Tugas Manajemen Jarkom

download Tugas Manajemen Jarkom

of 30

  • date post

    02-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Manajemen Jarkom

Tugas Manajemen JarkomNama Kelompok B : 1. Fadilah Andhy Z. 2. Ahmad Zainul Khoiriri 3. Beni Bayu S 4. Ricky Setiawan 5. Arian Darmawan 6. Annas Hadi F. 7. Dedi Surya L. 8. Nugroho F 9. M. Syaiful Rizal 10. Noviagati Pramudia 11. Ditha Triyani E. 12. Fitro Kurniadi (095623254) (115623033) (115623037) (115623297) (115623301) (115623305) (115623309) (115623313) (115623317) (115623321) (115623325) (115623330)

MATERI TENTANG SUBNETTING

Subnetting : membagi network yang besar ke network yang kecil Keuntungan : 1. 2. 3. 4. menyederhanakan administrasi perubahan stuktur jaringan tidak tampak dari luar keamanan jaringan lebih baik pembatasan lalu lintas jaringan

Subnetmask default Kelas A : 255.0.0.0 Kelas B : 255.255.0.0 Kelas C : 255.255.255.0

Pembagian Kelas Kelas A : 0-126 .0.0.0 Kelas B :128-191.0.0.0 Kelas C :197-223.0.0.0 Kelas D :224-239.0.0.0 (MultiCast) Kelas E :239-255.0.0.0 (Pengembangan)

Perhitungan SubnetKelas AIP yang diberikan 10.0.0.0 dan kita harus mensubnet sebanyak 50 subnet

Langkah langkahnya adalah: 1. Tentukan nilai dalam octet IP yang sama dengan Jumlah kebutuhan Subnet (50) atau yang melebihi dari itu6 BIT

128 64 32 16 8 4 2 1

2. Hitung dari kanan sesuai dengan jumlah bit diatas lalu jumlhkan . Hasilnya merupakan bilangan Subnet mask . 128+64+32+16+8+4 = 252 maka Subnet mask yang dipakai adalah 255.252.0.0

128 64 32 16 8 4 2 1

3. Ambil Nilai terkecil dalam perhitungan nomor 2 dan hasilnya merupakan range IP per subnet (nilai 4 adalah nilai terkecil maka range IP adalah 4 IP) Maka Hasil dari subnetnya adalah 10.0.0.0 ------------------------------------- Subnet Zero 10.4.0.0 10.8.0.0 --------10.252.0.0 ------------------------------- Broadcast Zero

Kelas BIP yang diberikan 160.0.0.0 dan kita harus mensubnet sebanyak 80 subnet

Langkah langkahnya adalah: 4. Tentukan nilai dalam octet IP yang sama dengan Jumlah kebutuhan Subnet (80) atau yang melebihi dari itu7 BIT

128 64 32 16 8 4 2 1

5. Hitung dari kanan sesuai dengan jumlah bit diatas lalu jumlhkan . Hasilnya merupakan bilangan Subnet mask . 128+64+32+16+8+4+2 = 254 maka Subnet mask yang dipakai adalah 255.255.254.0

128 64 32 16 8 4 2 1

6. Ambil Nilai terkecil dalam perhitungan nomor 2 dan hasilnya merupakan range IP per subnet (nilai 2 adalah nilai terkecil maka range IP adalah 2 IP) Maka Hasil dari subnetnya adalah

160.0.0.0 ------------------------------------- Subnet Zero 160.0.2.0 160.0.4.0 ---------

160.0.254.0

------------------------------- Broadcast Zero

KELAS CIP yang diberikan 192.168.0.0 dan kita harus mensubnet sebanyak 5 subnet

Langkah langkahnya adalah: 1. Tentukan nilai dalam octet IP yang sama dengan Jumlah kebutuhan Subnet (50) atau yang melebihi dari itu3 BIT

128

64

32

16

8

4

2

1

2. Hitung dari kanan sesuai dengan jumlah bit diatas lalu jumlhkan . Hasilnya merupakan bilangan Subnet mask . 128+64+32+= 224 maka Subnet mask yang dipakai adalah 255.255.255.224

128

64

32

16

8

4

2

1

3. Ambil Nilai terkecil dalam perhitungan nomor 2 dan hasilnya merupakan range IP per subnet (nilai 32 adalah nilai terkecil maka range IP adalah 32 IP) Maka Hasil dari subnetnya adalah

192.168.0.0 ------------------------------------- Subnet Zero 192.168.0.32 192.168.0.64 10.252.1.0 ---------------------------------Broadcast Zero

Classless Inter Domain Routing (CIDR)Subnetmask diidentifikasi dengan tanda slash (/) Contoh 192.168.0.1/24 Kelas A Kelas B Kelas C : Mulai dari /8 : Mulai dari /16 : Mulai dari /24 255 1

128 192 224 240 248 252 254 128 64 23 16 8 4 2 Diatas adalah table yang dapat mempermudah perhitungan Subnet Contoh : IP 198.0.0.1/26 dibuat sebanyak 16 Subnet

Maka karena 198.0.0.1 merupakan kelas C maka dihitung mulai 24 sebanyak Bilangan CIDR nya

128 12824

192 6425

224 3226

240 16

248 8

252 4

254 2

255 1

Table berwarna biru menunjukkan range IPnya yaitu 32 range IP Sedangkan yang diatas merupakan Subnet mask yang dipakai yaitu 255.255.255.224

Subnetting version 4

a. Pengertian ALAMAT IP VERSI 4 (IPV4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host b. REPRESENTASI ALAMAT IP VERSI 4 Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit, dimana format bentuknya w.x.y.z. nilainya berkisar antara 0 hingga 255 . Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni: Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. c. JENIS-JENIS ALAMAT Alamat Unicast Alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat Broadcast Alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat Multicast

alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau

beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda.

KELAS-KELAS ALAMAT

OKTET KELAS PERTAMA ALAMAT IP (DESIMAL)

OKTET PERTAMA (BINER) DIGUNAKAN OLEH

Kelas A

1126

0xxxxxxx

Alamat unicast untuk jaringan skala besar

Alamat unicast untuk jaringan skala menengah Kelas B 128191 10xxxxxx hingga skala besar

Kelas C

192223

110xxxxx

Alamat unicast untuk jaringan skala kecil

Kelas D

224239

1110xxxx

Alamat multicast (bukan alamat unicast)

Direservasikan;umumnya Kelas E 240255 1111xxxx

digunakan

sebagai

alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

D. REPRESENTASI SUBNET MASK Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut: Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1. Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0. Metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan mask, yaitu: subnet

Notasi Desimal Bertitik Notasi Panjang Prefiks Jaringan Untuk menentukan network identifier dari sebuah alamat IP dengan menggunakan sebuah subnet mask tertentu, dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah operasi matematika, yaitu dengan menggunakan operasi logika perbandingan AND (AND comparison). E. SUBNETTING adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork). Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Konsep Subnetting

Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa

ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.. Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seper