Tugas Makalah Proyek

download Tugas Makalah Proyek

of 26

  • date post

    31-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    80
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Makalah

Transcript of Tugas Makalah Proyek

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ProyekDewasa ini Indonesia sedang mengalami pembangunan di segala bidang, diantaranya pembangunan fisik kota. Sejalan dengan perkembangan ini , maka diperlukan pengawasan dalam perencanaan dan pelaksanaanya agar tercapai ketertiban dan perkembangan pembangunan kota yang sehat. Dan untuk menjaga investasi yang telah di berikan oleh pemilik terhadap proyek yang sedang dilaksanakan. Pada bangunan berskala besar, pekerjaan pengawasan dilakukan oleh Direksi Lapangan. Dengan semakin kompleksnya pekerjaannya, maka pekerjaannya pengawasan memerlukan suatu badan tersendiri yang khusus menangani seluruh pengawasan suatu proyek. Badan/biro tersebut sebagai Menejement Konstruksi (Construction Management). Manajemen Konstruksi tersebut , dimaksudkan agar dalam penanganan proyek dalam skala besar tersebut dapat dicapai suatu hasil yang maksimal, yaitu:- memenuhi spesifikasi yang diinginkan- selesai tepat waktu- effisiensi biaya- keamanan dan keselamatan kerja terjamin.dimana dalam hal ini Menejemen Konstruksi mewakili pihak pemilik (owner) yang belum tentu menguasai hal-hal mengenai pemabangunan suatu gedung.Dalam pembuatannya mengawasi pekerjaan Menejemen Konstruksi pada Proyek Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Proyek Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini dibangun atas prakarsa Ibu Negara Tien Soeharto. Gedung ini berstatus sebagai kantor sewa dengan pemilik bangunan adalah Kwarnas Gerakan Pramuka disandang dana pembangunan dari Pertamina. Untuk itu Pertamina berhak menggunakan perkantoran dari lantai empat sampai dengan lantai tujuh belas dengan jangka waktu dua puluh tahun sesuai dengan perjanjian sebelumnya.Sebagai perencana ditunjuklah PT Tripanoto Sri Konsultan yang berkedudukan juga sebagai pengawas dalam pelaksanaan pembangunan (KPP = Konsultan Perencana dan Pengawas). Sebagai kontraktor pelaksana dipercayakan kepada PT Wijaya Kusuma Kontraktor.

BAB IITINJAUAN UMUMORGANISASI PEMBANGUNAN

2.1. Pihak Yang Terlibat

Definisi dari pihak-pihak yang terlibat adalah1. Pemilik adalah badan pemerintahan/swasta yang akan mendirikan/membangun suatu bangunan sesuai dengan kemampuan dana yang dimilikinya baik yang melaksanakan sendiri maupun yang dikarenakan suatu alasan tertentu tidak mengerjakan sendiri.Dalam hal ini yang pihak owner dipegang oleh Kwartir Nasional Pramuka, dan penyandang dana dipegang oleh Pertamina. Sehingga kepemilikan di pegang oleh dua badan tersebut.2. Konsultan adalah suatu badan yang memiliki kemampuan dalam berbagai disiplin ilmu dalam bidangnya masing-masing yang bertindak baik sebagai penasehat dan atau perencana (dalam hal ini bidang struktur dan konstruksi). yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemilik sekaligus dapat bertindak sebagai pengawas dalam pelaksanaanya. Dalam hal ini konsultan perencana dipegang oleh PT. Triranoto Sri Konsultan.3. Kontraktor adalah seseorang atau badan pemerintahan atau swasta yang melaksanakan suatu pekerjaan, yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya dan terikat dalam suatu perjanjian kontrak dengan pemilik pekerjaan.3.4. Pelaksanaan Mobilisasi Proyek. Dalam hal ini dipegang oleh dua perusahaan sebagai joint coorporation, PT. Wijaya Kusuma Contractors dan PT. Reka Samudra Joint Coorporations.

2.2. Peranan Menejemen Konstruksi

a. Pada Tahap Perencanaan1. Perencanaan Awal (Preliminary Design)2. Desain Pengembangan (Development Design)3. Perencanaan Akhir (Finally Design)Perencanaan Manajemen Konstruksi pada tahap perencanaan ini:

Membantu pemilik dalam menunjuk perencanaan Membantu mengembangkan sasaran proyek yang ingin dicapai pemilik Membantu dalam penyusunan studi kelayakan Membuat proyeksi arus dana ( Cash Flow ) Membuat usul-usul konsep design dan prosedur pelaksanaan untuk studi awal Membantu dalam menentukan sumber-sumber dana Membuat jadwal waktu yang terpadu untuk semua tahap perencanaan, perancangan, pelelangan dan pelaksanaan Memeriksa kriteria-kriteria dan standard yang diminta pemilik Mengkoordinasikan kegiatan perencanaan yang terdiri atas konsultasi pekerjaan perencanaan dari segi effisiensi sumber daya dan kemudahan pelaksanaan, penyusunan laporan kegiatan secara periodik, perumusan evaluasi kemajuan pekerjaan perencanaan, koreksi teknis bila terjadi penyimpangan dan penelitian kelengkapan dokumen pelelangan Mengendalikan program yang terdiri dari evaluasi program terhadap hasil perencanaan, perubahan lingkungan, penyimpangan teknis dan managerial atas persoalan yang timbul dan akan timbul serta pengusulan koreksi program.

b. Pada Tahap Perancangan Memberi rekomendasi mengenai gambar perencanaan dan spesifikasi. Membahas rencana-rencana arsitektur, struktur mekanikal dan elektrikal bersama perencana. Memberi rekomendasi mengenai perkiraan biaya atau Bill of Quantity Memberikan rekomendasi mengenai pembelian material yang memerlukan waktu penyerahan lama. Menentukan fasilitas penunjang untuk mengendalikan pelaksanaan di lapangan. Membantu dalam survey lapangan. Menyusun daftar proyek bersama-sama perencana. Memproses perizinan yang diperlukan.

c. Pada Tahap Pelelangan Memeriksa kembali rencana akhir ( gambar dan spesifikasi ) bersama-sama dengan perencana. Menyusun dan membai-bagi paket pekerjaan yang akan dilelangkan. Menyiapkan dokumen-dokumen pelelangan. Prakualifikasi calon-calon perserta. Penyelenggaraan rapat-rapat pelelangan. Memberikan rekomendasi pada pemilik untuk pemenang lelang. Menyiapkan kontrak-kontrak.

d. Pada tahap Konstruksi dan Pelaksanaan Menyusun prosedur-prosedur lapangan. Menyusun perijinan-perijinan / sertifikat-sertifikat yang diperlukan. Mengkoordinasikan dan memberi pengarahan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam tahap-tahap pembangunan fisik di lapangan. Mengontrol rencana konstruksi agar sesuai dengan pelaksanaan di lapangan. Pengawasan inspeksi pekerjaan di lapangan, untuk menghasilkan kualitas yang diharapkan dalam waktu yang telah ditentukan. Menyusun jadwal waktu pelaksanaan pembangunan yang selalu dimonitor dan diperbaharui.

Mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan servis pendukung seperti:a. Pengadaan air kerja, listrik untuk penerangan sementara dan sumber daya, kantor-kantor/gudang sementara, jalan-jalan sementara dan sebagainya. Memimpin rapat-rapat koordinasi setiap minggu dengan tujuan: Mengawasi kemajuan pekerjaan kontraktor Meminta pertanggungjawaban kontraktor Membicarakan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lapangan

Dalam rapat koordinasi lapangan, kontraktor utama dapat mengemukakan masalah-masalah atau kelambatan yang terjadi di lapangan, baik yang berkaitan dengan pemilik, manajemen konstruksi atau perkembangan bahan-bahan. Mengadakan rapat khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah yang harus diselesaikan sebelum menunggu diselenggarakannya rapat koordinasi lapangan. Memberikan petunjuk sub-kontraktor/kontraktor spesialis jika diperlukan. Bila terjadi keragu-raguan dari pihak kontraktor, maka Manajemen Konstruksi akan memeriksai construction drawing atau membuat redesign, berupa gambar atau sketsa yang harus disetujui oleh konsultan perencana. Memeriksa shop drawing yang dibuat oleh kontraktor utama ( shop drawing diperlukan karena construction drawing belum cukup jelas untuk pelaksanaan di lapangan ). Mengawasi pengadaan dan kualitas tenaga kerja, material dan peralatan dari kontraktor. Menguji peralatan yang dipasang ( testing and commisioning ) oleh kontraktor. Menyusun program - program untuk keselamatan kerja dan keamanan proyek. Menyusun laporan-laporan berkala ke Dinas Pengawasan Pembangunan Kota. Mensahkan laporan harian yang dibuat oleh kontraktor utama, yang berisi : Aktivitas yang dilakukan di lapangan Material yang masuk Peralatan yang dipakai Jumlah Pekerja Keadaan cuaca Mensahkan laporan bulanan yang dibuat oleh kontraktor udara, yang memuat : Aktivitas yang terjadi di lapangan General Supervision Report Equipment Report Man Power Histogram Progress Schedule Progress of Cost Work Coordination Meeting Testing masters Document photo Menyusun berita acara prestasi pekerjaan. Menyusun berita acara serah terima pekerjaan. Menyusun daftar kekurangan atau perbaikan pekerjaan selama masa pemeliharaan. Menyusun dokumen pendaftaran (DIP, kontrak, berita acara serah terima, gambar dan IMB ) Memproses klaim apabila terjadi pelanggaran kontrak. Memeriksa dan menyusun gambar-gambar kerja sesuai dengan lapangan ( as built drawing ) yaitu gambar-gambar arsitektur, struktur, serta mekanikal & elektrikal yang disesuaikan dengan semua pekerjaan yang telah dilaksanakan di lapangan, termasuk perubahan-perubahan pekerjaan. Melakukan inspeksi-inspeksi berkala dan inspeksi akhir untuk proses serah terima.

e. Pada Tahap sesudah pelaksanaan Jika sebagian bangunan telah selesai dan telah digunakan oleh pemilik, maka manajemen konstruksi mengkoordinasi apa-apa yang perlu untuk memungkinkan kegiatan pelaksanaan pembangunan dan operas dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan tidak saling mengganggu. Menyusun pedoman untuk mengoperasikan dan memelihara bangunan. Memproses garansi / jaminan / sertifikat. Menyelesaikan segi-segi administrasi proyek. Menyerahkan kunci-kunci, gambar-gambar ( as built drawing ), laporan material, suku cadang dan sebagainya kepada pemilik.

BAB IIITINJAUAN KHUSUS PROYEK

3. 1 Data umum ProyekNama Proyek : Pembangunan Gedung Kwattir Nasional Gerakan Pramuka .Lokasi Proyek : Jalan Merdeka Timur No. 6 Jakarta-Pusat.Pemilik Proyek: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Republik Indonesia.Konsultan : PT. Tri Panoto Sri Konsultan.Kontraktor : PT. Wijaya Kusuma Kontraktor PT. Reka Adi Samudera Joint Corporation.

3.2 Uraian Proyek

a. Lokasi Proyek.Proyek ini merupakan proyek pembangunan Gedung Kwarnas Gerakan Pramuka. Lokasi bangunan ini terletak di Jalan Merdeka Timur No.