Tugas Terstruktur DTHP Pertemuan 3

download Tugas Terstruktur DTHP Pertemuan 3

of 67

  • date post

    01-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    30
  • download

    8

Embed Size (px)

description

DTHP

Transcript of Tugas Terstruktur DTHP Pertemuan 3

JENIS, KARAKTERISTIK, PEMANFAATAN,DAN PENANGANAN UMBI-UMBIAN

Logo UNDIP

TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAHDASAR TEKNOLOGI HASIL PERTANIANTim Penyusun

1. Rizki Dwi AriyantoNIM : 230401131900072. Eva Yuliana Dewi NIM : 230401131900163. Dony Indra Adi P.NIM : 230401131400194. Kisnova Infanta

NIM : 230401131400225. Novitasari

NIM : 23040113190052PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNISJURUSAN PERTANIAN

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2014I. PENDAHULUANSalah satu komoditas pangan yang terhitung sangat besar di Indonesia adalah umbi-umbian. Umbi umbian adalah bahan nabati yang diperoleh dari dalam tanah dengan jumlah produksi yang besar, misalnya ubi kayu, ubi jalar, kentang, garut, kunyit, gadung, bawang, jahe , kencur, kimpul, talas, gembili, ganyong, bengkuang, dan lain - lain. Pada umumnya umbi umbian mengandung sumber karbohidrat terutama pati yang cukup baik untuk menggantikan beras sebagai bahan makanan pokok dan sebagai sumber cita rasa dan aroma karena mengandung oleoresin. Selain itu umbi kaya akan kandungan prebiotik, serat dan antioksidan. Umbi umbian dapat dibedakan berdasarkan asalnya yaitu umbi akar dan umbi batang. Umbi akar atau umbi batang sebenarnya merupakan bagian akar atau batang yang dijadikan sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Yang termasuk umbi akar yaitu ubi kayu dan bengkuang. Yang termasuk umbi batang yaitu ubi jalar, kentang, dan gadung.Informasi daerah dan jumlah produksi komoditas umbi-umbian

Tabel 2.1: Produksi Serelia Pokok dan Umbi-umbian, 1998 - 2007 (000 Tons)

1. Ubi KayuKeseluruhan produksi ubi kayu berada pada tingkat yang sama pada tahun 2006 dan 2007. Namun produksi ubi kayu meningkat dari 15,5 Ton/ha di tahun 2004 ke 16,6 Ton/ha di tahun 2007. Pulau Jawa tetap menjadi sentra produksi ubi kayu terbesar nasional yaitu sebesar 49% dari total produksi nasional, diikuti oleh Sumatera sebesar 37%. Adapun provinsi yang menjadi sentra ubi kayu untuk pulau Jawa adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI. Yogyakarta. Di pulau Sumatera yang menjadi daerah sentra produksi ubi kayu adalah provinsi Lampung.2. Ubi Jalar

Produksi tahunan ubi jalar tetap berada pada tingkat hampir konstan selama tahun 2004 2007, yaitu sekitar 1,9 juta ton. Pulau Jawa, Sumatera, dan Papua merupakan sentra produksi ubi jalar utama. Adapun provinsi yang menjadi sentra ubi jalar untuk pulau Jawa adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Pulau Sumatera yang menjadi daerah sentra produksi ubi jalar adalah provinsi Sumatera Utara. Di Pulau Papua yang menjadi sentra produksi adalah provinsi Papua (Gambar 2.8). Dengan meningkatnya kecenderungan petani dalam menanami tanaman bernilai jual tinggi, produksi ubi jalar (dan ubi kayu) akan tetap berada di tingkat ini atau bahkan menurun di masa mendatang.

Sumber : BPS

3. Kentang

Tabel luas, produksi dan produktivitas kentang tahun 2011 - 2012

Provinsi20112012

Luas panenProduksiProduktivitasLuas panenProduksiProduktivitas

(Ha)(Ton)(Ton/Ha)(Ha)(Ton)(Ton/Ha)

Aceh 8508 61710,14 4746 84214,43

Sumut 7 203 123 07817,09 7 479128 96617,24

Sumbar 1 629 29 53018,13 1 829 31 30217,11

R i a u 10 30,30---

J a m b i 4 954 89 10217,99 4 599 85 53618,60

Sumsel 87 1 09012,53 86 1 70419,81

Bengkulu 460 6 46914,06 795 12 61215,86

Lampung 57 76313,39 44 56112,75

Bangka Belitung-- ----

Kep. Riau-- ----

DKI Jakarta-- ----

Jawa Barat 11 327 220 15519,44 13 627 261 96619,22

Jawa Tengah 16 585 250 40415,10 16 102 252 60815,69

DI Yogyakarta 2 3015,00 1 88,00

Jawa Timur 6 563 85 52113,03 10 391 162 03915,59

Banten-- ----

B a l i 145 2 38416,44 152 2 66517,53

NTB 210 3 75517,88 337 6 52619,36

NTT 41 1623,95 85 3233,80

Kalbar-- ----

Kalteng-- ----

Kalsel-- ----

Kaltim-- - 1 1515,00

Sulawesi Utara 7 905 114 54814,49 8 017 116 41514,52

Sulawesi Tengah 80 1 17314,66 18 19210,67

Sulawesi Selatan 1 654 18 42011,14 1 816 23 44412,91

Sulteng-- ----

Gorontalo-- ----

Sulawesi Barat 7 20,29 5 71,40

M a l u k u-- - 29 60,21

Maluku Utara-- ----

Papua Barat 78 1702,18 14 987,00

Papua 35 1123,20 88 4054,60

Indonesia 59 882 955 48815,96 65 9891 094 24016,58

Sumber : BPS

4. Bawang MerahLuas Panen, Produktivitas dan Produksi Bawang Merah, 2011 - 2012Provinsi20112012

Luas PanenProduksiProduktivitasLuas PanenProduksiProduktivitas

(Ha)(Ton)(Ton/Ha)(Ha)(Ton)(Ton/Ha)

Aceh 788 2 6003,30 808 4 3875,43

Sumut 1 384 12 4498,99 1 581 14 1588,96

Sumbar 3 34032 4429,71 3 670 35 8399,77

R i a u-- ----

J a m b i 803 7 9949,96 769 6 8518,91

Sumsel 8 374,63 5 173,40

Bengkulu 825066,17 1166976,01

Lampung 5570512,82 3941810,72

Bangka Belitung-- - 6 223,67

Kep. Riau 1 11,00---

DKI Jakarta- - ----

Jawa Barat 10 009101 27310,12 11 438115 89610,13

Jawa Tengah 35 711372 25610,42 35 828381 81410,66

DI Yogyakarta 1 271 14 40711,341 180 11 85410,05

Jawa Timur 20 940198 3889,47 22 323222 8639,98

Banten 1024214,13 157 1 2307,83

B a l i 817 9 31911,41 766 8 66611,31

NTB 9 988 78 3007,84 12 333100 9908,19

NTT 917 2 4362,66 725 2 0622,84

Kalbar-- ----

Kalteng-- - 3--

Kalsel 1 77,00---

Kaltim 5 153,00 11 756,82

Sulawesi Utara 654 5 0057,65 680 5 3017,80

Sulawesi Tengah 1 381 10 8247,84 1 7657 2744,12

Sulawesi Selatan 4 633 41 7109,00 4 518 41 2389,13

Sulteng 98 1211,23 76 2022,66

Gorontalo 691722,49 80 2022,53

Sulawesi Barat 1332802,11 864074,73

M a l u k u 135 4843,59 181 4332,39

Maluku Utara 122 1851,52 134 1911,43

Papua Barat 771071,39 62 1913,08

Papua 1436804,76 179 9435,27

Indonesia 93 667893 1249,54 99 519964 2219,69

Sumber : BPS

5. KimpulBerdasarkan survei yang dilakukan oleh Deptan, produksi umbi kimpul di Indonesia pada tahun 2013 di 6 provinsi, 6 kabupaten/kota dengan luas 55 ha adalah 825 ton. Provinsi-provinsi penghasil umbi kimpul yang terbesar (menurut data BPS) pada tahun 2011 yaitu, Lampung mencapai 9.193.676 ton dengan luas area panen 368.096 hektar, Sumatera Selatan 159.346 ton dengan luas area 9.792 hektar, Sumatera Utara 1.091.711 ton dengan luas area 37.929 hektar dan Jawa Tengah sebesar 867.596 ton dengan luas area panen 62.414 hektar. Tujuan mengkaji komoditas umbi umbian adalah untuk mengetahui gambaran umum tentang komoditas umbi - umbian, mengetahui informasi daerah dan jumlah produksi umbi umbian di Indonesia, mengetahui jenis jenis umbi umbian dan kandungan gizi dan manfaat dari tiap jenis komoditas, mengetahui produk olahan yang berasal dari umbi umbian sehingga dapat menjadi acuan untuk menghasilkan produk olahan lain yang berasal dari umbi umbian dan mampu memberikan nilai tambah terhadap umbi umbian sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan menguntungkan.II. JENIS DAN KARAKTERISTIK UMBI-UMBIANUmbi dibedakan berdasarkan organ dasar yang dimodifikasi. Istilah bahasa Latin untuk umbi yang terbentuk dari batang dan akar adalah tuber, yang berarti "pembengkakan". Orang awam biasanya menyebut apa pun bagian tumbuhan yang "membengkak" dan berisi karbohidrat (pati) sebagai umbi. Beberapa bentuk khusus dapat memiliki nama yang berbeda. Perlu diperhatikan bahwa modifikasi batang dan daun sebagai tempat penyimpanan makanan dalam bentuk umbi lapis (bulbus) sering dibedakan secara botani dari bentuk umbi lainnya.Jenis dan karkteristik umbi umbian

A. Umbi Akar (tuber rhizogenum /tuberous root)

Jenis umbi ini merupakan umbi yang terbentuk dari akar. Umbi akar tidak dapat dijadikan bahan perbanyakan apabila tidak memiliki titik tumbuh untuk tunas. Dilihat dari asalnya, umbi akar dapat terbentuk dari akar tunggang, seperti umbi wortel atau lobak, maupun dari akar cabang, seperti ubi kayu/singkong, ketela rambat/ubi jalar, dan garut.1. Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Singkong memiliki beberapa nama dalam bahasa Indonesia. Ada yang menyebutnya ubi kayu, ada juga yang menyebutnya ketela pohon. Dalam bahasa latin singkong dikenal dengan nama Manihot utilissima dan termasuk dalam famili Euphorbiaceae. Singkong merupakan tanaman perdu dimana umbinya sering dimanfaatkan sebagai pengganti makanan pokok karena mengandung banyak karbohidrat. Sementara daunnya yang masih muda dimakan sebagai lalap atau dibuat sayur daun singkong.

Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan, singkong juga digunakan sebagai tanaman obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.

Manihot utilisima dan Manihot esculenta, dari famili Eupharbiaceae. Ubi kayu berbentuk seperti silinder yang ujungnya mengecil dengan diameter rata-rata sekitar 2-5 cm dan panjang sekitar 20-30 cm. Ubi kayu biasanya diperdagangkan atau dijual dalam bentuk masih berkulit. Ubi kayu mempunyai kulit yang terdiri dari 2 lapis yaitu kulit luar dan kulit dalam. Daging ubi berwarna putih atau kuning. Pada bagian tengah daging ubi terdapat suatu jaringan yang tersusun dari serat dan diantara kulit dalam dan daging umbi terdapat lapisan kambium. Ubi kayu mengandung zat pati 25-35%, serta protein 1,2 %.

Secar