Tumor Saliva

download Tumor Saliva

of 22

  • date post

    17-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    52
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Tumor Saliva

Tumor jinak kelenjar saliva BAB. I PENDAHULUAN Neoplasia atau tumor adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal dan tidak dapat terkontrol oleh tubuh. Ada dua tipe neoplasia, yaitu neoplasia jinak ( benign) dan neoplasia ganas (malignant). Banyak faktor penyebab yang dapat merangsang terjadinya tumor. Faktor ini digolongkan kedalam dua kategori yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Tumor bisa mengenai seluruh organ tubuh termasuk pada tumor kelenjar saliva. Pada tumor kelenjar saliva bisa bersifat tumor jinak dan tumor ganas. Sebagian besar tumor kelenjar saliva adalah jinak. Adapun tumor jinak yang sering ditemukan antara lain adalah adenoma pleomorfik yang merupakan tumor kelenjar liur yang paling sering terjadi. Selain itu, tumor jinak lain yang mungkin terjadi adalah: kistadenoma papiler limfomatosa atau dikenal juga dengan nama tumor Warthin yang sering terjadi pada orang tua.

Kira-kira 80% dari tumor kelenjar liur terjadi di kelenjar parotid. Di antara tumor-tumor ini, kira-kira 75-80% adalah jinak. Tidak terdapat korelasi yang konsisten diantara kadar pertumbuhan tumor dan tumor itu jinak ataupun ganas. Secara umum, hanya 15% dari penyakit kelenjar submandibular adalah neoplastik. Dibandingkan dengan tumor parotid, kira-kira 50-60% tumor submandibular adalah jinak. Tumor kelenjar liur minor adalah kira-kira 15% dari kesemua tumor kelenjar liur. Telah diperkirakan hanya kira-kira 35% tumor kelenjar liur minor adalah jinak dengan adenoma pleomorfik sebagai neoplasma yang paling sering diikuti dengan adenoma sel basal. Karsinoma lain yang dapat terdapat di kelenjar liur mayor adalah karsinoma sel asinar, adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa dan tumor malignan campuran, walalupun beberapa karsinoma dari jaringan lain dapat saja timbul di kelenjar liur mayor.

1

Tumor jinak kelenjar saliva BAB. II ANATOMI KELENJAR SALIVA Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Saliva 1. Anatomi Regional Kelenjar Saliva Kelenjar liur atau kelenjar saliva adalah kelenjar yang mensekresikan cairan saliva, terbagi menjadi dua golongan, yaitu mayor dan minor. Kelenjar saliva mayor terdapat tiga pasang, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibular, dan kelenjar sublingual. Kelenjar saliva minor terutama tersebar dalam rongga mulut, sinus paranasal, submukosa, trakea dan lain lain.

Gambar 1. Anatomi Kelenjar Liur

Kelenjar Parotis Terletak di lateral wajah, berbadan kelenjar tunggal tetapi sering kali dengan batas nervus fasialis dibagi menjadi dua lobus, yaitu lobus profunda dan superficial. Lobus superficial lebih besar, bentuk tidak beraturan, terletak di superficial dari bagian posterior otot masseter ke atas hingga ke arkus zigomatik dan ke bawah mencapai margo inferior os mandibular. Lobus profunda lebih kecil, ke atas berbatasan dengan kartilago meatus akustikus eksternal, mengitari posterior ramus asendens os mandibular menjulur ke dalam dan bersebelahan dengan celah parafaring. Duktus primer kelenjar parotis terletak di superficial fasia otot maseter hampir tegak 2

Tumor jinak kelenjar saliva lurus menuju ke dalam membentuk otot businator dan bermuara di mukosa bukal, dekat gigi Molar 2 atas dan disebut Stensens Duct. Traktus nervus fasialis keluar dari foramen stilomastoideus di antara kartilago meatus akustikus eksternal dan venter posterior otot digastrikus, fasies profunda arteri aurikularis posterior, 1 cm superior prosesus mastoideus, melintasi bagian superficial radiks prosesus stiloideus dari bagian posterior kelenjar parotis memasuki kelenjar parotis. Di dalam parenkim kelenjar tersebut nervus fasialis bercabang dua menjadi trukus temporofasialis dan trunkus servikofasialis, trunkus temporofasialis lebih besar, berjalan ke superior, trunkus servikofasialis lebih halus, berjalan kurang lebih sejajar margo posterior ramus asendens os mandibular, di posterior, vena fasialis posterior berjalan ke inferior. Dari trunkus tersebut timbul lima percabangan, yaitu cabang temporal, cabang zigomatik, cabang bukal, cabang mandibular marginal dan cabang servikal.

Kelenjar Submandibular Terletak di tengah trigonum mandibular, terbagi menjadi dua bagian, profunda dan superficial. Bagian superficial lebih besar, bagian profunda timbul dari sisi internal bagian superficial, melalui celah antara otot mylohioid dan hioglosus sampai ke bagian bawah lidah, berhubungan dengan ujung posterior kelenjar sublingual. Duktus kelenjar submandibular muncul dari bagian internal kelenjar, bermuara di papilla di bawah lidah. Arteri maksilaris eksternal melalui venter posterior otot digastrik dan fasies profunda kelenjar submandibular menuju ke superior, mengitari margo inferior korpus mandibular, di margo anterior otot maseter mencapai daerah muka. Nervus linguialis dari lateral menuju medial melintasi bagian inferior duktus kelenjar submandibular memasuki lidah. Nervus sublingualis melintasi fasies profunda venter posterior otot digastrik, bagian superficial otot hioglosus, ke arah anterosuperior masuk lidah. Cabang mandibular nervus fasialis sejak muncul dari trunkus servikofasialis, di inferior kelenjar parotis, fasies profunda otot platisma melintasi vena fasialis posterior, di sekitar 1 cm dari angulus mandibular menuju anterior, melintasi vena fasialis anterior dan arteri maksilaris eksternal dan menyebar di bibir bawah.

3

Tumor jinak kelenjar saliva Kelenjar Sublingual Kelenjar sublingual berbentuk pipih panjang, terbentuk dari banyak kelenjar kecil, terletak di area sublingual, ujung posteriornya berhubungan dengan perpanjangan kelenjar submandibular. Duktus sublingual ada dua jenis, besar dan kecil. Kebanyakan adalah duktus kecil, bermuara di mukosa bawah lidah, duktus besar mengikuti sisi medial badan kelenjar mengikuti duktus submandibular dan keduanya kebanyakan bersatu bermuara di papilla di bawah lidah.

Kelenjar Liur Minor Palatum durum dan palatum mole mengandung konsentrasi kelenjar liur minor yang terbanyak. Bagaimanapun kelenjar ini juga terletak di kavum oral, bibir, lidah dan orofaring. Kelenjar liur minor bisa diidentifikasi dalam berkelompok seperti kelenjar lingual anterior Blandin-Nuhn. Kelenjar liur mengandung beberapa unit sekretori yang meliputi asinus di ujung proksimal dan unit duktus distal. Unit duktus ini menggabungkan beberapa elemen duktus yang mencapai hingga asinus : suktus striata dan duktus ekskretori. Sel-sel mioepitel mengelilingi asinus dan mencapai hingga duktus intercalata. Sel-sel mioepitel ini berkontraksi sehingga membolehkan sel glandular mengeluarkan sekresinya. Kelainan benigna dari kelenjar liur mencakup kelainan produksi dan sekresi saliva. Saliva diproduksi oleh sel-sel asinar yang berkelompok dan mengandung elektrolit, enzimenzim( ptyalin dan maltase), karbohidrat, protein, garam inorganik dan beberapa faktor antimikroba. Kira-kira 500 - 1500mL saliva diproduksi oleh sel acinar setiap hari dan ditransportasi lewat elemen duktus dengan kadar rata-rata 1 mL per menit. Saliva manusia secara umum adalah bersifat alkali.

2. Fisiologi Kelenjar Saliva Produksi Saliva Kelenjar saliva berperan memproduksi saliva, dimulai dari proksimal oleh asinus dan kemudian dimodifikasi di bagian distal oleh duktus. Kelenjar saliva memiliki unit sekresi yang terdiri dari asinus, tubulus sekretori dan duktus kolektivus. Sel-sel asini dan duktus proksimal dibentuk oleh sel-sel mioepitelial yang berperan untuk memproduksi sekret. Sel asini menghasilkan saliva yang akan dialirkan dari duktus interkalasi menuju duktus interlobulus, kemudian duktus intralobulus dan berakhir pada duktus kolektivus. 4

Tumor jinak kelenjar saliva Kelenjar submandibula dan parotis mempunyai sistem tubuloasiner, sedangkan kelenjar sublingual memiliki sistem sekresi yang lebih sederhana. Kelenjar parotis hanya memiliki sel-sel asini yang memproduksi sekret yang encer, sedangkan kelenjar sublingual memiliki sel-sel asini mukus yang memproduksi sekret yang lebih kental. Kelenjar submandibula memiliki kedua jenis sel asini sehingga memproduksi sekret baik serosa maupun mukoid. Kelenjar saliva minor juga memiliki kedua jenis sel asini yang memproduksi kedua jenis sekret. Inervasi autonom dan sekresi saliva 1. Sistem saraf parasimpatis Sistem saraf parasimpatis menyebabkan stimulasi pada kelenjar saliva sehingga menghasilkan saliva yang encer. Kelenjar parotis mendapat persarafan parasimpatis dari nervus glosofaringeus (n.IX). Kelenjar submandibula dan sublingualis mendapatkan persarafan parasimpatis dari korda timpani (cabang n. VII). 2. Sistem saraf simpatis Serabut saraf simpatis yang menginervasi kelenjar saliva berasal dari ganglion servikalis superior dan berjalan bersama dengan arteri yang mensuplai kelenjar saliva. Serabut saraf simpatis berjalan bersama dengan arteri karotis eksterna yang memberikan suplai darah pada kelenjar parotis, dan bersama arteri lingualis yang memberikan suplai darah ke kelenjar submandibula, serta bersama dengan arteri fasialis yang memperdarahi kelenjar sublingualis. Saraf ini menstimulasi kelenjar saliva untuk menghasilkan sekret kental yang kaya akan kandungan organik dan anorganik.

Saliva mengandung dua tipe sekresi protein yang utama: 1. Sekresi serous yang mengandung ptyalin (suatu -amilase), yang merupakan enzim untuk mencernakan serat. 2. Sekresi mucus yang mengandung musin untuk tujuan pelumasan dan perlindungan permukaan.

5

Tumor jinak kelenjar saliva BAB. III TUMOR JINAK KELENJAR SALIVA

TUMOR JINAK KELENJAR SALIVA 1. Definisi Tumor didefinisikan sebagai pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif, disebut juga neoplasma. Neoplasma atau neoplasia adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal dan tidak dapat dikontrol oleh tubuh. Para ahli onkologis masih sering menggunakan istilah tumor untuk menyatakan suatu neoplasia atau neoplasma . Ada dua jenis neoplasia, yaitu neoplasia jinak (benign neoplasma) dan neoplasia g