Tumor Kolon

download Tumor Kolon

of 28

  • date post

    02-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    244
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Tumor Kolon

TUMOR KOLON(Referat)

Oleh :

Deby Purwanto 0418011010

Pembimbing : dr. Haryadi, Sp.Rad

SMF RADIOLOGI RSUD. Dr. Hi. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG JULI 2012

TUMOR KOLON 1 DEFINISI Karsinoma kolon merupakan keganasan yang mengenai sel -sel epitel di mukosa kolon. Dasar penting dari keganasan kolon ini adalah proses perubahan secara genetik pada sel-sel epitel di mukosa kolon yang timbul akibat beberapa hal, antara lain dietetik, kelainan di kolon sebelumnya dan faktor herediter 2 ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI Secara umum karsinoma selalu dihubungkan dengan: bahan-bahan kimia, bahanbahan radioaktif, dan virus. Umumnya karsinoma kolon terjadi dihubungkan dengan factor genetic dan lingkungan. Serta dihubungkan juga dengan factor predisposisi diet rendah serat, kenaikan berat badan, intake alkohol.

3 EPIDEMIOLOGI Karsinoma kolon adalah penyebab kematian kedua akibat karsinoma. Kemungkinan mengidapnya adalah 1 dalam 17. Insidennya berkurang 2 peratus setahun sejak 1985 hingga 1995 tetapi baru-baru ini peratusannya meningkat kembali. Ini menunjukkan keberhasilan deteksi awal melalui program skrining. Tumor terjadi ditempat yang berada dalam colon, kira-kira pada bagian : 26 % pada caecum dan ascending colon 10 % pada transfersum colon 15 % pada desending colon 20 % pada sigmoid colon

30 % pada rectum Insiden karsinoma kolon menunjukkan variasi geografik. Negara industri kecuali Jepang mempunyai insiden tertinggi. Manakala Negara Amerika Selatan dan China mempunyai angka kejadian yang relative rendah. Ini disebabkan oleh perbedaan diet antara negara berkenaan dan faktor lingkungan Di Indonesia dari berbagai laporan terdapat kenaikan jumlah kasus tetapi belum ada angka yang pasti berapa insiden karsinoma kolon. Sjamsuhidajat (1986) dari evaluasi data-data di Departemen Kesehatan mendapatkan 1,8 per 100.000 penduduk.2 Tirtosugondo (1986) untuk Kodya Semarang. Kira-kira 152.000 orang di amerika serikat terdiagnosa karsinoma Colon pada tahun 1992 dan 57.000 orang meninggal karena karsinoma ini pada tahun yang sama (ACS 1993). Sebagian besar klien pada karsinoma Colon mempunyai frekuensi yang sama antara laki-laki dan perempuan. Karsinoma pada colon kanan biasanya terjadi pada wanita dan Ca pada rektum biasanya terjadi pada laki-laki. Insidennya meningkat sesuai dengan usia (kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun) dan makin tinggi pada individu dengan riwayat keluarga yang mengalami karsinoma kolon.

4 TIPE KARSINOMA KOLON DAN REKTUM Secara makroskopis terdapat tiga tipe karsinoma kolon dan rektum, yaitu Tipe polipoid atau vegetatif Pada tipe ini tumor tumbuh menonjol ke dalam lumen usus, berbentuk bunga kol dan ditemukan terutama di sekum dan kolon ascendens. Tipe skirus atau infiltratif, Pada tipe ini biasanya mengakibatkan penyempitan sehingga terjadi stenosis dan gejala obstruksi, terutama ditemukan pada kolon descendens, sigmoid dan rektum.

Tahap ulserasi Pada tipe ini terjadi karena nekrosis di bagian sentral dan terletak di daerah rektum. Pada tahap lanjut, sebagian besar tumor kolon akan mengalami ulcerasi menjadi tukak yang maligna.

5 ANATOMI

Gambar 1. Anatomi kolon dan rectum

Gambar 1. Anatomi kolon dan rectum

Kolon memanjang dari ujung ileum ke rektum. Sekum, kolon ascending dan kolon transversum proksimal adalah bagian dari kolon sebelah kanan. Kolon transversum distal, fleksura lienalis, kolon descending, kolon sigmoid, dan terdiri dari rectosigmoid kolon sebelah kiri. Kolon transversum dan kolon sigmoid

bergantungan di rongga peritoneal. Dinding kolon memiliki empat lapisan: mukosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Muscularis propria yang terdiri dari lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. Otot longitudinal kolon mengelilingi sepenuhnya dalam lapisan yang sangat tipis, dan di tiga titik di sekitar lingkar itu dikumpulkan ke dalam band tebal disebut taeniae coli. Haustra adalah hasil pemendekan usus oleh taeniae dan kontraksi otot melingkar Terdapa lemak pelengkap pada permukaan serosal. Dinding kolon begitu tipis sehingga membengkak apabila terjadi obstruksi. Rektum berukuran 12-15 cm. Taeniae coli yang menyebar di persimpangan rectosigmoid. Massa tumor atau abses di lokasi ini dengan mudah teraba pada dubur digital atau pemeriksaan panggul. Dubur biasanya luas dan dpt dilembungkan. Pada pria, kelenjar prostat, vesikula seminalis, dan saluran seminalis terletak di sebelah anterior rektum. Biasanya prostat mudah dirasakan, tapi vesikula seminalis tidak teraba kecuali menggembung, Pada rektovaginal toucher, struktur mudah teraba dengan satu jari di vagina dan satu di anus.

6 METASTASIS Metastase ke kelenjar limfa regional ditemukan pada 40-70% kasus pada saat direseksi. Invasi ke pembuluh darah vena ditemukan pada lebih 60% kasus. Metastase sering ke hepar, cavum peritoneum, paru-paru, diikuti kelenjar adrenal, ovarium dan tulang. Metastase ke otak sangat jarang, dikarenakan jalur limfatik dan vena dari rektum menuju vena cava inferior, maka metastase karsinoma rektum lebih sering muncul pertama kali di paru-paru. Berbeda dengan kolon dimana jalur limfatik dan vena menuju vena porta, maka metastase karsinoma kolon pertama kali paling sering di hepar

7 KLASIFIKASI TUMOR Derajat keganasan karsinoma kolon dan rektum dibagi berdasarkan gambaran histologik menurut klasifikasi Dukes. Dukes membagi karsinoma berdasarkan dalamnya infiltrasi karsinoma di dinding usus.

Klasifikasi karsinoma rektum menurut Dukes: Tahap A: Infiltrasi karsinoma terbatas pada dinding usus (survive for 5 years 97 %) Tahap B: Infiltrasi karsinoma sudah menembus lapisan muskularis mukosa (80 %) Tahap C: Terdapat metastasis ke dalam kelenjar limfe C1: Beberapa kelenjar limfe dekat tumor primer (65 %) C2: Dalam kelenjar limfe jauh (35 %) Tahap D: Metastasis jauh (< 5 %)

Klasifikasi TNM T Tumor primer Tx - Tumor primer tidak dapat dinilai T0 - Tidak ada tumor primer T1 - Invasi tumor di lapisan sub mukosa T2 - Invasi tumor di lapisan otot propria T3 - Invasi tumor melewati otot propria ke subserosa atau masuk ke perikolik yang tidak dilapisi peritoneum atau perirektal T4 - Invasi tumor terhadap organ atau struktur sekitarnya atau peritoneum viseral

N Kelenjar limfe regional Nx - Kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai N1 - Metastasis di 1-3 kelenjar limfe perikolik atau perirektal N2 - Metastasis di 4 kelenjar limfe perikolik atau perirektal N3 - Metastasis pada kelenjar limfe sesuai nama pembuluh darah atau pada kelenjar apikal M Metastasis jauh Mx - Metastasis jauh tidak dapat dinilai M0 - tidak ada metastasis jauh M1 - terdapat metastasis jauh

8 GEJALA KLINIS Pasien memberikan (C h a n g e of dengan karsinoma kolorektal proses umumnya defekasi atau

keluhan berupa bowel

gangguan berupa

h a b i t ),

konstipasi

d i a r e , perdarahan segar lewat anus (rectal bleeding), perasaan tidak puas setelah buang air besar (tenesmus), buang air besar berlendir (mucoid diarrhea), anemia tanpa sebab yang jelas,dan penurunan berat badan. Adanya suatu massa yang dapat teraba dalam perut juga dapat menjadi keluhan yang

dikemukakan. Manifestasi klinik karsinoma kolon tergantung dari bentuk makroskopis dan letak tumor. Bentukpolipoid (cauli flower) dan koloid (mukoid) menghasilkan banyak mukus, bentuk anuler menimbulkan obstruksi dan kolik, sedangkan bentuk infiltratif (schirrhus) t u m b u h l o n g i t u d i n a l sesuai sumbu

p a n j a n g d i n d i n g r e k t a l d a n b e n t u k u l s e r a t i f menyebabkan

ulkus ke dalam dinding lumen.Karsinoma yang terletak di kolon asenden menimbulkan gejala perdarahan samar sedangkan tumor yang terletak di rektum memanifestasikan perdarahan yang masih segar dan muncul gejala diare palsu. Di kolon desenden, karsinoma ini menyebabkan kolik yang nyata karena lumennya lebih kecil dan feses sudah berbentuk solid. 9 Diagnosis Diagnosis karsinoma kolon ditegakkan melalui anamnesa,

pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratoris, radiologis, kolonoskopi, dan histopatologis. A. Anamnesis Pada stadium dini, karsinoma kolon tidak memberikan gejala. Gejala biasanyam u n c u l s a a t p e r j a l anan peny a k i t s u d a h l a n j u t . P a s i e n d e n g a n k a r s i n o m a k o l o n biasanya mengeluh rasa tidak enak, kembung, tidak bisa flatus, sampai rasa nyeri dip e r u t . D i d a p a t kan juga p e r u b a h a n k e b i a s a a n b u a n g a i r b e s a r b e r u p a d i a r e a t a u sebaliknya, obstipasi, kadang disertai darah dan lendir. Buang air besar yang disertaidengan darah dan lendir biasanya dikeluhkan oleh pasien dengan karsinoma kolon b a g i a n proksimal. Hal ini disebabkan karena darah ya n g

d i k e l u a r k a n o l e h k a r s i n o m a tersebut sudah bercampur dengan feses. G e j a l a u m u m l a i n ya n g d i k e l u h k a n o l e h pasien berupa kelemahan, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan. B. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik mungkin tidak banyak menolong dalam

menegakkan diagnosis.T u mor kecil pada tahap dini tidak teraba pada palpasi abdomen, bila teraba menunjukkan keadaan yang sudah lanjut. Bila tumor sudah metastasis ke hepar akan teraba hepar yang noduler dengan bagian yang keras dan yang kenyal. Asites biasa didapatkan jika tumor sudah metastasis ke peritoneal. Perabaan limfonodi inguinal, iliaka,

dan supraklavikular penting untuk mengetahui ada atau tidaknya metastasis ke limfonodi tersebut. Pada pasien yang diduga menderita karsinoma kolorektal harus dilakukan rectal toucher. B i l a l e t a k t u m o r a d a d i r e k t u m a t a u r e k t o s i g m o i d , a k a n teraba massa maligna (keras dan berbenjol-benjol dengan striktura) di rektum atau rektosigmoid teraba keras dan kenyal. Biasanya pada sarung tangan akan terdapat lendir dan darah.