Tugas persentasi ( pkn )

download Tugas persentasi ( pkn )

of 23

  • date post

    22-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    542
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Tugas persentasi ( pkn )

  • 1. TUGAS DI SUSUN O L E H Nama kelompok JOHAN KHAIRUL ANWAR RYCHARD RYNALDY YONATHAN Nama Dosen Solichin WD

2. Latar Belakang KATA PENGANTAR Perkembangan kehidupan kenegaraan Indonesia telah mengalami perubahan terutama berkaitan dengan gerakan reformasi, serta perubahan undang-undang, termasuk UUD 1945 serta TAP MPR No.XVIII/MPR/1998 yang menetapkan kembali kedudukan pancasila sebagai filsafat Negara. Hal ini menimbulkan pafsiran yang bermacam- macam, sehingga bangsa Indonesia menghadapi krisis ideologi. Oleh karena itu Agar kalangan intelektual terutama mahasiswa sebagai pemimpin masa depan Bangsa Indonesia harus memahami makna serta kedudukan pancasila yang sebenarnya sehingga harus dilakukan suatu kajian yang bersifat ilmiah. 3. Maklumat ini diantaranya ditandatangani Teungku Daud Beureueh, tokoh karismatik Aceh. Secara historis pula, kehendak Aceh berdiri di dalam Indonesia telah berproses lama. Antaranya lewat interaksi Sarekat Islam yang membuka cabangnya di Aceh tahun 1916, Insulinde tahun 1918, Sarekat Aceh tahun 1918, berdirinya sekolah-sekolah Islam formal-modern sejak 1919, pengiriman pemuda-pemuda Aceh ke sekolah Muhammadiyah di Jawa, dan berdirinya Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) yang progresif tahun 1939. Seluruh proses ini, intinya, mendorong rakyat Aceh familiar dengan konteks sosial Indonesia sehingga melahirkan dukungan politik dan sosial bagi eksistensi negara Republik Indonesia. 4. Berkaitan dengan hal ini, landasan dan tujuan pendidikan PANCASILA sangatlah penting dalam sebuah elementasi pembentukan Negara yang memiliki berbagai macam gagasan dalam membangun kebijaksanaan, keadilan dan tujuan hidup bersama. Sebagaimana yang termaktub dalam sila ke-Tiga, Persatuan Indonesia. Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia merupakan karya besar bangsa Indonesia dan merupakan lambang ideologi bangsa Indonesia yang setingkat dengan ideologi besar di dunia lainnya. Bangsa Indonesia menggunakan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila juga dijadikan pedoman dalam pelaksaan pemerintahan. Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila itu ialah, Mr. Mohammad Yamin, Prof. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Dapat dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi. 5. Dengan demikian Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia bertujuan agar warga negara Indonesia menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. Pembelajaran pancasila secara lebih mendalam sangat penting untuk memajukan bangsa Indonesia. Oleh karena itu kelompok kami sangat tertarik untuk menggali lebih dalam tentang landasan dan tujuan adanya pendidikan pancasila. 6. A. RUMUSAN MASALAH Implementasi landasan dan tujuan pendidikan PANCASILA, sesuai dengan kaidah keNegaraan demi mencapai kebenaran dan kebijaksanaan berNegara. 1. Apakah yang dimaksud dengan landasan dan tujuan Pendidikan pancasila? 2. Dapatkah suatu Negara berdiri tanpa adanya dasar pemikiran Bangsa? 3. Bagaimanakah pandangan kita mengenai pendidikan PANCASILA? 7. B. TUJUAN Memberi pengertian dan pemahaman kepada mahasiswa mengenai landasan dan tujuan pendidikan pancasila yang meliputi landasan historis, landasan kultural, landasan yuridis, landasan filosofis, tujuan nasional bangsa Indonesia, tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan pancasila, kompetensi yang diharapkan dari kuliah pendidikan pancasila. C. MANFAAT Dengan membaca paper yang kami susun, diharapkan kita bisa mengambil manfaat yang kemudian akan mengarahkan kita kepada pemahaman yang baik mengenai landasan dan tujuan pendidikan pancasila, sehingga kita bisa lebih mencintai dan menghargai Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia serta bisa mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara untuk dapat menciptakan Indonesia yang maju. 8. D. HIPOTESIS Kedudukan Pancasila sebagai landasan dan tujuan hidup bangsa Indonesia merupakan hal yang sangat sakral dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini pencasila merupakan maha karya pemikiaran bangsa untuk mengimplementasikannya dalam sebuah karakter, budaya, pemikiran dan tujuan bersama. Namun kenyataannya di era ini para kaum elit politik kurang memahami filsafat hidup serta pandangan hidup bangsa, mereka bersikap seakan-akan memahaminya. Dalam hal ini mereka menggunakan kedudukannya sebagai tolak ukur diri sendiri. 9. BAB II ISI dan PEMBAHASAN A. PENGERTIAN Dalam pandangan Demokratis, Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu pendidikan yang bertujuan untuk memdidikan para generasi muda dan mahasiswa agar mampu menjadi warga negara yang demokratis dan partisipatif dalam pembelaan negara. Dalam hal ini pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu alat pasif untuk membangun dan memajukan sistem demokrasi suatu bangsa. B. DASAR TEORI Pendidikan kewarganegaraan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, meningkatkan keyakinan akan ketangguhan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan memiliki 2 (dua) dasar sebagai landasannya, landasan yang dimaksud adalah landasan hukum dan ideal. a. Landasan hukum 1) Undang-Undang Dasar 1945 a) Pembukaan UUD 1945. Pembukaan alinea kedua tentang cita-cita mengisi kemerdekaan dan alinea keempat khusus tentang tujuan negara, yaitu keamanan dan kesejahteraan. b) Pasal 27 (3) (II), setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 30 ayat (1) (II), tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 31 ayat (1) (IV), setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pasal 28 A-J tentang Hak Asasi Manusia. 2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1982 Undang-undang No. 20/1982 adalah tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara 1982 No. 51, TLN 3234). 10. C. PEMBAHASAN a. LANDASAN HISTORIS Bangsa Indonesia terbentuk melalui proses sejarah yang cukup panjang sejak jaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya bangsa lain yang menjajah serta menguasai bangsa Indonesia. Setelah melalui proses yang cukup panjang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia menemukan jati dirinya akhirnya oleh para pendiri negara kita dirumuskan suatu rumusan yang sederhana namun mendalam, meliputi lima prinsip (lima sila) yang kemudian diberi nama Pancasila. Dalam hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini Indonesia sebagai bangsa harus memiliki visi serta pandangan hidup yang kuat agar tidak terombang-ambing di tengah- tengah masyarakat internasional. Berdasarkan fakta objektif secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila. Atas dasar pengertian dan alasan historis inilah maka sangat penting bagi para generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus untuk mengkaji, memahami dan mengembangkan berdasarkan pendekatan ilmiah, yang pada gilirannya akan memiliki suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yang kuat berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya sendiri. 11. b. LANDASAN KULTURAL PANCASILA Setiap bangsa di dunia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara senantiasa memiliki suatu pandangan hidup, filsafat hidup serta pegangan hidup agar tidak terombang-ambing dalam kancah pergaulan masyarakat internasional. Setiap bangsa memiliki ciri khas serta pandangan hidup yang berbeda dengan bangsa lain. Negara komunisme dan liberalism meletakkan dasar filsafat negaranya pada suatu konsep ideology tertentu, misalnya komunisme mendasarkan ideologinya pada konsep pemikiran Karl Marx. Berbeda dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada suatu asas cultural yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Nilai-nilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung dalam sila-sila Pancasila bukanlah hanya merupakan suatu hasil konseptual seseorang saja, melainkan merupakan suatu hasil karya besar bangsa Indonesia sendiri, yang diangkat dari nilai-nilai cultural yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri melalui proses refleksi filosofis paara pendiri negara seperti Soekarno, M Yamin, M Hatta, Sepomo serta para tokoh pendiri negara lainnya. 12. c. LANDASAN YURIDIS Landasan yuridis perkuliahan Pendidikan Pancasila di Pendidikan tinggi tertuang dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 Tentang sistem pendidikan nasional. Pasal 39 telah menetapkan bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan , wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.Demikian juga berdasarkan SK menteri Pendidikan Nasional RI No 232/U/2000, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa kelompok Mata Kuliah Kewarganegaraan, wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi, yang terdiri atas Pendidikan Pancasila, nilai-nilai kebangsaan, serta kecintaan terhadap tanah air yang dalam kurikulum internasional disebut sebagai civic education, citizenship education. Dalam SK Dirjen Dikti , dijelaskan bahwa Misi Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk memantapkan mahasiswa agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila , rasa kebanggan dan cinta tanah air dalam menguasai dan mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Jadi sesuai dengan SK Dirjen DIKTI No. 43/DIKTI/KEP/2006 tersebut maka Pendidikan