Tugas Psikiatri - Gangguan Neurotik

download Tugas Psikiatri - Gangguan Neurotik

of 27

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.020
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Psikiatri - Gangguan Neurotik

Gangguan Kecemasan Gangguan kecemasan adalah suatu gangguan yang paling diperngaruhi oleh kriteri diagnostik di dalam diagnostic and stastitical manual of mental disorder edisi 3 (DSM III), edisi ke 3 yang direvvisi (DSM III-R), dan edisi ke 4 (DSM-IV), dan oleh tumbuhnya pengetahuan tentang biologi kecemasan. Kecemasan ada 2, kecemasan normal dan kecemasan patologis. Penilaian tersebut didasarkan pada laporan keadaan internal pasien, perilakunya, dan kemampuan pasien untuk berfungsi. Seorang pasien dengan kecemasan patogis memerlukan pemeriksaan neuropsikiatri yang menyeluruh dan suatu rencana pengobatan yang disusun secara individual. Klinisi juga harus menyadari bahwa kecemasan mungkin merupakan komponen dari banyak kondisi medis dan gangguan mental lainyya, khusunya gangguan depresif. Kecemasan adalah suatu penyerta yang normal dari pertumbuhan, dari perubahan, dari pengalaman sesuatu yang baru dan belum dicoba, dan dari penemuan identitas sendiri dan arti hidup. Sedangkan kecemasan patologis adalah respon yang tidak sesuai terhadap stiumulus yang diberikan berdasarkan pada intensitas atau durasinya.

Kecemasan Normal Suatu perasaan yang ditandai oleh rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan dan samar, seringkali disertai oleh gejala otonomik seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, kekakuan pada dada dan gangguan lambung ringan.

Ketakuatan Dan Kecemasan Kecemasan adalah suatu sinyal yang menyadarkan, ia memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman. Ketakutan, suatu sinyal serupa yang menyadarkan, harus dibedakan dari kecemasan. Rasa takut adalah respon dari ancaman yang asalnya diketahui, eksternal, jelas, atau bersifat konflik; kecemasan adalah respon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, samar, atau konfliktual.

Fungsi Adaptif Dari Kecemasan

Jika dianggap semata-mata sebagai suatu sinyal peringatan, kecemasan dapat dianggap pada dasarnya merupakan emosi yang sama seperti ketakutan. Kecemasan memperingatkan adanya ancaman eksternal dan internal dan memiliki kualitas mengancam hidup.

Gejala Psikologis Dan Kognitif Pengalaman kecemasan memiliki 2 komponen: (1) kesadaran adanya sensasi fisiologis (seperti berdebar-debar dan berkeringat) dan (2) kesadaran sedang gugup atau ketakutan. Disamping efek motorik dan visceral, kecemasan mempengaruhi befikir persepsi dan belajar. Aspek penting dari emosi adalah efeknya pada selektivitas perhatian. Orang yang kecemasan cenderung memilih benda tertentu dalam lingkungannya dan tidak melihat yang lainnya untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar berada dalam situasi yang menakutkan dan berespon dengan tepat.

KECEMASAN PATOLOGIS Teori Psikologis Tiga bidang utama teori psikologis (psikoanalitik, perilaku dan ekstensial) telah

menyumbangkan teori tentang penyebab kecemasan. Teori Psikoanalitik Freud menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu sinyal kepada ego bahwa suatu dorongan yang tidak tidak dapat diterima menekan untuk mendapatkan perwakilan dan pelepasan sadar. Di dalam teori psikoanalitik, kecemasan dapat dipandang sebagai masuk ke dalam empat katagori utama, tergantung pada sifat akibat yang ditakutinya : kecemasan id atau impuls, kecemasan kastrasi, dan kecemasan superego. Teori Perilaku Teori perilaku menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dibiasakan terhadap stimuli lingkungan spesifik. Teori Ekstensial Teori ekstensial tentang kecemasan memberikan model untuk gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder) dimana tidak terdapat stimulus yang dapat diidentifikasi secara spesifik untuk suatu perasaan yang kronis. Kecemasan adalah respon seesorang terhadap kehampaan eksistansi dan arti yang berat tersebut.

Teori Biologis Sistem Saraf Otonom Stimulasi sistem saraf otonom menyebabkan gejala tertentu-kardiovaskular (sebagai contoh takikardia), muskular (sebagai contoh nyeri kepala), gastrointestinal (sebagai contoh diare) dan pernafasan (sebagai contohnya, nafas cepat). Manifestasi kecemasan perifer tersebut tidak selalu berubungan dengan pengalaman kecemasan subjektif. Neurotransmiter Tiga neurotransmiter utama yang berhubungan dengan kecemasan berdasarkan penelitian pada binatang dan respon terhadap terapi obat adalah noerpinefrin, serotonin dan gamma animobutyric acid (GABA). Norepinefrin Teori umum tentang peranan norepinefrin didalam gangguan kecemasan adalah bahwa pasien yang menderita mungkin memiliki sistem noradenergik yang teregulasi secara buruk yang secara kadang-kadang menyebabkan aktifitas. Serotonin Dikenalinya banyak tipe reseptor serotonin telah merangsang pencarian akan peranan serotonin di dalam patogenesis gangguan kecemasan. GABA. Peranan gama-aminobutyric acid (GABA) dalam gangguan kecemasan didukung paling kuat oleh manfaat benzodiazepin yang tidak dapat dipungkiri, yang meningkatkan reseptor GABA pada reseptor GABAA, didalam pengobatan beberapa jenis kecemasan. APLYSIA Suatu model neurotransmiter untuk gangguan kecemasan didasarkan pada penelitian pada Apylisia californica, suatu siput laut yang bereaksi terhadap bahaya dengan melarikan diri, memasukkan dirinya ke dalam rumahnya dan menurunkan perilaku makannya.

Penelitian Pencitraan Otak Penelitian pencitraan otak fungsional-sebagai contohnya tomografi emisi positron (PET), tomografi komputer emisi foton tunggal (SPECT), dan elektroensefalografi (EEG)-pada pasien

dengan gangguan kecemasan telah secara beragam melaporkan adanya kelainan di korteks frontalis, daerah oksipitalis dan temporalis pada suatu penelitian gangguan panik.

Penelitian Genetika Penelitan genetika telah menghasilkan data yang kuat bahwa sekurangnya suatu komponen genetika berperan terhadap perkembangan gangguan kecemasan.

Pertimbangan Neuroanatomis Lokus sereleus dan nukeli raphe terutama berajalan ke sistem limbik dan korteks serebral. Dalam kombinasi dengan data dari penelitian pencitraan otak, bidang tersebut menjadi pusat sebagian besar pembentukan hipotesis tentang substrat neuroanatomik dari gangguan kecemasan.

Gangguan Kecemasan DSM-IV DSM-IV menuliskan gangguan kecemasan seperti berikut ini : gangguan panik dengan dan tanpa agorafobia, agorafobia tanpa riwayat gangguan panik, fobia spesifik dan sosial, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stres pasca traumatik, gangguan stress akut, gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan karena kondisi umum, gangguan kecemasan akibat zat dan gangguan kecemasan yang tidak ditentukan termasuk gangguan kecemasan-depresif campuran (semuanya dibicarakan di bab ini).

GANGGUAN KECEMASAN KARENA KONDISI MEDIS UMUM Gangguan kecemasan karena kondisi medis umum dituliskan dalam DSM-III-R sebagai sindroma kecemasan organik, suatu gangguan mental organik yang berhubungan dengan gangguan atau kondisi fisik aksis III. Epidemiologi Sering diitemukan walaupun insidensi gangguan bervariasi untuk masing-masing kondisi medis umum spesifk. Etiologi Beberapa kondisi dapat menghasilkan gejala yang menyerupai gangguan kecemasan seperti hipertiroidisme, hipotiroidisme, hipoparatiroid, defisiensi vitamin B-12, dll Diagnosis

Diagnosis DSM-IV tentang gangguan kecemasan karena kondisi umum mengharuskan adanya gejala gangguan kecemasan. DSM-IV memungkinkan klinisi untuk menentukan apakah gangguan ditandai oleh gejala kecemasan umum, serangan panik atau gejala obsesif kompulsif. Gambaran Klinis Gejala gangguan kecemasan karena kondisi medis umum dapat identik dengan gejala gangguan kecemasan primer. Antara lain : Gangguan panik Gangguan kecemasan umum Fobia Gangguan obsesif kompulsif Diagnosis Banding Kecemasan sebagai suatu gejala dapat berhubungan dengan banyak gangguan psikiatrik, selain gangguan kecemasan sendiri. Pemeriksaan status mental diperlukan untuk menentukan adanya gejala ganggguan mood atau gejala psikotik yang dapat mengarahkan pada diagnosis psikiatrik lain. Perjalanan Penyakit Dan Prognosis Pengalaman kecemasan yang tidak mereda dapat melumpuhkan, mengganggu tiap aspek kehidupan, termasuk fungsi sosial, pekerjaan dan psikologis. Terapi Pengobatan primer untuk gangguan kecemasan umum karena kondisi medis umum adalah mengobati kondisi medis dasarnya.

Gangguan Kecemasan Akibat Zat Epidemiologi Sering ditemukan baik sebagai akibat ingesti yang disebut obat rekreasional dan sebagai akibat pemakaian obat yang diresepkan. Etiologi Berbagai madcam zat baik berupa obat simpatomimetik (amfetamin,. Kokain atau kafein) maupun serotonergik (LSD, MDMA) dapat mengakibatkan gejala kecemasan yang mirip dengan tiap gangguan kecemasan DSM-IV. Dignosis

Keriteria diagnostik DSM-IV untuk gangguan kecemasan akibat zat mengharuskan adanya kecemasan, serangan panik, obsesi atau kompulsi yang menonjol. Gambaran Klinis Gambaran klinis penyerta adalah bervariasi tergantung pada zat tertentu yang terlibat. Diagnosis banding Diagnosis banding antara lain : gangguan kecemasan primer, gangguan kecemasan karena kondisi medis umum dan gangguan mood yang seringkali disertai dengan gangguan kecemasan. Perjalanan Penyakit Dan Prognosis Efek ansiogenik dari sebagian besar obat adalah reversibel. Jika kecemasan tidak memulih dengan dihentikannya obat, klinisi harus mempertimbangkan ulang diagnosis gangguan kecemasan akibat zat atau mempertimbangkan kemungkinan bahwa zat menyebabkan kerusakan otak yang ireversibel. Terapi Terapi primer untuk gangguan kecemasan akibat zat adalah menghilangkan zat penyebab yang terlibat. Beberaapa memiliki gejala gangguan kecemasan yang tidak memenuhi kriteria untuk satupun gangguan kecemasan DSM-IV spesifik atau campuran kecemasan dan mood yang terdepresi. Pasien tersebut paling tepat diklasifikasikan sebagai menderita gangguan kecemasan yang tidak ditentukan (NOS; not otherwise specified).

GANGGUAN PANIK DAN AGORAFOBIA Gangguan panik adalah ditandai dengan terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan. Agorafobia y