Tumor endometrium

download Tumor endometrium

of 18

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tumor endometrium

  • 8/10/2019 Tumor endometrium

    1/18

    2

    Bab III

    Tinjauan Pustaka

    2.1 Epidemiologi

    Kanker endometrium merupakan keganasan ginekologi paling sering pada

    wanita di dunia dan urutan ketujuh penyebab kematian akibat kanker di Eropa

    Barat.1Kanker endometrium paling sering terjadi di negara maju dan 50% kasus

    baru terdapat di negara barat. Frekuensi kanker endometrium di dunia menempati

    urutan kedua setelah kanker serviks. Kasus terbanyak (75-85%) karsinomaendometrial muncul pada dekade keenam dan ketujuh kehidupan, dan 95%

    muncul pada usia lebih dari 40 tahun.2

    Kanker endometrial di Amerika Serikat menduduki urutan keempat tersering

    pada wanita, sekitar 6% dari kanker yang terjadi pada wanita. The American

    Cancer Society memperkirakan terdapat 47.130 kasus baru kanker endometrial

    dan 8.010 kematian dari kanker endometrial pada tahun 2012. Insidens dan

    jumlah kematian akibat kanker endometrium juga meningkat dalam beberapa

    dekade terakhir.5Tingkat harapan hidup dan peningkatan jumlah dan keparahan

    dari obesitas turut serta meningkatkan insidens kanker endometrial. Perkiraan

    jumlah kasus baru kanker endometrial tiap tahun antara negara maju dan

    berkembang hampir sama, namun presentasi paling tinggi pada populasi di negara

    maju.

    The International Agency for Research on Cancer melalui the GLOBOCAN

    series memperkirakan 287.000 kasus baru kanker endometrium dan 74.000

    kematian akibat kanker endometrium di seluruh dunia pada tahun 2008. Terdapat

    persamaan distribusi pada negara maju dan berkembang: GLOBOCAN

    memperkirakan terdapat 142.000 kasus baru pada negara maju dan 145.000 pada

    negara berkembang. Insidens kanker endometrium tertinggi di Eropa Utara dan

    Negara-negara industri daripada negara berkembang. Insidens dan angka harapan

    hidup selama 5 tahun pada kanker endometrium bervariasi berdasarkan ras.

    Insidens kanker endometrium pada wanita Causcasian stabil, sedangkan pada ras

  • 8/10/2019 Tumor endometrium

    2/18

    3

    Afrika-Amerika meningkat 2% per tahun dan angka kematian tetap pada

    keduanya.6

    Lebih dari 90% kasus muncul pada wanita lebih dari 50 tahun, dengan usia

    rata-rata 63 tahun. Insidens pada wanita yang lebih tua (usia 60-79) meingkat

    lebih dari 40% antara 1993 dan 2007 di United Kingdom; hal ini juga merupakan

    kasus di kebanyakan negara-negara di Eropa.1

    2.2 Faktor Risiko7,6,8,9

    Beberapa faktor risiko yang telah diidentifikasi adalah: obesitas (indeks massa

    tubuh >30 meningkatkan risiko tiga hingga empat kali), hiperestrogenism dalam

    jangka waktu yang lama (polikistik ovarium, terapi tamoxifem, anovulasi,

    nuliparitas), hipertensi, dan diabetes mellitus. Sekitar lebih dari 5% kanker

    endometrium terkait dengan sindrom Lynch tipe II (dikenal dengan sindrom

    kolorektal karsinoma non polyposis herediter) yang mana meningkatkan risiko

    perkembangan menjadi kanker endometrium 30-60%. Terdapat bukti penggunaan

    kontrasepsi oral kombinasi menurunkan risiko neoplasia endometrium,

    menurunkan insidens pada premenopause dan perimenopause pada wanita.

    a. Gaya hidup dan faktor prilaku

    Paparan estrogen yang terus menerus memiliki risiko berkembang menjadi

    kanker endometrium. Peningkatan indeks massa tubuh secara signifikan juga

    meningkatkan risiko berkembang menjadi kanker endometrium. Obesitas terkait

    dengan peningkatan risiko terjadinya obesitas melalui peningkatan kadar dan

    availibilitas serum estrogen.

    Sindrom metabolik juga berhubungan dengan karsinogenesis endometriummelalui mekanisme biologis resistensi insulin. Aktivitas tidak aktif secara tidak

    langsung juga meningkatkan risiko kanker endometrium sebanyak 28%. Diet

    tinggi lemak dan diabetes merupaka factor risiko tambahan pada kanker

    endometrium.

    b. Riwayat reproduksi dan menstruasi

    Faktor risiko untuk kanker endometrium terkait reproduksi dan siklus

    menstruasi meliputi menarche dini (sebelum 12 tahun) dan menopause terlambat

  • 8/10/2019 Tumor endometrium

    3/18

    4

    (setelah 55 tahun), kemudian siklus menstrual, nuliparitas, dan infertilitas.

    Kehamilan mengurangi waktu wanita mengalami menstruasi dan durasi

    kehamilan menurunkan risiko kanker sebesar 22% per tahun. Menstruasi yang

    terus menerus dari awal menarche hingga menopause yang terlambat dengan

    kombinasi nuliparitas memicu penggantian sel pada dinding endometrial,

    peningkatan kemungkinan kesalahan replikasi DNA sporadik dan mutasi PTEN

    dan p53. Lebih dari 40% kanker endometrium tipe I kehilangan PTEN dan

    pengaktifan jalur PI3K/AKT/mTOR.

    c. Kondisi Genetik

    Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC) merupakan kelainan

    autosomal dominan, didiagnosis dengan kriteria Amsterdam dan hasil primer dari

    mutasi MLH1 atau MSH2. Risiko kanker endometrium pada wanita dengan

    HNPCC sekitar 40-60%. Sindrom Cowden, kelainan autosomal dominan dengan

    karakteristik multiple noncancerous hamartomas secara primer disebabkan oleh

    mutasi gen PTEN. Lima hingga 10% wanita dengan Cowden Syndrome menderita

    kanker endometrium.

    d. Kanker dan Pre kanker

    Lima belas hingga 20% dari tumor ovarium sel granulosa-teka dan kanker

    ovarium endometroid terkait dengan kanker endometrium. Factor risiko lain

    meliputi peningkatan risiko menjadi 10 kali dengan riwayat keluarga dengan

    kanker endometrium pada usia lebih muda dari 50 tahun, riwayat kanker payudara

    atau kanker ovarium, riwayat radiasi sebelumnya, dan hyperplasia endometrium.

    Satu persen wanita dengan simple hyperplasia tanpa atipia, 3% wanita dengan

    hiperplasia kompleks tanpa atipia, 8% wanita dengan hyperplasia atipikal, dan 30-

    40% wanita dengan hyperplasia kompleks atipikal berkembang menjadi kanker

    endometrium.

    e. Polycystic Ovarian Syndrome

    Wanita dengan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) mengalami anovulasi

    kronik dengan paparan estrogen terus menerus, memicu peningkatan risiko 4 kali

    terkena kanker endometrium ketika dibandingkan terhadap populasi umum

  • 8/10/2019 Tumor endometrium

    4/18

    5

    dengan peningkatan lebih dari 2 kali ketika disesuaikan dengan indeks massa

    tubuh.

    f. Penggunaan terapi hormon estrogen tunggal

    Wanita yang menggunakan terapi hormon estrogen tunggal terjadi

    peningkatan risiko berkembangnya kanker endometrium; progestin melawan efek

    estrogen pada dinding endometrium. Peningkatan risiko kanker endometrium

    yang menggunakan hormon estrogen tunggal banyak terjadi pada wanita non

    obesitas.

    g. Dampak medikasi dan lingkungan.

    Jumlah kanker endometrium pada wanita yang menggunakan tamoxifen

    adalah 2-3 per 1000 wanita per tahun, dan raloxifene adalah 1,25 per 1000 wanita

    per tahun. Penggunaan bedak tabor menunjukkan hubungan terjadinya kanker

    endometrium. Hal ini dapat dikarenakan peningkatan inflamasi dengan kadar

    antibody antiMUC1 yang rendah, aktivasi sitokin dan makrofag, dan peningkatan

    pelepasan oksigen reaktif, peningkatan cell turnover, dan peningkatan risiko

    kerusakan DNA.

    2.3 Klasifikasi

    Secara klinik, patologis, dan data molecular, kanker endometrium

    dikategorikan menjadi 2 subgrup. Karsinoma tipe I atau kanker endometroid

    endometrial, sekitar 70% hingga 80% dari kanker endometroid. Mayoritas secara

    histologi memiliki gambaran endometroid dan merupakan grade rendah yang

    secara umum karena estrogen berlebihan dan memiliki karakteristik hilangnya

    PTEN dan mutasi pada PIK3CA, KRAS, dan b-catenin dengan instabilitas

    mikrosatelit. Pada diagnosis awal, prognosis kanker endometroid tipe I baik,

    dengan 5-year survival rateslebih dari 97% dan 80% pada stadium I dan II.10,11

    Karsinoma tipe II atau kanker nonendometroid endometrial, berjumlah 10%

    hingga 20% dari kanker endometrium. Pada umumnya memiliki morfologi serous

    dan clear-cell, estrogen independent, sering dikarakteristikkan dengan perubahan

    genetik pada p53, HER2/neu, p16, dan Ecadherin. Kanker endometrium tipe II

  • 8/10/2019 Tumor endometrium

    5/18

    6

    biasanya memiliki prognosis lebih jelek daripada kanker endometrium tipe I, dan

    walaupun jarang, sekitar 44% kanker endometrium mengakibatkan kematian.10

    Tabel 1. Karakteristik kanker endometrium tipe I dan tipe II3

    Karakteristik Tipe I Tipe II

    Paparan estrogen Ada Tidak ada

    Status menstruasi Pre-peri menopausal Post menopausal

    Hyperplasia Ada Tidak ada

    Ras Putih Hitam

    Grade Low High

    Invasi miometrial Minimal Dalam

    Subtype spesifik Endometrioid Serous, clear cell

    Sifat Stabil Agresif

  • 8/10/2019 Tumor endometrium

    6/18

    7

    Tabel 2. Klasifikasi Berdasarkan Histologi Kanker Endometrium Menurut

    Wold Health Organization3

    a. Endometroid Adenokarsinoma3

    Tipe histologi kanker endometrium yang paling sering adalah endometroid

    adenokarsinoma, sekitar lebih dari 75% kasus. Karakteristik tumor ini terdiri dari

    kelenjar yang menyerupai endometrium normal. Hal yang bersamaan adanya tipe

    hyperplasia endometrium berkorelasi dengan tumor tingkat rendah dan sedikit

    invasi myometrium. Namun demikian, ketika komponen glandular berkurang dan

    digantikan dengan sarang yang solid dan selubung dari sel, tumor diklasifikasikan

    sebagai tingkat yang lebih tinggi. Sebagai tambahan, atrofi endometrium lebih

    sering berhubungan dengan lesi tingkat tinggi yang pada umumnya metastase.

    Klasifikasi Berdasarkan Histologi Kanker Endometrium Me