TUGAS MAKALAH jiwa.docx

download TUGAS MAKALAH  jiwa.docx

of 27

  • date post

    07-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    8
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS MAKALAH jiwa.docx

TUGAS MAKALAH INDIVIDU

GANGGUAN PROSES PIKIR : WAHAM(disusun untuk memenuhi tugas individu KJL I dan KJL II)

Disusun oleh :Nama: Susanti NimanNIM: 1106042393Program studi: S2 Keperawatan Jiwa

PROGRAM MAGISTER KEPERAWATAN JIWA FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIAMaret 2012BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakangGangguan jiwa merupakan respon maladaptive terhadap stressor dari lingkungan dalam/luar ditunjukkan dengan pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma lokal dan kultural dan mengganggu fungsi sosial, kerja dan fisik individu (Townsend,2009).WHO (2009) memperkirakan 450 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan jiwa, sekitar 10% orang dewasa mengalami gangguan jiwa saat ini dan 25% penduduk diperkirakan akan mengalami gangguan jiwa pada usia tertentu selama hidupnya.Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2009, jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia saat ini, mencapai lebih dari 28 juta orang, dengan kategori gangguan jiwa ringan 11,6 persen dan 0,46 persen menderita gangguan jiwa berat.Salah satu gangguan jiwa berat yang sering terjadi adalah skizofrenia . Skizofrenia merupakan suatu penyakit otak persisten dan serius yang mengakibatkan prilaku psikotik, pemikiran konkret dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan interpersonal serta kesulitan dalam memecahkan masalah (Stuart, 2009).Sekitar 75% klien dengan schizophrenia mengalami waham. Waham merupakan salah satu gangguan isi pikir. Pikiran normal mengacu pada komponen ide dari aktivitas mental, proses untuk membayangkan, menilai, mengevaluasi, meramalkan, menciptakan, merencanakan dan kemauan. Pikiran dibagi menjadi proses (bentuk) dan isi, proses (bentuk) adalah cara dimana individu menyatukan gagasan dan asosiasi, isi adalah apa yang sesungguhnya dipikirkan individu, gagasan dan keyakinannya.Gangguan berpikir dikenali melalui pembicaraan dan tulisan individu, yang terlihat tidak mampu menyelesaikan tugas. Inti dari gangguan isi pikir adalah keyakinan dan bentuk pendirian yang abnormal. Perkembangan dari keyakinan dan bentuk pendirian yang abnormal harus mempertimbangkan kultur, sebab sesuatu yang kelihatan tidak normal pada satu kultur, mungkin secara umum dapat diterima oleh kultur lain.Jenis waham yang umum terjadi persecutory, grandiose atau religious. Waham terjadi sebagai respon terhadap kecemasan atau sebagai area refleksi seseorang, contoh klien dengan self esteem yang buruk mempercayai bahwa dirinya utusan Tuhan dengan kepercayaan dirinya tersebut, ia akan merasa lebih memiliki kekuatan atau lebih penting (Varcarolis:2010)Waham merupakan keyakinan yang salah, dipertahankan dan tidak memiliki dasar dalam realitas. Klien memegang keyakinan ini dengan kepastian total yang tidak tergoyahkan oleh informasi atau fakta dari luar yang bertentangan, langsung dan segera. Klien percaya pada ide waham, ia akan bertindak sesuai dengan ide tersebut (Videbeck, 2007: 362). Magister keperawatan jiwa sebagai tenaga kesehatan profesional dituntut untuk dapat memberikan asuhan keperawatan secara profesional pada klien waham. Agar dapat memberikan asuhan keperawatan secara optimal dan memberikan therapi spesialis secara tepat dituntut pengetahuan, pemahaman dan analisa tentang teori waham dan therapi yang diberikan. Oleh karena itu melalui makalah ini, penulis mencoba membuat pemaparan tentang waham dan therapinya.

B. Tujuan penulisanTujuan penulisan makalah ini adalah1. Mampu menjelaskan tentang patofisiologi, psikodinamika, psikopatologi, diagnosa medis, therapi psikofarmaka yang sesuai dan therapi (individu, kelompok, kelompok, keluarga dan komunitas) yang sesuai.2. Mampu menganalisa therapi yang dipilih untuk menyelesaikan diagnosa waham.3. Mampu menganalisa usulan therapi yang tepat untuk diagnosa waham

C. Sistematika penulisanAdapun sistematika penulisan makalah ini adalah : Pada bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan dan sistematika penulisan.Pada bab II Landasan teori berisi tentang patofisiologi, psikodinamika, dan psikopatologi diagnosa waham, penetapan diagnosa medis dan terapi psikofarmaka yang sesuai, terapi individu, kelompok, keluarga, dan komunitas yang sesuai. Pada bab III Pembahasan berisi tentang analisis terapi yang dipilih untuk menyelesaikan diagnosa waham dan usulan terapi yang tepat untuk diagnosa tersebut Bab IV Penutup dan diakhiri dengan daftar pustaka

BAB IILANDASAN TEORI

A. PengertianWaham adalah suatu keyakinan yang salah yang dipertahankan secara kuat/terus menerus namun tidak sesuai dengan kenyataan ( Budi Anna Keliat : 2007 : 165)Waham merupakan perubahan proses pikir yang biasa terjadi pada schizophrenia. Waham merupakan keyakinan personal yang salah dan tidak bisa diubah oleh persuasi yang logis, keyakinan tersebut tidak sesuai dengan realita.Waham adalah keyakinan palsu didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang eksternal, tidak sejalan dengan intelegensia klien dan latar belakang budaya yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan (Townsend : 2009 : 499)Waham adalah keyakinan yang salah yang tidak berdasarkan realita (Videback, 2009)Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa waham adalah keyakinan yang tidak berdasarkan realitas tetapi dipertahankan secara kuat.

Rentang respon neurobiologis :

Respon adaptaif Respon maladaptif

pikiran logis pikiran kadang menyimpang gangguan pikiran/wahampersepsi akurat ilusi halusinasiemosi konsisten reaksi emosional berlebihan/ kesulitan untuk memprosesdgn pengalaman kurangemosiperilaku sesuai perilaku anehketidakteraturan perilakuhubungan sosial menarik diriisolasi sosial

B. Klasifikasi 1. Menurut konsep dasarnya :a. Waham sistematis : keyakinan palsu yang digabungkan dengan suatu tema atau peristiwa tunggal, melibatkan situasi yang menurut pikiran dapat terjadi di kehidupan nyata.b. Waham bizarre : keyakinan palsu yang aneh, mustahil dan sama sekali tidak masuk akal, tidak berasal dari pengalaman hidup pada umumnya.2. Jenis jenis waham atau isi waham terkadang berhubungan dengan pengalaman hidup yaitu :a. Waham kebesaran (grandiose) : meyakini memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus, diucapkan berulang kali namun tidak sesuai dengan kenyataan.b. Waham curiga : meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya, diucapkan berulang kali namun tidak sesuai kenyataanc. Waham agama (religiosity) : memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihand. Waham somatik : meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuh terganggu/ terserang penyakit.e. Waham nihilistik : meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal.

C. PatofisiologiBerdasarkan teori neurobiologi, waham (delusi) terjadi karena faktor :1. Adanya disfungsi pada lobus prefrontal,temporal dan basal gangliaPenurunan volume otak bagian prefrontal mengakibatkan aktivitas neurotrasmitter khusus dopamin meningkat, delusi atau waham timbul sebagai akibat dari suatu aktivitas yang berlebihan dari neuron yang saling berkomunikasi satu sama lain melalui transmisi dopamin (Halgin dan Whitbourne, 2011:61)Waham juga terjadi pada klien dengan gangguan neurologis (demensia primer, head injury dan seizures), karena memiliki masalah pada basal ganglia dan lobus temporal. Klien yang mengalami waham somatik, berdasarkan hasil studi kasus menunjukkan adanya hipoperfusi pada regio basal ganglia dan lobus temporal.2. Faktor biologis memegang peranan pada perkembangan gangguan waham (delusi). Penelitian Campana et al, menggunakan eye tracking movement tests untuk menghubungkan fungsi frontalis dengan gejala klinis waham. Hasilnya setelah dibandingkan dengan responden yang normal, klien dengan gangguan waham menunjukkan abnormalities of voluntary saccadic eye movements and smooth pursuit eye movements, disfungsi tersebut terlihat sama pada klien dengan schizophrenia 3. Terjadi disregulasi dopaminKeadaan hiperdopaminergik dihubungkan dengan perkembangan delusi. Berdasarkan hasil penelitian Morimoto et al, 13 klien dengan gangguan waham mengalami peningkatan level plasma homovanillic acid (HVA) (a dopamine metabolite). Hasil penelitian lain yang serupa adalah adanya peningkatan prevalensi polymorphism D2 receptor gene at amino acid 311 (cysteine-for-serine substitution) pada klien dengan gangguan waham, khususnya waham persecutory . 4. Terganggunya sistem endocannabinoid dan adenosineBerdasarkan faktor psikologis dan lingkungan, waham dipengaruhi oleh faktor :1. Stressor prenatalTrauma psikologis yang dialami oleh ibu selama kehamilan berkontribusi terhadap perkembangan schizophrenia (Kashan et al 2008)2. Stressor psikologis dan stressor lingkunganStress meningkatkan hormon kortisol yang akan mengganggu hipothalamic development faktor inilah yang berkontribusi terhadap schizophrenia.

D. PsikodinamikaPasien paranoid tidak memiliki rasa percaya dalam berhubungan. Ketidakpercayaan tersebut telah dihipotesiskan menyebabkan lingkungan keluarga yang secara konsisten bermusuhan, sering karena ibu yang terlalu mengontrol anak-anaknya dan ayah yang sadis dan tidak ramah (Sadock dan Sadock, 2011:175).Menurut Sigmund Freud adanya gangguan tugas perkembangan pada masa anak terutama dalam hal behubungan dengan orang lain sering menyebabkan frustasi, konflik dan persaan takut. Respon orang tua yang maladaptif pada anak akan meningkatkan stress. Frustasi dan rasa tidak percaya yang berlangsung terus menerus dapat menyebabkan regresi dan withdrawl.Klien yang mengalami waham disebabkan oleh faktor motivasi, delusi presecution dikembangkan klien dengan tujuan melindungi dari harga diri rendah dan depresi. Waham merupakan koping mekanisme.

E. PsikopatologiSalah satu fungsi utama pikiran adalah menghasilkan pikiran. Pikiran memberikan sebuah pengertian terhadap suatu identitas. Pikiran diproduksi sebagai akibat adanya proses yang rumit m