TUGAS RANGKUMAN ENDEMI

download TUGAS RANGKUMAN ENDEMI

of 12

  • date post

    17-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

description

rangkuman endapan mineral

Transcript of TUGAS RANGKUMAN ENDEMI

RANGKUMAN ENDAPAN MINERAL

DISUSUN OLEH :

NAMA :ODI RIPANDA

NIM : 1031311040

TEKNIK PERTAMBANGANFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS BANGKA BELITUNG2015

BAB 1

1.PENGERTIAN ENDAPAN MINERAL

Endapan Mineral

yang dikelompokkan kedalam endapan mineral adalah bahan galian logam, bahan galian industry, mineral berharga dan batumulia.Istilah endapan (deposit) mempunyai definisi yang lebih luas dalam ilmu geologi.Istilah tersebut dapat berarti turunnya material di dalam air (karena gravitasi), ataupresipitasi dari larutan karena perubahan kondisi kimia. Beberapa ahli menyebut istilahcebakan, karena menganggap istilah endapan lebih berkonotasi pada sedimentasi.

Dalam konteks endapan mineral, endapan diartikan sebagai konsentrasi mineral oleh proses-proses magmatik atau hidrotermal. Kata endapan juga mempunyai arti materi menjadi padat, oleh karena itu minyak, gas, dan panas bumi tidak termasuk ke dalam endapan mineral. Walaupun batubara juga bersifat padat, umumnya tidak dibahas sebagai endapan mineral, tetapi termasuk ke dalam sumberdaya energi.

Skinner (1979) menyebut endapan mineral (mineral deposits) merupakan konsentrasi suatu mineral pada kerak bumi, terbentuk secara alami serta pada daerah yang terbatas (lokal). Jadi apapun macam mineralnya, dan bagaimana proses terkonsentrasinya, semuanya disebut endapan mineral. Jika mineral-mineral yang terkonsentrasi mengandung bahan atau material yang bernilai bagi manusia serta layak untuk ditambang, maka endapan tersebut secara kusus disebut endapan bijih/ore deposits (Edwards dan Atkinson 1986, Guilbert dan Park 1986), endapan ekonomi/economic deposits (Hutchison 1983), atau endapan mineral ekonomi (Jensen dan Bateman 1981).

2. KLASIFIKASI MINERAL LOGAM

Untuk memudahkan pembahasan tentang mineral bijih, beberapa pengarang telah membuat klasifikasi mineral bijih, umumnya didasarkan persenyawaan yang dibentuk oleh oleh unsur logam. Sebagian besar mineral bijih terbentuk sebagai sulfida, garam sulfo, oksida, hidroksida, maupun unsur tunggal. Sedangkan mineral penyerta pada bijih umumnya hadir sebagai silikat dan karbonat.

Mineral bijih menurut Stanton (1972), dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan,yaitu:1. Native metals and semimetals: emas, tembaga, perak dll2. Sulfides and sulfosalts, umumnya merupakan mineral-mineral bijih dari logamnonferrous : sfalerit, galena kalkosit dll.3. Oxides, umumnya mineral bijih dari logam ferrous: magnetite, kromit

Sedangkan menurut Ramdohr (1980), mineral bijih dapat dibagi menjadi limagolongan, yaitu:1. Elements and intermetallic compounds2. Alloy-like compounds and Tellurides3. Common sulphides and sulphosalts4. Oxidic ore minerals5. Non-opaque oxide ore minerals

MINERAL NON LOGAM

Bahan galian industri adalah batuan atau mineral-mineral yang bermanfaat untuk kepentingan manusia dan tidak termasuk kedalam bahan galian logam, batubara, batu mulia, maupun migas dan panas bumi. Menurut Madiadipoera, dkk. (1990), bahan galian industri dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

a. Bahan Galian Industri (BGI) yang berkaitan dengan batuan sedimen Terkait dengan batuan karbonat Batugamping Tidak terkait dengan batuan karbonat Bentonit

b. BGI yang terkait dengan batuan vulkanik Perlit

c. BGI yang terkait dengan batuan plutonik Granit dan granodiorit

d. BGI yang terkait dengan endapan residual dan placer Lempung

e. BGI yang terkait dengan proses hidrotermal Gypsum

f. BGI yang terkait dengan batuan metamorf Marmer

BAB IIPEMBAGIAN LAPISAN BUMI BERDASARKAN KOMPOSISI KIMIA, FISIK.

1. Pembagian Lapisan bumi berdasar komposisi kimiaKerak Benua (Continental Crust), 0,374% masa bumi, pada kedalaman0-75 Km. Mengandung 0,554% masa Mantel-kerak, merupakan bagian palingluar dari bumi yang tersusun oleh berbagai batuan. Merupakan lapisandengan densitas rendah (2,7 g/cm3) yang didominasi mineral-mineral kuarsa (SiO2) dan feldspar, membentuk batuan berkomposisi granitik. Kerak Samodera (Oceanic Crust), 0,099% masa bumi, dengan kedalaman 0-10 km. Lapisan ini mengandung 0,147% masa mantel-kerak.Mayoritas kerak ini terbentuk karena aktifitas magmatisme-volkanisme padazona pemekaran. Sistem Punggungan Tengah Samodera sebagai jaringangunungapi sepanjang 40.000 km, menghasilkan kerak samodera baru dengan kecepatan 17 Km3 /tahun, menutup lantai samodera membentuk batuanberkomposisi basaltik (densitas 3,0g/cm3). Mantel Atas (Upper Mantle), 10,3% masa bumi, kedalaman 10-400 km, mengandung 15,3% masa mantel-kerak. Berdasarkan observasi fragmenyang berasal dari erupsi gunungapi atau jalur pegunungan yang tererosi, mineral utama pada mantel atas adalah Olivin (Mg,Fe)2SiO4 dan Piroksen (Mg,Fe)SiO3, membentuk batuan ultra mafik (Peridotit).

Zona Transisi Mantel Bawah-Mantel Atas, 7,5% masa bumi, kedalaman 400-650 km. Zona transisi atau Mantel Tengah atau secara fisik dikenal sebagai Mesosfer mengandung 11,1% masa mantel-kerak, merupakan sumber magma basaltic. Juga mengandung kalsium (ca), Aluminium (Al), dan garnet, merupakan kompleks silikat mengandung Aluminium. Lapisan ini relative mempunyai densitas tinggi jika dingan, disebabkan kandungan granetnya. Tetapi akan mudah mengapung atau ringan jika panas, karena 24 mineral yang lebur akan membentuk basalt, menerobos naik melewati mantel atas membentuk magma.Gambar 2.1 Penampang interior bumi

Mantel Bawah (Lower Mantle), 49.2% masa bumi, kedalaman 650-2.890 km, 72,9% disusun oleh masa mantel-kerak dengan komposisi terdiri dari silicon (Si), magnesium (Mg), dan oksigen (O). Sebagian kemungkinan disusun oleh besi (Fe), kalsium (ca), dan aluminium (Al). Para ahli membuat deduksi ini berdasarkan asumsi bahwa proporsi dan jenis unsus pada bumi relative sama dengan meteorit primitive.

Inti Bumi, 32,5% masa bumi, kedalaman 2.890-6370 km. Lapisan ini didominasi oleh besi (Fe), juga mengandung sekitar 10% sulfur (S) dan atau 25 oksigen (O). Sulfur dan Oksigen menyebabkan lapisan ini densitasnya sedikit lebih ringan dari leburan besi murni

Komposisi Kerak BumiSeperti di sebutkan di atas,kerak bumi dibedakan menjadi kerak samudera yang berkomposisi basaltic dan kerak benua yang berkomposisi granitic. Disamping adanya perbedaan komposisi batuan, kedua tipe kerak tersebut juga mempunyai perbedan kadar unsur-unsur yang yang terdapat di dalamnya, walupun demikian terdapat beberapa unsur yang mempunyai proporsi relative sama pada kedua kerak tersebut.

Pembagian Lapisan Bumi Secara FisikPembagian lapisan bumi berdasarkan komposisi merupakan satu-satunya pembagian sebelum berkembangnya teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonics), sebuah ide yang menyatakan bahwa permukaan bumi disusun oleh lempeng lempeng yang bergerak. Sekitar tahun 1970-an para ahli geologi menyadari bahwa lempeng-lempeng tersebut lebih tebal dari pada kerak, dan kemudian diketahui 26 bahwa lempeng lempeng tersebut terdiri dari kerak dan bagian paling atas dari mantel, membentuk lapisan yang kaku dan keras yang dikenal sebagai litosfer (lithosphere), mempunyai ketebalan antara 10-200 Km.

Lempeng litosfer tersebut mengambang pada lapisan yang plastis yangsebagian membentuk leburan, dengan ketebalan 250-350 Km, yang dikenal sebagai AstenosferN (Asthenosphere). Walaupun Astenosfer dapat bergerak, tetapi bukan lapisan cair,oleh karenanya dapat dilalui baik Gelombang-P (Compressional (P)- Waves) maupun Gelombang-S (Shear (S)-Waves).

Pada kedalaman sekitar 660 Km, tekanan menjadi lebih besar dan manteltidak lagi dapat bergerak. Lapisan mantel yang tidak lagi plastis ini dikenal sebgai lapisan Mesosfer (Mesosphere).

Inti bumi secara fisik dibagi mmenjadi dua bagian, yang dikenal sebagai Inti Luar (Outer Core) dan Inti Dalam (Inner Core). Lapiasan Inti Luar berada pada kedalaman 2.890-5150 km, sangat panas, membentuk fase cair. Sedangkan Inti Dalam, berada pada kedalaman 5.150-6370 km, merupakan fase padatan, seolah mengambang dalam leburan inti luar.

2. HUBUNGAN TEKTONIK LEMPENG DENGAN MINERALISASI

Continental rifting dan Mid Oceanic Spreading dibentuk pada retakan lempeng, ketika magma bergerak naik dari mantel menuju permukaan lantai samodra membentuk sekuen batuan ofiolit penampang tengah samodera, sebagai lempeng baru. Lempeng baru yang terbentuk bergerak menjauhi sumbu pemekaran, makin lama semakin dingin dan semakin tebal, hingga densitasnya semakin besar dan kemudian tenggelam membentuk penunjaman (Subduction Zone), sehingga lempeng akan panas, hancur, menyebabkan terbentuknya leburan sebagian pada mantel membentuk magma, dengan densitas rendah bergerak kembali ke permukaan menbentuk rangkaian gunungapi. Pergerakan lempeng seringkali jugamenimbulkan pergeseran membentuk sesar mendatar besar (Transform faults),juga diikuti oleh pembentukan magma.

Litosfer bumi dibagi menjadi delapan lempeng besar serta sekitar 24 lempengkecil, yang bergerak di atas lapisasn Astenosfer dengan kecepatan sekitar 5-10cm/tahun. Kedelapan lempeng besar tersebut terdiri dari:-Lempeng Afrika (African Plate)-Lempeng Antartik (Antarctic Plate)- Lempeng Hindia-Australia (Indian-Australian Plate)- Lempeng Pasifik (Pasific Plate)- Lempeng Amerika Utara (North American Plate)- Lempeng Amerika Selatan (South American Plate )- Lempeng Nazca (Nazca Plate)

Batas-batas lempeng tektonik tersebut di atas, membentuk lingkungan tektonikyang beragam, secara umum dikenal sebagai :1. Mid-oceanic ridge dan back arc rifting dan transform faults, yang membentukbatas lempeng konstruktif2. Subduction zone, yang merupakan batas lempeng destruktif, menghasilkanisland arcs dan active continental margins3. Oceanic intra-plate, menghasilkan oceanic island (hot spots)4. Continental intra-plate, yang menghasilkan continental flood basalt dancontinental rift zone

3. MINERALISASI YANG ADA DI INDO