Tumor Mediastinum

download Tumor Mediastinum

of 29

  • date post

    16-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    176
  • download

    56

Embed Size (px)

description

Laporan Kasus RSUP HAM

Transcript of Tumor Mediastinum

LAPORAN KASUS

TUMOR MEDIASTINUM

PENYUSUN:1. ABDUL HAMID AMIR LUBIS(110100190)2. WYNNE PUTRADANA(110100293)3. DEVINQA ADHIMAH AMANDA(110100155)4. DAHLIANA JESSICA ARISTY(110100196)5. ABDURRAHMAN HUZAIFI LUBIS(110100021)6. JESSELYN ANGELLEE(110100054)7. IDA KATARINA(110100059)8. HELENA HOTMONICA HASTUTI(110100268)9. RONI ABIMANYU(110100181)

DEPARTEMEN PULMONOLOGIDAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASIFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARARSUP H. ADAM MALIK MEDAN2015KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya sehingaa penulis dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul Tumor Mediastinum.Selama penulisan laporan kasus ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dan arahan oleh berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Delores atas bimbingan dan ilmu yang diberikan kepada penulis selama penyelesaian Laporan Kasus ini.Penulis menyadari bahwa laporan kasus ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi materi aupun tata cara penulisannya. Oleh karena itu, penulis memohon maaf dan mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun untuk menyempurnakan Laporan Kasus ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga Laporan Kasus ini dapat berguna bagi kemajuan ilmu kedokteran kedepannya.

Medan, April 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Halaman JuduliKata PengantariiDaftar Isiiii

BAB I PENDAHULUAN1BAB II TINJAUAN PUSTAKA22.1.Anatomi22.2.Epidemiologi22.3.Etiologi32.4.Diagnosis32.5.Klasifikasi Tumor Mediastinum72.6.Penatalaksanaan82.7.Evaluasi Pengobatan122.8.Prognosis13BAB III LAPORAN KASUS14BAB IV KESIMPULAN24DAFTAR PUSTAKA25iii

BAB 1PENDAHULUAN

Tumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di dalam mediastinum. Mediastinum berisi jantung, pembuluh darah besar, trakea, timus, kelenjar getah bening dan jaringan ikat. Rongga ini sempit dan tidak dapat diperluas, sehingga pembesaran tumor akan menekan organ di sekitarnya dan dapat menimbulkan kegawatan yang mengancam jiwa.1Tumor mediastinum disebabkan oleh berbagai variasi kista dan tumor, dan bervariasi tergantung usia dan lokasi tumor di rongga mediastinum. Pada orang dewasa, timoma dan limfoma merupakan jenis tumor paling sering pada lesi anterior, pembesaran KGB dan tumor vascular paling sering pada lesi medial, dan tumor neurogenik dan abnormalitas esofagus adalah yang paling sering di posterior. Pada anak-anak, tumor mediastinum paling sering adalah tumor neurogenik dan kista. 10Data frekuensi tumor mediasinum di Indonesia antara lain didapat dari SMF Nedah Toraks RS Persahabatan Jakarta dan RSUD Dr. Sutomo Surabaya. Pada tahun 1970-1990 di RS Persahabatan dilakukan operasi terhadap 137 kasus, jenis tumor yang ditemukan adalah 32,2% teratoma, 24% timoma, 8% tumor syaraf, 4,3% limfoma. Data RSUD Dr. Soetomo menjelaskan lokasi tumor pada mediastinum anterior 67% kasus, mediastinum medial 29% dan mediastinum posterior 25,5%. Dari kepustakaan luar negeri diketahui bahwa jenis yang banyak ditemukan pada tumor mediastinum anterior adalah limfoma, timoma dan germ cell tumor.3

24

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA TUMOR MEDIASTINUM

2.1. AnatomiTumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di mediastinum yaitu rongga imaginer di antara paru kiri dan kanan. Mediastinum berisi jantung, pembuluh darah besar, trakea, timus, kelenjar getah bening dan jaringan ikat. Rongga mediastinum terbagi atas 3 bagian, yaitu mediastinum anterior, medial, dan superior.

Gambar 2.1. Pembagian Rongga Mediastinum1

2.2. EpidemiologiDari data RS Persahabatan tahun 1970 1990 telah dilakukan operasi tumor mediastinum sebanyak 137 penderita, dengan jenis teratoma 44 kasus (32,1%), timoma 33 (24%) dan tumor saraf 11 kasus (8%).2 Dari 103 penderita tumor mediastinum, timoma ditemukan pada 57,1% kasus, tumor sel germinal 30%, limfoma, tumor tiroid dan karsinoid masing-masing 4,2%.3Bacha dkk4 dari Perancis, melakukan pembedahan terhadap 89 pasien tumor mediastinum dan terdiri dari 35 kasus timoma invasif, 12 karsinoma timik, 17 sel germinal, 16 limfoma, 3 tumor saraf, 3 karsinoma tiroid, 2 radiation induced sarcoma dan 1 kasus mesotelioma mediastinum. Penelitian retrospektif dari tahun 1973 sampai dengan 1995 di New Mexico, USA mendapatkan 219 pasien tumor mediastinum ganas yang diidentifikasi dari 110.284 pasien penyakit keganasan primer, jenis terbanyak adalah limfoma 55%, sel germinal 16%, timoma 14%, sarkoma 5%, neurogenik 3% dan jenis lainnya 7%. Berdasarkan gender ditemukan perbedaan yang bermakna. Sembilan puluh empat persen tumor sel germinal adalah laki-laki, 66% tumor saraf berjenis kelamin perempuan, sedangkan jenis tumor lainnya 58% ditemukan pada laki-laki. Berdasarkan umur, penderita limfoma dan timoma ditemukan pada penderita umur dekade ke-5, tumor saraf pada dekade pertama, sedangkan sel germinal ditemukan pada umur dekade ke-2 sampai ke-4.5 Evaluasi selama 25 tahun terhadap 124 pasien tumor mediastinum didapatkan umur tengah pasien adalah 35 tahun. Pasien yang datang dengan keluhan 66% dan 90% dari kasus adalah tumor ganas dengan jenis terbanyak timoma yaitu 38 dari 124 (31%), sel germinal 29/124 (23%), limfoma 24/124 (19%) dan tumor saraf 15/124 (12%).Empat puluh tujuh kasus dari 91 kasus mengalami kekambuhan (recurrence) setelah reseksi komplet atau respons terhadap terapi, dengan masa tengah kekambuhan 10 bulan.6 Marshal menganalisis 24 kasus tumor mediastinum yang dibedah di RS Persahabatan tahun 2000 2001, mendapatkan laki-laki lebih banyak daripada perempuan (70,8% dan 29,2%) dengan jenis terbanyak adalah timoma , 50% dari 24 penderita.7 Timoma merupakan kasus terbanyak di mediastinum anterior 8 sedangkan limfoma dan tumor saraf biasanya pada mediastinum medial dan posterior. 9

2.3. EtiologiJenis tumor mediastinum sering berkaitan dengan lokasi tumor dan usia penderita. Pada anak-anak tumor mediastinum yang sering ditemukan berlokasi di mediastinum posterior dengan jenis terbanyak tumor saraf (neurogenic tumor). Sedangkan pada orang dewasa lokasi tumor banyak ditemukan di mediastinum anterior dengan jenis terbanyak limfoma atau timoma, jenis tumor terbanyak pada mediastinum medial adalah tumor vascular dan pembesaran KGB. Tumor neurogenik dan abnormalitas esofagus adalah jenis terbanyak tumor pada mediastinum posterior.1

2.4. Diagnosis10,11Secara umum diagnosis tumor mediastinum ditegakkan sebagai berikut:A. Gambaran Klinis1. AnamnesisTumor mediastinum sering tidak memberi gejala dan terdeteksi pada saat dilakukan foto toraks. Untuk tumor jinak, keluhan biasanya mulai timbul bila terjadi peningkatan ukuran tumor yang menyebabkan terjadinya penekanan struktur mediastinum, sedangkan tumor ganas dapat menimbulkan gejala akibat penekatan atau invasi ke struktur mediastinum.Gejala dan tanda yang timbul tergantung pada organ yang terlibat, batuk, sesak atau stridor muncul bila terjadi penekanan atau invasi pada trakea dan/atau bronkus utama, disfagia muncul bila terjadi penekanan atau invasi ke esofagus sindrom vena kava superior (SVKS) lebih sering terjadi pada tumor mediastinum yang ganas dibandingkan dengan tumor jinak, suara serak dan batuk kering muncul bila nervus laringel terlibat, paralisis diafragma timbul apabila penekanan nervus frenikus nyeri dinding dada muncul pada tumor neurogenik atau pada penekanan sistem syaraf.2. Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik akan memberikan informasi sesuai dengan lokasi, ukuran dan keterbatasan organ lain, misalnya telah terjadi penekanan ke organ sekitarnya. Kemungkinan tumor mediastinum dapat dipikirkan atau dikaitkan dengan beberapa keadaan klinis lain, misalnya miastenia gravis mungkin menandakan timoma atau limfadenopati mungkin menandakan limfoma.B. Prosedur RadiologiKomponen massa jaringan, tingkat vaskularisasi, dan hubungan dengan struktur mediastinal dinilai oleh computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) adalah ujung tombak diagnosis radiologi. Aplikasi khusus di MRI telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir dalam rangka untuk mengidentifikasi secara akurat komponen dari massa mediastinum. Kemungkinan keganasan dari massa mediastinum dipengaruhi oleh simtomatologi dan usia pasien, dengan mempertimbangkan riwayat klinis dan manifestasi, posisi anatomi dan rincian tertentu.Berikut ini adalah berbagai prosedur radiologi yang dapat digunakan.1. Foto toraksDari foto toraks PA/ lateral sudah dapat ditentukan lokasi tumor, anterior, medial atau posterior, tetapi pada kasus dengan ukuran tumor yang besar sulit ditentukan lokasi yang pasti.2. TomografiSelain dapat menentukan lokasi tumor, juga dapat mendeteksi klasifikasi pada lesi, yang sering ditemukan pada kista dermoid, tumor tiroid dan kadang-kadang timoma. Teknik ini semakin jarang digunakan.3. CT-Scan toraks dengan kontrasSelain dapat mendeskripsi lokasi juga dapat mendeskripsi kelainan tumor secara lebih baik dan dengan kemungkinan untuk menentukan perkiraan jenis tumor, misalnya teratoma dan timoma. CT-Scan juga dapat menentukan stage pada kasus timoma dengan cara mencari apakah telah terjadi invasi atau belum. Perkembangan alat bantu ini mempermudah pelaksanaan pengambilan bahan untuk pemeriksaan sitologi. Untuk menentukan luas radiasi beberapa jenis tumor mediastinum sebaiknya dilakukan CT-Scan toraks dan CT-Scan abdomen.4. FlouroskopiProsedur ini dilakukan untuk melihat kemungkinan aneurisma aorta.5. EkokardiografiPemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi pulsasi pada tumor yang diduga aneurisma.6. AngiografiTeknik ini lebih sensitif untuk mendeteksi aneurisma dibandingkan flouroskopi dan ekokardiogram.7. EsofagografiPemeriksaan ini dianjurkan bila ada dugaan invasi atau penekanan ke esofagus.8. USG, MRI dan Kedokteran NuklirMeski jarang dilakukan, pemeriksaan-pemeriksaan terkadang harus dilakukan untuk beberapa kasus tumor mediastinum.C. Prosedur Endoskopi1. Bronkoskopi harus dilakukan bila ada indikasi operas