Tugas Makalah Teknik Laboratorium

of 15 /15
TUGAS MAKALAH TEKNIK LABORATORIUM Tentang “Mikroskop” Memenuhi tugas individu mata kuliah Teknik Laboratorium Dosen Ibu Dasumiati M.si Disusun oleh : Agung Rahmanda 1111095000024 PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Makalah Teknik Laboratorium

TUGAS MAKALAH TEKNIK LABORATORIUM Tentang MikroskopMemenuhi tugas individu mata kuliah Teknik Laboratorium Dosen Ibu Dasumiati M.si

Disusun oleh :

Agung Rahmanda

1111095000024

PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2012

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Mikroskop merupakan salah satu alat yang penting pada kegiatan laboratorium sains, khususnya biologi. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran sangat kecil (mikroskopis). Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Untuk mengetahui mikroskop maka perlu diketahui komponen mikroskop, macam mikroskop, penggunaan dan pemeliharaannya. 1.2 Tinjauan pustaka Sejarah nya dan segala macam nya

Bab II PEMBAHASAN Bentuk dan jenis mikroskop berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mikroskop yang paling sederhana adalah mikroskop cahaya, mikroskop stereo sampai yang paling modern seperti mikroskop elektron. Semakin modern, perbesaran yang dihasilkan semakin besar dan rinci. Berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, mikroskop dibagi atas dua jenis, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama compound light microscope adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cermin cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar ke dalam kondensor. Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki sistem tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung mikroskop terdapat tempat dudukan lensa objektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Dibawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa lensa mikroskop yang lain. Lensa objektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan objek sehingga dapat memiliki nilai apertura yaitu ukuran daya pisah suatu lensa objektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan strukutur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Lensa okuler adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif berkisar antara 4 hingga 25 kali. Lensa kondensor adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada objek yang akan terlihat sehingga dengan pengaturan yang tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik. Bagian bagian mikroskop cahaya :

1. Kaki

2. Lengan 3. Cermin

4. Kondensor 5. Diafragma 6. Meja 7. Tabung

8. L. Objektif 9. L. Okuler

10. Pengatur kasar

11. Pengatur halus

: berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat lengan dengan semacam engsel. : digunakan untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop. : memiliki fungsi untuk memantulkan sinar dan sumber cahaya. cermin memiliki dua sisi, sisi datar dan sisi cekung. Sisi datar digunakan jika sinar cukup terang, tapi jika sumber sinar kurang maka dipakai cermin cekung. : tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar : mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. : tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. : di bagian atas melekat lensa okuler, di bagian bawah tabung terdapat alat yag disebut revolver. Pada revolver terdapat lensa objektif. : lensa memiliki perbesaran 10x, 40x, dan 100x. : lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesaran bayanagan yang terbentuk berkisar antara 4 25 kali. : terletak pada bagian lengan, berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Secara cepat : terletak pada bagian lengan, berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Secara lambat.

Mikroskop Stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 sampai 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah : (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati. (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat teramati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa objektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0.7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total objek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.

Mikroskop elektron secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu scanning electron microscope (SEM) dan transmission electron microscope (TEM).Mikroskop transmisi elektron (TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang berkerja mirip dengan cara kerja proyektor slide, dimana elektron ditembuskan ke dalam objek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. TEM digunakan untuk mengamati struktur detail internal sel. Sejarah penemuan mikroskop TEM berawal dari seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931. Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemostrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu). Mikroskop transmisi elektron saat ini mengalai peningkatan kinerja hingga mampu menghasilkan resolusi hingga 0,1 nm atau sama dengan pembesaran sampai satu juta kali. Bagian bagian mikroskop transmisi elektron (TEM) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Chatode Anode kondensor lensa objektif lensa proyeksi layar fluorescent : : : : : :

Mikroskop pemindai elektron (SEM) digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel (atau struktur jasad renik lainnya), dan objek diamati secara tiga dimensi. Pada tahun 1942 tiga orang ilmuwan Amerika yaitu Dr. Vladimir Kosma Zworykin, Dr. James Hillier, dan Dr. Snijder, benar benar membangun sebuah mikroskop elektron metode pemindaian (SEM) dengan resolusi hingga 50nm atau magnifikasi 8.000 kali. Sebagai perbandingan SEM modern sekarang ini mempunyai resolusi hingga 1nm atau pembesaran 400.000 kali. Mikroskop elektron cara ini memfokuskan sinar elektron (electrone beam) di permukaan objek dan mengambil gambarnya dengan mendeteksi elektron yang muncul dari permukaan objek. Gambar yang terbentuk pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop cahaya dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut dipindai dengan sianr elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap terang pada layar monitor CRT (chatode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur objek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat objek dari sudut pandang tiga dimensi.

Bagian bagian mikroskop pemindai elektron (SEM) 1. 2. 3. 4. 5. electron gun anode lensa magnetik scanning coils meja preparat : menembakan sinar elektron : memfokuskan sinar elektron : memperkuat sinar elektron yang ditembakan :mengolah sinar elektron yang dipantulkan dari spesimen : tempat menaruh spesimen

SEM mempunyai depth of field yang besar, yang dapat memfokus jumlah sampel yang lebih banyak pada satu waktu dan menghasilkan bayangan yang baik dari sampel tiga dimensi. SEM juga menghasilkan bayangan dengan resolusi tinggi, yang berarti mendekati bayangan yang dapat diuji dengan perbesaran tinggi. Kombinasi perbesaran yang lebih tinggi, dark field, resolusi yang lebih besar, dan komposisi serta informasi kristallografi membuat SEM merupakan satu dari peralatan yang paling banyak digunakan dalam penelitian, R&D industri khususnya industri semikonduktor. Mikroskop elektron pemindai lingkungan (ESEM) merupakan pengembangan dari SEM, yang dikembangkan guna mengatasi objek pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai objek TEM maupun SEM. Objek yang tidak memenuhi syarat ini biasanya adalah spesimen alami yang ingin diamati secara detail tanpa merusak atau menambah perlakuan yang tidak perlu terhadap objek, yang apabila menggunakan alat SEM konvensional perlu ditambahkan beberapa trik yang memungkinkan hal tersebut bisa terlaksana. Teknologi ESEM ini dirintis oleh Gerasimos D.Danilatos, seorang kelahiran Yunani yang bermigrasi ke Australia pada akhir tahun 1972 dan memperoleh gelar Ph.D dari Universitas New South Wales (UNSW) pada tahun 1977 dengan judul disertasi Dynamic Mechanical Properties of Keratin Fibres. Dengan teknologi ESEM ini memungkinkan peneliti untuk meneliti sebuah objek yang berada pada lingkungan yang menyerupai gas yang bertekanan rendah (low pressure gaseous Environment) misalnya pada 10-50 Torr serta tingkat humiditas diatas 100%. Dalam arti lain ESEM ini memungkinkan dilakukannya penelitian objek baik dalam keadaan kering atau basah. Mikroskop refleksi elektron (REM) adalah mikroskop yang memiliki cara kerja yang serupa dengan cara kerja TEM, namun sistem ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek. Teknik ini secara khusus digunakan dengan menggabungkannya dengan teknik refleksi difraksi elektron energi tinggi (reflection high energy electron diffraction) dan teknik refleksi pelepasan spektrum energi tinggi (reflection high energy loss spektrum-RHELS).

Preparasi pada mikroskop elektron berbeda dengan mikroskop optik. Pada mikroskop elektron, objek pengamatan tidak diletakkan pada kaca preparat tetapi diletakkan pada stub atau logam agar objek pengamatan bisa bersifat konduktor. Preparat untuk mikroskop elektron harus dilapisi logam atau di coating agar ketika ditembakan elektron preparat dapat memantulkan kembali elektron yang pantulannya tersebut akan dibaca oleh detektor lalu di teruskan ke CRT atau monitor dan ditampilkan gambarnya secara visual. Pada TEM, objek pengamatan harus dibuat setipis mungkin untuk itu diperlukan alat untuk menyayat objek pengamatan yang disebut mikrotom. Cara Penggunaan Mikroskop 1. Jarak mata-okuler: Untuk mencegah kelelahan mata, diperlukan penjagaan jarak antara mata dan okuler. Untuk menentukan jarak ini, mata mendekati okuler dari suatu jarak maksimum sekitar 1 cm. Jarak optimum dicapai pada saat medan pandang tampak sebesar-besarnya dan setajamtajamnya. Selain itu, mata yang sebelah lagi harus tetap terbuka. 2. Pengamatan dimulai dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (misal 10x). 3. Sambil mengamati melalui lensa okuler, sekrup pemutar kasar diputar secara perlahan agar tabung mikroskop naik. Pada saat demikian, gambar dapat teramati meskipun belum begitu jelas. Untuk memperoleh gambit yang lebih jelas, sekrup pemutar halus diputar sehingga dapat diamati gambar yang lebih jelas dan lebih fokus. 4. Setelah mengamati gambar dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (10x), objek yang sama coba diamati dengan menggunakan lensa dengan pembesaran yang lebih kuat (missal 40x) dengan cara memutar revolver sehingga lensa objektif 40x tepat mengarah ke lubang pada panggung. Hal yang perlu diingat: selama pengamatan dengan pembesaran kuat tidak boleh mempergunakan sekrup pemutar kasar, untuk mendapatkan gambar yang baik (fokus) cukup digunakan sekrup pemutar halus. Perawatan Mikroskop 1. Memegang mikroskop dengan kedua tangan ketika mengangkatnya. 2. Memulai pengamatan dengan pembesaran lemah sebelum menggunakan pembesaran kuat. 3. Tidak memutar tombol dengan kasar. 4. Menghilangkan kotoran pada lensa mikroskop

Seringkali gambar mikroskop tetap kabur meski telah diusahakan penyetelan fokus halus. Ini seringkali disebabkan lensa depan objektif yang kotor atau lensa okuler. Untuk memastikan pada bagian mana lensa kotor, pertama-tama lensa okuler diputar, dan kemudian, bila perlu, lensa objektif diputar sambil mengamati cuplikan untuk menentukan kapan lapisan kotoran yang kabur bergerak. Kemudian lensa yang kotor dibersihkan dengan kertas transerat atau kertas lensa. Kondensor yang kotor pun dapat mengaburkan gambar. Ketika membersihkan lensa depan objektif, harus diingat bahwa lensa terpasang pada perekat yang dapat melarut dalam pelarut organik. Oleh karena itu, lebih baik jika digunakan air suling untuk menghilangkan kotoran; jika tidak bisa, digunakan pelarut organik yang mudah menguap sesedikit mungkin, misalnya benzene atau eter minyak bumi. 6. Memastikan mikroskop dalam keadaan kering, sebelum dan sesudah digunakan.

BAB III Kesimpulan Mikroskop dibuat untuk melakukan pengamatan terhadap struktur sel Mikroskop pertama kali dibuat dengan menggabungkan dua lensa untuk perbesaran yang lebih tinggi Seiring perkembangan IPTEK, mikroskop di bagi atas dua yaitu mikroskop optik dan mikroskop elektron Mikroskop optik terdiri dari mikroskop cahaya dan mikroskop stereo Mikroskop elektron terbagi atas mikroskop TEM dan SEM

DAFTAR PUSTAKA

Lampiran:

Mikroskop cahaya

mikroskop scanning electron (SEM)

Mikroskop stereo

Mikroskop transmisi elektron