Tune-up Satria Fu

download Tune-up Satria Fu

of 16

  • date post

    25-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    716
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Tune-up Satria Fu

Tune up Stage 1 Satria F150 Posted on Desember 21, 2008 by motorid Satria F150 emang dari sononya udah didesain kenceng. Banyak yang berpendapat bahwa ini adalah bebek terkencang di muka bumi. Dijejali dengan mesin DOHC 150 cc ditambah dengan bobotnya yang enteng , wuuih siapa sih yang tak tergoda dengan performanya. Ada pul yang mengklaim ni bebek bisa lari 200 km/jam. Dan yang paling penting hanya dengan modal ni motor, cewek cewek pasti banyak yang lirik deh coz katanya ni motor imut imut bentuknya. Ok daripada lama berbasa basi, buat para penggemar kecepatan tapi tetep pengin irit buat harian. Diantaranya yang perlu diganti antara lain : 1.Ganti premium ke pertamax, aku dah buktiin iritan pake pertamak bro. 2.Ganti koil racing recomended XP cmc 2A, murah tapi setara koil YZ. Harga 170rb. 3.Ganti dengan cdi racing, pilihannya banyak mulai dari BRT, XP, REXTOR harganyapun sekitar 400 ribuan. 4.Pilot jet yang standarnya 12,5 diganti dengan ukuran 15 (milik smash) harga cm 15rb. 5.Busi ganti punya kharisma, kepalanya lebih menonjol lumayan nambah kompresi dikit. 6.Karbu ganti dengan Keihin PE28 atau Koso 28 (lebih bagusan katanya) harga kisaran 600 ribuan. Dengan ubahan itu tarikan terasa enteng bangettzzz, lari 150 km/jam pun cepet nariknya. Aku dah buktiin sendiri. dan trakir pesan penulis selamat mencoba. hati-hati di jalan. tetap jaga kesehatan http://petualangankita.blogspot.com/2010/12/tune-up-fu-150.html

TIPS SATRIA FU-150Posted by otim on April 12, 2008

Karburator Satria F150: Dari 12,5 Ganti jadi 15-17,5ini tips yang dikumpulkan dari S2W dan SSFC juga sumber-sumber lain (M+, Otomotif, Oto+ dll) khusus bagi pemilik FU. mudah-mudahan tips ini dapat bermanfaat. Penyemplak Suzuki Satria F 150 banyak ngalami gejala mbrebet di putaran bawah. Bahkan nggak sedikit yang sampai ditembak knalpot motor sendiri begitu lepas gas. Duarrr! ini sering terjadi terutama bagi motor fu yang memang masih baru keluar dari pabrik.. sebenarnya tips ini sudah banyak yang menerapkan, karena memang sudah tidak asing lagi khususnya bagi penyemplak si-FU tapi ga apa-apa lah ketika pertama dicermati Satria 4-tak 150 cc ini memang andalkan pilot-jet 12,5 dengan setelan air screw putaran. Walah, kecil sekale. Mungkin biar irit bensin kali yee meski ujung-ujungnya gas nggak sip dibejek.

Sumantri dari Chips Motor mengiyakan. Jangan lupa diteruskan mengatur ulang setelan udara setelah ganti pilot-jet, ujar pedege mangkal di Pos Pengumben Raya No. 33C, Jakarta Barat. Pilihannya buanyak, kok. Kitaco boleh, Daytona oke, orisinal apalagi. Buat kota dingin seperti Bandung, cukup pakai nomer 15 atau kepunyaan Jupiter standar. Kalau di Jakarta, ideal pakai jadi 17,5 atau bawaan Shogun lama, tandas Mantri yang asal Salatiga itu. GANTI DAN PASANG SENDIRI Kalau sudah dapat, buru bongkar cover mesin bebek DOHC ini. Lanjut copot karet boks filter dengan membuka klem pengikat pakai obeng plus. Kemudian tarik slang bensin, membran bensin dan pernapasan mesin.

Ambil lagi obeng plus untuk kendurkan klem karet intake dari bawah. Tarik karbu nggak perlu sampai lepas kabel choke dan gas. Langsung deh buka mangkuk karbu. Angkat pilot-jet lama dan pasang spuyer baru pakai obeng min (gbr. 1). Beres itu, bisa langsung pasang kembali. Lanjut setel ulang air screw. Tujuannya biar suplai udara seimbang sama guyuran bensin. Kalau standar cuma putaran berlawanan jarum jam. Pakai pilot-jet 15 naik jadi . Sementara 17,5 pas di 1 putaran (gbr. 2), beber Mantri yang pelopori bikin klub Satria F 150 dan Raider itu. Sumber: Tabloid Motorplushttp://fatonikhotim.wordpress.com/2008/04/12/karburator-satria-f150-dari-125-ganti-jadi-15-175/

TIPS SATRIA FU-150Posted by otim on April 16, 2008

Doping Performance Satria F150 ini tulisan lama tetapi sebagai acuan semoga bermanfaat.Motormania, khususnya pemilik Suzuki Satria F150, boleh bersenang hati. Sebab sekarang banyak parts performance untuk mendongkrak tenaga motor itu agar lebih liar. Dibilang begitu, karena tenaga aslinya saja sudah mumpuni untuk diajak ngebut.

Nah, bagi yang belum merasa puas, tinggal tambahkan doping pemacu tadi. Dari knalpot hingga busi juga telah tersedia. Sok, pilih sesuai kemauan dan dana di kantong. Tetapi ingat, karakter peranti juga kudu diperhatikan. Tujuannya, agar jangan sampai bentrok sama peranti aslinya. Maksudnya, setelah pakai part itu, eh akselerasi motor malah memble. Sebab, semua alat itu saling Apa aja sih ? Mari kita bedah bersama! Per Kopling Buat menyempurnakan penyaluran tenaga mesin, harus didukung entakan kuat. Maksudnya, respons tendangan balik per kopling. Kerenggangan per Sebab kampasnya tak Sehingga peranti itu lebih awet. pun bergesekan tetap dengan terjaga. kering. terkait antara satu dan lainnya.

selalu

pelat

Punya engine bagus, tapi bila entakan koplingnya tidak, sama juga bohong. Rpm mesin tak akan menyentuh putaran tinggi, ujar Cepi, mekanik Pro SE. Solusinya, bisa pakai merek Inspiro dijual dengan harga Rp 150 ribu (hitam) dan Rp 100 ribu (kuning). CDI Kuda besi sekarang banyak dilengkapi CDI dengan pembatas rpm alias limiter. So, jangan protes kalau puncak tenaga mesin enggak pernah kesampaian. Baiknya, ganti tipe CDI unlimiter, ujar Sumantri bos Chips Motor di Pos Pengumben, Jakbar. Sudah banyak CDI impor yang datang untuk memuaskan hasrat ngebut para F150-ers. Misalnya, CDI racing buatan Thailand, seperti LEK, Shindengen dan TDR.

Harganya bervariatif antara Rp 1,1 sampai Rp 1,7 juta. Namun tak ada salahnya mengaplikasi buatan lokal! Sebab, kualitasnya tak kalah bersaing dengan peranti pengapian dari Thai itu, lo! Sayang, baru satu buatan Indo yang berani bertarung. Yakni merek BRT yang bisa ditebus dengan harga Rp 550 ribu. Knalpot Untuk menyalurkan gas buang, pilihan knalpot yang ideal jadi penentu akselerasi. Sebab jika tak tepat, lari motor malah tertahan. Knalpot besar belum tentu menambah power mesin, ujar Dodo dari Dodo Motor Sport Racing, di Cileduk, Tangerang. Selain tertahan, jika mengaplikasi tipe gambot, terkadang tenaga cendrung ngempos alias terbuang percuma. Maka pemilik Satria F150 (F150-ers), harus pilih yang memiliki spesifikasi volume sesuai karakter mesin. Pilihanya, beragam knalpot impor dan lokal bisa jadi diaplikasi. Misal, buatan Thailand seperti merek Yoshimura. Terbagi 2 macam, tabung bahan titanium dilego Rp 2,3 juta dan stainless steel Rp 1,1 juta. Lainnya, merek Endurance model silencer oval ditawarkan Rp 1 juta. Lalu Performance lapis karbon ditawarkan Rp 1,3 juta dan penyalur gas sisa pembakaran berbahan stainless steel merek KR9 buatan Thailand dilepas Rp 1,1 juta. Bila tak ingin mengganti keseluruhan bagian knalpot, cukup tukar silencernya saja. Buatan lokal bisa jadi alternatif, soal kemampuan tak kalah dibanding merek Thailand. Misal merek Sinergy dilego Rp 400 ribu. Lainnya, merek Five Star dengan harga Rp 350 ribu dan bisa tembus hingga 12 ribu rpm. Karburator Beralih ke piranti penyalur semburan bensin alias karburator juga banyak. Mulai bikinan Amrik, Jepun hingga Taiwan dapat digunakan. Ukurannya dari 28 hingga 32 mm ujar An An Kuda juragan Pro SE Racing di kawasan Kebon Jeruk III, Jakbar. Nah, bicarain Mau merk Keihin atau Mikuni ? karbu, tinggal pilih.

Keihin tipe PWK 28 mm, buatan 3 negara diatas, dilepas Rp 950 rb Rp 1,9 juta. Tipe FCR 28 mm vacuum Merek serupa untuk Honda NSR SP bisa dijagokan buat F150 Sedang Mikuni, hanya tersedia dua option. Tipe TM28 mm, pilih buatan Taiwan yang dijual Rp 1,2 juta atau Jepun Rp 2,1 juta. Bedanya ada dibagian tengah. Racikan Jepang mengaplikasi nosel, jarum skep dan cut away (bibir karbu) yang lebih besar ketimbang Taiwan. Busi Sabar ! Meski Satria F 150 telah dilengkapi OIL COOLER, mesin juga butuh pendinginan tambahan. Ingin pasang dua peredam panas mesin ? Ingin pasang Wah, enggak mungkin, tuh ! dua peredam panas mesin ? Rp 3,5 juta.

Jalan keluarnya pakai aja Merk NGK Platinum CR8EGP, dilego Rp 90 ribu. Sumber: Edisi 49 : XIV 11 April 2005 Tabloid

busi

tipe

dingin.

OTOMOTIF

http://fatonikhotim.wordpress.com/2008/04/16/tips-satria-fu-2/

TIPS SATRIA FU-150Posted by otim on April 16, 2008

TES PREMIUM DAN PERTAMAX Rasio kompresi motor, sangat menentukan dalam pemilihan bahan bakar. Em-Plus coba ngetes motor kompresi tinggi diberi perlakuan beda. Seperti Suzuki Satria F150 kompresinya 10,2 : 1. Pertama tes diisi Pertamax. Kemudian digeber keliling Jakarta pas jam macet. Dari pukul 15:50-16:30. Kondisi berboncengan. Pengendara 70 kg dan boncenger 60 kg. Hasilnya mencapai jarak tempuh 64 km. Menghabiskan Pertamax 2.100 cc, atau 2 liter lebih 100 cc. Berarti bisa dicari pemakaian BBM-nya. Sekitar 30,5 km/liter.

Perlakuan kedua diisi Premium. Tentu setelah tangki dikuras. Dites sendirian alias tanpa boncenger. Berat pengendara 65 kg. Dites di Jakarta sekitar jam 10 pagi Kesimpulanya, Pertamax lebih irit meski dengan beban berat. Sebab tidak ada detonasi dan menghasilkan tenaga gede. Beda dengan pakai Premium. Gas harus dipelintir abis mulu. Sehingga boros. Perbandingan Angka Oktan dan Kompresi Pertamax Oktan= Kompresi= 10:1 11:1 Pertamax Oktan= Kompresi= 9:1 10:1 Premium Oktan= Kompresi= 7:1 9:1 Sumber: Tabloid Motorplushttp://fatonikhotim.wordpress.com/2008/04/16/tips-satria-fu-150-9/

Plus 95

92

82

SATRIA FU 150; SETING KOREK HARIAN BUAT PELAJARRiset ini didedikasikan untuk para pengguna FU yang masih berstatus pelajar. Mengapa? Karena sekarang ini aku sering liat dijalan semakin banyak anak sekolahan menggunakan FU sebagai sarana transportasi ke sekolah, beberapa tampak masih standar, dan beberapa telah di upgrade sedikit, seperti misalnya pasang knalpot free flow tapi tanpa diikuti langkah lain, jadinya hanya suaranya saja yang kenceng tapi larinya kalah dengan motor standar. Atau ada juga yang fokus ke tampilan saja dengan mengganti pelek dengan tipe jari-jari dan memasang ban supe