Uma Skaran_Metodologi Penelitian

download Uma Skaran_Metodologi Penelitian

of 28

  • date post

    10-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    28
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Manajemen

Transcript of Uma Skaran_Metodologi Penelitian

BAB IPENGANTAR PENELITIAN

Penelitian bisnis sebagai penyelidikan atau investigasi yang terkeloia, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadat) suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi terkait. Intinya, penelitian memberikan informasi yang cliperlukan untuk memandu manajer mengambil keputusan yang terinfomasi agar bisa memecahkan masalah secara sukses. Informasi yang diperoleh bisa berasal dari analisis mendalam terhadap yang dikumpulkan dari tangan pertama, atau data yang telah tersedia (dalam perusahaan, industri, archive, dan seterusnya). Data bisa kuantitatif (yang umumnya diperoleh melalui pertanyaan terstruktur) atau kualitatif (yang dihasilkan dari jawahan yang luas terhadap pertanyaan spesifik dalam wawancara, atau dari respons terhadap pertanyaan terbuka dalam kuesioner, lewat observasi, atau dari informasi dari berbagai sumber yang telah ada sebelumnya).Dalam bisnis, penelitian terutama dilakukan untuk memecahkan isu-isu problematik dalam, atau saling terkait di antara bidangakuntansi, keuangan, manajemen, dan pemasaran. Dalam Akuntansi(Accounting),sistem, praktik, dan prosedur kendali anggaran sering diperiksa. Metode biayapersediaan, akselerasi depresiasi, kecenderungan pendapatan triwulan deretwaktu, biaya transfer, tingkat pemulihan kas, dan metode pajak adalah sejumlahbidang yang sering diteliti. Dalam Keuangan(Finance),operasi institusi keuangan,rasio keuangan optimum, merger dan akuisisi,leveraged buyout,keuangan antar perusahaan, pendapatan hipotek, perilaku pasar saham, dan semacamnya, menjadi fokus investigasi. Penelitian Manajemen(Management)bisa mencakup studi sikapdan perilaku karyawan, manajemen sumber daya manusia, pengaruh peruhahan demografis terhadap praktik manajemen, manajemen operasi produksi, formulasistrategi, sistem informasi, dan semacamnya. Penelitian Pemasaran(Marketing)dapat meliputi isu-isu yang berkaitan dengan citra produk, iklan, promosipenjualan, distribusi, pengemasan, harga, layanan pumajual, preferensi konsumen,pengembangan produk baru, dan aspek pemasaran lainnya.

PENELITIAN: TERAPAN DAN DASARPenelitiandapat dilakukan untuk dua tujuan berbeda. Yang satu adalah untukmemecahkan masalah mutakhir yang dihadapi oleh manager dalam kontekspekerjaan, yang menuntut solusi tepat waktu. Misalnya, sebuah produk tertentumungkin tidak laku dan manajer harus menemukan alasan di balik hal tersebutdalam rangka mengambil tindakan perbaikan. Penelitian semacam itu disebutpenelitian terapan(appliedresearch).Yang lain adalah untuk menghasilkan pokokpengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah tertentu yang terjadidalam organisasi dapat diselesaikan. Ini disebutpenelitian dasar(basic research).Sangat mungkinbahwa sejumlah organisasi di kemudian hari menerapkanpengeratuan yang diperoleh melalui temuan dan penelitian dasar semacam ituuntuk memecahkan masalah mereka sendiri. Misalnya, seorang profesor universitasmungkin tertarik untuk menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan absensi,semata-mata sebagai minat akademik. Setelah mengumpulkan informasi tentangtopik ini dari beberapa institusi dan menganalisis data, profesor tersebut mungkinmenemukan faktor seperti jam kerja yang tidak fleksibel, pelatihan karyawanyang tidak memadai, dan moral yang rendah sebagai hal-hal yang memengaruhiabsensi. Belakangan, seorang manajer yang menghadapi absensi karyawan dalamorganisasinya dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan jikafaktor-faktor tersebut relevan dengan kondisi kerja di perusahaannya.Dengan demikian, penelitian yang dilakukan dengan maksud menerapkan hasiltemuan untuk memecahkan masalah spesifik yang sedang dialami dalam perusahaandisebut penelitian terapan(applied research).Penelitian yang terutama dilakukanuntuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah tertentu yang kerap terjadidalam konteks organisasi dan mencari metode untuk memecahkannya disebutpenelitian dasarataufundamental(basicorfundamental research).Hal tersebutjuga dikenal sebagaipenelitian mumi(pure research).Penemuan dari penelitiansemacam itu berkontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dalam berbagai bidang fungsional bisnis. Pengetahuan seperti itu biasanya belakangan diterapkandalam konteks pemecahan masalah organisasi.

MANAJER DAN PENELITIANManajer dengan pengetahuan penelitian mempunyai kelebihan dibanding manajeryang tidak memiliknya. Meskipun Kita mungkin tidak melakukan penelitian apapun sendiri sebagai seorang manajer, Kita perlu memahami, memperkirakan, danmengendalikan peristiwa yang merugikan organisasi. Misalnya, sebuah produkyang baru dikembangkan mungkin tidak dapat "diluncurkan," atau suatu investasikeuangan mungkin tidak dapat "dibayar" seperti yang diharapkan. Fenomena yangmengganggu semacam itu perludipahamidan dijelaskan. Kecuali hal ini dilakukan,adalah tidak mungkin untukmemperkirakanmasa depan produk atau prospekinvestasi tersebut, dan bagaimana bencana besar di masa depan dapatdikendalikan.Penguasaan terhadap metode penelitian dapat membuat manajer mampu untukmemahami, memperkirakan, dan mengendalikan lingkungan mereka.Sebuah pikiran yang mungkin terlintas dalam benak Kita adalah bahwa, karenaKita mungkin akan menugaskan peneliti untuk memecahkan masalah dan bukanmelakukan sendiri penelitian, tidak ada gunanya untuk bersusah-payah mempelajaripenelitian. Alasan tersebut menjadi jelas jika seseorang mempertimbangkankonsekuensi kegagalan ketika melakukan hal tersebut. Dengan kerumitan organisasimodem yang belum pemah ada sebelumnya, dan ketidakpastian lingkungan yangmereka hadapi, manajemen sistem organisasi telah menjadi sebuah ,masalah konstan dalam dunia kerja. Hal tersebut dapat membantu jika manajer dapatmerasakan, menentukan, dan menangani masalah sebelum segatanya tidak dapatdiatasi. Pengetahuan mengenai penelitian dan proses pemecahan masalah menolongmanajer mengenali situasi masalah sebelum hal tersebut terjadi di luar kendali.Meskipun masalah kecil bisa diselesaikan oleh manajer, masalah besar menuntut kehadiran peneliti atau konsultan luar. Manajer yang memahami penelitian dapatberinteraksi secara efektif dengan mereka. Pengetahuan mengenai proses penelitian,desain, dan interpretasi data juga membantu manajer untuk membedakan penerimatemuan penelitian yang ditampilkan dan untuk menentukan apakah solusi yangdirekomendasikan tepat untuk dililpatartakan atau tidak.Alasan lain mengapa manajer profesional saat ini perlu mengetahui tentang metodepenelitian adalah bahwa mereka akan menjadi lebih mampu membedakan ketikamenyaring sebaran informasi dalam jumal-jumal bisnis. Beberapa artikel jumal lebih ilmiah dan objektif dibanding iainnya. Bahkan di antara artikel ilmiah,beberapa lebih tepat untuk diaplikasi atau diadaptasi oleh organisasi dan situasitertentu dibanding lainnya. Inilah fungsi desain sampling, jenis organisasi yangdipelajari, dan faktor lain yang dilaporkan dalam artikel jumal. Kecuali jikamanajer mampu memahami sepenuhnya apa yang publikasi penelitian empirisbenar-benar ungkapkan, mereka bisa keliru dalam menggabungkan beberapasaran yang publikasi semacam itu tawarkan. Dengan bukti yang sama, manajerdapat sukses menangani masalah mereka sendiri dengan penghematan besar biaya dan mempelajari hasil dari publikasi penelitian yang "baik"yang menampilkan isu-isu serupa.Masih ada beberapa alasan lain mengapa manajer profesional sebaiknya memahamipenelitian dan metode penelitian dalam bisnis :1. Pengetahuan tersebutmempertajam kepekaan manajer terhadap banyak sekali variabel yang berhubungandalam suatu situasi dan terus mengingatkan mereka tentang multikausalitas danmultifinaiitas fenomena, sehingga menjauhkan dugaan yang tidak tepat dansimplistik mengenai satu variabel yang "menyebabkan" variabel lain.2. Jika manajer memahami laporan penelitian terkait organisasi mereka yang disusun oleh profesional, mereka akan diperlengkapi untuk menentukan risiko secara cerdas, ilmiah, dan penuh perhitungan dengan pengetahuan tentang probabilitas kesuksesan atau kegagalan keputusan mereka. Penelitian kemudian menjadi alat pengambilan keputusan yang berguna dibandingkan banyak sekali informasi statistik yang tidak terpahami.3. Karena manajer menjadi lebih memahami tentang investigasiilmiah, kepentingan pribadi di dalam atau luar organisasi pun tidak akan berlaku.Misalnya, sebuah kelompok penelitian intemal dalam organisasi tidak akan mampumenyimpangkan-informasi atau memanipulasi temuan untuk kepentingan merekasendiri jika manajer menyadari bias yang dapat menyusup ke dalam penelitiandan mengetahui bagaimana data dianalisis dan diinterpretasi.4. Pengetahuan tentang penelitianmenolong manajer mengaitkan dan membagikan informasi terkait dengan penelitiatau konsultan yang disewa untuk memecahkan masalah.Singkat kata, memahami penelitian dan metode penelitian membantu manajerprofesional untuk:1. Mengenali dan secara efektif memecahkan masalah kecil dalam kontekspekerjaan.2. Mengetahui bagaimana membedakan penelitian yang baik dan yangburuk.3. Menghargai dan terus-menerus menyadari berbagai pengaruh dan efekdari faktor-faktor terkait dalam suatu situasi.4. Memperhitungkan risiko dalarri pengambilan keputusan, mengetahuisepenuhnya probabilitas yang terkait dengan kemungkinan keluaran(outcome)yang berbeda.5. Mencegah kepentingan pribadi yang mungkin memengaruhi situasi.6. Berhubungan dengan peneliti dan konsultan yang.disewa secara lebihefektif.7. Menggabungkan pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketikamengambil keputusan.

KONSULTAN/PENELITI INTEMALVERSUS EKSTEMALSejumlah organisasi mempunyai departemen konsultan atau penelitian sendiri, yangmungkin dinamakan Departemen Layanan Manajemen, Departemen Organisasidan Metode,RD(research and development department),atau lainnya.Departemen tersebut berperan sebagai konsultan intemal untuk subunit dalamorganisasi yang menghadapi masalah tertentu dan memerlukan bantuan. Unitsemacam ini dalam organisasi, jika eksis, akan mempunyai beberapa kegunaan,