Tune Up Motor Bensin

of 15

  • date post

    15-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    89
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Tune Up Motor Bensin

LAPORAN TUNE - UP

POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Disusun oleh :Nama : Deny Arif W ibowo: Saiful Rahman: Dhowi Pratomo

Jurusan: Teknik MesinProdi: Mesin Perawatan Pagi

TUNE UP MOTOR BENSIN

1. TEORI DASAR

Kata "tune" itu berarti menyetel, menyesuaikan, mencocokkan dan menyempurnakan. Sedangkan kata "up" itu berarti ke atas, naik, atau menaikkan jika sebagai kata kerja tune up dapat di artikan menyetel, menyesuaikan, mencocokkan, menyempurnakan ke atas. Dari pernyataan diatas dapat kita simpulkan bahwa pengertian tune up adalah menyetel, menyesuaikan, mencocokkan dan menyempurnakan engine atau mesin atau mobil supaya performanya dapat ke atas atau maksimal. Sedangkan secara umum pengertian tune up adalah suatu pekerjaan servis ringan engine/mesin/mobil yang bertujuan agar performa mesin/engine/mobil dapat maksimal atau ke atas, dan pekerjaannya dapat berupa pemeriksaan dan pencocokan dengan standar pabrik, penyetelan, perbaikan, perawatan dan atau penggantian komponen jika diperlukan.-Sistim pendingin-oli mesin-Tali kipas-Saringan udara-Katup pengontrol panas-Baterai-Busi-Kabel tegangan tinggi-Distributor-Celah katup-Karburator-Putaran idle permulaan (Inintial Idle Speed)-Fast idle-Thottle Positioner-Tekannan kompresi

2. PERAWATAN SISTEM PEN DINGINAN Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga berkurang, bahan bakar boros, komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi:a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendinginPeriksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL.

b) Memeriksa kondisi air pendinginPeriksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli. c) Memeriksa sistem pendinginanPeriksalah kemungkinan terjadi:1) Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator.2) Kerusakan pada klem slang radiator.3) Kisi-kisi radiator berkarat.4) Kebocoran pada pompa air, pipa radiator (core),penguras. d) Memeriksa kerja tutup radiatorDengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik, atau jika secara fisik rusak.Tekanan pembukaan katup :STD : 0,75 1,05 kg/cm2Limit : 0,6 kg/cm2(sesuaikan dengan ketentuan manual)

3. PEMERIKSAAN OIL ENGINE

3.1 Fungsi Oil Oli dengan sifatnya yang kental dan halus, tidak hanya sekedar mengurangi ausan dan gesekan pada piston (torak), bantalan dan bagian bagian yang berputar. Oli juga membantu menahan suhu tinggi, gas bertekanan tinggi maupun membantu memindahkan panas dari bagian yang bersuhu tinggi ke karter (panci oli) selanjutnya dipindahkan ke udara luar. Oli mencegah keroposnya bagian yang terbuat dari logam, merupakan bantalan bagi bagian yang berputar serta menyerap zat zat yang merusak dari hasil pembakaran didalam mesin. Setelah melakukan tugas tugas ini, maka oli kehilangan efektifitasnya dan karena itu harus diganti secara periodik.Pemeriksaan tinggi oli, tinggi oli harus berada pada tanda L dan Jika lebih rendah, periksa kemungkinanada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F Gunakan oli API service SE.

3.2 Fungsi Pergantian oil

Sementara oli sedang dipakai, karbon yang dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin serta serbuk logam masuk ke dalam oli sehingga oli menjadi kotor. Apabila kotoran tersebut menumpuk, ia akan menyebabkan bagian bagian yang berputar cepat aus dan tergores. Karena itulah dipasangkan saringan oli untuk menahan kotoran dan membuang kotoran tersebut dari oli. Berhubung kotoran yang demikian akan menumpuk didalam saringan (flter), saringan perlu diganti secara periodik.

4. PENGGANTIAN SARINGAN OLI (FILTER)1. Buka saringan oli dengan alat pembuka filter;2. Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan diameter paking3. Kontrol apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup by-pass atau tidak4. Kontrol perlu tidaknya katup anti balik di dalam saringan oli dengan melihat posisi pengikatan saringan oliterhadap motor. Jika posisi pengikatan horisontal atau saringan di bawah, maka saringan oliharus dilengkapi dengan katup anti balik.5. Untuk memasang, kencangkan saringan oli dengan tangan.

4.1 Fungsi Filter Udara:

Udara yang masuk ke mesin mengundang debu dan benda benda lain akan menyumbat saluran karburator, mempercepat keausan silinder mesin serta mengotorkan oli. Filter Udara menyaring debu dan kotoran lainnya yang terkandung di dalam udara yang masuk melalui filter yang didalamnya terdapat alat penyaring udara, sehingga debu dan kotoran tidak dapat masuk ke dalam karburator dan silinder mesin. Apabila filter tersumbat kotoran, aliran udara akan terbatas yang mengakibatkan terganggunya kerja karburator. Filter Udara dibagi menjadi dua yaitu: filter udara kering dan filter udara basah

Pembersihan atau penggantian saringan udara jenis kering1. Lepas saringan udara periksa kondisi saringan udara, jika kotor sekali harus digantibaru2. Ketok saringan beberapa kali agar debu yang menempel terlepas3. Semprotkan dengan udara bertekan dari dalam keluar. Kadang-kadang saringan udara basah oleh oli. Oli tersebut berasal dari sistim ventilasi karter. Bersihkan systemtersebutkemudianlakukanpengontrolan pada permukaan batas oli motor (mungkin terlalu tinggi) atau juga disebabkan kerapatan cincin-cincin torak, untuk ini buka tutup pengisi oli pada saat motorhidup. Jika banyak gasyangkeluar,biasjugacincintorak bocor, akibatnya gas tersebut dapatmembawa oli mesin sampai ke saringan udara.4. Pasang kembali rumah saringan udara. Pada waktu pemasangan, perhatikan kedudukanpaking-pakingnya.

Pembersihan saringan udara tandon oli (tipe basah).

1.Lepas saringan udara2. Cuci saringan udara dengan bensin3. Keluarkan oli dari rumah saaringan udara, bersihkan rumah saaringan udara dengan bensin dan lap.

5. PEMERIKSAAN TALI KIPAS Tali kipas meneruskan tenaga mesin dari puli poros engkol untuk menggerakkan bagian bagian pembantu mesin yang lain, seperti pompa air, kipas dan alternator. Biasanya tali kipas baru masih elastis, tetapi elastisitasnya hilang setelah dipergunakan.

Pemeriksaan secara visual1. Periksa tali kipas kemungkinan retak, sudah buruk, terlalu kencang atau aus;2. Terdapat oli atau gemuk.3. Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.

Pemeriksaan dan penyetelan kekencangan tali kipas Dengan kekuatan tekanan 10 kg, tekan tali pada tempat-tempat yang seharusnya tali harus menunjukkan kekencangan spesifikasi. Lenturan tali kipas pada tekanan 10 kg yakni Kipas Alternator 7-11 mm dan Engkol Kompresor AC 11-14 mm. Perhatikan ketegangan sabuk penggerak. Kurang tegang tali kipas slip cepat aus.Terlalu tegang bantalan pipa air dan alternator menjadi cepat rusak. Jika tali kipas harus diganti, perhatikan ukurannya. Ukuran sabuk mengikuti normalisasi.Lebar : 9,5 ; 10,5 ; 11,5 ; 12,5 mm. Panjang : Penatahapannya adalah25 mm, misal 800, 825,850 mm dst. Beri vet atau cairan khusus pada sabuk lama yang berbunyi6. PERIKSA BATERAI KEMUNGKINAN:1. Rumah baterai berkarat;2. Hubungan terminal longgar;3. Terminal berkarat atau rusak;4. Baterai rusak atau bocor.

Pengukuran berat jenis elektrolit1. Periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer; Berat jenis berkisar antara 1,25 1,27 pada 20oC; 2. Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sel. Jika tidak berada pada ketinggian yang semestinya, istilahdengan air suling.

7. PENGECEKAN CELAH KATUP Agar terdapat operasi mesin yang effisien apabila katup menutup, agar tertutup rapat sekali dengan dudukannya. Untuk menjamin keadaan demikian, terdapat celah yang disebut 'celah katup' (clearance) diantara katup katup dalam keadaan tertutup dan tuas (roker). Dengan celah ini, katup akan kembali ke dudukannya tanpa ganguan selama mesin bekerja walaupun terdapat pemuaian dari komponen tertentu.

Cara menyetel celah katup yakni:1. Mesin dipanasi dan kemudian dimatikan;2. Tempatkan Silinder nomor 1 pada TMA atau titik mati atas atau kompresi dengan jalan memutarporos engkol;3. Kencangkan kembali baut-baut kepala dan baut-baut penguat roker. Momen pengencangan menunjukkan1,8 2,4 kgm;4. . Stel celah katup dengan jalan celah katup diukur diantara batang aktup dan lengan loker.Yang disetel hanya katup yang ditunjuk oleh panah saja. Celah katup menunjukkan Hisap 0,20 mm dan Buang 0,30 mm;5. Putarkan poros engkol (crankshaft) 360o;6. Setel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.

8. PEMERIKSAAN KABEL BUSILepaskan steker busi. Jangan ditarik pada kabelnya. Hubungan inti arang kabel mudah terlepas dari steker kalau kabel ditarik. Periksa tahanan kabel menggunakan multimeter. Tahanan kabel yakni kurang dari 25 k per kable

9. .PEMERIKSAAN ADVANCE VACCUM

1. Lepas tutup distributor;2. Lepas slang vaccum yang menuju ke distributor pada karburator. Hisap slang dengan mulut dan perhatikanplat dudukan kontak pemutus harus bergerak. Slang vaccum tidak boleh retak atau longgarpada sambungannya

10. PEMERIKSAAN ADVANCE SENTRIFUGALRotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putarannya dan dilepas;Rotor tidak boleh terlalu longgar.

11. PEMERIKSAAN KONTAK PEMUTUS1. Setel celah kontak pemutus dengan fuler, putar motor dengan tangan sampai kam; dengan tumit ebonitdalam posisi yang tepat2. Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kotak;3. Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih.4. Jika celah tidak baik, stel seperti berikut:-Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap.-Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap.-Penyetel