Tumor Mediastinum

download Tumor Mediastinum

of 59

  • date post

    28-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    120
  • download

    9

Embed Size (px)

description

tumor mediastinum dan sindroma vena cava superior

Transcript of Tumor Mediastinum

TINJAUAN PUSTAKA TUMOR MEDIASTINUM

TINJAUAN PUSTAKA TUMOR MEDIASTINUMResiden Pembimbing: dr. Sugento

Konsulen pembimbing: dr. Ch. Nawangsih, Sp.Rad, (K).Onk. RadDisusun oleh :Aulia Rizki A 22010112210172Ketut Wida Komalasari 22010112210175Miftahul Falah Ahmad 22010112210176Niken Maretasari.P.A22010112210177Supri Suryadi 22010112210182Pendahuluan TUMOR MEDIASTINUM3Mediastinum dibagi 1. Mediastinum superior2. Mediastinum anterior3.Mediastinum posterior4. Mediastinum medial

KLASIFIKASI TUMOR MEDIASTINUM

TimomaTumor epitel yang bersifat jinakDitemukan pada mediastinum anteriorPrevalensi : > 40 th, jarang pada anak dan dewasa mudaKeluhan : nyeri dada, batuk, sesak

Klasifikasi timoma Timoma jinakTimoma ganas

KLASIFIKASI TIMOMA MENURUT MULLER HERMELINK

STAGING BERDASARKAN SISTEM MASAOKAT factorT1Makroskopis berkapsul, tidak tampak invasi ke kapsul secara mikroskopisT2Invasi secara makroskopis ke jaringan lemak sekitar pleura mediastinum atau invasi ke kapsul secara mikroskopisT3Invasi secara makroskopis ke organ sekitarnyaT4Penyebaran ke pleura atau perikardSTAGING BERDASARKAN SISTEM MASAOKAN factorN0Tidak ada pembesaran limfonodiN1Pembesaran kelenjar limfe di mediastinum anteriorN2Pembesaran kelenjar limfe intrathorakal kecuali kelenjar limfe mediastinum anteriorN3Pembesaran kelenjar limfe ekstrathorakalM factorM0Tidak ada metastasisM1Metastasis Tumor Sel GerminalTumor sel germinal terdiri dari tumor seminoma, teratoma dan nonseminoma.

Teratoma adalah tumor sel germinal yang paling sering ditemukan diikuti seminoma. Tumor ini dapat berbentuk kista atau padat atau campuran keduanya yang terdiri dari lapisan sel germinal yaitu ectoderm, mesoderm atau endoderm.

Teratoma dibagi menjadi tiga kelompok yaitu matur (benigna), immatur (maligna), dan monodermal.

Tumor Sel Germinal

Tumor SarafPembagian Tumor Saraf

Limfoma HodgkinLimfoma Hodgkin merupakan suatu jenis limfoma yang ditandai dengan adanya sel datia.

Salah satu gejala klinis yang tersering yaitu limfadenopati, paling sering terjadi pada setengah atas dari tubuh dari tubuh yang mengenai kelenjar limfe daerah leher dan ketiak. Secara mikroskopis kelenjar limfe menunjukkan hilangnya sebagian atau seluruh struktur kelenjar yang normal akibat infiltrasi campuran yang mengandung limfosit, histiosit, sel plasma, dan eosinofil.

Stadium Limfoma Hodgkin16 Limfoma Non Hodgkin Kebanyakan berasal dari sel limfosit B. Klasifikasi berdasarkan asal anatomi (sentral, perifer), arsitektur histologis, dan sel yang predominan, folikuler atau difus, sentrositik, sentroblastik, imunoblastik, dan sebagainya Stadium limfoma non Hodgkin18DiagnosisAnamnesisGambaran Klinis

Batuk, sesak/stridor trakea-bronkus Disfagia esofagus SVCS >> tumor ganas Suara serak & batuk n laringeus Paralisis n. frenikus n frenikus Nyeri dinding dada tumor neurogenik dan penekanan sistem syaraf Pemeriksaan Fisikinformasi -> sesuai lokasi, ukuran dan keterbatasan organ lain Dapat dikaitkan dg beberapa keadaan klinis spt: - miastenia gravis -> timoma - limfadenopati -> limfomaPemeriksaan PenunjangRontgen toraks->Lokasi tumor -> anterior, medial atau posterior ->Tumor besar -> sulit

Pemeriksaan PenunjangTomografi jarang dilakukan CT scan toraks dgn kontras lokasi tumor -> perkiraan jenis Menentukan stage ->invasi sekitar +/- Guiding -> sampel sitologi Untuk menentukan luas radiasi

Pemeriksaan PenunjangAngiografi Mendeteksi aneurisma aorta

Pemeriksaan PenunjangEkokardiografi deteksi pulsasi pada tumor yang diduga aneurisma aorta Oesofagografi penekan atau invasi pada oesofagus

Pemeriksaan Penunjang

Prosedur endoskopi Bronkoskopi ->indikasi operasi ->penekanan / pendorongan ->invasi ke saluran napas +/- ->membedakan tumor paru dgn tumor mediastinum Pemeriksaan Penunjang Terbatas pada mediastinum bagian bawah Torakoskopi diagnostik

Esofagoskopi Pemeriksaan Penunjang BJH -> KGB, tumor superfisial Punksi pleura -> efusi pleura Bilasan/Sikatan bronkus -> bronkoskopi Biopsi jarum halus -> massa intrabronkial yg mudah berdarah TTB -> massa dekat dinding dada dan tidak dekat pembuluh darah Pemeriksaan Sitologi Sampel Prosedur Patologi Anatomi Pemeriksaan Penunjang Biopsi KGB atau Biopsi Daniels Biopsi mediastinal Biopsi eksisi pada massa tumor yang besar Torakoskopi diagnostik VATS

Prosedur Patologi Anatomi Pemeriksaan Histologi Sampel

Pemeriksaan LaboratoriumDarah rutin ?? ->LED -> Limfoma & TB Uji tuberkulin -> Limfadenitis TB T3 T4 -> tumor tiroid - fetoprotein dan -HCG -> tumor sel germinal golongan nonseminoma

Pemeriksaan LainTorakotomi eksplorasi Bila semua upaya diagnostik gagal

EMG -> timoma / tumor lain -> miastenia gravis / myesthenic reaction

Tindakan BedahDiagnosis Banding berdasarkan lokasi tumor

Anterior mediastinum: four Ts Thymoma, Thyroid tumor, Terrible lymphoma, teratoma

PENATALAKSANAAN35Terapi untuk timoma adalah bedahJenis tindakan bedah untuk timoma adalah Extended Thymo Thymectomy (ETT) atau reseksi komplet yaitu mengangkat kelenjar timus beserta jaringan lemak sekitarnyaReseksi komplet diyakini dapat mengurangi risiko invasi dan meningkatkan umur harapan hidup

Kemoterapi diberikan dengan berbagai rejimen tetapi hasil terbaik adalah cisplatin based rejimen. Rejimen yang sering digunakan adalah kombinasi cisplatin, doksorubisin dan siklofosfamid (CAP)

36

Penatalaksanaan TimomaTerapi untuk seminoma tidak resectableresectablekemoterapimultimodaliti yaitu bedah, radiasi dan kemoterapi DOSIS RADIASI 4500 5000 cGYSEMINOMA SANGAT RADIOSENSITIFKemoterapi yang diberikan adalah cisplatin based, rejimen yang sering digunakan mengandung vinblastin, bleomisin dan sisplatin.

NON SEMINOMA

Penatalaksanaan Tumor Sel Germinal

TUMOR SARAFPenatalaksanaan untuk semua tumor neurogenik adalah pembedahan, kecualii neuroblastoma.Tumor ini radiosensitif sehingga pemberian kombinasi radio kemoterapi akan memberikan hasil yang baik

Sindroma Vena Cava SuperiorSindroma vena cava superior (SVCS) merupakan salah satu gejala pada keganasan terutama kanker paru dan limfoma yang mengganggu aliran darah vena cava superior atau cabang-cabangnya.

Tanda khas untuk SVCS adalah peningkatan gejala disebabkan oleh pertambahan ukuran massa yang bersifat invasif (khusus untuk keganasan). Sesak napas adalah keluhan yang paling sering, kemudian leher dan lengan bengkak.

Keluhan yang juga dapat terjadi adalah suara serak, sakit menelan dan sinkop. Sedangkan tanda tanda fisik yang paling sering ditemukan adalah pembengkakan vena-vena di leher dan lengan dan edema akibat penumpukan cairan di wajah dan lengan. Gejala KlinisGejala KlinisTanda KlinisSesak napas (Dyspnea) Pelebaran vena leher Muka bengkak Pletora pada wajah Lengan bengkak Venektasi vena di daerah dada, punggung, lengan BatukLengan bengkak Ortopnea EdemaNyeri dada Sakit kepala45Gambaran RadiologisPada foto toraks polos terlihat bayangan massa di mediastinum superior kanan (90%), adenopati hilus (50%), efusi pleura kanan (25%). Informasi lebih baik dengan menggunakan CT-scan toraks. Pada CT-scan toraks indikator paling baik untuk oklusi (penyempitan) pada vena cava superior Kemampuan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mendeteksi obstruksi pada vena toraksik juga tinggi yaitu dengan sensitifitas 94% dan spesifisitas 100%.Tipe IA. Penyempitan sedang dan tanpa aliran kolateral atau tidak terjadi penambahan ukuran vena azigosTipe IB. Penyempitan berat menyebabkan aliran darah balik (retrograde) ke vena azigosTipe II. Obstruksi di atas azygos arch aliran darah balik ke vena torasis, vertebra dan periferTipe III. Obstruksi di bawah azygos arch menyebabkan aliran darah balik melalui azygos arch ke vena kava inferiorTipe IV.Obstruksi pada azygos arch dengan multipel kolateral perifer sedangkan vena azigos tidak terlihatKategori Penekanan Vena Cava SuperiorSINDROMA VENA CAVA SUPERIOR

Sesak nafasCefalgiaDyspneu deffortParoxymal nocturnal dyspneuOrtopneuNyeri dadaBatuk Oedem palpebra superiorOedem wajahOedem leherJVP R+4 cmH2O

Paru: Kesan effusi pada lapang paru kananJantung: kesan sulit dinilai

INTERPRETASIInterpretasi :Cor letak baik. Tampak lesi hipodens pada atrium kanan bentuk relatif bulat, batas tegas, tepi sebagian irregular (uk AP 4,29 x CC 4,21 x LL 4,29 cm), meluas sampai ke v. Cava superior sepanjang 5,4 cm yang menyebabkan obliterasi total. Pasca contras tampak enhancement inhomogen.Pada mediastinum anterior kiri tampak lesi isodens bentuk lobulated batas tegas, tepi irregular (uk AP 4,9 x LL 4,1 x CC 7 cm) sebagian tampak menempel dengan batas kiri jantung. Pasca injeksi kontras tampak enhancement inhomogen.Tampak lesi isodens, bentuk relatif bulat, batas sebagian tegas, tepi sebagian regular, pada mediastinum superior kiri (uk AP 3,2 x LL 3,1 x CC 5 cm)Tampak multiple lymfadenopaty berkonglomerasi pada highest mediastinum, upper lower paratrakea kanan-kiri, subaortik, subcarina, posterior aorta setinggi V. Thoraxal 7.Tampak multipel penebalan pleura noduler bentuk oval, batas tegas, tepi reguler (uk AP 2,1 x CC 2,65 x LL 2,8 cm) yang menempel pada apeks hemithorax kiri dan dinding posterior cavum thorax kiri setinggi dengan corpus VTh 9 pasca injeksi kontras tampak slight hiperdens.Paru kanan : corakan bronkovaskuler meningkat, tak tampak massa, nodul maupun infiltrat, collaps segmen 6 dan 10.Paru kiri : corakan bronkovaskuler meningkat, tak tampak massa, nodul, tampak infiltrat pada segmen 4 paru kiri.Tampak efusi pleura kananKESANMassa padat pada atrium kanan bentuk relatif bulat, batas tegas, tepi sebagian irregular (uk AP 4,29 x CC 4,21 x LL 4,29 cm), meluas sampai ke v. Cava