TUGAS RANGKUMAN MALEONG

download TUGAS RANGKUMAN MALEONG

of 22

  • date post

    10-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.694
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS RANGKUMAN MALEONG

BAB 1 FONDASI PENELITIAN KUANTITATIF A. KONSEP DASAR PENELITIAN KUANTITATIF Istilah penelitian kuantitatif menurut Kirk dan Miller ( 1986:9 ) pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif. Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamatan harus menegetahui apa yang menjadi cirri sesuatu itu. Pengamatan mulai mencatat atau menghitung dari satu, dua, tiga,dan seterusnya. Dimana penelitian kuantitatif melibatkan diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas. Istilah yang digunakan untuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistic atau alamiah, etnigrafi interaksionis simbolik, perspektif kedalam, etnometodologi, the Chicago school, fenomenologis, studi kasus, iterpretatif, ekologis, dan deskriftif (Bogdan dan biklen, 1982:3). Beberapa defenisi penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata. Kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kuantitatif dari defenisi lainnya dapat diamati bahwa hal itu merupakan penelitian yang dimanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. B. FUNGSI DAN PEMANFAATAN PENELITIAN a. Pada penelitian awal dimana subjek penelitian tidak didefenisikan secara baik dan kurang dipahami. b. Pada upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitian motivasional c. Untuk penelitian konsultatif d. e. Memahami isu-isu rumit sesuatu proses Untuk keperluanevaluasi Beberapa manfaat penelitian kualitatif :

C. Karakteristik penelitian kualitatif Penelitian kualitatif memiliki cirri-ciri yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya, yaitu :

1

Ciri ke-1 : latar alamiah Ciri ke-2 : manusia sebagai alat (instrument) Ciri ke-3 : metode kualitatif Ciri ke-4 : analisis data secara induktif Ciri ke-5 : teori dari dasar Ciri ke-6 : deskriptif Ciri ke-7 : lebih mementingkan proses daripada hasil Ciri ke-8 : adanya batas yang ditentukan oleh focus Ciri ke-9 : adanya criteria khusus untuk keabsahan data Ciri ke-10 : desain yang bersifat sementara Ciri ke-11 : hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama D. LANDASAN TEORETIS PENELITIAN KUALITATIF Seorang peneliti yang mengadakan penelitian kualitatif biasanya berorientasi pada teori yang sudah ada. Peneliti yang baik menyadari dasar orientasi teoritis data. Teori membantu menghubungkannya dengan data. Pada yang menunjang pendekatan kualitatif namun yang menjadi landasan pokoknya adalah fenomenologi. E PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DENGAN PENELITIAN KUANTITATIF Penelitian kualitatif berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, mangadakan analisis data secara induktif, mengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan teori dari data bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi studi dengan fokjus, memiliki seperangkat kritreria untuk memeriksa keabsahan data, rancangan penelitiannya bersifat sementara, dan hasil penelitiannya disepakati oleh kedua belah pihak ( peneliti dan subjek penelitian). Dasar teoritis penelitian kualitatif bertumpuk pada pendekatan fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan dan ebno metodologi. Pendekatan fenomenologis berusaha memahami subjek dari segi pandangan mereka sendiri interaksi simbolik mendasarkan diri dari pengalaman manusia yang ditengahi oleh penafsiran, segala sesuatu tidak memiliki pengertian

2

sendiri-sendiri, sedangkan pengertian itu dikenakan padanya oleh seseorang sehinggga dalam hal ini penafsiran menjadi esensial. Etimedologi merupakanb studi bagaimana tentang indifidu menciptakan dan mencapai kehidupan sehari-hari. Dimana penelitian kualitatif adalah penelitian alamiah dan penelitian kuantitaif adalah sebagai penelitian ilmiah. Juga dapat dibedakan dari segi paradigma dan segi metodologi.

3

BAB 2 Paradigma Penelitian Kualitatif A.Paradigma Penelitian Kualitatif Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membennarkan kebenaran.Paradigma menurut Bogdan dan Biklen (1982:32), adalah kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang di pegang bersama, konsep atau proposisi ynag mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Paradigma merupakan pola atau modal tentang bagaimana sesuatu distriktur (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku yang di dalamnya ada konteks khusus atau dimensi waktu). B.Beberapa Segi Suatu Teori 1.Pengertian dan Fungsi Teori Snelbecker (1974: 31) mendefenisikan teori sebagai seperangkat proposisi yang berinteraksi secara sintaksi (yaitu yang mengikuti aturan tertentu yang dapat dihubungkan secara logis dengan lainnya dengan data atas dasar yang dapat di amati) dan berfungsi sebagai whana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang di amati 2. Bentuk formulasi teori Menurut Glaser dan Straus (1980;31), untuk keperluan penelitian kualitatif yang di kenal dengan teori dari dasar, penyajian suatu teori dapat dilaksanakan dalam 2 bantuk, yaitu (a) penyajian dalam bentuk seperangkat proposisi atau secara proposional dan (b) dalam bentuk diskusi teoritas yang memanfaatkan kategori konseptual dan kawasannya. 3. Teori Substantif dan Teori Formal Teori substantif adalah teori yang dikembangkan untuk keperluan substantif atau empiris dalam inkuiri suatu ilmu pengetahuan. Teori formal adalah teori untuk keperluan atau yang disusun secara konseptual dalam bidang inkuiri suatu ilmu pengetahuan. 4. Unsur-unsur Teori

4

Unsur-unsur teori yang dibentuk melalui analisis perbandingan meliputi (a) kategori konseptual dan kawasan konseptualnya dan (b) hipotesis kerja atau hubungan generalisasi diantara katergori dan kawasannya serta (c) integrasi. C. Penyusunan Teori (Theory Building) 1. Penyusunan Teori Formal dan Kegunaannya 2. Verifikasi Teori D.Penyusunan Teori-Dari-Bawah (grounded theory) Penyusunan Teori Dari Bawah (TDB) menurut Pandit, yang terlebih dahulu perlu memahami tiga unsur dasar TDB yaitu konsep, ketegori, dan prposisi. E.Beberapa Perseolan Yang Berkaitan dengan Teori Bagian ini menyajikan empat persoalan yang langsung maupun tidak langsung dengan penyusunan teori.

5

BAB III A. Pembatasan Masalah Studi Melalui Fokus Pada dasarnya penelitian kualitatif tidak dimulai dari sesuatu yang kosong, tetpai dilakukan berdasarkan persepsi seseorang terhadap adanya masalah. Ada dua maksud tertentu yang ingin pemeliti capai dalam merumuskan masalah penelitian dengan jalan memanfaatkan focus. Pertama, penetapan focus dapat membatasi studi. Jadi dalam hal ini focus akan membatasi bidang inkuiri. Kedua, penetapan focus itu berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusi-eksklusi atau kriteria masuk keluar (inclusion-exlusion criteria) suatu informasi yang baru diperoleh di lapangan. Penetapan focus atau masalah dalam penelitian kualitatif bagaimana pun akhirnya akan dipastikan sewaktu peneliti sudah berada di arena atau lapangan penelitian. B. Model Perumusan Masalah Pertama, perumusan masalah penelitian melalui fokus. Masalah penelitian itu dirumuskan dalam bentuk fokus yang penelitian membatasi studi itu sendiri disamping diperlukan sebagai kriteria inklusi-eksklusi; sifat perumusan masalah sebelum penelitian akhirnya tentatif,yang berarti masih dapa berkembang sekaligus disempurnakan sewaktu peneliti sudah berada dilapangan. Kedua, model perumusan masalah yang dicatat dari dua belas contoh memberikan gambaran lengkap bahwa terdapat berbagai cara dan gaya dalam merumuskan masalah penelitian. Dengan berpatokan pada sejumlah kriteria tertentu, maka bagian ketiga mencoba menganalisis kedua belas contoh yang disajikan. Hal analisis perumsan masalah penelitian tersebut dituangkan kedalam prinip-prinsip perumusan masalah yang dapat dijadikan pegangan oleh para pembaca sewaktu merumuskan masalah penelitiannya sendiri.

6

C. Analisis Perumusan Masalah Jika model-model rumusan masalah diatas

dikaji, tentu saja pengkajian itu perlu didasarkan atas sejumlah patokan tertentu. Pengkajian model-model itu dalam hal ini didasarkan atas enam patokan. a. Kriteria Analisis b. Kajian dan Temuan D. Prinsip-prinsip Perumusan Masalah Pengajuan prinsip-prinsip perumusan masalah berikut ini pada dasarnya diuraikan secara berturut-turut sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Prinsip yang Berkaitan dengan Teori Dari Dasar Prinsip yang Berkaitan dengan Maksud Perumusan Masalah Prinsip Hubungan Faktor Fokus Sebagai Wahana Untuk Membatasi Studi Prinsip yang Berkaitan dengan Kriteria Inklusi-Eksklusi Prinsip yang Berkaitan dengan Bentuk dan Cara Perumusan Masalah Prinsip Sehubungan dengan Posisi Perumusan Masalah Prinsip yang Berkaitan dengan Hasil Penelaahan Kepustakaan Prinsip yang Berkaitan dengan Penggunaan Bahasa

E. Langkah-Langkah Perumusan Masalah Berikut ini dikemukakan tentang langkah-langkah perumusan masalah penelitian. Adapun langkah-langkah perumusan masalah adalah seperti berikut ini. Langkah 1 : Tentukan fokus penelitian. Langkah 2 : Cari berbagai kemungkingan faktor yang ada kaitannyan dengan fokus tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus. Langkah 3 : Dari antara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian mana yang sangat menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan nama yang dipilih. Langkah 4 : Kaitkan secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian.

7

8

BAB 4 TAHAP-TAHAP PENELITIAN A. Tahap Penelitian Secara Umum 1. Tahap Pra-lapangan Dalam tahap pra-lapangan terdapat enam tahap kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu sebagai berikut: o Menyusun Rancangan Penelitiano

Memilih Lapangan

o Mengurus Perizinan o Menjajaki dan Menilai Lapangan o Memilih dan Memanfaatkan Informasi Penelitian o Menyiapkan Perlengkapan Penelitian o Persoalan Etika Penelitian 2. Tahap Pekerjaan Lapangan Uraian t