatih ekstrakurikuler musik keyboard ibu Sherly Anggi, S.Pd beliau
mengatakan bahwa :
bagaimana cara menggunakan keyboard tersebut, karena siswa yang
diajarkan itu hanya kelas 2 jadi mereka itu masih belum merasa
percaya diri untuk mencoba memainkan alat musik tersebut. Selain itu
siswa disini kurang berminat dalam mengenal ataupun mengetahui
tentang musik dan juga fasilitas ekstrakurikuler musiknya kurang
memadai disekolah, Terlebih lagi tidak adanya dorongan atau
motivasi dari orang tua siswa siswa itu sendiri. Akibatnnya siswa sulit
dalam mengembangkan bakat di bidang seni musik keyboard”.
(Wawancara 06 April 2020)
Pernyataan ini dipertegas juga oleh Kepala Sekolah ibu Ibu Rubiyati,
S.Pd.,M.Pd beliau mengatakan bahwa :
“Karena yang diajarkan hanya siswa kelas 2 SD kendalanya yang pasti
siswanya sulit diatur untuk mengikuti kelas musik tersebut.
Berhubung kelas musik diadakan setelah pulang sekolah, sebagian
siswa banyak yang pulang dan tidak mau mengikuti kegiatan
ektrakurikuker musik keyboarad. Disini terlihat sekali bahwa
kurangnnya motivasi dari orang tuanya sehingga minat siswa menjadi
kurang dalam belajar alat musik keyboard tersebut. Padahal sekolah
menyediakan fasilitas untuk siswa dalam mengembangkan bakat seni
di bidang musik”. (Wawancara 08 April 2020)
Pernyataan ini di perjelas lagi oleh salah satu siswa kelas 2 yang
bernama Zahwa Ramadhania mengatakan bahwa:
“Ada kendalanya kak yaitu wawa belum paham dalam memainkan
keyboard, jadi wawa tidak terlalu menyukai musik tersebut. Karena
waktu kegiatan ekstrakurikulernya itu setelah pulang sekolah, wawa
merasa sangat lelah untuk mengikuti ekstrakurikuler musik ini kak.”
(wawancara 13 April 2020)
peneliti yang dapat disimpulkan bahwa kendala dari kegiatan ektrakurikuler
musik keyboard ialah kurangnya minat siswa dalam mengenal dan
mengetahui tentang musik , kurangnnya fasilitas musik yang memadai, dan
juga tidak adanya dorongan atau motivasi dari orang tua siswa sehingga
siswa sulit dalam mengembangkan bakat seni musik itu sendiri.
c. Upaya Guru Dalam Mengembangkan Bakat Seni Musik Siswa Melalui
Kegiatan Kurikuler Musik.
meningkatkan kualitas proses pendidikan dan penglaman belajar peserta
61
mengajar dapat berjalan dengan optimal.
Ada beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi kendala
dalam mengembangkan bakat seni musik antara lain yaitu :
Peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah untuk
mangatasi kesulitan yang terjadi yang dihadapi oleh guru dalam proses
belajar mengajar. Seperti yang di ungkapkan oleh ibu ibu Ibu Rubiyati,
S.Pd.M.Pd selaku kepala SDN 212/IV Kota Jambi mengatakan :
“Upaya yang saya lakukan disini yaitu memberi saran kepada wali
murid tentang pentingnya dalam mengembangkan bakat anak-anak
nya, karena bakat tersebut akan berkembang jika ada suatu dorongan
atau motivasi dari orang tua. Maka dari itu , pihak sekolah melakukan
sosialisasi kepada semua wali murid kelas 2 tentang kegiatan
ekstrakurikuler musik keyboard. Selain itu guru juga melatih beberapa
guru di sekolah untuk menjadi pelatih musik keyboard tersebut yang
dibantu juga dengan pihak yamaha itu sendiri. Dan bagi siswa yang
belum berminat mengikuti ekstrakurikuler tersebut kita merangkul dia
bahwa dalam mengikuti ekstrakurikuler musik keyboard ini
menyenangkan karena akan mendapatkan suatu prestasi yang
membanggakan bagi siswa serta orang tua, lalu dikenal oleh banyak
orang atas prestasi yang di dapat.” (Wawancara 08 April 2020)
Pertnyataan ini dipertegas juga oleh guru pelatih seni musik keyboard
Ibu Sherly Anggraini, S.Pd mengungkapkan sebagai berikut :
“Upaya yang dilakukan begitu ekstra pada awalny, karena anak yang
mengikuti ekstrakurikuler musik adalah anak kelas 2 yang memang
perlu di bujuk terlebih dahulu untuk mengembangkan bakat yang
mereka miliki. Banyak anak yang masih malu atau tidak percaya diri
sehingga tidak berani untuk mencoba. Saya melakukan pendekatan
terlebih dahulu kepada anak-anak dalam mengenalkan apa itu
keyboard dengan menggunakan media buku musik keyboard itu
sendiri , benbentuk gambar, nyanyian lagu, bunyi not pada keyboard
sehingga anak mempunyai rasa ingin mencoba. Setelah saya
mengenalkan kepada anak, saya fikir mereka mau untuk mengikuti
ekstrakurikuler musik namun ternyata masih harus di bujuk dan
dirayu terlebih dahulu. Saya merasa mereka kurangnya motivasi dari
orang tua mereka sendiri. Karena mereka sangat membutuhkan
motivasi dari orang tua, jadi pihak sekolah melakukan sosialisasai
kepada wali murid kelas 2 mengenai penting nya ekstrakurikuler
62
umum. Kebanyakan dari wali murid setuju dan mau membantu pihak
sekolah dalam mengembangkan bakat anak melalui ekstrakurikuler
musik ini. Latihan selanjutnya anak-anak dengan sendirinya mau
mencoba untuk memencet not pada keyboard bahkan dengan antusias
mereka melakukannya, dengan terus berlatih dari bantuan media buku
dan guru pelatih anak-anak lebih percaya diri dalam mengembangkan
bakat yang ada atau menumbuhkan bakat yang belum ada. Lama-
kelamaan berlatih musik keyboard anak-anak mampu menampilkan
bakatnya di depan umum dan sering sekali terpilih untuk mengisi
acara penting dalam pendidikan seperti acara upacara 17 Agustus, hari
Pendidikan dan lain sebagainya.”
(Wawancara 06 April 2020)
peneliti yang dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan
bakat siswa selain dari lingkungan sekolah anak harus mendapat motivasi
pula dari lingkungan keluarga. Pada dasarnya kegiatan ekstrakurikuler
musik keyboard ini akan membuat anak menjadi percaya diri, meningkatkan
kemampuan daya fikir, menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab,
mengembangkan daya imajinasi anak lewat bunyi, dan melatih motirik anak.
Sehingga kegiatan ini mampu memberikan pengalaman belajar yang baru
dan menumbuhkan minat serta bakat pada siswa SDN 212/IV Kota Jambi.
2. Pembahasan
Mengembangkan bakat ada faktor pendukung yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal sendiri ada dua faktor yaitu faktor bawaan
dimana faktor yang mendukung perkembangan individu dalam bakat sebagai
karakteristik yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi
sebagai pewarisan dari orang tua. (Yusuf,2004,hal.31) dan faktor kepribadian
yaitu keadaan psikologis dimana perekembangan potensi anak tergantung
pada diri dan emosi anak itu sendiri, hal ini akan membantu anak dalam
membentuk konsep secara optimis dan percaya diri dalam mengembangkan
bakatnya. (Asror,1999,hal.93)
dari berbagai hal untuk mendukung pengembangam bakat anak, yang pertama
63
lingkungan keluarga dimana tempat latihan atau belajar dan tempat anak
memperoleh pengalaman, karena keluarga merupakan lingkungan pertama
bagi anak. Yang kedua lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi proses
belajar mengajar kondusif yang bersifat formal, lingkungan ini sangat
berpengaruh bagi pengambangan bakat anak secara intensif. Yang ketiga
lingkungan sosial yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Anak
akan mengaktualisasikan bakatnya.
Maka dari itu pengembangan bakat anak sangat penting, ada anak
yang memang sudah memiliki bakat dari bawaan akan mampu
mengembangkan bakatnya sehingga anak akan lebih percaya diri, sementara
anak yang awalnya tidak memiliki bakat mampu mempelajari atau berlatih
dalam kegiatan ekstrakurikuler sehingga anak dapat mengembangkan bakat
yang telah di pelajarinya.
disiplin ilmu lainnya dan dirasa penting untuk dihadirkan didalam pendidikan
hal ini karena alasan berikut:
1. Musik dapat memberikan aktribusi kepada sekolah dan
lingkungan.
3. Musik dapat membuat seseorang merasa lebih hidup.
4. Musik dapat mengkombinasikan perilaku dan keterampilan
lainnya
ekspresi diri dan kreativitas.
warisan budaya.
menyenangkan dan menguntungkan.
64
12. Musik dapat meningkatkan rasa harga diri
13. Musik membantu meningkatkan disiplin dan komitmen
14. Musik merupakan sumber kegembiraan dan kesuksesan
15. Musik menyediakan model belajar yang unik dan berbeda
16. Musik sebagai jalan keluar dan terapi bagi manusia
17. Musik sebagai prediktor kesuksesan hidup
18. Musik mengembangkan intelejensi
mengalami kesulitan bidang lain dalam kurikulum
20. Musik membantu pemahaman siswa bahwa tidak semua aspek
harus dapat diukur dan bahwa penguasaan secara subjektif juga
penting.
yang dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan bakat siswa
selain dari lingkungan sekolah anak harus mendapat motivasi pula dari lingkungan
keluarga. Motivasi yang dilakukan keluarga adalah dengan cara membeli buku bahan
ajar musik dan mengulang kembali materi pelajaran pada alat alat musik sederhana
yang ada dirumah yakni pinika. Pianika di jadikan alat musik alternatif yang
digunakan untuk mengulang materi yang didapatkan pada kegiatan ekdtrakurikuler
musik keyboard disekolah karena memiliki bentuk yang sedikit mirip dengan
keyboard, memiliki tuts yang sama dengan keyboard dan mudah menggunakannya.
Pada dasarnya kegiatan ekstrakurikuler alat musik keyboard ini akan
membuat anak menjadi percaya diri, meningkatkan kemampuan daya fikir,
menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab, mengembangkan daya imajinasi
anak lewat bunyi, dan melatih motirik anak. Sehingga kegiatan ini mampu
memberikan pengalaman belajar yang baru dan menumbuhkan minat serta bakat
pada siswa SDN 212/IV Kota Jambi.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara
yang dilakukan oleh peneliti, setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini siswa
65
lebih percaya diri dan mampu bersaing. Sudah banyak kegiatan acara yang mereka
ikuti. Mulai dari mengisi acara HUT RI di Kantor Walikota, Hari Pendidikan,
mengikuti ajang lomba tingkat Kota Jambi, FLS2N, dan mengisi kegiatan sekolah.
66
dikemukakan beberapa temuan sebagai berikut:
1. Kegiatan ektrakurikuler musik yang ada di SDN 212/IV Kota Jambi adalah
kegiatan seni musik keyboard.
2. Ada beberapa kendala yang ada di SDN 212/IV Kota Jambi dalam kegiatan
estrakurikuler musik ini sehingga pengembangan bakat dan minat dibidang
musik siswa terhambat. Kendalanya adalah kurangnya motivasi atau
dorongan dari orang tua serta kurangnya percaya diri dari siswa itu sendiri.
3. Upaya yang guru dalam mengembangkan bakat siswa pada kegiatan
ekstrakurikuler musik keyboard di SDN 212/IV Kota Jambi adalah Motivasi
dari lingkungan sekolah dan keluarga merupakan solusi ataupun upaya yang
bisa dilakukan oleh guru atau pihak sekolah dalam pengembangan bakat
musik siswa.
B. Saran
sebagai berikut:
kegiatan ekstrakurikuler musik.
giat dan semangat.
c. Sekolah perlu menambah jumlah guru pengajar musik, khususnya di
bidang keyboard.
a. Guru Ekstakurikuler musik diharapkan mengikuti setiap pelatihan musik
untuk meningkatkan kualitas diri sebagai fasilitator.
b. Guru Ekstakurikuler musik diharapkan meningkatkan upaya dalam
memberikan contoh yang baik kepada siswa.
c. Guru Ekstakurikuler musik diharapkan melakukan pengawasan dan
penilaian terhadap perkembangan siswa.
siswa secara berkala.
3. Bagi Siswa
sesuai dengan tingkatannya masing-masing.
b. Siswa diharapkan dapat meningkatkan potensi yang dimiliki guna untuk
masa depan masing-masi
Fokusmedia
Jurnal Pebrian Tarmizi (2018), (Studi deskriptif penerapan alat musik
pianika pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan (SB